Mobil Listrik Afeela 1 Akhirnya Segera Diproduksi

Setelah melalui penantian cukup panjang, mobil listrik Afeela 1 akhirnya bakal segera diproduksi. Saat ini pihak Sony Honda Mobility sudah mulai melakukan persiapan tahap pra-produksi di fasilitas manufaktur East Liberty yang berlokasi di Ohio, AS.

Para konsumen yang sudah lama menanti kabar Afeela 1 akhirnya kini bisa lebih tenang. Buah dari kemitraan bersama antara Sony dan Honda tersebut proses produksinya akan segera terealisasi.

Menanti Sejak 2023

Sejak tampil perdana dalam event Consumer Electronics Show (CES) di Las Vegas pada tahun 2023, mobil bervisi masa depan ini mengalami proses riset dan pengembangan teknologi yang cukup panjang serta berliku.

Mulai dari sistem pengendaran semi otonom dan ADAS, baterai mutakhir hingga teknologi multimedia yang terintegrasi dengan fitur game konsol PS5 jadi daya tarik pada Afeela 1.

Ditambah lagi kemasan desain eksterior dan interiornya yang bergaya mobil perkotaan masa depan. Banyak yang kepincut dan siap memesan Afeela 1. Hanya saja banyak yang sangsi karena belum ada kepastian kapan Afeela 1 bakal mulai diproduksi.

Nah, kini Sony Honda Mobility sudah mulai membuka daftar pemesanan mobil listrik ini. Cukup dengan uang panjar (DP) pre-booking sebesar $200 yang bisa diuangkan kembali jika ada pembatalan.

Ada dua varian yang ditawarkan yakni Origin dengan label harga mulai dari $89.900 (Rp 1,43 miliar), dan Signature, harganya mulai dari $102.900 (Rp 1,78 miliar). Untuk ukuran mobil listrik sekelas Vinfast VF8, label harga di atas Rp 1 miliaran tentu bagi sebagian besar konsumen terbilang mahal. Label harga Vinfast VF8 bahkan hanya separuh dari Afeela 1 Origin yakni sekira $47.000.

Meskipun sudah siap diproduksi, pemesan harus sabar menanti hingga unit pesanan mereka mulai dikirim paling cepat pertengahan tahun 2026. Bahkan dikatakan jika yang akan diproduksi lebih dahulu adalah varian yang lebih mahal yakni Signature. Bagi yang berminat pada varian standar Origin tentu harus lebih banyak bersabar hingga unit pesanan selesai diproduksi pada tahun 2027.

Fitur Memikat

Karena varian yang akan diproduksi lebih dulu adalah Signature, maka kami pun penasaran seperti apa ragam konten yang dibekalkan.

Dari segi performa, Afeela 1 varian Signature dibekali dua motor elektrik berpenggerak all-wheel drive (AWD) beroutput 241-hp.

Untuk baterainya berkapasitas daya 91 kWh dengan estimasi jarak jelajah maksimum 480 km. Sistem pengisian daya baterai sudah dilengkapi soket NACS untuk SPKLU jenis Supercharger dari Tesla dengan output daya maksimum 150 kW.

Fitur yang dibekalkan pada kabin meliputi layar digital untuk sistem multimedia bagi penumpang depan maupun belakang. Juga terdapat kamera pemantau di dashboard dan fitur game konsol built-in PS5.

Sistem tata suara digadang menggunakan versi 3D Sounds lansiran Sony yang berkualitas suara audiophile. Anda dijamin bagai sedang bersantai mendengarkan alunan musik di ruang pribadi dengan sistem audio super premium!

Sebagai mobil listrik dengan visi mobilitas cerdas, sistem bantu berkendara terpadu Advanced Driver Assistance Systems (ADAS) yang dibekalkan tentu sangat mutakhir.

Afeela 1 dibekali 40 sensor (kamera, lidar, radar, dan sensor sonar ultrasonic) untuk menunjang kinerja sistem ADAS. Teknologi canggih AI juga jadi bagian dari sistem pendukung pada Afeela 1. Bahkan digadang chip ECU yang dibekalkan mampu melakukan prosedur operasi secara simultan hingga 800 trilyun per detik!

Afeela 1 memang bukan mobil listrik untuk kaum mendang mending. Teknologi yang dibekalkan memang sangat canggih dan mutakhir. Mungkin Afeela 1 adalah gambaran sebuah mobil listrik yang sangat ideal… tentu saja harganya tak akan murah.

 

Hyundai Ioniq6 N

Pemerintah Targetkan 600 Ribu Unit Mobil Listrik, Memang Bisa?

Populasi mobil listrik memang meningkat belakangan ini. Kalau melihat data GAIKINDO, hingga bulan Juni lalu (semester I 2023) sebanyak 5.849 unit mobil listrik. Ini adalah angka distribusi dari pabrik ke dealer, atau biasa disebut wholesales. Jumlah tersebut sebetulnya menggembirakan jika dibanding 2022 yang setahun penuh angkanya hanya 10.000-an unit. Itupun adalah penjualan grosir (dari dealer ke konsumen).

Kementrian Perindustrian, melalui siaran persnya mengatakan mereka mentargetkan paling tidak 600 ribu unit mobil listrik dan 2,45 juta motor elektrik bisa diproduksi. Pemerintah optimis ini bisa dicapai, dengan ekosistem kendaraan listrik yang semakin berkembang. Melibatkan para pemangku kepentingan yang meliputi industri otomotif, produsen baterai dan konsumen.

“Kementerian Perindustrian (Kemenperin) optimistis bahwa penggunaan kendaraan listrik untuk menggantikan kendaraan berbahan bakar fosil akan mampu mengurangi emisi CO2,” ujar Juru Bicara Kemenperin Febri Hendri Antoni Arif di Jakarta, Jumat (8/9).

Namun disiratkan juga, memang perlu waktu karena kebiasaan. Masyarakat sudah sangat familiar dengan penggunaan kendaraan konvensional, yang tidak repot mengisi BBM. Kemudian beralih ke EV yang fasilitas isi ulangnya masih sangat terbatas.

Kia EV6 GT

Untuk mengatasi keterbatasan itu, semua wajib kompak. Pemerintah harus bergerak cepat memberikan ruang untuk pembentukan ekosistem EV yang mumpuni. Komitmen pengurangan polusi serta insentif atau bantuan kepemilikan itu satu hal. Masih ada deretan hal lain yang harus terwujud demi membangun ekosistem ini. Seperti iklim investasi produsen hingga penyedia fasilitas isi ulang listrik, hingga bagaimana sistem daur ulang komponen yang sudah waktunya diganti.

GAIKINDO Yakin

Sementara itu, dari sisi produsen, GAIKINDO (Gabungan Industri Kendaraan Indonesia) juga menyatakan keyakinannya. Berdasarkan Sertifikat Uji Tipe (SRUT) hingga Juli 2023 lalu, telah terdaftar lebih dari 18.000 unit mobil listrik.

Wuling Air ev ke KTT G20

Ketua I GAIKINDO Jongkie Sugiarto mengatakan, target besar tersebut bukan mustahil tercapai mengingat era kendaraan listrik merupakan suatu keniscayaan secara global. Namun ia juga menegaskan, untuk mencapai target tersebut perlu lebih banyak mobil listrik dengan harga yang lebih terjangkau.

Dan memang harus diakui, saat ini harga mobil listrik masih terasa mahal dibanding versi konvensional. Itupun pemerintah sudah menggelontorkan kebijakan insentif pemotongan pajak pertambahan nilai (PPN) 10 persen. Namun baru dua produsen mobil listrik saja yang berhak mendapat insentif tersebut. Keduanya adalah Wuling dan Hyundai.