BMW Gugat BYD karena penggunaan nama M6

BYD Digugat BMW Indonesia, Ini Alasannya

BYD digugat oleh BMW Indonesia atas penggunaan nama M6 oleh BYD. Seperti diketahui, BYD M6 sudah beredar beberapa bulan di Indonesia dan merupakan MPV berpenggerak listrik yang cukup laris. Dan jujur saja, kami tidak terkejut hal ini bisa terjadi. 

Gugatan tersebut sudah masuk ke Pengadilan Niaga Jakarta Pusat dengan nomor perkara 19/Pdt.Sus-HKI/Merek/2025/PN Niaga Jkt.Pst.

Hal ini diajukan karena BMW sudah mematenkan nama M6 untuk mobil performa tinggi, BMW M6 adalah mobil legendaris di seluruh dunia, meski saat ini sudah (sedang) tidak dipasarkan.

BYD M6 2024

Jodie O’Tania, Director Of Communication BMW Group Indonesia mengkhawatirkan penggunaan nama M6 oleh merek lain akan menimbulkan kebingungan. Selain itu, gugatan tersebut juga untuk melindungi hak kekayaan intelektual yang dipegang secara sah oleh BMW.

“BMW M6 adalah model ikonik dalam lini BMW M yang dikenal secara global atas performa tinggi, teknologi inovatif, dan eksklusivitas. Penggunaan merek M6 oleh pihak lain dapat menimbulkan kebingungan di kalangan pelanggan dan masyarakat. Oleh karena itu, kami mengambil langkah hukum bukan hanya untuk melindungi hak BMW, tetapi juga demi kepentingan pelanggan kami di Indonesia,” kata Jodie, dikutip dari Antara (04/03).

Langkah BMW dalam mempraktekan haknya ini merupakan bentuk cerminan akan pentingnya perlindungan hak kekayaan intelektual, khususnya di bidang otomotif. Selain itu, BMW merupakan produsen mobil premium dengan reputasi yang dibangun puluhan tahun.

BMW M6 2018

BMW M6 adalah salah satu prestasi mereka di bidang riset dan pengembangan serta produksi mobil sport berperforma. Karena itu, tidak perlu heran kalau BMW ‘bergerak’ ke ranah hukum, untuk mempertahankan nama ini. Nama yang menempel di produk yang tidak sembarangan.

Selain itu, dikatakan juga oleh Jodie penggunaan nama M6 oleh pihak yang tidak berwenang dapat merugikan pelanggan dan mitra BMW, di Indonesia. Munculnya nama M6 dari merek lain, bisa menimbulkan kesalahpahaman dalam hal kualitas dan orisinalitas produknya.

Kena Juga di Negara Sebelah

BYD Dolphin mini atau Seagull

Soal BYD digugat oleh BMW juga terjadi di Australia. Hal ini karena akan digunakannya nama BYD Dolphin Mini.

Meskipun mobilnya belum ada, tapi gugatan penggunaan nama Dolphin Mini ini sudah masuk ranah hukum Australia. Namun belum ada tanggapan dari pihak BYD setempat.

Untuk diketahui, BMW telah mematenkan nama Mini sejak 1997. Makanya di Australia, tidak ada mobil yang menggunakan nama Mini. Begitu BYD mau menggunakan nama yang ‘berbau’ Mini, BMW langsung waspada.

BYD Dolphin Mini atau dikenal juga sebagai BYD Seagull, adalah mobil berukuran sub-compact yang diposisikan di bawah Dolphin yang sudah ada sekarang. Nama ini juga sudah terdaftar di Pangkalan Data Kekayaan Intelektual (PDKI) sejak tahun lalu. 

Toyota Previa generasi ketiga facelift

Toyota Previa Mau Ada Lagi, Jadi MPV Listrik Pertama Toyota

Di Indonesia, Toyota Previa atau Estima memang ditelan oleh kepopuleran Alphard. Toyota sendiri, menonaktifkan nama Estima/Previa sejak 2020 lalu. Namun ada kabar baru, Toyota Previa/Estima akan jadi mobil listrik.

Menurut situs Best Car, yang prediksinya cukup presisi, Toyota Estima akan dihidupkan kembali dan jadi mobil yang penting bagi pabrikan Jepang itu. Estima akan jadi MPV listrik pertama yang keluar dari lini produksi mereka.

Toyota Estima/Previa generasi pertama

Sedikit sejarahnya, Toyota Estima yang dinamai Previa di pasar global, dan Tarago di Australia, hadir dalam tiga generasi dalam rentang waktu 30 tahun. Di Indonesia, Previa generasi ketiga diimpor resmi oleh Toyota Astra Motor mulai 2007, meski tidak lama dipasarkan. Hanya sekitar satu sampai dua tahunan.

Di luar negeri, Estima generasi ketiga ini panjang umurnya. Bahkan ada yang dilengkapi teknologi hybrid. Di Jepang dan Australia, MPV tiga baris ini cukup populer. Di China, desain Estima bahkan jadi ‘inspirasi’ untuk BYD M6 generasi pertama tahun 2010

Jadi Mobil Listrik

Nah, soal Estima/Previa EV, dikabarkan bahwa mobil ini sedang dalam tahap pengembangan. Platformnya E-TNGA bermotor listrik tunggal menggerakan roda depan, dengan opsi AWD. E-TNGA memang bisa mengakomodir hal itu.

Menurut Best Car, dimensi panjangnya sekitar 4,8 meter dengan lebar 1,8 meter dan tinggi 1,7 meter. Jarak sumbu roda (wheelbase) diperkirakan 2,9 meter.

Toyota Previa/Estima beru akan jadi MPV listrik

Yang bikin penasaran adalah bentuknya nanti. Kalau diperhatikan dari tiga generasi yang ada, Toyota Previa/Estima memiliki garis desain yang unik, terutama dari kap mesin hingga ke lengkungan atap.

Soal kabin, kami yakin akan lega. Versi ICE yang ada sekarang pun mampu memberikan kelegaan yang optimal di ketiga barisnya berkat lantai yang rata. Ditambah konfigurasi kursi yang fleksibel.

Toyota Previa listrik diperkirakan akan masuk jalur produksi pada 2026 nanti. Dan kami tidak akan terkejut kalau namanya nanti Previa bZ6M.

Sumber: Best Car Web

BYD M6

BYD M6, Sudah Tepat Bagi Konsumen MPV Tanah Air?

Kehadiran M6 di pameran Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2024 silam, memang menjadi magnet kuat bagi pengunjung untuk ‘melipir’ ke booth BYD. Ya, BYD M6 seperti menjadi sosok baru di pasar yang cukup digemari oleh konsumen Tanah Air, yakni Multi Purpose Vehicle (MPV) dengan tempat duduk tiga baris. Apalagi mampu memuat enam hingga tujuh penumpang.

BYD M6 ini sukses membuat ‘sakit gigi’ sejumlah produsen lain di pasar tersebut. Sudah MPV dengan tempat duduk tiga baris, kapasitas penumpang mencapai tujuh orang, bertenaga listrik pula. Singkat kata, memang disesuaikan dengan kebutuhan mobilitas keluarga di Indonesia. Saat GIIAS 2024 lalu, kami sempat mencoba BYD M6 secara singkat di area test drive. Namun, untuk merasakan rasa berkendaranya, memang harus di perjalanan jarak jauh.

Hadir dengan tiga varian

Rasa penasaran kami terhadap BYD M6 terbayarkan saat menempuh perjalanan dari Jakarta menuju Bandung, dan sebaliknya. Rute sejauh lebih dari 330 km, kami lalui dengan melewati berbagai variasi medan jalan. BYD M6 hadir dalam tiga varian, yaitu M6 Standard, M6 Superior, dan M6 Superior Captain Seat. 

Panjang bodi 4.710 mm dengan wheelbase 2.800 mm, membuat BYD M6 menawarkan kenyamanan berkendara. Desain bagian depan yang aerodinamis, mampu mengoptimalkan aliran udara saat melaju. Mengisi keempat ruang spakbor ialah velg 17 inci dengan balutan ban 225/55 R17. Khusus pada varian Superior dan Superior Captain Seat, terdapat panoramic glass roof serta roof rail pada bagian atap.

Layar tengah bisa diputar

Masuk ke kabin, BYD M6 memiliki layar tengah berukuran 12,8 inci dan mampu diputar secara 90 derajat. Sistem infotainment didukung Apple Carplay dan Android Auto, termasuk fitur bluetooth memungkinkan pengemudi mengintegrasikan ponsel dengan mudah. Sedangkan joknya dibalut dengan material kulit sintetis. Lagi-lagi, fitur ventilated seat hanya ada pada varian Superior dan Superior Captain Seat saja.

BYD M6 varian Standard ditenagai oleh Blade Battery berkapasitas 55,4 kWh, yang menghasilkan tenaga 120 kW (setara 161 hp) dengan jarak tempuh sejauh 420 km. Sedangkan varian Superior dan Superior Captain, ditenagai Blade Battery berkapasitas 71,8 kWh. Sehingga menghasilkan tenaga 150 kW (setara 201 hp) dan jarak tempuhnya mencapai 530 km.

Sprint 0-100 km/jam cukup 8,6 detik

Kami membesut BYD M6 Superior, dengan torsi maksimum 310 Nm. Akselerasi 0-100 km/jam diklaim hanya 8,6 detik. Oke juga untuk sebuah kendaraan keluarga… Top speed dibatasi pada 180 km/jam. Kami membuktikan nikmatnya torsi besar mobil ini. Tanjakan curam di sekitar wilayah Ciater, Cikole, hingga Ciburial, semua dilibas dengan mudah tanpa harus bersusah payah.

Aksi suspensi juga memiliki karakter yang kami anggap unik. Di saat menghajar polisi tidur ukuran kecil maupun lubang di jalanan, meskipun di kecepatan rendah, maka akan terasa kurang nyaman. Tapi, ketika melewati jalanan bergelombang maupun ketika menikung di kecepatan sedang, BYD M6 malah terasa oke. Settingan suspensi macam apa ini, heran… Setidaknya, kaki-kaki menggunakan McPherson strut pada bagian depan dan Multi-link untuk bagian belakang.

Kesimpulannya, BYD M6 menjadi senjata baru untuk meraih simpati masyarakat Indonesia, terutama yang sedang mengincar MPV listrik untuk aktivitas keluarga. Lagipula, harganya mulai dari Rp 379 juta hingga Rp 429 juta. PT BYD Motor Indonesia mengakui sudah punya lebih dari 1.600 Surat Pemesanan Kendaraan (SPK) untuk M6, sejak GIIAS 2024 lalu. Keren juga…

Mengenal BYD M6 di Indonesia, Apa Yang Bikin Harganya Menarik?

BYD M6 yang muncul di Indonesia melalui event GIIAS 2024, cukup membuat pasar terkejut. Bagaimana tidak, dengan harga (mulai dari) Rp 379 juta, Anda sudah dapat mobil listrik tujuh penumpang.

Yang menarik adalah, dengan dimensi 4,7 meter (panjang), mobil ini hampir menyamai dimensi Toyota Innova Zenix.

BYD M6 meluncur di giias

Tidak kalah menarik, di kelas MPV dengan rentang harga Rp 300 juta – Rp 400 juta, mobil ini memiliki performa paling tinggi ( varian Superior dan Superior Captain) dengan tenaga 201 hp.

Apa Yang Kurang?

Sebagai MPV 7-seater berpenggerak listrik, tidak ada yang menyangka harganya bisa sekompetitif itu. Jadi, kami coba cari tahu kenapa bisa ‘murah’.

Yang terlihat pertama adalah, instrument cluster terlihat lebih moderat. Masih menggunakan jarum, Mulai dari speedometer, hingga indikator baterai. MID berformat digital ada di tengahnya. 

Selain itu, yang kami rasakan juga, kualitas kabin yang berada di bawah model BYD lain yang ada di Indonesia. Door trim berbahan campuran plastik dan material padded (empuk). Kemudian kualitas plastik keras yang digunakan terasa seperti yang biasa ada di Low MPV. Meskipun, masih terasa wajar dengan harganya.

Ruang kaki dan kepala terbilang luas. Serta jok kulit dengan pendingin terasa cukup meyakinkan. Untuk penilaian yang lebih detail, kami akan update kembali. 

Sepintas, kualitas kabinnya setara dengan Low MPV yang memang rentang harganya demikian. Sepintas.

Siapa M6?

Merunut sejarahnya, M6 sebetulnya diungkap di Thailand pada Maret 2024, dengan nama BYD Song Max. Kemudian bulan Mei lalu, kembali diungkap sebagai BYD M6. Jadi, ya sebut saja BYD M6 untuk di Indonesia.

Dilihat lebih jauh ke belakang, nama M6 sendiri, pada 2010 dipakai untuk MPV yang lebih besar, yang desainnya mirip Toyota Previa/Estima.

Delivery

M6 membuat booth BYD sesak oleh mereka yang tertarik. Kami pun memperkirakan, SPK mobil ini akan membludak.

Eagle Chaw, pimpinan BYD Indonesia menegaskan, mereka berusaha sekuat tenaga untuk memenuhi permintaan pasar Indonesia.

“Sejalan dengan peluncuran ini, pabrik kami di China sudah memproduksi mobilnya,” kata Chaw.

MPV Listrik BYD M6 Mulai Dijual, Harganya Menggiurkan

BYD Indonesia memberikan kejutan di GIIAS 2024 dengan memboyong MPV BYD M6. Tidak kalah mengejutkan adalah daftar harganya.

M6, MPV pertama BYD di Indonesia, diklaim sebagai mobil listrik yang memang didesain untuk memenuhi kebutuhan pangsa pasar negara ini. Salah satu pembuktiannya adalah, M6 dibekali kapasitas enam dan tujuh penumpang, dengan desain yang terlihat modern dan rapi.

BYD M6 diperkenalkan sebagai MPV listrik pertama yang dibawa oleh BYD ke Indonesia. Kapasitasnya 6-7 penumpang.

Tersedia dalam varian Standard, Superior, Superior Captain (baris kedua captain seat). Dimensi panjangnya 4.710 mm. Untuk informasi, panjagnya ini mendekati Innova Zenix (4.755 mm).  Sedangkan lebar 1.810 mm, dan tinggi 1.690 mm. Kemudian, wheelbase-nya mencapai 2.800. Dibanding Zenix, jarak sumbu roda M6 lebih pendek 50 mm. 

Sebagai sumber energi, seperti biasa menggunakan baterai Blade yang merupakan teknologi khas BYD. Untuk penggerak, motor listrik M6 Standard bertenaga 120 kW (160,9 hp), sedangkan kedua tipe Superior bertenaga 150 kW (201,1 hp). Besaran torsi semua sama-sama 310 Nm. Top speed-nya diklaim 180 km/jam.

Jarak tempuh untuk varian Superior mencapai 530 km. Sementara M6 paling bawah diklaim mampu menempuh 420 km. Angka yang cukup masuk akal.

Nah, yang paling menarik adalah harganya. BYD M6 benar-benar menyenggol harga low MPV seperti Toyota Avanza, Daihatsu Xenia, Mitsubishi Xpander atau Hyundai Stargazer. 

Berikut daftar harga BYD M6:
  • Standard Rp 379.000.000
  • Superior Rp 419.000.000
  • Superior Captain Rp 479.000.000