Toyota Eco Youth Munculkan Inovasi Baru Generasi Muda Indonesia

Program pemberdayaan generasi muda Toyota Eco Youth (TEY) kembali dihelat dan tahun ini merupakan penyelenggaraan TEY yang ke-13. Mengusung tema “ECOActivism – Saatnya Beraksi Jaga Bumi”, program ini mendorong aksi nyata mengurangi jejak karbon demi masa depan yang bersih dan lestari.

Event TEY merupakan kompetisi Inovasi Eco Project yang digagas Toyota Indonesia (PT Toyota-Astra Motor dan PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia) yang diikuti para pelajar SMA/sederajat di seluruh Indonesia.

Melalui kompetisi TEY, para pelajar saling unjuk kemampuan dalam menampilkan berbagai ide dan inovasi yang berkontribusi bagi kelestarian alam serta masa depan yang lebih hijau.

Presiden Direktur PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN), Nandi Julyanto mengatakan, generasi muda adalah kunci masa depan Indonesia, pembawa inovasi dan semangat untuk mewujudkan negeri yang lebih hijau dan berkelanjutan.

“Bersama semangat para pemimpin muda, mari kita wujudkan ekosistem hijau yang lestari bagi generasi kini dan mendatang,” papar Nandi dalam sambutannya.

Selalu Muncul Inovasi Baru

Rangkaian kegiatan TEY dimulai dengan kick off, sosialisasi serta pembekalan bagi para peserta. Mulai dari metode penyusunan proposal, teknik komunikasi efektif, serta pemahaman isu strategis seperti circular economy, keberlanjutan, kolaborasi, pemberdayaan diri, hingga dekarbonisasi.

Pada penyelenggaraan TEY kali ini telah terhimpun sebanyak 1.125 proposal yang berasal dari 338 sekolah peserta.

Pada TEY ke-13, proposal yang masuk dibagi dalam lima kategori utama, yakni energi, sampah, udara, air, dan kategori lainnya.

Sebanyak 25 ide inovasi terbaik akan terpilih sebagai finalis. Sebelum karya dan ide inovasi terpilih diseleksi oleh dewan juri, para finalis akan mendapat pendampingan dari komite dan jajaran Direksi Toyota Indonesia, baik secara daring maupun langsung. Diharapkan nantinya presentasi inovasi yang dihasilkan lebih sempurna.

Presiden Direktur PT Toyota-Astra Motor (TAM), Hiroyuki Ueda menegaskan, TEY merupakan bagian dari komitmen global Toyota melalui visi Toyota Environmental Challenge 2050 serta strategi pendekatan Multi-Pathway menuju tercapainya mobilitas yang berkelanjutan.

Tak sekadar menyediakan teknologi ramah lingkungan. Toyota juga mengajak peran serta aktif masyarakat khususnya generasi muda untuk berkontribusi membangun rasa kepedulian terhadap lingkungan. Salah satunya melalui program Toyota Eco Youth.

“Kami sangat mengapresiasi ide-ide kreatif dan inovatif para finalis yang dapat berkontribusi nyata dalam menurunkan emisi karbon dan menjaga lingkungan,” kata Hiroyuki.

Generasi Muda Pencipta Inovasi Baru

Sejak pertama kali diselenggarakan di tahun 2005, TEY telah melibatkan 2.033 sekolah dari seluruh provinsi yang ada di Indonesia. Hingga saat ini tercatat telah terhimpun sebanyak 9.972 proposal Eco-Project dan sebanyak 232 ide proposal diantaranya berhasil diwujudkan.

Toyota Indonesia juga menghadirkan sarana pendukung pembelajaran siswa mengenai berbagai isu lingkungan dalam bentuk Eco-Gallery. Saat ini telah ada sebanyak 32 Eco-Gallery di sejumlah sekolah, dan tentu jumlahnya akan terus bertambah. Program TEY diharapkan dapat terus berkelanjutan dan menginspirasi gerakan kepedulian lingkungan di kalangan para pelajar serta mendukung target netralitas karbon yang dicanangkan pemerintah.

Keberlangsungan program kegiatan TEY sejalan dengan komitmen pemerintah Indonesia dalam mencapai target Net Zero Emission pada 2060. Selain itu, event ini menegaskan betapa pentingnya peran generasi muda sebagai pencipta inovasi baru. Karena di tangan merekalah masa depan Indonesia yang lebih hijau dan berkelanjutan dapat terwujud.

Keberadaan program kompetisi TEY menjadi bukti bahwa Indonesia memiliki generasi muda yang peduli terhadap lingkungan dan mampu menghasilkan beragam inovasi baru.

Toyota Indonesia Optimalkan Kualitas SDM Sektor Logistik

Toyota Indonesia menyadari pentingnya menyiapkan sumber daya manusia (SDM) yang kompetitif dalam menghadapi dinamika industri. Penguasaan teknologi dan keterampilan tinggi, menjadi kunci untuk memperkuat daya saing di era transformasi digital saat ini.

Seiring dengan hal tersebut, pemerintah terus memperkuat regulasi dan kebijakan di sektor logistik, guna menekan masih tingginya biaya logistik nasional. Salah satu fokus utama adalah peningkatan kualitas sumber daya manusia di bidang logistik yang menjadi kunci utama.

Langkah ini diambil guna mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih efisien, terintegrasi, dan kompetitif. Upaya ini juga sejalan dengan strategi nasional dalam memperkuat konektivitas logistik, mempercepat transformasi digital, dan meningkatkan efisiensi sistem transportasi di seluruh wilayah Indonesia.

Kontribusi Terhadap Rantai Pasok Logistik

Sejalan dengan komitmen terhadap pembangunan berkelanjutan, PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) secara konsisten mendorong terciptanya masa depan yang lebih hijau.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan Logistics Skill Contest, sebagai bagian dari kontribusi terhadap rantai pasok logistik berkelanjutan, yang menekankan aspek keselamatan, efisiensi operasional, dan dukungan terhadap target netralitas karbon.

Tahun ini, TMMIN Logistic Skill Contest telah memasuki penyelenggaraan yang ke-14. Acara ini merupakan komitmen TMMIN untuk memperkuat dan meningkatkan kompetensi para mitra logistik, untuk mencapai ketangguhan rantai pasok yang mampu berkontribusi dalam skala nasional.

Diikuti 31 Mitra Logistik TMMIN

“Logistik memegang peranan penting terhadap kelancaran rantai pasok, dan logistik berperan besar untuk meningkatkan daya saing dalam segala aspek. Yaitu Safety, Quality, Delivery, dan Cost,” ujar Presiden Direktur TMMIN, Nandi Julyanto.

Diharapkan manajemen vendor dapat terus meningkatkan aktivitas Green Logistics yang saat ini sudah mulai dijalankan. Seperti Eco Driving Management, Eco Driving Behaviour, dan Truck Preventive Management.

TMMIN Logistic Skill Contest 2025 diikuti oleh 31 mitra logistik TMMIN, yang berperan penting dalam menjalankan operasional harian, termasuk didalamnya pengelolaan dan pengiriman barang. Saat ini, total operasional perjalanan di TMMIN mencapai 1.195 trip per hari.

Penerapan eco-driving menjadi kunci efisiensi untuk meminimalkan jejak karbon. Karenanya, sejak awal penyelenggaraan skill contest, TMMIN telah memprioritaskan peningkatan kompetensi mitra logistik, termasuk para driver sebagai upaya meningkatkan efisiensi dan keselamatan.

Kategori Baru Master Tenko

Tahun ini, 1.155 peserta dari 30 perusahaan turut berpartisipasi dalam ajang TMMIN Logistic Skill Contest 2025. Terdapat kategori Individual Skill Appreciation mencakup Forklift Contest, Driving Contest, Container Yard Operation Contest, Master Trainer Contest, Manager Kaizen Contest dan Best Operation Management.

Tahun ini, Master Tenko menjadi kategori baru. Penghargaan ini diberikan berdasarkan penilaian total, baik secara individu maupun manajerial. Terkait implementasi sistem manajemen kesiapan kerja baik fisik dan mental.

Toyota Indonesia senantiasa berupaya memastikan sistem operasional yang efisien dan aman dalam setiap distribusinya. Melalui penekanan pentingnya peran SDM dalam aspek keselamatan. Mengingat risiko kecelakaan dalam proses distribusi atau logistik dapat menghambat proses produksi dan merugikan banyak pihak. Peningkatan kompetensi SDM menjadi faktor utama untuk mengurangi risiko, serta memperkuat rantai pasok industri di Indonesia.

TMMIN Logistic Skill Contest menjadi sarana untuk memperkuat kemampuan seluruh pelaku logistik, dalam menghadapi tantangan sektor otomotif dan logistik. Faktor keselamatan berkendara dan pengoperasian perlengkapan logistik yang aman, menjadi kunci yang berpengaruh langsung pada kelancaran produksi dan kepuasan pelanggan.

Saat ini operasional logistik TMMIN telah mengimplementasikan sistem aplikasi digital, untuk memantau dan mencegah kecelakaan. Sistem ini bekerja untuk memantau kondisi kesehatan fisik maupun psikis pengemudi, secara real-time guna menentukan kelayakan pengemudi untuk menjalankan tugas.

Toyota Indonesia juga akan terus melakukan ekspansi sistem dengan menambahkan fitur-fitur berbasis Artificial Intelegence (AI) yang mampu mendeteksi tanda-tanda kelelahan atau kurangnya fokus saat mengemudi. Selain itu, sistem pemantauan perilaku berkendara berbasis Global Positioning System (GPS) juga akan diterapkan untuk mendukung praktik eco-driving.

Upaya TMMIN Untuk Tidak Melupakan Kepuasan Pelanggan

Dalam perannya dalam perekonomian nasional, PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) terus berupaya meningkatkan dan menjaga kualitas produk yang dihasilkan. Hal ini tidak hanya untuk kebutuhan domestik saja, namun juga untuk pasar ekspor. Sebagai bagian dari Toyota Global, TMMIN juga mengedepankan pencapaian kualitas dan keandalan setiap produk yang dihasilkan. TMMIN memahami produk berkualitas tidak hanya meningkatkan kepuasan pelanggan, namun juga mendukung prinsip reliabilitas. Oleh karenanya, pokok dari segala kegiatan Toyota selalu bermuara pada jaminan kualitas bagi pelanggan (100% Quality Assurance).

Setiap kegiatan atau tahapan dalam proses produksi, selalu mengacu untuk mencapai jaminan tertinggi bagi kepuasan pelanggan. Mulai dari sisi kenyamanan, keselamatan dan kemudahan akses pelayanan. Namun, Toyota tidak menutup diri untuk memperhatikan suara pelanggan. Tentu dalam upaya untuk mewujudkan yang lebih baik lagi, sejalan dengan prinsip Continuous Improvement Toyota.

Terkait dengan komitmen tersebut, TMMIN kembali menggelar Customer Month 2025 yang berlangsung di TMMIN Plant 1 Karawang, pada 19 Mei 2025 silam. Acara ini merupakan kegiatan yang bertujuan untuk mempererat kerjasama dan meningkatkan kepercayaan para distributor. Baik dalam maupun luar negeri, terhadap kualitas produk dan layanan yang diberikan.

Kedepankan Standar Kinerja Yang Ketat

“Customer Month merupakan sarana untuk mempromosikan dan makin menegaskan komitmen Toyota Indonesia terhadap kualitas produksi kepada para distributor. Melalui forum ini, kami juga berharap ada masukan untuk mewujudkan yang lebih baik lagi,” ujar Bob Azam, Wakil Presiden Direktur TMMIN.

Prinsip 3M (Tidak Menerima Cacat, Tidak Membuat Cacat, dan Tidak Meneruskan Cacat), merupakan salah satu komitmen Toyota Indonesia terhadap kualitas produksi. Untuk mencapai tujuan ini, Toyota menerapkan standar kinerja yang ketat dalam setiap proses produksinya, meliputi Product Quality dan Service Quality. Standarisasi ini bertujuan untuk menjaga kualitas produk sekaligus mengurangi jumlah produk cacat yang dihasilkan.

Toyota menerapkan konsep Built in Quality, di mana setiap tahap produksi diawasi dengan ketat untuk memastikan bahwa hasil akhir sesuai dengan standar. Produk yang berkualitas serta kepuasan dan kepercayaan pelanggan adalah prioritas utama bagi Toyota.

Dalam hal kualitas produk, TMMIN fokus pada dua aspek utama yaitu, Product Engineering Quality dan Product Manufacturing Quality. Product Engineering Quality terkait dengan kemampuan desain produk untuk memenuhi kebutuhan dan harapan konsumen, seperti efisiensi bahan bakar dan ramah lingkungan.

Terapkan Built In Quality

Selanjutnya, Product Manufacturing Quality memastikan bahwa setiap kendaraan yang diproduksi sesuai dengan desain dan spesifikasi yang telah ditetapkan, dengan tujuan untuk menghilangkan cacat dan fluktuasi kualitas dalam setiap tahap produksi.

”TMMIN senantiasa mengedepankan transparansi dan tidak pernah menutupi jika ditemukan masalah pada produk. Prinsip 3M yang kami terapkan memastikan bahwa setiap pihak yang terlibat dalam kegiatan produksi wajib melakukan built in quality pada diri masing-masing. Prinsip ini menjadi dasar bagi setiap karyawan untuk bertanggung jawab penuh atas kualitas pekerjaan mereka,” tukas Nandi Julyanto, Presiden Direktur TMMIN.

TMMIN juga berpegang teguh pada filosofi keselamatan yang diterapkan di setiap pabrik Toyota di seluruh dunia, dengan tujuan untuk memastikan bahwa setiap produk yang sampai ke tangan konsumen berfungsi dengan sempurna. Dan terus berlanjut hingga selama produk digunakan oleh pelanggan.

Pola Pikir SDM Yang Proaktif

Berbagai macam program Quality Assurance dilakukan sebagai bentuk tanggung jawab kepada pelanggan. Misalnyai melalui program Customer Service Campaign atau Recall, untuk memastikan bahwa semua fungsi kendaraan bekerja dengan baik.

Selain menjaga kualitas produk, Toyota juga berfokus pada pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM). TMMIN berkomitmen untuk terus membangun pola pikir SDM yang proaktif, berpikir positif, dan berbicara berdasarkan fakta serta data.

Quality Control Circle (QCC) dengan filosofi Kaizen diharapkan mampu mendorong perbaikan dan menjadi sikap hidup. QCC sebagai tolok ukur peningkatan kendali mutu, dapat dijadikan sebagai pedoman atau standar untuk meningkatkan kompetensi SDM. Perbaikan harus tetap dilakukan meski kecil. Jika dilakukan terus menerus, maka akan menghasilkan perubahan yang dapat memberikan dampak besar, baik bagi karyawan maupun perusahaan.

Program TEY Sorot Penerapan Drone Bebas Emisi

Tanpa terasa tahun ini program Toyota Eco Youth (TEY) yang sudah memasuki usia dua dekade. Sebab program TEY pertama kali hadir pada tahun 2005, dan selalu diadakan setiap tahun. Tentu dengan mengangkat tema yang terkait dengan lingkungan. Kegiatan Genba atau pendampingan yang dilakukan ke sekolah-sekolah finalis, bertujuan untuk mematangkan visi dan misi proposal proyek lingkungan yang dilombakan.

Pendampingan finalis 25 proposal terbaik kompetisi lingkungan tingkat sekolah lanjutan tingkat atas (SLTA) terus dilakukan. Setelah sebelumnya Kota Balikpapan, Surabaya, Manado, Makassar, Mojokerto, dan Merauke, kini giliran Kota Painan Kabupaten Pesisir Selatan Sumatera Barat yang dikunjungi Toyota Indonesia.

Program TEY ke-13 tahun ini berfokus pada upaya generasi muda melakukan dekarbonisasi. Dengan mengangkat tema ‘EcoActivism, Saatnya Beraksi Jaga Bumi’, tentu sejalan dengan usaha menurunkan emisi, namun juga menggali, dan memanfaatkan peluang baru. Tujuannya untuk mengembangkan ekonomi masyarakat, sambil berpartisipasi dalam upaya dekarbonisasi.

Drone Untuk Kirim Pesanan

SMAN 2 Painan, Pesisir Selatan, Sumatera Barat, mengajukan proposal bertajuk Easy Catch. Proposal tersebut berupa proyek penggunaan drone sebagai sarana pengiriman pesanan makanan. Alasannya untuk menggantikan peran kendaraan berbahan bakar minyak, yang saat ini banyak digunakan.

Ide tersebut didasari fakta bahwa penggunaan kendaraan bermotor membutuhkan BBM, yang kini cadangannya semakin menipis. Selain itu, penggunaannya juga menimbulkan polusi bagi lingkungan.

“Toyota Indonesia mengapresiasi kreativitas dan inovasi sekolah finalis TEY ke-13, dalam proposal lingkungan yang selaras dengan dekarbonisasi di era transisi energi. Salah satunya adalah Eco Project bertema Easy Catch dari SMAN 2 Painan,” kata Bob Azam, Wakil Presiden Direktur PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN).

Realisasi Gagasan Cemerlang

“Kita sepakati bahwa dekarbonisasi membutuhkan sinergi semua pihak, termasuk para pelajar sebagai generasi muda yang merupakan pilar utama menuju masa depan kehidupan yang lebih hijau,” imbuhnya.

Program TEY bukan sekedar kegiatan untuk meningkatkan kepedulian generasi muda, khususnya para pelajar SLTA terhadap masalah lingkungan, namun juga mengasah kepekaan dan kepedulian mereka terhadap masa depan perekonomian masyarakat dan wilayahnya. Dengan kegiatan TEY ini, mereka diberikan wahana untuk mengasah kemampuan itu melalui program kompetisi lingkungan hidup tersebut.

Toyota Indonesia melalui program TEY ini, juga ingin melahirkan para pionir dan pegiat lingkungan dari kalangan generasi muda yang mampu mewujudkan ide-ide inovasi untuk mengatasi permasalahan lingkungan sekitar.

Manfaatkan Sumber Daya Listrik PLTA

Easy Catch sebagai bentuk inovasi pengiriman makanan dan barang nol emisi dengan menggunakan drone berdaya listrik, hasil pembangkit listrik tenaga air merupakan sebuah terobosan yang dihadirkan siswa SMAN 2 Painan dalam kompetisi TEY ke-13. 

Dengan penggunaan drone, maka kecepatan dan ketepatan waktu pengiriman pesanan juga lebih tinggi. Kepuasan pelanggan juga meningkat, dan berujung pada pemesanan juga semakin bertambah. Sehingga bisnis makanan dan minuman semakin berkembang.

Drone listrik dinilai juga lebih ramah lingkungan. Terlebih sumber daya listriknya berasal dari Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Kota Painan yang berlimpah. Penggunaan dan pemanfaatan sumber daya listrik tersebut dapat menggerakan ekonomi masyarakat, sekaligus menjadi sarana edukasi.

“Kami berharap program TEY bisa pula menjadi sarana aktualisasi bagi para generasi mudah dari kalangan pelajar setingkat SLTA. Saling berkolaborasi untuk merealisasikan gagasan dalam mengatasi permasalahan lingkungan hidup, serta memanfaatkan peluang-peluang baru. Dengan tujuan mengembangkan ekonomi masyarakat,” pungkas Henry Tanoto, Wakil Presiden Direktur PT Toyota-Astra Motor (TAM).

Pameran Mobilitas Toyota Guna Bentuk Ekosistem Bebas Karbon

Toyota Indonesia (PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) dan PT Toyota Astra Motor (TAM)) menggelar ‘Beyond Zero: Mobilitas untuk Netralitas Karbon’. Aktivitas ini merupakan pameran Solusi Mobilitas Hijau, yang menampilkan teknologi multi-pathway. yang tertuang dalam tiga pilar, yaitu: Solusi Mobilitas, Solusi Energi, dan Solusi Data.

Tema yang diusung pada acara Mobilitas untuk Netralitas Karbon ini ialah Beyond Zero. Untuk mencapai netralitas karbon ini, tentu dengan membuat ekosistem hijau untuk masa depan berkelanjutan. Langkah Beyond Zero ini bertujuan mencari cara, untuk dapat meningkatkan kehidupan masyarakat di masa depan.

Pakai pendekatan pragmatis dan holistik

“Konsep Beyond Zero memperlihatkan dedikasi Toyota untuk mendorong batasan dalam inovasi. Sekaligus mendorong pendekatan pragmatis dan holistik, menuju ekosistem hijau dan rendah karbon bagi seluruh warga negara Indonesia,” kata Masahiko Maeda, CEO Wilayah Asia.

Toyota Indonesia berkolaborasi dengan Kementerian Perindustrian (Kemenperin), Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), pelaku industri, Pertamina, PLN, BRIN (Badan Riset dan Inovasi Nasional), BBIA (Pusat Penelitian dan Pengembangan Agroindustri), SERA (PT Serasi Auto Raya), MODA (PT Mobilitas Digital Indonesia), dan Toyota Tsusho.

Termasuk dari akademisi seperti, ITB (Institut Teknologi Bandung), UGM (Universitas Gadjah Mada), NUS (Universitas Nasional Singapura). Termasuk startup Zero Board dan pemangku kepentingan, untuk memberikan solusi inovatif melalui produk, layanan, dan aktivitas operasional.

Jembatan menuju AIGIS

Acara Beyond Zero: Mobilitas untuk Netralitas Karbon menjadi contoh kolaborasi positif antara Toyota Indonesia dan Kementerian Perindustrian. Sebab pameran mobilitas ini menjembatani bagi Annual Indonesia Green Industry Summit (AIGIS), yang diselenggarakan oleh Kemenperin RI.

AIGIS juga menjadi acara netralitas karbon pertama yang diselenggarakan oleh pemerintah, dengan pembahasan mengenai penggunaan energi. Di tahun ini, akan diselenggarakan AIGIS ke-2 dengan tema ‘Mendorong Dekarbonisasi Industri melalui Ekosistem Industri Hijau’. Dengan adanua acara tersebut, diharapkan adanya kolaborasi kuat antara pemerintah, pelaku industri, akademisi, dan pemangku kepentingan lain, untuk mempercepat dekarbonisasi.

Hadirkan solusi mobilitas terbaik

“Toyota Indonesia mengundang semua pihak untuk berpartisipasi dalam acara Beyond Zero: Mobilitas untuk Netralitas Karbon. Sebab keterlibatan positif masyarakat Indonesia, tentu membantu pemerintah untuk mewujudkan Net Zero Emissions pada tahun 2060,” ujar Nandi Julyanto, Presiden Direktur PT. TMMIN.

Acara ini berlangsung selama empat hari, dari 12 hingga 15 Februari 2025. Sehingga pengunjung bisa merasakan pengalaman dan test drive langsung, berbagai pilihan kendaraan ramah lingkungan yang menerapkan konsep multiple-pathway.

“Toyota mendorong partisipasi publik dalam mengurangi emisi dengan menawarkan beragam kendaraan elektrifikasi (xEV). Kami berharap masyarakat bisa memilih solusi mobilitas terbaik yang mendukung pengurangan emisi,” pungkas Hiroyuki Ueda, Presiden Direktur PT TAM.

Pertamina dan Toyota Buat Ekosistem Hidrogen Bagi Transportasi

Untuk mendukung upaya pemerintah dalam menciptakan lingkungan yang lebih bersih, Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE) berkolaborasi dengan Toyota untuk mengembangkan ekosistem hidrogen di Indonesia. Peresmian fasilitas hydrogen refueling station (HRS) ini dilaksanakan pada tanggal 17 Januari 2024, di SPBU Daan Mogot, Jakarta.

Keduanya sepakat bahwa dalam membangun ekosistem tersebut tidak hanya penting menyiapkan infrastrukturnya, melainkan juga kolaborasi dengan konsumen untuk memastikan tingkat permintaan.

Kolaborasi kedua entitas tersebut tertuang dalam Joint Development Agreement, yang dilakukan oleh Chief Executive Officer Pertamina NRE Dannif Danusaputro dan President Director Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) Nandi Julyanto.

Diharapkan agar ekosistem ini terus berkembang

Peresmian ini juga disaksikan oleh Komisaris Utama PT Pertamina Basuki Tjahaja Purnama, dan Direktur Utama PT Pertamina Nicke Widyawati. “Saya harap kerjasama ini terus berlanjut, agar ekosistem ini terus berkembang,” ujar Basuki Thahaja Purnama dalam sambutannya.

“Dengan infrastruktur dari hulu ke hilir yang kami miliki, Pertamina siap untuk mengembangkan ekosistem hidrogen untuk transportasi. Di tambah lagi, kolaborasi dengan Toyota ini menjadi langkah yang sangat tepat untuk mempercepat terciptanya ekosistem ini,” tambah Nicke Widyawati.

Perkuat ketahanan energi

“Groundbreaking hydrogen refueling station ini menjadi salah satu milestone dalam membangun ekosistem hidrogen sebagai bahan bakar kendaraan di Indonesia. Dalam menciptakan ekosistem adalah berkolaborasi tidak saja di sisi hulu tapi di sisi hilir. Kami sangat menyambut baik kolaborasi strategis bersama Toyota,” imbuh Dannif Danusaputro.

Hidrogen sebagai bahan bakar transportasi akan memperkuat ketahanan energi, pengendara kendaraan bermotor nantinya punya hidrogen sebagai alternatif bahan bakar.

“Kami sangat bangga menjadi bagian dari proyek ini dan bersama-sama memastikan mekanisme pengisian hidrogen yang cepat, efisien, serta aman,” kata Nandi Julyanto.

SPBU Daan Mogot akan menjadi integrated energy refueling station pertama di Indonesia. Dengan menyediakan tiga jenis bahan bakar dalam satu stasiun pengisian. Mulai dari BBM, gas, serta hidrogen. 

Toyota Yaris Cross hybrid putih.

TMMIN Tunjukkan Peningkatan Kapabilitas Industri Otomotif Nasional

Kehadiran Yaris Cross merupakan bagian dari komitmen PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) sebagai salah satu pelaku industri otomotif naisonal untuk mendukung program pemerintah dalam upaya dekarbonisasi menuju Net Zero Emission (NZE) dengan memberikan lebih banyak pilihan model electricfied vehicle (xEV) dan kendaraan rendah emisi lainnya. Toyota Yaris Cross tipe bensin maupun tipe Hybrid Electric Vehicle (HEV) hadir sebagai mobil dengan tingkat emisi karbon (CO2) yang rendah serta memiliki efisiensi bahan bakar tinggi.

Produksi Toyota Yaris Cross HEV di pabrik TMMIN Karawang, Jawa Barat, semakin memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu basis produksi dan ekspor mobil Toyota di Asia Pasifik. Hal tersebut terwujud karena Indonesia merupakan negara pertama yang dipercaya melakukan produksi lokal xEV untuk model global Toyota, yakni Toyota Kijang Innova Zenix HEV sejak tahun 2022 silam.

Peningkatan level kapabilitas manufaktur

Keberadaan Yaris Cross HEV bersama Kijang Innova Zenix HEV Toyota Indonesia tentu mendukung semangat dekarbonisasi global. Melalui strategi multipathway, Toyota menegaskan komitmennya untuk upaya netralitas karbon menuju NZE global di 2060 dengan memperkenalkan dan menghadirkan beragam model kendaraan.

Mulai dari kendaraan konvensional hemat bahan-bakar, kendaraan dengan bahan bakar bio (bio-fuel), serta kendaraan berteknologi elektrifikasi, yaitu HEV, Plug-In Hybrid Electric Vehicle (PHEV), Battery Electric Vehicle (BEV), serta Fuel Cell Electric Vehicle (FCEV).

Produksi Yaris Cross oleh TMMIN makin menunjukkan peningkatan level kapabilitas dan keunggulan industri manufaktur otomotif nasional. Tak hanya mesin hybrid 4 silinder 2NR-VEX 1.5 liter 4 silinder dan mesin bensin 4 silinder 2NR-VE 1.5 liter Dual VVT-I saja yang diproduksi di pabrik Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) Karawang 3, namun baterai listrik Lithium-Ion untuk Yaris Cross HEV juga telah dirakit secara lokal di fasilitas manufaktur TMMIN Karawang 2.

Melibatkan total 116 supplier

Keberhasilan TMMIN memproduksi secara lokal Yaris Cross juga melibatkan perusahaan rantai pasok lokal yang jumlahnya makin bertambah. Dalam pengembangan Yaris Cross HEV, Toyota Indonesia telah melibatkan hingga 12 supplier baru, sehingga total terdapat 116 supplier yang turut menyumbangkan nilai kandungan lokal Yaris Cross hingga 80 persen

Oleh karenanya, mobil dengan platform DNGA-B ini mampu diproduksi sebanyak 500 unit per hari atau 250 mobil per shift kerja. Sebagai basis ekspor, Toyota Indonesia menargetkan ekspor Yaris Cross versi bensin dan HEV sebanyak lebih dari 22 ribu unit ke negara-negara di kawasan Amerika Latin dan Asia selama 2023. 

Jumlah ekspor Yaris Cross diharapkan akan terus meningkat dari tahun ke tahun dengan target sekitar 40 ribu unit di 2025. Kehadiran Yaris Cross di pasar domestik dan global memberikan kontribusi bagi pemerintah untuk meningkatkan nilai neraca dagang nasional. Produksi dan ekspor Yaris Cross juga merupakan pembuktian bahwa sumber daya manusia (SDM) Indonesia memiliki kemampuan menghasilkan produk otomotif berteknologi tinggi serta berdaya saing global. 

TKDN Toyota Yaris Cross HEV Mencapai 80 Persen!

PT. Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) menggelar peresmian ‘Produksi dan Ekspor Perdana’ Toyota Yaris Cross di Pabrik TMMIN Karawang 1 dan 2, Karawang Barat – Jawa Barat, hari ini (Selasa, 13 Juni 2023). Pengiriman pertama ini berlaku untuk seluruh model, yakni Toyota Yaris Cross tipe Bensin dan Hybrid Electric Vehicle (HEV).

Gelontorkan dana investasi Rp 2,5 trilyun

Dengan investasi mencapai Rp 2,5 trilyun, Toyota Yaris Cross merupakan model elektrifikasi produksi lokal kedua, setelah Toyota Kijang Innova Zenix. Produksi ini merupakan bagian dari komitmen Toyota Indonesia untuk mendukung program pemerintah dalam mengurangi emisi dengan memberikan lebih banyak pilihan model elektrifikasi bagi konsumen Tanah Air.

“Toyota Yaris Cross buatan Indonesia dengan kandungan lokal 80 persen baik versi bensin maupun HEV juga ditujukan untuk pasar ekspor ke negara-negara di kawasan Amerika Latin dan Asia, sehingga kami berharap dapat juga memberikan kontribusi ekonomi bagi bangsa Indonesia,” jelas Warih Andang Tjahjono, Presiden Direktur TMMIN.

Produksi Toyota Yaris Cross memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu basis produksi dan ekspor kendaraan Toyota di Asia Pasifik bahkan di era elektrifikasi, terutama karena Indonesia dipercaya sebagai negara pertama yang melakukan produksi lokal model ini setelah Toyota Kijang Innova Zenix.

Melibatkan 116 supplier

Baterai listriknya juga dirakit lokal oleh Toyota Indonesia di pabrik Karawang 2, sedangkan mesin diproduksi di pabrik Karawang 3. Dengan memproduksi Yaris Cross, Toyota Indonesia menambah hingga 12 supplier baru sehingga total 116 supplier turut menyumbangkan nilai kandungan lokal hingga 80 persen.

“Produksi lokal Yaris Cross, termasuk baterai dan mesin, menjadi bentuk kontribusi kami untuk terus meningkatkan kedalaman industri dalam negeri. Kami yakin bahwa pengembangan dan penguatan industri otomotif nasional lah yang dapat menjawab berbagai tantangan serta menajamkan posisi dan potensi Indonesia dalam persaingan kendaraan elektrifikasi global,” tambah Bob Azam, Direktur Hubungan Eksternal PT TMMIN.

Sebagai basis ekspor, Toyota Indonesia menargetkan ekspor Toyota Yaris Cross versi bensin dan HEV sebanyak lebih dari 22 ribu unit ke negara-negara di kawasan Amerika Latin dan Asia di tahun 2023 ini. Diharapkan, ekspor Toyota Yaris Cross akan terus meningkat dari tahun ke tahun dengan target sekitar 40 ribu unit di 2025 nanti.

Kijang Innova Zenix Hybrid Ekpor_1

Kijang Innova Zenix Hybrid Melesat ke Pasar Global

Toyota Indonesia melakukan ekspor perdana kendaraan elektrifikasi Toyota Kijang Innova Zenix Hybrid, sekaligus menandai peningkatan level kapabilitas dan keunggulan industri manufaktur otomotif nasional. Langkah tersebut juga terkait dengan aktivitas ekspor produk berteknologi tinggi ke level berikutnya.

Toyota Indonesia berupaya untuk terus memberikan kontribusi pada pengembangan industri otomotif nasional yang telah memasuki era elektrifikasi, dan menyumbang pada neraca dagang yang positif. Ekspor perdana Kijang Innova Zenix ini tidak mungkin tercapai tanpa dukungan penuh dari Pemerintah Indonesia, kemitraan yang kuat dari seluruh rantai pasok kami termasuk industri kecil dan menengah (IKM), dan dukungan masyarakat.

Target ekspor lebih dari 8.000 unit

“Semoga kami dapat berkontribusi lebih besar lagi agar dapat bersama-sama tumbuh dan meningkatkan daya saing global untuk memenuhi perkembangan industri otomotif Indonesia dan global,” kata Warih Andang Tjahjono, selaku Presiden Direktur Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN), hari ini (21/02).

Pada tahun 2023, TMMIN menargetkan ekspor Kijang Innova Zenix sebanyak lebih dari 8.000 unit dengan komposisi 30 persen tipe HEV dan 70 persen tipe internal combustion engine (ICE) ke negara-negara di kawasan Asia, Afrika, Amerika Latin, dan Timur Tengah. Diharapkan, ekspor Innova Zenix ini akan terus meningkat dari tahun ke tahun dengan target 17,000 unit di 2025 untuk tipe hybrid dan konvensional.

Basis produksi dan ekspor kendaraan elektrifikasi

Ekspor mobil utuh ini juga tentunya termasuk baterai elektrifikasi yang dirakit lokal di pabrik TMMIN di Karawang. Toyota Indonesia telah memperkenalkan beragam model kendaraan yang dapat mengurangi emisi karbon melalui strategi multipathway, baik kendaraan konvensional hemat bahan-bakar, kendaraan dengan bahan bakar bio (bio-fuel), serta kendaraan berteknologi elektrifikasi, yaitu HEV, PHEV, dan BEV, selain memproduksi lokal Kijang Innova Zenix Hybrid.

“Kami akan terus mempertahankan posisi Indonesia sebagai basis produksi dan ekspor kendaraan elektrifikasi buatan dalam negeri, khususnya hybrid,” tambah Warih.

Ekspor perdana Kijang Innova Zenix disaksikan langsung oleh Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, Duta Besar Jepang untuk Indonesia Kanasugi Kenji, Bupati Karawang Cellica Nurrachadiana, dan CEO of Asia Region and President of Toyota Motor Asia Pacific Hao Quoc Tien, serta jajaran manajemen Toyota Indonesia dan perwakilan perusahaan pemasok Toyota Indonesia yang termasuk di dalamnya Industri Kecil dan Menengah (IKM).

Toyota Revitalisasi Kurikulum_1

Toyota Dukung Revitalisasi Kurikulum Untuk Hadapi Elektrifikasi

Hari ini (31/1/2023), Toyota Indonesia meluncurkan program pengembangan 10 SMK percontohan sebagai pusat vokasi edukasi elektrifikasi industri otomotif. Program tersebut bertujuan meningkatkan kompetensi lulusan SMK dengan menerapkan pola link and match antara kebutuhan industri dengan dunia pendidikan.

Toyota Indonesia tak hanya mendonasikan alat praktik berteknologi Augmented Reality yang berisi informasi mengenai elektrifikasi, namun juga membantu para guru SMK merancang kurikulum praktik guna melahirkan Sumber Daya Manusia (SDM) otomotif di era elektrifikasi dan netralitas karbon dengan kompetesi siap pakai.

Dalam upaya pengembangan kualitas SDM harus dilakukan secara terus menerus, agar peningkatan dan proses transfer teknologi bisa berjalan. Sehingga Indonesia memiliki generasi muda yang ahli dan terampil dalam menghadapi tantangan era elektrifikasi. SDM kompeten dan bersertifikat, khususnya yang memiliki kemahiran spesifik di bidang teknologi elektrifikasi, diharapkan lebih siap menjawab tantangan berbagai sektor industri, termasuk di industri otomotif nasional.

Usai menyelenggarakan serangkaian seminar nasional bertemakan teknologi elektrifikasi lengkap untuk civitas akademia di sejumlah Perguruan Tinggi di wilayah Indonesia, kali ini Toyota Indonesia terus memberikan dukungan nyata kepada Pemerintah, dengan memperkuat kompetensi SDM Vokasi sebagai ‘Center of Excellence’ yang menjadi elemen penting menjawab tantangan ekonomi dan industri, khususnya ketika memasuki era elektrifikasi.

Pendidikan jadi salah satu pilar program Toyota Berbagi

“Kami terus berupaya berkontribusi pada peningkatan kemampuan SDM nasional melalui kontribusi sosial, serta berbagai inisiatif dalam program Toyota Berbagi yang salah satunya berfokus pada pilar pendidikan. Harapannya, melalui publik advokasi teknologi elektrifikasi di bangku sekolah menengah, dapat menjawab kebutuhan SDM unggulan berkompetensi spesifik, serta bersertifikasi yang siap berkarya hingga bersaing di kompetisi industri domestik maupun global,” kata Bob Azam, selaku Direktur Hubungan Eksternal PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia.

Toyota Indonesia meyakini bahwa transformasi industri otomotif tetap dapat mengoptimalkan kapabilitas lokal dengan meningkatkan kemampuan SDM serta mengimplementasikan kemajuan teknologi sesuai tantangan era elektrifikasi dalam proses produksinya. Toyota Indonesia juga menggandeng dunia pendidikan untuk bersama-sama menyebarluaskan pengetahuan mengenai elektrifikasi kepada masyarakat luas. 

Kolaborasi Toyota dengan pemerintah untuk pendidikan vokasi elektrifikasi

Toyota Indonesia bekerjasama dengan pemerintah pusat dan daerah, serta pihak terkait lainnya akan mengembangkan program CSR pendidikan vokasi elektrifikasi di bidang otomotif melalui kehadiran beberapa SMK unggulan yang diharapkan akan menjadi percontohan bagi pengembangan pendidikan dan pembelajaran di industri otomotif pada era elektrifikasi dan netralitas karbon.

Lebih lanjut, Toyota Indonesia melaksanakan serangkaian aktivitas publik advokasi teknologi elektrifikasi kepada 10 sekolah vokasi terpilih yang tersebar di berbagai wilayah di Indonesia termasuk di Karawang, ke dalam tiga tahapan pembelajaran. Tahap pertama yaitu Training Development, terdiri dari aktivitas pelatihan dan sertifikasi kepada para pengajar SMK perwakilan dari 10 sekolah.

Nantinya, para pengajar ini akan memperolah sertifikasi resmi di bidang elektrifikasi. Pada tahap ini, program CSR Toyota Indonesia akan fokus pada pengembangan edukasi elektrifikasi untuk 10 SMK di Pulau Jawa (Jawa Barat, Jawa Tengah, Daerah Instimewa Yogyakarta, & Jawa Timur) dan edukasi mengenai logistik pada beberapa SMK di sekitar Patimban, Subang, Jawa Barat.

Tahap kedua, berupa Public Lecture yang ditujukan kepada seluruh pengajar dan siswa di 10 SMK. Sedangkan pada tahapan terakhir yaitu Curriculum Development, Toyota Indonesia bekerjasama dengan Labtech dan UPI sebagai konsultan ahli di bidang kurikulum pendidikan, untuk dapat mengimplementasikan kurikulum teknologi elektrifikasi kepada 10 SMK tersebut.

Dibutuhkan banyak SDM terampil di masa depan

Para lulusan siswa SMK yang memiliki kesiapan keterampilan di bidang otomotif ini, diharapkan dapat berkontribusi dalam memenuhi kebutuhan SDM terampil untuk kemajuan industri otomotif nasional masa depan. Upaya ini merupakan wujud komitmen Toyota Indonesia untuk mendukung pembangunan ekonomi dan industri nasional dengan berkontribusi menciptakan lulusan vokasi yang berkualitas tinggi.

“Kali ini kami membuat inovasi sistem pembelajaran mengenai teknologi elektrifikasi secara detail, melalui platform Augmented Reality yang kami berikan materinya dalam bentuk komputer tablet sebanyak 100 unit kepada 10 SMK terpilih, sebagai media pembelajaran,” imbuh Bob Azam.

Materi teknologi eletrifikasi yang diakses pada media pembelajaran ini, juga dibuat lebih atraktif dalam bentuk animasi teknologi kendaraan elektrifikasi lengkap. Sehingga seluruh materi pembelajaran teknologi elektrifikasi ini dapat menambah semangat edukasi bagi para guru serta memudahkan pemahaman kepada seluruh siswa vokasi sebagai SDM unggulan.

Toyota Indonesia Tetap Berprestasi di Kondisi Global Yang Menantang

Mengawali tahun 2023, Toyota Indonesia berhasil mencatatkan rekor pertumbuhan baru hasil ekspor kendaraan Toyota sebanyak 297 ribu unit, di sepanjang Januari hingga Desember 2022. Pencapaian tersebut meningkat 58 persen dibandingkan dengan kinerja ekspor di tahun 2021 silam. Performa ekspor Toyota Indonesia telah memberikan kontribusi sebesar 63 persen terhadap total unik ekspor nasional sejumlah 473.602 kendaraan.

Sebanyak 297 ribu unit kendaraan Toyota rakitan Indonesia, diterima dengan baik oleh konsumen luar negeri ke lebih dari 80 negara. Pencapaian ini merupakan rekor tertinggi aktivitas pengiriman kendaraan Toyota ke pasar internasional, sejak tahun 1987 hingga tahun 2022.

Selama lebih dari 3 dasawarsa, Toyota Indonesia telah mengirimkan 2,3 juta unit kendaraan Toyota ke berbagai negara tujuan ekspor. Bahkan Toyota Fortuner menempati posisi sebagai kontributor ekspor terbesar hingga 578 ribu unit sejak pengiriman perdananya.

“Perjalanan pertumbuhan dan pencapaian ekspor industri otomotif nasional, bukan suatu proses yang kami raih secara singkat ataupun instan, namun membutuhkan kerja keras juga proses yang cukup panjang. Sejak tahun 1987, kami menginisiasi ekspor perdana kendaraan Toyota buatan anak bangsa, dengan mengirimkan Kijang, hingga akhirnya berhasil mengirimkan 297 ribu unit kendaraan Toyota brand di sepanjang tahun 2022,” kata Bob Azam Direktur Hubungan Eksternal PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN).

Tambah negara tujuan ekspor

“Toyota Veloz yang baru kami ekspor di tahun lalu, menjadi kontributor terbesar di angka 70 ribu unit. Tahun ini, kami juga akan melakukan ekspansi negara tujuan ekspor ke kawasan Afrika, sebagai salah satu strategi untuk terus mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia. Di tengah ancaman perlambatan ekonomi global pun, Toyota Indonesia tetap menargetkan pertumbuhan kinerja ekspor tahun 2023 akan naik sebesar 5 persen,” imbuhnya.

Situasi perekonomian global di tahun 2023 yang menantang, mendorong pemerintah terus menggencarkan strategi diversifikasi negara tujuan ekspor untuk tetap mempertahankan kontribusi ekspor nasional yang selama ini berperan dalam pemulihan ekonomi Indonesia.

Tetap mendukung elektrifikasi

Hal ini sejalan dengan upaya yang dilakukan oleh TMMIN di tahun lalu, yang berhasil membuka pasar ekspor kendaraan Toyota Indonesia ke Australia dan tahun ini akan menambah negara tujuan ekspor di kawasan Afrika. Selain harus mempertahankan tren pertumbuhan ekspor yang positif, industri otomotif nasional juga memasuki transformasi kendaraan dengan teknologi elektrifikasi.

“Pengembangan kendaraan elektrifikasi Toyota di Indonesia memiliki tujuan mengurangi karbon untuk masa depan yang lebih hijau. Partisipasi aktif kami dalam mendukung target pemerintah, kami wujudkan melalui realisasi dan komitmen dengan membangun ekosistem elektrifikasi. Meliputi peningkatan kemampuan SDM dalam negeri, investasi pengembangan manufaktur otomotif, hingga menyediakan ragam teknologi elektrifikasi yang lengkap,” pungkas Bob Azam.