BMW Motorrad Boyong Sederet Moge Terbaru di IIMS 2025

BMW Motorrad Indonesia Pavillion jadi salah satu booth yang memikat para pengunjung IIMS 2025 di JIExpo Kemayoran, Jakarta. Selain memamerkan model moge terbaru, juga ada berbagai aktivitas seru bagi para pengunjung.

Model moge terbaru yang diluncurkan di IIMS 2025 yakni R1300 GS Adventure, model R 12 S yang bergaya klasik, dan sportbike S1000RR. Ketiganya sukses membuat para pengunjung JIExpo Kemayoran, Jakarta berdecak kagum.

Bawa Tiga Model Terbaru

“Kami memiliki tiga model terbaru yang diluncurkan di IIMS 2025, yakni R1300 GS Adventure, R 12 S, dan S1000RR,”ungkap Josep Amarinto Setiawan, Kepala Produk dan Penjualan BMW Motorrad Indonesia.

Beragam model moge BMW Motorrad yang dipamerkan di IIMS 2025 diboyong oleh PT. Layur Astiti Bumi Kencana selaku importir dan distributor di Indonesia

BMW R 1300 GS Adventure label harganya Rp 1.435.000.000. Model sportbike BMW S1000RR harganya Rp 1.236.900.000. Bagi penyuka model R 12 S, dapat ditebus seharga Rp 990.000.000,

Cruiser Nan Mempesona

Berdasarkan daftar harga yang dikeluarkan BMW Motorrad, model yang paling mahal sebetulnya adalah BMW M 1000 RR yang dibanderol seharga Rp 2,18 miliar. Namun, model termahal yang tersedia di IIMS 2025 adalah BMW R 18 Transcontinental.

Moge berjenis cruiser ini dipasarkan di Indonesia dengan harga Rp 1,6 miliaran, atau tepatnya Rp 1.665.900.000.

Dibandingkan dengan model R 18 standar, tampilan Transcontinental jauh lebih garang. Beragam aksesoris penunjang aktifitas touring jarak jauh yang disematkan jadi ciri khas. Hanya melihat dari kejauhan, sudah pasti ini adalah BMW R 18 Transcontinental.

Fairing dan kaca windshield berukuran besar di bagian depan akan melindungi pengendara dari terpaan angin selama perjalanan jauh.

Mesin boxer berkapasitas 1.802 cc yang dibopongnya merupakan mesin terbesar yang diproduksi oleh BMW Motorrad saat ini. Output tenaga sebesar 91 hp dan torsi puncak sebesar 149 Nm disalurkan ke roda belakang via kopel dan gardan.

Transmisi manual 6-speed yang dibekalkan pun punya karakter tarikan napas panjang. Sangat cocok untuk pengendaraan jarak jauh dengan kecepatan konstan. Moge yang satu ini bahkan dilengkapi gigi mundur yang memudahkan saat keluar dari area parkir.

Fitur Berkendara Canggih

Karena bobotnya yang sekira 400 kg cukup berat, ditambah lagi performanya terbilang besar. Maka ragam fitur berkendara yang dibekalkan sangat lengkap dan canggih. Demikian pula sistem pengeremannya.

Fitur penunjang berkendara pada BMW R 18 Transcontinental antara lain BMW Dynamic Engine Brake Control, ABS dua kanal, hill start assist, cruise control, stability control serta steering stabilizer. Aksi bermanuver di tikungan maupun melintasi trek lurus makin menyenangkan.

Desain jok yang ergonomis meningkatkan kenyamanan saat berkendara bagi rider maupun boncenger. Hard box kompartemen di sisi kiri kanan dan belakang terbuat dari material tahan benturan. Kapasitasnya yang cukup besar bisa memuat lumayan banyak barang bawaan dengan aman.

Layar dashboard penampil fitur berkendara menggunakan layar TFT ukuran 10.25-inci TFT sangat kontras dengan panel instrumen model analog bergaya retro. Sistem audio kelas premium lansiran Marshall bikin makin betah touring.

Aneka Promo Menarik

Untuk memikat calon konsumen selama event IIMS 2025, BMW Motorrad Indonesia menawarkan beragam promo menarik.

Bagi yang membeli secara angsuran kredit, tersedia program pembiayaan dengan bunga cicilan 0% hingga jangka waktu 3 tahun. BMW G 310 GS kini ditawarkan dengan harga spesial yang tentunya lebih murah dibanding harga tahun sebelumnya.

Promo layanan purna jual yang ditawarkan pun cukup menarik. Ada diskon hingga 85 persen untuk jasa servis dan suku cadang. Pemilik moge BMW pun bisa melakukan cek kondisi kendaraan, update software dan bantuan layanan teknis lainnya secara gratis.

Selama event IIMS 2025, BMW Motorrad menyediakan booth servis khusus yang terletak di dekat pintu masuk Gate C. Jadi para pemilik moge BMW Motorrad bisa melakukan perawatan motornya sambil melihat pameran IIMS 2025.

BMW R 12 S Bangkitkan Nostalgia Retro Café Racer Seventies

Moge berdesain sexy tak melulu identik dengan brand Italia. BMW Motorrad berhasil membuktikannya dengan R 12 S model tahun 2025.

Gaya café racer retro modern memang jadi tema yang ingin ditampilkan oleh BMW Motorrad pada R 12 S. Bagai kembali bernostalgia dengan BMW R90 S berkelir Daytona Orange hasil torehan sketsa rancangan Hans Muth di tahun 1975.

Racikan warna Oranye N42 Lava pada sekujur bodi dan tangki nyaris mendekati warna original R 90 S. Sangat kontras dengan frame tralisnya yang hitam.

Aksen warna brushed aluminium dan pinstripping warna merah yang disematkan pun identik. Bahkan cover filter udara pun dihiasi huruf “S” merah agar otentik.

Stang widebar berkelir hitam serasi dengan nuansa warna Oranye pada windshield dan tangki. Klem segitiga garpu dan komstir pakai Shadow & Shadow II Billet berbahan aluminium.

Sepasang instrumen analog model bulat yang dibekalkan sangat nostalgic. Lebih pas daripada versi layar digital TFT.

Pelek pakai model jari-jari rim aluminium Option 719 Wheel Classic II ukuran 17×3.50 in (depan) dan 17×5.50 in (belakang). Ban depan pakai ukuran 120/70ZR-17 dan ban belakang berukuran 180/55ZR-17.

Rem depan pakai cakram ganda 310 mm yang diapit kaliper radial 4-piston. Rem belakang pakai cakram tunggal 265mm yang dicengkeram kaliper rem 2-piston. Sistem rem ditunjang ABS Pro dua kanal lansiran BMW Motorrad bawaan R nineT.

Sistem suspensi depan pakai garpu teleskopik adjustable 45 mm. Lengan ayun belakang ditopang monoshock adjustable.

Fitur Berkendara Modern

Gaya boleh oldskool, tapi fitur berkendara harus tetap kekinian. Sejumlah fitur bantu berkendara dibekalkan. Mulai dari Hill Start Control, Gear Shift Assist Pro, hingga Cruise Control. Masih bisa ditambah lagi dengan Tire Pressure Control (RDC), Anti-Theft Alarm System (DWA), Intelligent Emergency Call, dan Connected Ride Control.

Meskipun lampu depan model bulatnya bergaya retro, tapi sudah dilengkapi fitur sorotan adaptif Headlight Pro. Saat sedang menikung, sorot lampu akan ikut berbelok.

Tersedia tiga mode berkendara yang dapat dipilih sesuai kondisi berkendara: RAIN, ROAD, dan DYNAMIC. Settingnya dapat disesuaikan dengan karakter dan gaya berkendara masing-masing rider.

BMW R 12 S memang terinspirasi dari R 90 S era seventies, tapi mesin boxernya tetap pakai generasi modern. Mesin boxer 2-silinder 1.170 cc tanpa radiator yang dibopong berbasis dari R 12 nineT. Sistem injeksi pakai throttle body berventuri 50 mm.

Output tenaganya 109 hp dengan torsi puncak 115 hp. Jauh lebih greget dibanding mesin R 90 S yang hanya bertenaga 64 hp.

Mainkan transmisi manual 6-speednya, dan rasakan desir angin saat melesat hingga mencapai top speed 198 km/jam.

Label harganya yang mulai dari $21.590 (Rp 343 jutaan) memang sedikit lebih mahal dari R nineT 2024 yang dibanderol $16.300 (Rp 259 jutaan). Tapi untuk sebuah kepuasan yang tiada tara, mahal atau murah itu relatif.

 

 

 

Kenapa Ada Motor BMW di Concorso d’Eleganza Villa d’Este?

Pameran mobil klasik tahunan Concorso d’Eleganza Villa d’Este yang berlangsung di Lake Como, Italia jadi ajang berkumpulnya para  kolektor mobil multinasional. Secara kebetulan event yang dihelat pada 25-26 Mei 2024 ini dikelola dan disponsori oleh BMW Group.

Tentu saja BMW Motorrad sebagai anak perusahaan dari BMW Group tak ingin melewatkan momen Concorso d’Eleganza Villa d’Este ini begitu saja. Mereka memperlihatkan BMW R20 Concept.

Mesin Boxer 2.0-Liter!

Ya, Anda tak salah baca. Mesin boxer yang dibopongnya memiliki kubikasi 2.0-liter. Lebih besar dari mesin boxer twin-cylinder 1.8-liter BMW R18.  Sayangnya, BMW belum membocorkan spek mesin dari R20 Concept.

Belum dapat dipastikan apakah ini adalah mesin jenis baru atau hasil upgrade dan bore-up dari mesin silinder ganda milik BMW R18. Tapi kalau memperhatikan konfigurasi sepasang laras knalpot model megaphone yang menjulur ke belakang, mungkin memanfaatkan mesin yang serupa. 

Desain Monster Jalanan

Dibandingkan dengan tampilan R18 yang bergaya roadster, BMW R20 Concept lebih kental dengan gaya street fighter.

Tangki besar berbahan aluminium dengan gaya retro ala R80 Dakar era ’80an dilabur warna Pink. Sangat kontras dengan sasis tubularnya yang berwarna hitam.

Mesin didominasi warna silver dan hitam doff dengan kop silinder aluminium anodized bergaya klasik. Sepintas gaya desain R20 Concept berkiblat pada BMW R nine T, hanya saja ukurannya jauh lebih besar dan kekar.

Lampu depan LED yang dibingkai aluminium menguatkan aura street fighter. Jok tunggal minimalis berlapis kulit Alcantara warna hitam ala R nine T dibuat sedikit mendongak. Lampu rem dan sein LED tersembunyi di bawah jok.

Stang model fatbar juga dilabur warna hitam dengan spidometer dari R12. Nampak jelas bahwa ini adalah motor yang memberi kepuasan berkendara seorang diri dengan gaya yang agresif.

Desain swing arm belakang yang terhubung dengan kopel terlihat sexy dalam laburan warna Silver. Jujur, ini bagian favorit kami. 

Untuk menguatkan kesan retro, pelek 17-inci model jari-jari pada roda depan dan model monoblock bertapak lebar pada roda belakang dilabur warna hitam. Senada warna segitiga komstir dan garpu depan Öhlins serta spatbor yang juga hitam.

Cakram depan dan belakang tak disebutkan berapa ukurannya. Kemungkinan seukuran dengan R18. Sistem rem ini dipasok oleh ISR, brand asal Swedia.

Tak disebutkan apakah BMW Motorrad bakal memproduksi R20 Concept dalam waktu dekat. Namun jika benar-benar masuk jalur produksi, kemungkinan R20 bakal berada di atas R18 dan R nine T.

 

 

BMW New R 12

BMW Motorrad R 12 dan R 12 nineT 2024, Perpaduan Klasik dan Asik

BMW Motorrad mengumumkan kehadiran produk baru untuk masa edar 2024. Inilah BMW R 12 dan R 12 nineT. Memang bukan all new (model baru) tapi keluarga R 12 diberikan peningkatan di beberapa hal.

BMW R 12 nineT didesain untuk jadi roadster dengan desain klasik. Diklaim memberikan pengendaraan yang rileks baik di perkotaan atau jalanan berliku. Sesuai dengan namanya, nineT adalah produk BMW yang mengedepankan tema desain tersebut, digabungkan dengan teknologi modern. Dan kini, embel-embel nineT diturunkan pada beberapa produk, yang menggunakan bentuk klasik. Termasuk untuk keluarga R 12 yang Anda lihat di sini.

Sementara untuk BMW R 12 ‘biasa’, didesain untuk jadi cruiser. Diklaim memberikan pengendaraan menyenangkan untuk jarak jauh. Hal tersebut ditegaskan dengan tema produk ‘The Spirit Of Easy’. 

Rangka Baru

BMW R 12 nineT

Persamaannya, kedua motor ini menggunakan mesin boxer berpendingin udara dan oli, khas motor BMW. Kapasitasnya 1.170 cc namun ada perbedaan tuning untuk kedua motor ini. R 12 memiliki tenaga 95 hp dengan torsi 109,8 Nm. Sedangkan R 12 nineT punya tenaga lebih besar dengan 109 hp. Torsinya 115,2 Nm.

Sebagai rangka, kedua New R 12 menggunakan frame tralis tubular dengan sub-frame model bolt on. BMW mengatakan rangka ini benar-benar baru. Suspensinya model up side down di depan dengan diameter shock 45 mm. Khusus R 12 nineT, bagian ini bisa diatur kekuatan rebound dan kompresinya. Untuk penopang belakang, keduanya diberikan swing arm dengan monoshock yang geometrinya dihitung ulang oleh BMW.

BMW R 12

Rodanya menggunakan pelek dengan ukuran berbeda. R 12 nineT diberikan ukuran 17 inci untuk depan dan belakang. Sedangkan R 12 ukurannya ‘belang’. 19 inci di depan dan 16 di belakang. Untuk pengereman, keduanya mengandalkan cakram 310 mm dengan kalliper 4-piston. Belakang mengandalkan kaliper piston ganda yang menjepit disc brake 265 mm.

Rock and Roll

Sebagai bawaan standar, tersedia instrument cluster bulat klasik dengan jarum analog. Versi nineT dibekali dengan tachometer, sedangkan di R 12 tachometer ini jadi fitur opsional.

BMW Motorrad juga menyediakan layar TFT ukuran 3,5 inci sebagai peranti opsional. Di dalamnya, tersedia tampilan yang sederhana: Kecepatan, posisi gigi dan riding mode.

Bicara mode berkendara, R 12 dan versi nineT diberikan pembeda sesuai peruntukannya. R 12, selain mode Normal ditambahkan Rock dan Roll. Sementara di R 12 nineT ada mode Rain, Road dan Dynamic.

BMW CE02 motor listrik akan dirakit di India.

India Dipastikan Rakit Motor Listrik BMW CE02

Jujur, tidak terlalu mengejutkan kalau BMW Motorrad akhirnya memutuskan untuk merakit motor listrik BMW CE02 di fasilitas milik TVS India. BMW dan TVS punya cerita manis yang masih terjalin hingga sekarang berkat produk bersama, G 310 dan variannya.

Kali ini, giliran motor listrik CE02 yang menumpang dirakit di fasilitas Hosur, Chennai, India. Produksinya sudah dimulai dua hari lalu. Namun CE02 tersebut bukan ditujukan untuk pasar India. Melainkan khusus untuk ekspor ke pasar global. Contohnya Amerika Serikat. Di negara adidaya itu, CE02 dipasarkan dengan harga US $7.599.

BMW CE02

BMW CE02 adalah skuter dengan bentuk yang agak tidak biasa. Apalagi kalau dibandingkan dengan ‘kakaknya’, CE04.Meski sama-sama nyentrik. Stang tinggi, pelek 14 inci dibalut ban berukuran 120/80 dan 150/70 untuk depan dan belakang. Akibatnya, membuat motor ini terlihat serbaguna dibawa ke mana saja. Meski sebetulnya motor ini lebih untuk mobilitas urban.

Suspensi depan menggunakan garpu model up side down dengan swing arm tunggal di belakang. Penggeraknya bertenaga 11 kW atau sekitar 15 hp. Torsinya menyentuh 55 Nm. Baterainya diberikan kapasitas 2 kWh yang diklaim bisa mencapai 90,1 km.

Motor listrik BMW CE02

Karena ini motor premium, fiturnya tidak perlu diragukan. Mulai dari lampu depan LED, layar informasi TFT 3,5 inci, hingga mode berkendara. Jangan lupa bisa dihidupkan tanpa kunci (keyless), punya rem dengan ABS dan kemampuan untuk bergerak mundur.

BMW CE02 juga akan dijual dengan aksesoris khas urban seperti luggage set, windscreen dan sebagainya. Untuk pasar India sendiri, CE02 kemungkinan baru akan tersedia mulai 2024 mendatang. Harganya pasti lebih murah dari harga di pasar Amerika tadi.

BMW Motorrad Luncurkan Versi Upgrade Jajaran F GS

Model sepeda motor terbaru yang dijanjikan oleh BMW Motorrad akhirnya muncul juga. Pabrikan asal Jerman ini melansir jajaran model touring enduro BMW F GS.

Sejumlah sentuhan update diimbuhkan pada model F 800 GS, F 900 GS, dan F 900 GS Adventure. Seperti apa detailnya?

Update Rangka

Jajaran model F GS terlahir sebagai motor penerabas trek off-road. Oleh sebab itu sektor performa, suspensi dan rangka adalah tiga serangkai tak terpisahkan yang harus selalu diupgrade.

Ketiga varian pada seri jajaran F GS menggunakan rangka model jembatan. Tak hanya materialnya saja yang terbuat dari baja yang kokoh namun lentur dan berkualitas tinggi. Titik sambungan pengelasan sangat diperhatikan. Tentunya agar rangka kuat menahan siksaan di medan off-road. Rangka patah saat beraksi adalah sebuah aib bagi pabrikan sepeda motor, terutama motor jenis off-road.

Kapasitas CC Mesin Naik

Setting performa mesin twin-parallel tak hanya direvisi. Kubikasi mesin kini volumenya naik dari 853 cc menjadi 895 cc.

Dengan adanya upgrade pada setting dan volume mesin, model F 800 GS versi standar kini bertenaga 87 hp. Untuk rider pemula, tersedia varian bertenaga 48 hp.

Model F 900 GS dan versi F 900 GS Adventure pun output tenaganya kini terdongkrak menjadi 105 horsepower.

BMW F 800 GS

Untuk harga paling terjangkau dan juga untuk para rider pemula, pilihan paling pas adalah F 800 GS.

F 800 GS adalah versi kelahiran kembali dari F 850 GS yang diluncurkan pada tahun 2018 silam. Dibandingkan dengan pendahulunya, para perancang di BMW Motorrad mengimbuhkan beragam fitur terkini.

Headlamp kini telah menggunakan LED. Speedometer analog kini diganti layar TFT berukuran 6.5-inci. Tersedia tiga varian trim yakni Basic, Sport, dan Triple Black. Masing-masing dibedakan dari kemasan warnanya: Lightwhite, Racing Blue, dan Blackstorm Metallic.

BMW F900 GS

Di antara seluruh jajaran F GS yang diluncurkan, yang paling banyak mengalami ubahan dan upgrade adalah model F 900 GS.

Tak sebatas setting mesin saja yang diramu ulang. Konstruksi sasis dan bodi pun turut dipermak ulang. Tak hanya untuk menghasilkan dinamika berkendara dan ergonomi yang lebih baik. Bobotnya pun dikabarkan kian ringan.

Tangki BBM kini menggunakan bahan plastik yang bobotnya lebih ringan. Headlamp pun desainnya berubah.

Tabung silencer knalpot lansiran Akrapovic yang digunakan pun bobotnya lebih ringan. Tak heran jika kini bobot total F 900 GS kini lebih ringan 14 kg.

Garpu depan teleskopik upside-down fully adjustable kini menggunakan model terbaru lansiran Showa.

Versi terbaru BMW F 900 GS tersedia dalam tiga varian: Basic dengan warna Blackstorm Metallic, Passion dengan warna Sao Paulo Yellow, dan GS Trophy yang dikemas dengan  livery khas Lightwhite/Racing Blue Metallic.

 F 900 GS Adventure

Bagi para petualang sejati yang gemar mengembara di medan off-road extreme, model F 900 GS Adventure adalah pilihan paling pas.

Upgrade yang diimbuhkan sejatinya sama seperti F 900 GS biasa. Hanya saja terdapat pembeda.

Sistem suspensi menggunakan versi berpengaturan elektronik Dynamic ESA (Electronic Suspension Adjustment). Rider dapat lebih leluasa melakukan setting suspensi secara mandiri untuk beragam trek yang akan dilalui.

Tersedia dua variant: Basic denga livery warna Blackstorm Metallic) dan Ride Pro yang dibalut warna White Aluminium.

Jika ingin sensasi berkendara yang lebih greget di trek off-road, tersedia paket opsional Enduro Pro untuk seluruh varian model F 900 GS, termasuk versi Adventure.

Upgrade pada sektor suspensi meliputi garpu teleskopik upside-down dengan tabung berlapis titanium nitride dan fully adjustable central spring strut. Paket ini juga meliputi tambahan peninggi setang, dan rantai M Endurance yang lebih kuat menahan hentakan torsi besar.

Tak sabar ingin segera menyambangi dealer BMW Motorrad untuk meminangnya? Sabar, ketersediaan unit dan label harganya akan diumumkan dalam waktu dekat.

Ehm, setidaknya siapkan dana sedikit lebih banyak…

BMW CE 02, Moped Bagi Semua Kalangan Usia

Event tahunan BMW Motorrad Days kembali dihelat di kota Berlin, Jerman pada 7-9 Juli 2023 lalu. Event yang berlangsung di Berlin Messe ini dimanfaatkan oleh BMW Motorrad dengan meluncurkan sepeda motor listrik terbarunya, BMW CE 02.

Meskipun bentuknya sepeda motor, tapi pihak pabrikan justru menyebut CE 02 ini sebagai “eParkourer”. Sebuah gimmick agar terkesan unik dan beda?

Sepeda Motor Listrik Atau Moped?

Masih ingat dengan Concept CE 02 yang debut perdana tahun 2021 lalu? Nah, BMW CE 02 ini adalah versi produksinya.

Tampilan keduanya sekilas mirip. Bedanya, CE 02 menggunakan foot peg sebagai pijakan kaki. Bukan papan skateboard seperti versi konsepnya. Sementara seluruh sistem lampu telah menggunakan LED.

Bila model BMW CE 04 yang berukuran lebih besar ditujukan sebagai kendaraan harian para profesional muda di perkotaan. BMW CE 02 ini ditujukan bagi rider pemula dan semua kalangan usia.

Rancang Bangun

BMW CE 02 mengadopsi frame double-loop berbahan baja. Meskipun jenisnya moped, tapi suspensi yang digunakan tak kalah dari moge. Garpu depan menggunakan model teleskopik upside-down berperedam hidrolik.

Lengan ayun dan shockbreaker tunggal di belakang mirip skutik 50 cc. Velg cast alloy 14-inci pada roda depan dan belakang desainnya diadopsi dari versi konsepnya.

Kedua roda dilengkapi rem cakram, plus ABS pada rem depan. Uniknya, tuas rem depan dapat disetel.

Ketinggian posisi jok pun cukup rendah yakni hanya 750 mm. Rider usia remaja yang tidak jangkung pun tetap dapat mengendarainya.

Pilih Varian Yang Mana?

BMW CE 02 tersedia dalam tiga varian: Standar, Highline, dan AM- restricted (terbatas). Nah, varian terakhir ini berkaitan dengan aturan berkendara yang berlaku di Jerman.

AM-restricted merupakan kategori kendaraan roda dua bagi pemegang SIM motor kelas pemula kurang dari dua tahun atau pemotor berusia 15-18 tahun dan juga pemotor yang hanya memiliki SIM mobil.

Karena fungsinya mirip moped, maka motor elektrik yang dibekalkan pada CE 02 varian standar dan Highline outputnya hanya 11 kW atau sekitar 15 hp, dengan torsi 55 Nm. Setara skuter bermesin 50 cc.

Khusus untuk varian AM-restricted, outputnya dibatasi hanya 4 kW, atau sekitar 5 hp. Torsi tetap sama, 55 Nm.

Untuk varian Highline kecepatannya dapat mencapai 95 km/jam dengan jarak tempuh maksimum 90 km. Untuk varian AM-restricted, lajunya dibatasi tak lebih dari 45 km/jam.

Mode Berkendara Sesuai Varian

BMW CE 02 standar memiliki dua mode berkendara: Flow dan Surf.

Saat melintasi kemacetan dalam kota yang stop-and-go, pilih mode Flow. Sedangkan mode Surf ditujukan untuk pengendaraan dengan jarak jelajah maksimum.

Pada varian Highline, terdapat mode Flash yang akan melepaskan seluruh potensi berkendara, mirip mode “sporty and dynamic” pada mobil.

Varian standar dan AM-restricted dibekali charger eksternal 0.9-kW. Pengisian daya dari 20 hingga 80 persen menggunakan sumber listrik 110/220V kurang dari 3 jam.

Sedangkan varian Highline dilengkapi charger 1.5kW. Pengisian ulang daya lebih cepat, hanya 1 jam 40 menit.

Standar Atau Extra Lengkap?

Seluruh varian CE 02 dilengkapi fitur Keyless ride, soket USB-C untuk charger ponsel dan layar TFT.

Mau lebih lengkap, pilihannya  Highline. Anda dapat memanfaatkan aplikasi ponsel BMW Motorrad Connected dan membuka mode Cradle. Pada mode ini ponsel anda dapat berfungsi sebagai layar dashboard kedua.

Fitur berkendara yang dibekalkan pada CE 02 Highline antara lain automatic stability control, recuperative stability control, dan reverse assistant.

Di kawasan Amerika Serikat, BMW CE 02 hanya tersedia dalam dua varian beroutput 11 kW. Varian standar dibanderol mulai dari $7,599 atau sekitar Rp 115,4 jutaan.

Untuk varian Highline dilengkapi garpu depan anodized warna gold, body warna Cosmic Black 2, jok Pro tiga warna, hingga grip setang berpenghangat. Untuk tambahan fitur koneksi dan aplikasi ponsel, totalnya menjadi $9,069 atau setara Rp 137,7 jutaan. Mahal juga, ya?

 

BMW Motorrad Boyong R 18 Transcontinental Ke India

Setelah dinantikan kemunculannya, BMW Motorrad India memboyong R 18 Transcontinental model 2023. Untuk segmen kelas premium di India, R 18 Transcontinental merupakan cruiser ketiga BMW setelah R 18 dan R 18 Classic. Seluruh model diimpor ke India dalam kondisi CBU (completely built-up unit).

Cruiser berukuran besar tak cocok untuk kondisi jalan raya di India? Jangan salah, di kota metropolitan seperti Mumbai berseliweran beraneka ragam moge ber-cc besar.

Moge merupakan simbol status kemapanan bagi kalangan elit di Negeri Bollywood. Para konsumennya adalah kalangan pengusaha serta pesohor papan atas.

Anda masih ingat dengan sejumlah model mobil edisi khusus BMW M yang jumlahnya terbatas? Sebagian besar berseliweran di India. Demikian pula halnya dengan BMW R 18 Transcontinental, daftar indennya telah cukup panjang…jauh sebelum motornya mendarat di pelabuhan Mumbai.

Cruiser Mewah Dan Canggih

Meski berbasis dari model R 18, namun Transcontinental jauh lebih besar dari R 18 standard. Body ekstra bongsor dan mesinnya yang besar membuatnya sejajar dengan cruiser premium seperti Honda Goldwing, HD Road Glide Ultra Custom Cruiser maupun Electra Glide

Sesuai kastanya, tampilannya pun terlihat sangat anggun dan berwibawa. Pada bagian depan terpasang fairing lengkap dengan windscreen berukuran besar. Pada bagian depan pun tersemat tulisan ‘BERLIN BUILT’.

Aksen chrome pada sejumlah elemen body dan mesin kian memperkuat aura kemewahan nan elegan.

Mulai dari spion, tuas pada setang, knalpot dan sejumlah aksesoris R 18 Transcontinental bernuansa chrome yang mengkilap.

Panel instrument analognya yang bernuansa klasik dikombinasikan dengan layar digital 10.25-inci sebagai penampil fitur berkendara.

Untuk model tahun 2023, BMW R 18 Transcontinental hadir dalam lima pilihan warna yakni Black Storm Metallic, Gravity Blue Metallic, Manhattan Metallic Matte, Option 719 Mineral White Metallic dan warna kombinasi Option 719 Galaxy Dust Metallic/Titan Silver 2 Metallic.

Aksen garis strip ganda merupakan bagian dari nostalgia motor boxer BMW Motorrad era tahun 1936 yang melegenda.

Fitur Mewah Nan Melimpah

Mesin boxer-twin terbesar dalam line-up motor BMW berkapasitas 1.802 cc yang diusung terlihat menawan. Output tenaga maksimum 91 hp dicapai pada 4.750 rpm dan torsi maksimum 158 Nm dicapai pada 3.000 rpm. Namun demikian, anda tetap dapat merasakan torsi sebesar 150 Nm pada rentang 2.000-4.000 rpm. Performa yang terbilang sangat pas untuk motor jenis cruiser.

Tenaga dan torsi ke roda yang diolah transmisi manual 6-speed diteruskan ke roda belakang via kopel. Ciri khas sepeda motor BMW. Motor ini juga dilengkapi gigi mundur, untuk memudahkan saat hendak keluar dari area parkir.

Tiga mode berkendara yakni Rain, Roll dan Rock dapat dipilih sesuai kebutuhan saat riding.

Fitur berkendara lain yang dibekalkan antara lain Active Cruise Control, Hill Start Control, Automatic Stability Control dan Dynamic Engine Brake Control.

Sebagai pemanja telinga saat touring dipercayakan pada Marshall Gold Series Stage 2 Sound System dengan 6 buah speaker.

“BMW Motorrad memasuki era baru sepeda motor touring mewah dengan diluncurkannya model all-new BMW R 18 Transcontinental. Tampilan yang eye-catching menambah rasa percaya diri saat berkendara.” papar Vikram Pawah, President, BMW Group India.

Perihal label harga, moge kelas premium di India terbilang sangat mahal. Terlebih untuk sepeda motor impor CBU yang pastinya terkena bea pajak barang mewah dan bea impor cukup tinggi.

Sebagai perbandingan, BMW R 18 Transcontinental di Amerika Serikat dibanderol mulai dari $24.995 atau sekitar Rp 379,3 jutaan.

Sedangkan para konsumen di India harus merogoh kocek cukup dalam yakni 3.150.000 rupee yang kurang lebihnya setara Rp 576,6 jutaan. Toh, bagi kalangan elit, harga tak pernah menjadi masalah bukan?

BMW M 1000 R, Superbike Berwujud Naked Roadster

BMW M 1000 R bakal memuaskan para bikers pecinta motor roadster. 

Bagi para pecinta motor roadster kelas satu liter, mungkin moge terbaru dari BMW Motorrad ini akan membuat Anda terpikat. Tak hanya sebuah roadster biasa, motor berlabel M 1000 R ini merupakan versi M Motorsport dari roadster BMW S 1000 R. Motor ini menggunakan mesin 4-silinder 999 cc berpendingin radiator yang berbasis dari BMW M 1000 RR, dan bukan dari versi standar model S 1000 R.

Dibandingkan dengan versi yang diusung oleh S 1000 R, mesin versi M ini punya output 40 hp lebih besar yakni 205 hp yang disuguhkan pada putaran mesin 13.500 rpm. Batas redline meningkat dari 12.000 rpm menjadi 14.600 rpm. Kinerja mesin pun telah mendapat upgrade dari teknologi BMW ShiftCam, yang akan menyesuaikan kinerja katup dengan putaran mesin dan buka-tutup throttle. Saluran intake tak ketinggalan mengalami ubahan desain.

Tak hanya memberi sentuhan pada setting mesin, rasio gigi sproket dan gigi transmisi pun diracik ulang. Untuk meningkatkan tarikan akselerasi, gir belakang 45 mata standard diganti dengan versi 47 mata. Rasio gigi transmisi 4, 5 dan 6 dibuat lebih rapat dari versi S 1000 R. Hentakan torsi maksimum sebesar 112 Nm dapat dirasakan pada putaran mesin 11.000 rpm. Performa mesin diteruskan dari sproket depan ke gir roda belakang via rantai high performance M Endurance.

Peningkatan performa juga ditunjang oleh ubahan pada saluran intake variabel serta penggunaan saluran exhaust bertabung silencer titanium. Tak perlu khawatir, lantunan suara yang dihasilkan oleh knalpot motor ini telah disesuaikan dengan ambang batas kebisingan yang ditetapkan oleh negara tujuan tempat motor ini dipasarkan.

Ada empat mode berkendara

Tersedia empat pilihan mode berkendara mulai dari yang terkalem hingga yang paling agresif yakni Rain (untuk kondisi hujan maupun trek basah), Road, Dynamic, Race, plus mode kustomisasi yakni Race Pro 1-3.

Perpindahan gigi naik dan turun dapat dilakukan dengan cepat berkat shifter yang dilengkapi fitur Shift Assistant Pro. Hal ini memudahkan rider saat melintasi rute berkelok yang membutuhkan respon manuver dan perpindahan gigi cepat dan tak perlu menarik tuas kopling. Bagi Anda yang menyukai tarikan akselerasi cepat maupun torsi dan tenaga di putaran bawah pada berbagai kondisi, motor ini dilengkapi dengan fitur Launch Control, Pit Lane Limiter, dan Hill Start Control Pro.

Perihal akselerasi, motor ini hanya butuh waktu 3,1 detik untuk melesat dari posisi start hingga kecepatan 100 km/jam dan cukup 7,5 detik untuk mencapai kecepatan 200 km/jam. Top speed motor ini mampu menembus angka 280 km/jam.

Dibanding versi standarnya, sistem pengereman telah mengalami upgrade. Fitur teknologi Brake Slide Assist akan mengatur kinerja pengereman dan bahkan Anda dapat melakukan aksi drifting, tapi kami amat sangat tidak menganjurkannya di tengah keramaian jalan raya dalam kota.

Paduan karakter motor balap dan roadster

Kendati motor ini memiliki karakter balap yang kental, namun wujudnya tetaplah sebuah roadster. Oleh karena itu motor ini tetap mengusung fitur standar motor roadster seperti soket USB untuk mengisi ulang daya baterai ponsel. Layar TFT 6.5-inci berfungsi sebagai panel instrument yang terintegrasi dengan M GPS Datalogger dan Lap trigger.

Masih belum cukup? Tenang, BMW Motorrad membekalkan fitur keyless ride, tire pressure monitor dan electronic cruise control. Bahkan penghangat grip akan tetap membuat tangan Anda terasa hangat saat berkendara di cuaca dingin.

Untuk kawasan Amerika Serikat, BMW melabeli M 1000 R dengan harga dasar mulai dari $21.345, plus biaya surat kendaraan sebesar $695. Tipe M 1000 R akan mulai tersedia di jaringan dealer BMW Motorrad di seantero Amerika Serikat mulai Januari 2023 mendatang.

 

BMW CE04

BMW CE 04, Radikal Dan Futuristik, Harganya Menarik

BMW Motorrad Indonesia hadirkan motor listrik CE 04 yang radikal dan tampil beda. 

Dalam rangka mendukung kebijakan pemerintah yang kini fokus dalam mengembangkan kendaraan listrik, BMW Motorrad Indonesia membawa kejutan baru dengan menghadirkan skuter listrik futuristik, BMW CE 04. Patut berbangga, karena BMW CE 04 ini hanya berada di Indonesia untuk pasar Asia Tenggara. Dan yang lebih menarik adalah unit satu ini sudah menjadi milik konsumen dan akan segera dikirim. Hmm…sungguh beruntung sekali.

Sekilas memang identik dengan model BMW CX 400 ataupun CX GT 400, hanya saja lebih panjang dan ramping dibagian belakang. Sesuai Namanya, CE 04 yang mengartikan C sebagai jajaran CX, skuter maxi BMW. Angka 04 sebagai tolok ukur jika skuter listrik ini memiliki kekuatan yang sama dengan versi CX 400.

Headlight depan dilengkapi LED dan Adaptive Headlight Pro. Yang nampak aneh sekaligus keren adalah kompartemen barangnya kini berada di bagian samping, plus ruang penyimpanan kecil di konsol depan. Aneh karena tidak biasa melihat konfigurasi begini. Tapi memang keren. Selain itu, pengendara disuguhi panel instrumen dengan layar TFT 10,25-inci yang terintegrasi peta navigasi dan konektivitas langsung melalui BMW Motorrad Connected apps.

Performa & Suspensi BMW CE 04

Skuter bongsor ini memiliki hantaran daya output sebesar 42 HP dengan torsi 62 Nm, dan siap berakselerasi dari titik nol hingga 50 km/jam dalam waktu 2,6 detik dan melaju di kecepatan maksimal 120 km/jam.

Motor listrik ini menggunakan baterai berkapasitas 60,6 Ah, dan saat kondisi penuh dapat menjelajah hingga 130kilometer dalam sekali pengisian daya selama 4 jam 20 menit. Namun jika pengisian baterai menggunakan fast charging dari kondisi kosong sampai penuh, hanya memerlukan waktu 1 jam 40 menit. Sementara pengisian daya dari 20 persen hingga 80 persen, hanya membutuhkan waktu 45 menit saja.

Bagian kakinya mengandalkan suspensi depan model teleskopik berdiameter 350mm, sementara itu sokbreker belakang terlihat sepenuhnya tertutup. Ban depan menggunakan Pirelli Diablo Rosso Scooter berukuran 120/70 R15 67H, sementara belakang berukuran 160/60 R15 56H. Sistem pengereman menggunakan cakram ganda di depan dan cakram tunggal di bagian belakang. Tak ketinggalan sistem ABS Pro, Automatic Stability Control (ASC), Dynamic Traction Control (DTC), serta mode berkendara dengan pilihan Eco, Rain, Road, dan Dynamic untuk menunjang kesempurnaan berkendara.

BMW CE 04 hadir dalam dua pilihan warna, yaitu Light White untuk versi standar, sementara versi Avantgarde Style tersedia dalam warna Magellan Grey dengan paduan jok hitam-oranye. Motor listrik produksi Berlin ini siap ditebus dengan harga Rp 380 juta off the road. Anda tertarik?