Terjual Lebih Dari 2,7 Juta Unit, XC60 Kini Jadi Volvo Terlaris

Dengan lebih dari 2,7 juta unit mobil yang terjual, Volvo XC60 telah melampaui Volvo 240 yang legendaris, sebagai model Volvo terlaris sepanjang masa. Sejak debut XC60 pada tahun 2008, Sport Utility Vehicle (SUV) ukuran medium ini langsung menjadi favorit di kalangan konsumen. Sebab, SUV ini terlihat menarik bagi konsumen yang menghargai keselamatan, kualitas, termasuk pengalaman berkendara premium. Awalnya, Volvo XC60 ini dibuat secara eksklusif di Eropa saja. Namun, kemudian menjadi model global Volvo pertama yang juga diproduksi di Cina, untuk mendukung penjualan lokal.

Volvo XC60 juga memperkenalkan sistem penggerak plug-in hybrid, untuk menjangkau konsumen yang lebih luas. Benar saja, Volvo XC60 pun menjadi kendaraan plug-in hybrid terlaris di Eropa pada tahun lalu. Untuk model terakhir, XC60 telah mengalami penyegaran signifikan. Dengan desain yang semakin modern, pengalaman pengguna yang lebih intuitif, kenyamanan yang ditingkatkan, dan sistem infotainment yang lebih responsif.

“Siapa saja yang tumbuh besar di Swedia pada tahun 1980an, akan menyebut Volvo 240 adalah mobil keluarga yang ikonik. Bahkan Anda dapat menemukannya di hampir setiap jalan. Kini XC60 telah mengambil alih posisi itu dalam dua cara. Tidak hanya sebagai mobil favorit keluarga, tetapi juga menjadi mobil terlaris sepanjang masa,” kata Susanne Hägglund, Head of Global Offer Volvo Cars.

Pilihan Utama Keluarga

Selama puluhan tahun, Volvo 240 versi station wagon adalah pilihan paling populer bagi keluarga di seluruh dunia. Dicintai karena fitur keselamatannya, dan karakteristik berkendara yang baik. Di mata banyak orang, mobil ini mendefinisikan seperti apa seharusnya mobil station wagon. Kini, SUV telah menggantikan mobil keluarga sebagai pilihan utama keluarga. Status XC60 sebagai model terlaris sepanjang masa dari Volvo, jelas mencerminkan perubahan ini dalam hal kebutuhan konsumen.

Banyak orang yang tumbuh bersama Volvo 240, kini memilih XC60 untuk keluarga mereka sendiri. Seperti halnya Volvo 240 yang terjual sebanyak lebih dari 2,6 juta unit, XC60 masa kini menciptakan kenangan bagi generasi baru. XC60 adalah mobil yang ideal untuk keluarga, dengan mudah menggabungkan fitur keselamatan tingkat tinggi, desain khas Skandinavia, dan kepraktisan sebuah SUV.

Ketika debut Volvo 240 pada tahun 1974, mobil ini menetapkan tolok ukur keselamatan yang relevan selama beberapa dekade. Pada masanya, mobil ini menampilkan desain bodi dengan crumple zone di bagian depan dan belakang. Tentu saja disertai kompartemen penumpang yang diperkuat. Struktur semacam ini terus melindungi penumpang Volvo di jalan raya, hingga kini.

Volvo 240 juga merupakan salah satu mobil pertama, yang menggabungkan perlindungan benturan samping yang ditingkatkan, yang kemudian berkembang menjadi Side-Impact Protection System (SIPS) yang dipatenkan Volvo. Selain itu, diperkenalkannya Child Booster Cushion pada tahun 1978, menandai inovasi pertama di dunia.

Volvo XC60 terus memperkenalkan berbagai teknologi keselamatan canggih, seperti City Safety. Yakni sistem pengereman darurat otomatis pada kecepatan rendah pertama di dunia. Sistem ini dirancang untuk membantu menghindari, atau mengurangi tabrakan pada kecepatan hingga 30 km/jam. Volvo meluncurkannya pada tahun 2008, kemudian fitur ini telah menjadi hal yang umum pada mobil-mobil baru di seluruh dunia.

Melindungi Pengemudi dan Penumpang

Sebagai inovasi pertama di dunia, XC60 memperkenalkan Oncoming Lane Mitigation pada tahun 2017. Sistem ini mampu mengarahkan pengemudi kembali ke jalur, jika keluar jalur dan menuju jalur lalu lintas yang berlawanan arah. Deretan inovasi ini telah membuat Volvo XC60 memperoleh beberapa penghargaan keselamatan independen. Sama seperti 240 pada di masa lampau, Volvo XC60 yang diperbarui dengan safety cage bodi yang canggih, teknologi keselamatan aktif, serta dukungan ADAS terkini. Tujuannya tentu saja untuk melindungi pengemudi dan penumpang.

Volvo XC60 yang diperbarui, bersama dengan berbagai peningkatan terkini di seluruh jajarannya, juga memainkan peran penting dalam strategi elektrifikasi Volvo Cars. Dengan menawarkan kenyamanan berkendaraan plug-in hybrid dengan jaminan layaknya mesin pembakaran internal. Hal ini ditujukan kepada konsumen yang belum siap beralih sepenuhnya ke kendaraan bertenaga listrik.

Seatbelt Volvo akan lebih canggih dengan kemampuan adaptif.

Volvo Ciptakan Seatbelt Pintar, Hadir Tahun Depan di EX60

Nils Ivar Bohlin adalah engineer Volvo yang merasa seatbelt dua titik kurang aman.

Bohlin kemudian memperkenalkan safety belt/seatbelt tiga titik seperti yang kita kenal sekarang, tahun 1959. Karena ia karyawan Volvo, otomatis ciptaanya itu adalah milik pabrikan Swedia tersebut. Tapi untungnya, mereka baik hati. Patennya didaftarkan dan terbit sepuluh tahun kemudian. Tapi tidak ‘dikunci’, sehingga semua bisa menggunakan. Demi keselamatan berlalu lintas.

Kini, tepatnya 5 Juni 2025 lalu, Volvo mengirimkan rilis resmi yang intinya mengumumkan, safety belt yang mereka (Bohlin) ciptakan kini dimodernisasi. Punya kemampuan adaptif. 

Akan hadir pada Volvo Ex60 yang meluncur tahun depan, new multi-adaptive safety belt, begitu alat tersebut dijuluki, akan menjadi seatbelt yang paling canggih. Didesain untuk melindung manusia di kabin dengan lebih baik.

Gunakan Sensor Berat Badan

Seatbelt Volvo sekarang lebih canggih.

Cara kerjanya, seatbelt Volvo ini tidak hanya sekedar ditarik lalu mengunci, dan menahan badan saat terjadi benturan.

Volvo menebar berbagai sensor di kabin supaya sabuk pengaman mampu menyesuaikan pengaturan dan kinerjanya. Berdasarkan situasi dan profil yang duduk di mobil. Sensor akan membaca berbagai hal seperti tinggi dan berat badan, bentuk tubuh, dan posisi duduk.

Contoh, penumpang yang berbadan besar dalam kecelakaan serius akan menerima pengaturan beban sabuk yang lebih tinggi untuk membantu mengurangi risiko cedera kepala. Sementara penumpang yang berbadan kecil dalam kecelakaan ringan akan menerima pengaturan beban sabuk yang lebih rendah untuk mengurangi risiko patah tulang rusuk.

Hal ini dicapai dengan meningkatkan secara signifikan varian pengatur beban seatbelt. Yang akan mengatur gaya, untuk diterapkan kepada penumpang jika terjadi kecelakaan.

Hebatnya lagi, Volvo memberikan kemampuan pembaruan perangkat lunak secara Over The Air (OTA). Hal ini akan semakin baik dari waktu ke waktu.

“Sabuk pengaman adaptif pertama di dunia merupakan tonggak sejarah bagi keselamatan otomotif dan contoh hebat tentang bagaimana kami memanfaatkan data secara ‘real-time’. Dengan ambisi untuk membantu menyelamatkan jutaan nyawa lagi,” kata Åsa Haglund, kepala Pusat Keselamatan Volvo Cars, menanggapi inovasinya.

“Ini menandai peningkatan besar pada sabuk pengaman tiga titik modern, penemuan Volvo yang diperkenalkan pada tahun 1959, yang diperkirakan telah menyelamatkan lebih dari satu juta nyawa.”

Volvo Cars Indonesia

Volvo Cars Indonesia Buka Pusat Servis Sebelum Resmi Buka Showroom

Volvo Cars Indonesia mengumumkan pembaruan sementara aktivitas operasionalnya di Indonesia, pada 19 Mei lalu. Salah satu langkah signifikan adalah pembukaan bengkel dan pusat pelayanan Volvo Cars Soeroso, Jakarta pusat, yang direncanakan akan buka pada bulan Juli ini.

Pembukaan bengkel tersebut demi memastikan operasi layanan purna jual telah siap sebelum Leading Vision Otomotif (LVO), APM Volvo di Indonesia, resmi melakukan pembukaan showroom-nya di pada bulan Agustus.

Volvo C40 EV

Pusat pelayanan ini dibekali dengan beberapa hal yang akan mendukung pengoperasian mobil-mobil Volvo baru. Seperti diketahui, Volvo di Indonesia akan fokus pada penjualan mobil EV dan Plug-in Hybrid EV (PHEV). Karena itu, Service center Soeroso akan menyediakan charging station berkapasitas 22 kWh. Dan berencana untuk terus menambahkan jumlah station kedepannya untuk mengatasi kekhawatiran pelanggan tentang perlunya mengisi daya kendaraan saat bepergian. Terutama pengguna EV.

Menurut rilis yang kami terima, bengkel dan pusat pelayanan tersebut sudah menggunakan panel surya untuk mengurangi konsumsi listrik. Ditambah sistem pengolahan air hujan untuk mengurangi dampak lingkungan dari operasinya. Dikatakan, hal ini sejalan dengan komitmen Volvo kepada environmental sustainability (keberlanjutan lingkungan).

Interior XC40 EV

Selain itu, para pelanggan akan dilayani oleh tim mekanik bersertifikat Volvo yang telah menerima pelatihan dari Volvo L&D Technical & Service Business.

“Menjadi brand yang mempionirkan penetrasi EV dan PHEV di segmen luxury membawa tanggung jawab besar bagi Volvo Cars, dalam menetapkan standar kepuasan pelanggan. Volvo Cars bertujuan menciptakan pengalaman kepemilikan yang peka akan kebutuhan pelanggan. Untuk mendapatkan kepercayaan jangka panjang dari pelanggan,” tegas Yoshiya Horigome, Presiden Direktur Volvo Cars Indonesia,

Laris Di Luar Dugaan

Penjualan Volvo telah melebihi proyeksi awal di Indonesia dengan melampaui 100 unit. Bahkan sebelum peluncuran resmi showroom pertamanya. Ini dikatakan merupakan sebuah kejutan, meski kami tidak terlalu terkejut mengingat produk mereka cukup bisa diandalkan. 

Yoshiya Horigome pun tidak menutupi rasa bangganya. “Bahwa Volvo telah melampaui penjualan 100 unit pertama selagi terjadinya tren penurunan penjualan mobil, mensinyalir bahwa pasar di Indonesia siap menerima kehadiran mobil listrik mewah. C40 dan XC40 BEV adalah dua model paling populer, berkontribusi sebesar 50 persen dari total penjualan dan terus meningkat secara tren.”

Volvo XC40 EV

Horigome melanjutkan, mereka ingin membangun brand Volvo Cars dengan meyakinkan pelanggan soal fondasi nilai-nilainya yang unik. Seperti diketahui, Volvo adalah merek yang mengedepankan safety, kualitas. Dan belakangan ini, mereka gencar mengkampanyekan benefit bagi lingkungan. 

Dengan nilai-nilai tersebut, LVO percaya diri dan tidak mengandalkan rayuan macam diskon untuk menarik minat pelanggan. “Tujuan kami bersifat jangka panjang: yaitu menjadikan Volvo Cars yang paling direkomendasikan oleh pelanggan,” tutup Horigome. Untuk informasi, Volvo Cars akan resmi menjadi anggota GAIKINDO bersama dengan Jeep Indonesia tahun ini. 

 

Volvo C40 EV

Dua Mobil Listrik Volvo Yang Siap Hadang Toyota bZ4X di Indonesia

Volvo, merupakan mobil Swedia yang cukup terkenal di dunia dan di Indonesia. Mengumumkan kehadiran kembali di tanah air setahun lalu. Kini mereka resmi menjual XC40, XC60 dan XC90 yang semuanya menggunakan teknologi plug-in hybrid. Semua? Tentu tidak.

Ada dua mobil listrik Volvo baru yang akan segera mereka lepas ke pasar Indonesia melalui PT Leading Vision Automotive, APM baru Volvo di Indonesia. Bukan EX90. Tepatnya Volvo XC40 Recharge dan C40 Recharge EV. Menarik? Pasti. Karena ini EV. Namun mereka masih tutup mulut soal harga maupun spesifikasinya.

Ini karena segala sesuatunya belum final. Bahkan XC40 yang Anda lihat di halaman ini, masih bukan versi yang pasti untuk dijual di Indonesia. Kedua mobil ini dihadirkan untuk menggali minat konsumen. Namun kami coba cari tahu seperti apa spesifikasinya di pasar global.

Volvo XC40 Recharge EV

Pertama, Volvo XC40 Recharge. Ingat, spesifikasi yang kami jabarkan belum tentu sama dengan yang crossover compact yang akan diperkenalkan di Indonesia sekitar bulan Februari 2023 ini. Untuk diketahui, dari penelusuran kami di dunia maya dan tanya sana-sini, hampir semua mengatakan mobil ini hebat.

Dinamo elektriknya terpasang di as roda depan dan roda belakang. Menjadikan mobil ini sebagai kendaraan AWD. Kekuatan maksimal yang dikeluarkan adalah 408 hp. Jarak tempuh dengan baterai 75 kWh terisi penuh diklaim 418 km. Waktu pengisian? Dengan fast charging dari 10 persen ke 80 persen hanya perlu 28 menit.

Harganya di Indonesia sekitar Rp 1,2 milyar. Katanya. Hmm, Toyota bZ4X seharga Rp 1,190 milyar siap-siap terganjal.

Volvo C40 Recharge EV

Ini lain lagi. Moncong hingga ke bagian pintu, sama seperti XC40. Tapi belakangnya beda total. mobil ini menganut desain atap landai alias coupe. Buritannya juga terlihat lebih sporty dengan imbuhan spoiler.

Jarak tempuhnya lebih pendek, sekitar 364 km. Tenaganya juga beda. Volvo C40 Recharge EV menghasilkan 402 hp. Sayang sekali, ini juga informasinya masih tertutup rapat. Bahkan bocoran harga pun tidak bisa kami temukan. oleh PT Leading Vision Automotive, APM baru Volvo di Indonesia

Meski begitu, kami sempat memperhatikan apa saja yang disuguhkan kedua mobil listrik Volvo ini. Interior memiliki ruang kaki yang lega. Terutama di bagian belakang. Namun C40 karena bentuk atapnya yang coupe, jadi kompromi ruang kepala penumpang di baris belakang.

Volvo xc60 recharge

Volvo XC60 Recharge Kepergok di Jalan

Sebuah Sport Utility Vehicle (SUV) Volvo XC60 Recharge sedang melenggang di jalanan ibukota.

Bakal kembalinya Volvo ke pasar otomotif Indonesia pada tahun ini semakin jelas. Volvo akan berniaga di bawah naungan PT Leading Vision Otomotif (LVO), yang pernah diumumkan secara resmi pada awal Maret 2022 silam. LVO segera memboyong sejumlah kendaraan Volvo, salah satunya XC60 Recharge, di Indonesia pada kuartal III, terutama unit yang juga bertenaga listrik.

Volvo sempat beberapa redup di pasar otomotif Indonesia, setelah terakhir dipegang Garansindo Group sejak 2017. Diprediksi kan kalau LVO dipimpin oleh Yoshiya Horigome, yang memiliki pengalaman lebih 25 tahun di industri otomotif global dan Indonesia. Horigome pernah menjadi petinggi Mazda dan Nissan di Indonesia.

Sebagai pengingat, Volvo telah hadir jauh sebelum dari yang mungkin diingat oleh generasi Indonesia era 1980-an hingga awal 1990-an. Perusahaan ini selalu menerapkan gaya hidup rakyat Swedia dan tetap berpegang teguh pada nilai keselamatan berkendara bagi para pengguna kendaraan Volvo.

Kembalinya Volvo ke pasar Tanah Air akan semakin meramaikan segmen mobil premium sekaligus menambah warna tersendiri dalam perkembangan pasar mobil listrik di Indonesia. Menurut informasi yang kami terima, markas Volvo Cars Indonesia nantinya berlokasi di Kawasan Menteng, Jakarta Pusat.

Sebagai bukti jika Volvo mulai siap-siap berniaga di Indonesia, kami memergoki sebuah Sport Utility Vehicle (SUV) Volvo sedang melenggang di jalanan. Ya benar, ternyata sebuah XC60 Recharge berkelir putih! Volvo XC60 Recharge diklaim memiliki performa yang mumpuni dan pengendalian yang mantap, seiring dengan menekan emisi gas buang.

SUV ini telah menggunakan motor listrik yang disempurnakan, performa dan kemampuan berkendaranya pun semakin baik. Selain itu, pemakai kendaraan Volvo Plug-in Hybrid Vehicle dengan mudah menggunakan pedal gas di saat ingin berakselerasi maupun ketika mau mengurangi kecepatan. Kapan resmi dijual? Sebentar lagi, karena LVO memang merencanakannya pada kuartal ketiga tahun 2022 ini.