The New Audi Q5 Sportback, SUV Premium dengan DNA Quattro

Setelah penasaran dengan ‘teaser siluet’ terbaru dari Audi beberapa waktu lalu, kini Audi Indonesia resmi meluncurkan generasi terbaru dari Audi Q5 Sportback. Model anyar ini membawa filosofi “The New Shape of Luxury”, eksterior atletis, teknologi digital terbaru, serta performa khas Audi dengan penggerak legendaris quattro.

Menurut Edo Januarko Chandra, Chief Operating Officer Audi Indonesia, pelanggan premium saat ini tidak hanya mencari kemewahan dalam bentuk material atau fitur, tetapi juga pengalaman berkendara yang terasa lebih personal dan relevan dengan gaya hidup modern.

Desain Sportback

Desain eksterior The New Audi Q5 Sportback kini tampil lebih ekspresif. Siluet atap bergaya Sportback mengalir hingga buritan menciptakan tampilan coupe-SUV yang sporty.

Bagian depan menampilkan Singleframe grille generasi terbaru terpadu dengan Matrix LED Headlights lengkap dengan dynamic indicators. Sementara di belakang, Digital OLED Rear Lights menghadirkan visual modern dan futuristis.

Audi menghadirkan warna hero District Green yang menjadi simbol arah desain terkininya. Paduan velg Audi Sport 20-inci desain 5 twin-spoke dan panoramic sunroof, membuatnya makin elegan.

Kabin Mewah dengan Teknologi Intuitif

Dalam kabinnya, Audi membekali Q5 Sportback terbaru dengan Audi Virtual Cockpit Plus berukuran 12,3-inci yang menyajikan berbagai informasi kendaraan secara digital dan mudah dipahami.

Sistem infotainment MMI Navigation Plus menjadi pusat kendali berbagai fungsi kendaraan. Tak ketinggalan, Bang & Olufsen Premium Sound System siap membuat kabin serasa ruang lounge premium selama perjalanan.

Kenyamanan semakin sempurna berkat Ambient Lighting Package Plus dengan personalisasi suasana kabin sesuai preferensi pengguna. Tersematnya panoramic sunroof makin memberikan kelapangan kabin untuk pengalaman berkendara yang lebih menyenangkan.

Mesin 201 hp dan Sistem Quattro Generasi Terbaru

Audi Q5 Sportback tetap mempertahankan DNA performa khas quattro yang melegenda. Hantaran tenaga mesin 2.0-liter TFSI turbo ini mampu menghasilkan tenaga 201 hp dan torsi 340 Nm. Penyaluran tenaga melalui transmisi otomatis S tronic 7-percepatan lengkap dengan sistem penggerak quattro all-wheel drive terbaru. Hmm…makin responsif dan stabil pastinya.

Audi juga memasok berbagai fitur keselamatan dan bantuan pengemudi seperti Adaptive Cruise Assist with Stop & Go, Park Assist Plus, Head-Up Display, Surround View Camera 360 derajat, Lane Departure Warning, Audi Drive Select, hingga Audi Pre Sense Front dengan pedestrian protection.

Harga Audi Q5 Sportback

The New Audi Q5 Sportback kini resmi tersedia di Indonesia dengan harga mulai Rp1,9 miliar.

Setiap pembelian unit mendapatkan paket layanan purna jual berupa servis berkala hingga 3 tahun atau 90.000 km, garansi kendaraan 3+1 tahun hingga 100.000 km, serta layanan Emergency Roadside Assistance (ERA) 24 jam.

Dengan kombinasi sisi premium dan kenyamanan kelas atas, Audi Q5 Sportback ini rasanya siap menjadi salah satu pilihan menarik bagi Anda yang mencari SUV premium dengan karakter sporty sekaligus mewah.

Audi Indonesia Bocorkan Teaser Model SUV Coupe Terbaru

Audi Indonesia kembali membangun rasa penasaran para pecinta otomotif Tanah Air. Setelah sebelumnya menegaskan bahwa teknologi penggerak legendaris quattro tetap menjadi bagian dari evolusi produk terbarunya, kini pabrikan asal Jerman tersebut memberikan petunjuk baru melalui teaser yang menampilkan siluet desain kendaraan yang akan segera diluncurkan di Indonesia.

Meski belum mengungkap identitas model secara resmi, teaser terbaru tersebut memperlihatkan arah desain yang jauh lebih dinamis dan emosional. Garis atap yang melandai tegas, proporsi bodi yang atletis, serta tampilan yang lebih modern mengindikasikan bahwa model anyar ini kemungkinan besar akan hadir dalam format SUV coupe premium yang sedang populer di pasar global.

Dari siluet yang diperlihatkan, kendaraan tersebut memancarkan karakter sporty yang kuat tanpa meninggalkan kesan elegan khas Audi. Pendekatan desain seperti ini menjadi bagian dari bahasa desain terbaru Audi yang telah diterapkan pada sejumlah model generasi terkini di berbagai pasar dunia.

Tak hanya sekadar menghadirkan tampilan baru, model ini juga disebut membawa evolusi teknologi, fitur digital yang lebih intuitif, serta pengalaman berkendara yang semakin personal. Meski demikian, Audi tetap mempertahankan fondasi utama yang selama ini menjadi identitas merek, yakni keseimbangan antara performa, kenyamanan, dan pengendalian yang didukung sistem penggerak quattro.

Chief Operating Officer Audi Indonesia, Edo Januarko Chandra, menjelaskan bahwa model terbaru tersebut merupakan representasi dari arah baru Audi dalam memaknai kemewahan modern.

“Kami melihat model terbaru ini sebagai evolusi yang sangat menarik bagi Audi. Karakter utamanya tetap dipertahankan, termasuk filosofi quattro yang sudah menjadi bagian dari identitas Audi selama lebih dari empat dekade. Namun di saat yang sama, Audi juga menghadirkan pendekatan yang terasa lebih modern, lebih emosional, dan semakin relevan dengan bagaimana pelanggan memaknai kemewahan saat ini,” ujar Edo Januarko Chandra.

Pernyataan tersebut memperkuat sinyal bahwa Audi tengah berupaya menghadirkan produk yang tidak hanya menawarkan performa tinggi, tetapi juga mampu menjawab perubahan gaya hidup konsumen premium yang kini semakin mengutamakan desain, teknologi, dan konektivitas.

Menjelang peluncuran resminya di Indonesia, berbagai petunjuk yang mulai diperlihatkan Audi menjadi gambaran mengenai transformasi yang sedang dilakukan merek asal Ingolstadt tersebut. Siluet yang lebih berani, teknologi yang semakin canggih, serta pengalaman berkendara yang lebih personal menunjukkan bahwa Audi ingin tetap relevan di tengah persaingan segmen premium yang semakin kompetitif.

Satu hal yang dipastikan tidak berubah adalah kehadiran sistem penggerak quattro. Teknologi yang telah menjadi ikon Audi selama lebih dari 40 tahun itu tetap menjadi fondasi utama untuk menghadirkan kestabilan, traksi, dan rasa percaya diri di berbagai kondisi jalan.

Kini tinggal menunggu waktu hingga Audi Indonesia membuka seluruh tabir misteri model terbaru tersebut kepada publik Tanah Air.

quattro: Teknologi Inovatif Audi yang Memadukan Performa dan Kontrol

Ada teknologi yang diciptakan untuk mendongkrak performa. Tapi ada juga teknologi yang pada sukses mengubah cara sebuah industri. Dalam laju industri Audi, teknologi tersebut ialah quattro. Terbukti lebih dari empat dekade sejak pertama kali diperkenalkan, quattro telah menjadi bagian dari DNA Audi. Sebuah teknologi penggerak empat roda yang lahir dari kebutuhan akan kendali dan traksi yang lebih baik. Lalu berkembang menjadi simbol karakter berkendara produk Audi, untuk berbagai kondisi jalan dan cuaca.

Nama quattro tidak hanya identik dengan motorsport, tetapi juga dalam cara Audi membangun setiap pengalaman berkendara. Sesuai dengan slogan Vorsprung durch Technik yakni Keunggulan melalui Teknologi, Audi terus menghadirkan inovasi yang mampu memadukan karakter berkendara. Tentunya dengan pengalaman yang lebih presisi dan lebih stabil.

Gara-gara VW Iltis

Inovasi quattro dimulai pada akhir 1970an, ketika para engineer Audi melakukan pengujian di wilayah bersalju di Eropa Utara. Di sana, mereka melihat sebuah Volkswagen Iltis, kendaraan militer ringan dengan sistem penggerak empat roda, mampu melaju stabil di medan ekstrem. Dari pengalaman tersebut muncul pertanyaan yang kemudian mengubah arah dunia otomotif. Bagaimana jika konsep penggerak empat roda tersebut, diterapkan pada mobil performa yang tetap ringan, cepat, dan nyaman digunakan sehari-hari.

Pada masa itu, sistem all-wheel drive (AWD) umumnya hanya digunakan pada kendaraan off-road yang berukuran besar. Namun, Audi melihat peluang yang berbeda. Pada Geneva Motor Show 1980, Audi memperkenalkan Audi quattro. Sebuah mobil berperforma tinggi produksi massal pertama, dengan sistem permanent all-wheel drive. Inovasi tersebut menjadi titik awal perubahan besar dalam industri otomotif. Untuk pertama kalinya, distribusi tenaga ke empat roda tidak hanya ditujukan untuk medan ekstrem, tetapi juga untuk meningkatkan stabilitas, daya cengkeram, dan kontrol dalam pengalaman berkendara harian.

Dominasi Dalam WRC

Tidak lama setelah diperkenalkan, quattro langsung diuji di gelaran paling spektakuler, yakni World Rally Championship (WRC). Di lintasan reli awal 1980an, mulai dari salju, kerikil, hingga jalan basah dengan traksi rendah, quattro memberikan keunggulan yang sangat signifikan. Ketika mobil lain kehilangan grip, Audi justru mendapatkan kontrol yang lebih baik di hampir semua kondisi.

Beberapa tahun kemudian, dominasi Audi di era Group B melalui Audi Sport quattro menjadikan teknologi ini salah satu inovasi paling berpengaruh dalam sejarah motorsport. Hasil tersebut tidak hanya menghadirkan berbagai kemenangan, tetapi juga mengubah cara pandang industri terhadap potensi sistem penggerak empat roda pada mobil performa. Sejak saat itu, quattro berkembang menjadi standar baru dalam performa modern Audi, sekaligus memperkuat identitas Audi sebagai brand dengan DNA motorsport dan inovasi progresif.

Semakin Disempurnakan

Selama lebih dari empat dekade, quattro terus berkembang menjadi sebuah teknologi pintar yang bekerja secara presisi membaca karakter jalan, distribusi traksi, hingga gaya berkendara pengemudi secara real-time. Dalam kondisi jalan basah, tikungan cepat, hingga permukaan jalan yang tidak stabil, quattro bekerja secara adaptif menjaga daya cengkeram dan kestabilan kendaraan, tanpa mengganggu kenyamanan berkendara.

Seiring waktu, Audi terus menyempurnakan teknologi ini melalui berbagai generasi diferensial dan sistem distribusi torsi yang semakin presisi. Pada banyak model Audi modern, teknologi quattro hadir sebagai elemen yang membentuk rasa percaya diri di balik kemudi. Warisan teknologi quattro kini terus hidup dan berevolusi pada berbagai model Audi modern yang dipasarkan secara global.

Format Lebih Responsif

Memasuki era elektrifikasi, quattro tidak meredup. Bahkan berevolusi ke bentuk yang lebih modern, melalui teknologi electric quattro dan torque vectoring pada lini Audi e-tron global. Melalui distribusi tenaga digital dan pengendalian motor listrik yang lebih presisi, Audi tetap mempertahankan karakter khas quattro dalam format yang lebih responsif, modern, dan efisien.

Hingga saat ini, Audi telah memproduksi lebih dari 10 juta kendaraan dengan teknologi quattro di seluruh dunia. Di tengah perubahan industri otomotif global, quattro tetap menjadi salah satu elemen paling konsisten dalam filosofi Audi dalam mendefinisikan performa. Hingga hari ini, filosofi tersebut tetap hidup di setiap kendaraan Audi yang mengusung nama quattro.

Fiat Sedici

Arti Nama Mobil Italia Yang Terdengar Keren Tapi…

Apalah arti sebuah nama. Yang penting terdengar keren bagi orang luar negeri. Itu mungkin yang ada di benak orang Italia saat memberi nama mobil.

Memang kalimat atau kata dalam bahasa negeri itu selalu terdengar keren, apalagi dengan logatnya yang khas. Meski artinya sepele. Contohnya? Ada di bawah ini.

Maserati Quattroporte

Arti nama mobil Maserati Quattroporte

Artinya Maserati empat pintu. That’s it! Ini memang sedan mewah bikinan Maserati yang punya empat pintu. Yang lebih menarik ada di balik kap mesinnya. Tahun 1963, saat Quattroporte generasi pertama diperkenalkan, sempat jadi sedan tercepat. Kini, pesaing Porsche Panamera ini dibekali mesin V6 3,0 liter atau V8 3,8 liter.

Alfa Romeo Stradale 33

Stradale 33

Ini salah satu mobil dengan bentuk yang indah dilihat. Tidak ada sudut dan lekukannya rapi. Performanya juga juara. Arti namanya? Stradale adalah Jalan Raya. Alfa Romeo Jalan Raya. Ya. Sudah itu saja.

Alfa Romeo Disco Volante

Satu lagi mobil keren dari Alfa Romeo, meski hanya muncul satu tahun (1952-1953). Bentuknya futuristis agak aneh karena lahir sebagai mobil balap yang mengedepankan aerodinamika. Versi modernnya dibuat oleh Carrozzeria Touring tahun 2013. Arti namanya juga tidak kalah ‘antik’. Disco Volante adalah piring terbang dalam bahasa Italia.

Ferrari 488 Pista

Ferrari Pista

Salah satu Ferrari favorit kami selain FF. 488 Pista diciptakan untuk kecepatan dengan nama yang sesuai: Pista. Artinya jalur lintasan, atau bisa juga artinya melacak. Coba minta orang Italia mengucapkan Pista. Dengan logatnya, akan terasa ini mobil kencang. Coba minta teman Anda bilang Pista. Pasti aneh. Yang pasti, jangan mengatakan Pista ke orang Ukraina, Persia, Estonia. Bisa diajak adu jotos. 

Audi Quattro

Arti nama mobil audi quattro

Audi memilih nama Quattro untuk mobil yang mengubah peta persaingan otomotif baik di bidang balapan maupun produksi masal. Artinya? Empat. Merepresentasikan gerak empat roda yang terpasang. Audi Empat. Pasti ilfil…Dan jangan juga beri nama anak Anda dengan Audi Quattro. Kami mohon…

Fiat Cinquecento

Nama mobil

Mobil perkotaan yang biasa saja. Namanya terdengar keren padahal tidak istimewa dan kami kesulitan mengetikannya. Cinquecento artinya 500. Mesin paling besar yang dipakai berkapasitas 1,1 liter. Mobil ini dibuat sejak 1991 – 1998. Laku terjual lebih dari 1,5 juta unit.

Fiat Sedici

Arti nama mobil fiat sedici

Ini adalah hasil kolaborasi Fiat dengan Suzuki. Basisnya SX4, yang desainnya digurat oleh Giugiaro. Untuk versi Fiat, ada sedikit perubahan di grill dan beberapa bagian lain. Sedici sendiri artinya 16. Kenapa 16? Karena mobil ini berpenggerak 4×4. Paham?

Fiat Uno

Fiat Uno

Pasti paham ini artinya Satu dalam bahasa Italia. Fiat Uno pastinya terdengar lebih keren daripada nama mobil Fiat Satu atau bahkan Fiat One sekalipun. Betul?

Ferrari F430 Scuderia

Ferrari 430 Scuderia

Salah satu Ferrari yang berhasil di pasaran. Arti Scuderia adalah Stable dalam bahasa Inggris. Ini bisa multi tafsir. Pertama, stabil. Mencerminkan kemampuan berlari sang mobil. Yang kedua, kandang kuda. Yah, kita anggap saja yang pertama. Kan, tidak oke kalau F430 Kandang Kuda.

Ferrari Tetarossa

Lagi-lagi, salah satu icon dunia otomotif. Testarossa, atau kepala merah. Ini mencerminkan warna kepala silinder mesin (cylinder head) yang dicat merah. Bukan merah warna body-nya.

Lamborghini Countach Quattrovalvole

Lamborghini Countach

Kalau ada Testarossa, harus ada Countach juga. Ini menarik. Countach sendiri sebetulnya tidak punya arti. Hanya suara ekspresi orang Italia kalau menghadapi sesuatu yang diluar dugaan. Lalu Quattrovalvole. Artinya empat katup. Atau empat klep. Ada empat klep di setiap silinder. Lamborghini *****!! Empat Klep.

Audi Quattro

10 Mobil Rally Terbaik Yang Sulit Digantikan

Kalau balap Formula One (F1) dianggap sebagai puncak dari segala balapan, maka kejuaraan rally dunia (WRC, World Rally Championship) mungkin berada di sebelahnya. F1 memang balapan yang menantang dan membutuhkan keahlian khusus untuk bisa mengendarai mobil di sirkuit dengan kecepatan lebih dari 300 km/jam. Tapi WRC mobilnya dikendarai lebih dari 180 km/jam di jalanan terbuka yang bukan hanya aspal.

Karena itu, tidak hanya skill pengemudi, sebuah mobil rally dunia memerlukan kekuatan ekstra. Dibangun dari mobil jalan raya, dimodifikasi untuk menembus medan berat ratusan kilometer, dengan harapan bisa jadi yang paling cepat. Kekuatan ekstra ini yang menjadikan sebuah mobil reli mendapat predikat ‘legend’. Dan karena dibangun dari mobil biasa, bentuknya jadi lebih mudah dipahami siapapun yang menonton.

Kami hadirkan sepuluh mobil rally yang memang legendaris dari masa ke masa, diurutkan secara acak. Selain kencang, kuat, juara dunia konstruktor dan/atau juara dunia untuk perelinya, juga enak dipandang. Selamat menyimak.

Fiat Abarth 131

Fiat abarth 131

Di Indonesia, Fiat 131 lebih dikenal sebagai Mirafiori dengan empat pintu. Hadir di akhir 1970-an. Kiprah mobil ini di WRC juga cukup mengejutkan. Abarth, tuner resmi Fiat menghasilkan sedan dua pintu yang tangguh dan lincah. Hasilnya, pabrikan Italia ini cukup bangga dengan juara dunia 1977, 78 dan 1980.

Peugeot 205

Peugeot 205 T16 WRC

Peugeot 205 adalah salah satu mobil hatchback yang sukses. Tercatat lebih dari lima juta unit laris terjual. Tapi yang paling menonjol adalah Peugeot 205 T16. Dibangun untuk kejuaraan reli dunia Group B, dimana tim bebas memodifikasi mobilnya, 205 T16 sukses meraja dan juara dunia tahun 1985 dan 86. Basis mesinnya, kembali digunakan untuk mobil Rally Peugeot 206 di era 2000-an. Dan kembali sukses meraih juara dunia. 

Lancia Delta Integrale

Lancia Delta Integrale

Awalnya, Lancia Delta bukan mobil yang spesial. Kalau Anda lihat bentuk aslinya, kami yakin tidak akan terbayang kalau mobil ini punya sepak terjang hebat di WRC. Tapi itulah kenyataanya. Delta diracik ulang untuk turun di medan reli dan ditambahi nama Integrale. Keseriusan Lancia membuahkan hasil. Delta Integrale memenangkan 46 lomba dan juara dunia dari 1987 hingga 1991, sebelum dominasinya dipatahkan oleh mobil di bawah.

Toyota Celica

Toyota Celica WRC

Toyota Celica lebih dikenal sebagai mobil sport harian. Tapi begitu Toyota meracik Celica untuk turun reli, citra itu berubah. Celica ST185 menjegal dominasi Lancia Delta Integrale dan mengamankan juara dunia tahun 1992 sampai 1994. Setelah ST185, Toyota turun dengan ST205 pada WRC 1995. Namun mereka gagal dengan tidak kalah spektakuler: Diskualifikasi karena terbukti melakukan modifikasi ilegal pada restriktor turbo. Era Celica pun tamat.

Subaru Impreza ‘555’

Subaru Impreza WRC

Kalau Anda lahir tahun 1980-an, kemungkinan besar paham inilah yang melambungkan nama Subaru seperti sekarang. Kehadiran Subaru Impreza di WRC menggantikan Legacy yang tidak sukses. Salah satu perelinya adalah sang legenda Collin McRae. Determinasi dan keahlian McRae, dipadukan engineering hebat oleh Subaru dan tuner Prodrive, membuat mereka sukses menyabet juara dunia konstruktor dan pereli tahun 1995. Tidak hanya tahun itu, Impreza ‘555’ juga juara 1996 dan 1997.

Mitsubishi Lancer Evolution

Mitsubishi Lancer Evo WRC

Inilah jawaban pasti Mitsubishi atas dominasi Subaru di WRC. Meski Lancer Evolution hanya memberikan satu kali juara dunia konstruktor untuk pembuatnya di tahun 1998. Namun pria bernama Tommi Makinen berhasil jadi juara dunia dengan mobil ini. Bukan cuma sekali, tapi sejak  1996 hingga 1999. Dari ajang reli ini, nama Lancer Evolution lantas menjadi salah satu icon kultur otomotif dunia, hingga sekarang.

Lancia Stratos

Lancia Stratos WRC

Bayangkan sebuah supercar Italia bermesin Ferrari, ditinggikan lalu dipacu di lintasan gravel. Itulah Lancia Stratos. Ringan, kecil, punya mesin buatan Ferrari. Tapi tidak seperti supercar lain, Stratos memang dibuat khusus untuk turun sebagai mobil rally di medan WRC. Kalau sempat melihat versi jalan rayanya, Anda beruntung karena mobil tersebut dibuat terbatas, demi memenuhi syarat untuk ikut WRC. Stratos memberikan gelar kepada Lancia tahun 1974 hingga 1976. Meski mobil ini pensiun tahun 1978, citranya tetap menempel sebagai mobil eksotis juara WRC. Tidak ada lagi mobil reli dengan bentuk seperti ini.

Volkswagen Polo R WRC

VW Polo R WRC

VW Polo R WRC mungkin salah satu contoh kesuksesan instan, selesainya juga cepat. Debut pertama kali tahun 2013, dan langsung jadi juara dunia. 43 balapan dimenangkan oleh hatchback ini dan banyak kalangan yang bilang, sebetulnya inilah mobil WRC paling hebat sepanjang masa. Juara dunia konstruktor dan pereli pun diraih di waktu yang sama. Driver Sebastien Ogier jadi yang paling dominan dengan mobil ini. Namun VW Polo R WRC kemudian pensiun tahun 2016, setelah VW juga memutuskan untuk mundur dari kejuaraan.

Citroen C4 WRC

Citroen C4 WRC

Era awal 2000-an, Citroen mengganggu dominasi Mitsubishi, Subaru dan Ford di arena WRC dengan Citroen Xsara. Karena mobilnya juga semakin berumur, mereka memutuskan untuk ganti senjata. Hatchback Citroen C4 kemudian dipilih sebagai basis pengembangan. Hasilnya, C4 yang dikendalikan mantan atlet gymnastic Perancis, Sebastien Loeb, jadi juara dunia konstruktor dan pereli dari 2006 hingga 2010.

Audi Quattro

Audi Quattro WRC

Kalau VW Polo WRC adalah mobil rally yang paling sukses, kami setuju saja. Tapi kalau dibilang yang sukses dan sekaligus mengubah keseruan reli dunia seperti sekarang, ini yang paling bertanggung jawab: Audi Quattro. Bicara melibas jalanan offroad, opsi gerak empat roda pasti paling benar untuk digunakan. Tapi masa-masa awal WRC, tidak satupun yang peduli dan hanya mengandalkan gerak roda belakang (RWD). Audi menggebrak melalui sistem penggerak Quattro AWD dan membukakan mata pelaku WRC, sekaligus badan otomotif dunia. Mobil ini juara tahun 1982 dan 84. 1983 dan 85 mereka jadi runner up.