kerjasama indonesia india

Indonesia dan India Bahas Peluang Kerjasama Kendaraan Listrik

Indonesia dan India bahas peluang kerjasama di sektor kendaraan listrik, khususnya pengembangan semikonduktor.

Sebagai dua negara dengan pasar domestik besar dan basis manufaktur yang kuat, Indonesia dan India memiliki struktur industri yang saling melengkapi dalam pengembangan rantai pasok kawasan Indo-Pasifik.

“Kami berharap pertemuan ini dapat semakin mempererat hubungan kedua negara sekaligus membuka peluang kolaborasi industri yang lebih konkret, implementatif, dan saling menguntungkan,” ujar Wakil Menteri Perindustrian RI, Faisol Riza dalam agenda bilateral meeting dengan pemerintah India, di Jaipur pekan lalu, dikutip dari laman Kemenperin.

Dalam pertemuan tersebut, Pemerintah India menyambut baik usulan kerjasama konkret yang disampaikan Indonesia pada sektor-sektor strategis, khususnya pengembangan industri hijau, semikonduktor dan industri agro.

Pihak India juga menyampaikan perhatian khususnya terhadap kebijakan pembatasan kuota impor terhadap beberapa produknya ke Indonesia, isu ini tentu saja nantinya akan diteruskan ke kementerian terkait oleh Indonesia.

Sementara itu, Indonesia juga mengajak India memperluas kolaborasi pada Industri semikonduktor, yang memiliki peran strategis sebagai penopang bagi berbagai sektor prioritas, mulai dari elektronika, otomotif, telekomunikasi, energi, hingga transformasi digital.

Khususnya, di transformasi industri digital dilakukan melalui penerapan otomatisasi, kecerdasan buatan (artificial intelligence), serta smart manufacturing, juga pengembangan data center yang dapat meningkatkan produktivitas dan daya saing industri kedua negara.

Hubungan Dagang Positif

kerjasama indonesia india

Foto: Gaikindo

Indonesia dan India bahas peluang kerjasama di sektor kendaraan listrik bukan tanpa alasan. Selama ini, kedua negara bisa mendapatkan dampak positif dari sisi ekonomi.

Dilansir dari laman Kemenperin, nilai perdagangan Indonesia dan India pada 2025 mencapai USD 23,16 miliar, dengan ekspor Indonesia sebesar USD18,32 miliar dan impor USD4,84 miliar.

Di sisi lain, ekspor produk industri pengolahan nonmigas Indonesia ke India mengalami penurunan dalam beberapa tahun terakhir. Isu tersebut menjadi salah satu agenda utama pembahasan kedua negara untuk memperluas akses pasar produk manufaktur Indonesia.

Pertemuan bilateral ini berlangsung pada saat Indonesia resmi menjadi anggota penuh BRICS sehingga membuka ruang kolaborasi industri yang lebih luas dengan negara-negara anggota, termasuk India.

Honda dan IBM Kerjasama Buat Riset Cip Semikonduktor

Honda dan IBM mengumumkan penandatanganan kerjasama untuk penelitian bersama jangka panjang, serta pengembangan teknologi komputer generasi mendatang. Hal tersebut diperlukan untuk menghasilkan kemampuan proses, konsumsi daya, dan kompleksitas desain untuk kendaraan di masa depan.

Penerapan teknologi intelijen artifisial/AI diperkirakan akan meningkat pesat pada tahun 2030 dan seterusnya, sehingga menciptakan peluang baru untuk pengembangan perangkat lunak. Honda dan IBM mengantisipasi bahwa perangkat lunak bakal mengalami peningkatan yang lebih kompleks. Baik dari sisi desain, kinerja pemrosesan, dan konsumsi daya semikonduktor dibandingkan dengan produk mobilitas konvensional.

Untuk mewujudkan perangkat lunak baru, sangat penting untuk mengembangkan kemampuan dalam penelitian dan pengembangan teknologi untuk generasi mendatang. Berdasarkan pemahaman ini, kedua perusahaan mempertimbangkan penelitian dan pengembangan bersama untuk waktu jangka panjang.

Nota kesepahaman kedua belah pihak menguraikan bidang-bidang penelitian bersama yang potensial mengenai teknologi khusus seperti komputasi semikonduktor dan teknologi chiplet. Tujuannya untuk meningkatkan kinerja pemrosesan sekaligus pada saat bersamaan dapat mengurangi penggunaan daya.

Optimalisasi perangkat keras dan perangkat lunak penting untuk memastikan kinerja serta waktu pemasaran yang cepat. Untuk mencapai hal tersebut, kedua perusahaan juga berencana untuk mengeksplorasi solusi perangkat lunak yang terbuka dan fleksibel. Melalui kolaborasi ini, kedua perusahaan akan berupaya mewujudkan perangkat lunak yang yang lebih canggih lagi, serta kinerja yang hemat daya.