Denza D9 EV & PHEV

Cartens Upgrade Sound System Denza D9, Lebih Enak di Telinga

Spesialis audio mobil EV dan Hybrid, Cartens Audio yang tidak ada hubungannya dengan Hyundai Stargazer Carten, melakukan up-grade besar-besaran untuk sound system mobil EV Denza D9.

Tak main-main, Cartenz Audio menyematkan Amplifier built-in Processor Plug & Play dengan koneksi A2B (Automotive Audio Bus) dari pabrikan Goldhorn. Hal ini tentu saja menghasilkan peningkatan kualitas audio pada Denza D9.

Sebagai workshop bersertifikasi, Cartens Audio siap menjamin pemasangan sesuai standar dan prosedur kualitas terbaik.

“Kami terus menghadirkan solusi terbaik dalam dunia upgrade audio mobil EV dan hybrid, memastikan setiap instalasi dilakukan dengan standar keamanan dan presisi tinggi. Dengan pengalaman kami, pemilik kendaraan listrik dapat meningkatkan kualitas suara tanpa mengorbankan tampilan originalitas mobil,” ujar Eddie Soesanto, Pemilik Cartens Audio.

Suara Jernih Tanpa Penggantian Head Unit Standar

Teknologi A2B ini dilakukan dengan aman tanpa mengganggu sistem kelistrikan bawaan mobil. Hasilnya, hantaran suara semakin jernih, bass lebih solid, tanpa perlu memodifikasi sistem head unit asli hingga potong kabel. Dan lagi, perangkat ini tidak berisiko terhadap fitur bawaan dan garansi baterai dari pabrikan.

Berikut keunggulan Amplifier built-in Processor berteknologi A2B dari Goldhorn, menurut penjualnya :

  • Terintegrasi langsung dengan sistem audio mobil premium standar, tanpa perubahan apapun pada sistem kendaraan.
  • Sinyal audio tetap murni, menghasilkan suara lebih jernih.
  • Fitur noise cancellation dan handsfree tetap berfungsi normal, termasuk sensor suara mundur, dan pintu bawaan pabrik tetap terjaga.
  • Instalasi plug & play tanpa potong kabel, dan tidak mengganggu sistem elektronik mobil. Tentu garansi batere mobil tidak terganggu.
  • Tidak membebankan pmakaian elektrik mobil sehingga jarak tempuh secara kilometer tetap sesuai standard.

Soal penggunaan, bukan hanya diperuntukkan untuk Denza D9 saja. Teknologi ini juga siap digunakan mobil EV lain seperti Denza Devialet N7, BYS Seal Dynaudio, Sealion, Xpeng, Li Auto, dan GWM Tank.

Saat ini, Denza D9 yang diedarkan di Indonesia adalah versi EV. Aslinya mobil ini punya varian PHEV yang irit BBM dan sama mewahnya. 

Denza Indonesia menjual D9 dengan harga Rp 950 juta (launching price, OTR Jakarta). MPV tersebut memiliki spesifikasi yang bisa dilihat di bawah ini. 

Spesifikasi Denza D9

  • Dimensi (p x l x t mm): 5.250 x 1.960 x 1.920 mm
  • Wheelbase: 3.110 mm
  • Bobot: 2.764 kg
  • Kap. Bagasi: 410-2.310 liter
  • Baterai: BYD Blade LFP 
  • Kapasitas Baterai: 103 kWh
  • Motor penggerak: permanent magnet synchronous 
  • Tenaga: 308 hp (230 kW)
  • Torsi: 360 Nm
  • Jarak tempuh: 600 km

 

 

 

 

 

Jadi MPV Premium Pilihan Para Eksekutif, Mobil Listrik Denza 9 Laris Manis

Sejak resmi dipasarkan di Indonesia pada Januari 2025 lalu, mobil listrik Denza 9 jadi model MPV premium pilihan baru bagi para kalangan eksekutif di Indonesia. Bahkan empat lokasi dealer Denza baru saja diresmikan yakni di BSD City, Tangerang Selatan, Pluit dan Kelapa Gading, Jakarta Utara serta di Denpasar, Bali.

Jaringan dealer tersebut akan menjadi penjembatan antara brand mobil listrik asal Tiongkok ini dengan para konsumen.

Dengan label harga di bawah Rp 1 miliar atau tepatnya Rp 950 juta, pemesanan Denza 9 pun membludak. Pasalnya, segmen MPV premium Tanah Air saat ini didominasi oleh model sekelas Toyota Alphard, Toyota Vellfire, hingga Lexus LM 350h yang label harganya tembus Rp 1 miliaran.

Sebagai gambaran, Toyota Alphard label harganya mulai dari Rp 1,733 miliar untuk varian 2.5 HEV dan Rp 1,736 miliar untuk varian 2.5 HEV Premium Color.

Model sejenis yang jauh lebih mewah yakni Lexus LM 350h label harganya Rp 1,7 miliar. Bahkan untuk model Lexus LM 500h harganya tembus Rp 3,3 miliar. Tiga kali lipat dari harga Denza D9.

Mungkin yang label harganya sepadan dengan Denza D9 adalah Hyundai Staria. MPV premium asal Negeri Ginseng ini dijual dengan harga mulai dari Rp 934,7 juta untuk varian Signature 9 dan Rp 1,07 miliar untuk varian Signature 7.

Maxus Mifa 9 yang juga merupakan MPV listrik (EV) asal China dibanderol dengan harga Rp 1,088 miliar. Fitur yang ditawarkan Maxus Mifa 9 nyaris serupa dengan Denza D9. Mobil listrik kelas premium Zeekr 009 yang juga berasal dari Tiongkok label harganya jauh lebih mahal dibandingkan Denza D9. Dengan rentang harga mulai dari Rp 2,25 miliaran hingga Rp 2,7 miliaran, target pasarnya memang jauh lebih eksklusif.

Keagenan dan distribusi sub brand dari BYD ini di Indonesia dikelola oleh PT BYD Motor Indonesia. Berdasarkan keterangan yang diungkap oleh Luther Panjaitan, Head of PR & Government Relations PT BYD Motor Indonesia, BYD dan Denza mencatatkan prospek penjualan yang cukup cerah di awal tahun 2025.

Selama periode Januari-Februari 2025, BYD dan Denza sudah membukukan pemesanan kendaraan sebanyak 3.450 unit.

Untuk BYD selama periode Januari-Februari 2025 membukukan penjualan sebanyak 2.500 unit kendaraan. Lengkapnya, pada Januari tercatat sebanyak 1.100 unit dan pada Februari mencapai 1.300 unit.

Sementara itu, Denza yang baru resmi dipasarkan pada Januari membukukan penjualan sebanyak 25 unit. Itupun awalnya sebatas untuk kebutuhan display. Angka penjualan sepanjang Februari 2025 tercatat sekira 900 unit. Pencapaian yang cukup bagus untuk brand yang baru tampil dalam waktu hitungan bulan.

Spek Denza D9

Denza D9 dengan desain boxy khas MPV premium menggunakan rancang bangun platform e-Platform 3.0. Motor elektrik tunggal penggerak roda depan yang dibekalkan beroutput 230 kW (setara 308 hp) dengan torsi puncak 360 Nm.

Denza D9 menawarkan performa yang mengesankan dengan akselerasi 0-100 km/jam hanya dalam waktu 9,5 detik.

Berbekal baterai lithium-iron phosphate (LFP) Blade Battery berkapasitas daya 103,36 kWh, jarak jelajahnya mampu mencapai 600 km (standar uji CLTC).

Pengisian daya baterai dengan fast charger DC beroutput 166 kW pun tak butuh waktu lama. Charging dari 30%-80% hanya dalam 30 menit.

MPV EV premium 7-seater berkonfigurasi tempat duduk 2-2-3 ini tersedia dalam beraneka ragam warna pilihan. Mulai dari Cosmos Black, Whale Sea Blue, Harbour Grey, dan Arctic White.

Dengan harga Rp 950 juta (On the road Jakarta), konsumen mendapatkan garansi kendaraan hingga 6 tahun atau 150 ribu km, garansi motor penggerak selama 8 tahun atau 150 ribu km, dan garansi selama 8 tahun atau 160 ribu km untuk baterai. Mana yang tercapai lebih dulu.

Saat ini Denza D9 yang dipasarkan di Indonesia hanya varian Advanced FWD. Kabarnya akan segera hadir varian AWD dengan dual-motor. Hmm, pilihan MPV premium bakal makin meriah sepertinya..

Denza Z9 GT dan D9 Bidik Konsumen Kelas Atas

Pameran otomotif Indonesia International Motor Show (IIMS) 2025 yang berlangsung di JIExpo Kemayoran, Jakarta resmi dibuka pada Kamis (13/2/2025) oleh Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita. Usai acara seremoni, Menperin Agus Gumiwang pun menyempatkan untuk melihat sejumlah booth, salah satunya adalah booth Denza, yang menampilkan Denza Z9 GT dan D9.

Keagenan dan distribusi produk dari brand mobil listrik asal Tiongkok ini di Indonesia dikelola dibawah naungan PT BYD Motor Indonesia.

Ada dua mobil listrik yang dipamerkan yakni MPV premium 7-penumpang Denza D9 dan sedan Denza Z9 GT. Agus Gumiwang takjub saat melihat kemampuan Denza Z9 GT yang bisa melakukan manuver berputar dalam posisi diam, atau disebut crab walking.

“Kemampuan crab walking jadi keunggulan Denza Z9GT yang memudahkan saat parkir,” ucap Luther T Panjaitan, Head of Marketing, PR & Government Relations PT BYD Motor Indonesia saat menemani Agus lihat Denza Z9 GT.

Setelah melihat kemampuan Z9 GT, Agus pun kemudian beralih melihat Denza D9. MPV kelas premium ini sudah lebih dulu diluncurkan pda 22 Januari lalu. Luther pun menjelaskan perihal fitur apa saja yang dimiliki dari pintu belakang setelah dibuka.

Spek Memikat

Dimensi ukuran Denza Z9 GT terbilang besar dengan panjang 5.180 mm, lebar 1.990 mm dan jarak sumbu roda 3.125 mm.

Mobil ini tersedia dalam varian elektrik (BEV) dan plug-in hybrid (PHEV). Versi PHEV dilengkapi dengan mesin 2.0-liter dan tiga motor elektrik hybrid. Output gabungan yang dihasilkan sebesar 640 kW (858 hp). Jarak jelajah maksimumnya dikatakan bisa mencapai hingga 1.100 Km!

Untuk varian bertenaga listrik murni (EV) dibekali baterai berkapasitas 100 kWh. Jarak jelajah maksimumya dikatakan bisa mencapai 630 km.

Sistem penggeraknya memanfaatkan motor elektrik beroutput 710 kW (952 hp). Untuk mencapai kecepatan 100 km/jam hanya butuh waktu 3,4 detik. Performanya yang greget memang sepadan dengan desain tampilannya yang sporty. Target pasar yang dibidik para eksekutif muda yang ingin tampil beda.

Lounge Eksekutif Berjalan

Lain halnya dengan Denza D9 yang bentuk bodinya cenderung boxy khas MPV. Tak hanya tampil mewah, fitur penunjang kenyaman penumpang saat berkendara jadi poin utama yang ditonjolkan Denza D9.

Kemasan kabin bagaikan lounge eksekutif berjalan. Penumpang baris kedua bagai duduk di sofa model Captain Seat yang dilengkapi fitur pemijat dan sandaran kaki yang bisa dioperasikan secara elektrik. Di dalam kabin juga terdapat

Panoramic Roof berukuran ekstaaara besar kian menambah aura kemewahan pada Denza D9. Sebuah mobil penunjang aktifitas para boss muda beserta keluarga.

Denza D9 dibekali motor elektrik penggerak dengan beroutput 275 kW dengan torsi puncak 360 Nm.

Label harga Denza D9 pun cukup menarik yakni hanya Rp 950 juta. Selain itu, mobil listrik ini juga bakal menikmati insentif pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM) hingga 100% sepanjang 2025. Hal ini sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No. 135/2024, yang mendukung ekosistem kendaraan listrik di Indonesia.

Denza D9 Kebanjiran Pesanan

Menurut keterangan yang diungkap oleh Luther T. Panjaitan, dalam waktu kurang dari sebulan sejak launching di Indonesia 22 Januari lalu Denza D9 sudah kebanjiran pesanan. Jumlahnya dikatakan tembus lebih dari 500 unit.

Selama perhelatan IIMS 2025 hungga 23 Februari 2025 mendatang diperkirakan angka penjualan Denza D9 bakal terus bertambah. Tak heran jika PT BYD Motor Indonesia begitu optimis dengan Denza D9.

Denza D9 Sudah Siap Dibeli!

Hari ini (22/01/2025), BYD Indonesia memenuhi janjinya, dengan meluncurkan brand Denza di Indonesia. Produk pertama yang diperkenalkan langsung, ya tentu saja seperti yang sempat kami sampaikan beberapa waktu lalu, yakni Denza D9.

Denza merupakan sub-brand yang berada di bawah BYD. Merek ini cukup menarik karena posisinya menyasar segmen mobil premium. Mercedes-Benz dan BYD melakukan MoU pada Maret 2010. Lalu pada bulan Juli 2010, dibentuklah perusahaan Denza.

Di tahun 2021, BYD langsung menambah porsi saham Denza hingga 90 persen, sedangkan Mercedes-Benz hanya 10 persen. Hingga akhirnya di tahun 2024, Denza sepenuhnya milik BYD.

Denza D9 adalah salah satu model yang mendapat sejumlah ‘karakter’ Mercedes-Benz di dalamnya, sebab D9 pertama kali diperkenalkan pada bulan Agustus 2022.

D9 dipasarkan dalam dua pilihan penggerak, yaitu sebagai Electric Vehicle (EV) dan Plug-in Hybrid EV (PHEV). Kedua pilihan tersebut, lalu memiliki beberapa varian. Bahkan ada varian yang amat mewah, dengan ‘hanya’ empat tempat duduk di dalam kabinnya.

Khusus pada pilihan EV, mengusung teknologi Blade Battery 170Ah milik BYD, berkapasitasnya 103 kWh. Jarak tempuhnya diklaim bisa mencapai 600 km, dalam kondisi baterai penuh. Jika ‘nge-charge’ hanya 10 menit saja, bisa buat jalan hingga 150 km.

Motor listrik depan bertenaga 230 kW (setara 308 hp) memiliki tugas untuk menggerakkan roda depan. Berbekal torsi puncak 360 Nm, maka Denza D9 dapat melesat dari posisi diam hingga 100 km/jam dalam tempo 9,5 detik saja.

Anda tertarik menebus Denza D9 dari lantai showroom? Siapkan kucuran dana sebesar Rp 950 juta. Jangan lupa pilih beberapa warna yang ditawarkan, mulai dari Cosmos Black, Whale Sea Blue, Harbour Grey, dan Arctic White. Memang saat ini, baru Denza D9 dengan varian Advanced FWD yang dipasarkan. Jadi, nantinya masih ada kemungkinan hadir varian dual-motor. Sabar ya…

Denza D9 EV & PHEV

Merek Mobil Mewah Denza Dipastikan Hadir Kuartal Pertama 2025

Pasar otomotif Indonesia tahun depan akan makin seru. Sejauh ini, rumor yang beredar akan ada lima merek baru asal RRC yang akan datang. Leap Motors, Geely, Changan Automobile, XPeng, lalu ada Denza. Soal merek mobil Denza, yang merupakan merek turunan BYD, dipastikan akan hadir 2025.

Ini sudah bukan gosip lagi. BYD Indonesia resmi mengirimkan kabar bahwa Denza akan mulai berjualan di Indonesia dan Malaysia, pada kuartal pertama 2025. Kami pun sempat menemukan Denza D9 sedang uji jalan di kawasan Jakarta Utara. Dan sepertinya, MPV yang punya dua opsi penggerak plug-in hybrid (PHEV) dan full EV itu yang akan dijual pertama.

BYD Denza D9 spyshot

D9 diklaim sebagai MPV plug-in hybrid pertama yang hadir di pasar domestik China. Pesaing langsung Toyota Alphard ini juga dikatakan sukses besar karena dinobatkan sebagai MPV terlaris sepanjang 2023.

Kemudian di kelas sedan, hadir Denza Z9. Sedan D-Segment empat pintu (seukuran Toyota Camry/Honda Accord). Mobil ini ada versi GT berbentuk shooting brake (station wagon). Yang GT ini menarik perhatian dunia otomotif saat meluncur beberapa bulan lalu. Bagaimana tidak, penggeraknya ada dua opsi yaitu 2.0 liter 4-silinder turbo dengan tambahan sistem PHEV, mampu menghasilkan 858 hp. Versi EV lebih gila lagi, 1.000 HP!

DEnza Z9 GT

Model lainnya adalah SUV listrik Denza N7 yang dihadirkan tahun lalu. Berkemampuan akselerasi 0-100 km/jam dalam 3,9 detik. Ditenagai oleh baterai 91,3 kWh, Denza N7 mampu menempuh jarak hingga 630 km.

Siapa Denza?

Denza N7 SUV EV

Merek mobil Denza, yang (awalnya) adalah merek patungan antara BYD dan Mercede-Benz, berdiri pada 2010 lalu. Merek ini dikatakan mengedepankan gabungan antara teknologi canggih milik BYD, dengan kemampuan Mercedes-Benz menggubah sebuah mobil mewah.

“Denza menggabungkan teknologi canggih BYD dengan warisan kemewahan Mercedes-Benz untuk menciptakan merek yang menawarkan pengalaman berkendara premium. Denza hadir sebagai simbol inovasi kemewahan dalam dunia kendaraan listrik,” kata Alex Ai, VP of the Auto Engineering Research Institute dan Dean of the Denza Research Institute.

“Model unggulan seperti D9 dan Z9 menawarkan perpaduan yang sempurna antara performa, kenyamanan, dan kecanggihan. Denza bukan hanya sekedar kendaraan listrik, tetapi sebuah pernyataan gaya hidup yang mewah dan berkelanjutan,” tambahnya.

Namun, restrukturisasi kepemilikan saham pada 2021 dan 2024, menjadikan BYD sebagai pemegang saham tunggal di Denza.

Mengutip rilis yang kami terima dari BYD, “Hingga saat ini, Denza telah membuat kemajuan signifikan dalam ekspansi internasionalnya dan saat ini dipasarkan di beberapa negara, termasuk Kamboja, Singapura, Thailand, dan Hong Kong. Hingga saat ini, Denza telah mencapai lebih dari 300.000 pesanan kumulatif dari pengguna di seluruh dunia.”

BYD DEnza Spyshot

Kepergok, Inikah Denza D9 yang Akan Segera Dijual di Indonesia?

Sosok mobil kotak dengan balutan kamuflase jadi benda bergerak yang cukup mentereng di tengah panasnya hawa di Pantai Indah Kapuk (PIK), Jakarta. Diduga ini adalah BYD Denza D9 yang sedang menjalani uji jalan.

Denza D9 memang bukan barang baru karena sudah pernah ditampilkan di IIMS 2024, Februari lalu. Saat itu, mobilnya masih bersetir kiri. Pastinya, mobil mewah berpenggerak listrik ini ini cukup ditunggu. Segmen MPV apapun kelasnya, pasti cukup diminati.

BYD sendiri menutup rapat kapan mereka akan menghadirkan Denza D9, tapi kehadiran mobil kamuflase ini seperti memberikan indikasi waktunya tidak akan lama lagi. Penelusuran kami, beberapa sales BYD sudah mulai menebar kemungkinan pemesanan MPV ini. 

Ada Campur Tangan Mercedes-Benz

Denza D9

Untuk diketahui, Denza adalah sub-brand yang berada di bawah BYD. Merek ini cukup menarik karena posisinya mengisi kelas mobil mewah. Merek ini dibentuk bersama oleh Mercedes-Benz dan BYD pada 2010.

Meski sejak September lalu mereka pecah kongsi, dan Mecedes-Benz melepas sahamnya. Salah satu model yang ada campur tangan Mercedes-Benz di dalamnya adalah MPV D9 inim yang diperkenalkan pada Agustus 2022.

D9 dipasarkan dalam dua pilihan penggerak yaitu mobil listrik (EV) dan Plug-in Hybrid EV (PHEV). Keduanya kemudian dipecah lagi menjadi beberapa varian. Salah satunya adalah yang ultra mewah, dengan empat kursi di dalamnya.

Untuk versi EV, seperti yang Anda lihat di sini, memiliki teknologi Blade Battery khas BYD. Kapasitasnya 103 kWh dan diklaim bisa memberikan jarak tempuh lebih dari 600 km dengan baterai penuh. Motor penggeraknya menggulirkan roda depan, atau keempat roda. Tergantung variannya.

Motor listrik depan bertenaga 230 kW (308 hp) untuk semua varian. Sementara yang berpenggerak AWD, motor belakang tenaganya 45 kW, atau setara 60 hp.

Komparasi Denza D9 vs Maxus 9

MG Maxus 9 vs BYD Denza D9, Kereta Kencana Setrum Mulai Tebar Pesona

Dua MPV mewah berpenggerak listrik muncul di IIMS 2024. Yang satu muka lama tapi ganti logo, yang satunya benar-benar baru. Inilah MG Maxus 9 dan BYD Denza D9. Mobil tiga baris yang menawarkan kemewahan macam Lexus LM, tapi dibuat oleh pabrikan Cina dan mengandalkan setrum untuk berjalan.

Karena keduanya bergerak di segmen yang sama, kami tergelitik untuk mengkomparasi. Yang jadi ganjalan adalah, keterbatasan informasi, terutama soal spesifikasi. Hanya Maxus 9 yang lebih siap dengan spesifikasi, meski soal harga belum diungkap. Namun menilik kebiasaan, sepertinya kemampuan kedua mobil ini tidak akan beda dengan yang ada di pasar global. Mari kita telaah.

Kemampuan Jelajah

Denza D9

Untuk diketahui, BYD Denza D9 sebetulnya hadir di dunia ini dalam dua format penggerak. Yang pertama adalah PHEV (Plug-in Hybrid EV) dan BEV atau mobil listrik sepenuhnya. Yang Anda lihat di sini, versi BEV dengan penggerak AWD seperti yang ditunjukan oleh logo di bokongnya.

Dalam katalog BYD, versi AWD menggendong baterai lithium ion berkapasitas 103,3 kWh, memanfaatkan e-platform 3.0 sebagai basis. Artinya, mobil ini berbagi beberapa komponen dengan Seal, Dolphin dan Atto3. Diklaim memberikan jarak tempuh hingga 598 km. Motor listriknya mampu mengirimkan tenaga hingga 369 hp (kombinasi dua motor listrik).

MG Maxus 9

Di kubu MG, Maxus 9, berdasarkan keterangan di situs resmi MG Indonesia, terbagi menjadi dua varian: Magnify dan Ignite. Perbedaannya terlalu tipis untuk ditulis di sini. Toh kemampuan dan daya jelajahnya sama saja. Baterai lithium-ion berkapasitas 90 kWh akan memberikan daya jelajah hingga 540 km. Motor listriknya menggerakan roda depan dengan tenaga 241,5 hp dan torsi 350 Nm.

Di atas kertas, Denza D9 sepertinya memiliki keunggulan di bagian ini. Jarak tempuh lebih jauh, dan tenaga yang lebih besar plus penyaluran daya ke empat roda.

Dimensi

D9 dimensinya lebih kecil dari Maxus 9

Dilihat secara kasat mata saja, kedua mobil ini besar. Kalau digabung, panjangnya lebih dari 10 meter. MG Maxus 9 memiliki panjang 5.270 mm, lebar 2.000 mm dan tinggi 1.840 mm. lebih penting lagi, wheelbase-nya lebih dari tiga meter. 3.200 mm lebih tepatnya. Makanya, bisa dijejali berbagai hal di kabin. Terutama jok besar yang dilengkapi pemijat di baris tengah itu.

Hal serupa berlaku untuk D9. Meski terlihat lebih besar, ternyata MPV hasil kolaborasi BYD dan Mercedes-Benz ini sedikit lebih ringkas. Ingat, sedikit. Panjangnya 5.250 mm, 20 mm lebih pendek dari Maxus 9. Lebarnya 1.960 mm dengan tinggi 1.920 mm. Sementara wheelbase 3.110 mm.

Dengan ukuran tersebut, kedua MPV ini mampu menyuguhkan segala hal yang menegaskan statusnya sebgai ‘kereta kencana’. D9 memang masih ditutup seperti apa interiornya, karena di IIMS 2024 yang tampil masih setir kiri. Sedangkan Maxus 9 terlihat menyuguhkan semua yang dibutuhkan kalangan premium.

Mulai dari konstruksi suspensi MacPherson (depan) dan multi link di belakang, hingga kabin yang membuat kami takjub. Ditunjang jok dengan lapisan kulit dan busa tebal, lengkap dengan pemijat dan ventilasi. Perjalanan jauh tentunya menyenangkan. Ditambah kesenyapan sebuah EV. Lengkap sudah.

Denza D9 juga kami yakin akan menyuguhkan hal serupa. Dari beberapa foto saat peluncuran di Cina, mobil ini dilengkapi juga dengan monitor untuk penumpang belakang, lengkap dengan pengendali digital di sandaran tangan baris kedua.

Harga

Yang jadi pertanyaan adalah, harganya seperti apa. Untuk patokan, MPV mewah Toyota Vellfire Hybrid yang juga diperkenalkan di IIMS 2024, dihargai Rp 1.802.700.000. Saat kami sambangi MG untuk menayakan soal banderol, hanya dijawab tunggu saja nanti. Sedangkan BYD, malah balik bertanya, “Kira-kira harga yang pas berapa?”

Hal yang patut diperhatikan adalah, BYD memiliki kemampuan untuk membuat baterai sendiri, tanpa bantuan suplier lain. Ingat, baterai adalah salah satu komponen paling mahal. Ini pasti akan memangkas ongkos produksi. Kami tidak akan kaget kalau harganya akan lebih murah.