Hyundai Motors Indonesia Bersiap Hadirkan Ioniq 9

Sejak tahun 2020, PT Hyundai Motors Indonesia (HMID) telah menjadi pemain kendaraan listrik (EV), sebagai solusi mobilitas bagi masyarakat Indonesia. Hyundai membawa Ioniq Electric dan Kona Electric pada tahun 2020. Disusul oleh Ioniq 5 di tahun 2022 dan Ioniq 6 di tahun 2023. Termasuk all-new Kona Electric, Kona Electric N Line, serta Ioniq 5 N. Besar kemungkinan Ioniq 9 bakal hadir di Tanah Air.

Berbekal komitmennya, Hyundai membangun ekosistem EV yang terintegrasi dari hulu ke hilir. Melalui investasi strategis, pendirian pabrik battery cell dan battery pack, produksi EV lokal, serta ekspansi jaringan charging station di berbagai area. Rencana membawa Ioniq 9, bukan tanpa alasan. Sebab EV ini memiliki banyak keunggulan, tidak hanya secara produk, namun juga pengalaman berkendara.

Ioniq 9 Segera Dibawa

“Kami menyambut baik antusiasme konsumen Indonesia terhadap lini EV Hyundai selama ini, termasuk Ioniq 9. Kami berencana menghadirkan produk tersebut untuk diperkenalkan kepada konsumen di Indonesia. Hal ini dilakukan untuk memahami lebih dalam potensi pasar Indonesia dan memperkenalkan inovasi kendaraan listrik terbaru dari Hyundai,” kata Ju Hun Lee, President Director Hyundai Motors Indonesia.

“Kami berkomitmen untuk terus berupaya mempercepat transisi menuju mobilitas ramah lingkungan. Oleh karena itu, kami tidak hanya menghadirkan kendaraan listrik inovatif, tetapi juga membangun infrastruktur yang memungkinkan ekosistem EV berkembang secara berkelanjutan,” imbuh Fransiscus Soerjopranoto, Chief Operating Officer PT Hyundai Motors Indonesia.

Investasi Senilai USD 3 Miliar

Komitmen Hyundai dalam membangun ekosistem EV di Indonesia, tercermin dalam investasi senilai USD 3 miliar. Termasuk pendirian pabrik sel baterai HLI, yang menjadi bagian krusial dalam rantai pasok kendaraan listrik. Pabrik ini berdiri di atas lahan seluas 330 ribu meter persegi, dengan investasi USD 1,1 miliar. Kemampuan produksi sel baterai lithium-ion, mencapai 10 GWh per tahun. Angka ini setara untuk kebutuhan lebih dari 150 ribu unit Battery Electric Vehicle (BEV).

Hyundai juga telah menghadirkan jaringan charging station serta program aftersales yang komprehensif. Saat ini tersedia lebih dari 600 charging station di berbagai lokasi strategis. Selain itu, Hyundai juga telah membuka akses charging station bagi pengguna EV brand lain. Melalui program EV Charging Subscription, dengan aplikasi myHyundai.

Hadirnya Ioniq 9 nanti, diproyeksikan bakal semakin memperkuat posisi Hyundai sebagai pemain utama dalam inovasi kendaraan listrik di Indonesia. Hyundai optimistm bahwa langkah ini akan semakin mendorong transisi menuju mobilitas berkelanjutan, dan mempercepat pertumbuhan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia.

Genesis GV60 Disulap Jadi Mobil Rescue Gunung Bersalju

Ada hal unik dalam KTT World Economic Forum di Davos, Swiss pekan lalu. Tak hanya jadi mitra penyedia kendaraan mewah bagi anggota delegasi. Genesis memamerkan konsep desain berbasis mobil listrik yakni GV60 Mountain Intervention Vehicle (MIV).

Ini bukan kali pertama mobil konsep buatan brand mobil mewah asal Korea Selatan tersebut tampil pada KTT serupa di Davos, Swiss. Tahun 2024 lalu Genesis memamerkan konsep X Snow Speedium Coupe dengan gaya mobil rekreasi pegunungan salju. Hanya saja gaya tampilan GV60 MIV jauh lebih ekstrem.

Misi SAR Pegunungan Salju

Anda mungkin pernah melihat Porsche 911 Dakar atau Lamborghini Steratto yang berbodi jangkung dan pakai ban all-terrain. Namun tampilan saudara dari mobil listrik Hyundai Ioniq5 ini beda.

Posturnya juga dibuat jangkung ala mobil off-road. Keempat kakinya memanfaatkan wheel tracker. Mirip tank atau mobil salju! Ground clearance yang tinggi membuat baterai di kolong sasis aman dari batu terjal. 

Desain yang ditampilkan memang sesuai namanya, Mountain Intervention Vehicle (Kendaraan Intervensi Pegunungan).

Genesis GV60 MIV ini difungsikan untuk mendukung misi penanggulangan bencana dan penyelamatan (SAR). Pasalnya, operasi SAR seperti di pegunungan Alpen yang tinggi dan bersalju medannya terbilang cukup sulit dijangkau SUV biasa. Perlu mobil berdesain khusus.

Demonstrasi pun dilakukan GV60 MIV di trek pegunungan bersalju di seputar area AMERON Davos Swiss Mountain Resort. Aksi mobil ini menerabas trek bersalju tebal sungguh bikin takjub.

Roof rack pada GV60 MIV jauh lebih kokoh, sehingga bisa membawa aneka ragam perangkat rescue. Di tepi kaca pilar C terdapat rak bagasi mini yang memuat beragam alat perunjang misi SAR, termasuk kotak P3K serta perabot lainnya.

Di atap juga ada lampu spot LED model light bar ala mobil off-road yang menjangkau area cukup luas. 

Peralatan Rescue

Interior tak banyak perbedaan dari GV60 biasa. Hanya saja di kabin depan dibekali jok sport. Jok baris kedua dilepas untuk menghasilkan ruang bagasi yang lebih lega.

Beragam peralatan seperti tandu hingga tabung oksigen jadi kelengkapan pada mobil ini. Kelebihan dari GV60 sebagai mobil listrik adalah kemampuan V2L (vehicle to load). Alat kejut jantung dan perangkat elektronik seperti radio komunikasi dapat memanfaatkan sumber daya listrik dari baterainya yang cukup besar.

Tak disebutkan apakah ada upgrade atau modifikasi pada motor elektrik penggerak serta baterainya.

Genesis GV60 yang beredar dipasaran saat ini terdiri dari dua versi, RWD dan AWD. Untuk varian AWD dibekali dua motor elektrik beroutput total 483 hp dengan torsi 700 Nm. Dengan fitur Boost Mode, suplemen daya instant akan memberi performa extra untuk sesaat.

Berbekal baterai berkapasitas 77,4 kWh, jarak jelajahnya bisa mencapai sekira 400 km. Cukup untuk perjalanan antar kota jarak sedang.

 

 

 

 

Hyundai Creta EV untuk pasar India

Hyundai Creta EV Meluncur Minggu Depan, Tapi Bukan di Indonesia

Hyundai Motors indonesia (HMID) akan meluncurkan Creta facelift di Indonesia minggu depan. Tapi di India, Hyundai setempat meluncurkan Creta EV 17 Januari nanti.

Menarik karena meski India adalah pasar terbesar Hyundai, tapi Creta EV ini jadi mobil listrik pertama yang mereka buat di negara itu. Basisnya menggunakan Creta facelift, dibekali dua opsi baterai yaitu 42 kWh dan 51,4 kWh.

Versi 42 kWh diklaim memberikan jarak tempuh hingga 390 km, dipasang untuk memberikan daya motor listrik dengan kekuatan 135 hp. Sementara baterai 51,4 kWh akan terpasang di varian Long Range dengan jarak tempuh 473 km. Menjalankan penggerak listrik bertenaga 171 hp.

Hyundai Creta ada versi EV

Baterai ini mampu mengakomodir charging arus AC 11 kW, dengan lama pengisian dari 10 hingga 100 persen dalam waktu empat jam. Untuk fast charging, 10-80 persen selesai dalam 58 menit.

Interiornya berbagi dengan Creta baru. Yang beda ada di setir dan tuas transmisi di setir, yang sama seperti punya Ioniq 5. Konsol tengah juga baru, perubahannya karena tidak ada tuas transmisi di situ. 

Fiturnya Hyundai Creta EV ini juga menarik. Ada kunci digital yang memanfaatkan NFC untuk keluar dan masuk mobil menggunakan handphone. Lalu dibekali juga dengan dua soket V2L. Satu di kabin dan lainnya di eksterior.

Desain luar tidak jauh beda dengan Hyundai Creta facelift yang akan meluncur di Indonesia. Terlihat dari lampu depan dan empat DRL di bawah kap mesin.

Untuk mendukung aerodinamika, Hyundai memasangkan bilah aktif di grille bagian bawah. Berguna untuk mengalirkan udara sekalian sebagai pendinginan. Pelek 17 inci yang dipakai juga didesain untuk mendukung nilai aerodinamika.

harganya akan diungkap saat peluncuran nanti. Jadi, bulan ini sepertinya akan banyak berita soal Hyundai. Tunggu saja.

Sumber: Autocar India

Hyundai Inster Cross: Mobil Listrik Kaum Urban Penyuka Petualangan

Kemunculan model mobil listrik Inster masih segar dan baru selang sebulan. Hyundai pun kini meluncurkan versi crossovernya, Inster Cross.

Basis platform Inster Cross sama dengan mobil listrik Inster yang belum lama ini diperkenalkan. Tentunya terdapat sedikit perbedaan sisi tampilan dan konstruksinya.

Jika tampilan Inster yang trendy lebih ke gaya perkotaan. Inster Cross yang ditujukan bagi para penyuka adventure tampilannya nampak lebih kekar dan macho. Apakah perbedaan tampilan hanya sebatas pada area eksterior saja, atau juga merambah ke dalam kabinnya?

Gaya Macho

Seperti yang terlihat, bodi Inster Cross nampak lebih kekar dibanding Inster. Bemper depan dan belakang diimbuhi skid plate ala mobil semi off-road. Di bawah dek pintu terdapat side step yang sekaligus berfungsi melindungi bodi samping dari serpihan kerikil. Di atap terpasang roof rack ala SUV sebagai kelengkapan standar.

Fender yang dibuat sedikit lebih lebar bikin tampilan Hyundai Inster Cross terlihat kekar. Sangat pas dengan pelek alloy 17-inci berbalut ban all-terrain (A/T). Bodi jadi terlihat sedikit lebih jangkung dibanding Inster biasa.

Pada area interior layoutnya tak jauh beda dengan Inster, termasuk pada dashboard. Yang membedakan, panel interior Inster Cross menggunakan bahan kain warna abu-abu. Sementara pada dashboard dihiasi aksen warna Lime-Yellow.

Nah, konfigurasi jok ternyata jadi sisi perbedaan yang tak terlihat. Keempat jok Inster Cross dapat dilipat hingga rata.

Tak cuma menambah volume kargo, keempat jok yang terlipat dapat berfungsi sebagai kasur. Sangat cocok bagi yang suka camping atau piknik. Meskipun bodinya mungil, tapi volume kargo kabin Inster Cross yang berkisar 280 hingga 351 liter terbilang cukup besar.

Mau Masuk Indonesia?

Meskipun gaya tampilannya beda, ternyata spek performa Hyundai Inster Cross tak berbeda dengan Inster. Ada dua opsi motor elektrik penggerak tunggal yang ditawarkan.

Variant entry-level dilengkapi motor elektrik penggerak berdaya 95 hp dengan baterai 42 kWh. Jarak jelajahnya mencapai 315 km. Versi kedua yakni Long-Range output tenaganya 113 hp. Berbekal baterai 49 kWh, jarak jelajahnya bisa mencapai 360 km. Lumayan untuk aktifitas perjalanan antar kota jarak menengah.

Pengisian ulang daya baterai dari 10 – 80 persen menggunakan fast charger DC beroutput 120 kW hanya butuh 30 menit. Inster Cross juga dilengkapi fitur V2L, sehingga daya listrik bisa disalurkan ke perangkat eksterna. Seperti mobil listrik Hyundai lainnya.

Akan masuk Indonesia? Kami pernah menanyakan hal ini kepada Hyundai Motors Indonesia (HMID). Namun mereka menolak untuk berkomentar. Meski begitu, diyakini Inster diperlukan oleh HMID, untuk mengisi segmen bawah. Bersaing bersama Wuling AirEV cs.  

 

All New Hyundai Kona Electric 2024

Belum Ada Harga, Hyundai Kona Electric Terpesan Hampir 500 Unit

Hyundai Kona Electric terbaru belum resmi diluncurkan ke publik. Namun Hyundai Motors Indonesia (HMID) mengklaim, kini sudah mencatatkan hampir 500 pesanan (booking).

Hal tersebut diungkap oleh Head Of Marketing Department HMID, Arie Hermawan di PIK 2, bertepatan dengan acara Media First Impression Kona Electric.

Proses pra-pemesanan ini sudah mereka buka sejak awal Juni 2024 lalu. Dan hingga kini, belum ada harga pasti yang mengiringi. Hanya perkiraan yaitu Rp 500 jutaan. 

Hyundai Kona Electric first impression

Sejauh ini, Hyundai Kona Electric akan tersedia dalam empat varian yaitu Signature Long Range dengan jarak tempuh 500+ km. Kemudian varian Signature Standard Range (400-an km).

Di atas keduanya ada Prime Long Range dengan jarak tempuh (klaim) lebih dari 600 km. Terakhir, ada Prime Standard Range dengan kemampuan jelajah 400-an km.

Selain itu, Kona Electric sudah dibekali fitur konektivitas BlueLink paling baru. Salah satu yang menonjol adalah kemampuan untuk memantau keadaan di sekitar mobil, melalui kamera yang ada di mobil.

Kemampuan bernama View Aroung My Vehicle ini memungkinkan pemiliknya melihat keadaan di sekeliling mobil, bahkan saat sedang tidak digunakan. Contohnya, memantau saat mobil ditinggal lama. 

Untuk diketahui, Hyundai Kona Electric sudah dirakit lokal di Indonesia, dan siap untuk dipesan. Mobil ini juga jadi pengguna pertama baterai Hyundai yang dibuat di pabrik mereka di Deltamas, Cikarang, Jawa Barat.

Impresi pertama kami terhadap mobil ini cukup positif. Meski terlalu singkat untuk membuat kesimpulan akhir. 

 

Hyundai Inster EV

Ini Dia Wujud Hyundai Inster EV, Jarak Tempuhnya Bisa 355 Km

Hyundai Inster EV akhirnya resmi diperlihatkan hari ini (27/06) di Seoul, Korea Selatan. Inster adalah mobil listrik berukuran sub-compact yang akan mengisi segmen EV perkotaan.

Berbasis Hyundai Casper, Inster menawarkan desain yang futuristis dengan interior lega (di kelasnya) dan teknologi terkini yang dimiliki Hyundai.

Bicara teknologi, Inster dibekali dengan baterai 42 kWh untuk versi standar, serta 49 kWh untuk varian Long Range. Keduanya diberikan motor listrik tunggal. Inster standar bertenaga setara 89,7 hp, sedangkan Long Range bertenaga 113,3 hp. Besaran torsi keduanya serupa, yaitu 147 Nm.

Hyundai Inster mulai dijual bulan Agustus nanti

Jarak tempuh Inster Long Range diklaim hingga 355 km, berdasarkan metode pngujian WLTP. Sedangkan untuk Inster biasa, bisa menempuh 300 km.

Hyundai mengatakan dalam rilis resminya, untuk isi ulang baterai dari 10 hingga 80 persen hanya perlu sekitar 30 menit, menggunakan charger DC 120 kW. On board charger-nya, 11 kW.

Selain itu, seperti pada EV Hyundai lain, sudah dibekali fitur V2L untuk menyediakan daya bagi peranti eksternal.

Teknologi Lengkap

Interior hyundai Inster

Di luar jarak tempuh, yang menjadi sorotan juga adalah fitur dan kepraktisan bawaan. Mulai dari akses NFC, ambient lighting 64 warna, instrument cluster digital 10,25 inci dan display infotainment yang berukuran sama.

Kabinnya juga cukup fleksibel berkat semua kursi yang bisa dilipat rata. Kursi baris kedua bahkan bisa maju-mundur dan recline. 

Bentuk area tengah dashboard cukup menarik. Sudah lama rasanya tidak melihat kisi AC seperti itu. Kemudian di bagian bawah, ada deretan tombol fisik dan display untuk AC, hiburan, dan wireless charger untuk gadget.

Hyundai Inster akan dijual di Korea Selatan mulai musim panas 2024. Sementara pasar global setelahnya. Yang menarik, mereka juga menegaskan nanti akan ada varian bernama Inster Cross, walaupun tidak disebut kapan.

Spesifikasi Hyundai Inster EV

  • Dimensi (P x L x T mm): 3.825 x 1.610 x 1.575
  • Wheelbase: 2.580 mm
  • Kapasitas bagasi: 280-351 liter 
  • Baterai: Standard 42 kWh, Long Range 49 kWh
  • Jarak tempuh: Standard 300 km, Long Range 355 km
  • Waktu Charging (AC 11 kW, 16A):  Standard 4 jam, Long Range 4 jam 35 menit
  • Waktu Charging (DC 120 kW, 10-80 persen): 30 menit untuk kedua varian

 

 

Hyundai Inster EV

Resmi, EV Murah Hyundai Dinamai Inster, Meluncur Akhir Bulan Ini

Ini bocoran kedua setelah Hyundai Creta Facelift. Tapi yang ini bersifat rersmi dari Hyundai Global. Perkenalkan, inilah EV Hyundai Inster.

Nama yang aneh untuk sebuah mobil. Konon diambil dari ‘Intimate & Innovative’. Inster adalah jawaban pabrikan Korea Selatan tersebut untuk masifnya pergerakan mobil listrik asal Tiongkok. Alasannya, meskipun harganya belum ada, bisa dipastikan ini adalah EV termurah yang ada di porto folio produk Hyundai.

Kepastian lainnya, EV mungil ini akan diperkenalkan resmi pada akhir bulan Juni 2024 di Busan Auto Show, Korea Selatan.

Inster akan meluncur di Busan, Korea Selatan.

Hyundai Inster berbasis city car Casper yang hanya beredar di Korsel. Kabar hadirnya EV entry level tersebut sebetulnya sudah lama beredar, bahkan Hyundai Motors Indonesia (HMID) sudah memasukan mobil ini dalam rencana pemasaran mereka.

Secara tampilan, berdasarkan teaser yang mereka sebar di media sosial dan situs Hyundai Korea, tidak jauh beda dengan Casper. Lampu depan bulat dengan DRL jadi hal yang dominan di fasia depan. Sementara lampu belakang menganut model pixel-graphic, seperti yang ada di keluarga Ioniq.

Selain itu, berdasarkan spy photo, Inster sepertinya agak lebih panjang dibanding Casper. Kemungkinan untuk mengakomodir baterai yang dipasang di lantai. Jarak tempuhnya, mengutip dari situs Hyundai Korea Selatan bisa mencapai 315 km.

Di luar itu, masih banyak pertanyaan yang berkembang. Kami akan update lagi setelah ada informasi terbaru. Yang pasti, menurut Hyundai, mobil ini akan menjadi standar terkini dalam hal jarak tempuh, teknologi dan fitur keselamatan di kelasnya. Sekaligus memberikan sesuatu yang lebih untuk konsumen. 

Hyundai di Indonesia perlu Capser

Hyundai Casper

Biar Tokcer, HMID Recall Hyundai Ioniq 5 Dan Ioniq 6!

Hyundai Motors Indonesia (HMID) melakukan recall untuk dua model mobil listriknya, Hyundai Ioniq 5 dan Ioniq 6. Ini dilakukan untuk peningkatan peranti lunak yang berhubungan dengan sistem pengisian ulang baterai.

Update software untuk peranti ICCU (Integrated Charge Control Unit) meliputi proses pengecekan hingga pengerjaan yang hanya berlangsung sekitar kurang lebih 20 menit dan dilakukan oleh teknisi tersertifikasi dari Hyundai global.

Tentunya, upgrade software ini hanya bisa dilakukan di bengkel resmi Hyundai. Tanpa dipungut biaya.

Informasi lebih jelas mengenai program recall ini, pengguna Ioniq 5 dan Ioniq 6 bisa menghubungi call center Hyundai di nomor bebas pulsa 0 800 1 878 878.

Dipantau Berkala

Hyundai Ioniq 6

“Pada kesempatan kali ini kami mengajak para pemilik Hyundai Ioniq 5 dan Ioniq 6 di Indonesia untuk dapat melakukan pembaruan software pada komponen ICCU. Untuk pengalaman pengisian baterai yang seamless dan lebih optimal,” kata Fransciscus Soerjopranoto, Chief Operating Officer Hyundai Motors Indonesia.

HMID juga menegaskan terus melakukan pemantauan terkait pembaruan software pada kendaraan listrik Hyundai. Ini dikatakan untuk memberikan peace of mind bagi seluruh pelanggannya.

“Sebagai informasi pembaruan software untuk kendaraan listrik dirilis oleh Hyundai Global. Ditujukan khusus pada negara dengan Vehicle Identification Number (VIN) tertentu berdasarkan kebutuhan dan improvement untuk pengalaman berkendara yang worry-free.” tutup Pak Frans.

Saat ini, Hyundai Ioniq 5 Bluelink dijual dengan harga termurah Rp 722 jutaan, sedangkan termahal Rp 915 juta (varian batik). Sementara Harga Ioniq 6 adalah Rp 1.220.000.000. Semuanya harga OTR Jakarta.

IONIQ 5 N Dinobatkan Sebagai World Performance Car 2024

Hyundai IONIQ 5 N sukses dinobatkan sebagai World Performance Car 2024. Ini merupakan kemenangan keempat bagi lini IONIQ 5 di World Car Awards dalam tiga tahun terakhir.

Pemenang World Car Awards tahun ini diumumkan dalam acara New York International Auto Show (NYIAS) 2024. IONIQ 5 dan IONIQ 6 meraih kemenangan tiga kali berturut-turut pada tahun 2022 dan 2023 dalam kategori World Car, World Electric Vehicle, dan World Car Design.

“Kami sangat senang dan bangga menerima penghargaan World Performance Car yang prestisius untuk IONIQ 5 N,” kata Jaehoon Chang, Presiden dan CEO Hyundai Motor Company. “Penghargaan ini merupakan bukti dari komitmen Hyundai untuk mendobrak batas terkait performa dan inovasi mobil listrik. Sangat memuaskan melihat upaya kami dihargai dengan total tujuh gelar World Car Awards dalam tiga tahun terakhir.”

Hyundai Ioniq 5 N dapat penghargaan

Mobil Brutal

Diperkenalkan bulan Juli 2023 sebagai EV pertama Hyundai N, mewakili segmen baru di mobil listrik berperforma tinggi. Mobil Korea Selatan tersebut menggabungkan Electric Global Modular Platform (E-GMP) standar IONIQ 5 dengan teknologi motorsport dari N.

Mobil listrik ini telah banyak dipuji di media sebagai ‘terobosan’, ‘game-changer’, dan ‘tolok ukur’ untuk mobil listrik berperforma tinggi.  5 N juga mencatat waktu lap tercepat di Nürburgring Nordschleife, yang dilakukan oleh tim majalah ‘Sport Auto’ dari Jerman.

“IONIQ 5 N merepresentasikan momen penting bagi Hyundai N dan strategi elektrifikasi kami. Dengan mengkombinasikan platform E-GMP kami dengan keunggulan motorsport N, kami telah menciptakan mobil listrik berperforma tinggi yang inovatif dan menetapkan standar baru dalam industri,” kata Till Wartenberg, Vice President and Head of N Brand & Motorsport at Hyundai Motor Company.

Ajang World Car Awards merupakan acara tahunan. Ada 100 juri internasional dari 29 negara, termasuk Indonesia, menguji coba dan memberikan suara terhadap kendaraan-kendaraan yang memenuhi syarat.

 

New Hyundai Ioniq 5 2024, Ini Bedanya Selain Ada Wiper Belakang

Mobil listrik Hyundai Ioniq 5 akan segera mendapatkan penyegaran. Pabrikan Korea Selatan tersebut merilis beberapa perubahan yang akan dipasang, termasuk hadirnya varian baru bernama N Line.

Salah satu yang penting adalah penambahan kapasitas baterai menjadi 84 kWh. Di Indonesia, Ioniq 5 versi Long Range dibekali baterai 72,6 kWh, dengan jarak tempuh 481 km (varian Prime Long Range). Dengan baterai baru, jarak tempuh pasti akan bertambah. Tapi mereka belum mengungkap berapa kemampuan jarak tempuhnya sekarang.

Ioniq 5 2024

Update di bagian luar tidak banyak. Anda harus teliti untuk menemukan perubahan di bemper depan dan belakang. Serta desain pelek baru dan yang tidak kalah penting, ada wiper belakang. Heran… Pergantian bemper ini menambah panjang Ioniq 5 sebesar 20 mm. Sekarang 4.655 mm.

Perubahan juga melanda bagian struktural. Terdapat shock absorber baru untuk meningkatkan kualitas redaman. Plus, cowl crossbar (palang struktural di bagian dinding pemisah kabin dan ruang mesin/firewall), yang diperkuat untuk mengurangi getaran ke setir.

Hyundai Ioniq 5 baru

Perkuatan di bagian as roda belakang dan kolong juga dilakukan untuk meningkatkan kestabilan dan kelincahan. Dikatakan juga, Hyundai meningkatkan kekokohan body dan menambah insulasi suara. Utamanya untuk mengurangi suara yang dihasilkan oleh getaran motor listrik ke body. Atau bahasa kerennya, booming noise.

Di kabin, bagian tengah konsol dashboard dibekali tambahan tombol fisik untuk pengaturan sistem heater atau pendingin kursi, Park Assist dan beberapa fungsi lainnya. Posisi wireless charger untuk gadget juga dipindah lebih ke atas, supaya mudah dijangkau. Bentuk setir juga kalau Anda perhatikan, ikut berubah jadi palang tiga.

N Line

Sorotan untuk Hyundai Ioniq 5 2024 adalah hadirnya varian N Line. Trim ini mengisi posisi antara Ioniq 5 biasa dengan Ioniq 5 N yang gap-nya terlalu jauh.

Hyundai Ioniq 5 2024 N Line

Hyundai Ioniq 5 N Line

Tidak mengejutkan juga kalau Ioniq 5 N line ini memiliki aura sporty. Bisa dilihat langsung dari bemper depan dan yang lebih galak desainnya. Ditambah side skirt di bawah palang pintu. Peleknya juga berbeda desain dengan ukuran 20 inci. Satu inci lebih besar dari versi di bawahnya.

Di kabin juga akan lebih sporty. Pedalnya dibuat dari alumunium, setir dengan desain berbeda, jok sporty dengan logo N, dan sebagainya.

Hyundai Ioniq 5 2024 akan dipasarkan mulai bulan ini di Korea Selatan. Pasar global menyusul segera.

Charging station starbucks Adyaksa

Hyundai Buka Charging Station di Tempat Ngopi

Infrastruktur untuk pengisian ulang baterai mobil listrik perlahan tapi pasti mulai berkembang. Salah satunya adalah berkat inisiatif dari yang membuat dan menjual mobil. Hyundai Motors Indonesia (HMID) hari ini meresmikan beroprasinya charging station di salah satu gerai kopi Starbucks di Jakarta Selatan.

Menurut rilis yang kami terima, EV Fast Charging Station di Starbucks Adhyaksa tersedia bagi untuk semua mobil listrik. Asal dibekali tipe charger DC CCS2. Terdapat dua unit fast charger gun yang tersedia dengan daya 47 kW. Sebagai contoh, dengan tenaga sebesar itu, IONIQ 5 mampu dikendarai hingga sekitar 300 km dengan satu jam pengisian daya di charging station ini.

Peremian charging station hyundai

“Kami bangga bisa menghadirkan EV Fast Charging Station di Starbucks Adhyaksa yang akan memberi kemudahan lebih bagi konsumen dalam menjalani mobilitasnya sehari-hari bersama kendaraan listrik,” kata Fransiscus Soerjopranoto, Chief Operating Officer PT HMID. Frans juga menyatakan, langkah ini sejalan dengan komitmen HMID dalam mengakselerasi elektrifikasi di industri otomotif Indonesia. “Sekaligus membuka akses yang lebih luas bagi konsumen terhadap produk kendaraan listrik dan fasilitas-fasilitas pendukungnya. Kami harap kehadiran EV Fast Charging Station di Starbucks Adhyaksa akan semakin mematangkan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia.”

Hyundai menegaskan, mereka terus berupaya untuk memperluas ketersediaan stasiun isi ulang baterai di tempat umum seperti pusat perbelanjaan. Seperti diketahui, HMID telah kerjasama bersama PT Lippo Malls Indonesia untuk mendirikan EV Charging Station di 52 lokasi mal yang dikelola oleh grup usaha Lippo. Selain itu, HMID juga sedang melakukan uji coba EV Ultra-fast Charging Station di malPlaza Indonesia, Jakarta. Mereka mengklaim akan terus membangun lebih banyak Ultra-fast Charging Stations dari tahun 2024.

EV Makin Melesat

HMID juga berupaya untuk menjawab minat konsumen terhadap kendaraan listrik lewat peningkatan kapasitas produksi kendaraan listrik di Indonesia. Saat ini, PT Hyundai Motor Manufacturing Indonesia (HMMI) dikatakan telah memperluas kapasitas produksi IONIQ 5, mobil listrik pertama yang diproduksi secara lokal di Indonesia, menjadi 20.000 unit per tahun.

Hyundai Ioniq 5

Selain itu, Hyundai juga sudah menegaskan komitmennya untuk mulai mengoperasikan pabrik baterai EV pada April 2024. Kalau memang jadi, Hyundai jadi pabrikan pertama yang memproduksi masal baterai EV di Indonesia.

Menurut data Gaikindo, selama Januari–September 2023 penjualan mobil listrik mencapai 12.081 unit. Atau naik 279 persen dibanding periode yang sama di tahun lalu. Produksinya juga ikut terkatrol sebanyak 130 persen (year on year). Tidak perlu heran kalau pertumbuhan charging station juga akan semakin cepat.

Hyundai Energy Indonesia, Siap Menjadi Pusat EV di ASEAN

Hyundai Motor Group siap mendirikan Hyundai Energy Indonesia, guna memproduksi battery pack secara lokal dan mengamankan stabilitas pasokan untuk mobil Battery Electric Vehicles (BEV) di pasar ASEAN.

Kabarnya, rencana ini akan dimulai pada semester pertama 2023 dan memulai produksi massal pada semester kedua di tahun 2024.

Selain itu, saat pabrik sel baterai dan battery pack mulai beroperasi di 2024, bebas bea pajak ekspor untuk BEV buatan Indonesia ke ASEAN akan mencapai tingkat lokalisasi di Indonesia. Lebih lanjut, memungkinkan juga untuk dapat memperluas pasokan kendaraan listrik Indonesia dan meningkatkan daya saing harga, dengan menyediakan beragam kendaraan listrik kepada konsumen di Indonesia

Saat kendaraan listrik buatan Indonesia disematkan sel baterai dan battery pack yang diproduksi secara lokal, maka subsidi pajak barang mewah HEV akan naik dari enam persen menjadi 10 persen, agar semakin mempercepat pertumbuhan dari pasar kendaraan listrik.

Selain memiliki potensi besar menjadi pemain penting di industri kendaraan listrik global, Indonesia merupakan salah satu negara terdepan dalam sumber daya nikel dan kobalt yang merupakan bahan utama baterai BEV. Hal ini menunjukkan bahwa Indonesia memiliki semua sumber daya yang dibutuhkan untuk memproduksi BEV sekaligus memperkuat posisinya sebagai salah satu pemain penting di era elektrifikasi dunia.