Tiga Orang Di Balik Perpindahan Lewis Hamilton Ke Ferrari

Musim balap Formula 1 (F1) 2024 belum dimulai, tapi berita untuk musim depan sudah bikin penasaran. Perpindahan Lewis Hamilton dari Mercedes-AMG F1 Team ke Scuderia Ferrari mulai 2025 meramaikan ranah berita F1. Ini disebut sebagai perpindahan pembalap paling heboh untuk abad 21.

Pertanyaannya, kenapa Lewis harus pindah? Siapa yang mendorong pembalap Inggris paling sukses ini untuk hijrah? Jawabannya ada di beberapa orang di bawah ini.

Loic Serra

Orang di balik kepindahan Lewis Hamilton ke Ferrari

Foto: Las Motorsport

Loic Serra adalah Performance Director di tim F1 Mercedes. Engineer asal Perancis ini berbeda pandangan dengan Technical Director Mike Elliot soal pengembangan W13 dan W14. Seperti diketahui, dua mobil itu memiliki performa melempem selama musim 2022 dan 2023. Lewis, dikabarkan sangat sependapat dengan Loic. Sayangnya, mereka kurang didengar oleh timnya sendiri. 

Akhirnya, Serra ditarik oleh bos tim kuda jingkrak F1, Fred Vasseur untuk bergabung memperkuat tim Scuderia Ferrari. Kepindahan Loic Serra tersebut jadi faktor penentu keputusan Hamilton.

Fred Vasseur

Fred Vasseur

Foto: Planet F1.com

Vasseur adalah Team Principal Scuderia Ferrari sejak musim 2023. Sebelumnya, ia memimpin Alfa Romeo Sauber. Pria Perancis ini sesumbar saat mulai memimpin Ferrari, “Kami akan bersuara lantang (di balapan F1)!” Sekarang, itu jadi kenyataan. Pertama ia tarik Loic Serra, lalu Lewis Hamilton.

Hubungan Vasseur dengan Hamilton juga bukan hal baru. Bahkan terbilang istimewa. Vasseur adalah orang yang bertanggung jawab atas kesuksesan Hamilton saat membela tim ART di F2 dan F3. Saat itu, Fred yang jadi bosnya. ia membimbing pembalap kegendaris ini sehingga bisa sukses seperti sekarang.

John Elkann

John Elkann Ferrari

President Ferrari, Jon Elkann

Ia adalah presiden Ferrari. Elkan jadi salah satu faktor utama Ferrari berani mendekati Lewis Hamilton hingga akhirnya tanda tangan kontrak untuk dua musim. Konon nilainya sampai US $100 juta setahun. Elkann diketahui sering ‘nongkrong bareng’ dengan pembalap Inggris itu. Bahkan beberapa kali ia mencoba membujuk Lewis untuk jadi pembalapnya. Namun ditolak.

Dikabarkan BBC, Scuderia Ferrari tengah dalam masa negosiasi kontrak dengan pembalapnya, Carlos Sainz Jr, sebelum Elkann mencium adanya kemungkinan perpindahan Lewis Hamilton ke Ferrari. Dan memang kejadian. Kini Carlos Sainz harus cari tempat baru.

Lewis Hamilton

Empat Fakta Menarik Soal Perpindahan Lewis Hamilton Ke Ferrari

Juara dunia F1 Lewis Hamilton dipastikan pindah dari Mercedes-AMG F1 ke Scuderia Ferrari untuk musim balap 2025. Berita menghebohkan ini dirilis oleh Formula One kemarin (01/02/2024). Meski tada-tandanya sempat kami lihat sejak dua hari lalu. Inilah, kabar perpindahan pembalap terheboh di abad 21. Tidak mengherankan, pengumuman tersebut menggelontorkan berbagai hal baru. Daftarnya ada di bawah.

Didorong oleh ‘El Presidente’

John Elkann dorong Lewis Hamilton ke Ferrari

John Elkann, President Ferrari adalah orang yang mendorong terjadinya perpindahan Lewis ke Ferrari. Dikutip dari Skysports, Elkann telah mendorong terjadinya perjanjian ini sejak beberapa bulan lalu. Meski, keduanya (Ferrri dan Hamilton) telah ‘main mata’ sejak beberapa tahun belakangan. Rumornya bahkan, Ferrari sangat berharap pembalap Inggris ini bisa memperkuat tim mereka di musim 2024. Tapi Lewis keburu tanda tangan kontrak dengan Mercedes-AMG pertengahan tahun lalu.

Saham Ferrari Langsung Meroket

Logo Ferrari by

Resminya kabar Lewis Hamilton pindah ke Ferrari tahun depan mengakibatkan efek berantai. Salah satunya, saham Ferrari tiba-tiba naik sampai tujuh persen di pasar bursa New York. Saat perdagangan dibuka hari kamis pagi, setelah rumor ini mendekati kenyataan, total nilai saham Ferrari menyentuh US $69,12 milyar. Saat penutupan hari rabu, nilainya masih 62,4 milyar.

Carlos Sainz Tergeser

Carlos Sainz

Pembalap yang terlempar dari kursi Ferrari adalah Carlos Sainz Jr. Pertanyaannya, tim mana yang akan menampung pembalap berbakat asal Spanyol ini? Jawabannya banyak. Bakat Carlos terlalu berharga untuk diabaikan. Dua tim raksasa, Mercedes dan Red Bull Racing (RBR), akan perlu pembalap untuk musim 2025. Sainz Jr. juga didugfa kuat akan memperkuat tim Audi F1 saat mereka debut tahun 2026 nanti.

Kenapa Bisa Pindah?

Tidak terlalu mengejutkan sebetulnya. Hamilton sendiri telah beberapa kali bilang ia ingin balapan untuk tim Italia itu. Namun, seperti diketahui Lewis Hamilton dan Mercedes-AMG F1 Team memiliki kontrak yang berlaku untuk dua misim (2024-2026). Tapi di dalam perjanjian tersebut disebutkan juga kalau ada opsi salah satu pihak dimungkinkan memutus kerjasama setelah berjalan satu tahun. Dan inilah yang dilakukan Lewis.

Bocoran Dari Sponsor Ferrari

Peroni adalah perusahaan minuman yang jadi sponsor Scuderia Ferrari. Beberapa hari lalu, mereka mengeluarkan merchandise Ferrari F1 terbaru, dan coba perhatikan gambar di atas. Tepatnya di model mobil-mobilannya. Ada nomor 44 di situ. Lewis adalah pengguna nomor 44 di balapan F1. Meskipun, di tahun 1955, pembalap Ferrari bernama Maurice Trintignant juga menggunakan nomor itu. 

Honda Bergabung Dengan Aston Martin Jelang Balap F1 2026

Makin seru! Honda mengumumkan kemitraan serta dukungan teknisnya dengan Aston Martin Aramco Cognizant Formula 1 Team untuk musim balap Formula 1 (F1) tahun 2026. Kerjasama dua brand besar ini bertujuan untuk mencapai netralitas karbon di tahun 2030 mendatang.

Regulasi teknis baru dalam F1

Tahun 2026, F1 akan mengimplementasikan regulasi teknis baru. Dimana mesin dan motor elektrik masing-masing menghasilkan rasio daya maksimum sebesar 50/50. Peran dari komponen Energy Recovery System (ERS) juga semakin penting dalam menghasilkan tambahan daya mesin. Selain itu, penggunaan bahan bakar terbarukan juga akan mulai diberlakukan.

Toshihiro Mibe, President & CEO Honda Motor Co., Ltd mengatakan, “Alasan utama mengenai kelanjutan kami F1 sejalan dengan tujuan Honda. Dimana balap F1 juga sedang menuju netralitas karbon. Itu akan menjadi platform yang akan memfasilitasi pengembangan teknologi elektrifikasi kami.”

“Kami percaya bahwa teknologi dan pengetahuan dari tantangan ini berpotensi diterapkan ke kendaraan listrik produksi massal kami. Seperti model sport listrik, dan teknologi elektrifikasi di berbagai bidang, termasuk eVTOL yang saat ini sedang dalam penelitian dan perkembangan. Honda dan mitra baru kami, Aston Martin F1 Team, memiliki sikap serta tekad yang sama untuk meraih kemenangan, jadi mulai musim 2026, kami akan bekerja sama dan berjuang bersama-sama untuk meraih gelar juara sebagai Aston Martin Aramco Honda,” tutupnya.

Kolaborasi menuju tujuan bersama

Koji Watanabe, President of Honda Racing Corporation (HRC) mengatakan “Kami akan membangun struktur operasional yang berkelanjutan untuk kegiatan balap kami dan terus memberikan lebih banyak mimpi dan kegembiraan bagi penggemar olahraga motorsport di seluruh dunia.”

Martin Whitmarsh, Group CEO of Aston Martin Performance Technologies mengatakan “Regulasi unit daya F1 2026 yang baru sangat besar dimana saya yakin perubahan tersebut dapat kami jalani dengan kesuksesan bersama. Kami juga berharap dengan kemitraaan strategis kami dapat membuka kolaborasi menuju tujuan bersama. Kemitraan kerja masa depan kami dengan Honda adalah salah satu bagian terakhir dari untuk rencana ambisius Aston Martin di Formula 1.”

Pada musim balap F1 2023 ini, Honda melanjutkan komitmen serta dukungan kemitraan teknis dengan Red Bull Group (Oracle Red Bull Racing dan Scuderia AlphaTauri). Tentu saja, karena Honda masih menjadi penyedia power unit untuk kedua tim itu hingga akhir tahun 2025 mendatang.

 

Jelang GP F1, Qualcomm Kolaborasi Dengan Mercedes-AMG PETRONAS F1

Qualcomm Technologies, Inc. dan Mercedes-AMG PETRONAS F1 Team mengumumkan perjanjian kerja sama jangka panjang untuk brand Snapdragon. Kemitraan strategis ini akan memanfaatkan kemampuan platform Snapdragon dalam menghadirkan pengalaman unik bagi penggemar, baik secara langsung maupun digital.

Mercedes-AMG PETRONAS F1 Team akan mengeksplorasi peluang untuk memanfaatkan Snapdragon dan teknologi Qualcomm lainnya dalam mempercepat transformasi digital dan menciptakan smart spaces terdepan di dunia pada markas timnya di Inggris. Snapdragon adalah merek produk konsumen dari Qualcomm Technologies. Platform Snapdragon memperkuat pengalaman di berbagai smartphone premium dunia, perangkat game, PC, dan ragam konektivitas.

Snapdragon tampil di banyak titik

Logo Snapdragon terpampang di mobil tim 2023, Mercedes-AMG F1 W14 E Performance. Logo Snapdragon juga akan ditampilkan di seragam para pembalap, seragam personel senior dan di dalam garasi dan trackside tim.

“Snapdragon memberikan pengalaman premium dan mitra kami adalah yang terbaik di kelasnya. Mercedes-AMG PETRONAS F1 Team merupakan tim yang maju di bidang teknologi, menjadikan mereka mitra ideal untuk Snapdragon. Bersama-sama, kami berkomitmen untuk menata ulang pengalaman penggemar dengan menghadirkan Snapdragon ke penggemar di seluruh dunia,” kata Don McGuire, selaku SVP dan CMO of Qualcomm Technologies, Inc.

Disambut baik oleh tim balap Mercedes-AMG

“Inovasi adalah kunci dari bisnis kami. Berinteraksi dengan penggemar dan membangun ruang kerja untuk masa depan sangatlah penting, seperti halnya dalam merancang desain dan pembuatan mobil balap kami. Dengan Snapdragon, kami memiliki mitra yang tepat untuk berinovasi dan bertransformasi. Kami berharap dapat menciptakan solusi yang unik dan berani untuk terus mengembangkan industri ini,” tambah Toto Wolff, Team Principal and CEO of the Mercedes-AMG PETRONAS Formula One Team.

“Kami bangga dapat mengumumkan kolaborasi dengan Qualcomm Technologies, dan menyambut mereka ke ekosistem mitra kami yang terus berkembang. Semangat bersama kami dalam teknologi dan inovasi akan dapat dilihat pada rencana proyek-proyek menarik, yang akan membawa manfaat nyata bagi penggemar, mitra dan tim. Kami sangat senang menyambut Snapdragon dan melihat logonya pada mobil balap yang baru diluncurkan. Kami berharap dapat memperluas kolaborasi dalam kemitraan baru ini,” tutup Richard Sanders, Chief Commercial Officer of the Mercedes-AMG PETRONAS Formula One Team.

Ford

Tanpa Ford di F1, Anda Tidak Akan Kenal Michael Schumacher

Ford memastikan akan masuk ke balapan F1 tahun 2026 nanti. Mereka akan bergandengan dengan Red Bull Racing sebagai ‘technical partner’. Artinya, Ford akan menyediakan mesin. Kembalinya pabrikan Amerika Serikat itu sebetulnya cukup ironis.

Red BUll Racing 2023 Livery

Kenapa? Karena dulu Red Bull Racing adalah punya Ford. Dan bukan anak baru juga di balapan pemuncak ini. 174 kemenangan sudah dikantongi. Bahkan tanpa merek ini, Anda tidak akan kenal siapa Michael Schumacher.

DFV Engine

Mesin dengan kode DFV menandai masuknya Ford ke balapan F1 pada tahun 1967 di sirkuit Zandvoort, Belanda. DFV adalah hasil kerjasama Ford dengan tuner Cosworth. Terpasang di mobil F1 Lotus 49, langsung memberikan pole position untuk Graham Hill. Saat balapan, Ford Lotus 49 yang dikendarai memberikan kemenangan pertama untuk Ford.

Ford Cosworth DFV engine

Tahun itu, mesin DFV sukses membuat Lotus bertengger di posisi kedua klasemen akhir konstruktor. Jim Clark menempati posisi ketiga di klasemen pembalap.

1968 Ford akhirnya mencabut hak eksklusif untuk mesin DFV. Mesin ini akhirnya tidak hanya digunakan oleh Lotus, tapi juga McLaren dan Matra. Dari 12 balapan, mesin Ford di F1 masa itu menang 11 kali. Penggunanya meraih posisi satu sampai tiga di klasemen akhir.

Lotus Ford 49

 

Seiring berjalannya waktu, DFV dianggap penggerak yang bisa diandalkan dan tidak terlalu mahal. Maka makin banyak tim yang menggunakan mesin ini seperti Brabham, Williams dan Surtees. 

Ford Cosworth DFV terus digunakan hingga 1983. Mesin ini mempersembahkan 176 kemenangan untuk yang menggunakan. Inilah salah satu mesin mobil F1 yang paling sukses dalam sejarah.

Era Kurang Lancar

Setelah 1983, balapan F1 memasuki babak baru dimana mesin turbo jadi andalan. Ini adalah bagian pertama dari kiprah mesin turbo di lomba ini. 1984 mereka menyediakan mesin untuk Tyrell dan jadi satu-satunya mesin non-turbo di arena. Hasilnya, Tyrell diasapi terus.

Tyrell F1

Ford membuat mesin V6 turbo bersama tim Haas Lola. Kode mesinnya GBA 1.5 Turbo V6. Untuk diingat, Haas yang ini tidak ada hubungannya dengan Haas F1 tim yang ada sekarang. Tapi pengembangan dan produksinya berjalan lambat. Baru tahun 1986 baru bisa digunakan. Sialnya, mesin tidak punya performa yang mumpuni. Masa itu mesin Honda di Williams dan Porsche (menggunakan nama TAG) di McLaren yang paling dominan.

Benetton Ford 1987

1987 agak mendingan. Bersama Tyrell dan tim baru, Benetton F1 sebagai pengguna mesin baru DFZ 3.5 berkonfigurasi V8 non-turbo. Mesin ini mempersembahkan posisi lima dan enam untuk penggunanya di klasemen akhir. Meski tanpa raihan podium juara.

Penghantar Sang Legenda

Setelah 1987, segalanya seperti bergulir lancar. Ford terus menyuplai mesin untuk Benetton. 1989 Benetton dengan pembalap Alessandro Nannini juara di balapan F1 Jepang. Tahun itu, Benetton finish urutan keempat. Sementara Tyrell kelima. Lumayan.

Benetton Ford 1994

Tahun berikutnya, Benetton Ford lebih bersinar. Nelson Piquet juara dua kali dan membuat pembalap Brazil itu menempati posisi ketiga di klasemen akhir. Sementara timnya menduduki tempat ketiga klasemen konstruktor. Setelah itu, Benetton Ford seperti jadi pelanggan juara tiga selama musim 92-93.

1994 agak lain. Delapan dari 16 balapan dimenangkan oleh pembalap muda bernama Michael Schumacher dari tim Benetton Ford. Tahun itu, ia jadi juara dunia untuk pertama kalinya. Namun timnya hanya bisa bersandar di posisi kedua setelah dikalahkan Williams Renault.

Langkah Berbeda Ford

Tahun berikutnya Benetton ganti mesin menggunakan Renault. Ford jadi rekanan Stewart Grand Prix dan sebuah tim baru yang namanya Red Bull Sauber F1 Team. Tim yang dimiliki oleh Jackie Stewart, juara dunia F1 tiga kali. Tiga musim dilalui tanpa ada hasil yang signifikan. Baru 1999, Stewart bisa berbicara. Itupun hanya finish keempat di klasemen, setelah Johny Herbert menang di European Grand Prix.

Stewart Grand Prix

Setahun kemudian, Stewart diambil alih oleh Ford dan menjadi tim pabrikan. Mereka menggunakan nama Jaguar F1 team, karena Jaguar saat itu dikendalikan oleh mereka. Sayang, tidak bisa berbicara banyak. Jarang ada hasil yang signifikan.

Yang lumayan ada ‘suaranya’ malah tim konsumen mereka, Jordan Ford dengan pembalap Giancarlo Fisichella. Mereka menang di balapan Brazil 2003. Tahun itu, Jaguar finish ketujuh, Jordan Ford kesembilan. Inilah kemenangan terakhir untuk mesin Ford.

Jaguar F1 2004

2004 jadi musim terakhir Ford di F1. Setahun kemudian tim ini dijual ke Red Bull yang tahun itu sebetulnya masih menggunakan mobil bikinan Ford/Jaguar. Pembalapnya Mark Webber dan Christian Klein. Lagi-lagi, hasilnya tidak signifikan karena finish ketujuh di klasemen konstruktor.

Nah, entah kenapa, kami merasa Ford dan Red Bull akan bisa jalan bersama menuju juara. Keduanya punya pengalaman yang pahit dan manis. Motivasi Red Bull sangat kuat untuk tetap bisa berada di puncak. Ford punya pengalaman membuat mesin F1 yang hebat, Red Bull dalam asuhan Christian Horner, tahu betul bagaimana caranya untuk menang.

Kita lihat saja. Regulasi baru F1 tahun 2026 merupakan sebuah revolusi regulasi untuk memudahkan para kontestan. Mesin yang lebih mudah dibuat dan ramah lingkungan, serta pembatasan biaya pengembangan setiap tim, akan memunculkan sesuatu yang pastinya berbeda.

Williams F1 Punya Bos Baru, Mercedes-AMG F1 Kehilangan Ahli Strategi

Kesuksesan Lewis Hamilton bersama Mercedes-AMG Petronas F1 tidak lepas dari campur tangan seorang bernama James Vowles. Ia adalah ahli strategi yang menentukan apa saja yang harus dilakukan timnya. Vowles pindah ke Williams F1 dan naik pangkat jadi team principal.

Tentu untuk kemajuan karir sesorang, ini langkah yang sangat manusiawi. Tapi bagi Mercedes-AMG F1, mereka kehilangan sosok brilian. Apalagi musim balap 2023 akan mulai kurang dari dua bulan lagi. Kalau Anda ingat balapan di Hungaria 2019 dan keseruan balapan F1 Spanyol 2021, dimana Mercedes sukses dengan kemenangan, itu adalah hasil pemikiran Vowles dan kehebatan bakat pembalapnya.

Siapa James Vowles?

Tapi Vowles juga tidak sempurna. Tahun 2021, blunder strategi terlihat jelas di balapan Hungaria, dimana sesi restart di grid hanya diisi oleh Hamilton, tim lain start dari pit setelah ganti dari ban basah ke kering. Hamilton akhirnya harus berjuang karena ia masuk pit belakangan.

James Vowles & Lewis Hamilton

Foto: Skysports

James Vowles juga bukan orang baru di dunia F1. 13 tahun sudah ia mengabdi di Mercedes-AMG. Karirnya diawali sebagai engineer di tim British American Racing (BAR). Lalu mengabdi di Honda F1 Racing. Saat Honda undur diri, timnya berubah jadi Brawn GP. Tim ajaib yang langsung sukses di debut perdana dan menyabet gelar juara dunia 2009 bersama pembalap Jenson Button dan Rubens Barichello.

Brawn GP ini kiprahnya hanya setahun. Vowles naik jabatan jadi Race Strategist di tim bentukan Ross Brawn tersebut, dan disebut sebagai salah satu orang penting yang memungkinkan Brawn GP juara. Tim tersebut kemudian diambil alih oleh Mercedes tahun 2010.

Ada Alasan Politis?

Williams F1 awal tahun ini mengumumkan restrukturisasi besar-besaran di jajaran manajemen tingkat atas. Jost Capito, prinsipal tim sebelumnya, diberhentikan oleh Dorilton Ventures, perusahaan pemegang saham Williams F1.

Mereka lantas meminta Vowles untuk menggantikan. Penunjukan ini membuka satu pertanyaan bagi kami. Williams adalah tim yang menggunakan mesin Mercedes-AMG F1 sejak 2014. Lebih dari itu, Toto Wolf, pucuk pimpinan Mercedes-AMG F1 pernah jadi direktur di Williams F1. George Russel, pembalap kedua Mercedes-AMG F1 juga pernah mengabdi di tim legendaris Inggris itu.

James Vowles of Williams F1

Foto: Williams F1

Lalu, apakah kehadiran Vowles akan memberikan akses untuk Mercedes mengendalikan Williams F1? James Vowles membantah hal tersebut. “Saya tidak menganggap Williams F1 sebagai ‘mini Mercedes’. Williams adalah tim yang benar-benar independen, punya sejarah kesuksesan yang panjang,” Ujar Vowles yang sekarang memegang rekor sebagai team principal termuda dalam sejarah F1. Umurnya baru 43 tahun.

“Kesuksesan Williams sepenuhnya jadi tanggung jawab saya. Dan harus terlepas dari Mercedes,” tambah pria asal Sussex, Inggris ini. “Tapi bukan berarti kami menutup diri untuk kolaborasi dengan Mercedes. Kerjasama sudah ada sejak sebelum saya gabung. Tapi mulai sekarang saya harus melakukan yang terbaik untuk Williams.

Williams F1

Foto: Williams F1

Hal ini juga diamini oleh Toto Wolff. “Satu hal yang ada benang merahnya adalah, kami sama-sama team principal (sekarang). Masing-masing punya cara untuk mempertahankan dan mendukung kesuksesan timnya. Kalau saya mau membuat Williams F1 sebagai ‘mini Mercedes F1’, saya pasti diusir oleh Vowles,” ujar Wolff seperti dikutip dari Skysports.

Keahlian Vowles mungkin akan menaikan posisi Williams F1 di balapan. Tapi sumber daya manusia tidak bisa berjalan sendiri tanpa dukungan untuk kemajuan bersama. Saat ini, Williams F1 adalah tim papan bawah yang berjuang untuk punya mobil yang kompetitif. Kita tunggu saja kiprahnya.