Hyundai Stargazer, Si Pelamun yang Menjadi Contoh

Hyundai Stargazer sudah punya modal untuk mengejar bintang-bintang lainnya.

Jika kami mengutip dari ensiklopedia Britannica, Stargazer berasal dari kata dasar ‘stargaze’ yang berarti melakukan pengamatan secara astronomi. Apakah Hyundai Stargazer berniat untuk menjadi produk yang terdepan dan menjadi contoh bagi lawan lawannya? Baca saja.

Hyundai Stargazer didesain di Indonesia dari sebelum tahun 2019, akhirnya Hyundai Indonesia mengeluarkan Stargazer pada pertengahan 2022 silam. Dan kami diajak jalan-jalan ke luar kota untuk mencoba mobil ini menempuh perjalanan jarak jauh.

Anda mungkin sudah paham bentuk dan kelebihan serta kekurangannya. Namun ada beberapa hal yang baru terungkap dan kami baru tahu tadi malam (05/09/2022) saat dibeberkan di kota Malang, Jawa Timur.

Desain

Hyundai Stargazer memang futuristis, ada yang bilang mirip dengan Staria bahkan dibilang baby Staria, tapi sebenarnya LMPV ini bukan mencontoh MPV bongsor itu. Bentuk eksterior ini adalah visualisasi Hyundai, atas permintaan pasar Indonesia. Walhasil, Stargazer jadi mencerminkan negara Indonesia yang luas dan indah.

Salah satunya bisa dilihat dari garis LED di moncong dan buritan. Menurut Hyundai, LED di depan itu bukan ada untuk menghias. Tapi melambangkan garis khatulistiwa yang melintang di Indonesia. Sementara di belakang, Garis yang menghubungkan lampu kiri dan kanan dikatakan memiliki arti menyatukan wilayah Indonesia yang luas. Mungkin ini gimmick marketing, tapi patut diapresiasi.  

Riset dan Pengembangan

Kami pernah menghadiri sesi focus group discussion Hyundai pada 2018 lalu. Saat itu mereka menampakkan gambar mobil MPV yang bentuknya masih berupa coretan kasar. Itu membuktikan kalau pabrikan Korea ini sudah mulai masa riset dan pengembangan.

Tapi bukan cuma itu, risetnya juga meliputi interior mulai dari baris pertama hingga baris ketiga yang didesain untuk kenyamanan penumpang. Namun kami harus mengkritik jok belakang yang posisinya terlalu sejajar dengan jok depan. Kurang memberikan pandangan yang luas bagi penumpangnya. Meski dikompensasi dengan Captain Seat untuk mempermudah akses ke baris ketiga.

Fitur Lengkap

Kebutuhan akan fitur keselamatan pada Stargazer sudah dibekali oleh Hyundai Smartsense terdapat juga FCA, LKA, LFA, BCA, RCCA, SEW, DEW, dan airbag 6 titik. Kepraktisan pada mobil ini sangat banyak untuk mengakomodir kebutuhan pengguna Stargazer, silahkan browsing sendiri aneka singkatan di atas.

Fitur yang tergolong canggih juga adanya Bluelink pada mobil ini, yaitu akses digital yang didapatkan para pemilik Hyundai Stargazer untuk mengakses beberapa fitur dari jarak jauh. Contoh, bisa menyalakan mobil untuk mendinginkan AC sebelum anak dan istri Anda mengeluh karena mobil panas setelah parkir di tempat yang terik.

Bisa Pakai Pertalite, Tapi…

Mesin 1.497 cc empat silinder 16 katup MPI (Multi Point Injection) memberikan daya hingga 113,3 hp. Torsinya 114 Nm. Mesin yang digunakan adalah Smartstream G1.5 kodenya G4FL. Menurut laman Wikipedia, G4FL punya rasio kompresi 10,4:1. Ini yang harus diperhatikan.

Makmur Chief Operating Officer Hyundai Motors Indonesia menginfokan penggunaan Pertalite dapat diberikan pada mesin Stargazer dan tidak membatalkan garansi mobil tersebut, cocok sekali buat Anda yang pelit untuk beli Pertamax. Tapi sekali lagi, perhatikan rasio kompresi di atas. 10,4:1 perlu BBM oktan tinggi. Kalau tidak, ECU harus mengatur ulang pengapian dan mengakibatkan performa menurun.

Kesimpulan

Stargazer memang diperuntukan untuk pengguna LMPV di Indonesia, kenyamanan dan kestabilan dalam mengendarainya sangat cocok untuk kondisi jalan di Indonesia, walaupun joknya menurut kami agak sedikit keras. Tentunya masih banyak yang harus ditambahkan pada mobil ini. Tapi di kelasnya, Hyundai Stargazer sudah punya modal untuk mengejar bintang-bintang lainnya.

Sekarang, setelah kami juga ikut beli, jadi penasaran gebrakan apa yang yang diberikan oleh Hyundai nantinya melalui Stargazer ini. Akan terus berkembang dan jadi contoh, atau dia akan menjadi pelamun yang hanya mengamati bintang-bintang seperti artinya di atas? Kita akan lihat gebrakan Stargazer dan Hyundai Motors Indonesia ke depannya.

 

Om Gendut

Editor: Indra Alfarisy

Bisa Jajal Langsung Kendaraan Listrik di GIIAS 2022

Anda didampingi oleh product expert, jadi tidak perlu risau ketika mencoba kendaraan listrik.

Pameran Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2022 tak hanya menjadi momen yang pas untuk meluncurkan banyak kendaraan terbaru, tapi juga sebagai langkah elektrifikasi otomotif di Indonesia. Jadi masyarakat bisa merasakan pengalaman berkendara non emisi gas buang alias bebas polusi.

Pengunjung akan disuguhi torsi besar, tapi tidak ada suara bising serta bebas dari emisi gas buang. Ya, pada gelaran GIIAS 2022, terdapat EV Test Track di hall 10, sehingga pengunjung bisa mendapatkan informasi dan edukasi terkini teknologi otomotif dari masing-masing kendaraan listrik.

Tidak perlu bingung dan ragu juga. Ada product expert kendaraan listrik, dari masing-masing Agen Pemegang Merek (APM) yang mendampingi dan memberikan berbagai informasi terkait kendaraan yang dicoba. Sehingga Anda tidak mungkin salah dalam pengoperasian kendaraan ketika sedang menjajalnya.

“Arena GIIAS EV Test Track didesain dengan trek yang akan menyoroti kemampuan kendaraan listrik, agar para pengunjung mendapatkan pengalaman langsung berkendara dengan kendaraan listrik, area tersebut juga dilengkapi dengan charging station, untuk memberikan edukasi bagaimana proses pengisian daya masing-masing kendaraan bekerja,” kata Rizwan Alamsjah, Ketua III sekaligus Ketua Penyelenggara Pameran GIIAS 2022.

Bahkan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, didampingi Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita, Ketua Umum Gaikindo Yohannes Nangoi dan Rizwan Alamsjah, serta jajaran pengurus Gaikindo dan tamu VIP lainnya, tak hanya mengunjungi lokasi saat pembukaan pameran di tanggal 11 Agustus 2022 silam. Mereka menanggapi positif dan sungguh bersemangat ketika mendapat kesempatan untuk menjajal mobil listrik di EV Test Track.

Tidak kurang dari 13 brand kendaraan listrik bisa dicicipi sebelum memutuskan untuk membeli kendaraan tersebut. Termasuk satu unit truk Mitsubishi e-Canter dan Toyota C+pod yang lebih kecil dari Wuling Air ev.

Walaupun beberapa ada yang belum resmi diluncurkan, tapi kapan lagi Anda bisa merasakannya sebelum dipasarkan. Setidaknya, Anda punya bahan obrolan seru dan membanggakan dengan orang lain kan? Kami pun sulit untuk menahan godaan untuk tidak mampir ke area EV Test Track tersebut.