MV Agusta Dan Assen Circuit Hadirkan 300 Unit Brutale Tergahar

Assen Circuit di Belanda memiliki kesan mendalam bagi MV Agusta. Sirkuit balap legendaris yang tersohor dengan julukan “Cathedral of Speed” ini menginspirasi lahirnya motor edisi khusus MV Agusta Brutale 1000 RR Assen.

Tak hanya jadi pengingat keberhasilan MV Agusta meraih 35 kali podium juara di Assen Circuit. Namun juga podium juara kelas 350 cc di laga balap Dutch TT di Assen tahun 1976.

Momen comeback sekaligus persembahan pamungkas Giacomo Agostini untuk MV Agusta yang dibelanya sejak tahun 1965-1973.

Motor edisi khusus yang hanya dibuat sebanyak 300 unit ini merupakan hasil kolaborasi antara MV Agusta dan Assen Circuit. Harga masih belum diumumkan.

Kombinasi Nuansa Biru, Gold Dan Silver

Brutale edisi khusus Assen ini dikemas dengan sangat indah dalam dominasi nuansa biru Blu Nordico. Tampilan kian kontras dengan sapuan aksen warna Gold dan nuansa Argento Ago yang terinspirasi dari warna fairing motor balap Giacomo Agostini.

Sebagai penanda motor edisi khusus, MV Agusta menyematkan emblem dan plakat khusus. Garapan panel bodi berbahan serat karbon, plat samping aluminium dan jok Alcantara berwarna biru pun begitu sempurna.

Ini adalah salah satu Brutale 1000 RR terindah yang pernah dibuat.

Rasio Tenaga Vs Bobot 1.1 hp/kg

Dari data teknis, mesin 4-silinder segaris 998 cc yang digunakan telah berstandar emisi Euro 5. Output tenaga 208 horsepower dicapai pada 13.000 rpm. Sedangkan hentakan torsi maksimum sebesar 116.5 Nm dicapai pada putaran 11.000 rpm.

Dengan bobot kosong sekira 183 kg, rasio tenaga berbanding bobot jadi sekitar 1.1 hp/kg. Rasio yang nyaris imbang seperti ini jarang bisa dicapai.

Suspensi Dan Rem Terbaik

MV Agusta selalu menggunakan komponen terbaik. Suspensi depan menggunakan garpu up-side down hidrolik Öhlins Nix EC 43 mm. Sedangkan swing arm belakang ditopang monoshock Öhlins EC TTX. Jarak travel suspensi depan dan belakang sama yakni 120 mm.

Setelan peredaman dan rebound seluruh suspensi diatur secara elektronik. Hanya saja, beban preload garpu depan masih diset manual. Sedangkan preload monoshock belakang disetting secara elektronik.

Sistem rem roda depan menggunakan double floating disc 320 mm. Roda belakang menggunakan cakram rem tunggal 220 mm.  Kaliper rem Brembo Stylema 4-piston pada roda depan diaktifkan oleh master rem model tabung dari Brembo. Sedangkan rem belakang menggunakan kaliper 2-piston plus master rem Brembo PS13.

Pelek serat karbon bernuansa biru lansiran Rotobox nampak serasi dengan warna bodi. Pelek berukuran 3.5 x 17 inci (depan) dan 6 x 17 inci (belakang) masing-masing dibalut ban Pirelli Diablo Supercorsa SP ukuran 120/70 R17 dan 200/55 R17.

Special Parts Kit

Sebagai motor edisi khusus, daftar komponen dan aksesoris yang dibekalkan pun pilihan terbaik.

Berbeda dari Brutale biasa, tuas rem dan kopling didesain khusus dan dibuat menggunakan mesin CNC. Lantunan irama quad-piston yang khas terdengar dari satu set knalpot titanium desain khusus dari Arrow.

Cover jok bagian belakang berbahan serat karbon dan selimut khusus untuk pembungkus motor hingga fuel cap berbahan aluminium dibedakan dari model Brutale standar.

MV Agusta Libas Dominasi Yamaha

Kita flashback ke laga balap Dutch TT di Circuit van Drenthe, Assen, Belanda pada 27 Juni 1976. Momen yang tak akan terlupakan bagi brand sepeda motor MV Agusta.

Dari 19 starter di kelas 350 cc, hanya ada satu Morbidelli, satu Harley-Davidson dan Giacomo Agostini yang jadi satu-satunya rider MV Agusta. Selebihnya adalah rider Yamaha.

Takazumi Katayama yang membesut Yamaha menempati pole position. Sayang sekali, perjuangannya harus kandas dan tak dapat melanjutkan laga balap hingga usai.

Cukup sulit untuk dapat mematahkan dominasi rider Yamaha di sirkuit sepanjang 7,7 km tersebut. Namun akhirnya Agostini berhasil meraih podium pertama dan rekor waktu lap tercepat. Persembahan terakhir yang mengesankan bagi MV Agusta sebelum Ago gantung helm setahun kemudian.

MV Agusta Luncurkan Edisi Khusus Dragster SCS America Edition 2023

Tak hanya kondang di kawasan Eropa, brand sepeda motor asal Italia, MV Agusta ternyata juga sangat populer di Amerika Serikat sejak lama.

Model yang menjadi peletak sejarah kepopuleran MV Agusta di AS yakni 750SS lansiran tahun 1973. Naked bike spek khusus untuk pasar AS ini dikemas dengan livery warna Merah, Biru dan Putih. Elemen warna dari bendera kebangsaan Amerika Serikat.

Sejak saat itu, MV Agusta selalu menampilkan model edisi khusus Amerika Serikat, khususnya model naked bike. Di antaranya yakni Brutale 750 tahun 2004 dan Brutale 1090 RR tahun 2012.

Model terakhir dari edisi ‘America’ yakni Brutale 800 RR tahun 2017. Enam tahun telah berlalu dan kini MV Agusta kembali meluncurkan model khusus untuk para fans mereka di AS yakni Dragster SCS America Edition. Seberapa istimewakah model ini?

Naked Bike Petarung Jalanan

Naked bike MV Agusta Dragster SCS ‘America’ ini tampilannya memang sangat garang. Level machonya begitu kental ala motor petarung jalanan.

Meskipun ini adalah model edisi khusus, namun spek performanya tak berbeda dari varian biasa. Output tenaga mesin 3-silinder 798 cc yang diusungnya tetap 140 hp. Sentuhan pada kemasan tampilan lebih diutamakan. Performa dirasa tak perlu diracik ulang.

Yang istimewa dari varian model SCS ini tentu saja teknologi kopling Smart Clutch System yang dipadukan dengan transmisi manual 6-speed.

Pada sistem kopling SCS terdapat fitur kopling otomatis Radius CX. Perpindahan naik-turun gigi diby-pass alias tanpa perlu menarik tuas kopling. Respon perpindahan gigi pun menjadi lebih halus.

Fitur seperti ride–by-wire throttle, kruk-as dengan rotasi balik, IMU enam titik, dan steering damper dengan 8 tingkat setelan menjadi kelengkapan standar.

Meskipun sepintas tampilannya identik dengan varian standarnya, namun tetap ada ciri khas sebagai pembeda. Motor edisi spesial ini dibekali dengan paket ‘Special Parts Kit’. Mulai dari cover bak kopling SCS model transparan, selimut pembungkus body motor berdesain khusus, dan tentu saja sertifikat penanda model edisi terbatas.

Untuk kit dan aksesoris opsional, terutama pendongkrak performa juga tersedia cukup banyak. Salah satunya yakni knalpot sport berbahan titanium dari Akrapovič plus modul ECU khusus. Output tenaga mesin pun akan terkoreksi menjadi 148 hp.

Sebagai penanda, nomor seri khusus digrafir menggunakan laser pada bagian atas segitiga komstir. Dan tentu saja, model Dragster SCS America dikemas dengan livery kombinasi warna Merah, Putih dan Biru pada body. Sedangkan pada jok tersemat sulaman bertuliskan “America Special Edition”. Ya, dijahit manual, bukan dengan mesin bordir. Penggarapan motor ini benar-benar istimewa.

Hanya 300 Unit Saja…

Sesuai label namanya, MV Agusta Dragster SCS America hanya dipasarkan di AS dan Kanada. Jumlahnya pun sangat terbatas, hanya 300 unit.

Model edisi terbatas ini telah tersedia di jaringan dealer MV Agusta di seantero Amerika Serikat dan Kanada sejak 11 Juli 2023. Harga per unitnya $28,247 atau sekitar Rp 421,8 jutaan (off the road). Aaah… sayang sekali, hanya untuk kawasan AS dan Kanada.

 

Valention Rossi

Saat Valentino Rossi Kendarai MV Agusta Brutale dan Membuat Jurnalis Gelisah

Meskipun punya sederet titel juara dunia MotoGP di tangannya, Valentino Rossi adalah seorang manusia. Dan dengan begitu, ada juga rasa penasaran yang tidak tertahan sampai harus meminjam motor tes yang sedang dicoba oleh jurnalis.

Kisah ini diceritakan oleh Guido Meda, jurnalis MotoGP yang juga dekat dengan juara dunia asal Italia itu. “Era 2000an, Valentino Rossi sudah cukup punya nama saat itu,” ujar Meda membuka ceritanya. Mereka berdua diundang oleh musisi kenamaan Italia, Fabio Volo. Meda, saat itu tiba di studio siaran di Milan mengendarai MV Agusta Brutale, yang dipinjamkan untuk dibuat review. Untuk diketahui, Brutale hadir pertama tahun 2001. 

MV Agusta Brutale 2001

Valention Rossi yang melihat motor baru tersebut, mulai tertarik dan bertanya bagaimana motornya. “Sampai akhirnya diutarakan pertanyaan yang membuat Meda galau. “Saya boleh coba?” Ini sebetulnya pertanyaan yang memang bikin gundah para jurnalis otomotif yang ditugaskan membuat review. Kami kerap ditanya hal yang sama. Satu sisi, tanggung jawab terhadap pekerjaan dan yang meminjamkan kendaraan. Sisi lain, kalau yang bertanya bukan orang sembarangan, bikin bingung menjawabnya.

Dalam kasus Guido Meda ia tidak bisa jawab tidak. “Motornya bukan punya saya. Jalanan di Milan sedang basah. Tapi saya tidak bisa bilang tidak. Bagaimana caranya bilang kalau saya tidak percaya pada (kemampuan berkendara) seorang Valentino Rossi?”

VR46 Valentino Rossi

“Malam itu cuacanya dingin sekali dan berkabut. Bahkan Vale sendiri bertanya, kenapa saya bisa berkendara di cuaca seperti itu,” tambahnya. Tidak perlu lama, Rossi langsung duduk di jok Brutale. Meda sepertinya hanya bisa pasrah dan percaya motor dan pengendaranya akan baik-baik saja.

“Saya memperhatikan motor menjauh ditelan kabut. Yang terdengar hanya raungan mesin yang dipacu maksimal,” tutup komentator Sky Sport ini. Untungnya, motor balik lagi dalam keadaan utuh, lengkap dengan sang legenda MotoGP yang tersenyum lebar.

Sumber