Riddara RD6, EV untuk outdoor lifestyle

Spyshoot: Kenapa Ada Geely RD6 Pro Double Cabin Berkeliaran di Jakarta

Bukan rahasia kalau Geely punya banyak merek yang mereka kelola. Salah satunya adalah Radar Auto, atau Riddara di pasar global. Produknya, yang Anda lihat ini. Inilah pickup double cabin RD6 Pro Electric Vehicle.

Entah untuk tujuan apa RD6 ada di Indonesia. Pihak Geely Indonesia menegaskan mereka tidak (belum) akan membawa mobil ini untuk dijual di Indonesia. “Yang ini (RD6) belum (akan dipasarkan). Mungkin ada yang bawa sendiri,” kata Yusuf Anshori, Marketing Director Geely Indonesia.

Yang pasti, sah saja kalau memang ada yang mau jualan mobil doubel cabin listrik. Meski pasti tidak mudah, apalagi jadi yang pertama menjajakan EV dalam format d-cab.

Geely RD6 Pro di Jakarta

Yang menarik adalah, RD6 Pro menanggalkan merek Radar atau Riddara, tapi terlihat jelas mengusung nama Geely.

Tapi di balik itu, Riddara atau Radar adalah merek yang fokus mengembangkan mobil listrik dengan tema outdoor lifestyle yang kuat. Mereka bergerak secara independen, bahkan punya fasilitas riset sendiri di Hangzhou, Tiongkok.

Spesifikasi RD6

Riddara/Radar/Geely RD6 Pro berdiri di atas platform Sustainable Experience Architecture (SEA). Tersedia dalam versi RWD dan AWD yang sayangnya, versi gerak empat roda itu tersedia untuk beberapa pasar saja seperti China dan UAE.

Untuk versi RWD, tenaga yang dihasilkan menyentuh 268 hp, memiliki kemampuan menarik beban (towing) hingga 2,5 ton dan kemampuan angkut 775 kg.

Geely RD6

Opsi baterainya ada dua, yang pertama adalah 63 kWh dengan jarak tempuh 385 km. Versi lebih jauh memiliki jarak tempuh 517 km (keeduanya berdasarkan CLTC) dengan kapasitas baterai 86 kWh.

Lalu vesi AWD pastinya lebih galak. Mengutip spesifikai di kawasan UAE, RD6 memiliki output hingga 415 hp dari kedua motornya. Versi ini, diklaim mampu menyelesaikan 0-100 km/jam dalam 4,5 detik.

Ada dua versi untuk RD6 AWD, berdasarkan kapasitas baterai. yang pertama adalah 73 kWh dengan jarak tempuh (berdasarkan NEDC) 424 km. Versi long range dibekali baterai 86 kWh dengan jarak tempuh 455 km.

Kemudian secara dimensi, mirip seperti Toyota Hilux atau Ford Ranger. Panjangnya 5.260 mm, lebar 1.900 mm dengan tinggi 1.880 mm. Wheelbase-nya 3.120 mm. 

Porsche 911 Carrera S 2025 Mulai Dijual Tanpa Transmisi Manual

Porsche 911 (992.2) Carrera S model tahun 2025 resmi diperkenalkan, di Amerika Serikat. Memang agak terlambat, pasalnya 911 generasi 992.2 sudah launching sejak Mei tahun 2024 lalu.

Porsche 911 (992.2) Carrera S posisinya berada diatas Carrera standar dan Carrera T, dan selevel dibawah varian Carrera GTS generasi terbaru berteknologi T-Hybrid.

Upgrade Tampilan

Dari segi tampilan eksterior, sepintas nyaris tak ada perbedaan dengan Carrera T. Meski kini Carrera S dilengkapi dengan headlamp LED Matrix.

Kemasan interior Porsche 911 Carrera S terbaru ini pun lebih mewah dari dua varian dibawahnya. Jok, headrest, setir hingga bagian atas dashboard berlapis kulit NuBuck.

Baik versi Coupe maupun Cabriolet dilengkapi jok belakang ekstra. Khusus versi Coupe, jok belakang tambahan bisa dilepas.

Porsche juga menawarkan program Exclusive Manufaktur. Tersedia paket interior berlapis full kulit dengan 48 kombinasi warna.

Tenaga Naik

Mesin boxer 6-silinder 3.0-liter twin-turbo yang dibekalkan tak berubah. Sama seperti Carrera standar tanpa imbuhan huruf “S”. Hanya beda output performanya saja.

Untuk tahun 2025, Porsche 911 Carrera S mengalami sedikit peningkatan performa sebesar 30 hp.

Meskipun hanya naik ‘sedikit’, tapi untuk mencapainya bukan hal sepele. Mulai dari perangkat turbo hingga sistem pendingin udara yang masuk ke turbonya diupgrade.

Agar aliran gas buang kian lancar, Carrera S dilengkapi Sport Exhaust System dengan muffler tip warna silver.

Output tenaga pun terdongkrak dari 443 hp menjadi 473 hp. Torsi puncak tetap 529 Nm. Hasilnya, akselerasi 0-100 km/jam hanya butuh 3,1 detik. Sekira 0,2 detik lebih gesit dari Carrera S versi sebelumnya. Top speed tembus 307 km/jam. Hal ini bisa tercapai jika dilengkapi paket Sport Chrono.

Porsche 911 Carrera S kini hanya tersedia opsi transmisi automatic kopling ganda (PDK) 8-speed. Transmisi manual 7-speed tak lagi tersedia. Jika ingin transmisi manual, pilihannya Carrera T

Upgrade Paket Fitur

Rem pun turut diupgrade. Carrera S kini dibekali penahan laju dari Carrera GTS versi terdahulu. Cakram depan berukuran 408 mm, belakangnya 380 mm.

Pelek pun kini pakai ukuran 20-inci (depan) dan 21-inci (belakang). Sistem suspensi diupgrade dengan peredam hidrolik versi terbaru. Penyaluran daya ke roda makin berimbang berkat paket Porsche Torque Vectoring Plus.

Jika kurang puas dengan standar, tersedia paket opsional. Mulai dari upgrade rem dengan Porsche Ceramic Composite Brakes (PCCB) hingga PASM Sport Suspension.

Konsumen juga bisa menambahkan fitur rear-axle steering system yang akan meningkatkan stabilitas pada kecepatan tinggi dan kemampuan bermanuver pada kecepatan relatif rendah. Kinematika gardan depan dan rasio kemudi pun turut ditingkatkan.

Harganya? Porsche 911 (992.2) Carrera S versi Coupe kini dibanderol mulai dari $146.400 (Rp 2,37 miliaran). Sedangkan versi Cabriolet label harganya mulai dari $159.600 (Rp 2,59 miliaran). Harga off-the road, belum termasuk biaya lainnya.

 

 

 

Xpeng X9

Erajaya Jadi APM XPENG di Indonesia, Bawa SUV G6 Dan MPV X9

Sesuai prediksi, merek mobil listrik Tiongkok, XPENG masuk ke Indonesia tahun 2025 ini. Xpeng akan berada di bawah naungan Erajaya Active Lifestyle (ERAL), dan mulai berjualan di kuartal pertama 2025.

Menurut siaran pers yang kami terima hari ini (31/12), XPENG dan ERAL menandatangani nota kesepahaman yang dilakukan di Jakarta. Dilakukan oleh Djohan Sutanto, CEO Erajaya Active Lifestyle dan Alex Tang selaku Head Of International Sales & Service XPENG.

Penandatanganan MoU antara Xpeng dan Era jaya Active Lifestyle

“Kemitraan kami dengan ERAL merupakan langkah penting dalam ekspansi global XPENG,” tegas Alex Tang. Ia juga mengatakan bahwa Xpeng akan memperkenalkan standar baru mobilitas kendaraan listrik di Indonesia. “Dengan visi mobilitas yang didefinisikan oleh AI, kami bertujuan untuk merevolusi pengalaman berkendara di Indonesia. Menjadikannya lebih aman, cerdas, berkelanjutan dan menyenangkan di masa depan,” tambahnya.

Sementara itu, Djohan Sutanto mengungkapkan kegembiraanya, “Penandatanganan MoU dengan Xpeng merupakan pencapaian penting dalam perjalanan ERAL. Kami bangga dapat berkolaborasi dengan Xpeng, salah satu pemain EV terkemuka di dunia, untuk mendorong pengembangan industri kendaraan listrik di Indonesia.”

Apa Itu XPENG?

SUV Xpeng G6

XPENG memiliki nama lengkap Guangzhou Xiaopeng Motors Technology Co. Ltd. Mereka memiliki kantor pusat di Guangzhou, provinsi Guangdong, Tiongkok. 

Demi mendukung operasional di pasar global, XPENG Motors memiliki kantor cabang di Munich, Jerman dan di California, Amerika Serikat. 

Untuk awal di Indonesia, Xpeng akan mendatangkan dua produk. Yaitu XPENG G6 yang berformat SUV, serta MPV mewah X9.

XPENG G6 adalah SUV dengan lengkungan atap coupe, yang kerap disandingkan sebagai pesaing Tesla Model Y. Dibangun di atas platform yang bernams SEPA 2.0, mengedepankan kekokohan dimana baterai menjadi satu kesatuan struktural.

Xpeng G6 jadi mobil pertama Xpeng di Indonesia

G6 memiliki beberapa varian penggerak yaitu Rear Wheel Drive (RWD) standard range dengan motor bertenaga 250 hp. Baterainya LFP dengan kapasitas 66 kWh.

Kemudian ada RWD Long Range dengan motor penggerak berkekuatan 292 hp. Tertinggi, G6 AWD yang mampu menggelontorkan 480 hp. Dua varian ini menggunakan baterai NMC berkapasitas 87,5 kWh.

Lalu XPENG X9, seperti disebutkan tadi adalah MPV mewah dengan panjang hampir 5,3 meter. Bentuknya agak unik dengan kaca belakang yang condong ke depan, tidak tegak seperti MPV kebanyakan. 

Xpeng X9, MPV mewah yang unik.

Di balik kulitnya ada motor listrik berkekuatan 315 hp yang menggerakkan roda depan. Atau sepasang penggerak elektrik (versi AWD) bertenaga 500 hp. 

Baterainya ada dua pilihan yaitu LFP 84,5 kWh atau NMC 101,5 kWh. Jarak tempuh? Antara 580-680 km berdasarkan pengetesan NEDC. 

 

 

First Impression: Leapmotor C10

Sinyal kuat bahwa Leapmotor bakal meramaikan pasar kendaraan Tanah Air di tahun depan, memang sudah terlihat jelas. Sebab Stellantis telah ‘berdiskusi’ mendalam bersama Indomobil Group. Namun, nampaknya pihak Indomobil belum mau mengungkap secara terang-terangan. Sepertinya memang mau menyiapkan kejutan terkait brand kendaraan listrik asal China ini.

Meski begitu, kami sempat berjumpa dengan salah satu produk Leapmotor, saat berkunjung ke Prancis, beberapa waktu silam. Produk tersebut ialah Leapmotor C10. Kami merasa mobil ini punya peluang besar untuk masuk ke Indonesia. Alasannya, tak lain didasari oleh segmen yang dituju, yakni Sport Utility Vehicle (SUV). Apalagi pasar SUV masih dilirik oleh konsumen Tanah Air.

Urban SUV

Secara fisik, kami menyukai tampilan Leapmotor C10 ini. Memang tidak mencolok, tapi bisa menarik perhatian. Dimensinya masih oke buat lalu lintas Indonesia. Panjang bodi 4.739 mm, dengan lebar 1.900 mm, tinggi 1.680 mm, dan wheelbase 2.825 mm. Ground clearance yang berada di angka 180 mm, maka SUV ini lebih tepat untuk penggunaan urban.

Bagian depan Leapmotor C10 memiliki desain yang mengundang rasa penasaran. Apalagi ada kontur tegas layaknya mobil sport pada bumper depannya. Sepasang roof bar pada atap, menegaskan karakter sebuah SUV. Sedangkan pada bagian samping bodinya, ada lekukan aerodinamis dan disertai dengan handle pintu model flush-fitting.

Setiap ruang fender diisi dengan velg berukuran 20 inci berdesain sporty. Semoga saja spesifikasinya tidak berubah, dengan yang nanti masuk ke pasar Indonesia. Bagian belakang Leapmotor C10 menampilkan kesan modern yang kuat. Lampu belakangnya terlihat begitu ramping dan kontras dengan dimensi bodi. Sedangkan wiper kaca belakangnya ‘bersembunyi’ di balik spoiler.

Disambut kabin minimalis

Masuk ke kabin, maka akan langsung disambut dengan atmosfer modern yang minimalis. Buat konsumen yang suka ‘keramaian’ interior, sepertinya akan menilai kabin Leapmotor C10 ini terasa sepi. Tapi, bagi konsumen yang menggemari desain interior yang minim tombol fisik, sepatutnya akan merasa ‘sreg’.

Lingkar kemudinya dilengkapi dengan sepasang scroller lima-arah, sehingga memungkinkan pengemudi memilih fungsi kontrol saat berkendara. Dashboard Leapmotor C10 didominasi oleh panel instrumen berukuran 10,25 inci dan layar sentuh mutakhir 14,6 inci.

Interior Leapmotor C10 memang dirancang untuk memberikan kepraktisan. Console tengah dapat digunakan untuk meletakkan aneka barang atau mengisi daya ponsel. Tuas transmisi sengaja diposisikan pada kolom setir, agar tidak menyita ruang pada console tengah. Panoramic glass membentang seluas panel atas bodi, jadi kabin senantiasa terang.

Layak dinantikan

Kami memang tidak berlama-lama menghabiskan waktu dengan Leapmotor C10. Setidaknya kami sempat mencari tahu sumber penggerak SUV ini. Leapmotor C10 mengusung motor listrik 160 kW (setara dengan output 210 hp) dan memiliki torsi maksimum 320 Nm.

Leapmotor mengklaim bahwa battery pack 69.9 kWh yang digunakan, mampu membawa C10 hingga jarak tempuh dalam kisaran 417 km, melalui prosedur pengujian WLTP. Untuk mengisi baterai dalam kondisi 30 persen hingga 80 persen, dengan charger AC 6.6 kW, maka akan menghabiskan waktu sekitar 6,1 jam. Jika menggunakan charger DC, maka cukup 30 menit saja. Jadi, apakah SUV listrik ini patut dinantikan? Kami sih ‘yes’…

Denza D9 EV & PHEV

Lima Mobil Baru Dengan Teknologi Elektrifikasi Untuk 2025

Bicara pasar otomotif Indonesia, 2024 mungkin akan segera dilupakan. Penjualan mobil di tahun 2024 merosot signifikan meskipun merek dan model baru banyak berdatangan. Hingga November, penjualan mobil baru secara retail berdasarkan data Gaikindo, tercatat 806.721 unit.

Dengan sisa Desember, sepertinya akan sulit mencapai target satu juta unit. Meskipun produksi kendaraan roda empat atau lebih, sudah mencapai 1.097.157 unit.

Meski begitu, hal tersebut justru jadi motivasi untuk para produsen mobil untuk menggenjot performa penjualan mereka tahun depan. APM petahana sejak bulan lalu sudah mengumumkan akan membawa mobil baru untuk 2025. Sementara dari Tiongkok, akan ada beberapa merek anyar yang akan hadir di Indonesia.

Jadi, sepertinya berburu mobil baru di tahun 2025 adalah masa yang tepat. Ada apa saja? Beberapa dapat kami sarikan di bawah. Ini adalah hasil perbincangan dengan beberapa sumber.

Denza D9

BYD Denza D9 spyshot

Denza adalah merek baru yang berada di bawah naungan BYD. Merek ini merupakan hasil kolaborasi antara BYD dan Mercedes-Benz, meski akhirnya merek Jerman itu melepaskan seluruh sahamnya di Denza, beberapa waktu lalu.

Produk yang akan dibawa ke Indonesia adalah Denza D9 EV. MPV tiga baris yang mewah, seperti Toyota Alphard. Bocoran dari para tenaga penjual BYD, D9 diperkirakan hadir akan mulai Februari 2025, dengan baterai BYD Blade berkapasitas 103,3 kWh.

Denza D9 sebetulnya punya dua opsi penggerak. Selain listrik, tersedia juga D9 PHEV. Namun versi plug-in hybrid ini belum terdengar akan dibawa ke tanah air.

Geely Galaxy E5

Geely Galaxy E5 akan mengiswi ceruk mobil baru 2025

Galaxy kembali hadir ke Indonesia setelah sekian lama angkat kaki. Dulu Anda mungkin kenal Geely dengan merek Emgrand, kini mereka akan datang ke Indonesia membawa SUV Galaxy E5 terlebih dulu.

E5 merupakan mobil listrik kedua dari keluarga Geely Galaxy, yang ditenagai motor listrik berkekuatan 215 hp. Baterainya ada dua opsi, 49,52 kWh dan 60,22 kWh.

Belum ada informasi kapan merek ini akan beroperasi kembali di Indonesia, tapi kami tidak akan terkejut kalau Indonesia International Motor Show (IIMS) 2025 bakal jadi ajang perkenalan mereka.

Honda e:N1 & StepWGN e:HEV

Honda e:N1 dan StepWGN e:HEV paling dinanti sebagai mobil baru 2025

Honda Prospect Motor (HPM) sedang getol memperkenalkan teknologi elektrifikasi. Antara lain melalui kegiatan City Tour di Yogyakarta beberapa waktu lalu.

Hal ini bukan tanpa alasan karena mereka akan menjual mobil listriknya segera. Meski tidak dipastikan kapan, tapi santer terdengar HPM akan mulai menjual Honda e:N1 di kuartal pertama 2025.

SUV listrik ini mungkin mirip dengan Honda HR-V, tapi di balik bodinya tertanam platform yang beda sama sekali. Dibekali baterai lithium berkapasitas 68.8 kWh. Jarak tempuhnya diklaim hingga 500 km.

Selain e:N1, HPM juga diperkirakan segera menjual Honda StepWGN e:HEV. Kalau memang jadi, StepWGN akan berhadapan langsung dengan Nissan Serena e:Power yang juga berpenggerak hybrid.

Leapmotor

Leapmotor C10 SUV

Leapmotor akan jadi merek baru di bawah naungan manajemen Indomobil dan Stellantis. Sayangnya, Indomobil enggan mengatakan kapan akan memperkenalkan merek ini.

“Nanti diumumkan tahun depan (2025),” kata Tan Kim Piauw, CEO PT Indomobil Nasional Distributor.

Untuk diketahui, Leapmotor adalah merek asal Tiongkok yang berbasis di kota Hangzhou. Mereka spesialis membuat mobil elektrifikasi. Baik itu full EV ataupun EREV (Extended Range EV, ada mesin untuk mengisi ulang baterai).

Merek ini 20 persen sahamnya dikuasai oleh Stellantis, yang kemudian membentuk Leapmotor International. Di bawah Stellantis sendiri, ada mereka Jeep, FIAT, Citroen, Peugeot, Chrysler dan lainnya.

Untuk Indonesia, produk yang akan datang belum diketahui yang aman. Kemungkinannya ada dua yaitu SUV C10 yang sempat juga diperlihatkan pada kami di Paris beberapa waktu lalu. Atau C16, yang baru saja meluncur April 2024 lalu.

mobil konsep suzuki evx

Toyota Dan Suzuki Umumkan Produk Kolaborasi Terbaru, Dijual Tahun Depan

Toyota dan Suzuki mengkonfirmasi akan ada produk bersama lagi. Kali ini formatnya SUV listrik berukuran ringkas, yang akan dipasarkan pertama di India, sebelum masuk pasar global. SUV listrik ini akan dirakit oleh Maruti Suzuki di fasilitas mereka yang ada di Gujarat.

SUV tersebut akan dipasarkan mulai musim semi 2025 mendatang. Yang menarik, selain ini adalah produk kolaborasi pertama dalam bentuk EV, nantinya juga digunakan Daihatsu. Seperti diketahui, Toyota adalah penguasa Daihatsu dan punya lima persen saham di Suzuki.

Toyota Urban Concept akan jadi produk baru kolaborasi Toyota dan Suzuki

Meski informasi lebih detail belum diungkap, tapi diperkirakan ini adalah perwujudan Toyota Urban SUV dan Suzuki EVX, yang diperlihatkan 2023 lalu. Keduanya, kalau diperhatikan memiliki proporsi, garis desain hingga desain lampu belakang yang mirip. Yang pasti, salah satu nilai yang dikedepankan adalah, akan tersedia varian dengan penggerak AWD. Soal angka performa dan jarak tempuh, masih belum dipaparkan.

Produk kolaborasi Toyota dan Suzuki

“Dengan memanfaatkan unit dan platform BEV yang kami kembangkan bersama, kami akan mengambil langkah baru dalam kolaborasi kami di bidang kendaraan listrik,” kata Koji Sato, Presiden Toyota.

“Hal ini akan memungkinkan kami untuk memberikan berbagai pilihan yang berkontribusi pada netralitas karbon bagi pelanggan di seluruh dunia. Kami ingin belajar dari kekuatan masing-masing, bersaing, dan melanjutkan upaya bersama berdasarkan pendekatan multi-pathway.”

Sementara itu, “Kami akan menyediakan BEV pertama kami untuk Toyota secara global. Saya bersyukur kolaborasi kami bisa diperdalam dengan cara ini. Sambil terus menjadi pesaing, kami akan memperdalam kolaborasi dalam memecahkan masalah sosial, termasuk terwujudnya masyarakat netral karbon melalui pendekatan multi-pathway,” ucap Toshihiro Suzuki, presiden Suzuki.

Mitsubishi DST Concept. Calon Xforce 7-seater

Mitsubishi DST Concept, Calon Xforce 7-seater Siap Diproduksi Tahun 2025

Mitsubishi Motors Corporation (MMC) memperkenalkan mobil DST Concept di Philippines International Motor Show (PIMS) pada 24 Oktober kemarin. Sebuah konsep mobil SUV tiga baris, yang ditujukan untuk kawasan Asia. Tentunya, spekulasi soal Xforce 7-seater berkembang lgi kerena mukanya mirip.

Dan bukan cuma bahan studi, Mitsubishi DST Concept dipastikan akan dibuat versi produksinya. Kemungkinan besar akan hadri tahun 2025 mendatang. Meski begitu, MMC masih menutup rapat apa sebetulnya yang ada di balik kulit mobil ini.

Yang pasti, menurut pabrikan Tiga Berlian ini, DST Concept akan melengkapi jajaran SUV mereka di pasar ASEAN. Bergabung bersama Mitsubishi Xfroce, Pajero Sport dan Xpander Cross. Dan bukan menggantikan salah satunya.

Tegap

DST Concept akan masuk jalur produksi tahun 2025

Secara desain, bentuknya yang boxy, grill berdesain tebal, fender yang lebar, menunjukan karakter SUV yang tegas dan tegap. Sepertinya, kalau desain ini dipertahankan hingga masuk lini produksi, DST (atau apapun namanya nanti) akan bisa diterima dengan baik.

Sementara itu, MMC tidak menyebutkan seperti apa platform yang digunakan. Namun diketahui bahwa konstruksinya unibody. Kemungkinan mengambil basis yang sama seperti Xforce dan Xpander. Jadi, mungkin tidak salah kalau nanti akan ada yang menyebut ‘Xforce 7-seater.’

Yang pasti, DST Concept ini menganut penggerak roda depan, dengan beragam mode berkendara untuk segala cuaca.

Sementara interiornya, Mitsubishi DST Concept dikatakan memakai bahan lembut dengan panel dan layar digital. Setirnya menarik dengan model two-spoke begitu. Terlihat retro.

Kursi depan dilengkapi dengan meja lipat di sandaran, untuk mengakomodir kebutuhan penumpang baris kedua. Deret kedua ini juga diberikan pengaturan AC sendiri. Sementara baris ketiga tidak disebutkan seperti apa.

Toyota CElica ST165 GT Four

Toyota Celica Next Gen Siap Hadir Berpenggerak AWD, 390 HP.

Pengguna mesin empat silinder terbaru buatan Toyota makin banyak yang terungkap. Setelah Harrier, kini diberitakan Toyota Celica akan segera hadir dengan penggerak versi 2,0 liter turbo.

Dan tidak perlu menunggu lama. Menurut situs BestCar, Celica paling cepat dihadirkan pada Tokyo Auto Salon tahun depan. Selain output sekitar 390-an hp dan torsi 550 Nm, sports car ini akan dibekali gerak empat roda GR-Four seperti yang terpasang pada GR Corolla dan Yaris. Sebagai penerus daya, akan tersedia versi 6-speed manual atau 8-speed DAT.

Toyota CElica di WRC

Konfigurasi mesin dan penggunaan gerak empat roda ini langsung mengingatkan pada kiprah Celica GT-Four (ST165) tahun 1986, yang dibekali gerak AWD. Diturunkan langsung di kancah World Rally Championship (WRC), untuk membuktikan kehandalan mobil, khususnya sistem gerak empat roda.

Tidak kalah menarik, Toyota Celica mendatang akan menyasar segmen atas. Ini bukan hal baru karena kalau Anda perhatikan, mobil ini targetnya memang menengah ke atas. Versi produksi Celica ST125 yang dipasarkan pada 1986, dijual dengan harga setara tiga juta yen saat itu. Menyesuaikan dengan inflasi, setara delapan juta yen dengan nilai saat ini.

Meski tidak diberitakan, tapi sepertinya divisi Toyota GR juga akan punya campur tangan di mobil ini. Tentunya, mereka memerlukan satu produk coupe tulen, yang dibuat oleh Toyota/GR sendiri. Tanpa campur tangan pabrikan lain. Apalagi mesin baru Toyota diklaim akan jadi ‘game changer’ di kancah otomotif global. Kita tunggu saja update-nya.

Sumber: BestCar