Citroën Resmikan Tujuh Dealer, Siapkan Program Spesial untuk E-C3

PT Indomobil National Distributor, selaku Agen Pemegang Merk (APM) Citroën di Indonesia, semakin membuktikan komitmennya dengan memperluas jaringan dealer di sejumlah kota. Seiring dengan hal tersebut, Citroën juga menggelar berbagai program penjualan yang menarik. Salah satunya ialah penawaran spesial untuk model Citroën E-C3 dengan harga khusus.

Selama periode Januari hingga Juli 2025, Citroën telah meresmikan tujuh dealer baru di berbagai kota. Meliputi beberapa daerah di Jakarta seperti Puri, Sedayu City, dan Harapan Indah. Tak ketinggalan di Semarang, Surabaya, Bali, serta Medan. Semua dealer tersebut hadir dengan standarisasi desain terbaru Citroën global. Sehingga nuansa showroom terasa nyaman, hangat, dan modern.

Seluruh dealer Citroën itu mengusung layanan 3S (Sales Service & Spare Parts). Dengan didukung teknisi yang sudah tersertifikasi, sesuai standar tinggi Citroën. Jaringan dealer itu juga menjadi bagian dari 50 outlet layanan penjualan, termasuk bengkel yang tersebar di Indonesia. Selain melayani perawatan atau perbaikan kendaraan, dealer Citroën juga menyediakan layanan bantuan darurat 24 jam (Emergency Road Assistant/ERA) yang dapat diakses melalui nomor 14023.

Jaminan 1×24 Jam

Sedangkan untuk menjamin ketersediaan suku cadang dalam waktu singkat, Citroën juga menghadirkan standar layanan baru melalui Part Availability 1×24 Hours or Free. Berupa program yang menjamin ketersediaan suku cadang, maksimal dalam waktu 1×24 jam. Khusus bagi pelanggan yang melakukan perawatan berkala (periodical maintenance), atau perbaikan akibat insiden (accident) di bengkel resmi.

“Perluasan jaringan dealer ini adalah wujud komitmen Citroën untuk semakin dekat dengan pelanggan di seluruh Indonesia. Kami ingin memastikan bahwa setiap pemilik Citroën dapat merasakan layanan yang nyaman, dan terpercaya, didukung oleh teknisi bersertifikasi,” kata Tan Kim Piauw, CEO PT Indomobil National Distributor.

Citroën juga memberikan kemudahan bagi calon konsumen yang ingin memiliki mobil impian. Sejak 1 hingga 31 Agustus 2025, ada program penjualan Comfort Yet Affordable. Sehingga konsumen dapat melakukan pembelian unit Citroën E-C3, dengan harga spesial sebesar Rp 289,5 juta. Serta mendapatkan bonus tambahan berupa LED Headlamp, Extended Free Service selama 5 tahun/70.000 km, hingga Extended Warranty selama 5 tahun/150.000 km.

Rasa Tenang dan Nyaman

Program ini juga mencakup penawaran untuk Citroën C3 transmisi manual. Terdapat bonus Free Fuel Voucher, Free Kaca Film, Free Service selama 6 bulan/10.000 km, serta Free Accessories Package. Untuk konsumen yang membeli Citroën C3 Aircross SUV, juga mendapatkan Extended Free Service selama 7 tahun/80.000 km, serta Extended Warranty selama 7 tahun/200.000 km.

“Program Comfort Yet Affordable dihadirkan untuk memberikan kesempatan terbaik bagi konsumen mewujudkan kepemilikan mobil Citroën E-C3 dengan nilai lebih. Kami juga menambahkan berbagai bonus dan perlindungan ekstra. Agar pelanggan merasa tenang dan nyaman dalam jangka panjang,” tutup Ferdinan Hendra, Sales & Marketing Division Head Citroën Indonesia.

Citroën C3 Aircross Bergaya Alto Edition Tebar Inspirasi di GIIAS 2025

Citroën C3 Aircross memang bukan barang baru. Tapi momen Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2025 dimanfaatkan oleh PT Indomobil National Distributor, untuk memperkenalkan unit dengan Facelift Package. Termasuk tampilan eksterior yang lebih fresh dengan Alto Edition Decal Set.

Sebagai bagian dari keluarga besar C3 Series, C3 Aircross Alto Edition ini diciptakan untuk menjawab berbagai kebutuhan. Dari mobilitas harian, hingga perjalanan akhir pekan bersama keluarga.

“Citroën selalu mengedepankan kenyamanan dan aksesibilitas dalam setiap inovasi produknya. C3 Aircross Alto menjadi wujud dari komitmen kami, untuk menghadirkan kendaraan yang lapang dan fleksibel. Namun tetap bergaya sehingga nyaman digunakan untuk berbagai kondisi,” tutur Tan Kim Piauw, Chief Executive Officer PT Indomobil National Distributor.

Disematkan Facelift Package

Citroën C3 Aircross Alto mengadopsi berbagai penyempurnaan melalui Facelift Pack. Dengan menghadirkan tampilan eksterior yang lebih ekspresif, serta berbagai fitur yang terpasang di interior untuk mendukung kenyamanan serta keselamatan, melalui teknologi terkini.

Interior dioptimalkan untuk kenyamanan pengendara dan penumpang, didukung dengan kehadiran new soft pad dashboard, new seat belt pad, dan ambient light untuk suasana kabin lebih hangat dan menyenangkan. Wireless charger memudahkan pengisian daya perangkat tanpa kabel, dan dash cam di spion tengah untuk pengalaman berkendara yang lebih tenang.

Eksterior Citroën C3 Aircross Alto Edition juga dilengkapi dengan fitur retractable mirror yang praktis. Tak ketinggalan lampu depan LED projector, guna memberikan pencahayaan lebih optimal. Pembaruan juga mencakup teknologi keselamatan berbasis ADAS, seperti Blind Spot Warning untuk mendeteksi kendaraan di area yang minim visibilitas.

Dapat Diandalkan di Segala Situasi

Dari sisi performa, tetap mengusung mesin tiga silinder 1.2 liter Turbo PureTech bertenaga 110 PS dan torsi 205 Nm. Dengan ground clearance setinggi 200 mm, maka mobil ini memiliki kapabilitas yang baik, ketika harus menghadapi berbagai kondisi jalan.

Konfigurasi tujuh penumpang, memberikan aspek fleksibel yang amat baik. Apalagi kursi baris ketiga yang bisa dilepas-pasang secara mudah. Kabin lapang serta suspensi Advanced Comfort khas Citroën, menghadirkan kenyamanan di setiap perjalanan.

“Penampilan baru, konfigurasi kabin yang fleksibel, performa mesin turbo yang bertenaga, serta fitur lengkap untuk kenyamanan dan keselamatan, membuat Citroën C3 Aircross Alto adalah kendaraan keluarga serbaguna yang dapat diandalkan di segala situasi,” imbuh Ferdinan Hendra, Sales & Marketing Division Head Citroën Indonesia.

Citroën C3 Aircross Alto dilengkapi dengan ban BF Goodrich berukuran 225/55 R18 dan velg Rotiform TMG 18 inci. Kehadiran modifikasi ini memperkuat citra Citroën sebagai brand yang tidak hanya stylish dan nyaman, tetapi juga siap untuk menjelajah berbagai medan.

Pada GIIAS 2025, Citroën C3 Aircross Alto Edition dipasarkan dengan harga mulai dari Rp 249,9 juta (OTR Jakarta), dengan opsi tambahan paket aksesoris hingga Rp 19,9 juta. Sedangkan paket ban dan alloy wheels dari BF GoodRich, dibanderol sebesar Rp 41,2 juta.

Citroën Menampilkan All New Basalt di GIIAS 2025

Momen yang dinanti, akhirnya terlaksana. PT Indomobil National Distributor selaku APM resmi Citroën di Indonesia, memperkenalkan All-New Basalt dan Basalt Dark Edition. Melalui ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2025, kedua model ini hadir sebagai bagian dari showcase spesial Citroën. Selain memiliki siluet layaknya sebuah coupe, Sport Utility Vehicle (SUV) menawarkan pengalaman mobilitas perkotaan yang bergaya dan nyaman.

Selain bentuk bodinya yang atraktif, Citroën Basalt juga memiliki kabin yang berkelas dan fitur Advanced Comfort yang khas. Kehadiran model ini di GIIAS menjadi sorotan utama dari tema Crafted for Comfort, yang dibawa Citroën khusus pada GIIAS 2025. Kehadirannya merupakan langkah untuk melibatkan para pengunjung, dalam mengeksplor desain, fitur, dan interior secara langsung.

Pelengkap Dalam Jajaran C3 Series

“Partisipasi kami di GIIAS 2025 adalah momentum bagi Citroën untuk dapat berinteraksi langsung dengan pelanggan. Termasuk mendengar masukan dari mereka,” ujar Tan Kim Piauw, CEO PT Indomobil National Distributor.

“All New Basalt juga menjadi pelengkap baru dalam jajaran C3 Series di Indonesia, bersama Ë-C3, C3 Aircross, dan C3 Sport. GIIAS sendiri merupakan ajang yang tepat bagi kami untuk dapat memahami minat pasar sekaligus membuka peluang strategis yang lebih luas,” tambahnya.

Sebagai produk yang berpenampilan sporty, All New Basalt menjadi interpretasi desain terbaru Citroën yang penuh karakter. Model ini dirancang untuk menjawab kebutuhan mobilitas konsumen urban, menggabungkan gaya sebuah coupé, kepraktisan khas SUV, dan kenyamanan berkendara ala Citroën. Selain itu, Basalt menawarkan pengalaman eksklusif bagi para pencinta otomotif, yang mencari gaya berbeda dan karakter unik dalam berkendara.

Terinspirasi Batuan Vulkanik

“Basalt dirancang sebagai SUV Coupé yang tampil beda. Dengan desain ekspresif yang memadukan gaya sporty, kenyamanan berkendara khas Prancis, serta profil aerodinamis untuk menjawab kebutuhan mobilitas modern,” papar Ferdinan Hendra, Sales and Marketing Division Head Citroën Indonesia.

Nama Basalt sendiri diambil dari jenis batuan vulkanik yang dikenal kuat, dan mampu beradaptasi dengan berbagai kondisi. Nampaknya nilai tersebut dibawa oleh Citroën ke dalam model ini, sebagai simbol ketangguhan sekaligus fleksibilitas dalam berkendara.

Komitmen Citroën terhadap kepuasan pelanggan, tak hanya diwujudkan lewat inovasi produk, tetapi juga melalui penguatan layanan purna jual di seluruh Indonesia. Citroën All-New Basalt ditawarkan dengan harga Rp 359,9 juta (single tone), Rp 364,9 juta (dual tone), dan Rp 370,9 juta (Dark Edition).

Citroën dan Jeep Hadirkan Perjalanan Mudik Aman Serta Nyaman

Sebagai wujud komitmen guna mendukung kenyamanan pelanggan selama bulan suci Ramadan dan mudik Lebaran, PT Indomobil National Distributor, selaku Agen Pemegang Merek Citroën dan Jeep di Indonesia, meluncurkan program layanan purna jual bertajuk Siaga Ramadan, serta Penawaran Spesial. Program ini hadir untuk memastikan pelanggan dapat menikmati ketenangan berkendara selama perjalanan mudik.

“Melalui jaringan Indomobil dan ekosistem Stellantis Brand House, momen Ramadan ini menjadi kesempatan bagi kami untuk mengukuhkan ketenangan dan kenyamanan pelanggan. melalui layanan dan program terbaik. Termasuk program Siaga Ramadan dan Penawaran Spesial yang telah kami siapkan bagi pelanggan Citroën dan Jeep,” kata Tan Kim Piauw, Chief Executive Officer PT Indomobil National Distributor.

Dilengkapi Ekstra Baterai

Menunjukan komitmen nyata di tahun 2025 ini, konsep diler Stellantis Brand House yang menampilkan lini produk Citroën dan Jeep, akan segera hadir di Jakarta, Bandung, Semarang, Surabaya, Medan, serta kota lainnya. Memasuki suasana mudik Lebaran, Citroën menghadirkan Penawaran Spesial yang berlaku dari awal hingga akhir Maret 2025.

Citroën menawarkan promo eksklusif, bagi konsumen yang ingin membawa pulang Citroën C3 MT. Dengan kesempatan memperoleh voucher bensin senilai Rp 10 juta, paket aksesori gratis, serta kaca film tanpa biaya tambahan. Citroën juga menghadirkan program ‘Tambah Panjang’ bagi pelanggan yang membeli Ë-C3 VIN 2023. Melalui program ini, setiap unit dilengkapi dengan ekstra baterai, memastikan pengalaman berkendara yang semakin berkelanjutan.

Selain itu, bagi pelanggan yang ingin memiliki C3 Aircross, Citroën menyediakan program TUCAR (Trade In Ur Car). Program ini memungkinkan pelanggan menukarkan mobil lama dari merek apa pun dengan Citroën C3 Aircross.

Keuntungan Lebih Bagi Konsumen

“Program Spesial ini dirancang untuk menawarkan keuntungan lebih bagi konsumen menyambut bulan Ramadan dan periode Lebaran. Kami ingin memberikan kemudahan, dalam mewujudkan kepemilikan kendaraan Citroën,” jelas Ferdinan Hendra, Sales & Marketing Division Head of Citroën Indonesia.

PT Indomobil National Distributor juga terus memperkuat merek Jeep, dan meningkatkan layanan, serta dukungan bagi komunitas pemilik. Hal ini diwujudkan melalui perluasan jaringan diler Jeep, pelayanan yang optimal dalam klaim garansi, serta fasilitas purna jual yang lengkap. Diler resmi pertama di Pantai Indah Kapuk, Jakarta, hadir dengan showroom dan lounge eksklusif sebagai ruang berkumpul bagi komunitas Jeep.

“Indomobil menghormati Jeep sebagai merek ikonik yang melambangkan ketangguhan dan petualangan. Kami berkomitmen untuk memberikan pengalaman kepemilikan terbaik. Tidak hanya lewat performa kendaraan, tetapi juga layanan purna jual yang andal,” papar Ario Soerjo, Chief Operating Officer Jeep Indonesia.

Program layanan purna jual Ramadan Siaga disiapkan untuk mendukung perjalanan mudik Lebaran tahun 2025. Program ini menghadirkan lima titik layanan servis terbaik, untuk meningkatkan kemudahan dan kenyamanan berkendara bersama keluarga. Bengkel khusus Citroën tersedia di Halim (Jakarta) dan Setiabudi (Semarang).

Bengkel Siaga Stellantis Brand House di Jakarta, Bandung, dan Surabaya. Beroperasi selama 29 Maret hingga 6 April 2025. Namun ada pengecualian pada 31 Maret dan 1 April 2025. Layanan ini menyediakan bantuan darurat 24 jam (Emergency Road Assistance) melalui Call Center 14023.

Dua Produk Penyegaran Citroën Hadir di IIMS 2025

PT Indomobil National Distributor selaku Agen Pemegang Merek (APM) Citroën di Indonesia, meramaikan ajang Indonesia International Motor Show (IIMS) 2025 yang berlangsung di JIExpo Kemayoran, mulai 13 hingga 23 Februari 2025. Seiring dengan tema ‘Comfort in Every Journey’, Citroën meluncurkan versi terbaru New Citroën C3 dan New Citroën C3 Aircross. Keduanya hadir dengan berbagai penyegaran serta fitur baru.

“Kenyamanan telah menjadi identitas dari Citroën, dan melalui IIMS 2025 ini diperkenalkan versi terbaru New Citroën C3 dan New Citroën C3 Aircross. Keduanya dirancang untuk semakin memenuhi kebutuhan mobilitas konsumen Indonesia,” kata Tan Kim Piauw, CEO Citroën Indonesia.

New Citroën C3

New Citroën C3 dengan transmisi manual, kini hadir dengan pembaruan fitur dan warna yang lebih menarik. Dari sisi eksterior, kini tersedia dalam warna baru Cosmo Blue, yang memberikan tampilan segar dan elegan. Desain khas Citroën yang modern dan dinamis tetap dipertahankan, dilengkapi dengan detail fungsional seperti kunci flip yang praktis.

Pada bagian interior, kini ada berbagai penyegaran untuk meningkatkan kenyamanan berkendara. Tampilan cluster meter semakin futuristik, dengan layar TFT 7 inci, dan tombol power window di seluruh jendela. Selain itu, tersedia head unit infotainment system melalui layar SmartCar Touchscreen 10 inci, dengan warna baru sand khaki yang menawarkan konektivitas Android Auto dan Apple CarPlay secara nirkabel.

New Citroën C3 dibanderol dalam dua varian harga. Opsi 1 ditawarkan dengan harga Rp 189,9 juta dengan bebas biaya servis selama 1 tahun/10.000 km. Sedangkan opsi 2 seharga Rp 196,8 dengan bebas biaya servis hingga 4 tahun/50.000 km (OTR Jakarta).

New Citroën C3 Aircross SUV

New Citroën C3 Aircross SUV tampil dengan sederet penyegaran fitur. Kendaraan ini kini menggunakan LED projector pada lampu depan yang lebih modern, outside retractable mirror, serta kunci flip yang praktis.

New Citroën C3 Aircross SUV juga meningkatkan pengalaman berkendara melalui berbagai pembaharuan pada sisi interior. Kendaraan ini kini dilengkapi dengan power window di seluruh jendela, AC digital, serta konsol tengah berukuran besar. Tak ketinggalan dual quick charge USB port dan ventilasi AC untuk penumpang baris kedua.

Citroën menyematkan sejumlah aspek keselamatan penting berupa fitur keselamatan ISOFIX untuk pemasangan kursi balita, serta 3-point seatbelt pada baris kedua, serta 6 airbags. Kendaraan ini juga dilengkapi dengan Reverse Parking Camera dan Tire Pressure Monitoring System (TPMS). New Citroën C3 Aircross SUV dipasarkan dengan harga mulai dari Rp 296,9 (OTR Jakarta).

“Peluncuran kedua mobil ini adalah bagian dari komitmen Citroën untuk memenuhi kebutuhan mobilitas konsumen di Indonesia. Keduanya dirancang untuk memberikan kenyamanan, keamanan, dan performa optimal di berbagai kondisi jalan,” tukas Ferdinan Hendra, Sales & Marketing Division Head Citroën Indonesia.

Stellantis Brand House Siap Beroperasi di Indonesia!

PT Indomobil National Distributor selaku Agen Pemegang Merek (APM), untuk beberapa brand Stellantis di Indonesia, memperkenalkan konsep diler terbaru yang diberi nama Stellantis Brand House. Konsep ini memungkinkan beberapa brand otomotif Stellantis, untuk menampilkan lini produknya dalam satu lokasi, di bawah naungan Indomobil Group di tahun 2025 nanti.

Saat ini, brand Stellantis yang sudah merambah pasar Indonesia bersama Indomobil Group ialah Citroën. Tahun depan menjadi peluang bisnis yang menantang bagi Citroën. Oleh karenanya, Citroën menyambutnya dengan pengumuman harga terbaru untuk Citroën C3 M/T. Opsi pertama ialah Citroën C3 M/T dengan harga Rp 189,9 juta (bebas layanan servis selama satu tahun). Sedangkan opsi kedua adalah Citroën C3 M/T dengan harga Rp 196,8 juta (bebas layanan servis selama empat tahun).

“Di tahun 2024, Citroën sukses meluncurkan C3 Aircross dan menampilkan Basalt. Maka di tahun 2025, kami menghadirkan konsep baru Stellantis Brand House. Langkah ini sebagai wujud inovasi untuk memenuhi kebutuhan berkendara, serta memberikan aksesibilitas produk melalui jaringan diler yang terintegrasi,” jelas Tan Kim Piauw, Chief Executive Officer PT Indomobil National Distributor.

Jeep di bawah naungan Indomobil

Sebagai agenda besar di tahun 2025 nanti, maka Jeep sebagai brand otomotif yang menjadi bagian dari Stellantis, akan dipasarkan oleh PT Indomobil National Distributor. Tak hanya menghadirkan jaringan diler yang lebih luas saja, sebab didukung juga dengan layanan purna jual, dan suku cadang lengkap.

Strategi ini merupakan langkah Stellantis untuk memperkuat posisi Jeep di pasar SUV yang terus berkembang di Indonesia. Di tahun 2025, Jeep menyatakan secara resmi untuk memasarkan Wrangler Rubicon. Selain itu, Jeep akan memperluas jaringannya, melalui diler pertama di PIK, Jakarta. Disusul dengan titik Lokasi bengkel di MT Haryono, TB Simatupang, dan Gading Serpong. Sedangkan untuk wilayah di luar Jakarta, Jeep akan segera beroperasi di kota Bandung, Surabaya dan Medan.

“Kami percaya kolaborasi ini akan menjadi simbiosis mutualisme. Yang mana jaringan diler luas dan layanan purna jual terpercaya Indomobil, dapat memperkuat kehadiran Jeep di Indonesia. Kami juga berkomitmen untuk melayani konsumen dengan sepenuh hati, serta berharap dapat membangun komunitas yang solid bagi pecinta Jeep di Indonesia,” pungkas Ario Soerjo, Chief Operation Officer (COO) PT Indomobil National Distributor.

Pusat Suku Cadang Stellantis di Malaysia, Beroperasi di 2025

Stellantis saat ini berpredikat sebagai produsen otomotif keempat terbesar di dunia, telah resmi mendirikan Pusat Suku Cadang di Malaysia. Didirikannya Pusat Suku Cadang ini menjadi salah satu strategi penting Stellantis. Terutama untuk meningkatkan lokalisasi komponen dan memperkuat komitmen, untuk melayani pasar di wilayah India dan Asia Pasifik.

“Wilayah India dan Asia Pasifik merupakan salah satu pasar otomotif yang potensial dan terus berkembang. Hal ini yang mendasari Stellantis untuk mendirikan Pusat Suku Cadang. Karena langkah ini sebagai bagian dari strategi kami, dalam memenuhi kebutuhan pelanggan yang semakin beragam,” kata Daniel Gonzalez, Chief Operating Officer Stellantis wilayah ASEAN.

“Dengan didirikannya Pusat Suku Cadang di Malaysia, kami berharap dapat mempercepat pengiriman suku cadang ke berbagai dealer di wilayah India dan Asia Pasifik. Termasuk menciptakan sistem operasional yang lebih efisien,” tambahnya.

“Peresmian Pusat Suku Cadang di Malaysia menjadi salah satu pencapaian dan dedikasi kami, dalam melayani konsumen di wilayah India dan Asia Pasifik. Pusat Suku Cadang ini memiliki lokasi yang strategis di Zona Perdagangan Bebas di Malaysia. Sehingga kami dapat mengirim suku cadang dengan lebih cepat ke berbagai dealer,” tutur Olivier Torchet, Head of Parts & Services Stellantis wilayah India & Asia Pasifik.

Pusat Suku Cadang Stellantis direncanakan beroperasi pada awal tahun 2025 di Malaysia. Sehingga untuk memastikan ketersediaan komponen yang lebih cepat dan lengkap. Yaitu di 20 negara yang berada di dalam wilayah India dan Asia Pasifik. Pusat Suku Cadang ini akan menjadi tempat penyimpanan untuk berbagai komponen dari brand otomotif di bawah naungan Stellantis. Mulai dari Citroën, Peugeot, Alfa Romeo, Jeep, RAM, Leapmotor, dan sebagainya.

First Impression: Citroën ë-Berlingo 2024

Perjalanan kami ke Prancis beberapa waktu silam, tidak hanya untuk mengunjungi Paris Motor Show 2024 saja. Namun juga berkesempatan untuk mencoba produk Citroën yang bebas emisi, yakni ë-Berlingo. Wajar jika Anda yang belum akrab dengan Berlingo, karena mobil ini memang tidak pernah masuk ke pasar Indonesia. Tapi di negara tetangga, seperti Singapura maupun Malaysia, Anda bisa menjumpai Citroën Berlingo. Sebenarnya, generasi awal Citroën Berlingo merupakan kembaran dari Peugeot Partner.

Oke, unit kendaraan Citroën yang disediakan oleh pihak Stellantis, untuk perjalanan nyaris 100 km kali ini memang beragam. Namun, kami sukses ‘mendapatkan’ ë-Berlingo. Walaupun Citroën menyebut mobil ini sebagai leisure van, Berlingo lahir sebagai mobil untuk kebutuhan niaga. Seiring perjalanan waktu, Berlingo pun digunakan sebagai Multi Purpose Vehicle (MPV) keluarga. Wajar saja jika kini ada yang versi listrik alias EV.

Varian M terasa pas untuk harian

Unit Citroën ë-Berlingo yang kami gunakan ialah varian M, dengan trim Ambiance XTR dan berkelir Backpacker Khaki. Karena varian M, maka tempat duduknya hanya dua baris. Citroën ë-Berlingo juga tersedia dalam varian XL dengan jok tiga baris. Perbedaan terbesar ialah pada panjang bodinya. Jika varian M memiliki panjang 4.400 mm, maka varian XL punya panjang 4.750 mm.

Karena kami hanya berdua saja dalam MPV ini, maka varian M terasa pas untuk perjalanan. Titik awal bermula dari Quai de Grenelle, tepat pada jantung kota Paris. Sajian kemacetan dan suara klakson yang khas di pagi hari, sudah harus kami maklumi. Usai menembus sejumlah persimpangan kusut, ternyata kami terpisah dari iring-iringan dari mobil media yang lain.

Karena Citroën ë-Berlingo ini terasa menyenangkan, kami memutuskan untuk mencari rute sendiri menuju titik selanjutnya, yakni di Abbaye des Vaux-de Cernay. Lokasi ini terletak di antara kota Auffargis dan Cernay-la-Ville. Jika saja tidak tertinggal dari rombongan, kami akan tiba di titik tersebut melalui kota Cernay-la-Ville. Apa yang terjadi malah kami melalui kota Trappes, Les Essarts-le-Roi, dan Auffargis.

Tetap yakin dibesut di jalanan sempit

Sebagai pelengkap, sinyal Wi-Fi kami turut hilang saat berada di area cagar alam Sablière de Pont Grandval, pinggiran kota Auffargis. Untuk mencari sinyal, kami putar balik kembali menuju ke kota Auffargis. Setelah sinyal kembali penuh, kami hanya terpaut sekitar beberapa menit dari rombongan.

Untuk mengejar ketinggalan, kami pun membesut Citroën ë-Berlingo di jalanan pedesaan yang tergolong ‘ngepas’, penuh tikungan, ditambah dengan tingkat elevasi yang beragam. Kami sangat terkesan dengan karakter MPV ini. Setirnya terasa komunikatif, karakter suspensinya begitu supel, minim body roll, namun tidak kaku. Buat apa pakai mobil sport, kalau Citroën ë-Berlingo saja sudah bisa begini. Heran…

Akhirnya kami re-grouping di halaman depan Abbaye des Vaux-de Cernay, untuk selanjutnya beriringan menuju Maison Jaune, di Boulogne-Billancourt. Kini waktunya memperhatikan apa saja yang dimiliki Citroën ë-Berlingo ini.

Fisik luarnya merepresentasikan desain baru Citroën. Bagian depannya didesain ulang dengan mengadopsi identitas visual Citroën terkini. Banyak garis vertikal yang memperlihatkan kesan modern. Tak ketinggalan ada aksen detil kebanggaan Citroën, yakni pola chevron. Pada lampu depan terdapat satu garis vertikal dan dua garis horizontal.

Jok nyaman khas Citroën

Roof rail hanya tersedia pada trim teratas saja. Garis atap terlihat harmonis dengan sisi bodi, hingga ke panel pintu kargo. Pintu geser memudahkan akses penumpang untuk masuk dan keluar, sayangnya agak butuh tenaga ekstra untuk membuka atau menutupnya. Sepertinya karakter ‘mobil kerja’ masih terasa. Pada unit yang kami gunakan, memakai velg 17 inci dan dibalut ban Bridgestone Turanza 6 Enliten ukuran 205/55 R17.

Untuk memberikan kenyamanan bagi pengemudi dan penumpang, ë-Berlingo dilengkapi dengan jok Citroën Advanced Comfort. Sepasang jok depan dilengkapi dengan armrest, sehingga memanjakan pengemudi dan penumpang depan.

Dashboard menjadi salah satu fitur andalan pada Citroën ë-Berlingo, dilengkapi dengan instrument cluster digital dan layar sentuh 10 inci. Di bagian atas dashboard, terdapat Top Box untuk menyimpan beragam barang. Sedangkan, tombol start/stop, tuas transmisi, fungsi mode berkendara, dan tuas rem parkir, diposisinya pada console tengah.

Ada fitur unik Modutop, sebagai atap multifungsi. Terdiri dari panel transluen, lampu ruang kabin, kompartemen atap, hingga panoramic glass roof. Jika dihitung secara teliti, Citroën ë-Berlingo memiliki 27 ruang penyimpanan barang yang tersebar di dalam kabin. Kalau ditotal, kapasitasnya mencapai 186 liter.

Jarak tempuh mencapai 320 km

Citroën ë-Berlingo terasa ringan saat berakselerasi dan meluncur tenang di jalan bebas hambatan. Tentu saja berkat peran motor listrik 100kW (setara 136 hp), dengan baterai LFP 50kWh. Jarak tempuhnya mencapai 320 km (menurut pengujian WLTP). Prestasi ini tentu cocok untuk penggunaan kendaraan secara harian.

Baterai MPV ini dapat diisi ulang secara penuh melalui wall charger 7,4 kW selama 7,5 jam. Jika menggunakan wall charger 11 kW, maka pengisian penuhnya hanya selama 5 jam. Selain itu, untuk mengisi daya baterai dengan menggunakan charger 100 kW, dari kondisi kosong hingga 80 persen, cukup memakan waktu 30 menit saja.

Lebih lanjut, untuk pasar Eropa hanya dipasarkan Citroën ë-Berlingo. Sedangkan untuk pasar di luar Eropa atau pasar spesifik lainnya, Citroën Berlingo punya pilihan mesin bensin, diesel, maupun versi listrik.

Peluang Besar Citroën Basalt di Segmen Unik

Berkunjung ke Stellantis Design Center, di Vélizy-Villacoublay, Prancis, memang selalu penuh dengan kejutan. Kali ini, Citroën secara khusus memperlihatkan sosok terbaru yang (mungkin saja) bakal masuk ke pasar otomotif Indonesia. Ya, kami melihat langsung Citroën Basalt, sebuah produk yang memiliki tampilan menarik. Sebab bergaya Crossover Sport Utility Vehicle (SUV), namun dengan desain bodi coupe.

Nama Basalt sendiri berasal dari nama jenis batuan vulkanik. Pemilihan nama ini mungkin menggambarkan karakter sebuah SUV yang kokoh. Namun, sebenarnya Citroën sudah pernah menggunakan nama yang serupa, yakni Basalte, pada tahun 1978. Kala itu nama Basalte disematkan pada salah satu varian terbatas dari Citroën GS.

Citroën Basalt menggabungkan aspek kedinamisan ala mobil coupe, dengan keunggulan sebuah Crossover SUV, ditambah kelapangan mobil lima pintu. Citroën Basalt dikembangkan oleh tim yang memiliki banyak ide, dan didukung dengan sejumlah bahasa desain dari C3 serta C3 Aircross.

Siluet bodi khas coupe terlihat jelas dari bagian atap, sejak pilar B menuju ke buritan. Citroën yakin bahwa mobil ini memperlihatkan karakter modern dan terlihat menarik. Meskipun dalam posisi diam. Pada saat yang sama, aspek ketangguhan disuguhkan melalui ground clearance yang agak tinggi, sekaligus dengan sumbu roda yang lebar.

Sebagai model baru di jajaran produk Citroën, Basalt menjadi model ketiga yang menjadi bagian dari program C-Cubed. Yang mana program ini dikembangkan secara khusus, untuk mendongkrak angka penjualan kendaraan Citroën di sejumlah negara. Sebut saja Brazil, Argentina, India, dan tentu saja Indonesia. Ya, jadi ada peluang besar bagi Basalt untuk segera mengaspal di Tanah Air. Apalagi di Indonesia, sepertinya Citroën Basalt belum punya rival yang berwujud serupa.

Sayang sekali, mengenai spesifikasi lengkap Citroën Basalt yang bakal masuk ke Indonesia, belum diungkapkan. Kami menduga, mungkin nanti mesinnya akan serupa dengan C3 Aircross. Untuk sektor suspensi, kemungkinan ada perbedaan dengan saudara kandungnya. Mengingat kedua bobot kendaraan memang saling berbeda.

Citroën C5 Aircross Concept Curi Perhatian Paris Motor Show

Segmen Sport Utility Vehicle (SUV) masih menjadi salah satu fokus bagi Citroën. Hal tersebut kembali dibuktikan saat diperkenalkannya C5 Aircross Concept pada Paris Motor Show 2024. Direncanakan, mobil ini nantinya bakal menggantikan posisi C5X, yang kini berpredikat sebagai ‘flagship’ dari jajaran produk Citroën.

Citroën C5 Aircross Concept menegaskan aspek kedinamisan, yang dicari oleh banyak penyuka kendaraan SUV. Uniknya, Citroën tak hanya mau menyuguhkan sosok SUV modern saja, namun tetap menjejalkan unsur kenyamanan berkendara serta kepraktisan bagi keluarga si pengguna. Mobil konsep ini tentu mendukung ambisi Citroën dalam menggaet pasar yang selama ini terus berkembang.

Bodi seolah ‘diukir’

Dibuat menggunakan platform STLA Medium milik Stellantis Group, Citroën C5 Aircross Concept merefleksikan karakter yang kuat. Bentuk eksteriornya yang gagah, seolah ‘diukir’ demi menghasilkan tingkat aerdinamika yang optimal. Urusan siluet bodi yang memukau, lazimnya tidak tampak pada SUV. Tapi desainer Citroën sukses ‘bermain sulap’, sehingga SUV ini terlihat keren dari berbagai sudut. Ingat, ini masih konsep…

Di bagian depan, fascia sengaja dibuat rendah, tentu demi aerdinamika. Sedangkan di bagian belakang, pintu kargo malah seolah nyaris vertikal. Bahkan, lampu belakangnya yang unik, berperan juga untuk membelah udara saat mobil ini melaju. Citroën menyebutnya sebagai Light Wings.

Interior masih rahasia

Dengan panjang sekitar 4,65 meter maka tentu menawarkan ruang kabin yang lapang. Sebagai catatan, panjang bodi ini hanya bertambah sekitar 15 cm saja dari C5 Aircross generasi terakhir. Untuk tinggi bodi tetap dipertahankan pada 1,66 m. Permukaan bodi samping seolah terdiri dari yang dua lekukan yang disatukan oleh satu garis tegas. Namun, semuanya terlihat begitu mengalir.

Sayang sekali, kami belum bisa melongok interiornya. Tapi, Citroën menjanjikan atmosfer kabin yang bakal membuai pengemudi dan penumpangnya. Sehingga mereka dapat melaju dengan tenang dan nyaman, terutama saat perjalanan jauh.

Singkat kata, Citroën C5 Aircross Concept menghadirkan proporsi menarik. Tampilan eksterior yang pasti mencuri banyak perhatian, ditambah adanya inovasi pada interior (yang masih dirahasiakan), semestinya bakal menggoda pasar SUV. Citroën berjanji bahwa 95 persen tampilan C5 Aircross generasi mendatang di tahun 2025 nanti, tetap seperti mobil konsep ini.

Stellantis Sambangi Citroën Indonesia, Bahas Sinergi Operasional

PT Indomobil National Distributor sebagai Agen Tunggal Pemegang Merk (APM) Citroën di Indonesia, menyambut kunjungan kerja dari perwakilan kantor pusat Stellantis. Diwakili oleh Daniel Gonzalez (Chief Operating Officer Stellantis ASEAN & General Distributor), dan Ashwani Muppasani (Chief Operating Officer Stellantis India & Asia Pacific).

Pada kesempatan ini, Citroën dan Stellantis membahas langkah strategis, yang akan dilaksanakan selama satu tahun ke depan. Terdiri dari perluasan jaringan dealer hingga peluncuran model baru, untuk memenuhi kebutuhan pasar di Indonesia.

Selain itu, sebagai dari program kunjungan kerja, berkesempatan pula ‘mampir’ ke beberapa dealer Citroën di Jakarta. Baik di Citroën Experience Center PIK, Citroën Experience Center TB Simatupang, Citroën Gading Serpong, dan Citroën MT Haryono. Semuanya sudah sesuai dengan standarisasi global Stellantis. Standarisasi ini terdiri dari desain interior dengan paduan warna merah dan putih, serta bergaya semi industrial.

Perwakilan Stellantis juga mengunjungi fasilitas Citroën Workshop Area dan Citroën Assembly & Sparepart Center, di Cikampek. Fasilitas tersebut kini telah memasuki tahap uji coba untuk memproduksi Citroën e-C3 secara lokal. Dengan produksi dalam negeri, Citroën berharap dapat mendukung perkembangan industri otomotif, sekaligus menyerap lebih banyak tenaga kerja lokal.

“Kami melihat Indonesia sebagai pasar yang potensial untuk produk-produk otomotif yang dibawa oleh Stellantis. Dengan strategi pemasaran yang dijalankan hingga akhir 2025, semoga semakin memperkuat posisi Citroën di Indonesia,” ujar Tan Kim Piauw, CEO Citroën Indonesia.

Citroen Indonesia Buka Showroom Baru di Jakarta Selatan

Citroen Indonesia resmi membuka dealer terbarunya yang berlokasi di Jakarta Selatan hari ini(21/09).

Citroen Experience Center TB Simatupang ini memiliki kemampuan 3S (sales, service, spare part)akan melayani pembelian dan perawatan kendaraan Citroen.

Citroen Simatupang

Santiko Wardoyo, CEO Dealer Indomobil Group mengatakan, “Ini dealer keempat dari 22 experience center. Dari 22 itu, setengahnya memang ada di Jabodetabek. Sisanya tersebar di seluruh Indonesia.”

Kemudian Tan Kim Piauw, CEO Citroen Indonesia, “Outlet ini menjadi bukti nyata untuk memberikan pelayanan terbaik. Sekaligus mendekatkan Citroen kepada konsumen.”

Dealer 3S Citroen Indonesia di Jaksel.

Buka hari Senin hingga Sabtu, showroom Citroen Indonesia TB Simatupang juga menerapkan nuansa desain showroom terkini. Luas lahannya hingga 1.000 meter persegi di jalan R.A Kartini, Jakarta Selatan.

Dan karena tempat ini juga berfungsi sebagai bengkel dan penyedia suku cadang, ada area bengkel yang cukup luas. Dengan lima bay aktif dan jaminan ketersediaan spare part.

Karena Citroen di Indonesia punya produk mobil listrik (e-C3), bengkelnya akan dengan senang hati merawat dan memperbaiki mobil Citroen EV rakitan Purwakarta tersebut. Seperti Citroen Experience Center lainnya, tempat ini juga sanggup melakukan perbaikan mobil listrik hingga level-2 (mengganti satu kesatuan baterai).

Tidak lupa, mereka juga menyediakan layanan Emergency Roadside Assistance (ERA) yang siaga 24 jam. Kalau tidak sempat ke bengkel, Anda bisa panggil teknisinya ke rumah.

Saat ini, Citroen Indonesia baru memasarkan tiga model yaitu e-C3 EV, C3 dan favorit kami, Citroen C3 Aircross.

Komunitas Mobil Prancis PeReCi, Main ke GIIAS 2024

Pameran Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2024 memang telah usai, tapi ada satu hari spesial bagi Citroën Indonesia. Sebab booth mereka disambangi oleh komunitas mobil Prancis, yakni PeReCi, pada 27 Juli lalu.

Ide untuk mendirikan komunitas mobil Prancis PeReCi ini sudah ada sejak 2013. Awalnya ada tiga orang perwakilan dari komunitas Peugeot, Renault, dan Citroen yang saling berjumpa dalam sebuah event otomotif. Setelah melakukan perbincangan, konsep komunitas yang mewadahi penggemar mobil Prancis ini pun dibentuk. PeReCi lahir pada 7 Januari 2017.

Komunitas PeReCi ini menjadi wadah untuk memperkuat silaturahim dan solidaritas antar sesama penggemar mobil Prancis. Yang mana saat ini telah memiliki lebih dari 100 anggota, yang tersebar di seluruh Indonesia.

Di dalam PeReCi tentu ada sejumlah pengguna kendaraan Citroën, terutama yang model klasik. Mereka pun giat dalam berbagai aktivitas, salah satunya memenuhi undangan dari Citroën Indonesia di pameran GIIAS 2024.

“Saya sangat senang melihat kehadiran para pecinta mobil Citroën yang selalu menjadi bagian penting dari perjalanan kami di Indonesia. Kami bangga dapat berbagi momen istimewa ini bersama komunitas PeReCi,” sambut Tan Kim Piauw, CEO PT Indomobil National Distributor.

“Mayoritas anggota komunitas kami merupakan pemilik mobil klasik, tak terkecuali yang keluaran lebih muda. Khususnya Citroën yang dulu penah eksis di Indonesia pada tahun 1980an. Kami harap dengan hadirnya brand Citroën, dapat memberikan lebih banyak pilihan bagi konsumen Indonesia,” imbuh Marius Pratiknjo, salah satu perwakilan PeReCi.

Komunitas PeReCi terbuka untuk para penggemar mobil Prancis dan tidak wajib memiliki mobil. Walaupun terdapat beberapa anggota yang merupakan pemilik mobil Citroën lawas, dari era 1950an hingga 1980an. Beberapa koleksi mobil klasik Citroën yang ada di dalam komunitas PeReCi ialah Traction Avant, 2CV, AK, Ami, Dyane, Méhari, DS, GS, CX, dan BX.

Bulan Agustus 2024, Citroën Ë-C3 Mulai Dibikin Lokal

Citroën kembali berpartisipasi di ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2024. Selain menampilkan beragam model unggulan, Citroën juga akan meresmikan dimulainya produksi secara lokal untuk model Ë-C3.

Citroën telah dapat persetujuan dari Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), untuk berpartisipasi dalam Program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai. Sehingga Citroën dapat mengimpor mobil EV dengan insentif dari pemerintah, selama masa transisi hingga dimulainya produksi dalam negeri. Sejak diterimanya persetujuan tersebut, Citroën mulai menyerahkan unit Ë-C3 kepada pemesan di berbagai kota.

Dalam ajang GIIAS 2024, Citroën mengumumkan rencana untuk melanjutkan langkahnya ke arah produksi lokal di Indonesia. Dimulai dengan peresmian kerjasama antara PT Indomobil National Distributor, Stellantis, dan PT Nasional Assemblers.

“Kami merasa bangga untuk memulai produksi dalam negeri model Ë-C3, sebagai langkah awal dalam menggarap pasar kendaraan listrik di Indonesia,” kata Tan Kim Piauw, Chief Executive Officer PT Indomobil National Distributor.

Peresmian produksi dalam negeri ini ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU), untuk memproduksi model Citroën Ë-C3, secara lokal yang akan dimulai pada bulan Agustus 2024. Lebih lanjut, PT Nasional Assemblers merupakan perusahaan perakitan dibawah naungan Indomobil Group yang berlokasi di Purwakarta, Jawa Barat.

Dengan total investasi sebesar Rp 381 milliar, Citroën berharap dapat menyerap lebih banyak tenaga kerja untuk menunjang proses produksi. Selain itu, Citroën juga turut mendukung industri otomotif dalam negeri dengan melakukan lokalisasi Ë-C3, guna mencapai persyaratan TKDN (Tingkat Komponen Dalam Negeri) sebesar minimal 40 persen.

Upaya Citroën dalam membangun brand juga diwujudkan melalui dibangunnya Parts Center di Purwakarta, serta disiapkannya teknisi terlatih di setiap dealer. Citroën resmi memperkenalkan model-modelnya di Indonesia pada tahun 2023, dan akan mencapai 22 dealer hingga akhir tahun 2024.

Jawa Tengah Mulai Diramaikan Citroën Ë-C3

Kemarin (01/07/2024), Citroën mulai menyerahkan unit Ë-C3 kepada konsumen di kota Semarang, dan akan segera diiringi dengan sejumlah daerah lain di Jawa Tengah dan DI Yogyakarta. Aktivitas ini menyusul acara serah terima unit Citroen Ë-C3, yang digelar beberapa waktu lalu untuk konsumen di wilayah Jakarta.

“Dengan bangga kami menyerahkan unit Citroën Ë-C3 kepada konsumen di Semarang, yang sudah menanti kehadiran mobil ini,” kata Tan Kim Piauw, Chief Executive Officer, PT Indomobil National Distributor.

“Ekosistem mobil listrik di Jawa Tengah dan Yogyakarta kini sudah memadai dengan didukung 75 titik SPKLU. Sehingga semakin memberikan kemudahan bagi konsumen yang melakukan aktivitas dengan mobil listrik,” imbuhnya.

Saat ini, Citroën menjadi merek pertama dan satu-satunya di Indonesia yang memperoleh fasilitas impor secara resmi dari pemerintah. Aktivitas impor dalam keadaan utuh (CBU) akan dilakukan dalam masa transisi menuju produksi lokal selambatnya sebelum tahun 2026. Hal ini menjadi salah satu wujud komitmen Citroën dalam menggarap pasar di Indonesia dalam jangka waktu lama.

Citroën Ë-C3 telah menyebar di Jabodetabek dan berbagai kota di daerah Jawa, Bali, Sumatera, Kalimantan, serta Sulawesi. Didukung dengan layanan purna jual dan suku cadang yang lengkap di seluruh dealer Citroën di Indonesia.

Selain itu, dengan 75 buah SPKLU yang telah dibangun oleh PLN di Jawa Tengah dan Yogyakarta, semakin memudahkan konsumen mobil listrik untuk melakukan pengisian daya dimanapun dan kapanpun.

Citroën Ë-C3 ditawarkan dengan harga mulai Rp 385 juta di Semarang. Citroën Indonesia terus perluas jaringannya dan menargetkan 22 outlet siap beroperasi sampai dengan akhir tahun ini.

Akhirnya, Citroën Ë-C3 Diserahkan Untuk 50 Konsumen Pertama

Hari ini (14/06/2024), Citroën Indonesia menyerahkan unit Ë-C3 All yang diwakili 50 pelanggan pertama, di Citroën Experience Center PIK, Jakarta Utara. Hal ini dilakukan menyusul diterbitkannya izin untuk mengikuti Program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai. Citroën menjadi merek pertama dan satu-satunya di Indonesia yang memperoleh fasilitas impor secara resmi dari pemerintah.

Untuk menghadirkan kendaraan listrik berbasis baterai (BEV) yang dapat dijangkau oleh masyarakat luas di Indonesia, Citroën telah memperkenalkan Ë-C3 pada ajang Gaikindo International Auto Show (GIIAS) 2023 lalu. Kemudian, pada tanggal 3 Mei 2024, pemerintah melalui Badan Koordinasi Penanaman Modal Republik Indonesia (BKPM) telah memberikan persetujuan secara resmi atas permohonan Citroën Indonesia, untuk ikut serta di dalam Program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai.

Transisi menuju produksi lokal

Citroen e-C3 diserahkan kepada 50 pembeli pertamanya.

Dengan diterbitkannya Surat Persetujuan Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Republik Indonesia no 1/KBLBB-CBU/1/OSS/PMDN 2024 kepada PT National Assemblers. Maka Citroën resmi memperoleh fasilitas impor Ë-C3 secara utuh dengan bea masuk 0 persen. Dan pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM) yang ditanggung pemerintah.

Aktivitas impor dalam keadaan utuh ini akan dilakukan dalam masa transisi menuju produksi lokal selambat-lambatnya sebelum tahun 2026. Hal ini menjadi salah satu wujud komitmen Citroën dalam menggarap pasar di Indonesia dalam jangka waktu panjang.

“Pada hari ini, kami bangga dapat menyerahkan unit Citroën Ë-C3 yang diwakili oleh 50 pelanggan yang sudah menanti mobil ini. Aktivitas ini diikuti juga dengan serah terima di dealer Citroën lainnya di Indonesia,” jelas Tan Kim Piauw, Chief Executive Officer, PT Indomobil National Distributor.

Komitmen jangka panjang Citroën

Kehadiran dan penyerahan Ë-C3 ini merupakan bukti komitmen jangka panjang Citroën dalam menggarap pasar kendaraan bermotor di Indonesia. Termasuk kontribusi Citroën dalam mendukung program pemerintah Indonesia untuk mobilitas bebas emisi.

Citroën Ë-C3 telah tersedia tidak hanya di wilayah Jabodetabek saja, tetapi juga di sejumlah dealer Citroën di Indonesia. Tak ketinggalan didukung dengan layanan purna jual, dan suku cadang yang lengkap di seluruh dealer Citroën di Indonesia.

Citroën Indonesia menawarkan Ë-C3 sebagai kendaraan bertenaga listrik 100 persen, yang terjangkau bagi masyarakat luas. Harga yang ditawarkan mulai Rp 377 juta (on the road Jakarta). 

Citroën Dapat Lampu Hijau Ikut Program BEV

Pada tanggal 3 Mei 2024, Badan Koordinasi Penanaman Modal Republik Indonesia (BKPM), memberikan persetujuan secara resmi atas permohonan Citroën Indonesia, untuk ikut serta di dalam Program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai.

Hal ini salah satu langkah strategis untuk menghadirkan kendaraan listrik berbasis baterai (BEV) yang dapat dijangkau oleh masyarakat luas di Indonesia.

Terbitnya Surat Persetujuan Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Republik Indonesia no 1/KBLBB-CBU/1/OSS/PMDN 2024 kepada PT National Assemblers, selaku perusahaan perakitan kendaraan di bawah Indomobil Group, akan dimanfaatkan Citroën Indonesia untuk mengimpor Ë-C3 All Electric.

Bebas bea masuk dan pajak barang mewah

Mobil ini akan diimpor secara utuh (CBU) dengan bea masuk nol persen dan pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM) yang ditanggung pemerintah, dipergunakan di dalam masa transisi sampai dengan dimulainya kegiatan produksi Ë-C3 All Electric dalam negeri, maksimal hingga tahun 2026.

Saat ini, Citroën merupakan merek pertama dan satu-satunya di Indonesia yang saat ini memperoleh persetujuan keikutsertaan program BEV dan fasilitas impor secara resmi dari pemerintah. Citroën Indonesia segera menawarkan Ë-C3 All Electric dengan banderol mulai Rp. 377 juta (on the road Jakarta).

“Langkah kami ini sekaligus membuktikan komitmen Citroën untuk berkontribusi dalam menciptakan mobilitas bebas emisi,” kata Tan Kim Piauw, Chief Executive Officer, PT Indomobil National Distributor.

Tombol transmisi E-Toggle

Citroën Ë-C3 All Electric memiliki jarak tempuh 320 km (ARAI MIDC 1 Certified). Tenaganya mencapai 56 hp dan torsi 143 Nm, sehingga akselerasi dari 0-60 km/jam dapat ditempuh dalam waktu 6,8 detik dan top speed 107 km/jam.

Transmisi otomatis single-speed dapat dioperasikan melalui tombol transmisi E-Toggle yang unik dengan pilihan mode pengendaraan Eco dan Standard.

Sebagai sumber penyimpan energi, mobil ini menggunakan baterai Li-Ion 29,2 kWh. Dengan menggunakan port CCS2, pengisian dari 10 persen hingga 100 persen membutuhkan waktu 10 jam 30 menit. Namun dengan menggunakan fast charging DC, pengisian 10 persen hingga 80 persen dapat dilakukan dalam waktu 57 menit.

Konsumen yang membeli Citroën Ë-C3 All Electric akan memperoleh servis gratis selama 70 ribu kilometer, garansi kendaraan tiga tahun, atau 100 ribu km (mana yang tercapai lebih dulu).

Citroën C3 Aircross Suguhkan Kenyamanan Khas Prancis

Citroën Indonesia memenuhi komitmennya untuk menghadirkan C3 Aircross untuk pasar Tanah Air. Pertama kali tampil pada ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) pada tahun lalu, Citroën C3 Aircross secara resmi diluncurkan pada 23 April 2024.

Kehadiran Citroën C3 Aircross ini tentu untuk mengakomodir kebutuhan banyak konsumen Indonesia yang masih ‘ngefans’ dengan Sport Utility Vehicle (SUV) tujuh penumpang. Tentu saja dihadirkan dengan paduan desain yang atraktif, punya teknologi mumpuni, dan tidak melupakan aspek kenyamanan berkendara khas mobil Prancis.

“Citroën C3 Aircross SUV hadir untuk memenuhi kebutuhan keluarga Indonesia dengan menawarkan kenyamanan dan performa terbaik di kelasnya. Kami yakin masyarakat luas akan menyambut kehadiran produk ini dengan antusias,” ujar Tan Kim Piauw, Chief Executive Officer Citroën Indonesia.

Penampilan eksterior yang gagah dan agresif, disertai dengan interior yang nyaman dan lapang, termasuk yang berada di bangku baris ketiga. Dengan fitur keselamatan berkendara berupa anti-lock braking system, electronic brakeforce distribution, dan electronic stability program, membuat perjalanan semakin tenang.

Mengusung mesin tiga silinder 1.2 liter dengan turbocharger, tenaga yang dihasilkan ialah 108 hp pada putaran 5500 rpm dan torsi puncak 205 Nm yang tersedia mulai putaran 1750 rpm. Mesin PureTech 110 tersebut dipadu dengan transmisi otomatis 6-speed dan memiliki fitur manual gear selector.

Citroën C3 Aircross dipasarkan dengan harga mulai dari Rp 289,9 juta dan hadir dalam 10 pilihan warna atraktif. Sedangkan untuk pilihan warna dual tone, dikenakan biaya tambahan sebesar Rp 5 juta.

Citroën memberikan garansi standar tiga tahun atau 100 ribu km (mana yang tercapai lebih dahulu). Tak ketinggalan layanan purna jual yang mencakup layanan servis gratis selama empat tahun atau 50 ribu kilometer.