Review: Hyundai Santa Fe Calligraphy 1.6 T-GDi HEV

Hyundai membuat gebrakan baru, melalui kehadiran Santa Fe generasi terbaru. Jika Santa Fe generasi sebelumnya memiliki bentuk yang berotot, maka Santa Fe generasi terbaru malah terlihat semakin maskulin. Bahkan tidak ada aspek yang tersisa dari semua generasi Santa Fe sebelumnya. Agar tak berlama-lama penasaran, kami langsung saja pilih varian Calligraphy yang bermesin hybrid.

Dari depan, area depan Santa Fe tampak agresif karena disertai dengan lampu daytime running (DRL) berpola ‘H’ dan lampu depan LED yang menyorot tajam. Semuanya benar-benar mengusung garis lurus dan terlihat kontras dengan kaca depan yang miring. Bahkan bentuk kap mesinnya saja tampak sangat kokoh.

Secara visual saja, SUV ini pasti menawarkan ruang kabin yang lapang. Memandang Hyundai Santa Fe dari sisi samping, amat jelas bahwa SUV ini sarat akan garus lurus yang tegas. Lekuk fender yang berotot, diisi oleh velg multi-spoke 20 inci berwarna hitam, dan dibalut ban 255/45 R20. Fisiknya yang berukuran besar, memiliki wheelbase sepanjang 2.815 mm.

Assist Handle fungsional

Ada keunikan pada pilar C-nya, yakni tersedia Assist Handle. Sehingga memudahkan pengguna untuk memanjat, untuk mengakses barang-barang yang terpasang di atap. Amat fungsional buat pengguna yang menggunakan roobox atau yang gemar beraktivitas di alam terbuka.

Masuk ke kabin depan, tersedia kursi depan sendiri suportif dan nyaman. Dilengkapi pemanas dan sistem ventilasi, serta penyesuaian elektrik dengan dua pengaturan memori untuk pengemudi. Sehingga mengatur kursi ke posisi yang diinginkan menjadi mudah. Setirnya dilengkapi kontrol untuk audio, telepon, adaptive cruise control, dan untuk scrolling berbagai halaman di panel instrumen.

Seperti yang ada pada Hyundai masa kini, dua layar besar diletakkan berdampingan di dashboard. Panel instrumen ditata dengan baik dan di sampingnya terdapat sistem infotainment layar sentuh 12,3 inci, yang dilengkapi Apple CarPlay dan Android Auto. Asyiknya, tata letaknya tergolong dan mudah dimengerti. Sistem audio juga terdengar mantap, wajar saja karena didukung seperangkat speaker bikinan Bose.

Ruangan sterilisasi beragam barang

Panel kontrol AC, mempunyai kombinasi optimal antara kontrol fisik dan tombol sentuh, sehingga pengoperasinya sangat mudah. ​​Laci dashboard berukuran cukup besar, bahkan ada kompartemen untuk sterilisasi UV-C di atasnya. Pengoperasiannya? Cukup tekan tombol di sebelah layar infotainment, fitur ini dapat digunakan untuk sterilisasi ponsel, dompet, dan lain-lain.

Pada varian Calligraphy, terdapat panoramic sunroof berukuran besar, sehingga memungkinkan penumpang belakang dapat melihat langsung ke arah langit. Tirai pada sunroof tersebut juga dioperasikan secara elektris. Ada dua wireless charger pada konsol tengah, agar daya ponsel pengemudi dan penumpang depan tetap dapat terisi.

Di konsol tengah, terdapat Bilateral Multi-Console. Istilah bilateral ini berarti tutup konsol dapat dibuka dari depan dan belakang. Di baliknya ada laci yang berukuran cukup lapang dan dalam, bisa untuk menyimpan berbagai macam barang. Ventilasi AC tersedia di kedua pilar B, untuk menjaga penumpang baris kedua tetap sejuk. Sedangkan, port USB Type-C berada di sisi belakang setiap kursi depan.

Untuk masuk ke kabin belakang, cukup tekan tombol One-touch Walk-In, maka jok baris kedua pun memberikan akses untuk masuk dan keluar. Jok baris ketiga cukup untuk menampung anak-anak untuk perjalanan jarak jauh, atau untuk orang dewasa untuk perjalanan singkat. Jika perlu ruang bagasi yang besar, cukup lipat jok baris ketiga tersebut. Sehingga ruang bagasi yang awalnya memiliki kapasitas 628 liter, maka menjadi nyaris 2.000 liter.

Tersedia torsi besar

Dimensi Hyundai Santa Fe terbaru ini memang terlihat cukup besar, dengan panjang 4.830 mm, lebar 1.900 mm, dan tinggi 1.720 mm. Meski begitu, tak perlu canggung untuk mengendarainya. Sebeb pengendaliannya cukup supel dan mudah. Kaca spion samping yang besar dan kaca yang luas, memberikan visibilitas yang baik.

Sumber tenaga berasal dari mesin Smartstream 1.6 T-GDi yang dipadu dengan motor listrik 44,2 kW. Output gabungannya sebesar 235 PS dan torsi kombinasi 367 Nm. Karena SUV ini memiliki teknologi hybrid, maka akselerasi terasa mantap dan padat. Wheelbase yang panjang, membuat ayunan bodi terasa oke. Sehingga membuat perjalanan jarak jauh tetap terasa menyenangkan.

Hyundai Santa Fe terbaru dipasarkan dalam empat varian yang menarik. Mulai dari varian Prime 2.5 GDi (Rp 699 juta), Prime 1.6 T-GDi HEV (Rp 786,3 juta), Calligraphy 2.5 GDi (Rp 784,5 juta), dan tentunya Calligraphy 1.6 T-GDi HEV (Rp 869,6 juta).

Hyundai Santa Fe Hybrid

Review: Hyundai All New Santa Fe Hybrid 2024

Setelah resmi diluncurkan bulan Oktober 2024 lalu, PT Hyundai Motors Indonesia (HMID) mengajak sejumlah awak media untuk merasakan sensasi All New Santa Fe.

Acara media drive yang berlangsung pada 4-5 Desember 2024 ini memang telah kami nantikan. Pasalnya, lokasi yang akan dituju adalah kawasan pegunungan. Jelas sangat pas untuk mengulik tuntas kemampuan SUV terbaru dari Hyundai ini.

Rombongan awak media bertolak dari Jakarta menggunakan wahana kereta cepat Woosh menuju Stasiun Padalarang. Nah, dari sinilah perjalanan dimulai. Kami pun menjelajah area seputar Kawah Kamojang di Garut, Jawa Barat.

Performa Hybrid Tak Kalah Greget

All new Hyundai Santa Fe yang dipasarkan di Indonesia terdiri dari dua versi, bermesin bensin non-hybrid (ICE) dan mesin hybrid.

Masing-masing versi Santa Fe tersedia dalam dua varian, Prime dan Calligraphy.

Versi ICE dibekali mesin bensin 4-silinder Smartstream G2.5 GDi (Gasoline Direct Injection). Kinerja mesin kian sempurna dan efisien, berkat teknologi katup Continuously Variable Valve Duration (CVVD). Transmisinya automatic 8-speed yang dipadukan dengan sistem penggerak roda depan (FWD). Output tenaganya yang sebesar 300 hp dicapai pada 6.100 rpm. Sedangkan torsi puncak sebesar 421 Nm bermain di rentang 1.650-4.000 rpm. Sangat greget bukan?

Versi kedua yakni Santa Fe Hybrid dibekali mesin Smartstream G1.6T-GDi HEV. Mesin bensin empat silinder 1.598 cc turbochargerm menghasilkan tenaga maksimum sebesar 177 hp yang dicapai pada 5.500 rpm. Sedangkan torsi puncak sebesar 265 Nm bermain di rentang 1.500-4.500 rpm. Tak heran tarikannya cukup gesit dan responsif.

Modul hybrid HEV-nya memanfaatkan motor elektrik berdaya 44,2 kW (59 hp) dengan torsi 264 Nm yang bekerja mulai 1.700 rpm. Kombinasi mesin dan sistem hybrid menghasilkan tenaga 230 hp dengan torsi 367 Nm. Transmisinya automatic 6-speed dengan sistem penggerak roda depan (FWD). Nah, versi hybrid inilah yang kami kendarai.

Rute yang dilewati sangat beragam, mulai dari jalan tol hingga jalur pegunungan yang banyak tanjakan dan berkelok. Ini momen yang pas untuk membuktikan kemampuan Santa Fe Hybrid dalam menunjang beraneka aktivitas dan mobilitas penggunanya.

Fun To Drive

Mulai dari titik start di Stasiun Padalarang kami ambil rute via tol Purbaleunyi hingga keluar Cileunyi. Santa Fe Hybrid dilengkapi sejumlah opsi mode berkendara yang dapat dipilih pada Drive Mode yakni Eco, Sport, dan My Drive. Pilihan mode berkendara dapat menyesuaikan dengan kebutuhan pengendara serta kondisi jalan.

Meskipun di tol, tak ada salahnya mencoba mode berkendara ECO. Kecepatan berada di kisaran 100 km/jam sesuai rambu tol dan ritme laju konvoi. Tuas transmisi model putar pada Santa Fe tak beda dengan Kona, Ioniq 5 dan model Hyundai lainnya. Lebih mudah dan praktis dalam pengoperasiannya.

Sesuai labelnya yakni ECO, respon performa cenderung halus dan tak terlalu ngegas atau bermain di RPM tinggi. Konsumsi BBM di kisaran 20 km/liter pada mode ECO pun terbilang irit.

Sistem Hybridnya Beroperasi Secara Senyap

Memasuki kawasan Kamojang, jalan mulai menanjak dan menikung. Tentunya butuh tenaga dan torsi extra. Konsumsi BBM pun lebih banyak. Tak heran jika konsumsi BBM berada di kisaran 13 km/liter.

Berkat kurva tenaga dan torsi yang cukup memadai pada RPM relatif rendah, Santa Fe tak kehabisan nafas di tanjakan.

Berkendara makin menyenangkan berkat setting suspensi Santa Fe Hybrid yang mampu meredam gejala body roll saat bermanuver di jalan menanjak dan berkelok.

Sistem bantu berkendara terpadu Hyundai Smart Sense yang ada pada Santa Fe Hybrid Calligraphy pun sangat lengkap dan canggih.

Teknologi hybrid bisa kami katakan tak kalah canggih dibanding SUV hybrid lainnya. Sistem akan menentukan sendiri kapan harus beralih dari kinerja mesin bensin ke mode EV.

Perpindahan kinerja sistem hybridnya pun mulus dan senyap. Tanpa hentakan maupun suara meraung atau berdengung.

Oh ya, Santa Fe Hybrid juga dilengkapi sistem pengereman regeneratif yang akan mengubah energi pengereman menjadi daya listrik. Ketika melintasi jalan menurun yang cukup curam sekalipun, kemudi dan laju Santa Fe Hybrid bisa tetap terkendali dan tidak nyelonong.

Tentu saja ada tips dan trik yang harus dilakukan. Pada setir terdapat pengaturan sistem regeneratif. Saat level pengereman regeneratif ditingkatkan, laju kecepatan Santa Fe Hybrid akan berkurang lebih signifikan dan sistem rem bekerja lebih aktif. Hasilnya, respon kemudi lebih terprediksi dan mudah dikendalikan. Jadi tak perlu khawatir saat melintasi jalan menurun yang cukup curam.

Interior Nyaman dan Menyenangkan

Dengan postur yang tergolong besar, Santa Fe Hybrid sangat ideal sebagai kendaraan harian keluarga.

Kabinnya yang berkonfigurasi tiga baris bangku penumpang terbilang cukup lapang. Untuk varian Prime bisa mengangkut tujuh penumpang. Sedangkan varian Calligraphy dilengkapi bangku model Captain Seat dan bisa memuat enam penumpang.

Kemasan interior pada varian Calligraphy pun jauh lebih mewah dibanding Prime. Selain interiornya berlapis kulit, pada kaca bagian samping juga dilengkapi tirai.

Pada dashboard terpampang sepasang layar digital berjajar yang berfungsi sebagai panel instrumen dan penampil sistem multimedia. Masing-masing layar berukuran 12,3 inci.

Untuk kelengkapan fitur pada kabin pun cukup lengkap, canggih dan kekinian. Soket untuk pengisian daya ponsel tersedia pada setiap baris bangku. Jadi penumpang tak perlu saling berebutan. Pada konsol tengah di kabin depan terdapat dua unit charger nirkabel Qi Standard untuk smartphone.

Aspek kepraktisan pada kabin juga patut diacungi jempol. Di setiap sudut kabin terdapat cukup banyak kompartemen penyimpanan. Bahkan pada laci dashboard dilengkapi fungsi UV-C sterilization multi tray. Fitur yang satu ini tergolong mewah dan jarang ditemui.

Di Indonesia, Hyundai Santa Fe hadir dalam dua versi yakni hybrid dan non-hybrid (ICE). Masing-masing tersedia dalam varian Prime dan Calligraphy. Ingin tahu harganya?

Hyundai All New Santa Fe ICE
Prime: Rp 699 juta.
Calligraphy: Rp 784,5 juta.

Hyundai All New Santa Fe Turbo Hybrid
Prime: Rp 786,3 juta.
Calligraphy: Rp 869,6 juta.

Hyundai santa Fe diuji oleh Euro NCAP

Hyundai Santa Fe Terbaru Diuji Oleh Euro NCAP, Ini Hasilnya

All New Hyundai Santa Fe Hybrid masuk laboratorium uji tabrak Euro NCAP (New Car Assesment Program). Diuji dengan standar baru mereka yang berlaku sejak 2023 lalu. Hasilnya mobil ini dapat lima bintang untuk kemampuan melindungi manusianya.

Sebagai subjek pengujian, Euro NCAP menggunakan dua Santa Fe Hybrid yang dilengkapi kelengkapan yang disebut Safety Pack, serta varian standar.

Untuk Santa Fe varian bawah, nilainya cukup baik yaitu empat bintang. Sedangkan versi komplitlah yang hasilnya dapat lima bintang tersebut.

Uji tabrak Hyundai Santa Fe

Dijelaskan, untuk perlindungan manusia dewasa, “Kompartemen penumpang Hyundai Santa Fe tetap stabil dalam uji offset frontal. Hasil pembacaan data dari boneka (crash test dummy) menunjukkan perlindungan lutut dan tulang paha yang baik bagi pengemudi dan penumpang depan.”

Sementara untuk anak-anak, Euro NCAP menjelaskan, “Baik dalam uji benturan frontal maupun benturan samping, perlindungan pada semua bagian tubuh yang krusial cukup baik untuk boneka (yang menggambarkan anak) berusia 6 dan 10 tahun. dan Hyundai Santa Fe memperoleh poin maksimum pada bagian penilaian ini.

Perlindungan Pihak Luar

Meski begitu, untuk perlindungan yang di luar mobil seperti pejalan kaki, hasilnya dinilai cukup oleh Euro NCAP. Mereka mencatat perlindungan kepala pejalan kaki atau pengendara sepeda yang tertabrak sebagian besar baik atau memadai, dengan hasil yang buruk tercatat pada pilar kaca depan yang kaku dan di tepi kap mesin.

Namun diakui, sistem Automatic Emergency Braking (AEB) terutama saat mundur bekerja optimal mendeteksi pejalan kaki maupun pengguna jalan lainnya.

Hyundai Santa Fe dapat lima bintang euro NCAP

Overall, Hyundai Santa Fe Hybrid mencetak skor 84 persen untuk perlindungan penumpang dewasa. Sedangkan untuk anak-anak, nilainya 88 persen. Angka 77 persen diberikan untuk perlindungan pengguna jalan (vulnerable road user), sementara fitur keselamatannya diganjar 88 persen. Kelengkapan fitur keselamatan ini yang membedakan perolehan bintang antara Santa Fe Safety Pack dan Standar. 

Berlaku juga untuk Santa Fe di negara kita? Kalau diperhatikan, fitur Santa Fe Safety Pack ini mirip dengan yang dijual di Indonesia. Tapi lebih baik kita tunggu hasil pengujian NCAP regional (ASEAN NCAP). Dan jangan lupa juga, pengujian ini dilakukan dengan kecepatan 50 km/jam. 

Sumber: Euro NCAP

All New Hyundai Santa Fe Resmi Diluncurkan di Indonesia

All New Hyundai Santa Fe generasi terbaru akhirnya resmi diluncurkan di pasar Indonesia. Selubung SUV ini dibuka di mall Plaza Senayan, Jakarta hari ini (24/10).

Santa Fe hadir dalam varian hybrid dan penggerak konvensional dengan harga mulai dari Rp 699 juta untuk varian bermesin bensin biasa. Sementara yang hybrid dijual dengan harga paling murah Rp 786 jutaan. Keduanya adalah banderol OTR untuk Jakarta.

Ini adalah pertama kalinya ada produk Hyundai berpenggerak hibrida di Indonesia. Karena itu kehadiran SUV tiga baris tersebut terasa istimewa. Selain itu, mobil sudah dibuat langsung di Cikarang, Jawa Barat.

Mesin Hyundai Santa Fe Hybrid

“Saya bangga memperkenalkan Santa Fe yang merupakan model hybrid pertama kami di Indonesia. SUV ini juga dirakit sepenuhnya di Indonesia,” kata Ju Hun Lee, President Director HMID.

Hyundai All New Santa Fe generasi kelima ini merupakan salah satu back bone Hyundai di pasar global. Di balik kap mesin versi hybrid, terpasang mesin bensin empat silinder turbo 1,6 liter, dengan motor listrik. Tenaga yang dihasilkan sebesar 231,7 hp/5.600rpm (kombinasi). Transmisinya otomatis dengan 6-speed.

Opsi kedua bermesin bensin GDI bertenaga 191,3hp. Transmisi 8-speed otomatis diandalkan untuk meneruskan daya ke roda depan

Harga & Varian All New Santa Fe

Harga Hyundai Santa Fe di Indonesia

Turbo Hybrid

  • Calligraphy (6-seat) Rp 869.600.000
  • Prime 7-seater 786.300.000

Internal Combustion Engine (GDI 2,5 liter bensin)

  • Calligraphy (6-seat) Rp 784.500.000
  • Prime 7-seater Rp 699.000.000

Interior All New Hyundai Santa Fe

Patut diperhatikan, khusus untuk versi hybrid HMID memberikan program diskon Eco Smart Deal, khusus untuk 500 konsumen pertama sebesar Rp 20.000.000.

Santa Fe 2024 sudah bisa dipesan langsung di dealer Hyundai terdekat. 

Hyundai Stargazer Launch

Stargazer X 2023 dan Melejitnya Minat Terhadap Hyundai Santa Fe

Hyundai Stargazer X meluncur di GIIAS 2023 setelah sekian lama ditunggu. Kehadirannya kami deteksi sejak akhir 2022 lalu, diikuti serangkaian foto-foto awal yang tidak dapat kami tampilkan karena menjaga kerahasiaan narasumber. Lalu, kami berbincang dengan Astrid Ariani Wijana, GM Marketing Department, Hyundai Motors Indonesia. Tidak hanya soal Stargazer baru, tapi juga ‘bocoran’ soal Hyundai Santa Fe.

Cukup menarik mendengar bagaimana Stargazer X dilahirkan. Menurut Astrid, mobil ini hadir dari adanya kebutuhan pasar. Demikian juga dengan kelengkapan yang ada di dalamnya. Desainnya mungkin tidak jauh beda dengan Stargazer lain. Tapi mobil ini menyuguhkan beberapa keunggulan yang tidak dimiliki kompetitor terdekatnya.

Mulai dari output mesin yang paling tinggi (113,4 hp) hingga fitur konektivitas Hyundai Bluelink. Memang, beberapa kemampuan unik seperti alat bantu kendali yang brilian, Active Yaw Control (AYC) yang ada di Xpander Cross tidak tersedia. Namun Hyundai menambalnya dengan fitur lain seperti paket driving assistant yang lengkap (ADAS).

Astrid juga mengungkapkan kalau HMID siap delivery mobil baru ini, segera. “Akhir Agustus (2023) ini rencananya sudah bisa delivery. Tidak perlu inden,” ujarnya. Hebatnya, kehadiran Stargazer X tidak mengganggu lini produksi Stargazer lain. “Mereka (pabrik) sudah memperhitungkan. Kami request (jumlah mobil yang diperlukan), mereka yang menghitung produksinya (supaya tidak inden).”

Untuk GIIAS 2023 sendiri, diklaim kalau jumlah calon konsumen yang melakukan test drive melewati angka 1.600. Sebagian besar adalah Stargazer X. Ini angka yang didapat hingga 15 Agustus.

Minat Santa Fe Melonjak

Jika biasanya Santa Fe kurang terdengar, di GIIAS ini justru SUV tujuh kursi tersebut ramai yang bertanya. “Ini agak unik. Di GIIAS ini minat terhadap Santa Fe meninggi,” kata Astrid. Mantan petinggi Mazda ini mengatakan penyebabnya, “Biasanya kalau ada kompetitor di segmen yang sama, yang mengalami perubahan, konsumen langsung melakukan perbandingan.”

Hyundai Santa Fe

Yang dimaksud kompetitor Santa Fe di sini adalah Honda CR-V terbaru yang harga tertingginya menyentuh Rp 799 jutaan (OTR Jakarta). Tentu ini berada di rentang harga yang sama yaitu Rp 700 jutaan. Santa Fe paling mahal, harganya Rp 736 jutaan.

Kalau sudah begini tentunya yang diuntungkan tentu konsumen karena diberikan lebih banyak pilihan. “Tinggal bagaimana kami ‘meramunya,” tegas Astrid. Yang ia maksud tentu bagaimana penjual memberikan pelayanan untuk memikat hati calon konsumen. Mulai dari harga menarik, after sales, garansi dan sebagainya. 

Hyundai Santa Fe 2023

Disinggung soal pembaruan untuk Hyundai Santa Fe, Astrid tidak memberikan jawaban. “Tahun ini kami harus fokus untuk Stargazer. Setelah GIIAS ini, ada banyak pameran yang harus dijalankan. Minggu ini saja ada dua pameran di kota besar di Indonesia. Belum lagi rangkaian GIIAS masih ada di beberapa kota.”

Tim humas HMID pun senada. “Kalaupun memang masuk, tidak bisa dipastikan kapan,” kata Uria Simanjuntak, Head of Public Relation PT. HMID. Jawaban yang sebetulnya sudah kami perkirakan. Sebab, Santa Fe generasi terbaru benar-benar berbeda dari yang ada sekarang. Desainnya tidak menyisakan sedikitpun sebuah Santa Fe. Kita tunggu saja. 

All new Hyundai Santa Fe

Hyundai Santa Fe 2024 Tampil Beda dan Kontroversial

Satu model SUV yang saat ini sedang membuat penasaran banyak orang adalah Hyundai Santa Fe. Generasi terbaru untuk model tahun 2024 dikabarkan bakal diluncurkan Agustus mendatang. Sejauh mana Hyundai melakukan perubahan pada Santa Fe?

Santa Fe generasi keempat muncul pertamakali pada tahun 2018 silam. Namun masa-masa sulit yang dilalui oleh Hyundai Motors hingga tahun 2022 membuat mid-size SUV Santa Fe hanya mengalami facelift ringan.

Model terakhir dari generasi keempat yang saat imi dipasarkan gaya tampilan desainnya masih bernuansa Hyundai Kona dan Creta. Namun untuk gen-5, tampilan dan bentuk body telah berubah drastis. Kami sampai harus melihat dua kali untuk memastikan ini adalah Santa Fe.

Dari foto teaser yang diunggah oleh pihak pabrikan, body Santa Fe generasi terbaru terlihat lebih besar dan kotak serta kekar. Tidak ada tanda-tanda desain Hyundai di mobil ini. Wajar kalau akhirnya ada yang berpendapat tampilan Santa Fe gen-5 kental dengan nuansa LR Defender dan Lexus GX terbaru

Ciri Khas Tetap Ada

Pada tampilan eksterior, pabrikan otomotif asal Korea Selatan ini cukup cerdik dalam mengemas dan ‘menyisipkan’ identitas brand mereka yakni inisial huruf H. Salah satu contohnya yakni pada desain headlamp dan lampu DRL yang kini sepintas terlihat menyerupai huruf-H. Demikian pula pada area bagian bawah grille.

Tak hanya tampilan wajah, khususnya desain grille yang berubah lebih kekar. Tampilan pada bagian belakang pun berubah drastis, terutama desain kaca, bumper dan lampu.

Desain fender dan ruang roda yang lebih tegas dan kekar sangat serasi dengan velg baru berukuran 21-inci yang dibekalkan.

“All-new Santa Fe merupakan SUV yang tak hanya menjadi kendaraan harian dalam kota, tapi juga dapat diajak berpetualang,” papar SangYup Lee, Head of Hyundai Global Design Center.

Meski kami kurang sreg dengan bentuk buritan, tapi gaya eksterior Santa Fe kini memang lebih menegaskan karakternya sebagai SUV untuk berpetualang. Bagai versi mini dari Hyundai Palisade bukan?

Tampilan Interior Lebih Mewah

Ubahan desain pada generasi baru Santa Fe pun merambah area interior. Karakter huruf-H sebagai identitas brand Hyundai pun diselipkan pada tampilan layout dashboard.

Ubahan paling terlihat yakni layar digital 12.3-inci sistem infotaintment dan panel instrumen di balik setir yang melengkung dan seolah menyatu. Gaya desain panel layar dashboard model melengkung nampaknya tengah jadi trend.

Kemasan interior seperti jok, panel pintu dan plafon pun kini tampil dengan warna lebih cerah. Ornamen kayu dan kulit Nappa yang digunakan pun kian memberi kesan elegan dan mewah pada tampilan interior.

Meski tak diungkap secara detail, kabin Santa Fe kini tak hanya kian lapang. Kapasitas kargonya pun kini jauh lebih besar. Terlebih saat bangku baris kedua dan ketiga terlipat.

Opsi Mesin Akankah Berubah?

Untuk sektor performa yakni opsi mesin yang dibekalkan, Hyundai masih merahasiakan daftarnya.

Akan tetapi emblem “2.5T” yang menempel di bagian belakang mengindikasikan bahwa Santa Fe masih mengusung mesin bensin 4-silinder turbo 2.5-liter. Namun entah apakah output tenaganya tetap 277 hp atau mengalami perubahan.

Santa Fe untuk kawasan Amerika Serikat dan Kanada diprediksi bakal tersedia varian hybrid. Sementara varian hybrid ringan bermesin 1.6-liter turbo T-GDi dan varian plug-in hybrid kemungkinan bakal beredar untuk pasar Eropa.

Yang membuat penasaran yakni emblem “HTRAC” yang tersemat di bagian belakang. Santa Fe bermesin 2.5-liter nampaknya akan dibekali penggerak AWD-HTRAC (Hyundai TRACtion All Wheel Drive) seperti Palisade.

Hyundai Santa Fe di Indonesia cukup populer dan diminati konsumen kelas menengah atas. Santa Fe model tahun 2023 saat ini dipasarkan mulai dari Rp 575,2 juta untuk varian dasar 2.5 6AT Style bermesin bensin. Spek teratas yang bermesin diesel yakni 2.2 8DCT Signature dibanderol Rp 736,8 juta (harga on the road).

Kami amini jika desain Santa Fe kini tampil beda dan terlihat lebih ‘radikal’. Ya, seperti apa yang digambarkan oleh pihak pabrikan.

Desain mobil Hyundai termasuk Santa Fe beberapa tahun ini mengalami perubahan drastis dan tak kalah dari brand kompetitor asal Eropa. Maka tak heran jika SangYup Lee, Head of Hyundai Global Design Center tahun ini meraih predikat sebagai World Car Person 2023.

Penasaran ingin melihat wujud lengkap dari Santa Fe terbaru? Kita tunggu launching resminya bulan Agustus mendatang.