10 Sedan Jepang Yang Jarang Terdengar Tapi Menggiurkan

Di Indonesia, sedan-sedan Jepang ini tidak begitu populer karena memang tidak pernah secara resmi masuk. Bahkan setelah regulasi impor mobil dilonggarkan sekalipun di era awal 2000-an, jarang ada yang melirik atau tahu kalau mobil-mobil ini ada. 

Tapi bagi penyuka mobil di manapun, inilah yang jadi impian mereka. 

 

Berikut ini kami hadirkan 10 sedan idaman para penyuka mobil yang mungkin nyaris terlupakan, atau malah belum pernah lihat wujudnya.

Mitsubishi Lancer 2000 EX Turbo (1981)

Mesin: I4 2.0L Turbo 168 hp/245 Nm
0-100 km/jam : 7 detik

Dari era ’80an ada Mitsubishi Lancer 2000 EX Turbo. Leluhur dari Lancer Evolution, seangkatan Lancer SL yang cukup populer di Indonesia.

Mobil ini adalah model homologasi balap untuk jalan raya. Mitsubishi Motors memproduksinya dalam jumlah terbatas sebagai syarat agar bisa ikut ajang rally WRC.

Mesin 4-silinder 2.0 liter turbo 4G63 yang sangat kondang pertamakali digunakan pada mobil ini. Output tenaganya yang bisa dikorek hingga lebih dari 300 hp membuat mesin 4AG63 jadi favorit para tuner.

Kesuksesan rancang bangun Lancer 2000 EX Turbo kemudian jadi cikal bakal lahirnya generasi Lancer Evolution di kemudian hari.

Honda Torneo Euro R

Mesin: I4 2.2L N/A 217 hp/220 Nm
0-100 km/jam : 6,5 detik

Sepintas terlihat mirip Honda Accord Euro R yang beredar di Jepang, tapi ini adalah sedan Honda Torneo Euro R.

Honda Torneo Euro R

Dibalik tampilannya yang ala mobil sedan bapak-bapak kantoran, performanya cukup greget. Basis mesin 4-silinder 2,2-liter berkode H22A yang dibopongnya sama dengan Honda Accord Euro R, tapi lebih menggelora.

Yang membedakannya dari Accord dan Torneo biasa, versi Euro R dilengkapi helical Torsen limited-slip differential, knalpot sport, setir lapis kulit dan jok balap Recaro. Siap diajak balap sepulang ngantor…

Honda Accord Euro R (2002)

Mesin: I4 2.0L N/A 220 hp/206 Nm
0-100 km/jam : 6,8 detik

Nah, kini giliran Honda Accord Euro R lansiran tahun 2002 yang hanya beredar eksklusif di Jepang. Tampilannya cuma sedikit lebih sporty dibanding Accord biasa. Tak seperti Civic Type-R yang tampilannya garang. Namun jeroan dibalik bodinya tak jauh beda dari Type-R.

Honda Accord Euro R

Mulai dari setting suspensi dan tuning mesin K-20A plus limited-slip differential tak beda dari Type-R. Mobil ini dihadirkan bagi yang ingin tampil kalem dengan harga terjangkau, tapi punya performa.

Honda Civic Type-R (FD2)

I4 2.0L N/A 225 hp/215 Nm
0-100 : 6,2 detik

Honda Civic Type-R (FD2) basisnya Civic saloon empat-pintu. Ini era sebelum Civic Type-R berevolusi jadi hatchback.

Honda Civic Type R FD2

Suspensi belakang model independent double-wishbone dan suspensi depan pakai settingan sport. Ditambah lagi dengan rem Brembo dan limited-slip differential. Jelas sudah jika ini sedan yang siap dibejek poll.

Mesin K20A yang dibopongnya dipadukan dengan transmisi manual 6-speed rasio gigi rapat. Speknya jelas lebih greget dari Civic hatcback (FN2). Versi ini bikin iri para fans Civic di AS karena tak ada versi US-spec. Di Indonesia, hanya beberapa unit yang dibawa oleh importir umum. Sangat langka. 

Toyota Verossa

Mesin: I6 2.5L Turbo 276 hp/378 Nm
0-100 km/jam : –

Mungkin tak banyak yang mengenal sedan Toyota Verossa yang namanya terdengar mirip jip Daihatsu. Verossa mulai beredar di Jepang pada tahun 2001 menggantikan sedan bongsor Toyota Chaser dan Cresta.

Basis platform berpenggerak roda belakang (RWD) yang digunakan sama seperti Toyota Aristo gen-2 dan Crown gen-10.

Dibalik tampilan bergaya sedan eksekutif yang kalem, tersembunyi sebongkah mesin 6-silinder 1JZ-GTE yang beringas. Bagi yang tak suka tarikan belakang, tersedia opsi penggerak all-wheel drive (AWD).

Varian yang lebih eksklusif yakni “Speciale” muncul di tahun 2002. Selain diimbuhi bodykit Modelista, mesin dan suspensi juga diupgrade.

Nissan Gloria (1999-2004)

Mesin: V6 3.0L N/A 276 hp/307 Nm
0-100 km/jam: 6,4 detik

Dari brand Nissan ada sedan kelas premium Gloria generasi 1999-2004. Nissan Gloria hanya beredar di Jepang dan jauh lebih menggairahkan dibandingkan sedan Nissan Maxima yang ada di AS.

Nissan Gloria

Meskipun muknya tidak menggairahkan, tapi dibekali tiga opsi mesin legendaris. Mulai dari versi 6-silinder segaris 2.5-liter turbo RB25DET, lalu naik kelas ke versi V6 3.0-liter turbocharged VQ30DET. Mesin yang paling bertenaga yakni V6 3.0-liter VQ30DD.

Toyota Aristo Vertex Edition (1997)

Mesin: I6 3.0L twin-turbo 276 hp/303 Nm
0-100 km/jam: 6 detik

Generasi kedua sedan empat pintu Toyota Aristo pertamakali beredar di Jepang pada tahun 1997. Tampilannya masih mirip Aristo generasi peralihan, hanya saja platformnya sudah beda versi. Overhang depan dan belakang lebih pendek.

Karena posisi mesin lebih mundur, distribusi bobot pun jadi lebih berimbang. Handling kemudi saat manuver pun lebih stabil.

Mesin 6-silinder 3.0-liter 2JZ yang dibopong tersedia opsi twin-turbo seperti generasi sebelumnya. Ini adalah generasi Aristo terakhir sebelum muncul sedan Lexus GS yang digandrungi di Amerika Serikat.

Mitsubishi Galant VR-4

Mesin: V6 2.5L twin-turbo 280 hp/363 Nm
0-100 km/jam : 6 detik

Galant VR 4 generasi Eterna mungkin  sudah banyak yang paham. Generasi yang kami tampilkan muncul di tahun 1996, satu era dengan Lancer Evo IV.

Mitsubishi Galant V6 VR4

Di Indonesia dijuluki Galant ‘Paus’. Mesin sudah pakai versi V6 2.5-liter twin-turbo yang lebih besar dari versi sebelumnya, plus gerak empat roda. Suspensi dan rem pun direvisi.

Untuk mengimbangi performanya yang besar agar hidung tak mendongak, Galant V6 VR-4 dibekali fitur Active Yaw Control dari Mitsubishi Lancer Evolution IV.

Mitsubishi Carisma GT

Mesin: I4 2.0L turbo 280 hp/379 Nm
0-10 km/jam: 4,8 detik

Sebelum model Lancer Evo resmi beredar di sejumlah negara kawasan Eropa, hanya ada Mitsubishi Carisma GT. Tampilan dan spek teknis mobil Euro-spec ini sama dengan Lancer Evolution VI dan VII, cuma beda label.

Mitsubishi Carisma GT, Evolution versi Eropa

Tak cuma tersedia versi reguler spek jalan raya, tapi juga ada versi yang langka dan most wanted. Salah satunya yakni Tommi Mäkinen Edition, sebagai kado kemenangan Tommi Mäkinen yang jadi juara dunia WRC untuk keempat kalinya.

Varian reguler yang cukup langka yakni Carisma GT RS2. Versi semi kompetisi untuk para pebalap privateer ini bobotnya lebih ringan. Performanya pun lebih besar serta dilengkapi LSD.

Toyota Mark X Supercharger 300G S Package

Mesin: V6 2.5L supercharger 319 hp/379 Nm
0-100 km/jam: –

Sedan premium ukuran sedang yang satu ini mungkin Anda pernah melihatnya di jalan raya Tanah Air. Ya, sedan Toyota Mark X.

Toyota Mark X Supercharger

Logo huruf “X” di tengah grillenya sangat khas, sehingga sepintas mata mobil ini mudah dikenali. Alternatif dari sedan Camry ini diproduksi pada periode 2004 hingga 2019. Pada awalnya memang hanya beredar di Jepang.

Toyota Astra Motor pernah memasarkan sedan Toyota Mark X di Indonesia pada tahun 2012. Jumlah yang beredar sangat terbatas, hanya beberapa ratus unit dengan harga Rp 595 juta OTR pada saat itu.

Tapi versi paling perkasa justru adalah Toyota Mark X generasi pertama yang berlabel “Supercharger”. Mesin V6 2.5-liter supercharged-nya bertenaga 315 hp dengan torsi 412 Nm bikin tergiur.

Popularitas dan minat pasar yang menurun membuat Toyota terpaksa menghentikan produksi sedan Mark X pada Desember 2019. 

 

Suzuki Solio dan Solio Bandit Versi Facelift Sudah Muncul

Sejak beberapa tahun terakhir, mobil Suzuki versi Japanese Domestic Market (JDM) selalu tampil lebih atraktif dan menarik dibanding versi pasar global. Termasuk pula kei car minivan Solio dan versi mewahnya, Solio Bandit.

Peluncuran keduanya di Jepang bersamaan dengan event Tokyo Auto Salon 2025. Seberapa banyak ubahan pada Solio dan Solio Bandit kali ini?

Akhirnya Facelift Juga

Suzuki Solio dan Solio Bandit yang saat ini beredar di pasaran merupakan generasi yang muncul perdana di penghujung tahun tahun 2020. Sudah jalan empat tahun, jadi memang waktunya perlu penyegaran gaya tampilan.

Untuk menghindari agar biaya produksi dsn harga jual tak naik drastis, maka ubahan tampilan diutamakan pada seputar bagian depan. Struktur bodi dan tampilan bagian belakang tak banyak berubah, hanya ada sentuhan tipis-tipis.

Perbedaan paling mencolok pada Solio Bandit dibanding Solio adalah grille chrome berukuran extra besar ala minivan bagi para eksekutif. Bemper depan pun ukuran dan desainnya mengimbangi bentuk grille. Yang tak berubah hanya lampu depan model split, masih sama seperti Solio Bandit versi terdahulu.

Suzuki Solio tampilan depannya justru tak banyak perubahan. Hanya sedikit imbuhan lis chrome pada grille yang menjadi batas dengan lubang intake bemper depan. Bentuk bemper depan tak berubah.

Agar tampilan kian segar, ada tambahan warna baru Speedy Blue Metallic untuk Solio dan Solio Bandit. Khusus untuk Solio Bandit ada opsi warna Gun Metal pada atapnya.

Upgrade Fitur?

Masuk ke dalam kabinnya, ternyata tak banyak perubahan dari model terdahulu.

Suzuki lebih mengutamakan sedikit upgrade pada fitur berkendara yang dibekalkan. Pada sistem infotaintment kini terdapat tambahan fitur Suzuki Connect. Kedua varian minivan ini pun kini dilengkapi fitur electric parkimg brake.

Sistem keselamatan berkendara ADAS-nya pun kini kian lengkap. Mulai dari Adaptive Cruise Control, Lane Keeping Assist, dan Blind Spot Monitor kini jadi fitur standar.

Tak ada perubahan pada spek mesin yang diusung Solio dan Solio Bandit. Masih dengan mesin 3-silinder mild-hybrid 1.2-liter bertenaga 80 hp dengan torsi 109 Nm.

Untuk transmisi juga masih tetap versi CVT, dengan opsi penggerak 2WD dan 4WD. Tak perlu heran jika mesinnya sama seperti Suzuki Swift. Konstruksi sasis Solio dan Swift sama-sama menggunakan platform Heartect.

Para konsumen di Jepang sudah bisa memesan minivan Solio dan Solio Bandit. Label harganya mulai dari ¥1.926.100 (Rp 202 jutaan) untuk Suzuki Solio. Versi yang lebih lux yakni Solio Bandit harganya mulai dari ¥2.303.400 (Rp 241 jutaan). Wow, cukup terjangkau juga. Yang pasti lebih oke dibanding minivan sejenis yang beredar di Tanah Air…

Gaya modifikasi Bosozoku

Modifikasi Bosozoku, Dulu Kriminal Sekarang Diakui Dunia

Dunia otomotif memiliki berbagai macam gaya kalau membahas modifikasi. DONK di Amerika Serikat, Yank Tank di Kuba, Ragare di Swedia, modifikasi Donk di Amerika (mobil sedan dipakaikan pelek ekstra besar). Bahkan di Indonesia juga ada berbagai macam aliran. Contohnya Feroza Nenggeng di Bali, dan sebagainya. Tapi, salah satu yang menarik dan jarang dibahas adalah Bosozoku Style.

Bosozoku Style, kalau mengutip dari Wikipedia, artinya liar atau terlalu bebas, adalah aliran modifikasi mobil dan motor nyeleneh di Jepang. Saking anehnya, agak sulit untuk dipahami dan diterima. Tapi itu juga yang membuatnya unik sejadi-jadinya. Dan ini bukan sekedar modifikasi, tapi sudah mengarah ke budaya modifikasi bagi sebagian orang.

Di tarik ke belakang, tepatnya era 1950-an aliran Bosozoku dipelopori oleh para veteran pilot perang dunia kedua. Saat kembali dari medan perang, beberapa mengalami kesulitan menyesuaikan diri lagi dengan kehidupan sosial. Akhirnya, untuk melampiaskan, mereka memodifikasi mobil dan motor.

Yang menarik, gaya modifikasi, kelakuan di jalanan hingga cara berpakaian grup ini justru terinspirasi dari budaya Greaser yang berkembang di Amerika saat itu.

Kebablasan

Geng Bosozoku di Jepang

Kelakuan mereka untuk melepas adrenalin sering jadi kebablasan jadi bikin onar. Berkendara berkelompok, tidak jarang malah mengajak ribut pengendara lain. Era 1970-an mungkin bisa dibilang yang paling parah. Bahkan istilah geng Bosozoku yang menempel, bukan muncul dari anggotanya, tapi dari masyarakat dan polisi. Tidak jarang mereka bentrok dengan aparat hukum dan jadi punya citra jelek di mata umum.

Era 80-an adalah puncak kejayaan mereka dengan anggota tidak kurang dari 40.000 orang. Tersebar di seantero Jepang. Masuk era 90-an, krisi ekonomi Asia membuat segalanya melambat. Anggota Bosozoku juga menurun.

Tahun 2004, pemerintah Jepang memperketat aturan konvoi. Memungkinkan polisi untuk menangkap mereka yang melanggar, tanpa ampun. Sejak itu, jumlah mereka yang mengaku Bosozoku mulai menurun.

Namun kebiasaan dan pola modifikasi motor dan mobil mereka tetap bertahan hingga sekarang.

Gaya Modifikasi Bosozoku

Tidak sulit mengenali modifikasi Bosozoku. Gaya yang ‘menabrakan’ elemen-elemen modifikasi menjadikannya unik. Menurut berbagai sumber, untuk modifikasi mobil, Bosozoku sebetulnya mengkombinasikan gaya dari aliran VIP, Shakotan , Yanky dan Kyusha. Ini akan kami bahas secara detil nanti. 

Mobilnya tidak terpatok pada satu merek tertentu. Yang pasti perubahannya sebetulnya sederhana. Mobil diceperkan, pasang spoiler yang ukurannya masif dan tidak masuk akal di depan. Mirip dengan serokan.

Lalu di belakang, selain spoiler yang juga antik, bentuk knalpot tidak kalah nyeleneh. Setelah keluar melewati bemper, knalpot ditekuk tegak lurus ke atas. Kadang lebih tinggi dari mobilnya. Unik memang. Dan beberapa tidak ketinggalan memodifikasi mesin.

Yang motor tidak kalah antik. Apapun motornya (biasanya motor ‘laki”) diberikan shock depan yang panjang macam trail. Lalu dipasangkan fairing dengan warna mencolok. Tidak lupa setang yang unik. Kemudian, ditempeli berbagai macam aksesoris mulai dari sandaran jok tinggi, terompet, kadang ada yang pakai knalpot mencelat ke atas.

Keunikan inilah yang membuat aliran ini mendunia. Kini, Bosozoku banyak digemari, bukan hanya di Jepang. Orang Amerika juga mulai ketularan aliran ini. Bahkan di Indonesia juga mulai ada beberapa. Meskipun modifikasinya ekstrim dan kadang membuat mobil atau motor jadi tidak berguna, tapi tetap saja. Ini keunikan yang sepertinya bisa dilestarikan.

Digemari di Jepang, Honda N-Box Ludes 2,5 Juta Unit

Honda N-Box Series meraih rekor sebagai produk Honda tercepat dengan angka penjualan 2,5 juta unit di Jepang pada akhir tahun 2023. Angka ini diklaim berdasarkan data dari Japan Automobile Sales Association and All Light Self-Cooperative Association.

Line-up Honda N-Box Series pertama, Honda N-Box, diluncurkan Desember 2011 dengan menawarkan ruang kabin yang lapang. Diklaim punya  performa bertenaga serta memiliki efisiensi bahan bakar.

Awal peluncurannya, Honda N-Box langsung diminati konsumen di Jepang. Honda kembali memperkenalkan varian Honda N-Box+ pada Juli 2012. Lalu Honda N-Box SLASH pada Desember 2014. Honda N-Box Series pun sukses mencapai penjualan kumulatif satu juta unit pada akhir tahun 2016, serta penjualan kumulatif dua juta unit pada akhir tahun 2021.

Memasuki Oktober 2023, Honda N-Box generasi ketiga resmi meluncur dan mempertahankan ruang kabin nyaman, serta visibilitas luas. Memberikan rasa nyaman untuk pengendaranya. Produk ini juga dilengkapi teknologi konektivitas Honda CONNECT serta Honda SENSING yang lebih lengkap. Menutup tahun 2023, Honda N-Box terjual sebanyak 231.385 unit dan menjadi sebagai salah satu produk dengan angka penjualan terbanyak di Jepang.

Honda N-Box Series meraih peringkat pertama produk Light Four-Wheel Vehicle Ranking di Jepang, sejak tahun 2015 hingga tahun 2023. Honda N-Box Series juga berhasil meraih peringkat pertama untuk kategori 4-Wheel Overall Ranking pada tahun 2022 dan 2023.

 

500 Unit Subaru WRX S4 STI Sport Jadi Rebutan Di Jepang

Pesona generasi terbaru Subaru WRX memang berhasil memikat para konsumen di berbagai belahan dunia. Namun para fans Subaru WRX aliran konservatif masih perlu diyakinkan dan dirayu. Pasalnya, tampilan WRX kali ini lebih bergaya crossover. Jauh berbeda dari generasi sebelumnya.

Subaru WRX S4

Sebagai menu pembuka di awal tahun 2024, Subaru meluncurkan model edisi terbatas berlabel WRX S4 STI Sport. Hanya sebanyak 500 unit yang bakal dipasarkan dan cuma beredar di Jepang.

Hanya saja, tak semua konsumen bisa dengan mudah untuk memilikinya meskipun punya uang banyak. Subaru menerapkan sistem undian.

Pendaftaran dibuka selama periode 12-28 Januari 2024. Para konsumen yang telah mendaftar akan diundi dan diumumkan pada 1 Februari 2024 mendatang. Sistem undian ini untuk menciptakan rasa berkeadilan dan mencegah terjadinya berbagai upaya kecurangan baik dari sisi dealer maupun konsumen

Sentuhan Eksterior Dan Interior

Sebagai pembeda dari WRX standard, grille dan emblem dilabur dengan warna hitam. Lips spoilernya pun berwarna hitam. Spion dan antenna pada atap juga dilabur nuansa warna hitam Crystal Black Silica.

Dibandingkan model edisi spesial yang telah beredar sebelumnya, velg forged berkelir Super Black lansiran BBS yang dibekalkan kali ini jauh lebih memikat. Velg beroffset 8.5 x19 inci ini dibalut ban high performance Michelin Pilot Sport 5 berukuran 245/35.

Untuk meningkatkan dinamika berkendara, pada ruang mesin dipasangi batang stabilizer. Pada suspensi bagian belakang juga dipasangi stabilizer. Hanya saja tak dijelaskan apakah sistem suspensi disetting ulang atau mengalami upgrade.

Kemasan interior tak luput dari sentuhan upgrade dengan balutan kulit. Setir dan tuas transmisi dilapisi kulit dengan aksen jahitan benang warna silver.

Jok sport lansiran Recaro dibalut kulit suede dengan aksen jahitan benang warna merah. Panel konsol tengah, sandaran tangan hingga dashboard juga dibalut kulit suede.

Mesin Tetap Standar

Pada sektor performa, Subaru tak melakukan upgrade ataupun tuning alias dibiarkan standard. Mesin boxer 4-silinder turbo 2.4-liter wrx yang diusung output tenaganya tetap 271 hp dengan torsi maksimum 375 Nm. Transmisinya pun tetap versi continuously variable transmission (CVT), bukan manual.

Hmm…sayang sekali. Terasa agak nanggung. Pasalnya banyak pecinta WRX yang mengharapkan muncul varian bertransmisi manual pada model edisi khusus yang diluncurkan.

Akankah pesona Subaru WRX S4 STI Sport yang dibanderol seharga ¥6.237.000 atau setara Rp 664 jutaan ini bakal sukses memikat para pecinta WRX aliran konservatif di Jepang? Dengan jumlahnya yang hanya 500 unit dan cuma ada di Jepang, cukup banyak yang bakal tergiur ingin memilikinya.

 

 

 

Mitsubishi Delica Mini Bagi Kaum Muda Berjiwa Petualang

Kei car yang mungil dan ekonomis nampaknya masih sangat diminati dan mampu melawan gempuran mobil listrik. Mitsubishi bahkan bakal segera memasarkan model kei car terbaru yakni Delica Mini.

Versi konsep dari mobil mungil ini sebenarnya telah diperkenalkan sejak November 2022 dan tampil perdana Januari lalu di Tokyo Auto Salon 2023.

Namanya saja yang serupa dengan minibus Delica D:5 yang ukurannya lebih besar. Namun ini adalah spesies yang berbeda. Delica Mini adalah pengganti dari Mitsubishi Ek X Space. Apa saja keunikan yang ditawarkan oleh Mitsubishi pada Delica Mini?

Si Mungil Bergaya Petualang

Mobil ini panjangnya hanya 3,3 m dengan lebar 1,4 m. Anda pun dapat parkir di manapun dengan mudah. Saking mungilnya, body Delica Mini bahkan masih 23 cm lebih pendek dari mobil listrik Fiat 500 yang menurut kami ukurannya sudah terbilang kecil.

Siluet eksterior sepintas mirip dengan Ek X Space. Hanya saja, bagian depan Delica Mini telah mengusung gaya “Dynamic Shield”. Desain headlamp LED pun berbeda. Pada bagian bawah bumper depan terpasang skid plate ala mobil off-road.

Pada fender dan side skirt dihiasi aksen stiker berwarna glossy black. Terlihat serasi dengan velg alloy 15-inci bernuansa dark-silver.

Kei car bernuansa petualang ini dihiasi roof rail berwarna dark silver yang terlihat kontras dengan 12 ragam pilihan warna body. Ash Green Metallic adalah salah satu warna baru yang diperkenalkan oleh Mitsubishi.

Aneka Ragam Aksesoris Unik

Ragam paket aksesoris opsional yang ditawarkan jadi kiat untuk memikat konsumen usia muda di Jepang.

Para konsumen dapat memilih paket sesuai selera. Mulai dari paket Active Tone Style yang memberi imbuhan aksen warna dan decal sticker dominasi warna hitam dan putih yang bernuansa urban look.

Untuk para kaum muda berjiwa petualang tersedia paket Wild Adventure Style yang kental dengan nuansa off-road. Mulai dari aksen decal berkelir silver dan hitam, mud flaps fender warna merah, roof rack, dan masih banyak lagi.

Interior Praktis Ala Mobil Petualang

Kemasan interior Delica Mini lebih keren dari eK X Space. Tak hanya mengalami ubahan desain dashboard. Panel layar sentuh digital pun telah menggunakan versi 9-inci.

Karena mobil ini berorientasi petualang, maka panel pintu hingga jok dikemas dengan material tahan air dan tahan gesek.

Dek bagian belakang dapat digeser hingga 320 mm dan berfungsi layaknya meja. Akses masuk dan keluar kabin tengah pun sangat mudah dan praktis berkat pintu geser otomatis. Bukaannya pun cukup lebar yakni 650 mm.

Bahkan mobil ini dilengkapi filter udara serta sistem pengharum kabin. Wuiiih.. keren bukan?

Delica Mini dibekali mesin 3-silinder 658 cc plus modul sistem hybrid ringan. Output tenaganya yakni 51 hp untuk versi non turbo dan 63 hp untuk versi turbocharged.

Modul hybrid berupa motor listrik yang ditenagai baterai lithium-ion akan memberi suplemen daya ekstra sebesar 2 kW atau setara 3 hp.

FWD atau AWD

Perihal kenyamanan berkendara, Delica Mini dibekali sistem suspensi yang siap diajak menjelajah trek off-road ringan. Fitur berkendara seperti Grip Control / Hill Descent Control bakal makin lengkap jika dipadukan dengan penggerak 4WD. Tersedia opsi ban semi off-road berukuran 165/60R15.

Tak perlu menunggu lama. Mitsubishi Delica Mini akan segera beredar di Jepang mulai 25 Mei mendatang.

Harganya di Jepang berada di kisaran ¥1.804.000 – ¥2.238.500 atau sekitar Rp 203,9 hingga Rp 253 jutaan. Menyesuaikan spek dan variant.

Sejak akhir Januari lalu, pemesanan untuk Delica Mini telah tembus lebih dari 9.000 unit. Tak disangka, variant 4WD dan spek termahal justru paling diminati. Apakah Delica Mini bakal diboyong ke Indonesia?

Deretan Mobil Non US-Spec Angkatan ’98 Akhirnya Bisa Mengaspal Di AS

Meski di Amerika Serikat banyak beredar mobil buatan Eropa dan Jepang, namun fitur dan kelengkapan yang dibekalkan serta standar keselamatan harus sesuai spesifikasi yang berlaku. Istilah populernya, mobil US-Spec.

Sementereng apapun model, merek maupun harganya jika tak memenuhi standar mobil US-Spec maka bakal diharamkan untuk beredar di jalan raya seantero AS.

Hal tersebut dilakukan untuk melindungi industri otomotif dalam negeri Amerika Serikat. Selama beberapa dekade pemerintah Amerika Serikat melarang impor mobil non US-Spec. Berdasarkan regulasi Vehicle Safety Compliance Act, mobil kategori “terlarang” tersebut untuk bisa mengaspal di AS minimal harus berusia 25 tahun.

Kali ini kami tampilkan sederet mobil keren angkatan ’98 yang tahun ini genap berusia 25 tahun dan dapat diimpor ke Amerika Serikat–dengan sejumlah syarat dan ketentuan tentu saja… Kasihan sekali orang Amerika.  

Nissan Skyline (R34)

Jajaran model Nissan Skyline (R34) memang diluncurkan pada 1998, namun model GT-R justru baru muncul setahun kemudian. Karena belum genap 25 tahun, pilihan alternatifnya yakni varian GTS-T berpenggerak RWD yang dibekali mesin 6-silinder turbo RB20DET dengan opsi transmisi manual. Selain jauh lebih murah dari GT-R, model GTS-T cocok bagi yang menyukai gaya mengemudi ala drifting.

Mitsubishi Lancer Evolution V

Mobil yang populer dengan sebutan Evo V ini begitu melegenda di ajang rally. Tahun ini usia Evo V telah genap 25 tahun, jadi sudah bisa diimpor ke Amerika Serikat.

Mesin 4-silinder 2.0-liter turbo (4G63T) bertenaga 276 hp dan torsi 373 Nm yang diusung masih dapat didongkrak lagi performanya. Transmisi manual 5-speed dan pengerak AWD menjadi kelengkapan standar pada Evo V. Mobil ini jadi salah satu incaran karena hanya diproduksi selama 1 tahun (1998-1999) dan digantikan oleh Evo VI.

Jika mengharapkan spek balap yakni RS (Rally Sport), harganya menyebalkan, bahkan untuk ukuran orang US. Selain jumlahnya sangat langka karena hanya digunakan untuk keperluan balap, harganya pun amat sangat mahal. Untuk spek jalan raya yakni GSR masih banyak tersedia di pasaran mobkas.

Subaru Impreza STi 22B

Salah satu spesies Subaru Impreza STi yang jadi incaran kolektor adalah varian 22B. Mobil yang diluncurkan bertepatan dengan edisi 40 Tahun Subaru ini hanya dibuat 400 unit. Sebanyak 399 unit yang dipasarkan sold out dalam 48 jam setelah diluncurkan!

Harga pasarannya saat ini tembus seperempat juta dolar atau hampir Rp 4 milyar! Populasi mobil ini banyak beredar di Australia, Inggris dan Jepang. 

Meskipun performa mobil di Jepang dibatasi tak lebih dari 280 hp, namun mesin boxer 4-silinder 2.2-liter turbo yang diusungnya memuntahkan tenaga 345 hp dan torsi maksimum 363 Nm.

Proton Satria GTi

Hatchback buatan pabrikan otomotif asal Malaysia ini gaungnya memang tak sepopuler Mitsubishi Lancer. Bermodalkan mesin 4-silinder 1.8L (4G93P) derivatif dari Mitsubishi Lancer GSR ini juga ikut berlaga di sejumlah seri kejuaraan rally WRC Asia-Pasifik bersama Evo dan WRX STi.

Abaikan output tenaganya yang hanya 138 hp. Dengan body kit, suspensi racikan Lotus dan jok sport Recaro bawaan sejak lahir plus harganya yang terjangkau, mobil ini layak untuk diburu. Di Indonesia juga ada beberapa yang berkeliaran. 

Porsche dan Nissan GT1

Dua mobil jalan raya terakhir adalah makhluk fenomenal yang lahir menjelang era milenium. Pada eranya, rancang bangun dan teknologi yang diusung membuat Nissan R390 GT1 Road Car serta Porsche 911 GT1 Straßenversion membuat publik dunia tercengang.

Meski sama-sama berbasis dari mobil balap Le Mans kelas GT1, namun masing-masing memiliki nasib dan status yang berbeda.

Berbekal mesin 3.5L V-8 bi-turbo bertenaga 550 hp, Nissan R390 GT1 Road Car adalah mobil yang tak ada duanya. Ya, hanya ada satu di dunia, karena memang terlahir sebagai mobil eksperimental.

Porsche 911 GT1 Straßenversion (street version) lain lagi ceritanya. Supercar fenomenal Porsche yang dibekali mesin 6-silinder flat 3.2L twin-turbo bertenaga 536 hp ini dibanding Nissan R390 GT1 Road Car jumlahnya lebih banyak. Hanya 25 unit di dunia.

Soal harga, salah satu Porsche 911 GT1 Straßenversion yang terakhir kali muncul dalam lelang pada tahun 2022 lalu berhasil ketok palu di angka €10,5 juta atau setara Rp 176 milyar!