Genesis X Gran Berlinetta Jacky Ickx Edition

Indahnya Genesis Hypercar X Gran Berlinetta Edisi Jacky Ickx

Genesis adalah merek mobil mewah dari Hyundai Group, yang sejak beberapa tahun lalu mulai melangkah ke zona hypercar eksotis. Dibuktikan melalui Genesis X Gran Berlinetta Concept yang khusus dibuat untuk Jacky Ickx. Seorang pembalap legendaris dari Formula 1, rally Dakar hingga Le Mans.

Versi standar dari mobil konsep Genesis X Gran Berlinetta debut perdana pada Desember 2023 lalu sebagai studi desain untuk video game Gran Turismo. Mobil ini merupakan wujud nyata filosofi desain “Athletic Elegance” dari brand Genesis.

Sebagai penghormatan untuk sang legenda balap asal Belgia ini, Genesis mengemas tampilan X Gran Berlinetta secara khusus.

Genesis X Gran Berlinetta Jacky Ickx ini diluncurkan di Swiss pada pekan lalu. Tentu saja tampilannya berbeda dari versi konsepnya. Jika versi awal berkelir Magma Orange, versi Jacky Ickx dilabur warna Midnight Blue plus aksen racing stripe warna putih pada kap mesin.

Livery pada bodi mobil ini sama persis seperti helm Ickx. Sangat kontras dengan pelek alloy ala mobil balap Le Mans berkelir Gold.

Tenaga 1.071 HP!

Tak hanya desain tampilan dan sasis saja. Genesis juga melakukan pengembangan mesin hybrid high performance yang bakal diterapkan pada model produksi mereka nantinya.

Genesis X Gran Berlinetta

Mesinnya V6 Lambda II di bagian depan, namun posisinya agak mundur ke belakang yang umum disebut front-mid mounted engine. Biasanya terdapat pada mobil sport dan GT (Grand Touring). Sama seperti pada konsep Genesis Vision GT yang diperkenalkan tahun 2023 lalu.

Tak disebutkan berapa kapasitasnya, namun dikatakan mampu memuntahkan tenaga 870 hp. Masih ditambah lagi dengan sebuah motor elektrik hybrid berdaya 150 kW atau setara 201 hp.

Kombinasi sistem hybrid ini menghasilkan tenaga sebesar 1.071 hp! Sedangkan torsi maksimumnya yang 1.337 Nm membuat Genesis X Gran Berlinetta masuk dalam liga hypercar.

Siapa Jacky Ickx?

Para remaja era sekarang mungkin tak terlalu mengenal siapa Jacky Ickx. Tapi pada masa kejayaannya, peraih gelar juara 24 Hours of Le Mans sebanyak 6 kali ini pamornya sangat disegani dan digandrungi para kawula muda dan wanita.

Prestasinya tak hanya di Le Mans. Pembalap seangkatan Niki Lauda dan James Hunt ini membukukan delapan kemenangan (termasuk 25 kali naik podium) di balap Formula 1. Ia melahap gurun Sahara yang ganas dengan Mercedes-Benz G-Class dan jadi juara rally Paris-Dakar 1983.

Total sebanyak 37 gelar juara dari beraneka cabang balap mobil diraih oleh Ickx di sepanjang kariernya. Hanya hitungan jari saja pembalap yang memiliki prestasi seperti ini.

Genesis Switzerland memamerkan mobil Genesis X Gran Berlinetta Tribute Concept dalam sebuah seremoni khusus di tepi danau Jenewa. Bekerjasama dengan brand jam tangan mewah asal Swiss yakni Chopard, yang memamerkan jamnya yang aduhai.

 

 

 

Hyundai Ioniq 6

Hyundai Group Sikat Tiga Penghargaan ‘World’s Best’

Pada acara penganugerahan World Car of the Year Award yang tahun ini merupakan perhelatan ke-20 dipenuhi sejumlah kejutan. Dan untuk tahun ini nampaknya Hyundai Group adalah bintangnya.

Pada pembacaan pengumuman yang berlangsung di New York 5 April lalu, tanpa diduga, SangYup Lee yang menjabat sebagai Hyundai and Genesis Head of Design dinobatkan sebagai Person of the Year 2023.

Kia yang merupakan bagian dari Hyundai Group pun mendapat penghargaan. Kia EV6 GT berhasil meraih  penghargaan untuk kategori World Performance Car of the Year. Padahal, yang sebenarnya diprediksi bakal meraih penghargaan di kategori ini adalah Hyundai Ioniq 6. Namun dugaan ratusan jurnalis seluruh dunia yang hadir meleset.

Ternyata Ioniq 6 justru meraih level penghargaan tertinggi yakni World Car of the Year! Dua mobil listrik finalis yang dijagokan yakni BMW X1 dan Kia Niro kalah pamor. Tak hanya itu, Hyundai Ioniq 6 bahkan juga menyabet gelar untuk kategori World Electric Vehicle, mengalahkan BMW i7 dan Lucid Air.

Sungguh luar biasa, Hyundai Group dengan bangga berhasil membawa pulang 4 penghargaan di tahun ini.

Hyundai Ioniq 6 mengikuti jejak kesuksesan Ioniq 5 yang telah lebih dahulu meraih predikat World Car of the Year dan World Electric Vehicle of the Year.

Sebenarnya, syarat apa saja yang harus dipenuhi untuk dapat masuk dalam nominasi mobil terbaik sedunia ini?

Syarat pertama yang harus dipenuhi yakni kapasitas produksi yang minimal sebanyak 10.000 unit/tahun. Harga jual kendaraan harus cukup terjangkau dan lebih murah dari model mobil premium di pangsa pasar utama masing-masing pabrikan dan model mobil yang dinominasikan.

Syarat Masuk Nominasi

Mobil yang akan dinominasikan pun harus sudah dipasarkan di dua kawasan pasar otomotif besar yang ada di dua benua berbeda selama periode 1 Januari 2022 hingga 30 Maret 2023.

Syarat tersebut baru untuk calon nominasi. Untuk para calon finalis, masih ada sejumlah syarat lainnya.

Para juri akan melakuan sesi test drive setidaknya pada dua kesempatan berbeda. Nantinya daftar nominasi finalis akan dibagi ke dalam 8 kategori. Ulasan hasil test drive yang dilakukan oleh para jurnalis pun turut menjadi poin pertimbangan yang cukup menentukan bagi para juri.

Sederet kategori yang ada pada anugerah penghargaan World Car of the Year tak hanya disesuaikan dengan jenis kendaraannya saja. Namun lebih diutamakan pada fungsi kendaraan tersebut bagi para konsumen. Ya, setiap konsumen memiliki kebutuhan yang berbeda-beda walau untuk sebuah model mobil yang sama.

Dan penghargaan ini menjadi acuan bagi para konsumen dalam menentukan mana mobil yang terbaik dan paling sesuai dengan kebutuhan. Hyundai Ioniq 6 memang layak untuk meraih predikat sebagai mobil terbaik di dunia. Congratulations Hyundai Ioniq 6…. Bravo…!

Hyundai ioniq

Kreasi Tanpa Lelah Seorang Bocah Korea Miskin Lahirkan Kejayaan Hyundai Motor Company

Entah siapa yang punya ide di Hyundai Motor Company (selain dilobi oleh pemerintah Indonesia) untuk merakit mobil listrik di Indonesia, yang tidak punya pengalaman dengan kendaraan elektrik. Itu langkah berani yang harus diakui cukup berhasil.

Keberanian ini bukan datang tiba-tiba. Ini sifat yang ditanamkan jauh-jauh hari oleh seorang anak petani miskin asal Korea Utara. Namanya Chung Ju-Yung.

Ju-Yung lahir di Tongchon pada 25 November 1915. Sekarang, Tongchon adalah bagian provinsi Kangwon yang dikuasai Korea Utara. Jaman itu belum ada yang namanya Korea Utara dan Selatan. Semuanya dijajah oleh Jepang.

Ia adalah anak tertua dari tujuh bersaudara yang bercita-cita jadi guru. Tapi karena keluarganya berkekurangan, ia hanya bisa sekolah hingga umur 14 tahun, lalu membantu usaha bertani padi yang mereka jalani. Sekali-sekali jual kayu bakar dari kota ke kota.

Kabur Untuk Kembali

Umur 16 tahun, lelah karena hidupnya sulit, Ju-Yung bersama seorang temannya lari dari rumah. Mereka mengarah ke kota Kogen (sekarang Kowon, masih di Korea Utara). Di sini, dua pemuda tersebut mendapatkan pekerjaan di bidang konstruksi. Bayarannya rendah, tapi cukup untuk membuat Ju-Yung takjub. Ternyata bisa dia mencari uang sendiri.

Ayahnya kemudian menemukan keberadaan mereka. Singkat cerita, keduanya disuruh pulang, bantu bertani. Tapi seperti manusia pada umumnya, begitu sudah tahu cari uang, ya, Anda pasti paham.

Chung Ju-Yung

Anak ini kabur lagi. Kali ini larinya lebih jauh. Ke kota Keijo. Sekarang namanya Seoul. Tapi ia bersama temannya ditipu. Uangnya ludes. Ia kembali lagi ke kampung, membantu pertanian.

Beberapa tahun kemudian Ju-Yung pergi lagi. Kali ini kabur naik kereta api ke Keijo. Tiketnya ia beli setelah menjual sapi orang tuanya. Sekarang ia mencoba belajar akuntansi. Tapi sekali lagi, ayahnya meminta supaya ia pulang.

Tidak kapok, tahun 1933, ia kabur lagi ke Keijo. Setalah menjalani pekerjaan sebagai kuli pelabuhan, kuli bangunan, lalu pekerja di pabrik sirup selama setahun, ia mendapatkan pekerjaan sebagai tukang antar di toko beras Bokheung. Para pelanggannya suka dengan kelihaian Ju-Yung. Pemilik toko lalu mulai mempercayakan Ju-Yung dengan pembukuan.

Empat tahun kemudian, pemilik toko meninggal dunia. Ia menyerahkan usaha dagang beras kepada Ju-Yung. Nama usaha ganti jadi Toko Beras Kyungil. Toko ini kemudian sukses, usia Ju-Yung masih muda waktu itu. Baru 22 tahun.

Apes, pada 1939 Korea yang dijajah Jepang dipaksa untuk melaksanakan penjatahan dan menyediakan beras hanya untuk militer sang Matahari Terbit.

Melirik Dunia Otomotif

Usaha Chung Ju-Yung terpaksa gulung tikar karena kebijakan Jepang tersebut. Ia balik kampung dan menetap sampai 1940. Tidak betah lama-lama, ia balik ke Keijo. Penjajah Jepang saat itu melakukan batasan ketat untuk beberapa sektor usaha. Tapi Chung melihat kesempatan di bidang otomotif.

Memanfaatkan garasi yang ia beli dari kawannya, plus pinjaman modal usaha sebesar 3.000 won, Chung membuka bengkel kendaraan bernama A-do. Hanya dalam tiga tahun A-do berkembang pesat. Karyawan yang awalnya hanya 20 bertambah jadi 70 orang. Penghasilan Chung melimpah. Tapi entah kenapa, saat mulai berhasil ia selalu terganjal. Ini seperti jadi kebiasaan.

Korea saat dijajah Jepang

Pemerintahan kolonial Jepang memaksa A-do untuk merger dengan pabrik baja, untuk mendukung usaha perang mereka. Chung lagi-lagi pulang kampung. Kali ini ia punya tabungan 50.000 won.

Saat Korea merdeka tahun 1946, Chung kembali ke Keijo. Kemerdekaan negaranya memungkinkan ia membuka kembali bengkel mobil. Kontrak untuk perawatan mobil tidak hanya datang dari individu, tapi juga militer. Ia juga mencoba kesempatan di bidang konstruksi. Ini karena ia takjub, perusahaan konstruksi bisa dapatkan kontrak jutaan won.

Tahun 1947 ia mendirikan Hyundai, perusahaan konstruksi. Chung Ju-Yung mendekati pemerintahan yang baru dibentuk, dan meyakinkan mereka untuk memberikan kesempatan agar mendapat kontrak pembangunan.

Jalanan Korea 1946

Perang Lagi

Gayung bersambut, Hyundai kebagian kontrak untuk membangun infrastruktur perhubungan. Jalan-jalan utama di Korea Selatan dibuat oleh perusahaan baru ini. Mereka juga bertanggung jawab untuk membangun bendungan Songyan.

Tapi sekali lagi, kondisi berbalik melawan Yu-Jung dan Hyundai. Perbedaan ideologi antara Korea Utara dan Selatan, membuat perang kembali berkecamuk tahun 1950. Ia terpaksa menyelamatkan keluarganya dulu dan memindahkan mereka ke Busan, Korea Selatan.

Perang Korea 1950

Perang juga membuatnya banting setir jadi pengantar koran untuk pasukan di garis depan. Namun pria ini tidak berhenti mencari celah usaha. Kebetulan ia menemukan iklan kalau pasukan Amerika perlu pengusaha lokal untuk bantu membuat fasilitas militer.

Tanpa buang waktu, Ia mendekati pasukan PBB dan Amerika untuk mendapatkan proyek apapun yang bisa dikerjakan. Saat perang reda dan Seoul berada di bawah kendali PBB, Hyundai kembali beroperasi penuh. Meski dengan keterbatasan, bahkan sempat hampir bangkrut. Tapi Chung tidak pernah menyerah. Hyundai pun jadi salah satu perusahaan Korea Selatan dengan pertumbuhan yang paling fantastis.

Hyundai Motor Company Lahir

Dengan kesuksesan itu, Chung melebarkan usaha di bawah payung Hyundai. Salah satunya, tahun 1967, ia membentuk Hyundai Motor Company (HMC).

Langkah pertama adalah merakit dan menjual mobil bikinan Ford. Tepatnya Ford Cortina. Pusat perakitannya dibuat hanya dalam waktu enam bulan di Ulsan, Korea Selatan.

Ford Cortina 1968 cikal bakal Hyundai

Ford Cortina adalah sedan yang sukses di Eropa karena nyaman, tangguh dan terjangkau harganya. Namun di Korea Selatan, ceritanya beda. Mobil ini tidak sukses karena jalanan di negara itu tidak mendukung. Cortina tidak bisa lewat jalan yang rusak dan jadi tidak bisa diandalkan. Hasilnya, malah jadi bahan cemoohan. Stok menumpuk di pabrik.

Tahun 1969, Hyundai bagai sudah jatuh tertimpa tangga. Pabrik mereka terkena banjir bandang. Stok Cortina terendam. Kemudian beredar rumor Hyundai sekarang jualan mobil baru bekas banjir. Hyundai Motor Company tidak berkutik dan lagi-lagi nama ini hampir bangkrut.

Hyundai Cortina in Korea, mobil pertama Hyundai Motor Company

Namun Chung Yu-Jung seperti biasa, tidak menyerah. “Saya tidak akan pernah menurunkan plang Hyundai dengan tangan saya. Kalau saya memulai sesuatu, akan saya selesaikan!”

Waktu berjalan infrastruktur jalanan mulai membaik, penjualan Cortina menanjak. Kapasitas produksi pabrik mereka di Ulsan mulai penuh. Hyundai mulai melirik untuk ekspor mobil ini. Saat itulah Ford tercengang. “Hah, bagaimana?”

Perjanjian antara Ford dan Hyundai tegas membatasi Cortina hanya untuk pasar Korea Selatan. Bahkan saat dirayu dengan bagi hasil pun Ford menolak. Di mata Chung, Ford seperti mau menguasai pasar mobil Korea Selatan. Memanfaatkan Hyundai hanya sebagai sub-kontraktor dengan upah pekerja murah. Ia lalu memutus kontrak dengan Ford tahun 1974. Tanpa disadari, keputusan ini membuat Chung mengubah industri otomotif Korea Selatan.

Main Mata Dengan Mitsubishi

Tidak perlu menunggu lama, Hyundai memutuskan untuk mendekati Mitsubishi. Mereka berniat memanfaatkan mesin, transmisi dan gardan belakang buatan pabrikan Jepang ini. Eropa yang dipandang sebagai gudangnya mobil bagus, membuat Hyundai merekrut beberapa orang pintar dari benua itu.

Paling signifikan adalah George Turnbull, managing director Austin Motor, Inggris. Kemudian Turnbull merekrut beberapa orang lagi seperti John Crosthwaite sebagai ahli chassis, desainer body Kenneth Barnett, Peter Slater untuk posisi development engineer, John Simpson dan Edward Chapman sebagai engineer.

Hyundai Pony 1975

Kelihaian mereka, dipadukan mesin dan gardan Mitsubishi melahirkan Hyundai Pony tahun 1975. Mobil pertama mereka yang cocok untuk jalanan Korea Selatan dan harganya hanya (waktu itu) US $5.900. Pony pun laris.

Setelah itu, segalanya bergulir bagai bola salju. Pony sukses di berbagai belahan dunia, terutama Kanada. Sayangnya, mobil ini belum bisa menjamah pasar Amerika Serikat. Penyebabnya apa lagi kalau bukan regulasi emisi. Chung dan Hyundai tidak menyerah, pastinya.

Menggebrak di Amerika Serikat

Tahun 1985 mereka keluar dengan model baru, Hyundai Excel. Patuh pada regulasi, mobil ini dijual di AS seharga US $4.995. Murah. Excel lalu mencatat rekor sebagai mobil pendatang baru paling laris dalam sejarah otomotif negara itu. 168 ribu unit terjual hanya di Amerika. Satu juta unit lainnya laris di berbagai belahan dunia.

Tapi, orang Amerika lalu menyadari kalau mobil ini ternyata tidak reliable. Dealer Hyundai malah meraih untung dari perbaikan ketimbang penjualan. Hyundai dari yang sukses, kembali jadi bahan cemoohan.

Hyundai Excel 1989

Bisa ditebak, Chung dan timnya tidak diam saja. Mereka merekrut lebih banyak engineer hebat dan melakukan perbaikan. Kemudian lahir Hyundai Accent, Elantra dan Sonata. Semua masuk pasar negara adidaya itu. Hingga pada satu titik, Hyundai mengakuisisi Kia pada 1998. Keduanya lalu menggebrak dengan garansi 10 tahun atau 160.000 km. Khusus untuk pasar Amerika Serikat.

Selanjutnya, Anda sudah bisa lihat sendiri. Dua raksasa otomotif Korea Selatan ini tidak berhenti melakukan inovasi. Kini Hyundai Motor Company adalah pabrikan ketiga terbesar di dunia, di belakang Toyota dan VW Group. Hyundai Group sendiri menjadi salah satu raksasa industri di negaranya.

Hyundai Ioniq 6

Bagi kami, produk mereka belakangan ini memang hebat, meski bukan tanpa cela. Namun usaha Chung Yu-Jung dan Hyundai patut mendapatkan apresiasi dan menjadi contoh. Jangan pernah menyerah.

Disarikan dari berbagai sumber