Lini Produk Suzuki Lengkap Tampil di IIMS 2025

Guna memberikan edukasi dan informasi, PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) sebagai APM Suzuki di Indonesia, menghadirkan mobil konsep eWX dalam Indonesia Interational Motor Show (IIMS) 2025. Sekaligus menjadi penampilan perdananya di wilayah Asia Tenggara. Tidak hanya itu, hadir pula lini produk mobil Suzuki di Indonesia, termasuk Multi Purpose Vehicle (MPV) legendaris APV.

“Pameran IIMS bukan sekadar ajang eksibisi. Ini momentum penting bagi Suzuki untuk edukasi dan memperkuat posisi di industri otomotif yang terus berkembang. Tahun ini, kami juga kembali menghadirkan experiential event yang memberikan pengalaman terbaik bagi pengunjung,” ujar Harold Donnel, 4W Marketing Director PT SIS.

Dengan tema Empowering Your Next Move, Suzuki memboyong lini produk sejumlah 17 kendaraan. Baik untuk display maupun test drive. Terdapat zona interaktif yang memperlihatkan Light White Body Experience, sehingga pengunjung bisa mendapatkan edukasi mengenai teknologi chassis mobil. Menariknya, bentuk chassis platform HEARTECT ini menyerupai dengan sosok mobil Suzuki Fronx, yang diperkirakan bakal masuk ke Indonesia.

Suzuki juga mendirikan booth outdoor yang diberi nama Jimny Adventure Experience. Terdapat tiga unit Jimny 5-Door yang dimodifikasi dengan tema urban, camping, dan marine. Lalu terdapat jalur off-road untuk menguji ketangguhan Jimny. Pengunjung bisa merasakan Jimny pada habitatnya bersama pengemudi profesional.

“Dengan inovasi serta pengalaman imersif yang kami siapkan, Suzuki berkomitmen menciptakan momen berkesan bagi pengunjung IIMS 2025. Kami mengundang masyarakat untuk hadir, mencoba langsung kendaraan kami, dan mengikuti setiap langkah evolusi mobilitas masa depan bersama Suzuki,” tutup Harold.

Suzuki Fronx

Suzuki Indomobil Sales Tancap Gas, Fronx Jadi Produk Baru Pertama di 2025?

PT Suzuki Indomobil Sales Indonesia (SIS) akan tancap gas sejak semester pertama tahun ini. Suzuki menegaskan akan ada mobil baru segera, dalam format SUV.

“Tahun 2025, kami akan menghadirkan kendaraan baru dari segmen SUV yang sesuai dengan karakter konsumen Indonesia,” ujar Harold Donnel, 4W Marketing Director PT SIS. Hal tersebut disampaikan saat Suzuki mengundang media di Jakarta, jumat (18/01) lalu.

Menurut Harold, SUV masih disukai oleh konsumen Indonesia, karena itu pihaknya tidak akan membuang waktu. Meski tidak menyebutkan waktu pastiya, namun dipastikan mobil ini akan diperkenalkan di semester pertama 2025. Artinya, tidak akan lebih dari bulan Juni.

Suzuki Fronx versi Afsel

Melihat pernyataan tersebut, kehadiran Suzuki Fronx, yang merupakan SUV berukuran ringkas sepertinya semakin mendekati kenyataan.

Fronx, yang sudah beredar sejak 2023 lalu di India, sudah terdaftar di situs NJKB. Memiliki harga dasar mulai dari Rp 166 juta hingga 194 juta, belum termasuk pajak dan komponen biaya lain.

Saat ini, Fronx dipasarkan di berbagai wilayah seperti Timur Tengah, Amerika Latin, Australia, Jepang dan beberapa wilayah lain. Di Afrika Selatan, mobil ini dijual sebagai Toyota Starlet Cross.

Seperti pernah kami bahas, berdasarkan spesifikasi yang ada di India, Fronx dikatakan memiliki panjang 3.995 mm, lebar 1.765 mm dengan tinggi 1.550 mm.

Kemudian, wheelbase (jarak antara sumbu roda depan dan belakang) adalah 2.520 mm. Ini lebih panjang 35 mm dibanding WR-V yang akan jadi rivalnya. Namun andalan Honda itu lebih panjang dengan 4.060 mm.

Rakitan Indonesia?

Suzuki Indomobil juga diketahui menyiapkan suntikan dana hingga Rp 5 triliyun untuk meningkatkan fasilitas produksinya di Indonesia. 

Invesatasi itu akan digunakan untuk pengadaan alat-alat produksi dan teknologi pendukungnya. 

Untuk mendukung produksi Suzuki Fronx di Indonesia? Belum bisa dipastikan. Namun dikatakan juga oleh Harold, Fronx bukan satu-satunya model baru. Ada juga penyegaran (facelift) dari model yang ada sekarang. 

Suzuki Fronx versi Afsel

Mengenal Suzuki Fronx 2025 Yang Segera Hadir di Indonesia

Suzuki Indomobil Sales (SIS) bersiap memasarkan Suzuki Fronx  2025 di Indonesia. Hal ini terlihat dengan munculnya kode A3L415F yang terdiri dari lima varian.

A3L415F adalah kode chassis Suzuki Fronx, yang lebih dulu hadir dan dirakit di India, sejak 2023. Melihat ukuran SUV ini yang berukuran kurang dari empat meter (3.995 mm), Fronx akan berhadapan dengan Honda WR-V. Toyota Raize atau Daihatsu Rocky dan Kia Sonet di Indonesia.

Berdasarkan spesifikasi yang ada di India, Fronx dikatakan memiliki lebar 1.765 mm dengan tinggi 1.550 mm. Kemudian, wheelbase (jarak antara sumbu roda depan dan belakang) adalah 2.520 mm. Lebih panjang 35 mm dibanding WR-V, biarpun andalan Honda itu memiliki panjang 4.060 mm. 

Kelahiran Suzuki Fronx 2025 didasari atas keinginan Suzuki untuk menjamah pangsa pasar SUV ringkas, tapi pengembangannya tidak makan biaya besar. Karena itu, Fronx memanfaatkan platform serupa Baleno (Heartect B).

Suzuki Fronx

Desainnya, biarpun dimensi ringkas, tapi mengedepankan ruang kabin yang lega. Dari luar, mobil terlihat lebar. Namun kapasitas bagasinya, menurut beberapa sumber, lebih kecil 10 liter dari Baleno (308 liter). Ini karena lantai bagasi yang lebih tinggi.

Hal lain yang menegaskan statusnya sebagai SUV adalah ground clearance yang mencapai 210 mm. Cukup tinggi dan meyakinkan untuk menempuh ‘beratnya’ jalanan di Indonesia.

Saat ini, Fronx dipasarkan di berbagai wilayah seperti TImur Tengah, Amerika Latin, Australia, Jepang dan beberapa wilayah lain.

Versi ekspor ini, yang sepertinya juga akan berlaku untuk Fronx di Indonesia, menggunakan mesin K15C lengkap dengan sistem Smart Hybrid khas Suzuki.

Melihat daftar varian di NJKB, mobil ini akan dipasarkan dalam lima varian, dengan opsi transmisi otomatis ataupun manual. Harga nilai jualnya mulai dari Rp 166 juta hingga 194 juta. Tapi harus diingat, ini harga dasar yang belum diimbuhi marjin keuntungan, perpajakan dan komponen lainnya.

Toyota Urban Cruiser Taisor Tampil Perdana Di India

Toyota resmi meluncurkan Urban Cruiser Taisor di India pada Rabu, (3/4) kemarin.

Compact SUV terbaru Toyota ini sebenarnya adalah versi rebadged dari Maruti Suzuki Fronx yang muncul pada tahun 2023 lalu di India.

Meskipun berbasis dari model mobil milik Maruti Suzuki, kemasan tampilan tetap dengan gaya Toyota. Sama seperti Suzuki Grand Vitara dan kembarannya yakni Toyota Urban Cruiser Hyryder yang beredar di India.

Secara keseluruhan siluet bodi serupa. Tentunya sejumlah detail eksterior dikemas ulang agar tak terlalu kembar ‘plek’ dengan Suzuki Fronx.

Desain grille dengan imbuhan emblem Toyota tentunya, lampu depan mengadopsi gaya dari Toyota Land Cruiser 300 Series.

Lampu belakang sudah menggunakan LED dengan model melebar. Bumper depan dan belakang serta pelek alloy 16-inci tampil beda dan lebih sporty.

Serupa Tapi Beda Gaya

Layout dashboard mobil ini masih diadopsi dari Suzuki Fronx. Head unit fitur infotaintment dengan layar digital 9-inci, panel instrument di balik setir model analog, fitur head-up display, serta wireless charging pad sama seperti Suzuki Fronx.

Fitur keselamatan dan bantu berkendara pada mobil ini terbilang sangat lengkap. Mulai dari kamera 360°, 6 airbag, hill-hold assist, sensor parkir mundur, hingga electronic stability control (ESC) jadi kelengkapan standar.

Dari segi dimensi, Toyota Urban Cruiser Taisor dikatakan memiliki panjang bodi hampir seukuran Suzuki Fronx yang panjang bodinya 4.345 mm. 

Berapa panjang jarak sumbu roda compact SUV Toyota ini belum diumumkan. Namun kemungkinan tak akan selisih jauh atau mungkin sama seperti Suzuki Fronx yakni di angka 2.520 mm. 

Mesin Bensin Atau BBG?

Sebagai sumber penggerak, Toyota Taisor mengadopsi mesin yang sama dengan Suzuki Fronx.

Untuk mesin bensin 1.2-liter non-turbo memiliki tenaga 89 hp dengan torsi 113 Nm. Mesin bensin 1.0-liter turbo dibekali modul mild hybrid. Outputnya sedikit lebih besar yakni 99 hp dengan torsi maksimum 148 Nm.

Untuk opsi transmisi, varian bermesin 1.2-liter non-turbo tersedia dengan transmisi manual 5-speed dan AMT 5-speed. Untuk varian bemesin turbo tersedia opsi transmisi manual 6-speed dan automatic 6-speed plus torque converter.

Bagi yang ingin versi BBG (bahan bakar gas), tersedia kit konversi untuk mesin 1.2-liter non-turbo. Varian ini hanya tersedia dalam opsi transmisi manual 5-speed.

Untuk pembanding, di Indonesia mobil ini akan sekelas dengan Kia Sonet. 

Harga termurah di India, mulai dari 7,73 lakh rupee atau setara Rp 146,5 jutaan untuk varian 1.2 E MT. Varian termahal yakni 1.0 V AT DT label harganya mulai dari 13,03 lakh rupee atau sekira Rp 247 jutaan.

 

Suzuki Fronx, Crossover Bernyawa Baleno Dan Grand Vitara

Sejumlah prediksi yang berkembang seputar crossover terbaru dari Maruti Suzuki yang berbasis dari platform HEARTECT yang digunakan Baleno pun terjawab sudah. Namanya aneh, Suzuki Fronx.

Maruti Suzuki Fronx dibuka selubungnya dalam event Auto Expo 2023 India yang tengah dihelat di India Expo Mart, Uttar Pradesh, India pada 12 Januari 2023. Secara resmi baru akan dipasarkan pada April 2023, namun pemesanan untuk Fronx  telah dibuka untuk konsumen di India.

Citarasa Baleno Dan Grand Vitara

Tampilan eksterior dari all-new Fronx seperti memadukan karakter desain dari Baleno dan Grand Vitara yang dipasarkan di India. Kedua mobil tersebut sangat populer dan digemari para konsumen di India. Fronx nampaknya dirancang untuk mengakomodir para konsumen yang menginginkan mobil yang memiliki unsur dari kedua model tersebut.

Sejumlah elemen desain Baleno yang disematkan pada bagian depan Fronx antara lain kaca spion, fender yang kekar, garnish chrome pada bumper hingga grille berukuran besar.

Siluet garis body depan Fronx bergaya Baleno. Namun garis atap hingga ke buritan yang bergaya coupe membuat Fronx terlihat jauh lebih keren dan aerodinamis dibandingkan Baleno. Bahkan saat dilihat dari samping, sepintas mengingatkan kami pada Suzuki Swift dan SX4.

Head lamp dan lampu belakang menggunakan model LED ala Grand Vitara. Aksen pelindung bumper depan dan belakang serta body yang jangkung pun mengadopsi gaya crossover ala Grand Vitara.

Dengan panjang 3.995 mm dan 1.765 mm, dimensi Fronx nyaris seukuran Baleno. Hanya berbeda di tinggi body yang di angka 1.550 mm. Wheelbasenya yang berukuran 2.520 mm terpaut 70 mm lebih pendek dari Jimny 5-pintu.

Interior Bernuansa Baleno

Saat melihat area kabin dari all-new Fronx, mulai dari setir, head unit sistem infotaintment, panel instrument identik dengan Baleno. Bahkan hingga nuansa two-tone pada interiornya pun serupa.

Layar sentuh 9.0 inci pada dasbor terintegrasi dengan SmartPlay. Berkemampuan koneksi nirkabel Android Auto dan Apple CarPlay. Fitur charger ponsel wireless juga hadir. Kamera 360° sistem audio Arkamys juga menjadi fitur pemikat yang tersedia.

Tombol multifungsi pada setir dan enam buah airbag sama seperti Suzuki Baleno Hatchback. Meski kabin Fronx tak selapang dan sebesar Grand Vitara, namun dikatakan tetap lebih lapang dan lebih nyaman dari Baleno.

Pilih Mesin 1.0L Atau 1.2L ?

Pilihan mesin tak hanya menentukan harga jual, namun juga segmentasi konsumen. Suzuki Fronx dibekali mesin bensin 3-silinder 1.0-liter turbo Boosterjet Mild Hybrid menjadi penggerak pada Fronx. Mesin yang juga sempat digunakan pada Baleno RS ini memiliki output tenaga maksimum 98 hp pada 5.500 rpm dengan torsi maksimum 147,6 Nm.

Versi kedua bermesin 4-silinder 1.2-liter polosan alias naturally-aspirated (K-12) dengan tenaga maksimum 88 hp dan torsi maksimum 113 Nm.

Para konsumen pun memiliki pilihan transmisi yang beragam. Untuk varian 1.0L akan dipasarkan dengan pilihan transmisi manual 5-speed maupun automatic 6-speed dengan paddle shift. Sedangkan untuk varian bermesin 1.2L akan tersedia dalam opsi transmisi manual 5-speed maupun 5-speed Automated Gear Shift (AGS).

Trend yang saat ini berkembang di India mulai bergeser pada SUV berbody besar. Namun demikian, tetap ada ceruk pasar bagi segmen konsumen yang menginginkan mobil bergaya SUV yang ekonomis namun harganya terjangkau. Fronx adalah jawabannya.