Hyundai Ioniq 5 Limited Edition

Hyundai Tegaskan Kontribusi di Indonesia: 15.000 Tenaga Kerja & 15 Mobil Baru

Hyundai Motors Indonesia (HMID) menegaskan kontribusinya di pasar otomotif Indonesia. Mereka meningkatkan kemudahan dan kenyamanan berkendara, sebagai bagian dari inisiatif berkelanjutan Hyundai untuk memberikan nilai tambah bagi konsumennya.

Selain itu, pabrikan Korea Selatan tersebut juga sukses melakukan ekspor dari Cikarang, ke berbagai pasar otomotif dunia.

Ju Hun Lee, President Director Hyundai Motors Indonesia mengungkap hal tersebut. “Saat ini, kendaraan Hyundai yang diproduksi secara lokal, termasuk model ICE dan EV, telah diekspor ke Asia, Amerika, Afrika, dan Timur Tengah. Pencapaian ini menegaskan kemampuan pabrik Hyundai di Indonesia dalam memproduksi kendaraan yang memenuhi standar global,” kata Ju Hun Lee di Jakarta (21/03).

President Director Hyundai Motors di Indonesia

Ekosistem industri yang dibangun Hyundai di Indonesia juga menyerap lebih dari 15.000 tenaga kerja. Baik yang bekerja langsung di Hyundai Motors Manufacturing Indonesia, Hyundai LG Indonesia, dan Hyundai Energy Indonesia, maupun yang tidak terlibat langsung.

“Tahun 2025, kami akan terus mendukung industri otomotif Indonesia. Dengan memperluas lini kendaraan kami yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan pasar lokal,” tambah Ju Hun Lee.

Mobil Baru Hyundai

COO Hyundai di Indonesia

Pada 21 Maret lalu, HMID juga memperkenalkan Hyundai Ioniq 5 Limited Edition yang dikatakan, “Memadukan desain elegan kendaraan listrik Hyundai dengan budaya Indonesia.”

Disebutkan oleh Franciscus Soerjopranoto, Chief Operating Officer Hyundai Motors Indonesia. “Dengan kebutuhan mobilitas yang terus berkembang, Hyundai berkomitmen untuk menghadirkan lebih dari 15 model baru di Indonesia hingga tahun 2028. Termasuk kendaraan ramah lingkungan. Seperti battery electric vehicle maupun hybrid,” kata Pak Frans, panggilan akrabnya.

Lalu, sejalan dengan komitmennnya untuk mendukung target pemerintah mencapai net-zero emission, Hyundai juga memastikan kelanjutan komitmennya dalam membangun ekosistem kendaraan listrik dari hulu ke hilir.

Bersama dengan rekan CPO, Hyundai menghadirkan lebih dari 600 charging point di seluruh Indonesia. Sekaligus mengenalkan program langganan pengisian daya untuk kendaraan listrik.

Kewajiban Sosial

Masih menurut Frans, Hyundai tidak hanya berkontribusi dalam hal ekonomi. Mereka juga menyediakan program magang untuk berbagai tingkat kesiswaan. “Kami juga menghadirkan program magang bagi mahasiswa di bidang pendidikan. Di bidang olahraga, kami secara aktif mendukung perkembangan sepak bola Indonesia dengan menyediakan solusi mobilitas,” ujarnya

Kewajiban sosial tersebut dipertebal dengan program yang dirancang untuk membantu masyarakat. Contohnya adalah program bantuan banjir untuk konsumen pengguna Hyundai di sekitaran Jabodetabek dan Bandung.

Mengutip pernyataan resmi HMID, “Melalui program ini, pemilik mobil Hyundai yang terdampak banjir dapat memperoleh layanan towing gratis ke bengkel resmi Hyundai terdekat (di luar evakuasi kendaraan saat banjir). HMID juga memberikan diskon suku cadang hingga 20 persen dengan maksimum potongan harga sebesar Rp3.000.000. Pemilik mobil Hyundai yang terdampak banjir juga dapat menikmati diskon biaya jasa sebesar 20 persen, untuk melakukan perbaikan kendaraan di bengkel resmi Hyundai.” Tentunya ada syarat dan ketentuan yang berlaku.

Hyundai VEnue Australian spek

Hyundai Venue Siap Lengkapi Lini SUV Hyundai di Indonesia

Hyundai Motors Indonesia (HMID) dipastikan membawa produk baru untuk tampil di IIMS 2025. Meski mereka hanya menyebutkan SUV, tapi sepertinya Hyundai Venue yang akan dibawa.

Apa itu Hyundai Venue? Ini adalah SUV compact yang ukuran panjangnya 4.040 mm. Lebar 1.770 mm dan tingginya 1.585 mm. Dibekali juga dengan jarak sumbu roda (wheelbase) sebesar 2.520 mm. Melihat ukurannya, Venue akan berhadapan langsung dengan Honda WR-V yang berdimensi panjang 4.060 mm.

hyundai Venue

Di situs NJKB DKI, Hyundai Venue sudah terdaftar dengan harga dasar Rp 179 juta, belum termasuk komponen perpajakan dan lainnya. Terlihat juga, yang akan dijual adalah versi yang disebut GL bermesin 1.0 liter dengan transmisi DCT.

Lebih jauh lagi, jika melihat daftar mesin yang dipakai oleh Hyundai Venue di pasar luar neger, versi 1,0 liter ini menggunakan keluarga mesin Kappa II tiga silinder turbo (bensin), dengan tenaga 118 hp. Torsi puncaknya 172 Nm.

Performa ini mendekati Honda WR-V yang bermesin empat silinder bertenaga 119,2 hp. Namun Torsi WR-V lebih inferior dengan 145 Nm.

Interior Hyundai Venue

Hyundai Venue dirakit di India, Vietnam, Korea Selatan hingga Taiwan dan Nepal. Namun penyebarannya cukup luas. Selain India, tercatat mobil ini dijual juga di Amerika Utara, Australia, Timur Tengah, Vietnam, Selandia Baru dan lainnya. Dan cukup laris. Diperkenalkan pada 2019 di New York Auto Show, hingga 2024 lalu terjual hingga 600.000 unit.

Soal harga pasti, belum terdeteksi. Tapi kami tidak akan terkejut kalau berada di kisaran Rp 250 juta hingga Rp 300 jutaan. Kita tunggu tanggal 13 Februari nanti di IIMS 2025.

Review: Hyundai New Creta N Line Turbo DCT

Nyaris satu bulan setelah peluncurannya, kami akhirnya berkesempatan untuk merasakan langsung Hyundai New Creta. Supaya puas, perjalanan diarahkan menuju Lampung, sejauh 237 kilometer. Awalnya, kami membesut unit Hyundai Creta N Line 1.5 bertransmisi IVT, dari Jakarta. Tapi usai ‘mendarat’ di tanah Sumatra, kami bergeser ke Hyundai Creta N Line 1.5 Turbo bertransmisi DCT 7-speed.

Tergoda sejak peluncuran

Varian ini yang telah menggoda kami sejak tanggal 9 Januari 2025 silam. Memang eksterior varian N Line memiliki perbedaan dengan varian Prime dan Active. Aspek perbedaan paling terlihat ialah bentuk bumper depan dan belakang yang lebih sporty. Tak ketinggalan sepasang muffler tip layaknya mobil sport, serta kaliper rem berkelir merah.

Masuk ke kabinnya, beberapa bagian interior terkena aksen warna merah. Baik pada dashboard maupun di permukaan jok. Setir pada Creta N Line mempunyai model palang tiga. Sedangkan pada varian Prime dan Active masih memakai setir model lama. Shift knob varian N Line pun bergaya sporty, tapi varian lainnya lagi-lagi masih seperti Creta model lama.

Turbo buatan Garrett

Bertengger di balik kap depan, ada seonggok unit mesin bensin empat silinder Smartstream T-GDi, dengan turbocharger buatan Garrett. Mesin berkapasitas 1.5 liter ini punya output nyaris 158 hp di putaran 5.500 rpm. Sedangkan torsi 253 Nm, tersedia linear pada 1.500 hingga 3.500 rpm.

Untuk melalui kendaraan di depan kami saat di jalan tol, kami tidak usah menekan pedal gas dalam-dalam. Apalagi ada mode berkendara yang dapat dipilih sesuai kebutuhan. Asyik betul…

Transmisi DCT (Dual Clutch Transmission) 7-speed, yang punya respons sigap di setiap putaran mesin. Selain itu perpindahan giginya tergolong oke. Ya, kami sempat memiliki keraguan terhadap transmisi DCT ini. Sebab, transmisi ini biasanya punya karakter seperti ‘setengah kopling’ atau ‘geredek-geredek’.

Namun, kami sempat merasakan momen downshift yang terasa agak membuat ‘kagok’, di kecepatan rendah pada jalanan menanjak.

Suspensi tidak istimewa

Kaki-kaki mobil ini bukanlah suspensi yang istimewa. Bagian depan menggunakan konstruksi MacPherson Strut, sedangkan torsion beam bertugas di bagian belakang.

Oleh karenanya, pengendalian Hyundai New Creta masih terasa mirip-mirip dengan Creta sebelumnya. Setidaknya, pijakan pada permukaan jalan didukung oleh velg 18 inci, yang dibalut ban 215/55 R18.

Pengalaman berkendara terasa lebih menyenangkan dengan adanya panoramic sunroof, jok kulit dengan ventilasi, fitur Hyundai SmartSense, sistem konektivitas Bluelink, hingga perangkat audio lansiran Bose.

Secara penampilan, New Creta telah terlihat semakin dewasa, agar dapat menjadi pilihan bagi banyak konsumen di Indonesia. Buat yang berminat Hyundai Creta N Line Turbo, harus siapkan kocek Rp 507, 28 juta (on the road Jakarta).

Hyundai Kona N Line Segera Meluncur di Indonesia

Jelang tutup tahun 2024 PT Hyundai Motors Indonesia (HMID) kian bersemangat menghadirkan produk baru di Tanah Air. Setelah peluncuran duo SUV Tucson dan Santa Fe, kabarnya bakal meluncur satu produk mobil baru jelang penutupan tahun 2024. Apakah sosoknya adalah Hyundai Kona N Line?

Sejak awal tahun HMID membombardir pasar otomotif Indonesia dengan rilisan model mobil baru. Mulai dari all-new Kona Electric, Ioniq 5 N, Creta Alpha, all-new Santa Fe, dan versi teranyar dari Tucson. Bahkan masih ada satu lagi yang bakal jadi pamungkas jelang tutup tahun 2024.

Mobil listrik Hyundai Kona Electric N Line adalah salah satu model N Brand yang cukup populer dan diminati di sejumlah negara.

Sejak bulan November lalu sebenarnya sudah merebak kabar jika Hyundai Kona Electric N Line bakal meluncur di Indonesia

Hal tersebut diperkuat oleh sejumlah petunjuk yang diungkap oleh Franciscus Soerjopranoto, Chief Operating Officer PT HMID, kepada para awak media saat peluncuran Tucson di SCBD, Jakarta.

“Kami akan meluncurkan satu model Battery Electric Vehicle (BEV) baru dalam waktu dekat,” ujar Frans pada awak media.

Selain itu, mobil listrik yang nantinya bakal diluncurkan juga akan diproduksi secara lokal di Indonesia. Dengan demikian, saat ini perakitan Hyundai Motor Manufacturing Indonesia (HMMI) di Cikarang, Jawa Barat sudah punya satu jalur produksi untuk mobil listrik tersebut.

Petunjuk lain pun muncul tersebut saat test drive Santa Fe Hybrid di Bandung pekan lalu. Akan ada model N Line baru yang bakal hadir di Indonesia.

“Seperti yang dulu pernah kami janjikan bahwa Hyundai tidak hanya meluncurkan varian perfomance tapi juga N Line. Tunggu saja,” ungkap Budi Nur Mukmin, Chief Marketing Officer Hyundai Motors Indonesia di Bandung (05/12).

Mobil listrik rakitan lokal…dan model N Line. Hyundai Kona EV N Line? Pasalnya, Hyundai Kona EV N Line saat ini sudah terdaftar di Informasi Nilai Jual Kendaraan Bermotor (NJKB) Badan Pendapatan Daerah DKI Jakarta. Model tersebut memiliki NJKB Rp 418 juta. Sedikit lebih tinggi dari varian Kona baru sebelumnya yang harganya di kisaran Rp 356 – 412 jutaan.

Tentu saja nilai jual yang tertera tersebut belum termasuk pajak seperti BBNKB, PPh, PPN, dan lainnya. Jadi ada kemungkinan label harganya bakal lebih dari yang tertera.

Hanya saja, masih belum dapat dipastikan spek mobil yang bakal segera diluncurkan tersebut. Apakah versi high performance atau Kona EV dengan body kit Hyundai N.

Nah, sama-sama penasaran bukan? Jadi… kita tunggu saja kabar selanjutnya.

Hyundai Santa Fe Hybrid

Review: Hyundai All New Santa Fe Hybrid 2024

Setelah resmi diluncurkan bulan Oktober 2024 lalu, PT Hyundai Motors Indonesia (HMID) mengajak sejumlah awak media untuk merasakan sensasi All New Santa Fe.

Acara media drive yang berlangsung pada 4-5 Desember 2024 ini memang telah kami nantikan. Pasalnya, lokasi yang akan dituju adalah kawasan pegunungan. Jelas sangat pas untuk mengulik tuntas kemampuan SUV terbaru dari Hyundai ini.

Rombongan awak media bertolak dari Jakarta menggunakan wahana kereta cepat Woosh menuju Stasiun Padalarang. Nah, dari sinilah perjalanan dimulai. Kami pun menjelajah area seputar Kawah Kamojang di Garut, Jawa Barat.

Performa Hybrid Tak Kalah Greget

All new Hyundai Santa Fe yang dipasarkan di Indonesia terdiri dari dua versi, bermesin bensin non-hybrid (ICE) dan mesin hybrid.

Masing-masing versi Santa Fe tersedia dalam dua varian, Prime dan Calligraphy.

Versi ICE dibekali mesin bensin 4-silinder Smartstream G2.5 GDi (Gasoline Direct Injection). Kinerja mesin kian sempurna dan efisien, berkat teknologi katup Continuously Variable Valve Duration (CVVD). Transmisinya automatic 8-speed yang dipadukan dengan sistem penggerak roda depan (FWD). Output tenaganya yang sebesar 300 hp dicapai pada 6.100 rpm. Sedangkan torsi puncak sebesar 421 Nm bermain di rentang 1.650-4.000 rpm. Sangat greget bukan?

Versi kedua yakni Santa Fe Hybrid dibekali mesin Smartstream G1.6T-GDi HEV. Mesin bensin empat silinder 1.598 cc turbochargerm menghasilkan tenaga maksimum sebesar 177 hp yang dicapai pada 5.500 rpm. Sedangkan torsi puncak sebesar 265 Nm bermain di rentang 1.500-4.500 rpm. Tak heran tarikannya cukup gesit dan responsif.

Modul hybrid HEV-nya memanfaatkan motor elektrik berdaya 44,2 kW (59 hp) dengan torsi 264 Nm yang bekerja mulai 1.700 rpm. Kombinasi mesin dan sistem hybrid menghasilkan tenaga 230 hp dengan torsi 367 Nm. Transmisinya automatic 6-speed dengan sistem penggerak roda depan (FWD). Nah, versi hybrid inilah yang kami kendarai.

Rute yang dilewati sangat beragam, mulai dari jalan tol hingga jalur pegunungan yang banyak tanjakan dan berkelok. Ini momen yang pas untuk membuktikan kemampuan Santa Fe Hybrid dalam menunjang beraneka aktivitas dan mobilitas penggunanya.

Fun To Drive

Mulai dari titik start di Stasiun Padalarang kami ambil rute via tol Purbaleunyi hingga keluar Cileunyi. Santa Fe Hybrid dilengkapi sejumlah opsi mode berkendara yang dapat dipilih pada Drive Mode yakni Eco, Sport, dan My Drive. Pilihan mode berkendara dapat menyesuaikan dengan kebutuhan pengendara serta kondisi jalan.

Meskipun di tol, tak ada salahnya mencoba mode berkendara ECO. Kecepatan berada di kisaran 100 km/jam sesuai rambu tol dan ritme laju konvoi. Tuas transmisi model putar pada Santa Fe tak beda dengan Kona, Ioniq 5 dan model Hyundai lainnya. Lebih mudah dan praktis dalam pengoperasiannya.

Sesuai labelnya yakni ECO, respon performa cenderung halus dan tak terlalu ngegas atau bermain di RPM tinggi. Konsumsi BBM di kisaran 20 km/liter pada mode ECO pun terbilang irit.

Sistem Hybridnya Beroperasi Secara Senyap

Memasuki kawasan Kamojang, jalan mulai menanjak dan menikung. Tentunya butuh tenaga dan torsi extra. Konsumsi BBM pun lebih banyak. Tak heran jika konsumsi BBM berada di kisaran 13 km/liter.

Berkat kurva tenaga dan torsi yang cukup memadai pada RPM relatif rendah, Santa Fe tak kehabisan nafas di tanjakan.

Berkendara makin menyenangkan berkat setting suspensi Santa Fe Hybrid yang mampu meredam gejala body roll saat bermanuver di jalan menanjak dan berkelok.

Sistem bantu berkendara terpadu Hyundai Smart Sense yang ada pada Santa Fe Hybrid Calligraphy pun sangat lengkap dan canggih.

Teknologi hybrid bisa kami katakan tak kalah canggih dibanding SUV hybrid lainnya. Sistem akan menentukan sendiri kapan harus beralih dari kinerja mesin bensin ke mode EV.

Perpindahan kinerja sistem hybridnya pun mulus dan senyap. Tanpa hentakan maupun suara meraung atau berdengung.

Oh ya, Santa Fe Hybrid juga dilengkapi sistem pengereman regeneratif yang akan mengubah energi pengereman menjadi daya listrik. Ketika melintasi jalan menurun yang cukup curam sekalipun, kemudi dan laju Santa Fe Hybrid bisa tetap terkendali dan tidak nyelonong.

Tentu saja ada tips dan trik yang harus dilakukan. Pada setir terdapat pengaturan sistem regeneratif. Saat level pengereman regeneratif ditingkatkan, laju kecepatan Santa Fe Hybrid akan berkurang lebih signifikan dan sistem rem bekerja lebih aktif. Hasilnya, respon kemudi lebih terprediksi dan mudah dikendalikan. Jadi tak perlu khawatir saat melintasi jalan menurun yang cukup curam.

Interior Nyaman dan Menyenangkan

Dengan postur yang tergolong besar, Santa Fe Hybrid sangat ideal sebagai kendaraan harian keluarga.

Kabinnya yang berkonfigurasi tiga baris bangku penumpang terbilang cukup lapang. Untuk varian Prime bisa mengangkut tujuh penumpang. Sedangkan varian Calligraphy dilengkapi bangku model Captain Seat dan bisa memuat enam penumpang.

Kemasan interior pada varian Calligraphy pun jauh lebih mewah dibanding Prime. Selain interiornya berlapis kulit, pada kaca bagian samping juga dilengkapi tirai.

Pada dashboard terpampang sepasang layar digital berjajar yang berfungsi sebagai panel instrumen dan penampil sistem multimedia. Masing-masing layar berukuran 12,3 inci.

Untuk kelengkapan fitur pada kabin pun cukup lengkap, canggih dan kekinian. Soket untuk pengisian daya ponsel tersedia pada setiap baris bangku. Jadi penumpang tak perlu saling berebutan. Pada konsol tengah di kabin depan terdapat dua unit charger nirkabel Qi Standard untuk smartphone.

Aspek kepraktisan pada kabin juga patut diacungi jempol. Di setiap sudut kabin terdapat cukup banyak kompartemen penyimpanan. Bahkan pada laci dashboard dilengkapi fungsi UV-C sterilization multi tray. Fitur yang satu ini tergolong mewah dan jarang ditemui.

Di Indonesia, Hyundai Santa Fe hadir dalam dua versi yakni hybrid dan non-hybrid (ICE). Masing-masing tersedia dalam varian Prime dan Calligraphy. Ingin tahu harganya?

Hyundai All New Santa Fe ICE
Prime: Rp 699 juta.
Calligraphy: Rp 784,5 juta.

Hyundai All New Santa Fe Turbo Hybrid
Prime: Rp 786,3 juta.
Calligraphy: Rp 869,6 juta.

Hyundai Creta Facelift N Turbo

Masih Ada Satu Mobil Baru Dari Hyundai, Creta Facelift Bermesin Turbo?

Di sela peluncuran All New Hyundai Tucson, terbersit kabar bahwa sebelum tahun 2024 berakhir, Hyundai Motor Indonesia masih punya satu produk lagi yang akan diluncurkan. Pastinya, tidak ada yang mau buka mulut soal mobilnya. Namun penelusuran kami menemukan Hyundai Creta N bermesin turbo 1.5 liter.

Hal ini juga sejalan dengan misi HMID yang memang berniat untuk menyegarkan dan melengkapi jajaran SUV di Indonesia.

Selain mengusung mesin turbo bertenaga 157,7 hp, Creta ini akan punya muka baru dengan kelengkapan yang ditingkatkan. Mengacu pada Hyundai Creta di India, di bagian luar menggunakan lampu DRL baru. Penerangan di belakang juga direvisi dan terlihat lebih modern. Pelek juga menggunakan lebih besar, menggunakan 18 inci.

Kemudian di interior, dashboard berubah total. Terlihat layar monitor 8,0 inci. Jok juga baru, dan dilengkapi dengan ventilasi untuk pendinginan. Sandaran jok belakang bisa dilipat 60:40 untuk meningkatkan kapasitas bagasi.

Perubahan ini membuat Creta terlihat lebih premium dan mahal. Soal harga, sepertinya harus ditunggu. Di situs NJKB, harga dasar Creta N Turbo (belum termasuk pajak dan komponen biaya lainnya) Rp 240 juta. Ingat, itu harga dasar.

Hyundai Creta Facelift tidak hanya hadir dalam versi N Turbo. Masih ada N Line GLS, N Line TOP (kemungkinan ini verwsi Prime). Semuanya berpenggerak 4×2.

Hyundai Inster Cross: Mobil Listrik Kaum Urban Penyuka Petualangan

Kemunculan model mobil listrik Inster masih segar dan baru selang sebulan. Hyundai pun kini meluncurkan versi crossovernya, Inster Cross.

Basis platform Inster Cross sama dengan mobil listrik Inster yang belum lama ini diperkenalkan. Tentunya terdapat sedikit perbedaan sisi tampilan dan konstruksinya.

Jika tampilan Inster yang trendy lebih ke gaya perkotaan. Inster Cross yang ditujukan bagi para penyuka adventure tampilannya nampak lebih kekar dan macho. Apakah perbedaan tampilan hanya sebatas pada area eksterior saja, atau juga merambah ke dalam kabinnya?

Gaya Macho

Seperti yang terlihat, bodi Inster Cross nampak lebih kekar dibanding Inster. Bemper depan dan belakang diimbuhi skid plate ala mobil semi off-road. Di bawah dek pintu terdapat side step yang sekaligus berfungsi melindungi bodi samping dari serpihan kerikil. Di atap terpasang roof rack ala SUV sebagai kelengkapan standar.

Fender yang dibuat sedikit lebih lebar bikin tampilan Hyundai Inster Cross terlihat kekar. Sangat pas dengan pelek alloy 17-inci berbalut ban all-terrain (A/T). Bodi jadi terlihat sedikit lebih jangkung dibanding Inster biasa.

Pada area interior layoutnya tak jauh beda dengan Inster, termasuk pada dashboard. Yang membedakan, panel interior Inster Cross menggunakan bahan kain warna abu-abu. Sementara pada dashboard dihiasi aksen warna Lime-Yellow.

Nah, konfigurasi jok ternyata jadi sisi perbedaan yang tak terlihat. Keempat jok Inster Cross dapat dilipat hingga rata.

Tak cuma menambah volume kargo, keempat jok yang terlipat dapat berfungsi sebagai kasur. Sangat cocok bagi yang suka camping atau piknik. Meskipun bodinya mungil, tapi volume kargo kabin Inster Cross yang berkisar 280 hingga 351 liter terbilang cukup besar.

Mau Masuk Indonesia?

Meskipun gaya tampilannya beda, ternyata spek performa Hyundai Inster Cross tak berbeda dengan Inster. Ada dua opsi motor elektrik penggerak tunggal yang ditawarkan.

Variant entry-level dilengkapi motor elektrik penggerak berdaya 95 hp dengan baterai 42 kWh. Jarak jelajahnya mencapai 315 km. Versi kedua yakni Long-Range output tenaganya 113 hp. Berbekal baterai 49 kWh, jarak jelajahnya bisa mencapai 360 km. Lumayan untuk aktifitas perjalanan antar kota jarak menengah.

Pengisian ulang daya baterai dari 10 – 80 persen menggunakan fast charger DC beroutput 120 kW hanya butuh 30 menit. Inster Cross juga dilengkapi fitur V2L, sehingga daya listrik bisa disalurkan ke perangkat eksterna. Seperti mobil listrik Hyundai lainnya.

Akan masuk Indonesia? Kami pernah menanyakan hal ini kepada Hyundai Motors Indonesia (HMID). Namun mereka menolak untuk berkomentar. Meski begitu, diyakini Inster diperlukan oleh HMID, untuk mengisi segmen bawah. Bersaing bersama Wuling AirEV cs.  

 

Ini Namanya Hyundai Alcazar, Versi 7-seater Creta

Hyundai di India baru saja memperkenalkan versi facelift dari Alcazar. Mobil ini sejatinya adalah Hyundai Creta yang dimulurkan menjadi versi tiga baris bangku. Mulai dipasarkan di India sejak tahun 2021 dan peminatnya cukup banyak.

Hyundai Alcazar 2024

Karena usianya kini sudah lewat tiga tahun, maka perlu sedikit penyegaran agar tetap tampil kekinian. Yang menjadi acuannya tentu saja Hyundai Creta versi facelift.

Tampilan Lebih Fresh

Hyundai Alcazar akan segera facelift

Secara keseluruhan, siluet bodi Alcazar tak berubah. Namun bagian depan sedikit digarap ulang. Ubahannya paling terlihat dari tampilan eksterior Alcazar. Headlamp LED model split tampil dengan reflektor huruf H sebagai ciri khas mobil Hyundai. Lampu belakang juga sedikit berubah dengan reflektor huruf H.

Bumper depan seolah menyatu dengan grille model lebar. Sedangkan lubang intake di bawah bumper nampak serasi dengan skid plate. Bumper belakang tampil dengan aksen aluminium plus sepasang knalpot. Emblem turbo tersemat di bodi buritan.

Ubahan gaya juga terlihat pada pelek alloy baru berukuran 18-inci model diamond-cut. Roof rail di atap pun kini lebih ramping.

Untuk interior tak ada perubahan layout yakni 6 dan 7 penumpang. Dashboard mobil ini mengusung perpaduan warna hitam dan coklat. Penggunaan kombinasi warna ini juga diterapkan pada jok dan door trim sebagai pembeda daeinekmasan interior Creta. Sepasang layar 10.25-inci dan desain dahsboard pun mengadopsi gaya interior baru dari Creta.

Beberapa fitur baru juga dihadirkan pada Hyundai Alcazar. Mulai dari fitur wireless charging, panoramic sunroof, kamera 360, hingga fitur canggih Hyundai Smart Sense.

Mesin Tetap Turbo

Alcazar punya banyak peminat di India. Cocok sepertinya kalau dibawa ke Indonesia.

Karena ini adalah versi facelift alias penyegaran tampilan, maka untuk sektor performa Alcazar spek tak berubah.

Mesin bensin 1.5-liter turbo T-GDi non hybrid bertenaga 158 hp dan mesin diesel 1.5-liter CRDi bertenaga 113 hp masih sama seperti versi sebelumnya.

Untuk varian bensin selain dilengkapi transmisi manual 6-speed juga tersedia opsi transmisi automatic 7-speed kopling ganda. Sedangkan untuk varian diesel dilengkapi transmisi automatic 6-speed dengan torque converter. Seluruh varian berpenggerak roda depan (FWD).

Meskipun launching resminya 9 September 2024 mendatang, namun pendaftaran pemesanan sudah dibuka olah Hyundai India. Ada 4 varian yang dipasarkan yakni Executive, Prestige, Platinum dan Signature.

Soal harga resminya saat ini memang belum diumumkan. Tapi sebagai perbandingan, Alcazar pre-facelift yang kini tengah dipasarkan kisaran harganya Rp 300 – 390 jutaan.

Oke juga ini jika Hyundai memboyong Alcazar ke Indonesia untuk meramaikan pangsa pasar crossover 6-7 seater. Bisa jadi pesaing mobil macam Honda BR-V ataupun Suzuki XL7.

 

Hyundai Kona Electric 2024

All New Hyundai Kona Electric, Impresi Pertama Sebelum Peluncuran Resmi

Sebelum meluncur resmi di GIIAS 2024 (18-28 Juli) nanti Hyundai Motors Indonesia (HMID) memperlihatkan kemampuan andalan barunya, All New Hyundai Kona Electric kepada beberapa media masa nasional.

Meskipun hanya bersifat impresi pertama, tapi pengujian singkat tersebut memberikan gambaran bagi kami soal Kona EV baru ini.

Sedikit latar belakang, Hyundai Kona Electric dirakit lokal di Cikarang, Jawa Barat. Bahkan mobil ini jadi pengguna pertama baterai yang dibuat di Indonesia. 

“All new KONA Electric merupakan kendaran listrik dengan baterai produksi lokal pertama di Indonesia. Kedepannya, kami akan terus berusaha untuk menghadirkan beragam model mobil listrik sesuai dengan segmen dan kebutuhan konsumen untuk menjangkau setiap lapisan masyarakat Indonesia dengan harapan agar pasar mobil listrik terus bertumbuh,” kata Franciscus Surjopranoto, COO PT HMID, 

Dimensinya terbilang ‘standar’ tidak kecil, tapi jelas tidak bisa dibilang besar. Panjangnya 4.355 mm dengan lebar 1.825 mm. Sementara tinggi antara 1.575-1.580 mm dengan wheelbase 2.660. Tidak kalah penting untuk pasar Indonesia, ground clearance sebesar 151 mm.

Bentuknya tidak beda dengan yang sudah dipasarkan di global. Tapi detil terbaru yang kami lihat adalah adanya active air flap di bagian grill bawah. Artinya, saluran udara ini bisa dibuka atau tutup secara otomatis, menyesuaikan kebutuhan aerodinamika dan aliran udara untuk pendinginan.

Antara kap mesin dan bemper, dipasangkan DRL dengan model pixelated. Sementara lampu utama sudah menggunakan LED dengan projector untuk memancarkan cahaya.

Belakangnya juga dilengkapi garnish berpendar model pixelated seperti di depan. Membuat lampu belakang seperti tersambung dari kiri ke kanan.

Untuk pelek, menurut data spesifikasi ada dua pilihan. Satu berukuran 17 inci, lainnya 19 inci. Menandakan kemungkinan besar All New Hyundai Kona Electric akan punya lebih dari satu varian. Kami katakan kemungkinan, karena HMID belum mengungkapkan secara spesifik, harga dan trim yang akan menempel di mobil ini.

Interior

Interior Kona Electric 2024

Seperti mobil listrik lainnya, interior Kona Electric juga terasa lapang. Baik ruang kaki maupun kepala, terasa lega untuk kami yang berukuran badan 165 cm. Dengan lebar lebih dari 1,8 meter kabinnya menyediakan ruang bahu yang lebar. Kami suka kabin mobil ini.

Konsol tengah cukup lebar dan memuat cup holder, alas wirelss charging untuk handphone plus arm rest.

Jok belakang juga lega, meski terasa posisi duduk agak rendah. Kapasitas bagasi belum dissebutkan resmi, tapi sepertinya akan biasa saja saat jok difungsikan.

Layar besar yang belum disebutkan ukurannya jadi pusat infotainment dan beberapa pengaturan. Display tersebut menyatu dengan instrument cluster. Informasi yang ditampilkan cukup jelas.

Yang paling menyenangkan adalah, masih adanya tombol fisik untuk pengaturan AC, mode berkendara dan sebagainya.

Bluelink Baru

Hyundai Kona EV

Hyundai Kona Electric dibekali dengan kemampuan konektivitas melalui Hyundai Bluelink versi paling baru. Salah satu yang ditonolkan oleh HMID adalah kemampuan View Around My Vehicle.

Dengan kemampuan ini, pemiliknya bisa memantau situasi di sekeliling mobil, kapanpun. Sangat berguna saat mobil sedang diparkir. Atau ditinggal dalam jangka waktu lama.

Selain itu, seperti pada Ioniq 5 dan 6, disediakan kemampuan V2l (Vehicle to Load). Artinya, Kona juga bisa menyalakan peralatan rumah tangga. Bisa menggunakan soket di luar mobil, atau di dalam.

Pengendaraan

All New Hyundai Kona Electric 2024

Uji ini benar-benar sepintas dan dalam lintasan tertutup. Kami tidak akan mengeluhkan kemampuan akselerasi Kona Electric. Terasa spontan dan berisi. Layaknya sebuah mobil listrik.

Peredaman suspensi terasa mumpuni. polisi tidur kecil, jalan tidak rata, bisa diserap dengan baik. Membandingkan dengan Ioniq 5 atau 6 yang kakinya terasa sporty, Kona Electric akan membuat penumpang lebih happy.

Dikatakan Hyundai, mobil ini memiliki jarak tempuh hingga 600 km, namun sekali lagi, belum ada spesifikasi teknis yang lebih lengkap. Sepertinya harus menunggu hingga GIIAS 2024 minggu depan. Yang pasti, Anda bisa memesan sekarang kalau berminat. Harganya sekitar Rp 500 jutaan. 

Hyundai Inster EV

Resmi, EV Murah Hyundai Dinamai Inster, Meluncur Akhir Bulan Ini

Ini bocoran kedua setelah Hyundai Creta Facelift. Tapi yang ini bersifat rersmi dari Hyundai Global. Perkenalkan, inilah EV Hyundai Inster.

Nama yang aneh untuk sebuah mobil. Konon diambil dari ‘Intimate & Innovative’. Inster adalah jawaban pabrikan Korea Selatan tersebut untuk masifnya pergerakan mobil listrik asal Tiongkok. Alasannya, meskipun harganya belum ada, bisa dipastikan ini adalah EV termurah yang ada di porto folio produk Hyundai.

Kepastian lainnya, EV mungil ini akan diperkenalkan resmi pada akhir bulan Juni 2024 di Busan Auto Show, Korea Selatan.

Inster akan meluncur di Busan, Korea Selatan.

Hyundai Inster berbasis city car Casper yang hanya beredar di Korsel. Kabar hadirnya EV entry level tersebut sebetulnya sudah lama beredar, bahkan Hyundai Motors Indonesia (HMID) sudah memasukan mobil ini dalam rencana pemasaran mereka.

Secara tampilan, berdasarkan teaser yang mereka sebar di media sosial dan situs Hyundai Korea, tidak jauh beda dengan Casper. Lampu depan bulat dengan DRL jadi hal yang dominan di fasia depan. Sementara lampu belakang menganut model pixel-graphic, seperti yang ada di keluarga Ioniq.

Selain itu, berdasarkan spy photo, Inster sepertinya agak lebih panjang dibanding Casper. Kemungkinan untuk mengakomodir baterai yang dipasang di lantai. Jarak tempuhnya, mengutip dari situs Hyundai Korea Selatan bisa mencapai 315 km.

Di luar itu, masih banyak pertanyaan yang berkembang. Kami akan update lagi setelah ada informasi terbaru. Yang pasti, menurut Hyundai, mobil ini akan menjadi standar terkini dalam hal jarak tempuh, teknologi dan fitur keselamatan di kelasnya. Sekaligus memberikan sesuatu yang lebih untuk konsumen. 

Hyundai di Indonesia perlu Capser

Hyundai Casper

Hyundai Creta 2024

Hyundai Creta 2024 Mau Hadir, Ada Mesin Baru?

Hyundai ditengarai akan segera menjual Creta terbaru, yang mengalami facelift. Beberapa foto sudah beredar di media sosial, dan memperlihatkan perubahan desain yang cukup signifikan. Sedikit demi sedikit, ada pencerahan soal seperti apa jagoan Hyundai ini.

Lalu, apa saja yang berubah? Kami coba menelusuri perbedaan yang ada di Hyundai Creta 2024, yang sepertinya akan muncul ke publik di acara Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) pertengahan Juli ini.

Mesin Turbo

Mesin baru untuk Hyundai Creta 2024

Untuk versi yang dijual sekarang, Hyundai Creta masih mengandalkan mesin bensin 1,5 liter dengan tenaga 113,4 hp. Torsinya 144 Nm pada 4.500 rpm. Cukup untuk sebuah mobil harian. Dan kemungkinan , mesin ini tetap akan dibawa untuk Creta terbaru nanti.

Namun yang menarik, hampir bisa dipastikan ada varian yang mengusung mesin baru dengan imbuhan turbo (GDi), meski kapasitasnya tetap 1,5 liter.

Spesifikasi resmi belum diketahui, tapi mengacu pada Creta 2024 yang ada di India, output mesin GDi mencapai 157,7 hp dengan torsi yang memuncak mulai dari 1.500-3.500 rpm. Besarannya mencapai 253 Nm.

Transmisinya (untuk varian turbo) menggunakan perseneling otomotis kopling ganda dengan 7-speed.

Desain Eksterior

Hyundai masih membekali crossover ini dengan parametric grill. Lampu DRL akan menyaru dengan grill saat mobil dimatikan.

Yang berbeda adalah lampu DRL punya desain baru yang lebih tegas dan modern. Tidak lagi menyebar ke bawah tapi membentuk garis horisontal hingga ke bagian atas grill. Memberikan kesan lampu menyatu dari kiri ke kanan.

Lampu utama dengan teknologi masih tetap berada di bawah DRL, seperti yang ada sekarang. Desain bemper baru terlihat lebih kaku dibanding Creta yang masih dijual. Terutama di bagian bawah.

Di belakang, pintu bagasi didesain baru untuk mengakomodir konfigurasi lampu yang juga berubah total. Seperti di depan, lampu kiri dan kanan seolah disatukan oleh garnish yang menyala. Bemper juga tidak ketinggalan mendapatkan penyegaran.

Interior Baru

Jujur, Creta yang ada sekarang desain dashboard-nya cepat membosankan. Hal ini dijawab oleh desainer Hyundai dengan memberikan dashboard baru.

Bahkan hampir semua baru di bagian ini. Mulai dari bentuk dashboard, desain kisi AC, panel pengaturan AC, bentuk jok, hingga deretan tombol di konsol tengah. YAng tidak berubah hanya setir dan tuas transmisi.

Tidak lupa, layar di dashboard terlihat menyatu dengan instrument cluster. Membentuk satu kesatuan display yang besar tanpa bingkai.

Untuk pasar India, Hyundai Creta 2024 dibekali sistem olahan suara yang dibuat oleh Bose. Kami rasa, untuk Indonesia juga tidak akan jauh berbeda.

Dimensi

Creta 2024

Karena ini bukan all new model, maka tidak perlu heran yang beda hanya panjang dan sedikit lebih tinggi.

Berdasarkan lembar spesifikasi di pasar India, Hyundai Creta 2024 bertambah panjang 15 mm, menjadi 4.330 mm. Sementara lebar tetap 1.790 mm dan tingginya (dihitung hingga roof rail) naik 5 mm menjadi 1.635 mm.

Wheelbase (jarak sumbu roda) juga tidak berubah. Tetap 2.610 mm.

Hyundai Casper

Inikah Andalan Hyundai Untuk Pasar Mobil Compact di Indonesia?

Kami pernah beritakan kalau Hyundai Motors Indonesia (HMID) mempersiapkan lini baru untuk tahun ini. Salah satunya adalah mobil compact yang diperkirakan akan memperlihatkan wujudnya menjelang akhir tahun ini di Indonesia.

Pastinya HMID menutup rapat identitas mobil tersebut. Namun sepertinya kami menemukan spekulasi kalau mobil ini adalah Hyundai Casper. Entah versi konvensional atau EV. 

Seperti diketahui, Hyundai tidak punya andalan untuk pasar mobil compact perkotaan di Indonesia. Terlebih lagi kalau mereka mau memperkokoh status sebagai salah satu penguasa pasar mobil listrik di Indonesia.

Hyundai di Indonesia perlu Capser

Apa itu Hyundai Casper? Ini adalah mobil sub-compact yang panjangnya kurang dari empat meter. Tepatnya 3.595 mm. Lebar 1.595 dan tinggi 1.605 mm. Bandingkan dengan Wuling BinguoEV yang punya ukuran (p x l x t mm) 3,950 x 1,708 x 1,580.

Meski begitu, Hyundai pastinya akan melakukan penyesuaian pada platform yang dipakai, karena harus mengakomodir baterai. Bukan tidak mungkin Casper EV nanti punya dimensi lebih besar. Beberapa sumber mengatakan panjangnya melar 250 mm.

Dikutip dari situs Drive, Australia, Hyundai Casper EV sedang melakukan perjalanan pengujian di negara itu yang menganut setir kanan. Kemudian di Korea Selatan juga Casper setrum terdeteksi berkeliaran menggunakan kamuflase.

Hyundai Casper untuk pasar Indonesia.

Saat ini Casper dipasarkan eksklusif untuk pasar Korea Selatan (setir kiri). Berpenggerak mesin konvensional dengan konfigurasi 3-silinder berkapasitas 1,0 liter. Ada dua versi. Satu dengan turbocharger sementara lainnya normally aspirated (NA).

Desainnya menarik dan sangat kekinian. Sangat mengingatkan kami pada Nissan Juke generasi pertama yang ada di Indonesia. Bentuk ringkasnya diberikan beberapa lekukan agar terlihat gagah dan agresif. Belakangnya sangat retro, mengingatkan kami pada Daihatsu Fellowmax. Benar atau tidak Hyundai Casper EV akan ada di Indonesia, kita tunggu saja.

Atau yang versi konvensional? Paketnya cukup menarik dan sepertinya pasar negara ini perlu juga, supaya kompetisinya lebih bergairah. Selama ini yang dominan adalah Honda Brio dan Toyota Agya/Daihatsu Ayla. 

New Hyundai Ioniq 5 2024, Ini Bedanya Selain Ada Wiper Belakang

Mobil listrik Hyundai Ioniq 5 akan segera mendapatkan penyegaran. Pabrikan Korea Selatan tersebut merilis beberapa perubahan yang akan dipasang, termasuk hadirnya varian baru bernama N Line.

Salah satu yang penting adalah penambahan kapasitas baterai menjadi 84 kWh. Di Indonesia, Ioniq 5 versi Long Range dibekali baterai 72,6 kWh, dengan jarak tempuh 481 km (varian Prime Long Range). Dengan baterai baru, jarak tempuh pasti akan bertambah. Tapi mereka belum mengungkap berapa kemampuan jarak tempuhnya sekarang.

Ioniq 5 2024

Update di bagian luar tidak banyak. Anda harus teliti untuk menemukan perubahan di bemper depan dan belakang. Serta desain pelek baru dan yang tidak kalah penting, ada wiper belakang. Heran… Pergantian bemper ini menambah panjang Ioniq 5 sebesar 20 mm. Sekarang 4.655 mm.

Perubahan juga melanda bagian struktural. Terdapat shock absorber baru untuk meningkatkan kualitas redaman. Plus, cowl crossbar (palang struktural di bagian dinding pemisah kabin dan ruang mesin/firewall), yang diperkuat untuk mengurangi getaran ke setir.

Hyundai Ioniq 5 baru

Perkuatan di bagian as roda belakang dan kolong juga dilakukan untuk meningkatkan kestabilan dan kelincahan. Dikatakan juga, Hyundai meningkatkan kekokohan body dan menambah insulasi suara. Utamanya untuk mengurangi suara yang dihasilkan oleh getaran motor listrik ke body. Atau bahasa kerennya, booming noise.

Di kabin, bagian tengah konsol dashboard dibekali tambahan tombol fisik untuk pengaturan sistem heater atau pendingin kursi, Park Assist dan beberapa fungsi lainnya. Posisi wireless charger untuk gadget juga dipindah lebih ke atas, supaya mudah dijangkau. Bentuk setir juga kalau Anda perhatikan, ikut berubah jadi palang tiga.

N Line

Sorotan untuk Hyundai Ioniq 5 2024 adalah hadirnya varian N Line. Trim ini mengisi posisi antara Ioniq 5 biasa dengan Ioniq 5 N yang gap-nya terlalu jauh.

Hyundai Ioniq 5 2024 N Line

Hyundai Ioniq 5 N Line

Tidak mengejutkan juga kalau Ioniq 5 N line ini memiliki aura sporty. Bisa dilihat langsung dari bemper depan dan yang lebih galak desainnya. Ditambah side skirt di bawah palang pintu. Peleknya juga berbeda desain dengan ukuran 20 inci. Satu inci lebih besar dari versi di bawahnya.

Di kabin juga akan lebih sporty. Pedalnya dibuat dari alumunium, setir dengan desain berbeda, jok sporty dengan logo N, dan sebagainya.

Hyundai Ioniq 5 2024 akan dipasarkan mulai bulan ini di Korea Selatan. Pasar global menyusul segera.

Hyundai Staria akan ada versi EV

Sertifikasi Hyundai Staria Hybrid Muncul, Dijual Tahun Ini?

Satu hal yang kurang dari Hyundai di Indonesia adalah varian Hybrid. Dan hingga sekarang, belum ada tanda-tanda pabrikan Korea Selatan ini akan memasarkan mobil hibrida karena fokus dengan EV. Beda cerita di negara asalnya. Mereka ditengarai akan segera memperkenalkan Hyundai Staria Hybrid.

Dikutip dari media Autobuff, dokumen sertifikasi kementrian lingkungan Korea Selatan muncul beberapa hari lalu. Ini seperti pengesahan kalau Hyundai akan memasarkan Staria Hybrid tahun ini juga, dalam dua versi: Staria Load yang merupakan mobil komersial juga untuk versi angkut manusia.

Hyundai Staria Hybrid ditenagai mesin bensin 1,6 liter turbo yang diperkirakan menghasilkan tenaga hingga 245,4 hp dan torsi 366,7 Nm (kombinasi). Konsumsi BBM-nya diperkirakan sekitar 13 km/liter. Pastinya lebih bertenaga dari Staria diesel di Indonesia, yang menghasilkan 174,5 hp dan 430 Nm.

Basis mesin 1,6 liter bensin ini juga digunakan oleh beberapa produk Hyundai dan Kia yang beredar di Korea Selatan. Seperti Santa Fe atau Kia Carnival.

Staria di Indonesia

Hyundai Staria

Saat ini, Hyundai Staria dipasarkan di Indonesia dalam dua varian yaitu Signature 7 dan Signature 9. Angka tersebut menunjukan kapasitas tempat duduknya.

Penggeraknya, seperti disebutkan di atas, mesin turbodiesel 4-silinder dengan kapasitas 2,2 liter. Transmisi 8-speed otomatis menyalurkan tenaga ke roda depan.

Dibekali fitur komplit serta interior yang lega dan fleksible, Staria dipasarkan dengan harga Rp 924.000.000 untuk versi Signature 9. Staria Siganture 7 harganya 1.060.500.000. Keduanya adalah banderol OTR Jakarta.

Sumber: Autobuff

Mobil baru Hyundai 2024

Lima Mobil Baru Hyundai Datang Tahun Ini, EV Bertambah Satu

Seperti biasa, setiap awal tahun para pemegang merek mengumpulkan media nasional untuk mengumumkan pencapaian mereka. Termasuk Hyundai Motors Indonesia (HMID). Tapi kali ini bukan cuma pencapaian, pabrikan Korea Selatan ini terang-terangan mungumumkan lima mobil baru Hyundai.

Kelimanya akan hadir tidak serentak, tapi disebar sepanjang tahun 2024 ini. Tentunya tidak dijelaskan secara rinci apa mobilnya. Woojune Cha, President Director HMID hanya menegaskan, mobilnya dalam format EV dan ada juga yang bermesin konvensional. “Di tahun 2024 ini, kami berkomitmen untuk terus memberi pengalaman berkendara terbaik bagi pengguna, salah satunya dengan menghadirkan lebih banyak kendaraan inovatif yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat Indonesia,” ujarnya.

Hyundai ID MEdia gathering

Tentunya, ini menimbulkan spekulasi liar. Kami sempat memergoki Hyundai Tucson di pabrik Hyundai Motors Manufacturing Indonesia di Cikarang. Mungkin ini salah satu dari sekian mobil yang akan masuk. Dari siluet yang ditampilkan, juga terlihat bentuk SUV kotak, yang diperkirakan adalah Hyundai Santa Fe generasi terbaru. Paling membingungkan, ada satu mobli compact di situ.

Yang pasti, pada ajang IIMS 2024 minggu depan, mereka akan memajang dua produk baru. Bocoran yang kami terima, salah satunya adalah EV. Yang menarik, menurut HMID, “Yang ditawarkan adalah EV dengan harga terjangkau dengan kualitas dan kenyamanan berkendara terdepan di kelasnya.”

Dealer Bertambah

Mobil baru hyundai

Woojune Cha juga mengungkapkan kegembirannya atas penerimaan pasar terhadap produk Hyundai. “Kami mengucapkan terima kasih kepada masyarakat Indonesia yang telah menjadikan Hyundai sebagai solusi mobilitasnya, sehingga kami mampu mencatatkan peningkatan penjualan secara berkelanjutan di Indonesia dari tahun 2020 hingga 2023.”

Dikatakan juga, sejak awal mula berdirinya HMID pada 2020, penjualan setiap tahunnya selalu mencatat kenaikan yang positif. Dengan 8 tipe kendaraan yang tersedia di segmen EV, SUV, dan MPV, HMID berhasil mencatatkan pertumbuhan penjualan sebesar 18 persen secara year-on-year pada 2023. Angka ini berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo).

Tidak heran, mereka juga mencanangkan target pembukaan dealer. Tahun ini, HMID membidik punya (total) 145 penjual yang tersebar di seluruh Indonesia.

Hyundai New Palisade

Hyundai New Palisade Ketambahan Fitur Baru

Kalau Anda sedang mempertimbangkan membeli Hyundai Palisade, mungkin sekarang saatnya. Hyundai Motors Indonesia (HMID) mengumumkan kehadiran Palisade dengan peningkatan pada fitur Bluelink. Tidak banyak, tapi ini akan menambah kemudahan bagi pemiliknya. Fitur tersebut adalah sistem navigasi.

New PALISADE dilengkapi Hyundai Bluelink, sebuah connected car services untuk melengkapi pengalaman berkendara. Teknologi ini memungkinkan pengemudi PALISADE dapat menghubungkan mobil dengan smartphone. Tentunya dengan tambahan aplikasi di ponsel. Hyundai Bluelink memungkinkan pemilik mobil untuk mengaktifkan berbagai fitur, termasuk mati-nyala mesin, AC.

Tambahan navigasi mungkin tidak terdengar signifikan, tapi dengan sistem navigasi yang terpasang, akan memudahkan pengemudi menemukan tujuannya. Sekaligus mengetahui tempat-tempat menarik di sekitar destinasi. Bahasa kerennya, Point of Interest (PoI). Mulai dari restoran, SPBU, hingga bioskop. Informasi petunjuk arah ke lokasi POI tersebut juga terintegrasi dengan fitur Send to Car sehingga pengguna bisa mengirim lokasi POI yang ingin dituju dari aplikasi ke head unit kendaraan.

Navigasi New Palisade

Menurut Hyundai, saat Anda mengaktifkan layanan navigasi, New PALISADE dilengkapi dengan fitur Connected Routing, dapat memilih lebih dari satu lokasi tujuan. Kemudian sistem navigasi akan menyarankan rute dengan perkiraan kondisi lalu lintas yang lebih akurat serta perhitungan waktu tiba yang lebih presisi.

Ketika Anda harus memarkirkan mobil Anda dalam jarak antara 200 meter hingga dua kilometer sebelum lokasi tujuan Anda, Hyundai Bluelink melalui fitur Last Mile Navigation akan mengirimkan panduan navigasi lanjutan dari tempat parkir ke lokasi tujuan Anda melalui smartphone. Tidak lupa, untuk pembaruan (update) peta, bisa dilakukan secara OTA (Over The Air).

Siap Dipesan

“Fitur ini dihadirkan dalam upaya memperkuat komitmen kami dalam mengutamakan kepuasan dan pengalaman inovatif pelanggan sebagai fokus utama kami. Dengan hal ini, posisi Hyundai sebagai game changer di sektor otomotif Indonesia diharapkan akan semakin kuat kedepannya,” ujar Woojune Cha, President Director PT Hyundai Motors Indonesia.

Sementara Franciscus Suryo Pranoto, COO HMID menambahkan, “Kami berharap dengan kehadiran sistem navigasi dari Hyundai Bluelink yang ada di New PALISADE akan semakin memberikan kenyamanan, keamanan, dan kemudahan berkendara yang lebih lengkap bagi konsumen.” 

Adapun harga Hyundai New Palisade dengan tambahan fitur ini adalah sebagai berikut:

  • PALISADE Prime dengan harga Rp 885.500.000 (On-the-Road Jakarta).
  • PALISADE Signature 2WD dengan harga Rp 1.022.500.000 (On-the-Road Jakarta).
  • PALISADE Signature AWD dengan harga Rp1.157.500.000 (On-the-Road Jakarta).

Anda sudah dapat memesan di dealer Hyundai mulai hari ini (22 Desember 2023). 

Hyundai Kona Terbaru Dibekali Sistem Transaksi Hyundai Pay

Sistem pembayaran secara digital saat ini kian populer digunakan. Tak sekadar dianggap lebih praktis, cepat dan aman. Sejumlah pabrikan otomotif mulai menambahkan metoda pembayaran digital pada fitur multimedia mereka yang dapat diakses via aplikasi ponsel pintar. Salah satunya adalah Hyundai Pay.

 

Seperti apa cara penggunaan dari fitur yang terintegrasi pada Hyundai Kona ini?

Transaksi Praktis

Hyundai Pay terintegrasi dengan fitur multimedia infotaintment pada Hyundai Kona. Sebagai penerapan perdana di AS, Hyundai menjalin kerjasama dengan perusahaan pengelola jasa layanan parkir Parkopedia.

Alasannya, membayar parkir adalah aktifitas yang paling sering dilakukan oleh para pengemudi selain membayar tol.

Parkopedia memiliki jaringan yang sangat luas dengan lebih dari 6.000 lokasi yang tersebar di seantero AS. Dengan demikian, para pengemudi dan pemilik kendaraan dapat dengan mudah melakukan transaksi non tunai khususnya membayar ongkos parkir.

Keamanan Data Terjamin

Untuk dapat melakukan transaksi, pemilik mobil Hyundai Kona terbaru cukup mengaktifkan dengan mendaftarkan nomor kartu kredit atau ATM mereka via aplikasi ponsel. Nantinya, biaya parkir akan dikutip secara otomatis oleh sistem setelah melalui prosedur otentifikasi dan verifikasi terlebih dahulu.

Soal keamanan data rekening, para pengguna tak perlu khawatir. Hyundai menjamin keamanan dan kerahasiaan informasi transaksi pembayaran serta rekening para penggunanya.

Sistem token dengan identitas digital yang unik akan menggantikan detail informasi pengguna saat melakukan transaksi. Kerahasian informasi rekening dan identitas tetap terjaga dengan aman.

“Kami bangga dipercaya sebagai mitra Hyundai dalam penggunaan sistem transaksi non tunai Hyundai Pay. Teknologi trasaksi digital seperti ini memudahkan para penggendara.” kata Hans Puvogel, COO Parkopedia.

Apakah ini hanya digunakan untuk pembayaran ongkos parkir non tunai saja? Tentu saja tidak, karena sistem Hyundai Pay akan bisa digunakan untuk jenis transaksi digital lainnya.

Selain itu, sistem Hyundai Pay tak hanya tersedia pada crossover Kona . Sistem ini nantinya juga dapat dinikmati pada sembilan model mobil Hyundai lainnya dalam waktu dekat. Tak hanya di AS saja, namun sistem Hyundai Pay akan digunakan secara global.

Jadi, kita tunggu saja…

 

Hyundai Stargazer Launch

Stargazer X 2023 dan Melejitnya Minat Terhadap Hyundai Santa Fe

Hyundai Stargazer X meluncur di GIIAS 2023 setelah sekian lama ditunggu. Kehadirannya kami deteksi sejak akhir 2022 lalu, diikuti serangkaian foto-foto awal yang tidak dapat kami tampilkan karena menjaga kerahasiaan narasumber. Lalu, kami berbincang dengan Astrid Ariani Wijana, GM Marketing Department, Hyundai Motors Indonesia. Tidak hanya soal Stargazer baru, tapi juga ‘bocoran’ soal Hyundai Santa Fe.

Cukup menarik mendengar bagaimana Stargazer X dilahirkan. Menurut Astrid, mobil ini hadir dari adanya kebutuhan pasar. Demikian juga dengan kelengkapan yang ada di dalamnya. Desainnya mungkin tidak jauh beda dengan Stargazer lain. Tapi mobil ini menyuguhkan beberapa keunggulan yang tidak dimiliki kompetitor terdekatnya.

Mulai dari output mesin yang paling tinggi (113,4 hp) hingga fitur konektivitas Hyundai Bluelink. Memang, beberapa kemampuan unik seperti alat bantu kendali yang brilian, Active Yaw Control (AYC) yang ada di Xpander Cross tidak tersedia. Namun Hyundai menambalnya dengan fitur lain seperti paket driving assistant yang lengkap (ADAS).

Astrid juga mengungkapkan kalau HMID siap delivery mobil baru ini, segera. “Akhir Agustus (2023) ini rencananya sudah bisa delivery. Tidak perlu inden,” ujarnya. Hebatnya, kehadiran Stargazer X tidak mengganggu lini produksi Stargazer lain. “Mereka (pabrik) sudah memperhitungkan. Kami request (jumlah mobil yang diperlukan), mereka yang menghitung produksinya (supaya tidak inden).”

Untuk GIIAS 2023 sendiri, diklaim kalau jumlah calon konsumen yang melakukan test drive melewati angka 1.600. Sebagian besar adalah Stargazer X. Ini angka yang didapat hingga 15 Agustus.

Minat Santa Fe Melonjak

Jika biasanya Santa Fe kurang terdengar, di GIIAS ini justru SUV tujuh kursi tersebut ramai yang bertanya. “Ini agak unik. Di GIIAS ini minat terhadap Santa Fe meninggi,” kata Astrid. Mantan petinggi Mazda ini mengatakan penyebabnya, “Biasanya kalau ada kompetitor di segmen yang sama, yang mengalami perubahan, konsumen langsung melakukan perbandingan.”

Hyundai Santa Fe

Yang dimaksud kompetitor Santa Fe di sini adalah Honda CR-V terbaru yang harga tertingginya menyentuh Rp 799 jutaan (OTR Jakarta). Tentu ini berada di rentang harga yang sama yaitu Rp 700 jutaan. Santa Fe paling mahal, harganya Rp 736 jutaan.

Kalau sudah begini tentunya yang diuntungkan tentu konsumen karena diberikan lebih banyak pilihan. “Tinggal bagaimana kami ‘meramunya,” tegas Astrid. Yang ia maksud tentu bagaimana penjual memberikan pelayanan untuk memikat hati calon konsumen. Mulai dari harga menarik, after sales, garansi dan sebagainya. 

Hyundai Santa Fe 2023

Disinggung soal pembaruan untuk Hyundai Santa Fe, Astrid tidak memberikan jawaban. “Tahun ini kami harus fokus untuk Stargazer. Setelah GIIAS ini, ada banyak pameran yang harus dijalankan. Minggu ini saja ada dua pameran di kota besar di Indonesia. Belum lagi rangkaian GIIAS masih ada di beberapa kota.”

Tim humas HMID pun senada. “Kalaupun memang masuk, tidak bisa dipastikan kapan,” kata Uria Simanjuntak, Head of Public Relation PT. HMID. Jawaban yang sebetulnya sudah kami perkirakan. Sebab, Santa Fe generasi terbaru benar-benar berbeda dari yang ada sekarang. Desainnya tidak menyisakan sedikitpun sebuah Santa Fe. Kita tunggu saja.