Leapmotor All Out di Beijing Auto Show 2026, B10 Jadi Kejutan!

Di kancah industri otomotif dunia, nama Leapmotor memang terbilang baru. Tapi tak ada yang mengira jika brand asal China ini sukses menggapai pasar otomotif global dan menjadi startup kendaraan energi baru (New Energy Vehicle/NEV) No.1 di dunia.

Pabrikan yang didukung raksasa industri otonotif dunia Stellantis ini pun tampil all out dan unjuk gigi di negara asalnya dalam event Beijing Auto Show 2026 yang kini tengah berlangsung di jantung Negeri Tirai Bambu.

Mengusung slogan “A New Answer to the World – Leapmotor’s Further Advancement,” Leapmotor sangat optimis seluruh lini model kendaraan berteknologi elektrifikasi yang dipamerkan mampu menggaet pangsa pasar yang selama ini dikuasai industri otomotif raksasa global. Model mobil apa saja yang ditampilkan oleh Leapmotor di Beijing Auto Show 2026?

Debut Perdana Global Leapmotor Lafa5 (B05) Ultra

Dalam event Beijing Auto Show 2026 yang kondang dengan sebutan Auto China, Leapmotor melakukan debut global model terbaru Lafa5 (B05) Ultra. Varian teratas dari compact hatchback bertenaga listrik (EV) Lafa5 untuk pasar domestik China ini sukses menyita perhatian media dunia dan para pengunjung.

Dari segi tampilan, varian Ultra terlihat lebih sporty dibandingkan versi reguler Lafa5 yang di pasar Eropa beredar dengan label Leapmotor B05. Sematan bodykit mulai dari side skirt, dual-layer front splitter dan rear spoiler meningkatkan gaya aerodinamika sekaligus mendongkrak gaya tampilan jadi makin eyecatching.

Interior pun tampil lebih memikat dengan lapisan bahan suede nan lembut. Jok sport dengan fungsi 8 titik pemijat diimbuhi logo bordir ‘Ultra’ sebagai penanda. Seat belt pun tampil sewarna bodi. Teknologi sistem multimedia telah menggunakan sepasang chip prosesor yakni Qualcomm 8650 dan 8295 serta sistem navigasi yang canggih.

Sektor performa pun mengalami upgrade dengan motor listrik beroutput 180 kW (241 hp). Coupe hatchback EV berpenggerak roda depan (FWD) ini cuma butuh waktu sekira 5 detik untuk sprint 0-100 km/jam.

Untuk baterai LFP yang ditawarkan ada dua versi yakni 56.2 kWh dengan jarak jelajah 515 km dan 67.1 kWh yang jarak jelajahnya bisa mencapai 605 km (WLTP).

Perihal harga jual belum diumumkan. Tapi diperkirakan tak akan selisih jauh dari rival sekelasnya yakni Lynk & Co 10+ dan Xiaomi SU7 Ultra. Para konsumen BYD Seal 06 GT, Lynk & Co Z20, dan Zeekr X juga jadi target yang dibidik Leapmotor Lafa5 (B05) Ultra.

Leapmotor B10 Bakal Beredar di Indonesia

Model lain dalam seri B yang tampil di Beijing Auto Show 2026 adalah Leapmotor B10. Compact SUV EV yang satu ini cukup mengejutkan, karena kabarnya bakal segera hadir di Indonesia dalam waktu dekat.

Tampilannya walau tak terlalu rumit dan mencolok penuh chrome blink-blink, tapi enak dilihat. Posturnya pun terbilang sedang dan cukup proporsional dengan panjang sekira 4,5 meter dan lebar di kisaran 1,8 meter. Jarak sumbu rodanya yang berkisar 2,7 meter pun mengindikasikan ruang kabin yang lapang.

Bagian interior pun tak ubahnya compact SUV EV modern dengan layar utama 14,6 inci sebagai pusat kendali sistem multimedia dan fitur berkendara. Panel instrumennya walau agak kecil yakni 8,8 inci namun cukup informatif dan bisa dibaca dengan jelas.

Kemasan interior tampil elegan dengan opsi material Grey Fabric untuk varian Life, dan lapisan kulit Eco Leather warna Light Grey atau Shadow Grey untuk varian Design.

Keunggulan mobil ini yakni kursi depan bisa direbahkan sepenuhnya, sehingga dapat digunakan untuk rehat sejenak di rest area saat perjalanan jauh. Fitur kekinian seperti Panoramic Sunroof dengan tirai otomatis jadi nilai plus pada B10. Kapasitas bagasi standarnya 430 liter, tapi bisa ditambah hingga 1.700 liter jika kursi belakang dilipat.

Rancang bangunnya yang berbasis platform LEAP 3.5 terbaru dari Leapmotor menggunakan motor listrik penggerak berdaya 160 kW atau setara 218 hp, dengan torsi puncak yang mencapai 240 Nm.

Untuk baterai, tersedia opsi berdaya 56,2 kWh dengan jarak tempuh hingga 361 km dan versi 67,1 kWh yang daya jelajahnya lebih jauh yakni 434 km (standar WLTP). Pengisian daya cepat menggunakan fast charger DC dari 30% ke 80% hanya butuh waktu sekira 18 hingga 20 menit. Cukup cepat dan fleksibel bagi pengguna di perkotaan yang tak punya banyak waktu untuk menunggu pengecasan.

Selain versi listrik murni (EV), Leapmotor B10 juga tersedia varian Hybrid EV (REEV) yang menggabungkan mesin bensin 1,5 liter dengan baterai 18,8 kWh. Total jarak tempuhya mampu mencapai 900 km. Wah, cukup menggugah.

Faktor keselamatan berkendara pada Leapmotor B10 ditunjang 17 fitur Advanced Driver Assistance System (ADAS) yang meliputi Adaptive Cruise Control (ACC), Lane Centering Control (LCC), Automatic Emergency Braking System (AEBS) dan lainnya.

Untuk mobilitas harian di area perkotaan yang lalu lintasnya padat dan area parkirnya terbatas, mobil listrik yang satu ini cukup ideal dan user friendly.

Kabar bahwa Leapmotor B10 bakal hadir di Indonesia dikonfirmasi oleh CEO Indomobil National Distributor Tan Kim Piauw saat sesi tanya jawab bersama media di Beijing Auto Show 2026.

“Leapmotor B10 akan kami perkenalkan di GIIAS. Jadi tunggu saja kejutannya,” ungkap Tan Kim Piauw.

Sebagai catatan, Leapmotor B10 ternyata sudah beredar di Malaysia dengan kisaran harga 107.000 Ringgit hingga 118.800 Ringgit atau sekira Rp 460 jutaan hingga Rp 507 jutaan. Untuk pasar Indonesia? Kita tunggu kemunculannya di GIIAS 2026 dalam beberapa bulan mendatang.

 

Leapmotor Buka Pusat Desain di Munich, Siap Ekspansi Global!

Tak puas hanya mengandalkan pusat riset yang ada di kota Hangzhou dan Shanghai, China, Leapmotor pun mulai menancapkan kakinya di kota Munich, Jerman. Sebuah gedung menjulang bernama Leapmotor Europe Innovation Centre GmbH diresmikan pada 23 Maret 2026 di Georg-Muche-Straße 4, distrik Schwabing-Freimann di sisi utara kota Munich.

Sebelumnya, sejumlah pabrikan asal China yakni Nio, Xpeng, Xiaomi, dan Li Auto telah mendirikan pusat desain dan R&D di kota yang sama. Kini, kehadiran Leapmotor kian memperkuat pamor kota Munich sebagai pusat riset industri otomotif di Jerman.

Produsen kendaraan listrik asal China termasuk Leapmotor nampaknya semakin serius dalam menggarap pasar global. Jerman jadi jalan masuk utama untuk bisa menguasai pasar Eropa.

Pusat Perancangan Inovasi Kreatif

Sebagai tahap awal, Leapmotor hanya akan memberdayakan lebih kurang sekira 100 tenaga ahli. Pusat inovasi ini dirancang sebagai “otak kreatif” Leapmotor di Eropa.

Selain melakukan studi riset pengembangan filosofi desain khas Leapmotor, juga inovasi fitur teknologi. Dalam hal desain, beragam elemen akan dirangkum dalam pendekatan “technological natural aesthetics” yang nantinya bakal menjadi identitas dari produk dan brand Leapmotor kedepannya.

Salah satu tenaga ahli yang dipercaya oleh Leapmotor adalah Adil Benwadih. Direktur yang mengepalai Leapmotor European Advanced Design Centre di Munich ini bukan orang baru di bidang rancang bangun mobil listrik dan industri otomotif.

Spesialis desain eksterior mobil ini telah kenyang dan sarat pengalaman di berbagai brand, termasuk Audi, Aston Martin, Lotus, DS dan Citroen. Sebelum berlabuh di Leapmotor, ia menjabat sebagai direktur desain eksterior ONVO, sub-brand dari NIO.

Lantas, kemana arah visi desain produk dari Leapmotor untuk pasar global dan Eropa? Jawabannya ada pada model SUV teranyar, Leapmotor B03X. Model yang mengusung konsep “technological natural aesthetics 2.0” ini dipresentasikan langsung oleh Head of Global Design Center Leapmotor, Yu Shuyue, dalam acara peresmian di Munich. Mobil Leapmotor A10 yang belum lama ini launching di Eropa adalah salah satu contoh pendekatan filosofi desain “technological natural aesthetics 2.0”.

Canggih secara teknologi saja tidaklah cukup, kemasan desain harus bisa terus beradaptasi dengan trend untuk menarik minat beli konsumen.

Keberadaan pusat inovasi di Eropa ini akan memungkinkan Leapmotor untuk lebih dekat dengan trend dan kebutuhan konsumen pasar global. Dengan kolaborasi talenta di bidang desain dan engineering kelas dunia diharapkan mampu mempercepat upaya pengembangan produk yang memiliki daya saing tinggi.

Kemitraan yang terjalin antara Leapmotor dengan Stellantis terbukti membawa hasil yang signifikan. Dari 596.555 unit kendaraan Leapmotor yang terjual tahun lalu, sebanyak 67.052 unit diserap oleh ekspor pasar global, terutama kawasan Eropa.

Leapmotor Bakal Masuk Pasar Indonesia

Sebagai bagian dari visi dan strategi besar Leapmotor di pasar global, kawasan adia Tenggara jadi target potensial yang dibidik.

Dengan pangsa pasar mobil listrik yang cukup menjanjikan, Indonesia jadi salah satu pasar yang dipilih. Leapmotor menjalin kerja sama dengan PT Indomobil National Distributor sebagai jalan masuk ke pasar otomotif Tanah Air.

Rencananya tahun ini Indomobil akan mulai mendistribusikan lini kendaraan listrik dan energi terbarukan dari merek Leapmotor di Indonesia. Unit model yang akan dipasarkan dirakit secara lokal (CKD) di Cikampek, Jawa Barat. Nantinya, produk kendaraan dari Leapmotor akan tersedia melalui jaringan retail khusus yakni Stellantis Brand House, bersama dengan merek Jeep dan Citroen yang telah diperkenalkan sebelumnya.

Apakah produk dari brand Leapmotor bakal tampil di ajang GIIAS 2026 mendatang? Kita tunggu saja. Mungkin malah bisa jauh lebih cepat…