Akomodir Mudik Lebaran Pakai EV, BYD Hadirkan Posko Mudik

Menyambut musim libur dan tradisi mudik Lebaran 2025, PT BYD Motor Indonesia untuk pertama kalinya menghadirkan BYD Posko Mudik. BYD membangun fasilitas khusus, yang dirancang untuk memberikan pengalaman perjalanan yang lebih nyaman, bagi para pengguna kendaraan listrik BYD dan Denza.

Melalui inisiatif ini, BYD semakin memperkuat komitmennya dalam menghadirkan solusi mobilitas berkelanjutan yang terintegrasi. Sekaligus memberikan perhatian khusus terrhadap kepuasan dan kenyamanan pelanggan, selama perjalanan jauh menggunakan kendaraan listrik (EV).

Hadir di Sejumlah Titik Strategis

Untuk memastikan kenyamanan selama perjalanan, BYD Posko Mudik hadir di beberapa titik strategis yang menjadi jalur utama pemudik, yaitu:
Rest Area KM 57 Kamojing, Tol Jakarta – Cikampek, Karawang, Jawa Barat (27 Maret – 2 April 2025). Rest Area KM 379 A, Tol Semarang – Batang, Plelen, Kabupaten Batang, Jawa Tengah (27 Maret – 2 April 2025). Serta Rest Area KM 229 B, Jatirenggang, Pabuaran, Cirebon, Jawa Barat (2 – 6 April 2025).

“Mudik adalah momen yang dinantikan oleh masyarakat Indonesia, untuk bisa berkumpul kembali dengan keluarga di kampung halaman. BYD memahami pentingnya momen ini dan berkomitmen untuk memastikan perjalanan para pelanggan tetap lancar, aman, dan penuh kenyamanan,” kata Luther T. Panjaitan, Public & Government Relations PT BYD Motor Indonesia.

Fasilitas Lengkap dan Maksimal

Dalam periode mudik tahun ini, BYD menghadirkan beberapa titik posko yang dilengkapi berbagai fasilitas unggulan untuk memberikan kenyamanan bagi para pemudik. Diharapkan posko ini menjadi tempat singgah yang ideal bagi pelanggan yang melakukan perjalanan jauh. Dengan berbagai layanan, BYD memastikan perjalanan mudik menggunakan kendaraan listrik tidak hanya lancar, tetapi juga lebih menyenangkan dan bebas khawatir.

Dengan menyediakan dua unit stasiun pengisian daya kendaraan listrik di setiap posko. BYD memastikan kendaraan listrik para pemudik dapat terjaga dalam kondisi prima untuk melanjutkan perjalanan. BYD juga menyediakan layanan pemeriksaan kendaraan pada area khusus yang dilakukan oleh teknisi profesional.

Tim BYD akan siap memberikan pengecekan menyeluruh terhadap kendaraan. Mulai dari sistem kelistrikan, performa baterai, hingga komponen keselamatan lainnya. Dengan begitu, pemudik dapat memastikan kendaraan mereka dalam kondisi terbaik sebelum melanjutkan perjalanan. Keselamatan berkendara juga menjadi prioritas utama BYD, dengan menghadirkan layanan pengisian nitrogen ban gratis.

Truk Towing Siap Mendukung

Untuk memastikan ketenangan para pemudik selama perjalanan, BYD juga menghadirkan Emergency Roadside Assistance serta BYD Mobile Service, pada KM 57. Armada towing BYD memastikan kendaraan listrik pelanggan dapat segera dievakuasi ke lokasi servis terdekat jika diperlukan.

Sedangkan, BYD Mobile Service hadir sebagai solusi responsif dengan tim teknisi profesional yang dapat menangani berbagai kebutuhan darurat di tempat, mulai dari pemeriksaan kendaraan hingga perbaikan ringan. BYD juga memperhatikan kenyamanan para pemudik, dengan menyediakan ruang istirahat yang nyaman. 

Jaringan Dealer Siaga

Selain menghadirkan BYD Posko Mudik di titik-titik strategis, BYD juga memastikan jaringan dealer di berbagai kota tetap beroperasi, untuk memberikan layanan purna jual terbaik bagi pengguna BYD dan Denza. Sebanyak 12 dealer di beberapa kota akan beroperasi dengan jam layanan yang diperpanjang, mulai dari 8 hingga 24 jam.

Sebagai bentuk dukungan terhadap kelancaran perjalanan pelanggan, BYD menghadirkan layanan Emergency Repair, yang memungkinkan pemudik mendapatkan bantuan cepat untuk berbagai kendala teknis.

Pemeriksaan Menyeluruh

Selain penanganan dalam kondisi darurat, BYD juga menawarkan Maintenance & General Check-up untuk memastikan kendaraan pelanggan dalam kondisi terbaik. Pemeriksaan menyeluruh dilakukan terhadap berbagai komponen penting,

BYD juga menyediakan stasiun pengisian daya baterai, di beberapa lokasi dealer yang tetap beroperasi selama masa mudik. Fasilitas ini memberikan keleluasaan bagi pelanggan, untuk mengisi daya kendaraan secara gratis di lokasi yang aman dan nyaman.

Denza N9 mulai dijual di Tiongkok. Fiturnya spektakuler

Denza N9: SUV Yang Patut Bikin Supercar dan Range Rover Gelisah

Saat BYD sibuk memperkenalkan MPV Denza D9 di IIMS 2025, di Tiongkok, mereka mengumumkan dimulainya masa pre-order SUV Denza N9 pada Jumat (21/02). Inilah SUV mahal dengan interior tiga baris dan akselerasi 0-100 km/jam hanya perlu tiga detik!

Masa pra pemesenan tersebut baru untuk konsumen domestik, dengan rentang harga setara US $62.000 hingga US $76.000. Atau sekitar Rp 1.010 milyar hingga Rp 1,2 milyar. Peluncuran resmi ke hadapan publik akan dilangsungkan pada awal Maret mendatang. N9 PHEV akan jadi yang pertama muncul, diikuti versi BEV setelahnya.

Secara dimensi, Denza N9 memiliki panjang 5.258 mm, dengan lebar 2.030 mm dan tinggi 1.830 mm. Jarak sumbu rodanya (wheelbase) 3.125 mm. Jadi memang bukan SUV kecil. Parasnya terlihat biasa saja namun tetap tampak tegas layaknya sebuah SUV.

Ukuran Denza N9 tidak kecil.

Dan karena ini mobil premium fiturnya tidak main-main. Berdiri di atas platform e3 terbaru, dibekali air suspension khas BYD bernama DiSUS, juga punya kemampuan Tank Turn dan crab walk, plus rear wheel steering untuk memudahkan manuver. Sebagai penggerak, platform ini mengakomodir tiga motor listrik yang bisa bergerak secara independen.

Selain itu, N9 dibekali ADAS yang dijuluki ‘God’s Eye’. Nama resminya DiPilot 300 yang isinya beragam dan diklaim presisi dalam membantu pengendara.

Sebagai penggerak, diketahui bahwa Denza N9 versi PHEV akan menggunakan mesin ICE 2,0 liter turbocharged dan tiga motor listrik. Kapasitas baterainya 46,9 kWh. Total tenaga kombinasi dikatakan 912 hp. Varian ini mampu bergerak hingga 200 km, hanya dengan motor listrik. Total jarak tempuhnya 1.300 km berdasarkan pengujian CLTC.

DEnza N9 2025

Kemudian untuk N9 EV, juga dibekali tiga motor listrik dengan tenaga kombinasi lebih brutal yaitu 952 hp. Bukan main. Namun belum diketahui berapa jarak tempuh yang bisa diberikan.

Tiga Layar

Di kabin, karena ini Denza, maka tidak perlu kaget dengan isinya. Ada tiga layar di dashboard. Pertama adalah instrument cluster berukuran 13,2 inci. Lalu layar infotainment seukuran 17,3 inci, serta satu layar 13,2 inci tepat di hadapan penumpang depan.

Bukan cuma itu, untuk pengemudi juga diberikan layar monitor menggantikan kaca spion samping. Tersedia juga Heads Up Display (HUD) yang dipantulkan ke kaca depan.

Konsol tengah yang lebar memuat beberapa tombol fisik dan dua wireless charger yang besaran arusnya belum diungkap. Arm rest diantara pengemudi dan penumpang depan juga berfungsi sebagai cool box.

Konfigurasi kursinya dipastikan 2+2+2, jadi bisa menampung enam manusia di dalamnya. Kemudian soal bagasi, diklaim bisa memuat tas golf atau lima koper ukuran 20 inci.

Penumpang baris tengah dimanjakan dengan leg rest, meja lipat dan kursi pijat. Plus satu layar monitor di plafon. Di baris ini juga dibekali satu kulkas pendingin.

Sebuah spesifikasi yang bukan main komplit. Range Rover dan kawan-kawannya patut waspada.

Sumber: Sohu 

Kenalan Dengan Teknologi Mutakhir e³ Platform Punya Denza

Selain fokus menghadirkan inovasi teknologi, BYD juga menjadi pionir dalam mengintegrasikan teknologi canggih ke berbagai sektor strategis termasuk sektor otomotif di dunia. Denza, sebagai sub-brand premium dari BYD, tentu turut mengimplementasikan teknologi terdepan. Salah satu inovasi terbaru yang yang diperkenalkan pada kuartal empat tahun 2024, dan pertama kali diterapkan pada Denza Z9 GT dan Denza Z9, yakni e³ Platform.

Teknologi ini menjadi terobosan dalam meningkatkan efisiensi, performa tinggi, serta menghadirkan pengalaman berkendara yang lebih mutakir. Dengan e³ Platform, maka Denza berkomitmen untuk menghadirkan kendaraan premium yang inovatif, lebih responsif, nyaman, dan ramah lingkungan.

Satu kesatuan teknologi inovatif

e³ Platform adalah sistem penggerak tiga motor independen. Terdiri dari satu motor listrik di bagian depan, dan dua motor di bagian belakang. Setiap motor memiliki control unit yang bekerja secara independen, untuk memberikan torsi optimal di setiap kondisi berkendara.

Dengan arsitektur ini, kendaraan mampu menghadirkan akselerasi yang presisi dan responsif, serta meningkatkan stabilitas saat melaju di berbagai medan.

Teknologi ini juga terintegrasi dengan CTB (Cell-to-Body), yang berfungsi menyatukan motor listrik yang berada di dalam e-platform. Berintegrasi dengan teknologi Blade Battery, sehingga menjadi satu kesatuan struktur pada bodi mobil.

Dikombinasikan dengan VMC

Pada model Z9 GT, sistem ini dikombinasikan dengan Vehicle Motion Control (VMC), supaya memberikan kendali penuh terhadap distribusi tenaga, dan kestabilan kendaraan di berbagai kondisi jalan.

Selain itu, kendaraan berbasis e³ Platform juga dilengkapi dengan centralized computing platform. Sistem ini memungkinkan kendali yang lebih cerdas terhadap tiga motor listrik, active rear-wheel steering, penyesuaian torsi, dan sudut kemudi belakang secara independen. Semua data kendaraan terus diperbarui melalui OTA (Over-the-Air) updates, memastikan setiap fitur selalu dalam kondisi terkini.

Parkir lebih mudah dan efisien

Denza juga menghadirkan fitur e³ Parking, yang dapat memberikan kemudahan dalam berbagai kondisi parkir, baik di ruang normal maupun sempit dengan lebih efisien. Saat mode parkir diaktifkan, roda depan terkunci untuk menjaga stabilitas. Sedangkan roda belakang bergerak secara independen ke arah luar (outward). Mekanisme ini memungkinkan kendaraan masuk ke slot parkir, dalam satu gerakan tanpa perlu bermanuver maju atau mundur berulang kali.

Teknologi e³ Platform memudahkan pengemudi untuk mengendalikan kendaraannya pada jalanan yang licin. Teknologi ini telah diuji dalam low-adhesion road test, di mana kendaraan menghadapi permukaan jalan dengan adhesion coefficient yang rendah, berisiko menyebabkan oversteer atau understeer (hilangnya stabilitas).

Dengan pengetesan pada jalur dengan radius putar sebesar 15 meter, Z9 GT berhasil untuk melaju secara stabil tanpa koreksi arah berlebihan. Uji coba serupa dilakukan pada permukaan jalan dengan radius 66 meter, dan adhesion coefficient yang bervariasi, dengan rasio rentang terendah sebesar 0.35 hingga yang terbesar 0.85. Pada uji coba ini, Z9GT membuktikan dapat melaju secara aman dan terkendali, tanpa kemungkinan oversteer atau understeer.

Enteng diuji Moose Test

Denza Z9 GT pun telah melalui pengetesan Moose Test (uji manuver darurat) dan mendapatkan sertifikat resmi dari China Automotive Engineering Research Institute (CAERI). CAERI merupakam lembaga penelitian dan pengujian otomotif di China, yang memiliki otoritas dalam menilai standar keselamatan, kinerja, dan efisiensi kendaraan.

Tes ini membuktikan bahwa e³ Platform juga memungkinkan kendaraan untuk bermanuver dengan presisi tinggi di jalur sempit. Denza Z9 GT mampu melaju stabil di jalur pengetesan Moose Test, dan berhasil mencapai kecepatan maksimum 93,6 km/jam.

Salah satu keunggulan utama dari e³ Platform adalah kemampuannya menjaga stabilitas kendaraan bahkan dalam kondisi ekstrem. Misalnya ketika ban pecah di kecepatan tinggi hingga 140 km/jam. Berkat kombinasi teknologi Intelligent Driving System, DiSus Intelligent Body Control System, dan Vehicle Motion Control (VMC), kendaraan tetap berada dalam kondisi aman, terkendali, dan mampu mencari jalur pemberhentian yang optimal.

Mengedepankan keselamatan berkendara

Intelligent Driving System dengan ADAS (Advanced Driver Assistance System) secara otomatis mendeteksi kondisi ban pecah dalam hitungan milidetik. Sistem ini segera menganalisis situasi, mengidentifikasi jalur aman, dan mengarahkan kendaraan menuju lokasi pemberhentian yang paling aman. Sehingga mengurangi risiko kecelakaan akibat kehilangan kendali.

DiSus Intelligent Body Control System adalah sistem suspensi cerdas yang menyesuaikan respons kendaraan terhadap perubahan kondisi jalan dan kestabilan mobil. Dalam situasi ban pecah, sistem ini bekerja secara otomatis untuk menjaga keseimbangan kendaraan dengan mengatur posisi suspensi secara independen.

Sedangkan Vehicle Motion Control (VMC), berfungsi mengontrol motor listrik secara real-time, untuk menyesuaikan distribusi tenaga ke roda dan pengaturan sudut kemudi agar tetap optimal. Teknologi ini memungkinkan kendaraan mempertahankan traksi, mengoreksi arah kemudi dengan presisi, serta mencegah oversteer atau understeer.

Dengan teknologi canggih yang terintegrasi, kendaraan Denza berbasis e³ Platform menyuguhkan standar baru dalam kenyamanan, keselamatan, dan kendali penuh. Sehingga memberikan solusi mobilitas yang lebih baik dan berkelanjutan.

Denza Z9 GT dan D9 Bidik Konsumen Kelas Atas

Pameran otomotif Indonesia International Motor Show (IIMS) 2025 yang berlangsung di JIExpo Kemayoran, Jakarta resmi dibuka pada Kamis (13/2/2025) oleh Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita. Usai acara seremoni, Menperin Agus Gumiwang pun menyempatkan untuk melihat sejumlah booth, salah satunya adalah booth Denza, yang menampilkan Denza Z9 GT dan D9.

Keagenan dan distribusi produk dari brand mobil listrik asal Tiongkok ini di Indonesia dikelola dibawah naungan PT BYD Motor Indonesia.

Ada dua mobil listrik yang dipamerkan yakni MPV premium 7-penumpang Denza D9 dan sedan Denza Z9 GT. Agus Gumiwang takjub saat melihat kemampuan Denza Z9 GT yang bisa melakukan manuver berputar dalam posisi diam, atau disebut crab walking.

“Kemampuan crab walking jadi keunggulan Denza Z9GT yang memudahkan saat parkir,” ucap Luther T Panjaitan, Head of Marketing, PR & Government Relations PT BYD Motor Indonesia saat menemani Agus lihat Denza Z9 GT.

Setelah melihat kemampuan Z9 GT, Agus pun kemudian beralih melihat Denza D9. MPV kelas premium ini sudah lebih dulu diluncurkan pda 22 Januari lalu. Luther pun menjelaskan perihal fitur apa saja yang dimiliki dari pintu belakang setelah dibuka.

Spek Memikat

Dimensi ukuran Denza Z9 GT terbilang besar dengan panjang 5.180 mm, lebar 1.990 mm dan jarak sumbu roda 3.125 mm.

Mobil ini tersedia dalam varian elektrik (BEV) dan plug-in hybrid (PHEV). Versi PHEV dilengkapi dengan mesin 2.0-liter dan tiga motor elektrik hybrid. Output gabungan yang dihasilkan sebesar 640 kW (858 hp). Jarak jelajah maksimumnya dikatakan bisa mencapai hingga 1.100 Km!

Untuk varian bertenaga listrik murni (EV) dibekali baterai berkapasitas 100 kWh. Jarak jelajah maksimumya dikatakan bisa mencapai 630 km.

Sistem penggeraknya memanfaatkan motor elektrik beroutput 710 kW (952 hp). Untuk mencapai kecepatan 100 km/jam hanya butuh waktu 3,4 detik. Performanya yang greget memang sepadan dengan desain tampilannya yang sporty. Target pasar yang dibidik para eksekutif muda yang ingin tampil beda.

Lounge Eksekutif Berjalan

Lain halnya dengan Denza D9 yang bentuk bodinya cenderung boxy khas MPV. Tak hanya tampil mewah, fitur penunjang kenyaman penumpang saat berkendara jadi poin utama yang ditonjolkan Denza D9.

Kemasan kabin bagaikan lounge eksekutif berjalan. Penumpang baris kedua bagai duduk di sofa model Captain Seat yang dilengkapi fitur pemijat dan sandaran kaki yang bisa dioperasikan secara elektrik. Di dalam kabin juga terdapat

Panoramic Roof berukuran ekstaaara besar kian menambah aura kemewahan pada Denza D9. Sebuah mobil penunjang aktifitas para boss muda beserta keluarga.

Denza D9 dibekali motor elektrik penggerak dengan beroutput 275 kW dengan torsi puncak 360 Nm.

Label harga Denza D9 pun cukup menarik yakni hanya Rp 950 juta. Selain itu, mobil listrik ini juga bakal menikmati insentif pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM) hingga 100% sepanjang 2025. Hal ini sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No. 135/2024, yang mendukung ekosistem kendaraan listrik di Indonesia.

Denza D9 Kebanjiran Pesanan

Menurut keterangan yang diungkap oleh Luther T. Panjaitan, dalam waktu kurang dari sebulan sejak launching di Indonesia 22 Januari lalu Denza D9 sudah kebanjiran pesanan. Jumlahnya dikatakan tembus lebih dari 500 unit.

Selama perhelatan IIMS 2025 hungga 23 Februari 2025 mendatang diperkirakan angka penjualan Denza D9 bakal terus bertambah. Tak heran jika PT BYD Motor Indonesia begitu optimis dengan Denza D9.

Denza D9 Sudah Siap Dibeli!

Hari ini (22/01/2025), BYD Indonesia memenuhi janjinya, dengan meluncurkan brand Denza di Indonesia. Produk pertama yang diperkenalkan langsung, ya tentu saja seperti yang sempat kami sampaikan beberapa waktu lalu, yakni Denza D9.

Denza merupakan sub-brand yang berada di bawah BYD. Merek ini cukup menarik karena posisinya menyasar segmen mobil premium. Mercedes-Benz dan BYD melakukan MoU pada Maret 2010. Lalu pada bulan Juli 2010, dibentuklah perusahaan Denza.

Di tahun 2021, BYD langsung menambah porsi saham Denza hingga 90 persen, sedangkan Mercedes-Benz hanya 10 persen. Hingga akhirnya di tahun 2024, Denza sepenuhnya milik BYD.

Denza D9 adalah salah satu model yang mendapat sejumlah ‘karakter’ Mercedes-Benz di dalamnya, sebab D9 pertama kali diperkenalkan pada bulan Agustus 2022.

D9 dipasarkan dalam dua pilihan penggerak, yaitu sebagai Electric Vehicle (EV) dan Plug-in Hybrid EV (PHEV). Kedua pilihan tersebut, lalu memiliki beberapa varian. Bahkan ada varian yang amat mewah, dengan ‘hanya’ empat tempat duduk di dalam kabinnya.

Khusus pada pilihan EV, mengusung teknologi Blade Battery 170Ah milik BYD, berkapasitasnya 103 kWh. Jarak tempuhnya diklaim bisa mencapai 600 km, dalam kondisi baterai penuh. Jika ‘nge-charge’ hanya 10 menit saja, bisa buat jalan hingga 150 km.

Motor listrik depan bertenaga 230 kW (setara 308 hp) memiliki tugas untuk menggerakkan roda depan. Berbekal torsi puncak 360 Nm, maka Denza D9 dapat melesat dari posisi diam hingga 100 km/jam dalam tempo 9,5 detik saja.

Anda tertarik menebus Denza D9 dari lantai showroom? Siapkan kucuran dana sebesar Rp 950 juta. Jangan lupa pilih beberapa warna yang ditawarkan, mulai dari Cosmos Black, Whale Sea Blue, Harbour Grey, dan Arctic White. Memang saat ini, baru Denza D9 dengan varian Advanced FWD yang dipasarkan. Jadi, nantinya masih ada kemungkinan hadir varian dual-motor. Sabar ya…

Denza D9 EV & PHEV

Merek Mobil Mewah Denza Dipastikan Hadir Kuartal Pertama 2025

Pasar otomotif Indonesia tahun depan akan makin seru. Sejauh ini, rumor yang beredar akan ada lima merek baru asal RRC yang akan datang. Leap Motors, Geely, Changan Automobile, XPeng, lalu ada Denza. Soal merek mobil Denza, yang merupakan merek turunan BYD, dipastikan akan hadir 2025.

Ini sudah bukan gosip lagi. BYD Indonesia resmi mengirimkan kabar bahwa Denza akan mulai berjualan di Indonesia dan Malaysia, pada kuartal pertama 2025. Kami pun sempat menemukan Denza D9 sedang uji jalan di kawasan Jakarta Utara. Dan sepertinya, MPV yang punya dua opsi penggerak plug-in hybrid (PHEV) dan full EV itu yang akan dijual pertama.

BYD Denza D9 spyshot

D9 diklaim sebagai MPV plug-in hybrid pertama yang hadir di pasar domestik China. Pesaing langsung Toyota Alphard ini juga dikatakan sukses besar karena dinobatkan sebagai MPV terlaris sepanjang 2023.

Kemudian di kelas sedan, hadir Denza Z9. Sedan D-Segment empat pintu (seukuran Toyota Camry/Honda Accord). Mobil ini ada versi GT berbentuk shooting brake (station wagon). Yang GT ini menarik perhatian dunia otomotif saat meluncur beberapa bulan lalu. Bagaimana tidak, penggeraknya ada dua opsi yaitu 2.0 liter 4-silinder turbo dengan tambahan sistem PHEV, mampu menghasilkan 858 hp. Versi EV lebih gila lagi, 1.000 HP!

DEnza Z9 GT

Model lainnya adalah SUV listrik Denza N7 yang dihadirkan tahun lalu. Berkemampuan akselerasi 0-100 km/jam dalam 3,9 detik. Ditenagai oleh baterai 91,3 kWh, Denza N7 mampu menempuh jarak hingga 630 km.

Siapa Denza?

Denza N7 SUV EV

Merek mobil Denza, yang (awalnya) adalah merek patungan antara BYD dan Mercede-Benz, berdiri pada 2010 lalu. Merek ini dikatakan mengedepankan gabungan antara teknologi canggih milik BYD, dengan kemampuan Mercedes-Benz menggubah sebuah mobil mewah.

“Denza menggabungkan teknologi canggih BYD dengan warisan kemewahan Mercedes-Benz untuk menciptakan merek yang menawarkan pengalaman berkendara premium. Denza hadir sebagai simbol inovasi kemewahan dalam dunia kendaraan listrik,” kata Alex Ai, VP of the Auto Engineering Research Institute dan Dean of the Denza Research Institute.

“Model unggulan seperti D9 dan Z9 menawarkan perpaduan yang sempurna antara performa, kenyamanan, dan kecanggihan. Denza bukan hanya sekedar kendaraan listrik, tetapi sebuah pernyataan gaya hidup yang mewah dan berkelanjutan,” tambahnya.

Namun, restrukturisasi kepemilikan saham pada 2021 dan 2024, menjadikan BYD sebagai pemegang saham tunggal di Denza.

Mengutip rilis yang kami terima dari BYD, “Hingga saat ini, Denza telah membuat kemajuan signifikan dalam ekspansi internasionalnya dan saat ini dipasarkan di beberapa negara, termasuk Kamboja, Singapura, Thailand, dan Hong Kong. Hingga saat ini, Denza telah mencapai lebih dari 300.000 pesanan kumulatif dari pengguna di seluruh dunia.”

BYD Platform

Inovasi BYD Dukung Penetrasi di Pasar Global

Inovasi teknologi menjadi koridor bagi Build Your Dreams (BYD) untuk menghasilkan masa depan yang berkelanjutan. Perusahaan yang berkantor pusat di Shenzhen, Guangdong, China, ini melakukan investasi signifikan dalam penelitian dan pengembangan, serta sudah menghasilkan sejumlah teknologi inovatif berkelanjutan, demi mewujudkan visi untuk membangun ekosistem bebas emisi.

BYD sudah berhasil masuk ke pasar global dalam pengembangan beberapa produk. Mulai dari kereta listrik, baterai, kendaraan listri atau New Energy Vehicle (NEV), serta teknologi energi baru lainnya. Sebagai produsen kendaraan listrik, kini BYD telah berhasil menjual lebih dari enam juta unit.

Tersebar di 70 negara

Kendaraan listrik BYD merupakan solusi yang berkelanjutan dan cerdas. Tentu tidak terlepas dari adanya keunggulan teknologi canggih, seperti baterai Lithium-ion berenergi tinggi, platform Blade Battery yang aman dan tahan lama, serta sistem manajemen termal yang cerdas. Sekarang, produk kendaraan listrik BYD telah tersebar di 70 negara dan 400 kota yang berada pada enam benua. Kepercayaan pasar global terhadap BYD ini dibangun melalui reputasi e-platform inovatif yang cerdas, efisien, dan aman.

Inovasi e-platform ini dibangun dari gabungan berbagai teknologi canggih, seperti baterai lithium-ion, motor listrik, dan sistem kontrol elektronik, untuk memberikan kinerja yang optimal. E-platform milik BYD ini menjadi paradigma baru dalam pengembangan kendaraan listrik.

Kombinasi aspek positif

Ada beberapa aspek positif yang dikombinasikan pada e-platform ini, yaitu integrasi ketahanan, keselamatan, teknologi, dan kecerdasan. BYD sengaja ‘menjejalkan’ motor listrik, gearbox, inverter, konverter DC/DC, dan komponen penting lainnya, sehingga terjadi penghematan ruang bodi mobil. Unit ini dapat mengurangi berat, sekaligus meningkatkan efisiensi.

Salah satu bagian dari e-platform kendaraan listrik BYD adalah Blade Battery yang menjadi sumber energi utama. Baterai inovatif ini menawarkan tingkat pengisian daya yang cepat, jangkauan yang lebih jauh, dan tingkat keselamatan yang lebih tinggi, dibandingkan baterai lithium-ion konvensional. Kami telah mencoba langsung tiga produk kendaraan listrik BYD untuk pasar Indonesia, yaitu Dolphin, Atto 3, dan Seal.

Banyak menghasilkan inovasi

Tak hanya itu, kami pun mendapat kesempatan untuk melihat beberapa produk kendaraan listrik unggulan dari BYD, saat mengunjungi ‘markasnya’ di China. Sebut saja multi purpose vehicle (MPV) Denza D9, sport utility vehicle (SUV) YangWang U8, dan supercar YangWang U9. Dengan kata lain, BYD memiliki keyakinan untuk mewujudkan sebuah masa depan yang lebih baik, melalui begitu banyak inovasi yang dihasilkan selama ini.

Di Tanah Air, sebenarnya produk BYD bukan barang baru. Sebab beberapa kendaraan BYD telah digunakan sebagai armada taksi Bluebird sejak tahun 2018 silam. Selain itu, sejumlah bis listrik pun mengaspal setiap hari, sebagai armada transportasi publik Transjakarta. Melihat besarnya peluang pasar yang didukung respon positif masyarakat Indonesia, BYD telah memasuki pasar otomotif Indonesia, pada awal Januari 2024.

BYD juga menjalin kemitraan dan dealer mobil lokal, guna meningkatkan investasi. Potensi pasar Indonesia yang tinggi terhadap kendaraan listrik, sejalan dengan visi dan misi BYD untuk membangun ekosistem bebas emisi. Dengan dukungan regulasi pemerintah Indonesia terkait pengembangan kendaraan listrik, rasanya BYD semakin yakin bahwa ‘impiannya’ bisa terwujud di Indonesia.