Hyundai Ioniq V Siap Meluncur di China, Tembus Jarak 650 Km

Hyundai bersiap memperluas dominasi kendaraan listriknya dengan menghadirkan model baru khusus untuk pasar China, yakni Hyundai Ioniq V. Setelah sukses lewat Ioniq 5, Ioniq 6, dan Ioniq 9 di pasar global, kini pabrikan asal Korea Selatan itu mencoba menantang ketatnya persaingan mobil listrik di Negeri Tirai Bambu.

Menariknya, Ioniq V bukan sekadar menambah anggota keluarga Ioniq. Sedan listrik premium ini digadang-gadang menjadi etalase teknologi terbaru Hyundai yang akan menjadi acuan pengembangan model-model listrik berikutnya.

Dengan desain futuristis, kabin berteknologi AI, hingga platform 800 volt, Ioniq V diproyeksikan menjadi salah satu rival serius bagi merek lokal China.

Desain Sporty Bergaya Supercar

Hyundai Ioniq V tampil sebagai sedan fastback premium dengan dimensi panjang 4.900 mm, lebar 1.890 mm, tinggi 1.470 mm, serta wheelbase mencapai 2.900 mm. Proporsi tersebut menjanjikan ruang kabin yang lapang sekaligus memberikan kenyamanan bagi pengemudi maupun penumpang.

Bahasa desainnya berbeda dari Ioniq 5 maupun Ioniq 6. Bagian depan mengusung lampu LED tipis yang menjadi identitas terbaru Hyundai, dipadukan bumper agresif dan spoiler bergaya supercar sehingga menghadirkan tampilan yang lebih berani.

Profil samping semakin elegan berkat garis atap fastback, pintu frameless, handle pintu tersembunyi, serta velg aerodinamis yang mendukung efisiensi sekaligus memperkuat kesan premium.

Di bagian belakang, lampu LED horizontal penuh membuat Ioniq V tampil modern dan mudah dikenali.

Interior Futuristis dengan Layar 27 Inci

Masuk ke dalam kabin, nuansa teknologi langsung terasa melalui layar panoramik berukuran 27 inci beresolusi 4K yang membentang di dashboard.

Sebagian besar fungsi kendaraan dikendalikan melalui layar tersebut sehingga penggunaan tombol fisik dibuat seminimal mungkin. Hasilnya, desain interior terlihat bersih, modern, dan berkelas.

Hyundai juga membekali Ioniq V dengan teknologi Artificial Intelligence (AI) yang memungkinkan berbagai fitur dioperasikan melalui perintah suara secara lebih responsif.

Selain itu tersedia Head-Up Display yang memproyeksikan informasi berkendara langsung ke kaca depan sehingga pengemudi tetap fokus saat mengemudi.

Platform 800 Volt Dengan Jarak Jelajah 650 Km

Hyundai Ioniq V dibangun menggunakan platform Electric Global Modular Platform (E-GMP) dengan arsitektur kelistrikan 800 volt.

Teknologi tersebut mendukung pengisian cepat DC hingga 250 kW sehingga waktu pengisian baterai menjadi jauh lebih singkat dibanding kendaraan listrik berbasis sistem 400 volt.

Untuk pasar China, Hyundai bekerja sama dengan sejumlah perusahaan teknologi lokal seperti Qualcomm, Baidu, CATL, dan Momenta guna menghadirkan sistem bantuan berkendara Level 2+ yang lebih canggih.

Berdasarkan data yang tercantum di Kementerian Industri dan Teknologi Informasi (MIIT) China, Ioniq V akan tersedia dalam dua pilihan baterai LFP.

Varian standar menggunakan motor listrik bertenaga 188 hp dengan baterai 53,5 kWh yang diklaim mampu menempuh jarak hingga 540 km berdasarkan standar CLTC.

Sementara varian tertinggi mengusung motor listrik 225 hp dengan baterai 66,8 kWh dan memiliki jarak tempuh hingga 650 km menurut siklus CLTC atau sekitar 500 km berdasarkan standar WLTP yang lebih realistis.

Hyundai juga dikabarkan tengah menyiapkan varian Extended Range Electric Vehicle (EREV) yang memadukan motor listrik dengan mesin bensin sebagai generator untuk memperpanjang jarak tempuh.

Meski harga resminya masih dirahasiakan, kehadiran Hyundai Ioniq V diperkirakan akan menjadi senjata baru Hyundai untuk bersaing di pasar mobil listrik terbesar di dunia. Tak menutup kemungkinan, setelah sukses di China, sedan listrik futuristis ini juga akan dipasarkan ke berbagai negara lain.

BMW M2 xDrive 2027, AWD Pertama dengan Akselerasi 3,6 Detik

BMW M2 Akhirnya Tersedia Versi M xDrive

Tak hanya model BMW M3 dan M4 saja yang tersedia dalam versi berpenggerak all-wheel drive (AWD). BMW pun kini membekali lini M2 untuk model tahun 2027 dengan sistem penggerak AWD BMW M xDrive!

Sejak pertamakali diluncurkan, model M2 cuma tersedia dalam versi berpenggerak roda belakang (RWD). Jika ingin versi xDrive yang lebih greget, konsumen harus memilih M3 atau M4 yang harganya jauh lebih mahal.

Mesin Tanpa M Ignite System

Untuk sektor performa, masih sama seperti BMW M2 facelift 2025, yakni mesin bensin 6-silinder segaris 3.0-liter twin-turbo berkode S58. Output tenaga maksimum sebesar 473 hp dicapai pada 6.250 rpm. Torsi puncak sebesar 600 Nm bermain di rentang 2.700 rpm hingga 5.620 rpm. Tak terpaut jauh dari M2 CS yang bertenaga 523 hp dengan torsi puncak 650 Nm.

Entah mengapa BMW justru meluncurkan M2 xDrive ini lebih cepat dari perkiraan. Tak menunggu versi update mesin S58 dengan sistem pengapian terbaru BMW M Ignite yang rencananya diproduksi akhir tahun ini.

Mesin 6-silinder versi M Ignite mengalami rombakan dengan tambahan sistem pengapian pre-chamber. Dengan sistem M Ignite, kinerja ruang bakar lebih sempurna sehingga konsumsi BBM jauh lebih efisien pada RPM tinggi. Jadi tak heran jika mesin BMW M2 versi AWD ini masih berstandar emisi Euro 6, belum Euro 7 seperti versi M Ignite.

Hanya saja pecinta oper tuas persneling harus sedikit kecewa. Opsi transmisi hanya tersedia versi automatic 8-speed Steptronic.

Lantas, seperti apa keistimewaan sistem penggerak BMW M xDrive yang dibekalkan pada M2 versi AWD ini?

Penggerak BMW M xDrive

Kinerja gerak roda pada BMW M2 versi AWD ini sama seperti model M3 dan M4 yang dibekali sistem M xDrive.

Saat pengendaraan normal, yang berperan adalah mode sistem penggerak roda belakang (RWD). Gardan penggerak AWD pada roda depan baru akan aktif bilamana traksi maksimum dibutuhkan.

Sistem kopling plat majemuk berpengendali elektronik pada transfer case yang telah dilengkapi limited slip differential terintegrasi akan bekerja otomatis tanpa melibatkan sistem Dynamic Stability Control (DSC). Jadi respon akselerasi pun jauh lebih gesit.

Untuk menyalurkan torsi ke roda belakang dan mengurangi slip roda, M2 xDrive dibekali perangkat Active M Differential seperti M3 dan M4 xDrive.

Jika hanya ingin merasakan sensasi goyang pinggul khas M2, pengemudi dapat memilih mode RWD (penggerak roda belakang) pada tampilan menu M Setup. Torsi sepenuhnya akan disalurkan ke poros roda belakang dan DSC dinon-aktifkan.

Ingin tahu seperti apa kemampuan BMW M2 M xDrive? Dengan traksi roda yang lebih menggigit, akselerasi 0-100 km/jam cuma butuh waktu 3,6 detik! Sekira 0,3 detik lebih cepat dari M2 reguler versi RWD. Melesat hingga jarum speedometer menyenggol angka 200 km/jam cuma perlu 12,8 detik.

Sebenarnya, akselerasi 0-100 km/jam masih bisa lebih gesit yakni 3,3 detik. Mencapai kecepatan 200 km/jam pun bida lebih cepat yakni hanya dalam waktu 12,5 detik.

Demi keselamatan berkendara, chip ECU dikunci agar top speed hanya ssmpai 250 km/jam. Jika ingin lebih merdeka, tambah paket opsional M Driver’s Package. Top speed akan bisa mencapai 285 km/jam.

Pasar AS Jadi Yang Pertama

Karena M2 sangat laris di pasar kawasan Amerika Utara, maka konsumen Negerj Paman Sam diprioritaskan mendapat jatah M2 M xDrive lebih cepat. Sekira bulan Agustus sudah mulai produksi di pabrik perakitan BMW di San Luis Potosi, Mexico. Jadi dalam beberapa bulan mendatang sudah tersedia unitnya di seluruh jaringan dealer BMW seantero Amerika Serikat.

Tersedia lima opsi warna metalik dan tiga warna solid. Sebagai warna khas, M2 M xDrive menjadi model BMW pertama yang dilabur warna Borusan Turkish Blue dari BMW Individual.

Harganya? Mulai dari $73,600 atau sekira Rp 1,3 miliar. Belum termasuk pajak dan biaya lainnya. Apakah model ini bakal masuk ke Indonesia?

Mercedes-Benz C-Class Electric 2027: Buas dan Super Canggih

Ingin punya mobil Mercedes Benz terbaru tapi beda dari yang biasa? Pabrikan asal Jerman ini baru saja memperkenalkan mobil listrik terbaru tapi tak berlabel EQ. C-Class Electric.

Ini adalah pertama kalinya model C-Class ada versi listrik bertenaga baterai (BEV) dalam sejarah Mercedes-Benz.  Namun, versi  bermesin motor bakar yakni C-Class generasi W206 juga hadir versi faceliftnya. Nantinya Mercedes akan memasarkan keduanya secara bersamaan. Penasaran dengan C-Class penyedot setrum ini?

C-Class Kini Tanpa Asap Knalpot

Model dengan kode nomenklatur W520 ini memiliki panjang 4.883 mm, lebar 1.892 mm, tinggi 1.503 mm, dan wheelbase 2.962 mm.

Jika dibandingkan dengan versi peminum juice fossil yakni W206, C-Class Electric lebih panjang 132 mm, lebih lebar 72 mm, dan lebih tinggi 65 mm. Wheelbase-nya pun lebih panjang 97 mm. Lebih kurang, hampir seukuran Mercedes-Benz GLC 400 Electric.

Rancang bangun berbasis platform khusus EV yang digunakan menghasilkan ruang kabin yang relatif lebih lapang. Ruang kaki penumpang depan lebih lega 12 mm. Batas kepala dengan plafon pun lebih lapang sekira 22 mm (depan) dan 11 mm (belakang).

Tampilan bagian depan dihiasi grille dengan frame bergaya Mercedes-Benz W111 1959 yang diadopsi dari GLC 400 Electric. Grille model tertutup pada C-Class Electric dihiasi 1.050 elemen lampu LED yang memberikan pencahayaan cukup terang dan atraktif di malam hari. Sepasang lampu di kiri-kanan grille menampilkan elemen garis three-pointed star khas Mercedes Benz.

Tampilan bagian samping pun tak kalah atraktif dengan garis atap melandai ala fastback. Sedikit mirip Mercedes EQE dan EQS, hanya sedikit lebih compact dna kekar.

Bagian belakang pun dilengkapi empat lampu berdesain unik berbentuk bintang ala GLC 400 Electric dan Concept GT XX 2025. Bahkan koefisien hambatan udara C-Class Electric pun sangat minim, yakni 0.22 (Cd). Dengan gaya aerodinamika yang sempurna, konsumsi energi pun akan lebih efisien.

Interior Hightech dan Mewah

Kemasan interior menjadi gambaran inovasi desain paling out of the box dan berani dari Mercedes. Pada dashboard terpampang layar digital MBUX Hyperscreen berukuran 39,1 inci yang melintang dari kiri ke kanan.

Layar sentuh berlapis kaca ini menggunakan pencahayaan 1.000 titik LED yang dapat diatur secara individual. Dibawah layar ada pad wireless charging, cup holder, dan beberapa tombol fisik. Setir masih dengan desain khas Mercedes-Benz yang dilengkapi tombol setting fungsi fitur berkendara.

Soal kemewahan tak perlu dipertanyakan. Jok depan dilengkapi ventilasi, fitur pemijat, dan fungsi suara 4D terintegrasi. Atap panoramik saat tertutup akan menampilkan 162 bintang bercahaya yang dapat berubah warna sesuai dengan ambient lightning.

Oh ya, C-Class Electric merupakan model kedua setelah GLC 400 Electric yang pakai material kulit vegan bersertifikasi dari The Vegan Society dan German AGR (lembaga kesehatan Jerman). Kurang mewah apalagi coba? Bahkan terkesan sangat S-Class, jauh lebih lux dari C-Class W206.

Performa Menggiurkan Tanpa Asap

Untuk teknologi penggerak, Mercedes-Benz tak bisa dioandang sevelah mata di kancah mobil listrik. Berbekal sepasang motor listrik yang menghasilkan tenaga gabungan 360 kW (482 hp) dan torsi 800 Nm, akselerasi 0-100 km/jam cuma butuh waktu 3,9 detik. Performa C-Class tanpa asap knalpot ini memang sangat menggiurkan.

Keunikan teknologi penggerak mobil listrik ini ada pada sistem transmisinya. Pada motor listrik di roda belakang terhubung dengan transmisi 2-speed. Gigi 1 dengan rasio 11:1 untuk mendongkrak akselerasi awal. Sedangkan gigi 2 dengan rasio 5:1 untuk kecepatan jelajah konstan. Pada motor listrik di poros roda depan terdapat single-speed gearbox yang akan non aktif ketika kecepatan jelajah konstan telah tercapai.

Rancang bangun Mercedes-Benz C-Class Electric menggunakan platform voltase tinggi 800-volt. Pengisian daya cepat pada fast charger DC beroutput maksimum 350 kW dapat menerima daya efektif 330 kW.

Dengan baterai berdaya 94 kwh, jarak jelajah maksimum diklaim mencapai 762 km (WLTP). Pengisian daya selama 10 menit menggunakan fast charger cukup untuk menempuh jarak 325 km.

Teknologi mutakhir lainnya yabg dibekalkan yakni sistem suspensi Car-to-X dan sistem kemudi rear-axle steering yang bida membuat roda belakang berbelok hingga sudut 4,5 derajat untuk menghasilkan stabilitas berkendara di kecepatan rendah. Tak hanya itu, sistem kenudi roda belakang membuat radius putar mobil listrik ini jadi lebih minim yakni hanya 11,2 meter.

Software MB.OS yang dibekalkan pun sudah versi terbaru yang dilengkapi kemampuan update over-the-air (OTA), voice assistance berbasis AI, navigasi augmented-reality dan sistem ADAS dengan kemudi otonom Level 2 MB.DRIVE ASSIST PRO.

Tak sabar ingin segera mencicipi mobil listrik yang satu ini? Ternyata peluncuran resminya akan dimulai dari Amerika Serikat. Kawasan negara lainnya akan menyusul kemudian.

Jelang Japan Mobility Show 2023, Ini Kendaraan Paling Ditunggu

Japan Mobility Show 2023 atau dulu dikenal sebagai Tokyo Motor Show adalah sebuah event yang selalu ramai dibicarakan pemerhati dan penyuka otomotif. Wajar, Jepang adalah salah satu ‘kiblat’ otomotif dunia. Tahun ini, sesuai dengan namanya, tidak hanya memamerkan mobil atau motor. kata-kata mobility adalah kuncinya.

Ada banyak hal yang berhubungan dengan sarana penunjang mobilitas (pergerakan) yang akan ditampilkan. Kami coba rangkum beberapa hal, yang tidak terlalu jauh dari permobilan. Sejauh ini, Semua merek Jepang siap tampil dengan produk baru, yang menggambarkan bagaimana mereka menterjemahkan masa depan pergerakan manusia. Makanya, di halaman ini, mayoritas yang muncul adalah mobil konsep. Selengkapnya simak di bawah.

BMW iX2

BMW mengumumkan kehadiran All New X2 dan versi EV, iX2. Kami akan meliput langsung peluncuran ini. Tapi sebagai pembukaan, sejauh ini, BMW adalah satu-satunya merek Eropa yang mengumumkan mobil kehadiran mobil baru, di Jepang. Versi produksi pula. Menarik melihat iX2 karena untuk pertamakalinya ada X2 dengan elektrifikasi. Penggeraknya mampu menghasilkan tenaga 313 hp, dengan torsi 493,5 Nm. 0-100 km/jam diklaim selesai dalam 5,6 detik.

Daihatsu Osanpo Concept

Daihatsu Osanpo

Selain Daihatsu Copen Vision, spesialis Kei car di Jepang ini menampilkan Osanpo Concept. Mobil roadster yang beda. Posturnya tinggi, compact dua tempat duduk, atap terbuka. Entah untuk apa. Ngebut atau jalan santai di pinggir pantai? off road ringan? Mungkin bisa. Nama Osanpo diambil dari bahasa Jepang yang kalau diartikan, berjalan santai. Sepertinya nama yang pas.

Honda Pocket Concept

Honda Pocket

Honda membawa beberapa kendaraan konsep. Tapi yang paling antik, menurut kami, Pocket Concept ini. Motor berukuran mikro yang terbuat dari bahan resin akrilik. Penggeraknya sudah pasti listrik. Ukurannya yang kecil begitu akan bisa dimanfaatkan untuk mobilitas personal. Dan dijamin semua mata memandang. Antara heran dengan motornya, atau bertanya ini mainan siapa.

Mazda Miata EV

Mazda Miata EV

mazda mengeluarkan teaser mobil konsep yang akan muncul di JMS 2023. Namun tidak menyebutkan apa namanya atau seperti apa bentuknya. Yang pasti, kalau melihat di foto, ini adalah Mazda Vision Study. Mobil konspe sport coupe dua pintu, yang sering diasosiasikan dengan Miata/MX-5 generasi mendatang.

Mitsubishi MPV

Mitsubishi MPV Concept

Seperti Mazda, Mitsubishi juga menyebar teaser sebuah MPV yang sedang ‘ngepot’ di medan off road. TIdak dijelaskan lebih lanjut. Tapi bentuk kotaknya mengingatkan pada keluarga Mitsubishi Delica. Makanya banyak yang beranggapan ini adalah generasi terbaru MPV serbaguna itu. Selain MPV, dikabarkan Mitsubishi juga akan mengeluarkan compact SUV dengan penggerak hybrid di Japan Mobility Show 2023. Xforce hybrid?

Nissan Hyper Tourer EV Concept

Nissan akan menampilkan tiga mobil konsep yang dilabeli Nissan Hyper. Salah satunya adalah MPV Hyoper Tourer ini. Bentuknya kalau kata salah satu crew kami, seperti mobil Cyber Punk. Dan memang terlihat ekstrim. Desainnya lancip, garis body terlihat tegas. Sebgai penggerak adalah motor listrik, dengan kabin yang dilengkapi kursi yang bisa berputar 360 derajat. Jujur, kami cukup penasaran dengan mobil ini.

Suzuki Swift Concept

Suzuki Swift

Judulnya concept, tapi melihat bentuknya, ini seperti mobil yang siap untuk masuk jalur produksi. Spion samping konvensional, bentuk grill dan lampu depan yang masuk akal jadi cirinya. Belum ada spesifikasi resmi yang beredar tapi kami tidak akan terkejut kalau ada versi hybrid penuh. Bukan cuma mild hybrid.

Toyota FT-Se Concept

Kalau memperhatikan, FT-Se Concept adalah pengembangan berikutnya dari mobil konsep yang pernah dimunculkan beberapa waktu lalu. Menyenangkan melihat mobil ini. Menandakan Toyota sedang serius mengembangkan mobil sport baru. Penggeraknya kemungkinan besar EV. Tapi bukan tidak mungkin akan hybrid.