Empat Dekade Volkswagen Transporter All-Wheel Drive

Tahun ini, Volkswagen Commercial Vehicles merayakan momen ’40 Years of All-wheel Drive’. Perayaan ini membuktikan kemampuan Volkswagen (VW) dalam memberikan kapabilitas off-road pada kendaraan komersialnya. Motto yang diusungnya ialah: ke mana saja tujuannya, tidak harus melewati jalan mulus.

Awal mula lahirnya kendaraan komersial 4×4 dari VW, saat Gustav Mayer (head of VW Transporter development) acapkali tersangkut di padang pasir Sahara, saat menggunakan VW T2 di era 1970an. Kesal karena keterbatasan kemampuan sistem penggerak roda belakang, maka ia dan timnya mengembangkan prototipe VW T2 dengan penggerak empat roda. Lokasi pengujian bertempat di wilayah Afrika Utara.

Baru diaplikasikan di T3

Pada akhirnya, VW T2 4×4 tidak pernah masuk ke jalur produksi. Sebab siklus produksi T2 sudah menjelang berakhir. Setidaknya pengembangan sistem 4×4 tersebut, menjadi dasar untuk kendaraan generasi berikutnya. Dengan segala hasil yang didapat, akhirnya VW menerapkan sistem 4×4 pada T3, pada tahun 1985.

T3 Syncro ini menjadi VW Transporter pertama yang menerapkan sistem penggerak empat roda. VW berkolaborasi dengan Steyr-Daimler-Puch, untuk menguji kapabilitas dan durabilitasnya di medan off-road. Tidak seperti T2 4×4 versi eksperimen, yang bisa menjadi mobil 4×2. Sebab T3 Syncro menggunakan sistem penggerak all wheel drive permanen, yang disertai kopling visco, guna membagi distribusi daya antara roda depan dan belakang.

Modifikasi lainnya adalah suspensi yang ditinggikan dan sejumlah komponen yang diperkuat. Seluruh penyempurnaan tersebut membuat T3 Syncro mampu diandalkan di meda off-road. Pada tahun 1987, T3 Syncro menggunakan velg 16 inci, ukuran rem lebih besar, locker roda belakang, dan ground clearance menjadi 246 mm. Model ini diciptakan buat melahap medan off-road serius, hanya 2.138 unit saja. Namun, 60 unit di antaranya merupakan T3 Syncro dengan bodi flatbed yang super langka.

Memecahkan rekor

Di awal 1990an, VW meluncurkan Transporter generasi baru, yakni T4. Model ini menggunakan layout yang benar-benar baru, dengan posisi mesin di depan dan berpenggerak roda depan. Tahun 1993, diperkenalkan varian Syncro, dengan sistem kopling visko untuk menyalurkan daya ke roda belakang saat diperlukan. Hasilnya, sistem all-wheel drive ini menyuguhkan rasa berkendara yang stabil, namun tetap menghadirkan kepraktisan sebuah VW Transporter.

Prestasi sistem all-wheel drive Volkswagen Commercial Vehicles, semakin terdongkrak di tahun 1999. Ketika ada dua tim yang ingin membelah rute Pan-American Highway, dari Alaska hingga Argentina. Dua tim tersebut berangkat dari Prudhoe Bay, Alaska, pada 25 September 1999, menembus medan non-aspal yang buruk, cuaca yang ekstrem, hingga harus menghadapi situasi politik yang ‘menantang’ di wilayah Amerika Latin.

T4 Multivan Syncro yang dikemudikan oleh Andreas Renz dan Matthias Göttenauer itu, menyelesaikan medan penuh tantangan sejauh 22.880 km, hanya dalam waktu 15 hari, 14 jam, dan 6 menit. Kesuksesan ini langsung dicatat dalam Guinness Book of World Records.

Sederet produk legendaris menjadi acuan penting bagi produk kendaraan VW all-wheel drive saat ini. Sebut saja Multivan, California, Transporter, Caravelle, dan ID. Buzz. Kendaraan modern tersebut meneruskan semangat petualangan, yang telah dihadirkan oleh kendaraan komersial VW sejak puluhan tahun silam.

75 Tahun VW di Amerika, Dari Anti Jerman Hingga Elektrifikasi

Tahun ini merupakan momen penting bagi Volkswagen (VW). Genap 75 tahun VW berkiprah di pasar otomotif Amerika Serikat. Tak hanya sekadar sebuah merk mobil. VW telah jadi bagian dari budaya populer serta kehidupan masyarakat Amerika Serikat selama tiga perempat abad.

Susah, senang hingga skandal emisi tidak menggoyang VW untuk terus memenuhi jalanan di negara itu. Mengenang napak tilas sejarah hadirnya VW di negara itu, foto dan video dokumentasi akan dipublikasikan secara luas ke seantero AS. Catatan dokumentasi tersebut menggambarkan evolusi industri otomotif dan kiprah VW di Amerika Serikat selama 75 tahun.

Mulai dari sepasang VW Beetle yang pertamakali masuk ke AS di tahun 1949. Hingga mobil listrik VW ID. Buzz model tahun 2024 yang menjadi versi futuristik dari model ikonik VW Bus.

Serangkaian acara perayaan pun akan dihelat oleh Volkswagen of USA sepanjang tahun 2024 ini. Termasuk kembalinya VW di liga utama American Football yakni Super Bowl setelah hiatus cukup lama.

Dua Unit VW Beetle

Perjalanan sejarah Volkswagen di Negeri Paman Sam dimulai pada tahun 1949. Ben Pon, pengusaha asal Belanda memboyong sepasang VW Beetle dan diperkenalkan untuk pertamakalinya kepada publik AS di kota New York. Setahun kemudian menyusul VW Microbus.

Pada saat itu untuk memasarkan mobil VW di Amerika Serikat yang terbiasa dengan mobil bermesin besar dan rasa nasionalisme cukup tinggi sangatlah sulit. Terlebih lagi sebagian besar rakyat AS masih memiliki sentimen negatif terhadap segala hal berbau Jerman. Dampak dari Perang Dunia II.

Usaha gigih dan pantang menyerah terus dilakukan. Volkswagen of America sebagai APM VW di AS pun resmi berdiri di tahun 1955. Namun butuh waktu beberapa tahun lagi bagi VW untuk dapat diterima oleh para konsumen. Iklan ikonik VW Beetle bertema “Think Small” yang muncul pada tahun 1959 mulai merubah paradigma masyarakat AS.

Ubah Pola Pikir

Kehadiran VW Beetle/Bug (Type 1) dan Bus (Type 2) di pasar otomotif setempat akhirnya berhasil mengubah pola pikir para konsumen. Meskipun ber-cc kecil, namun VW adalah mobil harian keluarga yang ideal. Keduanya pun berhasil terjual 100.000 unit di AS pada era ’60an. Angka penjualan dan popularitas VW pun terus meningkat.

Di tahun 1966 VW Squareback/Variant dan Notchback (Type 3) mulai masuk ke pasar AS. Memasuki era tahun ’70an, pilihan model mobil yang ditawarkan oleh VW pun bertambah. Dasher (Passat), Jetta, Scirocco, dan Rabbit (Golf Mk I) jadi pilihan dengan harga “merakyat” bagi kalangan konsumen kelas menengah bawah.

Agar harga jual lebih terjangkau dan mempercepat jalur distribusi, VW pun membangun pabrik perakitan di Westmoreland, Pennsylvania yang mulai beroperasi pada tahun 1978.

Sebanyak 1,1 juta unit Rabbit (Golf Mk I) dan GTI terlahir dari tempat ini. Keduanya menjadi best seller dan merajai pasar hatchback di AS pada era ’70an – ’80an. Tahun 1988, pabrik VW Westmoreland ditutup. Manufaktur perakitan kendaraan pun direlokasi ke pabrik baru di Auburn Hills, Michigan yang beroperasi mulai tahun 1991.

Era Baru VW Di Amerika Serikat

Tahun 1998 merupakan momen penting bagi Volkswagen. VW New Beetle debut perdana di AS. Tak hanya berhasil memikat hati para konsumen, VW New Beetle jadi dewa penyelamat VW di pasar otomotif AS.

Untuk dapat memenuhi permintaan pasar, perlu dilakukan penambahan kapasitas dan lini produksi. Pada tahun 2008 VW membangun pabrik manufaktur dan perakitan baru di Chattanooga, Tennessee. Pabrik ini resmi beroperasi mulai tahun 2011 dengan unit produksi perdana VW Passat sedan.

Fasilitas manufaktur terpadu seluas 18 Ha ini memiliki kapasitas produksi 150.000 unit mobil per tahun. Mobil listrik VW ID.4 mulai diproduksi di tempat ini pada tahun 2022.

Bagian terpenting dari perayaan akbar ini masih dirahasiakan. Namun sejumlah info yang beredar mengarah pada debut perdana sedan listrik VW ID.7 di AS yang diprediksi bakal berlangsung sekira pertengahan tahun ini.