Lucid Gravity Tampilkan Definisi Baru SUV Mewah EV

Lucid Group, Inc. telah dikenal sejak kehadiran Lucid Air. Mobil listrik tersebut sukses memenangkan penghargaan 2023 World Luxury Car Award. Kini perusahaan ini mengungkap terobosan baru dari sebuah Sport Utility Vehicle (SUV) listrik mewah, melalui kehadiran Lucid Gravity. SUV ini dibuat berdasarkan inovasi yang diterapkan pada Lucid Air.

Komitmen Lucid terhadap keunggulan desain, interior luas, dan kepraktisan penggunaan semakin membedakan Gravity dari brand kompetitor. Desain eksterior mobil ini merupakan bukti perpaduan antara estetika dan kepraktisan.

Nilai aerodinamika hanya Cd 0,243

Karena efisiensi menjadi salah satu fokus utama Lucid Gravity, maka nilai aerodinamikanya kurang dari Cd 0,243. Angka tersebut belum pernah dicapai oleh SUV tiga baris manapun. SUV ini memiliki tampilan gagah yang didukung oleh bagian depan yang besar, profil yang ramping, kabin yang memanjang, bahu yang menonjol, dan spoiler belakang yang sporty.

“Lucid Gravity mewakili lompatan maju yang signifikan bagi teknologi dan desain. Konsumen akan menemukan kombinasi ruang dan kemampuan manuver, kemewahan, serta kepraktisan yang belum pernah ada sebelumnya. Sebab semuanya terintegrasi secara tepat ke dalam mobil ini,” kata Peter Rawlinson, Chief Executive Officer dan Chief Technical Officer Lucid.

Area kargo fleksibel

Kabin Lucid Gravity tak hanya memiliki area kargo yang fleksibel, sebab juga menawarkan tempat duduk yang luas, dengan kenyamanan dari kursi baris kedua dan ketiga. Jika kursi baris kedua dan ketiga dilipat, maka menghasilkan ruang kargo yang berkapasitas lebih dari 3.171 liter.

Kursi baris kedua dapat digeser dan dipadukan dengan meja yang terintegrasi. Ruang kaki yang lapang juga terdapat hingga baris ketiga, sehingga memungkinkan mobil ini memiliki konfigurasi tujuh penumpang.

Akselerasi 0-100 km/jam tak sampai 3,5 detik

Lucid Gravity menggunakan platform baru yang dikembangkan dari nol, untuk menghasilkan SUV yang berkarakter sporty. SUV ini menggunakan teknologi powertrain ultra-ringkas milik Lucid generasi terbaru, termasuk motor listrik berkemampuan tinggi, dan arsitektur kelistrikan 900V.

Lucid Gravity diklaim mampu berakselerasi dari 0-100 km/jam dalam tempo kurang dari 3,5 detik saja. SUV listrik yang premium ini juga diproyeksikan dapat menempuh jangkauan berkendara hingga 660 km. 

Dengan fokus untuk menghadirkan teknologi tercanggih dan pengalaman kendaraan listrik terbaik kepada konsumen global, Gravity akan diberi harga yang kompetitif dalam kategori SUV premium. Lucid memperkirakan harga awal akan di bawah US$ 80 ribu (atau sekitar Rp 1,25 milyar). Produksinya diperkirakan akan dimulai pada akhir tahun 2024.

BMW M3 Pecundangi Lucid Air di Balap Drag 400 Meter!

Dalam serangkaian balapan drag, BMW M3 Competition xDrive versi modifikasi bertenaga 740 hp bertarung melawan Lucid Air Dream Edition Performance yang memiliki tenaga buas, 1.111 hp. Namun disayangkan, balapan ini justru didominasi oleh BMW yang lebih memperlihatkan akselerasi dan performa impresif.

Lucid Air Dream Edition Performance berbobot sedikit berat karena baterai 118 kWh-nya yang menawarkan jangkauan berkendara sejauh 758 kilometer dengan velg 19 inci. Estimasi itu berkurang sebanyak 5 kilometer saat tersemat velg 21 inci di keempat kakinya dengan balutan ban Pirelli.

Racikan Tom Wrigley Performance

Meskipun Lucid Air memiliki tenaga yang kuat dan spesifikasi yang mengesankan, BMW M3 Competition xDrive membuktikan diri sebagai lawan yang tangguh. Dengan berat 2.375 kg, Lucid Air jelas lebih berat daripada G80 M3 Competition xDrive yang memiliki berat 1.780 kilogram. BMW ini bukanlah mobil standar. Mesinnya di-tuning oleh Tom Wrigley Performance di Inggris. Bimmer ini menggunakan downpipes, injector, dan remap yang dapat dikategorikan sebagai perangkat tambahan atau pengganti.

Saat balapan dengan start berjalan, Lucid Air memiliki keuntungan dari akselerasi start yang bergerak. Sadisnya, BMW M3 tetap memberikan perlawanan yang baik meskipun awalnya kesulitan dalam start berjalan pertama pada kecepatan 50 km/jam. Performanya jauh lebih baik saat balapan kedua, dengan posisi gigi ketiga di kecepatan 80 km/jam.

Berbekal mesin BMW S58

Dalam balapan quarter-mile atau 400 meter, M3 secara konsisten meluncur lebih beringas dan hingga garis finish dengan waktu terbaik 10,2 detik yang sedikit mengungguli waktu Lucid Air. Skor saat ini adalah 2-2, setelah empat kali mengujinya di jalur lurus.

Secara internal, mesin M3 menggunakan mesin I6 bertenaga ganda yang disebut S58 dan berbasis dari mesin B58 I6 dengan torsi 650 Nm. Faktanya, mesin ini menghasilkan lebih banyak tenaga karena BMW merendahkan rating tenaga mesin enam-silinder dan delapan-silinder produksi reguler dan M mereka.

Sangat mengesankan untuk mesin dengan kapasitas 3.0 liter, bukan? Dengan transmisi otomatis yang cepat dari ZF dan keahlian BMW dalam mengkalibrasi sistem kontrol peluncuran, sedan eksekutif kompak ini memiliki peluang yang cukup baik untuk mengalahkan Lucid dalam perlombaan drag quarter mile di jalur lurus.

Lebih superior BMW daripada Lucid

Untuk tantangan terakhir, kedua mobil ini harus berhenti dari kecepatan 160 km/jam menjadi nol secepat mungkin. BMW M3 Competition xDrive dengan ban belakang yang lebih lebar 0,8 inci dan bobot yang jauh lebih ringan, tentu dengan mudah mengalahkan sedan Amerika tersebut.

Secara keseluruhan, meskipun Lucid Air Dream Edition Performance merupakan mobil listrik yang bertenaga tinggi, namun BMW M3 Competition xDrive sukses menunjukkan superioritasnya dalam skenario balapan drag.

Namun, penting untuk dicatat bahwa balapan drag hanya merupakan salah satu aspek performa, dan kedua mobil ini juga memiliki keunggulan dan karakteristik uniknya masing-masing.