LEPAS E4 EV Resmi Meluncur di GIIAS 2026, Harga Rp339 Juta!

LEPAS akhirnya mengumumkan harga resmi SUV listrik pertamanya di Indonesia. Memanfaatkan momentum GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026, LEPAS E4 EV resmi dipasarkan dengan banderol Rp339.000.000, harga khusus yang hanya berlaku selama pameran berlangsung.

Peluncuran ini menjadi langkah penting bagi LEPAS dalam memperkuat eksistensinya di segmen kendaraan listrik nasional. Sebagai Battery Electric Vehicle (BEV) pertama yang dipasarkan di Tanah Air, LEPAS E4 EV membawa filosofi “Drive Your Elegance”, menggabungkan desain premium, teknologi modern, serta kenyamanan berkendara dalam satu paket SUV listrik.

Vice Country Director LEPAS Indonesia, Temmy Wiradjaja, mengatakan bahwa kehadiran LEPAS E4 EV merupakan tonggak baru bagi perjalanan merek tersebut sebagai brand yang fokus pada kendaraan energi baru. Mobil ini dirancang untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Indonesia yang menginginkan kendaraan listrik berteknologi tinggi tanpa mengorbankan kenyamanan maupun tampilan elegan.

Dengan harga kompetitif di kelasnya, LEPAS E4 EV juga melengkapi lini produk elektrifikasi LEPAS bersama LEPAS L8. Konsumen pun memiliki pilihan SUV listrik premium dengan karakter yang berbeda sesuai kebutuhan mobilitas sehari-hari.

Tak hanya menawarkan produk, LEPAS juga memberikan paket purna jual yang cukup lengkap. Pembeli akan memperoleh program LEPAS CARE, garansi kendaraan selama 6 tahun atau 150.000 km, garansi baterai, motor listrik, dan controller hingga 8 tahun atau 160.000 km, serta layanan Road Assistance selama tiga tahun dengan cakupan hingga 50 kilometer.

Basis Platform Khusus Kendaraan Listrik

LEPAS E4 EV menggunakan LEX Platform yang dikembangkan khusus untuk menghadirkan pengalaman berkendara lebih stabil, kabin lebih lega, lebih senyap, dan lebih efisien dalam penggunaan energi. Platform ini juga telah memenuhi standar keselamatan Global NCAP, sehingga memberikan perlindungan optimal bagi pengemudi maupun penumpang.

Dari sektor performa, SUV listrik ini dibekali baterai berkapasitas 67 kWh yang dipadukan dengan 12-in-1 Integrated Electric Motor System. Motor listrik tersebut menghasilkan tenaga hingga 160 kW dengan efisiensi mencapai 90,8 persen serta putaran motor maksimum 24.200 rpm.

Performa akselerasinya pun cukup impresif. LEPAS E4 EV mampu melesat dari 0-100 km/jam hanya dalam 7,2 detik, menjadikannya salah satu SUV listrik yang menawarkan kombinasi performa dan efisiensi secara seimbang.

Soal daya jelajah, LEPAS mengklaim mobil ini mampu menempuh lebih dari 600 kilometer berdasarkan standar pengujian CLTC. Bahkan, dalam pengujian internal, LEPAS E4 EV berhasil mencatatkan jarak tempuh hingga 637 kilometer, menjadikannya salah satu yang terjauh di kelasnya.

Pengisian daya juga menjadi nilai jual utama. Berkat dukungan DC Fast Charging 130 kW, baterai dapat diisi dari 30 persen hingga 80 persen hanya dalam waktu sekitar 20 menit, sehingga waktu tunggu selama perjalanan menjadi jauh lebih singkat.

ADAS Lengkap hingga Teknologi V2L

Di sektor teknologi, LEPAS E4 EV sudah dibekali 18 fitur Advanced Driver Assistance System (ADAS) yang membantu meningkatkan keselamatan berkendara. Mobil ini juga memiliki 540° HD Panoramic View Camera untuk meminimalkan blind spot saat bermanuver.

Bagi pengguna dengan gaya hidup aktif, tersedia fitur Vehicle-to-Load (V2L) 3,3 kW yang memungkinkan mobil menyuplai listrik ke berbagai perangkat elektronik ketika beraktivitas di luar ruangan. Selain itu, kemampuan melintasi genangan air hingga 525 mm memberikan rasa percaya diri lebih saat menghadapi kondisi jalan yang kurang bersahabat.

Menariknya, Anda dapat  mencoba seluruh kemampuan LEPAS E4 EV melalui sesi test drive yang disediakan di booth LEPAS Hall 9. Tidak hanya melihat teknologi LEX Platform dari dekat, Anda juga dapat merasakan sendiri kenyamanan kabin, performa responsif, hingga efisiensi SUV listrik premium terbaru ini.

Sebagai pelengkap, LEPAS turut menghadirkan robot humanoid Mornine dan robot berkaki empat Argos yang menunjukkan bagaimana kecerdasan buatan dapat menjadi bagian dari ekosistem mobilitas masa depan. Kehadiran keduanya mempertegas komitmen LEPAS dalam menghadirkan pengalaman berkendara yang modern, cerdas, dan selaras dengan gaya hidup masyarakat masa kini.

Penjualan mobil listrik triwulan 1 tahun 2026

Fun Fact Mobil Listrik, Apa Benar Lebih Hemat Dari Mobil Bensin?

Berikut beberapa fun fact mobil listrik yang menarik untuk disimak. Benarkah mobil listrik lebih irit dibanding mobil dengan bahan bakar bensin?

Popularitas mobil listrik semakin pesat, punya desain yang futuristik, fitur yang modern serta harga yang bisa bersaing dengan mobil berbahan bakar BBM menjadikan masyarakat tertarik untuk memilikinya. Selain itu, menggunakan mobil listrik juga katanya bisa lebih hemat dibandingkan pakai mobil ICE (Internal Combusion Engine).

Dilansir Precedence Research, pertumbuhan kendaraan listrik, termasuk mobil listrik, diprediksi akan terus meningkat sebesar 23,1% setiap tahunnya selama 2022-2030. Berikut fun fact mobil listrik yang dilansir dari beberapa sumber:

Mobil Listrik Sudah Ada Sejak 1830

fun fact mobil listrik

Foto: Rare Historical Photo

Fun fact mobil listrik yang pertama adalah sejatinya mobil listrik sudah ada dari 1830, alias sudah lebih dari 100 tahun lalu. Dikutip dari laman YouGov, Robert Anderson merupakan orang pertama yang mengembangkan mobil listrik di tahun itu. Meski begitu, saat itu baterai pada mobil listrik belum dapat diisi ulang dan penemuan Robert Anderson belum dianggap sebagai sesuatu yang revolusioner.

Seiring berjalanya waktu, pada tahun 1859, baterai yang dapat diisi ulang mulai ditemukan dan dikembangkan. Alhasil, pada 1890, William Morrison, seorang ahli kimia, membuat mobil listrik yang dapat melaju dengan kecepatan 30 kilometer per jam.

Mobil Listrik Tidak Sepenuhnya Ramah Lingkungan

fun fact mobil listrik

Foto: Info EV

Fun fact mobil listrik selanjutnya adalah mobil listrik itu tidak sepenuhnya ramah lingkungan. Dilansir Young People Trust for the Environment, emisi karbon yang dihasilkan dalam pembuatan mobil listrik bisa 2 kali lebih banyak daripada mobil berbahan bakar minyak.

Besarnya emisi karbon pada pembuatan mobil listrik berasal dari produksi baterainya. Pembuatan baterai berkapasitas 1 kWh diperkirakan menghasilkan emisi sebesar 150 kg karbon dioksida. Jika diambil rata-rata mobil listrik menggunakan baterai berkapasitas 60 kWh, maka dihasilkan 9 ton karbon dioksida hanya untuk membuat baterainya.

Mobil Listrik Lebih Ramah di Kantong?

Mobil listrik lebih ramah di kantong? Secara umum, mobil listrik jauh lebih ramah di kantong dibanding mobil berbahan bakar minyak bumi dalam penggunaanya. Dilansir Kata Data, mobil listrik hanya memerlukan biaya Rp 10 ribu untuk menempuh jarak 72 kilometer. Sementara, mobil berbahan bakar minyak perlu membayar Rp 60.000 sampai Rp 70.000 untuk menempuh jarak yang sama.

Inilah Onvo L60 EV Penjegal Dominasi Tesla Model Y 

Tesla Model Y mungkin jadi mobil listrik terlaris di Bumi. Namun hal itu tak akan dibiarkan begitu saja terjadi di Negeri Tiongkok. Pabrikan lokal yang cukup optimis bisa menahan laju dominasi Tesla Model Y di pasar domestik China adalah Nio dengan Onvo L60.

Dari segi spek teknis, Onvo L60 tersedia dalam versi motor penggerak tunggal (RWD) dan versi all-wheel drive (AWD) dengan dua motor elektrik.

Versi RWD dibekali motor elektrik beroutput 240 kW (320 hp) dengan torsi maksimum 305 Nm. Untuk versi AWD mendapat tambahan motor elektrik berdaya 100 kW (134 hp) di poros roda depan.

Onvo L60 RWD berbaterai 60 kWh diklaim mampu menempuh jarak hingga 555 km. Jika dengan baterai 85 kWh, jarak jelajah mampu mencapai hingga 730 km. Versi AWD hanya tersedia dalam opsi baterai 60 kWh dan jarak jelajahnya mencapai 525 km.

Saat ini Nio tengah mengembangkan versi baterai berkapasitas daya lebih besar. Jarak jelajahnya diklaim tembus 1.000 km! Nio nampaknya bakal jadi rival serius bagi Tesla.

Harga Jadi Pemikat

Sekarang kita bandingkan harganya. Tesla Model Y di pasar dalam negeri Tiongkok dibanderol mulai dari 249.900 yuan (Rp 537 jutaan). Selain itu, sistem kelistrikan dan soket charger baterai yang digunakan beda dengan Nio.

Agar konsumen terpikat, Nio mengkorting harga mobil listrik Onvo L60 versi RWD. Varian termurah berbaterai 60 kWh yang semula harganya 219.900 yuan (sekira Rp 472,5 jutaan) kini menjadi 206.900 yuan (Rp 444,6 jutaan). Versi berbaterai 85 kWh yang harganya mulai dari 235.900 yuan (Rp 506,9 jutaan) pun masih lebih murah dari Tesla Model Y. Sudah murah, dipangkas lagi harganya. Trik yang sangat jitu.

Bisa Sewa Baterai 

Untuk meringankan para konsumen dengan budget terbatas, Onvo menawarkan opsi kontrak sewa baterai secara bulanan.

Konsumen cukup membayar harga unit mobil listrik L60 mulai dari 149.900 yuan (sekira Rp 322 jutaan). Selanjutnya konsumen melakukan kontrak sewa baterai sebesar 599 yuan (Rp 1,3 jutaan) perbulan untuk baterai 60 kWh. Untuk baterai 85 kWh dikenakan biaya sewa sebesar 899 yuan (Rp 1,9 jutaan) perbulan.

Perkuat Jaringan Dealer Lokal 

Untuk menjaring konsumen yang besar dengan cakupan area penjualan yang luas, butuh jaringan dealer yang banyak.

Nio telah menyiapkan lebih dari 100 dealer Onvo di seantero daratan China. Bahkan di penghujung tahun ini jaringan penjualan ditargetkan mencapai 200 titik.

Guna mengakomodir pangsa pasar yang besar dan wilayah yang luas, produksi mobil listrik Onvo L60 pun digenjot. Sekira 10.000 unit L60 akan diproduksi setiap bulan mulai Desember 2024 mendatang. Mulai tahun 2025 kapasitas produksi diharapkan bisa naik menjadi 20.000 unit per bulan. 

 

Wuling BinguoEV

Wuling BinguoEV Ditempeli Garansi Seumur Hidup, Ini Penjelasannya

Seiring dengan resmi dijualnya mobil listrik Wuling terbaru di Indonesia, Wuling Motors memaparkan ‘senjata andalan’ mereka, Lifetime Core EV Components Warranty. Alias garansi seumur hidup untuk kompoenen utama Wuling BinguoEV. Apa yang dimaksud?

Sebagai mobil listrik, Wuling BinguoEV memiliki beberapa komponen utama untuk menjalankan mobil. Yang pertama tentunya motor listriknya. Motor ini dikendalikan oleh Motor COntrol Unit (MCU). Lalu ada baterai. Ketiga komponen itu yang diberikan garansi seumur hidup oleh Wuling. Namun perlu dipahami juga, pemberian garansi ini hanya berlangsung hingga 31 Desember 2023.

“Sesuai dengan komitmen kami untuk memastikan ketenangan dan kenyamanan konsumen, Wuling menyediakan layanan purna jual yang lengkap untuk setiap konsumen BinguoEV di Indonesia. Melalui paket purna jual ini, kami memastikan konsumen dapat melakukan mobilitas sehari-hari dengan aman, nyaman, dan percaya diri bersama BinguoEV. Kami berharap, konsumen dapat terbebas dari rasa khawatir untuk memiliki BinguoEV sebagai partner mobilitas yang ramah lingkungan,”ujar Maulana Hakim, Aftersales Director Wuling Motors.

Biaya Perawatan

Wuling BinguoEV

Seberapa mahal memelihara mobil listrik? Pertanyaan ini kerap mampir ke redaksi Motomobi News. Jawabannya, pasti lebih murah dari mobil bermesin konvensional. Dipaparkan Maulana, Wuling BinguoEV hanya memerlukan biaya Rp 3,8 juta untuk 105.000 km. Biaya tersebut sudah termasuk jasa serta pergantian suku cadang seperti oil reducer, filter AC, dan minyak rem. Ini karena mobil listrik memiliki komponen yang lebih sedikit.

Selain itu, Wuling juga menegaskan mereka memberikan garansi Wuling BinguoEV yang bersifat lebih umum selama tiga tahun atau 100.000 km. Mana yang tercapai lebih dulu. Tentunya ada syarat dan ketentuan yang berlaku.

Untuk informasi, Wuling BinguoEV dijual dalam dua varian yaitu Long Range seharga Rp 358 juta dan Premium Range dengan banderol Rp 408 juta. Keduanya OTR Jakarta. Versi ling range dengan baterai 31,9 kWh mampu menempuh 330 km. Sedangkan versi Premium Range bisa menjangkau 410 km dengan baterai 37,9 kWh. Motor listriknya sama-sama berkekuatan 50 kW.

Tertarik? Bisa lihat di mal Kota Kasablanka, Jakarta hingga 17 Desember 2023, atau datangi saja dealer Wuling terdekat.

Wuling BinguoEV Resmi Dijual, Harga Mulai Rp 358 Juta

Wuling Motors Indonesia akhirnya secara resmi meluncurkan Wuling BinguoEV di pasar Indonesia, hari ini (15/12) di Jakarta. Mobil listrik compact ini dibekali dengan harga yang menarik. Inilah mobil istrik kedua mereka yang dirakit di Indonesia, setelah Wuling AirEV.

Ada dua varian yang dipasarkan yaitu Wuling BinguoEV Long Range dan Premium Range. Varian pertama memiliki jarak tempuh 333 km dengan baterai 31,9 kWh. Sedangkan versi Premium Range mencapai 410 km. Baterainya 37,9 kWh.

Harganya masing-masing adalah Rp 358.000.000 dan 408.000.000 Dengan catatan, harga tersebut adalah OTR Jakarta dan belum termasuk diskon PPN. 

“Dengan jarak tempuh 410 km, ini sangat cukup untuk sebuah produk mobil listrik harian urban commuter, ” ujar Danang Wiratmoko, product planning Wuling Indonesia. 

Mobil ini dibekali panjang kurang dari empat meter. Namun dengan wheelbase  2.560 mm, kabinnya menjanjikan ruang yang lega. Penggeraknya berkekuatan 50 kW untuk kedua tipe yang dijual. 

Pengisian baterai untuk versi Long Range memerlukan waktu 5,5 jam dari 20 persen ke 80 persen. Sementara dengan arus DC, perlu waktu 35 menit (30 persen hingga 80 persen). Lalu versi Premium Range dengan baterai yang lebih besar, perlu waktu 6,5 jam dengan arus AC (20-80 persen). Untuk DC dari 30 ke 80 persen memerlukan masa 35 menit. 

Pesaing Neta EV ini dirakit di pabrik Wuling di Cikarang, Jawa Barat. Saat ini, mereka mengklaim sudah mengantongi 3.000 unit dalam waktu satu bulan setelah perkenalan di Tangerang.

Saat ini, Wuling BinguoEV sudah bisa dipesan di dealer Wuling, lengkap dengan garansi seumur hidup untuk beberapa komponen inti. Garansi ini berlaku untuk pembelian hingga 31 Desember 2023. Lalu, soal delivery akan mulai Januari 2024.

Selain peluncuran, Wuling juga mengumumkan penandatanganan kerjasama dengan PLN Icon Plus, Bank Mandiri dan Telkomsel untuk mempercepat ekosistem ramah lingkungan untuk masa depan yang lebih hijau.

Hotel Hyundai

Daya Listrik Dari Ioniq 5 Hidupkan Penginapan Untuk Berlibur

Hyundai Ioniq 5 demo kemampuan V2L dengan menyediakan daya untuk penginapan. Sepertinya seru

Anda mungkin tak akan percaya jika sebuah mobil listrik dapat memasok daya listrik untuk sebuah rumah penginapan. Namun dengan adanya teknologi vehicle-to-load (V2L) Hyundai Ioniq 5, ceritanya jadi lain.

Kemampuan dari teknologi V2L tersebut pun didemonstrasikan  Hyundai dengan menjadikan mobil listrik Hyundai Ioniq 5 sebagai pemasok energi listrik pada sebuah rumah penginapan.

Berlokasi di daerah pedesaan di Essex, Inggris yang memang minim pasokan daya listrik, rumah penginapan dadakan (dan temporer) tersebut dibuka untuk umum oleh Hyundai selama 14 malam mulai 19 Oktober hingga 5 November 2022 mendatang. Tak hanya menikmati alam pedesaan yang indah, para pengunjung dapat melihat secara langsung penginapan pertama di dunia yang sumber energi listriknya dipasok dari sebuah mobil!

Energi listrik berarus DC dari Ioniq 5 dikonversi melalui inverter menjadi energi listrik AC bertegangan 250V dengan pasokan daya maksimum hingga 3.6kW. Energi listrik tersebut disalurkan dari soket power outlet yang terpasang pada Ioniq 5 ke soket inlet sumber daya listrik penginapan via sebuah adaptor khusus. Tak hanya terdapat pada Ioniq 5, teknologi V2L telah digunakan pada model mobil lainnya yakni Kia EV6 dan Kia Niro. Nantinya, teknologi ini juga akan dibekalkan pada Ioniq 6.

Selain di Inggris, Hyundai juga telah memperkenalkan teknologi V2L yang terdapat pada Ioniq 5 di Australia. Namun belum diketahui, apa yang akan dihidupi oleh listrik Ioniq 5 ini.

Hyundai Ioniq 5

Ioniq 5 adalah hatchback lebar berpenggerak listrik pertama yang dirakit di Indonesia. Memanfaatkan platform khusus mobil listrik buatan Hyundai -Kia bernama E-GMP. Pembuatnya menjanjikan kenyamanan sebuah mobil premium dengan kabin yang lega dan digabungkan dengan kehalusan sebuah penggerak listrik. 

Penggerak listriknya menghasilkan tenaga setara 215 hp dengan torsi 350 Nm. Tersedia dalam dua varian, Ioniq 5 Long Range dengan jarak tempuh 481 km (tipe Prime) dan 451 km untuk Signature. Satunya lagi adalah Standard Range dengan jarak tempuh 384 km untuk tipe Prime dan Signature. 

Kalau Anda tertarik, harga Hyundai Ioniq 5 ada di bawah ini

IONIQ 5 Prime Standard Range  Rp. 748.000.000
IONIQ 5 Prime Long Range  Rp. 789.000.000
IONIQ 5 Signature Standard Range  Rp. 809.000.000
IONIQ 5 Signature Long Range  Rp. 859.000.000