IMX 2026 Siap Bawa Underground Drift ke Basement ICE BSD

Indonesia Modification & Lifestyle Expo (IMX) 2026 menghadirkan kejutan berbeda tahun ini. Untuk pertama kalinya, aksi drifting internasional digelar di area basement ICE BSD.

Lewat konsep Underground Drift, pengunjung bisa menyaksikan langsung aksi para legenda drifting dunia. Ajang ini berlangsung Sabtu, 10 Oktober 2026, mulai pukul 19.00 hingga 21.00 WIB.

Lokasinya berada di Hall 1–2 ICE BSD Basement. Konsep ini menjadi salah satu sajian paling ekstrem dalam IMX 2026 “Next Gen Culture”.

Nama besar dari Jepang menjadi daya tarik utama. Salah satunya adalah Keiichi Tsuchiya, sosok yang dikenal luas sebagai “Drift King”.

Selain Tsuchiya, IMX juga menghadirkan pembalap profesional Nobuteru Taniguchi. Founder Vertex, Takahiro Ueno, turut ambil bagian dalam pertunjukan tersebut.

Ketiganya akan berkolaborasi dengan sejumlah drifter Indonesia. Mereka antara lain Dipo Garasi Drift, Kingston, Anindita Hidayat, dan Danny Ferdito.

Kombinasi tersebut membuat Underground Drift bukan sekadar pertunjukan otomotif. Ajang ini menjadi pertemuan budaya drifting Jepang dengan talenta lokal.

Drift di Basement, Sensasi Berbeda di IMX 2026

Konsep drifting di basement memberikan pengalaman yang berbeda bagi pengunjung. Raungan mesin dan aksi mobil drift akan berlangsung dalam ruang tertutup.

Atmosfer tersebut mengingatkan pada adegan drifting di film bertema otomotif. Bedanya, kali ini pengunjung IMX dapat menyaksikannya secara langsung.

Sejumlah mobil ikonik juga berpotensi hadir. Nama seperti Toyota AE86 dan Nissan Silvia S15 menjadi bagian yang paling dinantikan.

Tidak kalah menarik, supercar Drift Bull Lamborghini Murcielago disebut akan menjalani world premiere di IMX 2026.

Andre Mulyadi, Project Director IMX, menyebut Underground Drift sebagai kejutan spesial tahun ini. Menurutnya, kesempatan melihat legenda drift Jepang bersama drifter Indonesia menjadi momen bersejarah.

Tidak Perlu Tiket Tambahan

IMX 2026 sendiri berlangsung pada 9–11 Oktober di Hall 1, 2, dan 3 ICE BSD. Pengunjung yang sudah memiliki tiket masuk IMX dapat menyaksikan Underground Drift tanpa tiket tambahan.

Namun, akses menuju basement akan dibatasi sesuai kapasitas. Pembatasan tersebut diterapkan untuk menjaga keamanan dan kenyamanan penonton.

Tiket IMX 2026 tersedia secara daring melalui situs resmi IMX Tixen. Tiket juga dapat dibeli langsung di lokasi acara.

Selain Underground Drift, IMX 2026 mendapat dukungan Ikatan Motor Indonesia (IMI). Pameran ini juga melibatkan berbagai mitra industri otomotif dan lifestyle.

BCA hadir sebagai Official Banking Partner. Sementara ABCA, Hot Wheels, NIXX, Warna Warni, dan Racing Fire Killer menjadi Co-Sponsor.

Sejumlah merek kendaraan juga dipastikan meramaikan pameran. Di antaranya Wuling, BYD, Jaecoo, Toyota, Jetour, dan Daihatsu.

Dengan hadirnya Underground Drift, IMX 2026 tidak hanya menjadi tempat memamerkan modifikasi. Event ini juga membawa pengalaman motorsport internasional langsung ke hadapan pengunjung.

Keiichi Tsuchiya, Sang Drift King Dipastikan Hadir di IMX 2026

Dunia modifikasi dan motorsport Indonesia bakal kedatangan tamu istimewa pada ajang Indonesia Modification & Lifestyle Expo (IMX) 2026 “Next Gen Culture”. Sosok legendaris dunia drifting, Keiichi Tsuchiya, dipastikan hadir sebagai salah satu bintang utama dalam pameran otomotif terbesar di Indonesia tersebut yang akan berlangsung pada 9–11 Oktober 2026 di ICE BSD City, Tangerang.

Kehadiran pria yang dijuluki Drift King itu menjadi kabar menggembirakan bagi para pecinta otomotif Tanah Air. Tsuchiya dikenal sebagai sosok yang mempopulerkan teknik drifting modern menggunakan Toyota AE86 Sprinter Trueno hingga menjadi fenomena global.

Berawal Balap Liar Hingga Legenda Dunia

Nama Keiichi Tsuchiya tidak lahir dari lintasan balap profesional. Sebelum dikenal dunia, ia mengasah kemampuan mengendalikan mobil melalui jalan pegunungan Jepang atau touge.

Karier balap profesionalnya dimulai pada 1977 lewat ajang Fuji Freshman Series. Namun gaya mengemudi agresif dan teknik oversteer yang ia tampilkan membuat namanya semakin populer di kalangan komunitas otomotif Jepang.

Popularitasnya semakin mendunia setelah merilis video legendaris Pluspy pada 1987 yang memperlihatkan aksi drifting di jalan pegunungan Jepang. Video tersebut menjadi salah satu tonggak lahirnya budaya drifting modern yang kini berkembang di berbagai negara.

Prestasi Tsuchiya di dunia balap pun tidak bisa dipandang sebelah mata. Ia pernah menjadi juara Formula Mirage 1990, finis runner-up Suzuka 1000 km 1994, dua kali juara kelas di ajang 24 Hours of Le Mans pada 1995 dan 1999, serta menjadi runner-up All Japan GT Championship musim 2001.

Setelah pensiun dari dunia balap profesional pada 2004, Tsuchiya tetap aktif sebagai Team Director tim ARTA, juri D1 Grand Prix, konsultan anime Initial D, hingga tampil sebagai cameo dalam film The Fast and The Furious: Tokyo Drift.

Siapkan Kejutan Khusus di IMX 2026

Tak sekadar hadir menyapa penggemar, Keiichi Tsuchiya mengungkapkan dirinya tengah menyiapkan sebuah proyek spesial yang hanya akan diperlihatkan pada IMX 2026.

“Saya siap hadir kembali di IMX 2026. Saya masih merahasiakan apa saja yang nanti saya hadirkan di IMX 2026. Tunggu kejutannya dari saya,” ujar Keiichi Tsuchiya.

Project Director IMX, Andre Mulyadi, menilai kehadiran sang Drift King menjadi salah satu momen penting bagi perkembangan industri modifikasi nasional.

Menurutnya, IMX ingin menghadirkan lebih banyak kolaborasi internasional sehingga builder dan modifikator Indonesia dapat belajar langsung dari tokoh-tokoh otomotif dunia.

Presale 3 Resmi Dibuka

Bersamaan dengan pengumuman kehadiran Keiichi Tsuchiya, panitia juga membuka penjualan tiket Presale 3 yang menjadi kesempatan terakhir mendapatkan harga spesial sebelum memasuki harga normal.

Kategori tiket yang tersedia meliputi:

Daily Pass Regular
Jumat (9 Oktober): Rp85.000
Sabtu (10 Oktober): Rp100.000
Minggu (11 Oktober): Rp100.000
3 Days Pass Regular: Rp275.000
3 Days Pass Fastlane VIP: Rp1.000.000

Pemegang tiket VIP akan memperoleh berbagai keuntungan seperti akses masuk lebih awal, jalur penukaran khusus, kaos edisi terbatas IMX, collectible pin, raffle coupon, hingga kesempatan mengikuti IMX Supergiveaway.

Selain menghadirkan Keiichi Tsuchiya, IMX 2026 juga akan diramaikan berbagai program unggulan seperti NMAA Ultimate Builder, IMX Drift Club Underground, peluncuran produk aftermarket terbaru, mobil-mobil modifikasi eksklusif, komunitas otomotif, hingga undian IMX Supergiveaway Car.

Berbagai merek otomotif seperti Wuling, Toyota, Jetour, GWM, Daihatsu, serta sejumlah brand aftermarket nasional maupun internasional dipastikan ikut berpartisipasi dalam ajang tersebut.

Dengan skala penyelenggaraan yang semakin besar setiap tahunnya, IMX 2026 diproyeksikan menjadi salah satu festival modifikasi paling bergengsi di Asia Tenggara sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai pusat kreativitas industri modifikasi otomotif kawasan.

Toyota AE86 BEV dan H2

Toyota AE86 Restomod Jadi EV Bertransmisi Manual dan Mobil Hidrogen!

Pertanyaan kami soal kenapa ada gambar Toyota AE86 di mock-up booth Toyota di Tokyo Auto Salon 2023 akhirnya terjawab. Ternyata bukan cuma hiasan, tapi memang ada sepasang mobil legendaris itu di panggung. Keduanya merepresentasikan kemampuan Toyota dalam hal restomod.

Toyota AE86 Hidrogen

Konversi mobil tua jadi kendaraan listrik (EV) memang bukan hal baru. Di Indonesia juga ini sedang ramai dilakukan para penyuka mobil lawas. Bagi Toyota, ada nilai sentimentil sekaligus unjuk kebolehan kemampuan mereka. Satu Toyota AE86 dikonversi jadi EV berbasis baterai, satunya lagi adalah AE86 yang bergerak dengan sumber tenaga hidrogen. Ya, hidrogen.

hidrogen storage AE86

Toyota AE86 H2 berbasis Trueno dengan lampu pop-up yang khas. Dibiarkan berpenampilan standar ala ‘tukang tahu’ di film Initial D yang mempopulerkan mobil ini. Tapi di bagasinya ada tempat penyimpanan Hidrogen yang diambil dari Toyota Mirai.

Mesin AE86 H2

Mesin standar AE86 digerakan hidrogen

Sementara penggerak empat silinder di depan adalah bawaan asli AE86. Tentunya ada modifikasi di injektor, busi, saluran BBM untuk mengakomodir hidrogen. Menurut Toyota, mereka membuat mobil ini sedemikian rupa, sehingga suara hingga getarannya persis AE86 konvensional.

Toyota AE86 BEV

Sementara itu, AE86 BEV mengambil basis Levin dengan lampu kotak. Lagi-lagi penampilannya standar saja. Penggerak listriknya menarik. Motor listrik memakai punya Toyota Tundra, baterai dari Prius Plug-in Hybrid serta beberapa komponen yang dipinjam dari produk Toyota dan Lexus lainnya.

Toyota AE86 BEV

Penggerak Toyota AE86 BEV diambil dari Tundra

Transmisi Masih Manual

Ini mungkin yang bikin kami angkat jempol. Toyota menyatakan mereka masih mempertahankan penggunaan transmsi manual. Alasannya, demi mempertahankan keseimbangan bobot yang mendekati versi aslinya. Raksasa otomotif Jepang ini juga meyakini, dengan transmisi ini di EV mampu memberikan pengalaman berkendara yang unik.

Interior AE86 H2

Ya pasti. Kami hanya belum terbayang seperti apa rasanya lontaran tenaga mobil listrik, tapi disalurkan melalui gearbox dengan kopling dan perpindahan manual.

Untuk menegaskan kalau mobil ini ramah lingkungan, proses restorasi di beberapa bagian juga menggunakan bahan daur ulang. Contohnya pada seat belt. Kursi juga tidak bikin baru, melainkan hasil restorasi.

Sayangnya, ini hanyalah mobil percontohan. Toyota belum ada rencana untuk melangkah lebih lanjut. Meski, menurut kami, harusnya mudah saja untuk mereka menyediakan dan menjual kit untuk konversi. Setuju?