MG Cyberster

MG Cyberster, Roadster EV Pertama Dengan Harga Terjangkau di Dunia

MG, merupakan merek mobil sport Inggris yang diakuisisi oleh perusahaan Tiongkok SAIC. Ini terjadi setelah MG Rover di Longbridge bangkrut pada tahun 2005. Kini, mereka  mulai mengambil langkah besar dengan meluncurkan roadster listrik sport bernama MG Cyberster, di London yang akan hadir tahun depan.

Bulan lalu, mobil ini sempat tampil di ajang Shanghai Auto Show 2023. Namun masih sebagai konsep hampir produksi. Mobil ini menjadi All-new roadster sport pertama yang mengusung emblem octagonal ikoniknya sejak digunakan roadster MG F di tahun 1995 silam.

MG mengklaim, mereka akan menjadi produsen pertama di dunia yang menjual mobil roadster listrik dengan harga terjangkau. Nantinya, Cyberster akan tersedia dalam dua model, dengan harga awal sekitar £55.000 untuk versi RWD bermesin 309 hp, Model kedua, mencapai harga sekitar £65.000 untuk versi AWD dual motor, bertenaga 536 hp.

Awalnya mobil ini direncanakan sebagai pengganti MG TF (versi yang dikembangkan dari MG F). Kebutuhan untuk membawa baterai traksi besar dan ukuran wheelbase yang panjang membuat dimensi Cyberster lebih menyerupai sebuah BMW Z4.

Roadster listrik ini hanya akan dibuat dengan konfigurasi 2-penumpang yang dilengkapi atap lipat elektrik. Kabinnya makin lebar dan luas berkat absennya mesin di depan. Posisi baterai terletak di sasis dengan prinsip ‘skateboard’.

Seperti halnya eksterior Cyberster, desain interior juga lahir dari studio MG yang berbasis di London. Interior mewah dan instrumentasinya terinspirasi oleh tren game kontemporer, dan gaya pintu guntingnya menampilkan kesan yang disebut “Sensasi Dramatikal”.

Direktur desain MG, Carl Gotham, sebagai kepala tim desain, sangat menyadari perubahan ukuran Cyberster. Meski begitu, ia percaya mobil ini sangat sesuai dengan ukuran terbarunya dan cocok untuk para pengemudi mobil sport masa kini.

Ia juga mengatakan bahwa Cyberster akan mewakili gaya desain untuk model MG berikut di masa depan. MG masih terus fokus untuk model SUV dan estate, namun kemungkinan akan ada model sport lainnya.

Direktur komersial MG Inggris, Guy Pigounakis mengatakan jika MG “dibanjiri” permintaan. Mulai calon pembeli hingga dealer-dealer MG Inggris yang berjumlah sekitar 150 dealer sangat antusias dengan kehadiran Cyberster.

 

McLaren 750S Sold Out Hingga 2024!

Setelah dinantikan kemunculannya sejak tahun 2022 lalu, akhirnya McLaren 750S resmi diluncurkan. Mobil ini menggantikan model 720S yang debut perdana di Geneva Motor Show pada 2017 silam.

Tak hanya tampil dalam versi Coupe, 750S juga hadir dalam variant Spider. Seperti apa detail dari supercar terbaru buatan Inggris ini?

Evolusi Dari McLaren 720S

Apakah tampilan 750S terlihat mirip dengan pendahulunya? Anda tidak salah, karena mobil ini adalah evolusi dari McLaren 720S. Bukan sekadar revisi atau facelift.

Meski mengalami ubahan, namun desain eksterior dan interior 750S masih memiliki benang merah dengan versi sebelumnya yakni 720S.

Pada interior mengalami ubahan drastis pada area dashboard dan konsol tengah. Paling terlihat yakni pada panel instrument.

Perubahan eksterior paling mencolok yakni pada sektor aerodinamika. Sayap belakang aktif di buritan ukurannya kini lebih besar. Fungsinya tentu saja untuk meningkatkan gaya tekan gravitasi dan mengurangi hambatan udara saat melaju pada kecepatan tinggi.  Mirip dengan sistem DRS pada mobil balap F1.

Pada pintu terdapat kanal ventilasi udara yang berfungsi menyalurkan aliran udara sebagai pendingin mesin. Sirip splitter pemecah angin pun disematkan pada bagian depan.

Konstruksi sasis dan body monokok serat karbon diramu ulang untuk menghasilkan bobot total yang jauh lebih ringan. McLaren mengklaim 750S memiliki rasio tenaga berbanding bobot di angka 579 hp-per-ton. Lebih prestisius dari Ferrari F8 Tributo yang rasionya hanya 500 hp-per-ton.

Tak hanya body dan sistem exhaust yang dibuat lebih ringan. Seluruh panel kaca pun kini menggunakan material berbobot ringan. Bahkan velg standar 10-spoke “ultra ringan” yang kini dibekalkan total bobotnya hanya 13.8 kg!

Hasilnya, bobot kering McLaren 750S untuk versi Coupe hanya 1.281 kg. Sedangkan untuk versi Spider hanya sedikit lebih berat yakni 1.326 kg.

Upgrade Performa? Tentu Saja!

Peningkatan output performa sudah pasti dilakukan secara maksimal oleh tim R&D. Meskipun 750S masih membopong mesin 4.0-liter V8 twin-turbo, namun performanya telah mengalami upgrade.

Pada mesin McLaren M840T yang digunakan 750S dibenamkan piston ultra ringan dari 765LT. Tekanan hembusan turbo pun ditingkatkan. Tak sia-sia, output tenaga mesin kini menjadi 750 PS atau sekitar 740 hp. Sedangkan puntiran torsi menjadi 800 Nm. Tenaga terkoreksi sekira 4 persen dari versi 720S P1 yang outputnya 727 hp.

Tak hanya lebih perkasa, 750S pun lebih gesit berkat ubahan pada rasio gigi akhir. Akselerasi 0–100 km/jam hanya butuh 2,7 detik. Jika versi Coupe butuh 7,2 detik untuk mencapai angka 200 km/jam, versi Spider hanya tertinggal 0,1 detik. Top speed di angka 299 km/jam dapat dicapai versi Coupe dalam 19,8 detik. Sedangkan versi Spider butuh waktu 20,4 detik. Sangat gesit bukan?

Revisi Sistem Suspensi dan Rem

Untuk mengimbangi peningkatan performa, sistem suspensi pun tak luput dari revisi. Tak hanya dibekali sistem suspensi PCC III versi terbaru. Komponen yang digunakan pun bobotnya lebih ringan. Hitungan geometri dan rasio kemudi pun disetting ulang.

Untuk memudahkan setting mandiri pada mesin, aerodinamika, handling kemudi dan transmisi, semua dapat dilakukan melalui sistem McLaren Control Launcher yang ditampilkan pada layar monitor.

Jika spek standar masih kurang memuaskan, tersedia paket upgrade McLaren Senna. Paket opsional versi balap ini terdiri dari rem cakram keramik dan kaliper monoblok berteknologi F1. Ban standar Pirelli P Zero atau P Zero Corsa pun dapat diganti dengan ban spek balap yakni Pirelli P Zero Trofeo R.

Bagi para peminat McLaren 750S, label harganya mulai dari $324,000 yang setara Rp 4,8 miliar untuk versi Coupe dan $345,000 yang kurang lebih sekitar Rp 5,1 miliar untuk varian Spider (off-the road). Hanya saja, stok mobil ini sudah sold out hingga tahun 2024 mendatang. Berharaplah masih ada jatah stok yang tersedia, walau waktu indennya cukup lama.

Toyota Gazoo Racing Zone

Toyota GR86 Versi Sirkuit Sedang Disiapkan Untuk 2024

Toyota GR86 dikabarkan akan ada varian baru. Namun kali ini bukan untuk konsumsi jalan raya, tapi di lintasan balap. Karena itu, namanya akan sedikit berubah. Jadi Toyota GRMN86. Saat ini masih pengembangan untuk muncul tahun 2024 nanti. 

Kenapa begitu? Untuk diketahui, tambahan huruf MN di sebuah produk GR (Gazoo Racing) artinya mobil tersebut mendapatkan modifikasi atau tuning tambahan. MN adalah singkatan dari Meister of the Nurburgring.

Makanya, seperti kami kutip dari media Magazine X, Jepang, GR86 ini akan punya beberapa hal berbeda. Meskipun tidak disebutkan karena masih di dalam ‘dapur’ Toyota, diperkirakan modifikasinya akan signifikan.

Toyota GR86

Tidak perlu jauh-jauh, lihat saja hot hatchback Toyota Yaris GRMN. Pengurangan bobot itu pasti. Bisa diperkirakan GRMN 86 nantinya akan kehilangan hal-hal yang tidak diperlukan seperti jok belakang, jok depan menggunakan material ringan, trim pintu lebih sederhana atau mungkin penggunaan bahan carbon fiber lebih banyak di eksterior.

Pakai Body Kit Khusus

Yang sudah pasti ada kabarnya adalah penggunaan body kit dan wing belakang yang lebar. Selain itu, suspensi dan pelek berbahan alloy akan disediakan khusus untuk GRMN 86. Juga rasio sistem setir yang berbeda dengan versi GR86 biasa.

Belum jelas apakah akan ada perubahan untuk mesin boxer 2,4 liter yang diusungnya. Tapi kalau memang untuk sirkuit, mengandalkan bobot ringan saja mungkin kurang terasa. Paling tidak perubahan pada mapping ECU untuk menambah daya, harusnya bukan sesuatu yang sulit.

Toyota GR86

Turbo? Mungkin saja. Tapi Toyota sudah berulang kali membantah akan ada mesin turbo untuk keluarga GR86. Alasannya, kalau ditambahkan alat induksi ini, handling bisa tidak sesuai dengan karakter yang ingin dibawa oleh GR86.

Toyota GR86, yang dibuat bersama antara Subaru (BRZ) dan Toyota, menggunakan mesin boxer 2,4 liter berkode FA24. Penggerak ini menghasilkan daya 232 hp pada 7.000 rpm. Torsi puncak sebesar 250 Nm akan muncul pada 3.500 rpm.

Tersedia dalam pilihan transmisi otomatis 6-speed ataupun manual yang juga memiliki enam percepatan. Keduanya tentu menggunakan penggerak roda belakang. Di Indonesia harganya masing-masing Rp 938.500.000 dan 922 juta (OTR DKI).

Abarth CLassiche SP

Abarth Classiche 1000 SP Akhirnya Masuk Jalur Produksi

Entah kenapa Abarth Classiche perlu waktu lama untuk bisa berwujud. Tapi hasilnya memang tidak mengecewakan.

Setelah menanti cukup lama, mobil konsep Abarth Classiche 1000 SP akhirnya akan segera diproduksi. Sebenarnya mobil ini dirancang berbarengan dengan Alfa Romeo 4C sejak tahun 2009, namun sketsa rancangan mobil ini hanya mengendap di ruang studio desain dan prototype.

Mobil konsepnya, dengan bergaya barchetta (terjemahahan aslinya perahu kecil, tapi digunakan sebagai penggambaran mobil sport compact oleh pembuat mobil Italia), melakukan debut perdana pada awal tahun lalu. Akhirnya kini dipastikan akan diproduksi menggunakan platform Alfa Romeo 4C. 

Secara visual, Abarth Classiche 1000 SP yang mengadopsi desain mobil balap FIAT Abarth 1000 Sport Prototipo ’66 malah terlihat lebih galak dari Alfa Romeo 4C.

Pada body bagian depan terpampang dua pasang headlamp sirkular bersusun yang mengikuti lekuk fender depan dan mengapit air scope berukuran besar pada bonnet.

Grille bergaya minimalis diapit oleh lampu DRL yang berada di sisi kiri dan kanan pada bumper depan.

Lekuk body bagian samping hingga bagian buritan, mulai dari fender, bumper hingga lampu belakang Alfa Romeo 4C dirancang ulang. Desain body dibuat sedemikian rupa agar terlihat klasik. Seperti FIAT Abarth 1000 SP pendahulunya. Dan kami rasa mereka berhasil melakukannya. Lekuk body enak dilihat. Proporsional. 

Dari balik velg alloy 10-spoke yang menopang body tersembunyi rem cakram berventilasi dengan kaliper rem Brembo empat piston pada roda depan dan kaliper dua piston pada roda belakang.

Interior Abarth Classiche

Kokpit mobil 2-seater ini dikemas dengan gaya minimalis khas mobil balap era ’60an. Tachometer dan spidometer analog terpampang di balik setir. Sepasang jok balap model bucket klasik berkelir hitam terlihat serasi dengan seatbelt berwarna merah. Panel dasbor warna hitam pun nampak kontras dengan trim pintu berlapis kulit warna merah-hitam. Kolom persneling model dogleg dan tombol Engine Start berwarna merah terlihat otentik bagaikan sebuah mobil sport klasik.

Mesin bensin 4-silinder 1.75-liter turbocharged yang diadopsi dari Alfa Romeo 4C menghasilkan output daya 237 hp dan torsi sebesar 450 Nm Transmisi mobil ini menggunakan model 6-speed dual-clutch. Dengan bobot 1.074 kg, mobil ini digadang mampu melesat hingga 250 km/jam.

Untuk saat ini pihak pabrikan belum mengumumkan secara resmi berapa unit yang akan dibuat dan termasuk harga jualnya. Berdasarkan info pihak pabrikan pada tahun lalu, mobil ini rencananya akan diproduksi sebanyak lima unit. Namun dengan banyaknya minat dari para pengunjung saat mobil ini tampil dalam pameran mobil klasik Auto Moto D’Epoca 2022 di Padua, Italia pada 20-23 Oktober lalu, mungkin akan lebih banyak.  50 unit seperti halnya mobil balap FIAT Abarth 1000 Sport Prototipo ’66? Kami masih menunggu kabar resminya.

 

CCC SC01

Mobil Sport SC01 Dibuat Xiaomi Dengan Investasi US$1,4 Juta 

Segmen mobil sport kini juga dibidik oleh pabrikan otomotif asal RRC.

China Car Custom (CCC) yang digawangi oleh Feng Xiaotong, pendiri perusahaan otomotif asal RRC, Tianjin Gongjiangpai Auto Technology baru saja menampilkan konsep mobil sport yang diberi label SC01.

Proyek penggarapan mobil sport ini disokong oleh Liu De Zheng, salah satu petinggi di CCC yang juga menjabat sebagai senior vice-president dari raksasa industri teknologi Xiaomi dengan suntikan dana investasi sebesar 10 juta Renminbi yang nilai kursnya kurang lebih sekira US$1,405 juta atau setara Rp 21,4 milyar. Mobil sport SC01 akan digarap dengan brand lokal bernama Xiaopaoche yang jika diterjemahkan memiliki arti ‘small sports car’.

CCC awalnya merupakan perusahaan yang bergerak di bidang modifikasi mobil yang juga menggarap konstruksi mobil balap. Tak hanya itu, perusahaan ini juga merakit sistem penggerak dari mobil sport WM Weltmaister yang diklaim mampu mencapai kecepatan 100 km/jam hanya dalam waktu 1,8 detik!

Berbekal pengalaman yang dimiliki tersebut, CCC sangat yakin dapat segera mewujudkan konsep SC01 menjadi versi produksi. Menurut rencana, sportscar 2-seater ini akan dibekali dengan dua motor listrik dengan total output 435 hp sebagai sistem penggerak.

Tak dijelaskan secara rinci jenis dan kapasitas daya baterai yang akan dibekalkan pada SC01, namun pihak pabrikan mengklaim mobil ini mampu menjelajah hingga 500 km. Bahkan SC01 digadang hanya butuh waktu 3,9 detik untuk mencapai kecepatan 100 km/jam.

Dari segi tampilan, konsep mobil sport SC01 terlihat mirip dengan Lancia Stratos Concept yang muncul pada tahun 2010 lalu. Dan jika dilihat dari dimensinya (P×L×T) yang berukuran 4.085 mm/1820 mm/1162 mm dengan wheelbase 2.500 mm, SC01 bukanlah sebuah mobil sport berukuran kecil. Bobot SC01 yang diklaim sekira 1,3 ton pun hanya terpaut 30 kg lebih berat dari Lancia Stratos Concept.

Produksi SC01 pada awal tahun 2023

Tak ingin menunggu lama, SC01 akan segera diproduksi pada awal tahun 2023 mendatang. Pemesanan SC01 rencananya akan mulai dibuka kepada publik di RRC pada kwartal ketiga tahun 2023 mendatang. Nantinya, para konsumen domestik RRC cukup membayar biaya pemesanan sebagai deposit sebesar 199 Renminbi atau setara $28.

Pengiriman perdana unit SC01 yang akan dipasarkan dengan harga mulai dari $42.000 ini paling cepat akan dimulai pada akhir tahun depan.

Rizky Vox