Neta GT 2023

Mengenal Neta GT, Sports Car Elektrik Harga Terjangkau

Agenda penting kunjungan kami ke markas Neta di Shanghai adalah, mencoba beberapa produk mereka. Salah satunya Neta GT. Ini adalah sports car pertama mereka dan baru diluncurkan pada April 2023 lalu di China.

Neta GT adalah mobil yang menarik. Bukan hanya karena ini datang dari pabrikan yang baru seumur jagung, tapi harganya murah. Di negara asalnya, dipasarkan dengan harga mulai dari (setara) Rp 400 jutaan. Lebih unik lagi, tidak banyak pilihan mobil listrik dalam format coupe dua pintu begini untuk pasar setempat.

Di pasar Tiongkok, GT dipasarkan dalam empat varian NETA GT 560 Lite, NETA GT 560, NETA GT 660, dan NETA GT 580 AWD. Yang diperkenalkan kepada kami adalah versi 580 AWD. Baterainya berkapasitas 78 kWh, dengan tenaga puncak 340 kw (456 hp). Torsi langsung tersedia sebesar 620 Nm.

GT AWD adalah varian tertinggi yang dipasarkan dengan harga setara Rp 479 jutaan di pasar setempat. Diklaim, mobil ini mampu menempuh jarak maksimal sejauh 580 km. Cukup bisa diandalkan.

Desain Eksterior

Neta membuat mobil ini sebagai pembuktian kalau mereka bukan cuma bisa bikin mobil listrik sederhana macam Neta V. Desainnya dikerjakan sendiri, hasilnya cukup bisa diapresiasi. Bagian muka sepertinya terinspirasi dari beberapa sports car yang sudah mendunia seperti Lotus Exige.

Dari samping, Anda akan langsung paham ini adalah mobil sport dengan konfigurasi kursi 2+2. Moncongnya terlihat panjang dengan kabin yang seolah ditarik ke belakang. Meski kami kurang sreg dengan sudut kaca depan yang kurang rebah, tapi lekukan atap serasi dengan format sebuah coupe. Yang menarik, handle bukaan pintu tersimpan rapi, rata body saat mobil bergerak.

first impresion neta GT

Yang juga menarik adalah bagian belakang. Terlihat tegas dan mahal. Desainnya menyatakan ini mobil sport. Overhang belakang (jarak antara ujung spakbor belakang ke bemper) terlihat terlalu panjang. Tapi ini soal selera.

Masih masalah selera, mobil ini pakai pelek ukuran 18 inci dibalut ban Michelin Pilot Sport 4. Ban berperforma tinggi yang mahal untuk sebuah mobil sport ‘terjangkau’. Andaikan pelek bisa satu tingkat lebih besar dan lebar, akan terlihat lebih pas dengan lingkar fender. Sekaligus membuat mobil lebih terlihat kokoh.

Bentuk Interior

Di kabin, Anda akan disuguhi desain interior modern dengan layar besar. Tepatnya ukuran 10,25 inci. Untuk para penyuka teknologi, mobil ini akan cocok. Di balik layar, otaknya adalah prosesor Snapdragon 8155. Membuat semua proses menjalankan fitur berasa tanpa jeda. Termasuk menjadikan lampu depan sebagai indikator keterisian beterai saat diisi ulang. Belum lagi, ada mode menyenangkan yang membuat lampu tersebut mengikuti irama lagu yang diputar.

Layar tadi jadi pusat kendali beragam fitur mulai dari kontrol AC, navigasi, mode berkendara, pengaturan ambient light dan sebagainya. Jangan lupa, ada konektivitas 4G.

dashboard Neta GT

Sistem infotainment didukung oleh kehadiran 12 speaker surround. Ada beberapa pilihan tema warna untuk kabin. Yang kami coba, diberikan kelir putih. Opsi lainnya ada hitam. Jok kulit sintetis cukup nyaman diduduki. Namun karena ini budget sports car, jadi jangan berharap ada lapisan Nappa atau carbon fiber asli. Untuk soal kemudahan, tersedia berbagai ruang penyimpanan plus wireless charging.

Pengendaraan

Sesi ujicoba ini berlangsung singkat di fasilitas uji pabrik Neta. Jadi, penilaian ini berdasarkan impresi sepintas. Untuk lebih dalam lagi, kami harus tunggu kesempatan mencoba di jalanan. Neta GT berdiri di atas platform Shenhai. Kaki-kakinya ditunjang oleh suspensi double wishbone di depan dan multi link di belakang. Sebuah konfigurasi yang mumpuni untuk sebuah sports car.

Beberapa catatan yang kami dapat adalah, respon kemudi sangat baik. Roda depan sangat penurut terhadap input dari pengendara. Namun bagian belakangnya terasa kepayahan untuk mengikuti.

Test drive Neta GT

Diisi empat orang, kaki belakang mobil terasa terlalu mengayun sehingga untuk menikung di kecepatan tinggi, kami harus agak mengoreksi arah kemudi. Perkiraan kami, selain suspensi yang terlalu lembut, ukuran pelek dan ban yang terlalu kecil tadi punya andil. Hal ini kami sampaikan kepada Jason Ding, orang nomor satu di Neta Indonesia.

Selebihnya, muntahan torsi dan tenaga sangat layak membuat mobil ini dibilang sports car. Tekan pedal gas sampai habis, Neta GT dengan senang hati menuruti. Untuk urusan performa penggerak, mobil ini patut dapat acungan jempol. Hal serupa juga berlaku untuk pengereman.

Kesimpulan

Neta GT mungkin bisa jadi penggebrak untuk sebuah merek baru. Menghadirkan mobil dengan bentuk eksotis begini akan membukakan mata penyuka mobil akan kemampuan sebuah merek.

Neta GT diupgrade

Namun tidak dapat dipungkiri, ada beberapa hal yang harus diperhatikan oleh Neta untuk membuat mobil ini jadi sebuah sports car tulen. Pastinya akan ada penyesuaian harga, namun pasar penyuka mobil sport juga bukan mereka yang mencari mobil biasa. Dan pastinya punya budget lebih.

Kami menunggu, karena Neta sepertinya akan membawa mobil ini ke pasar Indonesia. Akan berhasil? Itu waktu yang akan menjawab. Tapi kalau memang benar masuk, ini akan jadi EV dua pintu pertama di pasar tanah air. Pasti akan menarik perhatian. Kita lihat saja.

PT Handal Indonesia Motor Siap Rakit Produk NETA Secara Lokal

PT NETA Auto Indonesia mengatakan telah melakukan komitmen yang signifikan untuk pengembangan kendaraan listrik berkualitas tinggi di Indonesia. Dibuktikan dengan bermitra bersama perusahaan lokal, PT Handal Indonesia Motor (HIM).

Memorandum of Understanding (MOU) ditandatangani pada 26 Juli lalu, menandai awal dari kolaborasi untuk merakit kendaraan dalam bentuk CKD (Completely Knocked Down). Produksi dijadwalkan dimulai pada kuartal kedua tahun 2024.

PT HIM telah berdiri sejak tahun 1993, dipilih sebagai mitra perakitan lokal strategis bukan tanpa alasan. Perusahaan perakitan ini punya pengalaman luas, kredibilitas dan kepercayaan dari berbagai merek serta penduduk Indonesia.

Upacara penandatanganan dihadiri oleh tokoh-tokoh kunci dari kedua perusahaan. Sepert Mr. Kong Fanlong, Co-President of NETA Auto, Mr. Zhou Jiang, Vice President of NETA Auto dan Executive Vice President of NETA Overseas. Tidak ketinggalan Wang Chengjie, Assistant President of NETA Auto dan Vice President of NETA Overseas.

Dari PT HIM, hadir ‘orang lama’ seperti Deputy Main Commissioner Jongkie Sugiarto, President Director Denny Siregar dan I.G.P Rampai Surya Budhi, Deputy Director of Auto Investa.

Dukung Pemerintah RI

Mr. Wang Chengjie menyatakan komitmen NETA Auto menyediakan kendaraan yang memenuhi kebutuhan konsumen Indonesia. Kolaborasi antara NETA dan PT HIM juga bertujuan untuk mendukung upaya pemerintah Indonesia dalam mendorong adopsi kendaraan listrik. 

NETA, diperkenalkan di China pada tahun 2018, kini sedang memperluas kehadirannya ke Asia dan Eropa. Kehadirannya di Indonesia, dikatakan akan menawarkan produk yang sesuai dengan preferensi konsumen otomotif Indonesia.

Ikut di GIIAS 2023

Di Indonesia, NETA menunjukkan ketegasannya dengan berpartisipasi dalam Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2023. Sementara, PT HIM mengatakan yakin akan kemampuan merek China ini untuk bersaing di industri otomotif. Sekaligus memenuhi permintaan akan kendaraan listrik yang terjangkau dan canggih untuk Indonesia.

Mr. Denny Siregar mengakui keselarasan visi dan misi antara kedua perusahaan dalam mendukung inisiatif pemerintah Indonesia. Dia menekankan bahwa komitmen PT Handal Indonesia Motor untuk berkolaborasi berasal dari pengamatan perjalanan NETA sejak didirikan, ekspansinya ke beberapa negara, hingga masuk resmi ke Indonesia. Komitmen bersama ini membawa PT HIM yakin untuk memfasilitasi perakitan produk-produk NETA untuk pasar Indonesia.