LEPAS E4 EV Usung 18 ADAS, Jarak Tempuh 600 Km dan Fitur Lengkap

Mobil listrik kini tak lagi hanya dinilai dari kemampuan melaju dalam sekali pengisian daya. Faktor keselamatan, teknologi pendukung pengemudi, hingga kenyamanan selama berkendara menjadi pertimbangan utama calon konsumen. Karenanya, LEPAS Indonesia menghadirkan LEPAS E4 EV sebagai SUV listrik yang menggabungkan semua teknologi cerdas dalam satu paket.

Pada ajang GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026, LEPAS E4 EV menjadi salah satu model yang menarik perhatian. Selain menawarkan jarak tempuh lebih dari 600 kilometer berdasarkan standar CLTC, SUV listrik ini juga dibekali beragam fitur keselamatan layaknya kendaraan di segmen premium.

Salah satu daya tarik utamanya adalah kehadiran 18 fitur Advanced Driver Assistance Systems (ADAS). Teknologi ini dirancang untuk membantu pengemudi tetap waspada terhadap kondisi lalu lintas, menjaga jarak aman dengan kendaraan dan membantu perpindahan jalur.

Fitur keselamatan tersebut dipadukan dengan 540° Surround View Camera yang memberikan tampilan menyeluruh di sekitar kendaraan. Sistem ini sangat membantu ketika parkir di ruang sempit atau melakukan manuver di area yang memiliki banyak titik buta.

LEPAS juga membekali E4 EV dengan Tire Pressure Monitoring System (TPMS) untuk memantau tekanan angin ban secara real time. Informasi ini penting untuk menjaga stabilitas kendaraan sekaligus meningkatkan efisiensi energi selama perjalanan.

Perlindungan penumpang menjadi perhatian lain yang tidak kalah penting. LEPAS E4 EV telah dilengkapi enam airbags serta dikembangkan mengacu pada standar keselamatan NCAP. Kehadiran Electric Parking Brake (EPB) makin menambah kenyamanan saat berkendara.

Keunggulan lain yang menjadi nilai jual adalah sistem Battery Protection dengan sertifikasi IP68/IPX9K. Standar tersebut menunjukkan baterai terlindungi dari hempasan debu dan air, hingga kondisi cuaca ekstrem maupun jalan yang tergenang. Bahkan, LEPAS mengklaim E4 EV mampu melewati genangan air dengan kedalaman hingga 525 mm.

Dari sisi performa, SUV listrik ini mengusung baterai berkapasitas 67 kWh yang mampu menempuh perjalanan lebih dari 600 km (CLTC) dalam sekali pengisian daya. Kapasitas tersebut membuat E4 EV cocok digunakan untuk mobilitas harian hingga perjalanan antarkota.

Kenyamanan kabin juga mendapat perhatian melalui hadirnya PM0.3 Air Filter sehingga kualitas udara di dalam kabin tetap terjaga. Fitur ini menjadi nilai tambah bagi penggunanya.

Temmy Wiradjaja, Vice Country Director LEPAS Indonesia, mengatakan bahwa keselamatan merupakan bagian penting dari pengalaman berkendara yang ingin dihadirkan LEPAS. Menurutnya, berbagai teknologi pada E4 EV dirancang untuk memberikan rasa aman dan kepercayaan diri bagi penggunanya.

Selama GIIAS 2026, pengunjung dapat melihat langsung LEPAS E4 EV di Hall 9 sekaligus mengikuti sesi test drive. Mengusung semangat “Drive Your Elegance”, LEPAS E4 EV menawarkan kombinasi desain modern, teknologi kendaraan listrik, dan fitur keselamatan lengkap sebagai solusi mobilitas masa kini.

Suzuki Fronx SGX Hybrid Kuro Resmi Meluncur di GIIAS 2026

PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) kembali memperkuat lini SUV kompaknya dengan meluncurkan Suzuki Fronx SGX Hybrid Kuro di ajang GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026. Sebagai varian flagship terbaru, model ini hadir dengan penyegaran visual dan penambahan fitur keselamatan yang semakin lengkap, sekaligus menawarkan karakter SUV Coupe yang lebih tegas dan premium.

Peluncuran Fronx SGX Hybrid Kuro menjadi respons Suzuki terhadap tingginya minat masyarakat terhadap Fronx sejak pertama kali diperkenalkan pada 2025. Kini, konsumen mendapatkan pilihan baru yang tidak hanya tampil lebih eksklusif, tetapi juga memberikan rasa aman lebih baik selama berkendara.

Deputy Managing Director PT Suzuki Indomobil Sales (SIS), Donny Saputra, mengatakan bahwa pengembangan varian Kuro dilakukan untuk menjawab kebutuhan konsumen yang menginginkan desain lebih sporty dengan dukungan teknologi keselamatan yang semakin lengkap.

Identitas Baru Bernuansa Hitam

Nama “Kuro”, yang berarti hitam dalam bahasa Jepang, menjadi identitas utama varian terbaru ini. Karakter tersebut langsung terlihat melalui penggunaan Black Front Grille Garnish yang menggantikan aksen grille sebelumnya.

Sentuhan berwarna hitam pada bagian depan memberikan tampilan yang lebih agresif, maskulin, sekaligus memperkuat karakter SUV Coupe yang menjadi ciri khas Suzuki Fronx. Perubahan ini memang tidak mengubah keseluruhan desain kendaraan, namun berhasil menghadirkan kesan yang lebih premium dan berkelas.

Dipadukan dengan warna eksterior Cool Black, Fronx SGX Hybrid Kuro tampil semakin elegan tanpa meninggalkan kesan sporty yang menjadi daya tarik utamanya.

Dibekali Digital Video Recorder (DVR)

Selain penyegaran desain, Suzuki juga menambahkan Digital Video Recorder (DVR) sebagai fitur standar pada Fronx SGX Hybrid Kuro.

Perangkat ini mampu merekam kondisi di depan kendaraan secara real-time selama perjalanan berlangsung. Rekaman tersebut dapat diakses melalui aplikasi pada smartphone sehingga memudahkan pemilik kendaraan ketika membutuhkan dokumentasi perjalanan maupun sebagai bukti jika terjadi insiden di jalan.

Kehadiran DVR melengkapi berbagai fitur keselamatan yang sebelumnya telah dimiliki Fronx SGX Hybrid, sekaligus memberikan perlindungan tambahan bagi pengemudi.

Di balik kap mesin, Fronx SGX Hybrid Kuro tetap mengusung teknologi Smart Hybrid Vehicle by Suzuki (SHVS) yang menjadi salah satu keunggulan utama model ini.

Sistem mild hybrid tersebut membantu meningkatkan efisiensi konsumsi bahan bakar sekaligus membuat proses akselerasi terasa lebih halus, tanpa mengurangi karakter berkendara khas mesin bensin Suzuki yang responsif dan nyaman digunakan untuk mobilitas harian.

Kombinasi desain SUV Coupe, efisiensi teknologi hybrid ringan, serta tambahan fitur keselamatan membuat Fronx SGX Hybrid Kuro menjadi pilihan menarik bagi konsumen yang menginginkan kendaraan bergaya modern dengan biaya kepemilikan yang tetap kompetitif.

Harga Tetap Kompetitif

Meski hadir sebagai varian tertinggi, Suzuki tetap mempertahankan harga yang kompetitif. Suzuki Fronx SGX Hybrid Kuro dipasarkan dengan banderol Rp333.800.000 (OTR DKI Jakarta).

Selama GIIAS 2026, pengunjung dapat melihat langsung model terbaru ini di booth Suzuki sekaligus mencoba pengalaman berkendara melalui sesi test drive. Kehadiran Fronx SGX Hybrid Kuro memperlihatkan komitmen Suzuki untuk terus menyempurnakan produknya, tidak hanya dari sisi desain, tetapi juga melalui peningkatan fitur keselamatan yang semakin relevan dengan kebutuhan konsumen Indonesia.

Sabuk Pengaman Pre-tensioner Memang Penting!

Sistem dan fitur keselamatan menjadi salah satu hal penting yang perlu dipertimbangkan ketika hendak membeli mobil, terutama untuk mobilitas berkendara. Saat ini, beragam kendaraan telah dilengkapi dengan sistem dan fitur keselamatan Advanced Driver Assistance Systems (ADAS). Namun, yang tidak kalah penting adalah sabuk pengaman pre-tensioner.

Sabuk pengaman pre-tensioner tak hanya berfungsi untuk pengemudi, namun juga untuk penumpang. Fungsi dari pre-tensioner adalah untuk memastikan sabuk pengaman terpasang erat pada tubuh penumpang saat terjadi benturan dari depan atau samping tertentu.

Fitur ini berfungsi untuk memberikan perlindungan tambahan kepada pengemudi dan penumpang saat terjadi kecelakaan, dengan cara mengencangkan sabuk pengaman untuk menahan tubuh pada posisi yang aman dan mengurangi risiko cedera akibat benturan.

Sabuk pengaman pre-tensioner dapat aktif saat terjadi benturan dari depan atau samping yang cukup parah, bersama dengan airbag. Pada benturan dari depan tertentu, pre-tensioner akan aktif dan menarik sabuk pengaman agar bersentuhan lebih erat dengan tubuh penumpang.

Saat aktif, akan terdengar suara yang keras dan terlihat debu halus. Hal ini adalah kondisi pengoperasian yang normal dan tidak berbahaya.

Saat berkendara, posisikan bagian sabuk pengaman serendah mungkin di pinggul, bukan di pinggang, sehingga pas. Hal ini akan memungkinkan tulang panggul yang kuat menyerap kekuatan benturan, dapat mengurangi kemungkinan luka dalam.

Letakkan satu lengan di bawah sabuk pengaman dan yang lainnya di atas sabuk pengaman. Selalu posisikan kait sabuk pengaman ke posisi terkunci pada ketinggian yang sesuai. Jangan sekali-kali memposisikan sabuk pengaman di leher atau wajah.

Komponen sabuk pengaman tidak boleh dibongkar atau dimodifikasi. Sabuk pengaman harus diperiksa secara berkala untuk mengetahui adanya kerusakan. Setiap komponen yang rusak harus diganti secepatnya. Sabuk pengaman harus tetap bersih dan kering. Jika kotor, dapat dibersihkan dengan larutan sabun yang lembut dan air hangat.