Alfa Romeo Junior Bianco Edizione Sambut Musim Semi di Jepang

Alfa Romeo mungkin sebatas brand “tamu” di Jepang. Tapi peminatnya ternyata cukup banyak, terutama para Alfisti garis keras. Menyambut datangnya musim semi di Jepang, Alfa Romeo menghadirkan model edisi terbatas, Alfa Romeo Junior “Edizione Bianco”. Eksklusif cuma beredar di Jepang dalam jumlah terbatas, yakni hanya 120 unit.

Tampilannya terinspirasi dari bulir salju yang menghiasi kelopak bunga Ohka atau dikenal dengan Sakura, yang mulai bermekaran di awal musim semi pada bulan Maret.

Sekujur bodi berlabur warna putih Bianco mengesankan warna salju. Agar tampil kian sporty, aksen serat karbon disematkan pada sirip splitter depan, spion hingga kisi honeycomb “Leggenda” pada grille scudetto khas Alfa Romeo. Bahkan desain gantungan kunci pun khusus dengan motif serat karbon.

Dudukan plat nomor depan berbahan serat karbon posisinya masih di sisi kiri grille yang jadi ciri khas mobil di Italia dan kota Milan.

Untuk model Alfa Romeo Junior reguler di Eropa dan sejumlah negara lainnya sudah ganti posisi dudukan plat nomor. Soal plat nomor akan kita bahas nanti.

Tampilan eksterior makin keren dengan velg aluminium alloy 18-inci model lima lubang dengan desain mirip kelopak bunga Sakura. Nuansa two tone brush crome dan black gloss pada velg kontras dengan warna bodi.

Kemasan interior pun  tak kalah atraktif. Jok berbalut kulit Techno dipadukan dengan bahan kain nan lembut. Terinspirasi gaya khas mobil Alfa Romeo era ’60-’70-an. Jok depan dilengkapi penghangat sesuai iklim di Jepang yang cukup dingin di musim semi.

Pada dashboard terpampang panel layar ganda 10.25-inci yang terintegrasi dengan sistem infotaintment, ADAS dan kontrol AC otomatis. Wireless charging pad dan Drive Selector tampil dengan gaya khas mobil Alfa Romeo modern. Warna warni tata cahaya ambient light di kabin dan sistem audio dengan 6 speaker bikin suasana berkendara kian syahdu.

Sektor performa masih tetap spek standar dengan mesin Ibrida 3-silinder mild-hybrid 1.2-liter. Output tenaganya 134 hp dengan torsi puncak 230 Nm. Mobil berpenggerak roda depan (FWD) ini dilengkapi transmisi automatic dual-clutch 6-speed.

Dengan label harga ¥4.990.000 (Rp 537 jutaan), Bianco Edizione ¥640.000 (Rp 69 jutaan) lebih mahal dari varian entry-level Core yang mesinnya sama. Namun demikian, masih lebih murah ¥90.000 (Rp 9,7 jutaan) di bawah varian teratas Intensa.

Alfa Romeo Junior Rubah Posisi Plat Nomor

Ada kebijakan baru yang dikeluarkan oleh pihak pabrikan, yakni merubah posisi dudukan plat nomor. Hal tersebut terkait adanya perubahan desain plat nomor di kawasan Uni Eropa ternasuk Italia. Bentuk plat nomor kini diseragamkan menjadi lebih ramping memanjang dengan ketinggian plat nomor lebih rendah dari sebelumnya.

Rencana perubahan posisi dudukan plat nomor ini sebenarnya sudah diumumkan secara resmi oleh kepala desain Alfa Romeo, Alejandro Mesonero-Romanos, pada tahun 2024. Alasannya berkaitan dengan regulasi keselamatan pejalan kaki. Bilamana terjadi benturan depan, posisi plat nomor persis mengenai lutut pejalan kaki sehingga berisiko menyebabkan cidera serius.

Di lingkup studio desain dan para petinggi Alfa Romeo sendiri terjadi perdebatan terkait estetika dan urgensi perubahan posisi dudukan plat nomor tersebut.

Selama ini mobil Alfa Romeo khas dengan posisi plat nomor depan yang bertengger di samping bumper atau grille. Walau berat hati dan sebenarnya tak sepakat, pabrikan pun terpaksa mengikuti regulasi yang berlaku. Namun demikian, mobil di kota Milan masih banyak yang pakai plat nomor model lama. This is Milan…!

Alfa Romeo Junior menjadi model pertama yang ganti posisi dudukan plat nomor. Alfa Romeo Tonale facelift juga akan menyusul dalam waktu dekat.

Alfa Romeo Junior di Jepang masih pakai dudukan plat nomor model lama di samping. Alasannya, ukuran plat nomor di Jepang lebih besar dan tinggi seperti plat nomor model lama di Milan dan juga di AS.

Jika dipasang di tengah bumper, plat nomor akan menghalangi sensor ADAS (Advanced Driver-Assistance Systems) yang fungsinya penting untuk keselamatan berkendara. Oleh sebab itu, posisi plat nomor pada mobil Alfa Romeo di Jepang masih tetap pakai model lama.

Di Australia meskipun sebagian besar sudah pakai plat nomor model ramping ala Eropa, tapi untuk Alfa Romeo masih tetap pakai plat nomor samping. Hal tersebut terkait kendala teknis, jadi ada pengecualian.

Saat ini mobil Alfa Romeo di Eropa hanya Giulia dan Stelvio yang masih pakai dudukan plat nomor di samping bumper depan. Hmm… mungkin sembari menunggu ganti model generasi baru.

Renault Raih Anugerah 2025 European Car of the Year

Daftar peraih anugerah mobil terbaik 2025 European Car of the Year (ECOTY) resmi diumumkan di Brussels International Motor Show pada pekan lalu. Anugerah penghargaan bergengsi ini diraih oleh New Renault 5 dan saudara kembarnya Alpine A290

Fabrice Cambolive, brand CEO for Renault dan Philippe Krief, brand CEO for Alpine menerima anugerah 2025 ECOTY dalam seremoni khusus di Brussels, Belgia. Dengan diraihnya anugerah 2025 European Car of the Year (ECOTY), maka Renault berhasil mencetak sejarah sebagai peraih gelar mobil terbaik Eropa dua tahun berurutan. Tahun 2024 lalu Renault Scenic juga meraih gelar yang sama.

Pencapaian gelar mobil terbaik dua tahun berurutan merupakan hal langka. Renault nampaknya mengikuti prestasi serupa yang sebelumnya dicapai oleh Fiat. Pada tahun 1995 Fiat Punto meraih gelar ECOTY yang kemudian disusul oleh Fiat Bravo pada tahun 1996. Dalam sejarah ECOTY yang telah berlangsung lebih dari 60 tahun, hal seperti ini baru terjadi dua kali.

Proses Panjang ECOTY

Kedua mobil Perancis tersebut harus menghadapi sederet kompetitor yang jadi nominator. Yang pasti bukan mobil kelas recehan di pasar otomotif Eropa, yang tipikal konsumennya sangat selektif.

Ada 42 nominator yang masuk daftar kontestan diuji secara ekstensif di pusat uji Tannistest yang ada di Denmark pada September 2024 lalu. Para penguji yang jadi juri berjumlah 60 orang yang berasal dari 23 negara. Jumlah kontestan terus mengerucut hingga hanya tersisa segelintir yang berhak masuk babak grand final.

Pada babak grand final, seluruh juri panelis dari masing-masing negara melakukan penilaian secara live. Setiap juri berhak memberi penilaian total 25 poin untuk seluruh finalis.

Hasilnya, kedua mobil Perancis tersebut pun berhasil meraih medali emas dengan total 353 poin. Selisih poinnya terpaut jauh dari rivalnya di grand final, yakni Dacia Duster, Citroen C3/e, Kia EV3, Hyundai Inster, Cupra Terramar, dan Alfa Romeo Junior.

Total poin ECOTY:

Renault 5/Alpine A290: 353 poin
Kia EV3: 291 poin
Citroen C3/e-C3: 215 poin
Dacia Duster: 172 poin
Hyundai Inster: 168 poin
Cupra Terramar: 165 poin
Alfa Romeo Junior: 136 poin

Volvo Stop Bikin Mobil Bermesin Diesel

Sempat menjadi primadona penjualan, tepat di tanggal 26 Maret 2024, Volvo ‘udahan’ membuat produk kendaraan bermesin diesel untuk selamanya. Sebenarnya keputusan ini sudah dicanangkan sejak tahun lalu.

Produk Volvo bermesin diesel pernah terhitung separuh dari total penjualan unit selama periode 2012 hingga 2016. Mayoritas dari jumlah itu pun terjual di pasar Eropa. Menurut catatan Volvo, sudah lebih dari sembilan juta unit produk bermesin diesel yang diproduksi sejak 1991.

Debut produk diesel di tahun 1979

Padahal, kendaraan Volvo bermesin diesel pernah dipasarkan jauh sebelum tahun 1991. Sebab, produk diesel perdananya bermula dari debut Volvo 244 GL D6 di tahun 1979, yang menggunakan mesin diesel enam silinder buatan Volkswagen (VW).

Dilanjutkan dengan kolaborasi bersama PSA, dalam peluncuran jajaran model Volvo Drive-E di tahun 2008. Mesin diesel PSA yang digunakan berkapasitas 1.6 liter, dan diklaim bisa menempuh jarak hingga 1.300 km jika bahan bakarnya penuh. Mesin ini bahkan dianggap cukup bersih, berkat emisi gas buangnya yang rendah.

Namun semuanya berubah pada bulan Juli 2017. Ketika Hakan Samuelsson, yang saat itu menjabat sebagai Chief Executive Officer Volvo, memutuskan langkah transisi agresif menuju elektrifikasi. Padahal ketika itu, penjualan unit Volvo bermesin diesel sedang seru-serunya.

Dianggap tidak ‘hijau’ lagi

Di momen yang hampir bersamaan, sejumlah pusat kota besar di wilayah Eropa juga mulai melarang beroperasinya kendaraan diesel. Sehingga tekanan terhadap keberadaan mobil diesel pun semakin besar. Walaupun tingkat emisi gas buang mesin diesel modern tergolong rendah, tetap saja dianggap tidak ‘hijau’ lagi.

Unit Volvo diesel terakhir yang dibuat di pabrik Torslanda, Swedia, ialah XC90. Selesai dirakit, Sport Utility Vehicle (SUV) ini langsung menjadi penghuni permanen fasilitas World of Volvo di kota Gothenburg. XC90 ini menggunakan mesin diesel empat silinder VEA (Volvo Engine Architecture) berkapasitas 2.0 liter.

Volvo berencana untuk menjadi brand otomotif yang hanya membuat kendaraan listrik, pada tahun 2030 nanti. Keputusan ini luar biasa, mengingat di sekitar tahun 2010 silam, produk dari mayoritas brand otomotif Eropa ialah kendaraan bermesin diesel.

Genesis G90 Rambah Pasar Sedan Mewah Jerman dan Swiss

Bintang di event Goodwood Festival of Speed 2023 yang berlangsung di Inggris akhir pekan lalu tak hanya didominasi brand Eropa. Salah satu pabrikan Asia yang berhasil memukau pengunjung yakni Genesis. Brand mobil mewah asal Korea Selatan ini tampil dengan generasi kedua sedan mewah Genesis G90 yang melakukan debut perdananya.

Sedan mewah Genesis G90 debut perdana di Korea Selatan pada tahun 2021 lalu. Versi produksinya mulai dipasarkan di Amerika Serikat dan kawasan Timur Tengah pada tahun 2022.

Genesis G90 terbaru ini akan merambah kawasan Eropa. Lantas apakah ada spesifikasi khusus untuk para konsumen di Benua Biru?

Body Lebih Panjang

Jika dilihat sepintas, awam tak akan dapat membedakan antara G90 spek Korean Selatan, AS dengan spek Eropa. Tampilan luarnya begitu identik. Namun ternyata cukup banyak perbedaan yang tak terlihat.

“Untuk kawasan Eropa, kami meracik G90 sesuai “selera Eropa” untuk dapat memikat konsumen dan bersaing di kelas sedan mewah.” terang Lawrence Hamilton, Managing Director at Genesis Motor Europe. Ya, ukuran “mewah” untuk kawasan Eropa memang beda dari kawasan Asia maupun Amerika Serikat.

Genesis G90 yang dipasarkan di Eropa tak hanya tersedia dalam versi LWB (long-wheelbase) seperti yang dipasarkan di AS dan Timur Tengah. Namun juga tersedia varian SWB (short-wheelbase).

Untuk varian SWB tersedia versi 5-penumpang maupun 4-penumpang. Sedangkan untuk varian LWB hanya tersedia versi 4-penumpang.

Karena terdapat perbedaan ukuran jarak antar sumbu roda, maka dimensi panjang antara versi LWB dengan SWB berbeda. Jika body varian SWB panjangnya 5.275 mm, varian LWB panjangnya 5.465 mm. Perbedaannya sekira 190 mm pada jarak antar sumbu rodanya. Sedangkan tinggi dan lebar body antara versi LWB dengan SWB sama.

Dengan jarak antar sumbu roda yang lebih panjang, maka volume kabin pun menjadi kian lapang. Di Eropa, sedan mewah varian LWB digemari oleh konsumen kalangan eksekutif.

Sedan Mewah Eropa

Tak hanya sekadar tampil mewah, namun G90 juga dibekali dengan teknologi dan fitur berkendara termutakhir. Segala aspek pada area interior pun diolah dengan sangat cermat. Pasalnya, faktor penentu kesuksesan sebuah mobil mewah terletak pada kemasan kabin.

Salah satu fitur yang tak kalah dari mobil buatan Eropa yakni jok model captain chairs berbalut kulit mewah. Selain dilengkapi penghangat dan fungsi pemijat, sandaran kaki pun dapat diselonjorkan.

Kabin yang lapang tak hanya membuat posisi duduk menjadi kian nyaman. Akses keluar-masuk kabin pun lebih leluasa.

 Twin-turbo Atau Hybrid?

Perihal daftar pilihan mesin, pihak pabrikan belum mengumumkan secara resmi. Namun tentu saja untuk sedan mewah berbody panjang dan berbobot berat umumnya dibekali mesin bertenaga besar.

Salah satu varian yang kemungkinan bakal digunakan yakni 3.5-liter V6 turbocharged. Output tenaga 375 hp dan torsi maksimum 530 Nm dengan top speed 250 km/jam terbilang cukup lumayan. Untuk versi LWB yang bobotnya lebih berat diprediksi bakal dilengkapi mesin bertenaga lebih besar.

Kemungkinannya yakni mesin 3.5-liter V6 turbocharged plus modul hybrid 48V e-Supercharger. Output tenaga sebesar 409 hp dan torsi 549 Nm disalurkan ke roda via penggerak AWD. Untuk transmisi hanya tersedia versi automatic 8-speed.

G90 terbaru ini baru akan dipasarkan secara terbatas di Jerman dan Swiss. Para konsumen yang berminat dapat memesan secara daring via situs resmi dealer Genesis di kedua negara tersebut. Perihal harga jual, untuk saat ini masih belum diumumkan secara resmi.

Untuk menjegal rival sekelasnya dari brand Eropa secara sporadis mungkin sebuah pemikiran yang terlalu jauh. Namun sedan Genesis G90 secara persuasif akan memikat konsumen tradisional Mercedes S-Class, BMW 7-Series, dan juga Audi A8. Ya, perlahan tapi pasti.