Aston Martin Vantage Roadster Tampil Lebih Bugar 

Setelah tahun lalu melakukan penyegaran pada model Vantage coupe, kini Aston Martin melakukan hal yang sama pada Vantage Roadster. Apa saja hal baru yang diimbuhkan pada Vantage beratap lipat ini?

Tampilan eksterior? Vantage Roadster tak banyak berubah dari versi terdahulu. Hanya saja kini ada tiga opsi warna baru, yakni Iridescent Sapphire, Satin Iridescent Sapphire, dan Bronze Flare. Warna atap kanvas tak hanya hitam polos, tapi biss pilih warna lain seperti merah, biru atau kombinasi hitam dan silver.

Pelek 21-inci yang dibekalkan ada empat pilihan model. Kaliper remnya pun bisa pilih salah satu dari tujuh warna yang tersedia.

Aston Martin nampaknya perlahan mulai sedikit memanjakan konsumen dengan opsi warna yang lebih beragam.

Performa Kian Bugar 

Jantung yang dibekalkan Aston Martin pada Vantage Roadster sama seperti versi Coupe hardtop. Mesin V8 4.0-liter twin-turbonya kini bertenaga 656 hp dengan torsi 800 Nm. Ada kenaikan 153 hp dan 115 Nm dari versi tahun 2023.

Penyegaran pada sektor performa berkat perangkat turbo yang digunakan kini lebih besar. Sudut profil camshaft digarap ulang untuk menghasilkan titik bakar. Rasio kompresi pun disetting ulang untuk mengimbangi tekanan boost dari turbo yang baru. Tentu saja ECU mapping ulang.

Penyaluran performa mesin ke poros roda belakang via transmisi automatic 8-speed dan limited-slip differential berpengendali elektronik.

Roadster terbaru Aston Martin ini pun hanya butuh 3,5 detik untuk mencapai kecepatan 100 km/jam. Top speed diklaim tembus 325 km/jam. Sama seperti versi Coupe.

All new Vantage Roadster masih tetap dibekali ban Michelin Pilot Sport S 5 dan rem cakram carbon ceramic berdiameter besar agar aman pada kecepatan tinggi.

Mobil atap convertible biasanya jauh lebih berat dari versi hardtop. Tapi tidak dengan Vantage Roadster, hanya selisih 60 kg lebih berat dari Vantage biasa. Distribusi bobot depan-belakang pun nyaris imbang yakni 49:51.

Stabilitas berkendara turut jadi perhatian. Setting suspensi depan double wishbone dan suspensi belakang multi-link dibenahi. Peredaman suspensi kian sempurna berkat perangkat Bilstein DTX adaptive damper.

Aksi bermanuver maupun melibas tikungan pada kecepatan tinggi kian sempurna berkat fitur kontrol traksi. Ada delapan pilihan setting yang dapat diadjust secara mandiri sesuai keinginan.

Fitur Mewah 

Atap convertible bukan sekadar rangka besi berselubung kanvas yang bisa buka tutup otomatis.

Mekanisme atap convertible terbilang rumit. Dengan mekanisme lipat model Z, Vantage Roadster hanya butuh sekira 6,8 detik untuk buka-tutup atap kanvasnya. Cukup tekan tombol pada dashboard atau via remote kunci. Namun kecepatan tak boleh lebih dari 50 km/jam.

Sebagai fitur pemanja telinga, Vantage Roadster standarnya dibekali sistem audio dengan 11 buah speaker. Bagi para pecinta audiophile yang mengutamakan kualitas suara superior, tersedia opsi sistem audio lansiran Bowers & Wilkins.

Tapi saat atapnya terbuka, suara deruman mesin V8 twin-turbonya jauh lebih syahdu…

Tunggu Beberapa Bulan Lagi 

Meskipun sosoknya sudah naik tayang, tapi Aston Martin belum mengumumkan label harga Vantage Roadster. Hanya dikatakan unit pesanan bakal mulai dikirim sekira kwartal kedua tahun ini. Hmm…para pelanggan prioritas nampaknya sudah lebih dulu mendapat info harganya.

Unit mobil Aston Martin penggarapannya sebagian besar masih handmade. Bukan mobil yang dicetak tak sampai sehari langsung jadi. Terlebih bagi konsumen yang menginginkan citarasa sentuhan personal. Daftar antrean ‘special order’ yang harus dikerjakan oleh Q cukup panjang.

Penasaran berapa kira-kira harga Vantage Roadster terbaru ini? Sebagai gambaran, Vantage versi coupe tahun 2023 harganya mulai dari $146.986. Versi terbarunya yakni model tahun 2025 harganya $194.086.

Vantage Roadster justru harganya jauh lebih mahal dari versi coupe. Model tahun 2023 label harganya paling murah $158.186. Jadi untuk versi terbaru ini dijamin bisa tembus kisaran $200.000 – $225.000.

Aston Martin Vantage GT3

Perdana, Aston Martin Vantage GT3 Berlaga Di Lomba Pikes Peak

Untuk pertamakalinya dalam sejarah, Aston Martin akhirnya bakal berlaga di ajang balap ekstrem Pikes Peak Hill Climb. Tahun ini merupakan gelaran “Race to the Cloud” yang ke-101. Brand mobil asal Inggris ini akan menggunakan Vantage GT3 Pikes Peak.

Mereka mengontrak pembalap asal Inggris yang pertamakali menjuarai balap Pikes Peak. Namanya Robin Shute. Ia adalah juara umum Pikes Peak tahun 2022 lalu. Merupakan pembalap Inggris pertama yang berhasil menjuarai balap mendaki gunung ini. Bahkan hingga tiga kali! Gelar “King of The Mountain” pun dianugerahkan pada Shute atas prestasi yang diraihnya.

Berbeda dari balapan sejenis, para peserta Pikes Peak diperkenankan melakukan sesi uji coba di luar jadwal balap. Para pembalap dapat memilih bagian tertentu di luar rute balap Pikes Peak. Sementara untuk sesi uji coba rute lintasan asli secara penuh hanya diperkenankan sebanyak satu kali.

Balapan di Atas Awan Tanpa Ampun

Bukan hal mudah untuk berpacu pada kecepatan tinggi secara konstan mendaki dan melibas 156 tikungan di rute sepanjang 19,8 km. Bagaikan balapan di atas awan.

Butuh fisik yang kuat dan konsentrasi tinggi untuk mengemudi pada kondisi kadar oksigen yang tipis dan tekanan udara rendah. Ditambah dengan siksaan gaya G saat ngebut dan terus menanjak dari ketinggian 1.920,2 mdpl (meter di atas permukaan laut), menuju garis akhir di ketinggian 4.282,4 mdpl!

Di balap Pikes Peak tak ada istilah ‘sesi kedua’. Bila gagal pada sesi pertama pada Race Day, maka pembalap dipersilahkan menjadi penonton dan baru dapat mendaftar kembali tahun depan. Hanya mobil dan pembalap terbaik saja yang mampu mencapai finish di atas awan. Dalam artian yang sebenarnya…

Vantage GT3 Racikan Pikes Peak

Dengan pengalamannya di ajang Pikes Peak, maka tak sulit bagi Shute untuk menghafal setiap tikungan. Hanya saja ia tetap harus beradaptasi dengan kemampuan mobil balap Aston Martin Vantage GT3 Pikes Peak yang akan dipilotinya.

Vantage GT3 Pikes Peak mengusung mesin 4.0-liter turbocharged V8. Tentu saja mesin dan juga transmisi mobil diracik khusus oleh para teknisi Aston Martin Racing. Dibantu oleh tim engineer dari Venture.

Setting mesin untuk balap Pikes Peak berbeda dari setup untuk balap sirkuit maupun rally. Terlebih untuk mobil ber-cc besar dengan perangkat turbo yang sangat membutuhkan banyak pasokan udara ke mesin.

Sementara dengan trek yang terus menanjak pada elevasi tinggi maka kadar oksigen menipis. Temperatur dan tekanan udara pun kian rendah. Cukup banyak peserta Pikes Peak yang mesin mobilnya mendadak ‘sesak nafas’ dan ngadat karena kekurangan pasokan udara.

Chip komputer manajemen mesin tak sekadar disetting untuk mengatur kurva performa maupun kinerja mesin. Seluruh sistem termasuk throthle body hingga turbo harus dikalibrasi ulang dan disetting sesuai dengan input dari sensor elevasi dan tekanan udara.

Setup sistem suspensi yang digunakan pada balap Pikes Peak pun berbeda dari mobil rally pada umumnya. Demikian pula dengan perangkat aerodinamika yang disematkan pada body mobil pun setupnya berbeda. 

Saat ini tim Aston Martin Racing tengah mempersiapkan rancang bangun mobil Vantage GT3 yang akan digunakan di Pikes Peak.

 

Pasalnya, Aston Martin tak hanya akan berkompetisi di Pikes Peak tahun ini, namun juga pada tahun 2024 dengan kategori kelas balap yang berbeda.

Untuk tahun ini Aston Martin akan ikut di kelas Time Attack 1. Pada event tahun depan rencananya Aston Martin akan mencoba peruntungan di kelas Unlimited.