Mansory Gubah Ferrari Monza SP2 Sang Penguasa Gurun Pasir

Banyak beredar mobil Ferrari modern yang dimodifikasi dengan beragam gaya. Namun yang satu ini mungkin anda baru pertamakali melihatnya. Inilah super speedster Ferrari Monza SP2.

Merupakan mobil yang hanya dibuat sebanyak 499 unit di tahun 2019. Harganya pun spektakuler, 1,58 juta Euro dalam kondisi original. Merasa belum puas, pemiliknya langsung mempercayakan kepada Mansory untuk memodifikasinya.

Eksterior Merah Menggelora Ala Mansory

Enam bulan lalu, sang Monza yang berasal dari Uni Emirat Arab ini diterbangkan ke markas Mansory di Munich untuk dipermak. Tahap pertama yang dilakukan para teknisi Mansory yakni melucuti seluruh interior, panel body dan mesin serta transmisi serta suspensi.

Panel body bagian depan mulai dari bonnet, lip spoiler hingga air scoop pada bumper depan dimodifikasi dengan body kit baru garapan Mansory. Side skirt model baru pun disematkan pada bagian sisi body untuk meningkatkan gaya aerodinamika.

Beralih ke bagian buritan, Mansory mengimbuhkan sirip diffuser berukuran besar. Lampu rem model mobil balap F1 pun dipasang di bagian belakang. Seperangkat pipa exhaust baru berkelir merah-hitam tak hanya menambah nilai estetika, namun juga mendongkrak performa. Mansory pun memilih two-tone merah dan hitam mengkilat untuk melabur sekujur body Monza.

Sebagai penopang body, terpasang satu set velg serat karbon ultra-lightweight Mansory YT.5 Air model 5-twin spoke beroffset 9.5×21-inci di depan dan 12×22-inci di kaki belakang. Di sela velg bergaya turbin, tersembunyi rem cakram keramik karbon berkaliper kuning bawaan Ferrari Monza SP2.

Konser V12 Italia Gubahan Munich

Dalam kondisi standar, Ferrari Monza SP2 dibekali mesin 6.5-liter V12 bertenaga 799 hp dengan torsi maksimum 719 Nm. Penyaluran daya menggunakan transmisi automatic 7-speed dual-clutch. Mesin F140 yang digunakan Monza berbasis dari mesin Ferrari 812 Superfast.

Di tangan Mansory, performa tenaga pun kini terkoreksi menjadi 818 hp dengan torsi maksimum 740 Nm. Pun demikian, tak ada perubahan catatan waktu sprint 0-100 km/jam yang masih di angka 2,9 detik. Masih sangat cepat…

Hanya butuh 7,9 detik untuk melesat hingga 200 km/jam. Dan tentunya butuh trek lurus yang sangat panjang dan lengang untuk memacu mobil ini hingga speedometer menampilkan angka 300 km/jam. Dengan mobil ini Anda setidaknya butuh sekitar 16 liter bensin oktan tinggi untuk bisa menempuh jarak 100 km. Hmm, boros sekali. 

Jangan tanya berapa biaya yang dihabiskan oleh sang pemilik mobil untuk memodifikasi sang Ferrari Monza SP2. Karena kepuasan batin adalah hal yang paling utama bagi sang penguasa gurun pasir…

 

Modifikasi Ferrari F40 Oleh Liberty Walk Mempesona di Tokyo

Memodifikasi beragam mobil sport buatan Eropa telah sering dilakukan oleh Liberty Walk. Namun custom workshop asal Jepang tersebut kali ini agak sedikit ekstra berhati-hati dalam meramu garapannnya. Pasalnya, mereka menggarap modifikasi Ferrari F40. Selain statusnya yang legendaris dan sangat ‘sakral’, mobil ini merupakan favorit dari Wataru Kato, pendiri Liberty Walk.

Ferrari F40 yang diproduksi sebanyak 1.300 unit pada periode 1987-1992 saat ini yang terselamatkan jumlahnya tidakbanyak. Harga pasarannya saat ini jangan ditanya, tembus jutaan dolar!

Proyek modifikasi “F-Forty” yang dikerjakan Liberty Walk sejak tahun 2022 pun akhirnya dipamerkan di Tokyo Auto Salon 2023. Dapat anda bayangkan seperti apa reaksi ribuan pengunjung Makuhari Messe saat melihat mobil ini…

Body Ekstrem Garapan Wataru Kato

Meskipun pernah memodifikasi mobil serupa, namun garapan Liberty Walk kali ini jauh lebih ekstrem bila dibandingkan modifikasi Ferrari F40 yang pernah mereka kerjakan pada tahun 2012 lalu.

Tak seperti pada proyek yang lain, sang punggawa Liberty walk, Wataru Kato turun tangan langsung dalam membuat satu set panel fender depan dan belakang utuh berukuran extra lebar untuk mobil ini. Hmmm… mengingatkan kami pada Ferrari F40 widebody garapan Koenig di era ’90an.

Fender depan baru ini tersambung dengan panel lip spoiler yang terpasang pada bumper depan. Side skirt, fender serta bumper belakang yang kekar berotot pun menggantikan panel body bawaan mobil.

Pada bagian belakang pun terdapat sayap spoiler tambahan plus sirip diffuser yang diiris bagian tengahnya agar dapat memuat tiga laras exhaust berukuran besar.

Bonnet berventilasi besar pada bagian depan tampil dengan perpaduan gaya ala mobil balap Ford GT40 klasik dan Ferrari F40 Competizione. Sekujur body mobil yang aslinya berwarna merah pun ditutup dengan decal stiker pelapis berwarna putih. Ya, sekujur body… plus imbuhan stiker bulatan merah “Hinomaru” yang melambangkan bendera nasional Jepang pada pintunya.

Velg bawaan mobil sebenarnya sudah sangat keren, hanya saja Liberty Walk memutuskan untuk menggantinya. Jadilah satu set velg alloy 5-spoke berukuran extra besar berkelir hitam berbalut ban Toyo tapak lebar menopang body F40. Dan untuk menghasilkan tampilan super ceper khas Liberty Walk, setting suspensi adjustable pun dibuat extra rendah.

Body kit untuk modifikasi F40 ini terbuat dari material FRP (fiber-reinforced polymer) yang berbobot ringan. Para konsumen yang berminat dapat memesan dalam bentuk paket lengkap maupun eceran. Perihal harga paket body kit Ferrari F40 widebody tersebut, Liberty Walk akan mengumumkannya secara resmi dalam waktu dekat.

Performa Mesin Ferrari F40 Sudah Pas!

Wataru Kato tak melakukan sentuhan modifikasi pada mesin bawaan mobil ini. Menurutnya, spek mesin racikan pabrik performanya sudah pas.

Mesin 2.9-liter V8 bi-turbo bawaan Ferrari F40 memiliki output tenaga 471 hp pada 7.000 rpm dengan torsi maksimum 577 Nm pada 4.000 rpm.

Hanya butuh waktu 4,1 detik untuk mencapai kecepatan 100 km/jam. Top speed mobil ini mampu menembus angka 324 km/jam. Sudah lebih dari cukup.

Lagipula, mobil garapan Liberty Walk lebih nikmat dipandang saat tengah melaju perlahan menyusuri jalan raya dalam kota. Membuat setiap orang menoleh dan memandanginya dengan penuh takjub. Ya, bagaikan sosok Dewi Liberty nan anggun mempesona yang tengah berjalan dengan gaun panjang menjuntai menyentuh tanah. Itulah mengapa dinamakan “Liberty Walk”.

Banzaaaaai…!