Duet Triton dan Delica RALLIART Siap Hadapi AXCR 2023

Mitsubishi Motors Corporation (Mitsubishi Motors) mengumumkan bahwa Tim Mitsubishi RALLIART akan kembali berkompetisi pada Asia Cross Country Rally (AXCR) mulai dari Thailand hingga Laos, Agustus mendatang.

Peningkatan daya tahan dan keandalan

Kehadiran mobil reli berbasis Mitsubishi All-New Triton yang diluncurkan hari ini di Bangkok, Thailand telah didesain ulang sepenuhnya dan berevolusi secara signifikan pada semua aspek. Sesuai regulasi kendaraan AXCR, mobil ini menawarkan performa yang lebih baik dari tahun sebelumnya. Peningkatan lebih kepada daya tahan dan keandalannya.

Sementara sisi performa berkendara dibuat lebih bertenaga dan responsif di rentang top speed, dan ketangguhan untuk menghadapi kondisi jalan berat yang berlumpur. Mobil reli Triton ini telah dimodifikasi dengan roll cage, bumper guard, serta part carbon fiber di sekujur panel termasuk kap mesin, pintu depan dan belakang, serta tempat tidur kargo.

Dengan pengurangan sisi berat bobot pada komponen interior kendaraan, berat bodi Triton baru ini setara dengan model sebelumnya, meskipun ukuran bodinya lebih besar dari model pendahulunya.

Selain memperpanjang tapak basis mobil, Triton ini memiliki suspensi depan dan belakang khusus reli dengan LSD untuk performa handling yang stabil. Keempat kakinya tersemat pelek aluminium ringan dan ban off-road yang sempit untuk meningkatkan pengendalian di permukaan jalan yang ekstrim.

Mesin baru dengan pemangkasan bobot

Mesin turbo diesel 2.4-liter dikembangkan demi mengurangi hilangnya friksi dan bobot. Sementara pengisi daya turbo baru digunakan untuk meningkatkan output tenaga di seluruh rentang putaran mesin.

Tahapan khusus AXCR termasuk jalur penyeberangan sungai, sehingga penyegelan pada tiap komponen telah ditingkatkan dan mobil ini juga dilengkapi dengan snorkel, untuk menghadapi jalur pengendaraan di air.

Di ajang AXCR 2023, Tim Mitsubishi RALLIART akan berpartisipasi bersama tiga mobil lainnya. Adapun pembalap yang siap diturunkan adalah Chayapon Yotha (Thailand), juara AXCR tahun lalu, Rifat Sungkar (Indonesia), dan Katsuhiko Taguchi (Jepang).

Uji ketahanan sejauh 2.000 km

Hiroshi Masuoka, direktur tim Mitsubishi RALLIART mengungkapkan komentarnya terkait rencana partisipasi tim Mitsubishi RALLIART di AXCR 2023. ”Mobil reli Triton telah menjalani pengujian ketahanan lebih dari 2.000 km di Jepang dan Thailand tanpa masalah besar, dan kami memastikan bahwa mobil ini akan memberikan performa yang lebih baik daripada model tahun lalu di setiap stage, mulai dari tanah datar untuk kecepatan tinggi, hingga stage berlumpur dengan kecepatan rendah. Kami akan berkendara dengan tiga mobil reli, yang masing-masing bersaing untuk kemenangan keseluruhan kejuaraan berturut-turut,” ujarnya.

Direktur tim Hiroshi Masuoka dan teknisi Mitsubishi Motors akan bekerjasama dengan tim sepanjang reli berlangsung dengan menggunakan Delica D:5. Mereka akan melakukan segalanya mulai dari menganalisa kondisi persaingan melalui segmen balap, merumuskan strategi hingga memberikan dukungan teknis di area servis.

Mitsubishi Motors menyediakan total empat mobil pendukung Delica D:5 untuk mendampingi Tim Mitsubishi Ralliart. Mobil pendukung Delica D:5 memiliki bodi kuat dengan rangka yang kokoh serta sistem 4WD yang dikontrol secara elektronik dalam menghadapi segala cuaca atau kondisi jalan yang sulit.

Kendaraan ini telah disesuaikan untuk dapat melewati seluruh reli, dari tanah datar hingga lumpur. Delica D:5 mengandalkan pelek aluminium dari KERJA dan balutan ban Yokohama yang mampu melewati medan berlumpur. Sistem suspensi depan dan belakang didukung oleh JAOS untuk penanganan jalan yang lebih baik di medan yang berat. Layaknya all-new Triton, mobil pendukung Delica D:5 juga akan mengusung livery merah dan hitam yang melambangkan energi lava yang memancar.

Mitsubishi Triton baru untuk AXCR 2023

Mitsubishi Ralliart Turun Rally AXCR 2023 Pakai Triton Terbaru

Kesuksesan Mitsubishi Ralliart di ajang rally lintas negara (cross country) AXCR 2022 lalu membuat mereka percaya diri untuk ajang selanjutnya. Akhir Juni lalu, tim ini mengumumkan persiapan untuk AXCR berikutnya yang akan berlangsung Agustus 2023 nanti.

Untuk tahun ini, lini perally tidak banyak berubah. MAsih diperkuat oleh Chayapon Yotha (Thailand) dan co-driver Peerapong Sombutwong (Thailand) yang menjuarai AXCR 2022. Perally Indonesia, Rifat Sungkar beserta Chupong Chaiwan (Thailand). Terakhir ada pasangan Jepang, Katsuhiko Taguchi dan Takahiro Yasui.

Tim Mitsubishi Ralliart untuk AXCR 2023

Yang menarik adalah, mereka akan menggunakan Mitsubishi Triton generasi paling baru. Turun di kelas T1 (prototype cross-country vehicles). Selain itu, TANT Sport, sebagai pemilik tim didukung oleh personel yang tidak asing. Hiroshi Masuoka, kampiun Rally Dakar akan menjadi team Director. Belum lagi para engineer dari Mitsubishi Motors juga mendukung penuh.

Triton T1 untuk AXCR 2023

Persiapan serius mereka jalani sejak 19 hingga 23 Juni lalu. Mitsubishi Ralliart memanfaatkan wilayah Khao Yai National Park, Thailand untuk menguji Triton baru dan pengendaranya. Khao Yai National Park dipilih sebagai tempat percobaan karena dikatakan cukup merepresentasikan lintasan yang akan mereka lalui nanti. Tidak kurang dari 800 km selama lima hari tersebut mereka jalani. Menurut klaim Mitsubishi, mobilnya terbukti tangguh.

Mitsubishi Triton T1

Masuoka mengatakan, “Berdasarkan kekuatan asli All-New Triton, performa handling, stabilitas di jalan kasar, dan kenyamanan berkendara semakin ditingkatkan sebagai mobil kompetisi reli.” Selain itu, untuk menghadapi kompetisi pihaknya meningkatkan kinerja turbocharger agar respon mesin bisa lebih mumpuni di semua tingkat putaran.

“Kami telah melakukan tes ketahanan dengan pengaturan jalur yang lebih sulit daripada kondisi reli yang sebenarnya, tetapi mobil mampu melewati masing-masing sekitar 800 km tanpa masalah awal yang besar,” klaim Hiroshi Masuoka. Melalui pengujian ini juga terlihat bagaimana tim berfungsi sebagaimana mestinya. Masuoka memastikan timnya bisa maksimal dan percaya diri memboyong gelar juara untuk Mitsubihsi Ralliart di event AXCR.

Mitsubishi Lancer Evolution WRC

Terbit Bersinar Lalu Redup, Ini Kisah Mitsubishi di WRC

Coba jangan bayangkan Mitsubishi seperti sekarang, yang isinya didominasi oleh Xpander dan Pajero Sport. Mundur ke era 90-an dan sebutkan nama mobilnya. Kami terbayang Mitsubishi Colt T120 yang tangguh, Minicab yang biar kecil tapi bandel, Galant yang gagah dan bertenaga. Serta tentunya sedan kelas menengah, Mitsubishi Lancer.

Membahas Lancer lagi? Kenapa tidak. Kali ini yang ingin disorot adalah bangkit dan gugurnya Mitsubishi di arena rally. Kisah nyata ini harus diurut lagi ke belakang. Jauh ke belakang. Kurang lebih 100 tahun.

Mobil pertama Mitsubishi adalah PX33 yang muncul 1937, disebut sebagai sedan pertama yang dibuat di Jepang. Lalu datang musibah perang dunia kedua. Mitsubishi beralih membuat pesawat tempur mematikan, A6M ‘Zero’. Kalah perang, sang Tiga Berlian balik lagi bikin produk otomotif beroda seperti bis, truk, skuter dan motor roda tiga.

Termotivasi Orang Australia

Era 1960-an, saat ekonomi Jepang mulai tumbuh, mereka kembali mengeluarkan sedan pada tahun 1962. Bentuknya mungil, dinamai Mitsubishi Colt 500. Pastinya, supaya dikenal mereka menurunkan mobil itu di arena balap. Macau Grand Prix disambangi di tahun yang sama, untuk jadi ajang unjuk gigi dan menang.

Mitsubishi 500

Kemenangan itu membuat pengambil keputusan bersemangat. Mereka keluar dengan Mitsubishi Colt 1000 F tahun 1967, dan meminta bantuan pembalap Australia, Doug Stewart untuk mengujinya. Stewart melaksanakan tugasnya dengan baik. Dan menyarankan untuk ikut rally Southern Cross di Australia.

Medan berat, cuaca kering diimbangi kelihaian Stewart memberikan hasil lumayan. Finish keempat dan ketiga. Hasilnya biasa saja memang, tapi inilah yang membuat Mitsubishi makin semangat ikut rally. Colt 1000 F turun di rally tersebut selama beberapa tahun.

Mendunia Berkat Petani Skotlandia dan Orang India

Tahun 1971, Mitsubishi menunjuk petani yang jadi pembalap, Andrew Cowan untuk jadi perally mereka di ajang Southern Cross. Menggunakan Mitsubishi Galant. Dia lalu sukses membawa ke podium juara. Meski kesulitan, tapi Galant 16G LS yang dikemudikannya mampu mengalahkan Nissan 240Z dengan selisih waktu 24 menit. Inilah kemenangan pertama Mitsubishi di ajang rally. Tahun 1973 bahkan mereka menduduki posisi satu sampai empat. Bukan main.

Kemudian di tahun itu lahir juga World Rally Championship (WRC). Mitsubishi tidak secara resmi mengikuti kejuaraan ini. Tapi ada satu orang dengan ketangkasannya mendaftar untuk ikut. Namanya Joginder Singh, orang India yang tinggal di Kenya.

Ia beli sendiri Mitsubishi Galant 16G LS dan ikut Safari Rally Kenya tahun itu. Tidak sukses. Tapi Joginder pantang menyerah. Tahun berikutnya, ia ikut lagi. Kali Ini Mitsubishi baru memperkenalkan Lancer 1600 GSR, itulah yang ia beli. Ingat, beli. Mitsubishi yang melihat kegigihan dan kepiawaian Singh kemudian turut memberikan dukungan untuk logistik.

Joghinder Singh Mitsubishi Lancer

Selama lima hari Joginder Singh mengendalikan Lancer 1600 GSR, mobil paling tidak bertenaga yang berlaga di Rally Safari 1974. Tapi Singh dan Lancer berhasil mempersembahkan kemenangan pertama Mitsubishi di arena WRC.

Tidak mau kehilangan talenta berharga, Joginder ‘the Flying Sikh’ dijadikan bagian dari tim reli Mitsubishi bersama Andrew Cowan. Keduanya cukup dominan di Safari Rally. Bahkan tahun 1976, finish satu dan dua. Kemudian Mitsubishi tiba-tiba berhenti dari kejuaraan WRC.

Sadar Diri

Saat sedang bersinar mereka berhenti. Tidak ada yang tahu pasti kenapa, tapi sepertinya para petinggi pabrikan Tiga Berlian ini menyadari, kompetisi WRC adalah sangat serius dan butuh modal ekstra untuk menghasilkan mobil yang bisa terus kompetitif, di segala medan di bumi ini.

Lancer 2000 Turbo WRC

Tahun 1980, saat Audi hadir dengan Quattro, makin disadari kalau era mobil penggerak roda belakang akan tamat riwayatnya di ajang reli dunia. Mitsubishi pernah mencoba untuk ikut di awal era 1980-an, menggunakan Lancer 2000 Turbo (di Indonesia satu marga dengan Lancer SL, beda spek). Tapi waktu terbaik mereka adalah empat menit lebih lambat dari Audi Quattro. Jadi tidak logis untuk terus partisipasi.

Di sisi lain, kejuaraan WRC makin populer berkat kegilaan mobil Group B yang seolah tidak dibatasi aturan. Ini membuat Mitsubishi gerah dan coba membangun mobil Group B. Mereka mencontoh Audi Quattro yang bobotnya condong ke depan dan hanya punya dua pintu. Platform yang dipakai adalah Mitsubishi Starion.

Mitsubishi Starion Group B

Starion adalah mobil coupe dua pintu berpenggerak 4WD, bukan AWD seperti Audi dengan Quattro-nya. Pengembangan Starion pun kerap didera masalah. Akhirnya, saat semua siap, Group B sudah ditutup setelah menelan beberapa nyawa penonton, pembalap. Namun ada kelas baru, namanya Group A.

Gelar Juara Pertama Untuk Orang Jepang

Beruntung, saat peraturan Group A diperkenalkan pada pertengahan era 1980-an, Mitsubishi sudah mengembangkan segala yang diperlukan. Termasuk sistem AWD terbaru, yang kemudian terpasang pada Galant VR-4.

Galant VR-4 adalah sedan empat pintu, punya kemampuan gerak empat roda, bermesin empat silinder dengan kode 4G63. Banyak sekali angka empatnya. Anda mengenalnya di Indonesia sebagai Eterna. Inilah langkah serius mereka untuk mendominasi ajang rally.

Mitsubishi Galant VR4 RS

Dibentuklah dua tim Ralliart untuk mendukung agenda tersebut. Ralliart Europe yang dipimpin Andrew Cowan akan mengikuti semua seri WRC di Eropa. Tim kedua, mengandalkan pereli legendaris Kenjiro Shinozuka, akan berlaga di kejuaraan Asia Pacific Rally Championship.

Kedua tim ini sukses. Apalagi Kenjiro yang jadi juara reli Asia Pacific 1988. Pria ini sempat turun di WRC yang bersamaan dengan seri APRC Australia, dan langsung menang. Menjadikannya orang Jepang pertama yang sukses di ajang tersebut.

Tim Ralliart Tiga Berlian pun terbilang cukup berhasil. Meski belum sempat jadi juara dunia, tapi hasilnya meyakinkan.

Tangan Besi Andrew Cowan

Kemudian pada 1993, peraturan WRC berubah. Kali ini lebih merangkul mobil-mobil dengan ukuran yang lebih compact. Dan Galant VR-4 tidak termasuk di dalamnya. Mitsubishi pun kembali ke meja gambar.

Mau tidak mau mereka harus membangkitkan kembali Lancer. Tapi seperti mobil keluarga di era tersebut, Lancer sudah berevolusi menjadi mobil gerak depan yang mengejar nilai ekonomis.

Lancer Evolution WRC

Lancer harus dibuat AWD dulu. Selain itu, peraturan Group A, juga mengharuskan mobil dibuat versi jalan raya dulu minimal 2.500 unit, dalam 12 bulan.  Soal jualan itu cerita lain waktu. Tapi secara teknis, mereka belajar banyak dari Starion dan VR-4. Langkah kedua, mesin harus dimodifikasi. Diputuskan untuk menjebloskan mesin legendaris 4G63T. Mesin hebat dengan blok yang terbuat dari baja. Makanya tahan banting. Mobil ini lalu hadir dengan nama Lancer Evolution.

Hasilnya memuaskan tapi belum cukup. Andrew Cowan lalu ditunjuk sebagai pemimpin pengembangan Lancer Evolution rally. Langkah yang ia lakukan cukup tegas dan drastis. Para engineer yang cuma duduk di laboratorium, ia bawa ke lapangan untuk melihat langsung kondisi apa yang harus dihadapi oleh Evo.

Lancer Evo I WRC

Otak cerdas para insinyur dipadukan dengan pengalaman Andrew Cowan membuat Evo terus berubah. Lancer Evo punya enam generasi dalam rentang waktu tujuh tahun. Mana ada mobil lain yang ganti model secepat itu.

Mulai Meresahkan

Tahun 1995, Colin McRae dan Subaru jadi juara dunia, tapi mengekor ketat di belakangnya adalah Mitsubishi dengan Evo. Ini dimungkinkan karena pada pertengahan musim tersebut, Cowan cs melakukan perubahan.

Lancer EVo III WRC

Pertama adalah merekrut orang Finlandia bernama Tommi Makinen sebagai pereli, kedua menambahkan diferensial aktif. Keduanya adalah kombinasi jitu. Apalagi kalau bertemu medan yang menuntut kecepatan tinggi dengan akurasi manuver tanpa kompromi.

1996 FIA mengubah peraturan WRC lagi. Kali ini, mobil yang turun tidak perlu dihomologasi, asal aturan teknis diikuti. Evolution III dilepas ke arena rally dunia tahun itu, dan hasilnya membuat kompetitor menggerutu. Yang hebat adalah, spesifikasi mobil ini masih berdasarkan regulasi Group A, alias mobil jalan raya yang dijadikan mobil rally.

Lancer Evolution III Sweden

Tapi dengan spek seperti itu, Evo III seperti setan jalanan. Mitsubishi sukses juara di medan salju Swedia. Kemudian, untuk pertama kalinya sejak Joginder Singh, Makinen menang di Safari Rally. Menyusul juara di Argentina, Finlandia dan Australia. Makinen tersenyum lebar. Gelar juara dunia WRC di tangannya, dan Mitsubishi kembali jadi raja.

Menjelang penutupan musim 1996, Mitsubishi memperkenalkan Lancer Evolution IV. Ini juga jadi catatan khusus. Evo IV adalah mobil WRC terakhir yang berbasis mobil jalan raya. Pabrikan lain sudah menyesuaikan dengan regulasi WRC yang berlaku.

Lancer evolution IV WRC

Tahun berikutnya Evo baru ini mulai berlaga. Dan tidak masalah dengan spek Group A yang dipakai. Makinen juara dunia lagi. Orang ini begitu mendominasi, sehingga siapapun berharap Tommi Makinen terkena penyakit supaya tidak turun reli.

Ditinggal Makinen

Evolution V kemudian mengikuti jejak ‘kakaknya’ dan sukses. Masih berdasarkan spesifikasi mobil jalan raya. Saat Subaru menghadirkan WRX yang khusus untuk WRC berpintu dua, Mitsubishi masih mengandalkan sedan empat pintu. Evo VI juga begitu. Toh, Tommi masih mendominasi WRC hingga 1999.

Kemudian, mereka yang kesulitan mengalahkan Evo menyuarakan kepada FIA, “Ini sebetulnya aturan yang dipakai yang mana? Regulasi WRC atau Group A? Kenapa Mitsubishi masih dibolehkan pakai Group A?” Kurang lebih begitu.

Tapi pertanyaan dari pihak luar lebih dalam, kenapa Mitsubishi harus bertahan dengan mobil reli yang dibangun dari sedan jalanan? Jawabannya adalah dana. Mitsubishi sebetulnya tidak sanggup untuk bikin mobil yang khusus digunakan untuk WRC

Tahun 2000, Mitsubishi Evo akhirnya ditumbangkan. Mereka hanya bisa menyelesaikan kejuaraan di posisi kelima. Tahun itu merek ‘baru tapi lama’ mendominasi, Peugeot 206.

Dimulailah masa suram Mitsubishi di WRC. Hingga akhirnya membuat mobil yang khusus untuk WRC. Namanya Lancer WRC, muncul di pertengahan musim WRC 2001. Mobil ini menggantikan Evo VI, tapi tidak sukses. Total, Makinnen hanya finish di tempat ketiga. Puncaknya tahun 2002 saat Makinen pindah ke rival terbesar, Subaru. Mitsubishi kemudian cuti dari WRC hingga 2004.

Lancer WRC

Tahun berikutnya, mereka masuk lagi dengan Lancer WRC04. Juga tidak sukses. Mitsubishi lantas undur diri dari WRC di akhir musim. Tidak lama, Ralliart juga menutup usahanya. Andrew Cowan pensiun. Beberapa tim privateer sempat dibuatkan Lancer WRC05 untuk musim reli 2006, tapi sekali lagi tidak berhasil. Meski begitu, Lancer Evolution jalan raya terus disukai penyuka kecepatan.

Tetap Hidup di Benak Semua Orang

Kendala utama apalagi kalau kesulitan finansial. Di luar balapan, Mitsubishi sampai harus banting setir dan membuat mobil-mobil keluarga yang mudah dipasarkan. Itupun dengan susah payah.

Kemudian datang skandal emisi gas buang di Jepang. Buntut dari kejadian itu, Mitsubishi diambil alih oleh Nissan. Yang, sayangnya tidak melihat urgensi sebuah Mitsubishi Lancer dan Lancer Evolution. Setelah Evo X, tahun 2016 nama Lancer tamat.

Betul tamat? Tidak juga. Di benak para penyuka mobil seperti kami, Mitsubishi bukan cuma pembuat mobil angkutan penumpang atau barang. Mitsubishi adalah nama yang membuat banyak orang terjun ke dunia otomotif. Lancer adalah mobil keren yang enak untuk diajak nongkrong dan tidak rewel. Dan Lancer Evolution adalah sebuah fenomena abadi.

Mitsubishi Triton Ralliart_1

Mitsubishi Triton Rally Siap Tempur Di Ajang Asia Cross Country Rally

Mitsubishi Ralliart telah melakukan pengujian mobil reli Triton sejauh 1.100 kilometer.

Tim Mitsubishi Ralliart tengah bersiap untuk berkompetisi di ajang Asia Cross Country Rally (AXCR) dengan dukungan teknis dari Mitsubishi Motors. Rencananya, tim asal Indonesia akan segera berangkat awal bulan ini untuk menyusun strategi matang terkait kesiapannya di ajang AXCR 2022, yang akan berjalan dari 21 hingga 26 November di Thailand dan Kamboja.

Tim Mitsubishi Ralliart, Rifat Sungkar (Indonesia), pemenang Indonesian Sprint Rally Championship, dan Chayapon Yotha (Thailand), pemenang Thailand Autocross Championship, akan mengendarai dua mobil reli Triton di kategori Grup T1 (prototipe kendaraan lintas alam) dan bersaing untuk posisi yang lebih tinggi. Sementara Sakchai Hantrakul (Thailand) akan bersiap dengan mobil ketiga, sebuah Triton sebagai mobil pendukung.

Tim Mitsubishi Ralliart pun melakukan pengujian mobil reli Triton sejauh 1.100 km di trek balap off-road Grand Prix Motor Park di Kanchanaburi, di barat Thailand, dari 29 hingga 31 Agustus lalu. Dengan mengurangi bobot dan meningkatkan settingan output mesin berhasil meningkatkan kesempurnaan berkendara dan gesit di jalur berkelok. Selain itu, dual damper baru berhasil meningkatkan kinerja dan berkontribusi meningkatkan stabilitas dan ketangguhan berkendara di jalan yang kasar.

Untuk itu, hari ini, Selasa (1/10), PT MMKSI mengajak para awak media untuk bertemu langsung dengan Naoya Nakamura, President Director PT MMKSI, Tetsuro Tsuchida, Director of Sales and Marketing Division PT MMKSI, Hikaru Mii, Director of Product Strategy Division PT MMKSI dan Rifat Sungkar, Brand Ambassador Mitsubishi Indonesia sekaligus mewakili tim Mitsubishi Ralliart tentang kesiapannya menjelang ajang endurance ini.

AXCR mirip dengan reli Paris Dakar

Rifat Sungkar menceritakan sedikit tentang kemenangannya bersama Mitsubishi Xpander AP4 yang sukses menarik perhatian global dan juga seorang Hiroshi Masuoka. Tahun ini Rifat juga merasa yakin kembalinya Mitsubishi di ajang AXCR menjadi pacuan untuknya dalam meraih mimpi yang kini menjadi kenyataan dengan bergabung di dalam tim.

Dengan jarak tempuh sejauh 1.700 kilometer, reli ini tentu akan mirip seperti Paris Dakar versi Asia. Rifat sendiri memiliki niat dan harapan besar dalam meraih posisi juara. Ia juga yakin akan daya tahan dan kinerja terbaik dari mobil reli Triton yang siap melumat jalur ekstrim pada balap ini.

Rifat percaya jika kecepatan bukanlah segalanya dalam kompetisi reli. Untuk menang, penting untuk memaksimalkan rasa persatuan antara pengemudi dan mobil reli, dan mengendalikan tempo secara fleksibel antara akselerasi dan deselerasi. Saat ditanya tentang tantangan untuknya karena belum melakukan survei jalur, Rifat menjelaskan bahwa dirinya merupakan pendatang baru yang akan mencoba reli ketahanan ini.

“Ekspektasinya begini, ada baiknya kami ikut di tahun ini, karena AXCR biasanya akan mengalami cuaca hujan yang mengakibatkan mobil kandas hingga harus ditarik traktor. Menyebrangi sungai hingga setengah mobil mungkin sudah biasa buat pembalap lainnya, namun tidak biasa untuk saya. Antisipasinya harus siapkan fisik, strategi matang hingga level of trust yang harus dibangun bersama co-driver. Intinya, biarkan pembalap lain tahu, Mitsubishi siap untuk full attack,” tutupnya.

 

Mitsubishi Ralliart Umumkan Lineup Tim untuk AXCR 2022

Tim Mitsubishi Ralliart memiliki sumber daya yang dibutuhkan untuk menghadapi tantangan AXCR.

Tim Mitsubishi Ralliart akan berkompetisi di ajang Asia Cross Country Rally (AXCR) dengan dukungan teknis dari Mitsubishi Motors. Mereka mengumumkan susunan tim untuk AXCR 2022 mendatang yang akan diadakan dari tanggal 21 hingga 26 November 2022 di Thailand dan Kamboja.

Tim Mitsubishi Ralliart diperkuat Rifat Sungkar (Indonesia), pemenang Indonesian Sprint Rally Championship dan Chayapon Yotha (Thailand) juara Thailand Autocross Championship. Mereka mengendarai dua mobil reli Triton di kategori Grup T1 (prototipe kendaraan lintas alam). Sakchai Hantrakul (Thailand) pembalap yang sangat berpengalaman akan mendukung mereka dengan sebuah Triton ketiga sebagai mobil support.

Tim Mitsubishi Ralliart akan memiliki semua sumber daya yang dibutuhkan untuk menghadapi tantangan AXCR, yakni TANT SPORT (Thailand) sebagai pengelola tim, lalu ada direktur tim Hiroshi Masuoka. Juara Reli Dakar dua kali sekaligus engineer dari Mitsubishi Motors itu akan menemani tim untuk memberikan dukungan teknis.

Persiapan Mitsubishi Triton

Tim Mitsubishi Ralliart telah melakukan tes ketahanan mobil reli Triton sejauh 1.100 km di trek balap off-road Grand Prix Motor Park di Kanchanaburi, di barat Thailand, dari 29 hingga 31 Agustus 2022. Mengurangi bobot dan meningkatkan karakteristik output dari engine telah meningkatkan kemampuan berkendara, memungkinkan penanganan yang gesit di jalan yang berkelok-kelok. Selain itu, dual damper baru telah meningkatkan kinerja mengikuti jalan dan berkontribusi pada peningkatan signifikan dalam stabilitas berkendara dan kemampuan berkendara di jalan yang kasar.

“Pereli melewati banyak tikungan yang berbeda. Oleh karena itu, sangat penting bagi mobil reli untuk memiliki kemampuan manuver dan pengendaraan yang sangat baik seperti yang diinginkan pengemudi, dan daya tahan dan keandalan yang tinggi di jalan yang kasar. Melalui uji ketahanan, kami dapat memastikan bahwa mobil reli Triton memberikan kinerja yang sangat baik dalam hal jalan kasar kelincahan dan daya tahan,” kata Rifat Sungkar

“Untuk menang, penting untuk memaksimalkan rasa persatuan antara pengemudi dan mobil reli, dan mengendalikan tempo secara fleksibel antara akselerasi dan deselerasi. Kami telah mengkonfirmasi bahwa mobil reli Triton memiliki hasil akhir yang bagus dan merespons masukan pengemudi dengan tepat dan gesit,” imbuh Chayapon Yotha.

Hiroshi Masuoka Bangga

“Rifat memiliki banyak pengalaman dalam reli sprint, jadi jika kami melakukan pekerjaan dengan baik sebagai tim untuk mengelola aspek jarak jauh dari reli lintas alam, dia akan memberikan kinerja yang hebat. Chayapon memiliki pengalaman luas dalam reli lintas alam dan meningkat setiap kali dia masuk ke dalam mobil, jadi saya mengharapkan hasil yang baik darinya. Performa Triton sejauh ini terlihat bagus dan saya yakin para pembalap akan mampu memberikan performa yang Tangguh,” ungkap Hiroshi Masuoka.

Rizky Vox

Mitsubishi Triton Ralliart Bakal Lahap Event AXCR 2022

Mitsubishi Ralliart New Triton akan lahap rute 2.000 kilometer melalui medan alam yang unik di Asia Tenggara.

Mitsubishi Motors Corporation berencana turun di ajang Asia Cross Country Rally (AXCR) 2022 yang akan diadakan di Thailand, pada 21-26 November 2022. Unit yang bakal berlaga ialah Mitsubishi Ralliart New Triton AXCR, mobil tersebut juga dipamerkan di ajang GIIAS 2022.

AXCR adalah reli lintas alam dengan medan yang amat berat dan menantang. Hanya dengan membayangkannya saja, rute sepanjang 2.000 kilometer melalui medan alam yang unik di Asia Tenggara, cukup membuat kepala kami menjadi pening. Rute yang akan dimulai di Buriram, sebelah timur laut Thailand sebelum menyeberang ke Kamboja, dan berakhir di situs Warisan Dunia Angkor Wat. Eksotis memang, tapi Anda harus ingat, ini reli, bukan traveling…

Mitsubishi Ralliart New Triton AXCR 2022 yang akan dibesut oleh Rifat Sungkar itu sudah melakukan rangkaian uji coba ketahanan di rute jalan raya dan off-road di Thailand pada Juni 2022 silam. Ia pun mengklaim bahwa berbagai persiapan terkait perlombaan berjalan lancar dan sesuai harapan.

Nah, Mitsubishi Ralliart New Triton AXCR 2022 ini masuk ke dalam klasifikasi mobil reli Fédération Internationale de l’Automobile (FIA), yang masuk pada golongan Group T1 (prototipe kendaraan lintas alam). Rifat bersama Julian Johan pun menilai ajang ini bisa mendapat banyak pelajaran dan pengalaman berharga.

“Komitmen Mitsubishi dan Ralliart adalah komitmen yang besar. Harapannya dari hasil yang kita ikuti karena ketahanan, akan turun jadi kendaraan yang lebih baik lagi di masa datang. Kenapa saya ajak Julian Johan, dari saya orang Indonesia, ini kesempatan emas untuk kita belajar banyak,” kata Rifat Sungkar.

“Ini reli yang belum pernah kita ikuti, namun sesuai dengan kondisi alam Asia Pasifik, banyak hutan dan banyak jalan berlumpur. Kehadiran Julian Johan akan cocok karena jadi technical advisor dan akan melihat apakah memungkinkan juga untuk bisa kita terapkan untuk event motorsport Indonesia. Ini kesempatan kita untuk belajar dan karena saya bersama Mitsubishi ada banyak hal yang dapat saya lakukan di bidang motorsport,” imbuhnya.

“Partisipasi untuk motorsport ini diprakarsai oleh Ralliart dan dibawah pimpinan Hiroshi Masuoka. Pemenang reli Dakar tahun 2002 dan 2003. Tim Mitsubishi Ralliart ini mau mencoba kekuatan dari Triton dari partisipasi lintas negara di Asia,” papar General Manager of Marketing Communication & PR Division PT MMKSI, Intan Vidiasari.

Berdasarkan spesifikasi model dobel kabin, maka kap mobil, pintu depan dan belakang, interior dan bagian lainnya telah dibuat menjadi ringan, sedangkan bodi mobil telah diperkuat dengan roll cage serta underguard.

Karena DNA dari Mitsubishi itu sendiri sebenarnya mengarah ke karakter sporty. “Akan ada dua unit Mitsubishi Triton Ralliart AXCR, dimana salah satunya akan dikendarai oleh Rifat Sungkar,” kata Intan.

Suspensi yang dipasang juga khusus untuk kebutuhan reli sehingga memberikan karakteristik pengendalian jauh lebih baik dan durabilitas lebih tinggi. Untuk mesinnya, Triton versi reli ini dibekali mesin turbodiesel 4 silinder 4N15 MIVEC turbo diesel 2.442 cc bertenaga 178 hp dan torsi 430 Nm.

Settingan mesin tersebut difokuskan untuk mereduksi gesekan antar komponen internal mesin dan bobot kendaraan, serta meningkatkan respons pada rentang kecepatan sedang, yang sering digunakan dalam event reli. Lebih lanjut, modifikasi kedap air juga mutlak dilakukan, seperti penguatan pada seal dan pengoptimalan snorkel saluran masuk udara menuju mesin.