Fiat 500e Gelateria Edition Andalan Baru Pedagang dan Pecinta Gelato

Pemberlakuan zona sangat rendah emisi atau Ultra Low Emission Zone (ULEZ) telah merambah ke sejumlah kota di Inggris. Regulasi tersebut berdampak pada mobil food truck dan mobil es krim. Momen ini pun dimanfaatkan dengan cerdas oleh Fiat. Pabrikan Italia ini menyulap mobil listrik Fiat 500e menjadi kedai es krim berjalan. Namanya Fiat 500e “Gelateria Edition”

 

Tukang Es Krim Keliling

Dalam mewujudkan konsep mobil kedai es krim ramah lingkungan, Fiat memanfaatkan 500e convertible. Tak sekadar bebas emisi gas buang. Ukurannya yang kecil membuat mobil dapat dengan mudah melintasi jalan yang relatif sempit serta parkir di tepi jalan maupun seputar taman.

Selain itu, daya baterai yang diusung dapat dimanfaatkan untuk berbagai perangkat listrik seperti kulkas maupun mesin dispenser es krim.

Interior Dirombak Total

Sesuai konsepnya sebagai mobil kedai es krim gelato, maka interior kabin Fiat 500e pun dirombak total.

Agar gelato tetap dingin, di dalam kabin terdapat dua buah freezer yang memanfaatkan daya listrik dari baterai. Masing-masing freezer memiliki kapasitas 30 liter.

 

Baterai berkapasitas daya 42 kWh yang diusung Fiat 500e diklaim cukup untuk mengoperasikan seluruh perangkat listrik kedai es krim. Hanya saja jarak tempuh maksimumnya kini tak lagi bisa mencapai 260 km.

Di dalam kabin pun terdapat baki dan wadah khusus penyimpan cone, gelas dan sendok es krim.

Bangku lipat pun tersimpan rapi di dalam ruang penyimpan khusus. Pembeli es krim dapat duduk santai saat menunggu pesanan atau sembari menikmati es krim. Mobil ini bahkan dilengkapi dengan payung kanopi lipat ala van es krim sungguhan.

Nah, agar semua perabot jualan es krim tersebut dapat dimuat di dalam kabin, jok penumpang pun dicopot. Penjaja yang berdiri menyembul dari sun roof dapat bergerak leluasa saat meracik dan melayani pembeli. Mobil ini bahkan dikatakan dapat melayani 300 pelanggan per hari. 

Eksterior Es Krim

Pewarnaan interior kabin pun dikemas dengan kombinasi warna yang menggugah selera makan. Nuansa warna krem yang membalur dashboard, fender, pintu dan kap bagasi diimbuhi tulisan “Gelateria”.

Agar serasi, tampilan eksterior pun dikemas dengan tematik ala mobil es krim. Sekujur bodi dicat dengan kombinasi two-tone yang memadukan warna biru muda pastel dengan sapuan nuansa warna krem. Bagai perpaduan es krim rasa mint dan moccha.

Kombinasi warna tersebut terinspirasi dari warna kanopi kedai es krim di Italia pada era 50-an. Sebagai sentuhan akhir, tak lengkap rasanya jika mobil kedai es krim tanpa suara sirine dan musik yang khas. Semua orang spontan akan segera menghampiri begitu mendengarnya.

 

Gelato Ala Fiat

Tak hanya memodikasi mobil 500e jadi kedai es krim. Fiat bahkan meracik es krim gelato dengan cita rasa baru, Bicerin. Terinspirasi dari minuman tradisional khas kota Turin. Gelato rasa Bicerin racikan Fiat ini terbuat dari campuran kopi, cokelat dan susu sereal.

Sayang, karena hanya sebatas mobil konsep, maka mobil listrik Fiat 500e “Gelateria Edition” cuma dibuat satu unit saja.

Meskipun demikian, mobil konsep ini merupakan ide pemasaran yang brilian. Terlebih kalau regulasi area dengan pembatasan emisi seperti ULEZ benar-benar diterapkan di seantero Eropa. 

 

Fiat Topolino EV, Mobil Pantai Yang Eyecatching

Kembaran dari mobil listrik mungil Citröen Ami dan Opel Rocks-e di pasar Eropa akan bertambah satu lagi. Grup raksasa otomotif Stellantis akan segera meluncurkan dalam versi Italia: Fiat Topolino.

Jika wujud Citröen Ami dan Opel Rocks-e lebih terlihat semi futuristik. Fiat Topolino mengusung gaya retro-modern. Nah, anda penasaran bukan?

Topolino, Nostalgia Mobil Mungil Italia

Sebelumnya, New 500 mungkin adalah mobil listrik terkecil dari Fiat. Namun kini tidak lagi. Topolino yang merupakan quadricycle bertenaga listrik kembaran Citröen Ami ukurannya jauh lebih imut.

Bentuknya terlihat seperti Fiat 500, namun dilengkapi dengan atap kanvas dan tanpa pintu. Desain tanpa pintu pada Topolino penghisap elektron ini mengingatkan pada mobil pantai “Spiaggina”, berasal dari kata Spiaggia yang dalam bahasa Italia artinya “Pantai”.

Lahirnya mobil pantai Spiaggina  bermula dari pesanan khusus “Big Boss” FIAT, Gianni Agnelli di tahun 1956. Mobil rancangan Pininfarina ini berbasis dari ‘city car’ Fiat 600 Multipla. Mobil ini khusus digunakan untuk mengantar tamu pribadi CEO FIAT nan eksentrik tersebut di villa dan dermaga yacht pribadinya di pesisir pantai Nice, Perancis.

Beberapa tahun kemudian, muncul model sejenis yang dipasarkan secara luas ke seantero Eropa yakni Fiat Jolly. Desain rancangan biro karoseri Ghia ini diproduksi pertamakali tahun 1958. Bentuknya yang unik membuat Fiat Jolly begitu populer dan laris manis di pasaran.

Label nama Topolino merupakan julukan populer untuk model Fiat 500 generasi pertama yang diproduksi pada tahun 1936.

Desain Retro-Modern Khas Italia

Dari segi desain, Fiat Topolino EV sangat kental dengan gaya tampilan dari mobil Fiat 500 1957. Mulai dari desain headlamp bulat, atap kanvas top, dop velg ala mobil retro, hingga laburan warna pastel yang cerah dan unik.

Kemasan warna warni nan meriah pun disematkan pada area interior. Mulai dari area dashboard hingga lapisan jok tampil dengan nuansa warna yang ceria. Fiat Topolino EV memang dirancang sebagai mobil santai untuk bersenang-senang.

Apakah Speknya Serupa Dengan Citröen Ami?

Fiat Topolino EV dan juga Citröen Ami pada dasarnya merupakan sebuah quadricycle yang kurang lebih mirip mobil golf.

Mobil jenis ini dapat dikendarai di jalan raya dalam kota. Di kawasan Eropa dan Amerika Serikat, batas usia minimum pengemudi berkisar antara 14-16 tahun. Dengan demikian, ada kemungkinan Fiat Topolino EV juga bakal dipasarkan di AS yang melegalkan penggunaan kendaraan jenis ini di jalan raya. Selain itu, daratan Amerika Serikat dan wilayah kepulauan Hawaii cukup banyak memiliki kawasan wisata pantai.

Untuk saat ini pihak pabrikan belum mengungkap data teknis lengkap Topolino EV.  Meskipun demikian, diperkirakan basis platform rancang bangun yang digunakan identik dengan Citröen Ami.

Jika memang identik, maka Fiat Topolino EV bakal dibekali dengan motor listrik penggerak berdaya 6 kW atau setara 8 hp. Pasokan daya listrik pun akan bersumber dari baterai lithium-ion berkapasitas daya 5.5 kWh.

Karena jenisnya tak beda dengan mobil golf, kecepatan maksimumnya kurang lebih 45 km/jam. Kapasitas baterainya yang kecil membuat jarak jelajah maksimumnya pun terbatas, tak lebih dari 70 km.

Stellantis belum lama ini menyuntik dana investasi sebesar €300 juta untuk meningkatkan kapasitas produksi fasilitas manufaktur Kenitra di Maroko. Ada kemungkinan Fiat Topolino EV juga akan diproduksi di tempat ini seperti halnya Citröen Ami.

Meskipun label harganya belum diumumkan, diperkirakan harga jualnya tak jauh berbeda dari Citröen Ami yang telah lebih dulu beredar di pasar Eropa. Ya, kurang lebih harga jualnya bakal berada di kisaran €7,000 atau setara Rp 112 jutaan. Itu belum termasuk insentif pembelian mobil listrik yang berlaku di sejumlah negara Eropa.

Profil: David Franklin Tak Pernah Bosan Beli Fiat

David Franklin Sudah 55 kali membeli mobil Fiat sepanjang hidupnya.

Jika ada pemilik mobil yang amat berdedikasi terhadap sebuah merk kendaraan, mungkin David Franklin merupakan salah satu orang yang termasuk di dalamnya. Kenapa? Karena pria berusia 84 tahun ini baru saja membeli produk Fiat dan mobil tersebut menjadi Fiat miliknya yang ke-55. Ya, Anda tak salah baca, ia telah memiliki mobil Fiat sebanyak 55 kali sepanjang hidupnya.

Pria asal Buckinghamshire, Inggris, telah memiliki produk Fiat sejak tahun 1963, yakni ketika dirinya membeli sebuah 500D berwarna merah. Uniknya, mobil baru yang ia beli di tahun 2022 ini ialah New 500 (RED) Edition versi listrik, tentunya berwarna merah pula.

Hubungan David Franklin dengan Fiat bermula di tahun 1962, ia bergabung di distributor Fiat sebagai Progress Chaser, di kota Wembley, Inggris. Dalam kurun waktu satu tahun, ia membeli sebuah 500D. Selama 12 tahun bekerja di perusahaan yang sama, ia memiliki karir yang meningkat. Setelah Progress Chase, menuju Car Tester, Technical Representative, Technical Office Manager, dan puncaknya sebagai Operations Manager.

Bersama produk Fiat pula ia sering ikut event motorsport di banyak kota. Sepanjang tahun 1963 hingga 1967, David telah mengikuti tak kurang dari 31 event balap. Lalu, deretan mobil yang dia gunakan untuk event balap ialah Fiat 500, Fiat 500 Abarth, Fiat 1500, Fiat 850, Fiat 850 Coupe, dan Fiat 850 Idromatic.

Saat David harus meninggalkan aktivitasnya di kantor dan bekerja di perusahaan milik keluarganya di tahun 1974, loyalitasnya terhadap Fiat tetap terjaga, Sehingga selalu ada mobil Fiat di garasi rumahnya. “Saya mengendarai bermacam mobil Fiat selama hampir 60 tahun. Sudah begitu banyak jarak tempuh yang dilalui oleh saya dan keluarga bersama mobil Fiat. Sebelum pandemi COVID-19 melanda dunia, saya dan istri saya pasti pergi ke Italia, setidaknya satu kali dalam setahun. Terkadang dua kali dalam setahun, saat anak-anak kami masih kecil,” ujar David.

Kini pengalaman berkendaranya semakin lengkap dengan hadirnya Fiat New 500 (RED) Edition bertenaga listrik. “Unit 500 ini layaknya kendaraan Fiat lainnya, karena tetap menyenangkan saat dikendarai. Tenang, kencang, dan pengendaliannya mantap. Terkadang kacamata saya tiba-tiba terlempar ke jok belakang saat saya berakselerasi,” kelakarnya. Kami rasa David Franklin ingin bernostalgia kembali bersama Fiat 500…