Mitsubishi Bakal Produksi Xpander Atau Xforce HEV di Indonesia?

Mitsubishi Bakal Produksi Mobil Hybrid di Indonesia, Xpander Atau Xforce HEV?

Beredar kabar bahwa PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) akan meluncurkan model terbaru jenis hybrid HEV di Tanah Air. Sementara ini belum ada info yang dibuka secara gamblang. Akan tetapi prediksi yang beredar kian mengarah pada versi HEV dari Xpander dan Xforce.

Mitsubishi Xpander HEV atau hybrid telah lebih dulu diluncurkan di Thailand pada tahun 2024. Kita tentunya tertinggal satu tahun lebih dari Negeri Gajah Putih. Xpander HEV diluncurkan bersamaan dalam dua versi sekaligus, yaitu untuk New Xpander dan Xpander Cross.

Demikian pula dengan Xforce HEV, pertama kali diluncurkan pun di Thailand pada Maret 2025. Peluncuran Xforce HEV merupakan fase lanjutan dari peluncuran Xpander HEV Play. Basis platform Xforce HEV didasarkan pada Xforce bermesin bensin yang awalnya diluncurkan di Indonesia pada tahun 2023.

Apa keunggulan yang dimiliki oleh kedua model HEV dari Mitsubishi tersebut?

Apa itu HEV?

Sebelumnya, kita bahas dulu apa itu HEV yang merupakan singkatan dari Hybrid Electric Vehicle. Mobil jenis HEV atau lebih umum disebut mobil hybrid memadukan mesin bensin dengan modul sistem hybrid yang terdiri dari motor listrik penggerak dan baterai sebagai sumber pasokan daya listrik.

Sebagai pemasok daya untuk motor listrik hybrid, Xpander dan Xforce HEV dilengkapi baterai jenis Lithium-ion yang terletak pada bagian bawah dek kabin.

Pada mode hybrid, output performa yang dihasilkan oleh perpaduan kinerja mesin bensin dan motor listrik lebih besar dibandingkan mesin bensin non-hybrid.

Dengan sistem hybrid, konsumsi BBM pun lebih ekonomis dan efisien. Bahkan terdapat mode EV yang mengaktifkan motor listrik sebagai sumber penggerak utama.  Saat berkendara di kemacetan lalu lintas yang stop and go, pengemudi bisa memanfaatkan mode EV untuk berkendara pada kecepatan rendah. Daya listrik dari baterai digunakan untuk menghemat konsumsi BBM.

Yang membedakan dengan mobil elektrik murni atau plug-in hybrid (PHEV), baterai pada kendaraan jenis HEV tidak bisa diisi ulang secara langsung melalui charging port. Pengisian ulang daya pada mobil HEV memanfaatkan sistem pengereman regeneratif. Energi pengereman akan diubah menjadi arus listrik untuk mengisi daya baterai.

Mitsubishi Xpander HEV

Sekarang kita bahas satu persatu. Jika pada Xpander biasa dibekali mesin bensin 1.500 cc, pada versi HEV kapasitas mesin MIVEC yang digunakan lebih besar, yakni 1.600 cc.

Xpander HEV mengandalkan mesin bensin 1.6-liter MIVEC dengan output 95 hp (96 PS) dan torsi 134 Nm. Mesin dipadukan dengan motor listrik berdaya 116 hp (117 PS) dan torsi puncak 255 Nm yang tersalur ke roda depan.

Dengan sistem hybrid, penghematan bahan bakar bisa mencapai 10% dibanding dengan model Xpander non-hybrid bertransmisi CVT. Efisiensi konsumsi BBM bahkan mampu mencapai 34% untuk pengendaraan harian dalam kota.

Agar faktor kenyamanan penumpang dan kapasitas ruang kabin tidak terkompromi, maka posisi penyimpanan baterai berada di bawah kursi penumpang depan sebelah kiri.

Ada 7 mode berkendara yang dibekalkan, yakni: Charge, EV Priority, Normal, Wet, Gravel, Tarmac dan Mud. Pengemudi dapat memilih mode berkendara yang sesuai dengan kebutuhan maupun kondisi jalan yang dilintasi.

Sistem Active Yaw Control (AYC) tetap disematkan untuk meningkatkan stabilitas. Sistem suspensi pun turut direvisi. Keempat roda dibekali rem cakram untuk menunjang kinerja pengereman regeneratif.

Untuk sistem keselamatan aktif, Xpander HEV dibekali sistem ADAS Mitsubishi Safety Sensing (Diamond Sense). Konten fiturnya terdiri dari Rear Cross Traffic Alert, Blind Spot Alarm, Blind Spot Warning with Lane Change Assist (BSW with LCA), dan Lane Departure Warning. Hanya saja untuk fitur seperti Adaptive Cruise Control atau Autonomous Emergency Braking saat ini masih belum tersedia.

Xforce HEV

Model kedua yakni Xforce HEV masih terbilang gress, karena baru diluncurkan di Thailand pada Maret 2025. Perihal kenapa model HEV lebih dulu dipasarkan di Thailand dibanding Indonesia, tentu terkait dengan trend pasar yang berkembang saat itu.

Konsumen di Thailand sudah melek mobil hybrid lebih dulu dari Indonesia, dan jumlah peminatnya pun banyak. Pangsa pasar mobil hybrid di Negeri Gajah Putih terbilang punya prospek yang cerah untuk di kawasan Asia Tenggara. Hal tersebut didukung adanya insentif untuk jenis kendaraan elektrifikasi yang lebih besar, sehingga harga jual mobil hybrid di Thailand tidak terlampau tinggi.

Disamping itu, ada kebijakan internal terkait dengan posisi Thailand sebagai rantai pasok dan basis produksi utama Mitsubishi Motors untuk pasar Asia Tenggara selain Indonesia.

Spek mesin yang dibekalkan pada Xforce HEV sama dengan Xpander HEV. Posisi baterai pun sama, yakni terletak di bawah jok depan.

Yang menbedakan, sistem hybrid Xforce HEV lebih canggih dari model Xpander HEV. Ada tambahan perangkat transaxle yang akan menyalurkan torsi ke roda dengan lebih sempurna guna menunjang traksi saat melintasi jalan non aspal.

Selain itu terdapat fungsi pemutus kinerja motor listrik dari poros penggerak saat mobil melaju pada kecepatan tinggi. Teknologi yang dibekalkan diklaim dapat menghasilkan penghematan konsumsi bahan bakar lebih baik menjadi sekitar 24,4 kilometer per liter.

Xforce HEV dilengkapi 5 mode berkendara yang sama seperti Xforce reguler yakni meliputi: Normal, Tarmac, Gravel, Mud, Wet. Bedanya, ada tambahan mode berkendara Charge dan EV Priority. Sama seperti pada Xpander HEV.

Fitur berkendara Active Yaw Control (AYC) pun tetap melekat pada Xforce HEV. Fitur ini membantu meningkatkan performa saat menikung dengan menyesuaikan gaya pengereman di roda depan. Sehingga mengoptimalkan kestabilan mobil saat bermanuver secara cepat atau di jalan licin.

Perihal fitur bantuan berkendara aktif, sistem ADAS Mitsubishi Motors Safety Sensing (Diamond Sense) pada Xforce HEV lebih lengkap dari Xpander HEV. Fiturnya termasuk Adaptive Cruise Control (ACC), Forward Collision Mitigation (FCM), Blind Spot Warning with Lane Change Assist (BSW / LCA), Rear Cross Traffic Alert (RCTA), Automatic High Beam (AHB), dan Lead Car Departure Notification (LCDN).

Fitur Diamond Sense inilah yang membuat SUV XForce HEV meraih peringkat tertinggi dalam pengujian keselamatan ASEAN NCAP.

Selain itu, Xforce HEV juga memastikan kinerja keselamatan tabrakan dengan bodi RISE2. Konstruksi rangka bodil menyerap energi benturan dan meminimalkan deformasi kabin jika terjadi tabrakan. Masih ditambah lagi dengan enam SRS Airbag.

Perihal harga jual, Xpander HEV dan Xforce HEV di Thailand di banderol kisaran harga Rp 400-500 jutaan. Lantas, model manakah yang nantinya diproduksi dan dipasarkan di Indonesia? Akankah ada pertanda launching di GIIAS 2026? Hmm kita tunggu…

Mobil Hybrid Dominasi Penjualan Toyota di IIMS 2026

Perhelatan pameran Indonesia International Motor Show (IIMS) 2026 pada 5-15 Februari lalu menjadi stimulus pendongkrak angka penjualan bagi sejumlah pabrikan otomotif.

Hal tersebut dirasakan oleh PT Toyota-Astra Motor (TAM) yang mencatatkan total 2.793 Surat Pemesanan Kendaraan (SPK) selama gelaran IIMS 2026. Meningkatnya minat pasar Indonesia terhadap kendaraan ramah lingkungan berdampak pada penjualan lini kendaraan elektrifikasi Toyota. Dari seluruh capaian penjualan selama IIMS 2026, jenis kendaraan elektrifikasi menyumbang hingga 42,6 persen. Segmen MPV pun mendominasi penjualan kendaraan Toyota.

Mobil Hybrid Laris Manis

Kijang Innova Zenix Hybrid EV, masih jadi model terlaris dengan 615 Surat Pemesanan Kendaraan (SPK).  Sebagai pendatang baru, Veloz Hybrid EV pun sukses memikat para konsumen dengan total pesanan 381 unit. Kehadiran varian hybrid pada Veloz terbukti efektif dalam mempopulerkan teknologi elektrifikasi ke kalangan konsumen yang jauh lebih luas di Tanah Air. Hal tersebut terlihat dari minat konsumen yang tinggi terhadap low MPV ini. Dalam waktu tiga bulan sejak World Premiere, Veloz Hybrid EV terjual sebanyak 5.000 unit.

Vice President Director Toyota-Astra Motor, Henry Tanoto, mengungkapkan apresiasinya terhadap respon pasar yang tetap dinamis walau tengah dalam kondisi ekonomi yang cukup sulit dan menantang saat ini.

“Kami sangat mengapresiasi kepercayaan pelanggan setia Toyota dan seluruh pengunjung IIMS 2026. Di tengah pasar yang cenderung stagnan, masyarakat masih memilih Toyota sebagai solusi mobilitas yang diandalkan. Terlihat dari sambutan yang luar biasa positif terhadap solusi elektrifikasi terbaru Toyota yang disiapkan untuk lebih banyak kalangan. Dengan pesanan lebih dari 5.000 unit hanya 3 bulan setelah world premiere, Veloz Hybrid EV kembali memperlihatkan popularitasnya dengan raihan 381 SPK di Iims 2026,” terang Henry.

Meskipun lini hybrid tengah jadi primadona, kendaraan bermesin konvensional pun tetap tak kehilangan pangsa pasarnya. Tiga model non-hybrid masuk lima besar mobil terlaris, yakni Kijang Innova (309 SPK), Avanza (306 SPK), dan Calya (259 SPK). Capaian tersebut menunjukkan pasar Indonesia masih imbang, antara kebutuhan terhadap mobil keluarga yang praktis dan terjangkau dengan mobil berteknologi elektrifikasi.

Optimisme Toyota di Tahun 2026

Selain meraih sukses di capaian penjualan, Toyota juga memperoleh dua penghargaan bergengsi di IIMS 2026, yakni kategori Best Low MPV untuk Veloz Hybrid EV dan Best Hatchback untuk GR Corolla.

Kedua anugerah penghargaan tersebut jadi penanda bahwa nilai Quality, Durability, dan Reliability (QDR) yang menjadi pilar utama Toyota tetap relevan dengan karakter para konsumen lintas segmen maupun generasi.

Ketiga pilar tersebut sejalan dengan strategi multi-jalur (multi-pathway) yang dijalankan Toyota guna menghadapi tantangan pasar otomotif domestik, regional maupun global. Oleh sebab itu, Toyota berkomitmen untuk senantiasa menghadirkan solusi mobilitas yang lengkap dalam memenuhi beragam kebutuhan masyarakat Indonesia serta turut berkontribusi pada pembangunan ekonomi dan pengurangan emisi nasional.

Sebagai catatan, kesuksesan Veloz Hybrid EV tak terlepas dari sejumlah sorotan sebagian kalangan masyarakat serta para pemerhati otomotif. Label harga Veloz Hybrid yang di kisaran Rp 299-390 jutaan head-to head dengan berbagai mobil listrik murni (Battery EV) maupun hybrid asal China yang tengah naik daun.

Dari segi value for money, produk mobil dari brand asal China menawarkan ragam teknologi dan fitur keselamatan aktif yang lebih lengkap, tampilan lebih mewah serta performa dan baterai lebih besar pada rentang harga Rp 300 juta hingga Rp 400 jutaan yang setara dengan Veloz Hybrid EV.

Namun demikian, Toyota tetap percaya diri serta optimis bahwa brand awareness dan citra produk Toyota sudah melekat kuat di kalangan masyarakat Tanah Air.  Ditambah lagi dengan kekuatan jaringan purnajual yang luas dan tersebar di seluruh pelosok Indonesia serta nilai jual kembali yang stabil menjadi keunggulan dan daya tawar kuat untuk menghadapi kompetitor.

Veloz Hybrid EV Lintas Nusa 2025, Jelajah Alam dan Budaya

PT Toyota-Astra Motor (TAM) memulai ekspedisi jelajah lintas nusantara Veloz Hybrid EV Lintas Nusa, pada 2 Desember 2025 silam. Flag-off ini menandai dimulainya perjalanan panjang satu unit New Veloz Hybrid EV yang dikemudikan secara estafet oleh 11 media nasional. Dimulai dari Sirkuit Mandalika menuju finish di wilayah barat Indonesia.

Ekspedisi ini menjadi bukti nyata kemampuan teknologi hybrid Toyota, dalam menghadapi beragam medan Indonesia. Dari jalur pantai hingga pegunungan, dari kota hingga pedalaman. Perjalanan ini turut menegaskan komitmen dan konsistensi Toyota, dalam menghadirkan ekosistem solusi mobilitas yang komprehensif, guna menjawab kebutuhan masyarakat Indonesia. Dari wilayah timur hingga wilayah barat yang beragam dan unik, khususnya di era elektrifikasi saat ini.

Teknologi Hybrid EV Generasi Terbaru

Toyota New Veloz Hybrid EV menjadi bukti komitmen Toyota, untuk memperluas jangkauan produk elektrifikasi lokal ke segmen yang lebih luas. Model ini membawa teknologi Hybrid EV generasi terbaru ke segmen Multi Purpose Vehicle (MPV) keluarga. Dengan menawarkan pengalaman berkendara yang lebih halus, nyaman, menyenangkan, responsif, dan hemat bahan bakar. Baik untuk mobilitas harian maupun perjalanan jarak jauh.

“Perjalanan Veloz Hybrid EV Lintas Nusa 2025 adalah bentuk apresiasi kami kepada keluarga Indonesia yang telah mempercayai Toyota sebagai solusi mobilitas. Kami ingin menunjukkan bahwa teknologi hybrid Toyota efisien, tangguh, dan relevan,” papar Marketing Director PT Toyota-Astra Motor (TAM), Jap Ernando Demily.

Hanya satu unit New Veloz Hybrid EV yang digunakan dalam perjalanan selama 50 hari ini. Ekspedisi Lintas Nusa 2025 ingin menunjukkan bahwa Quality, Durability & Reliability (QDR). Termasuk Veloz, yang selama 14 tahun terakhir sudah hadir di pasar Indonesia.

Eksplorasi Beragam Aspek 

Tim akan melewati berbagai medan jalan yang penuh tantangan dan bakal menguras seluruh kemampuan kendaraan. Mulai dari jalan tol, jalan provinsi, jalan perkotaan, sampai jalan pegunungan yang menantang. Termasuk melewati jalan pedesaan yang mungkin kurang mulus.

Rute dimulai dari Lombok menuju Bali dan Banyuwangi, dilanjutkan ke Bromo, Yogyakarta, Bandung, dan Jakarta. Perjalanan kemudian berlanjut ke Pulau Sumatera melewati Palembang, Jambi, Bukittinggi, hingga Danau Toba dan sekitarnya.

Di daerah-daerah yang dilewati, tim akan mengeksplorasi wisata alam dan wisata kuliner sebagai bentuk keragaman budaya, kearifan lokal, dan gaya hidup masyarakat. Serta mengunjungi para pahlawan lokal, yang telah banyak berkontribusi pada kemajuan daerahnya.

Perjalanan Serupa Pada 30 Tahun Silam

Tim Veloz Hybrid EV Lintas Nusa 2025 akan mengunjungi beberapa dealer resmi Toyota. Sebagai bagian dari rantai nilai yang terpercaya, dengan 363 outlet resmi Toyota untuk memberikan layanan sales dan after sales yang andal.

Sekitar 30 tahun lalu, PT TAM telah lebih dulu mengadakan program Kijang Lintas Nusa 1995 untuk menyemarakkan HUT Ke-50 Republik Indonesia. Tidak kurang dari 50 unit Toyota Kijang Super ambil bagian dalam perjalanan selama 36 hari, menempuh jarak sepanjang 6.000 km melewati 29 kota di 16 provinsi. Mereka memulai perjalanan dari Aceh dan berakhir di Larantuka, pada 1 Juli hingga 5 Agustus 1995.

“Melalui Veloz Hybrid EV Lintas Nusa 2025, semua dapat melihat sendiri keandalan Hybrid EV Toyota. Sebagai produk lokal, kehadiran Hybrid MPV ini akan turut memutar roda perekonomian, dan ekosistem pendukung mobilitas lainnya,” tutup Marketing Director PT Toyota-Astra Motor (TAM), Hiroyuki Oide.

Debut Toyota New Veloz Hybrid EV, Lengkapi Lini Elektrifikasi Untuk Indonesia

PT Toyota-Astra Motor (TAM) mengawali Gaikindo Jakarta Auto Week (GJAW) 2025 dengan melakukan World Premiere dari Toyota New Veloz Hybrid EV, yang diproduksi secara lokal di Indonesia. Model ini melengkapi lini elektrifikasi Toyota yang semakin luas, memperkuat komitmen Toyota dalam menghadirkan solusi mobilitas inklusif, berkelanjutan, dan relevan bagi masyarakat Indonesia. 

“Di Toyota, kami memahami bahwa tidak ada satu produk pun yang dapat memenuhi kebutuhan semua orang dengan cara yang sama. Dengan semangat ‘Toyota Ada Untuk Indonesia’, kami berkomitmen untuk menghadirkan solusi mobilitas yang sesuai dengan kebutuhan setiap masyarakat Indonesia, termasuk pada model elektrifikasi,” kata Hiroyuki Ueda, President Director PT Toyota-Astra Motor.

Menyongsong Era Baru Elektrifikasi

Sebagai Multi-Purpose Vehicle (MPV) andalan bagi banyak keluarga Indonesia, Toyota New Veloz kini memasuki era baru elektrifikasi. Diproduksi secara lokal, model Hybrid EV ini memadukan efisiensi bahan bakar tinggi dan performa tangguh. Sehingga menjadikannya sebagai pilihan ideal bagi keluarga yang ingin bertransisi ke kendaraan ramah lingkungan, tanpa perlu mengubah kebiasaan berkendara.

“Dengan sistem self-charging hybrid atau pengisian daya dilakukan secara otomatis saat kendaraan melaju, New Veloz Hybrid EV bukan hanya menawarkan efisiensi bahan bakar dan kemudahan perawatan saja. Tetapi juga pengalaman berkendara yang ramah lingkungan,” imbuh Henry Tanoto, Vice President Director PT Toyota-Astra Motor.

Kehadiran model MPV Hybrid baru di segmen yang paling besar di Indonesia, akan lebih menjangkau masyarakat yang lebih luas, untuk beralih ke kendaraan elektrifikasi. Langkah ini juga diyakini dapat turut berkontribusi dalam pengurangan emisi gas buang, sehingga lebih ramah terhadap lingkungan.

Hadir Dengan Aspek QDR

Sejak hadir pertama kali pada tahun 2011, Toyota Veloz telah terjual sebanyak hampir 400 ribu unit, hingga bulan Oktober 2025. Kini, Toyota New Veloz Hybrid EV hadir dengan Quality, Durability dan Reliability (QDR), yang terbukti menjadi prinsip Toyota yang telah diterima dan diandalkan oleh masyarakat Indonesia.

MPV Hybrid EV ini tetap mempertahankan ketangguhan khas Veloz, dengan peningkatan pada efisiensi bahan bakar, fitur keselamatan berkendara, dan desain. Toyota New Veloz Hybrid EV mengusung mesin 2NR-VEX 1.5 liter dan sistem Hybrid yang serupa dengan Toyota Yaris Cross. Perpaduan mesin bensin dan motor listrik ini, memberikan transisi berkendara halus, responsif, dan instan.

Tidak hanya pada sektor performa, Toyota New Veloz Hybrid EV juga dilengkapi dengan penambahan fitur pada Toyota Safety Sense (TSS). Toyota kini menghadirkan fitur Adaptive Cruise Control (ACC). Fitur ini memungkinkan mobil menjaga jarak aman secara otomatis dengan kendaraan di depannya, bahkan saat di kecepatan rendah sekalipun. Sedangkan sistem Pre-Collision System (PCS) dan Lane Departure Alert untuk memberikan kenyamanan dan perlindungan optimal saat berkendara.

Seluruh grade Toyota New Veloz Hybrid EV kini turut dilengkapi spion luar berwarna hitam, untuk kesan visual yang lebih konsisten. Tampilan New Veloz Hybrid EV tampak semakin sporty dan premium melalui pilihan warna dual tone yang baru. Khusus pada tipe Q Grade, Toyota menghadirkan opsi varian dengan bodykit buatan Modellista yang lebih elegan.

Ditawarkan Dengan Harga Istimewa

Untuk kabinnya, perubahan nuansa lebih sporty diterapkan melalui panel interior yang kini sepenuhnya menggunakan warna hitam. Diikuti seat cover yang selaras dengan aksen warna hitam. Sektor entertainment, dilengkapi premium audio dengan layar 10 inci serta memiliki berbagai fitur baru. Sebut saja Wireless Apple Carplay, Android Auto, serta Streaming Apps pada Q Grade.

Di GJAW 2025, Toyota membuka pemesanan inden untuk New Veloz Hybrid EV. Dengan harga istimewa Rp 299 juta untuk varian V Grade. Harga ini khusus untuk pemesanan hingga Desember 2025. Dengan performa tangguh, efisiensi bahan bakar maksimal, serta kenyamanan optimal, Toyota New Veloz Hybrid EV hadir sebagai pilihan terbaik bagi keluarga Indonesia.

Toyota Optimalkan Sejumlah Aspek Pada Kijang Innova Zenix

Guna mengakomodir kebutuhan pengguna Toyota Kijang Innova Zenix, maka PT Toyota-Astra Motor (TAM) optimalkan sejumlah aspek pada mobil ini. Sejak diluncurkan tiga tahun lalu sebagai Multi-Purpose Vehicle (MPV) keluarga, yang memadukan kenyamanan dan teknologi modern. Kini New Kijang Innova Zenix hadir dengan beberapa sentuhan fitur dan teknologi yang lebih mutakhir. Tentu sesuai dengan tren, kebutuhan dan gaya hidup masyarakat. Tanpa melupakan kenyamanan, teknologi terkini, dan efisiensi ramah lingkungan.

Toyota mempertahankan desain eksterior Kijang Innova Zenix, dengan tampilan tangguh dari crossover front looks, grille yang kokoh, dan LED Headlamp. Gaya ala Sport Utility Vehicle (SUV) premium, terpancar lewat velg alloy berukuran 18 inci, pilar A lebih tegak, dan pilar D lebih landai. Kesan dinamis juga terpancar pada bagian belakang mobil. Emblem Hybrid kini bertransformasi menjadi HEV.

Wi-Fi Hotspot Melalui T Intouch

Semua grade mendapatkan upgrade ukuran Head Unit. Pada tipe G dan G HEV kini menggunakan 10 Inch Head Unit with Smartphone Connectivity. Sedangkan tipe V, V HEV, dan Q HEV, menjadi 12,3 Inch Head Unit, ditambah dengan kontrol Air Purifier pada Head Unit. Sepasang Rear Seat Entertainment (RSE) pada tipe V, V HEV, dan Q HEV, kini memiliki fungsi wi-fi hotspot melalui perangkat T Intouch.

Untuk kenyamanan dan keselamatan, tipe Q HEV kini dilengkapi Power Back Door dengan Kick Sensor. Termasuk pula peningkatan kualitas Panoramic View Monitor menjadi HD Resolution, agar visual jalan dan area sekitar mobil dapat terlihat lebih jelas. Pada tipe G, V, G HEV dan V HEV, kualitas Back Camera turut ditingkatkan menjadi HD Resolution. Pada fitur keselamatan lainnya, terdapat Tire Inflator pada seluruh tipe, untuk mengisi udara pada ban dan mengukur tekanan udara ban.

Memanfaatkan Teknologi Telematika

Perangkat T Intouch pada tipe V, V HEV, dan Q HEV, kini memiliki fungsi In-Car Wi-Fi Hotspot untuk memperluas jangkauan internet. Fitur ini dapat dikendalikan melalui aplikasi mToyota, yang memungkinkan pelanggan untuk mengakses berbagai layanan In-Car berbasis internet. Melalui Connected Head Unit dan Connected Rear Seat Entertainment (RSE).

Fitur ini makin optimal, melalui kerjasama dengan Telkomsel sebagai penyedia In-Car Wi-Fi Hotspot dan IoT Connected Car. Pelanggan dapat memanfaatkan teknologi telematika canggih ini dalam dua kategori. Pertama, Out-of-Car Connectivity via menu T Intouch di aplikasi mToyota. Lalu In-Car Connectivity melalui Connected Head Unit dan Connected Rear Seat Entertainment di dalam mobil.

Selain itu, juga tersedia Convenience Services seperti Travoy untuk memantau kondisi lalu lintas, check dan top-up uang elektronik, Voice Command, dan Concierge Service. Dengan adanya koneksi internet yang stabil dari In-Car Wi-Fi Hotspot, pelanggan bisa tetap terhubung, mengakses pekerjaan, hingga melakukan video conference melalui perangkat pribadi.

Dengan sederet pengoptimalan yang diterapkan oleh Toyota pada Kijang Innova Zenix, maka nampaknya MPV keluarga ini dapat menjadi pilihan. Apalagi dapat mengakomodir kebutuhan para konsumen yang memerlukan kendaraan hybrid buatan Toyota.

Suzuki XL7 Hybrid Muncul Bulan Depan?

Bermain di segmen hybrid bukan hal baru bagi Suzuki, baik di pasar internasional maupun di pasar Indonesia. Khusus untuk di pasar otomotif Tanah Air, Suzuki telah menggarap pasar kendaraan hybrid melalui kehadiran Ertiga Diesel Hybrid di tahun 2017 dan All New Ertiga Hybrid di tahun 2022. Guna melengkapi lini produknya di Indonesia, hadir gambar teaser kendaraan baru di akun Instagram @suzuki_id milik PT Suzuki Indomobil Sales. Besar kemungkinan merupakan sosok XL7 Hybrid.

Jika memang XL7 Hybrid menjadi produk baru Suzuki pada tanggal 15 Juni 2023 nanti, maka tidak menutup kemungkinan mobil ini mengacu pada unit XL6 Hybrid yang lebih dahulu diperkenalkan di pasar India. Wajar saja, sebab sejumlah produk Suzuki yang beredar di Indonesia pun tidak berbeda dengan lini produk di India.

Rasanya, teknologi yang bakal diusung pada Suzuki XL7 Hybrid pun sudah familiar bagi kami. Sebut saja mesin K series 1.5 liter dengan Integrated Starter Generator, dipadu bersama baterai Lead acid dan Lithium-ion. Jika masih memakai sistem Smart Hybrid (mild hybrid), maka teknologi tersebut sama dengan All New Ertiga Hybrid.

Namun, jika sudah menerapkan teknologi Progressive Smart Hybrid, maka mesinnya mendapat ‘asupan’ sistem DualJet. Bahkan, All New XL6 Hybrid untuk pasar India telah menggunakan transmisi otomatis 6-speed, bukan 4-speed lagi. Asyiknya, sudah ada fitur Paddle shifter juga. Semoga saja teknologi Progressive Smart Hybrid dan transmisi otomatis 6-speed tersebut hadir di XL7 Hybrid nanti.

Untuk interiornya, kemungkinan Suzuki masih memberikan aksen warna hitam pada kabin XL7 Hybrid. Hal tersebut menjadi karakter yang membedakan dengan Ertiga yang menggunakan aksen interior warna coklat atau krem. Jika terkait banderolnya, maka kami menduga bisa melebih angka Rp 300 juta. Harap bersabar ya…