Citroën dan Jeep Hadirkan Perjalanan Mudik Aman Serta Nyaman

Sebagai wujud komitmen guna mendukung kenyamanan pelanggan selama bulan suci Ramadan dan mudik Lebaran, PT Indomobil National Distributor, selaku Agen Pemegang Merek Citroën dan Jeep di Indonesia, meluncurkan program layanan purna jual bertajuk Siaga Ramadan, serta Penawaran Spesial. Program ini hadir untuk memastikan pelanggan dapat menikmati ketenangan berkendara selama perjalanan mudik.

“Melalui jaringan Indomobil dan ekosistem Stellantis Brand House, momen Ramadan ini menjadi kesempatan bagi kami untuk mengukuhkan ketenangan dan kenyamanan pelanggan. melalui layanan dan program terbaik. Termasuk program Siaga Ramadan dan Penawaran Spesial yang telah kami siapkan bagi pelanggan Citroën dan Jeep,” kata Tan Kim Piauw, Chief Executive Officer PT Indomobil National Distributor.

Dilengkapi Ekstra Baterai

Menunjukan komitmen nyata di tahun 2025 ini, konsep diler Stellantis Brand House yang menampilkan lini produk Citroën dan Jeep, akan segera hadir di Jakarta, Bandung, Semarang, Surabaya, Medan, serta kota lainnya. Memasuki suasana mudik Lebaran, Citroën menghadirkan Penawaran Spesial yang berlaku dari awal hingga akhir Maret 2025.

Citroën menawarkan promo eksklusif, bagi konsumen yang ingin membawa pulang Citroën C3 MT. Dengan kesempatan memperoleh voucher bensin senilai Rp 10 juta, paket aksesori gratis, serta kaca film tanpa biaya tambahan. Citroën juga menghadirkan program ‘Tambah Panjang’ bagi pelanggan yang membeli Ë-C3 VIN 2023. Melalui program ini, setiap unit dilengkapi dengan ekstra baterai, memastikan pengalaman berkendara yang semakin berkelanjutan.

Selain itu, bagi pelanggan yang ingin memiliki C3 Aircross, Citroën menyediakan program TUCAR (Trade In Ur Car). Program ini memungkinkan pelanggan menukarkan mobil lama dari merek apa pun dengan Citroën C3 Aircross.

Keuntungan Lebih Bagi Konsumen

“Program Spesial ini dirancang untuk menawarkan keuntungan lebih bagi konsumen menyambut bulan Ramadan dan periode Lebaran. Kami ingin memberikan kemudahan, dalam mewujudkan kepemilikan kendaraan Citroën,” jelas Ferdinan Hendra, Sales & Marketing Division Head of Citroën Indonesia.

PT Indomobil National Distributor juga terus memperkuat merek Jeep, dan meningkatkan layanan, serta dukungan bagi komunitas pemilik. Hal ini diwujudkan melalui perluasan jaringan diler Jeep, pelayanan yang optimal dalam klaim garansi, serta fasilitas purna jual yang lengkap. Diler resmi pertama di Pantai Indah Kapuk, Jakarta, hadir dengan showroom dan lounge eksklusif sebagai ruang berkumpul bagi komunitas Jeep.

“Indomobil menghormati Jeep sebagai merek ikonik yang melambangkan ketangguhan dan petualangan. Kami berkomitmen untuk memberikan pengalaman kepemilikan terbaik. Tidak hanya lewat performa kendaraan, tetapi juga layanan purna jual yang andal,” papar Ario Soerjo, Chief Operating Officer Jeep Indonesia.

Program layanan purna jual Ramadan Siaga disiapkan untuk mendukung perjalanan mudik Lebaran tahun 2025. Program ini menghadirkan lima titik layanan servis terbaik, untuk meningkatkan kemudahan dan kenyamanan berkendara bersama keluarga. Bengkel khusus Citroën tersedia di Halim (Jakarta) dan Setiabudi (Semarang).

Bengkel Siaga Stellantis Brand House di Jakarta, Bandung, dan Surabaya. Beroperasi selama 29 Maret hingga 6 April 2025. Namun ada pengecualian pada 31 Maret dan 1 April 2025. Layanan ini menyediakan bantuan darurat 24 jam (Emergency Road Assistance) melalui Call Center 14023.

First Impression: Leapmotor C10

Sinyal kuat bahwa Leapmotor bakal meramaikan pasar kendaraan Tanah Air di tahun depan, memang sudah terlihat jelas. Sebab Stellantis telah ‘berdiskusi’ mendalam bersama Indomobil Group. Namun, nampaknya pihak Indomobil belum mau mengungkap secara terang-terangan. Sepertinya memang mau menyiapkan kejutan terkait brand kendaraan listrik asal China ini.

Meski begitu, kami sempat berjumpa dengan salah satu produk Leapmotor, saat berkunjung ke Prancis, beberapa waktu silam. Produk tersebut ialah Leapmotor C10. Kami merasa mobil ini punya peluang besar untuk masuk ke Indonesia. Alasannya, tak lain didasari oleh segmen yang dituju, yakni Sport Utility Vehicle (SUV). Apalagi pasar SUV masih dilirik oleh konsumen Tanah Air.

Urban SUV

Secara fisik, kami menyukai tampilan Leapmotor C10 ini. Memang tidak mencolok, tapi bisa menarik perhatian. Dimensinya masih oke buat lalu lintas Indonesia. Panjang bodi 4.739 mm, dengan lebar 1.900 mm, tinggi 1.680 mm, dan wheelbase 2.825 mm. Ground clearance yang berada di angka 180 mm, maka SUV ini lebih tepat untuk penggunaan urban.

Bagian depan Leapmotor C10 memiliki desain yang mengundang rasa penasaran. Apalagi ada kontur tegas layaknya mobil sport pada bumper depannya. Sepasang roof bar pada atap, menegaskan karakter sebuah SUV. Sedangkan pada bagian samping bodinya, ada lekukan aerodinamis dan disertai dengan handle pintu model flush-fitting.

Setiap ruang fender diisi dengan velg berukuran 20 inci berdesain sporty. Semoga saja spesifikasinya tidak berubah, dengan yang nanti masuk ke pasar Indonesia. Bagian belakang Leapmotor C10 menampilkan kesan modern yang kuat. Lampu belakangnya terlihat begitu ramping dan kontras dengan dimensi bodi. Sedangkan wiper kaca belakangnya ‘bersembunyi’ di balik spoiler.

Disambut kabin minimalis

Masuk ke kabin, maka akan langsung disambut dengan atmosfer modern yang minimalis. Buat konsumen yang suka ‘keramaian’ interior, sepertinya akan menilai kabin Leapmotor C10 ini terasa sepi. Tapi, bagi konsumen yang menggemari desain interior yang minim tombol fisik, sepatutnya akan merasa ‘sreg’.

Lingkar kemudinya dilengkapi dengan sepasang scroller lima-arah, sehingga memungkinkan pengemudi memilih fungsi kontrol saat berkendara. Dashboard Leapmotor C10 didominasi oleh panel instrumen berukuran 10,25 inci dan layar sentuh mutakhir 14,6 inci.

Interior Leapmotor C10 memang dirancang untuk memberikan kepraktisan. Console tengah dapat digunakan untuk meletakkan aneka barang atau mengisi daya ponsel. Tuas transmisi sengaja diposisikan pada kolom setir, agar tidak menyita ruang pada console tengah. Panoramic glass membentang seluas panel atas bodi, jadi kabin senantiasa terang.

Layak dinantikan

Kami memang tidak berlama-lama menghabiskan waktu dengan Leapmotor C10. Setidaknya kami sempat mencari tahu sumber penggerak SUV ini. Leapmotor C10 mengusung motor listrik 160 kW (setara dengan output 210 hp) dan memiliki torsi maksimum 320 Nm.

Leapmotor mengklaim bahwa battery pack 69.9 kWh yang digunakan, mampu membawa C10 hingga jarak tempuh dalam kisaran 417 km, melalui prosedur pengujian WLTP. Untuk mengisi baterai dalam kondisi 30 persen hingga 80 persen, dengan charger AC 6.6 kW, maka akan menghabiskan waktu sekitar 6,1 jam. Jika menggunakan charger DC, maka cukup 30 menit saja. Jadi, apakah SUV listrik ini patut dinantikan? Kami sih ‘yes’…

Stellantis Brand House Siap Beroperasi di Indonesia!

PT Indomobil National Distributor selaku Agen Pemegang Merek (APM), untuk beberapa brand Stellantis di Indonesia, memperkenalkan konsep diler terbaru yang diberi nama Stellantis Brand House. Konsep ini memungkinkan beberapa brand otomotif Stellantis, untuk menampilkan lini produknya dalam satu lokasi, di bawah naungan Indomobil Group di tahun 2025 nanti.

Saat ini, brand Stellantis yang sudah merambah pasar Indonesia bersama Indomobil Group ialah Citroën. Tahun depan menjadi peluang bisnis yang menantang bagi Citroën. Oleh karenanya, Citroën menyambutnya dengan pengumuman harga terbaru untuk Citroën C3 M/T. Opsi pertama ialah Citroën C3 M/T dengan harga Rp 189,9 juta (bebas layanan servis selama satu tahun). Sedangkan opsi kedua adalah Citroën C3 M/T dengan harga Rp 196,8 juta (bebas layanan servis selama empat tahun).

“Di tahun 2024, Citroën sukses meluncurkan C3 Aircross dan menampilkan Basalt. Maka di tahun 2025, kami menghadirkan konsep baru Stellantis Brand House. Langkah ini sebagai wujud inovasi untuk memenuhi kebutuhan berkendara, serta memberikan aksesibilitas produk melalui jaringan diler yang terintegrasi,” jelas Tan Kim Piauw, Chief Executive Officer PT Indomobil National Distributor.

Jeep di bawah naungan Indomobil

Sebagai agenda besar di tahun 2025 nanti, maka Jeep sebagai brand otomotif yang menjadi bagian dari Stellantis, akan dipasarkan oleh PT Indomobil National Distributor. Tak hanya menghadirkan jaringan diler yang lebih luas saja, sebab didukung juga dengan layanan purna jual, dan suku cadang lengkap.

Strategi ini merupakan langkah Stellantis untuk memperkuat posisi Jeep di pasar SUV yang terus berkembang di Indonesia. Di tahun 2025, Jeep menyatakan secara resmi untuk memasarkan Wrangler Rubicon. Selain itu, Jeep akan memperluas jaringannya, melalui diler pertama di PIK, Jakarta. Disusul dengan titik Lokasi bengkel di MT Haryono, TB Simatupang, dan Gading Serpong. Sedangkan untuk wilayah di luar Jakarta, Jeep akan segera beroperasi di kota Bandung, Surabaya dan Medan.

“Kami percaya kolaborasi ini akan menjadi simbiosis mutualisme. Yang mana jaringan diler luas dan layanan purna jual terpercaya Indomobil, dapat memperkuat kehadiran Jeep di Indonesia. Kami juga berkomitmen untuk melayani konsumen dengan sepenuh hati, serta berharap dapat membangun komunitas yang solid bagi pecinta Jeep di Indonesia,” pungkas Ario Soerjo, Chief Operation Officer (COO) PT Indomobil National Distributor.

Pusat Suku Cadang Stellantis di Malaysia, Beroperasi di 2025

Stellantis saat ini berpredikat sebagai produsen otomotif keempat terbesar di dunia, telah resmi mendirikan Pusat Suku Cadang di Malaysia. Didirikannya Pusat Suku Cadang ini menjadi salah satu strategi penting Stellantis. Terutama untuk meningkatkan lokalisasi komponen dan memperkuat komitmen, untuk melayani pasar di wilayah India dan Asia Pasifik.

“Wilayah India dan Asia Pasifik merupakan salah satu pasar otomotif yang potensial dan terus berkembang. Hal ini yang mendasari Stellantis untuk mendirikan Pusat Suku Cadang. Karena langkah ini sebagai bagian dari strategi kami, dalam memenuhi kebutuhan pelanggan yang semakin beragam,” kata Daniel Gonzalez, Chief Operating Officer Stellantis wilayah ASEAN.

“Dengan didirikannya Pusat Suku Cadang di Malaysia, kami berharap dapat mempercepat pengiriman suku cadang ke berbagai dealer di wilayah India dan Asia Pasifik. Termasuk menciptakan sistem operasional yang lebih efisien,” tambahnya.

“Peresmian Pusat Suku Cadang di Malaysia menjadi salah satu pencapaian dan dedikasi kami, dalam melayani konsumen di wilayah India dan Asia Pasifik. Pusat Suku Cadang ini memiliki lokasi yang strategis di Zona Perdagangan Bebas di Malaysia. Sehingga kami dapat mengirim suku cadang dengan lebih cepat ke berbagai dealer,” tutur Olivier Torchet, Head of Parts & Services Stellantis wilayah India & Asia Pasifik.

Pusat Suku Cadang Stellantis direncanakan beroperasi pada awal tahun 2025 di Malaysia. Sehingga untuk memastikan ketersediaan komponen yang lebih cepat dan lengkap. Yaitu di 20 negara yang berada di dalam wilayah India dan Asia Pasifik. Pusat Suku Cadang ini akan menjadi tempat penyimpanan untuk berbagai komponen dari brand otomotif di bawah naungan Stellantis. Mulai dari Citroën, Peugeot, Alfa Romeo, Jeep, RAM, Leapmotor, dan sebagainya.

Peluang Besar Citroën Basalt di Segmen Unik

Berkunjung ke Stellantis Design Center, di Vélizy-Villacoublay, Prancis, memang selalu penuh dengan kejutan. Kali ini, Citroën secara khusus memperlihatkan sosok terbaru yang (mungkin saja) bakal masuk ke pasar otomotif Indonesia. Ya, kami melihat langsung Citroën Basalt, sebuah produk yang memiliki tampilan menarik. Sebab bergaya Crossover Sport Utility Vehicle (SUV), namun dengan desain bodi coupe.

Nama Basalt sendiri berasal dari nama jenis batuan vulkanik. Pemilihan nama ini mungkin menggambarkan karakter sebuah SUV yang kokoh. Namun, sebenarnya Citroën sudah pernah menggunakan nama yang serupa, yakni Basalte, pada tahun 1978. Kala itu nama Basalte disematkan pada salah satu varian terbatas dari Citroën GS.

Citroën Basalt menggabungkan aspek kedinamisan ala mobil coupe, dengan keunggulan sebuah Crossover SUV, ditambah kelapangan mobil lima pintu. Citroën Basalt dikembangkan oleh tim yang memiliki banyak ide, dan didukung dengan sejumlah bahasa desain dari C3 serta C3 Aircross.

Siluet bodi khas coupe terlihat jelas dari bagian atap, sejak pilar B menuju ke buritan. Citroën yakin bahwa mobil ini memperlihatkan karakter modern dan terlihat menarik. Meskipun dalam posisi diam. Pada saat yang sama, aspek ketangguhan disuguhkan melalui ground clearance yang agak tinggi, sekaligus dengan sumbu roda yang lebar.

Sebagai model baru di jajaran produk Citroën, Basalt menjadi model ketiga yang menjadi bagian dari program C-Cubed. Yang mana program ini dikembangkan secara khusus, untuk mendongkrak angka penjualan kendaraan Citroën di sejumlah negara. Sebut saja Brazil, Argentina, India, dan tentu saja Indonesia. Ya, jadi ada peluang besar bagi Basalt untuk segera mengaspal di Tanah Air. Apalagi di Indonesia, sepertinya Citroën Basalt belum punya rival yang berwujud serupa.

Sayang sekali, mengenai spesifikasi lengkap Citroën Basalt yang bakal masuk ke Indonesia, belum diungkapkan. Kami menduga, mungkin nanti mesinnya akan serupa dengan C3 Aircross. Untuk sektor suspensi, kemungkinan ada perbedaan dengan saudara kandungnya. Mengingat kedua bobot kendaraan memang saling berbeda.

Citroën C5 Aircross Concept Curi Perhatian Paris Motor Show

Segmen Sport Utility Vehicle (SUV) masih menjadi salah satu fokus bagi Citroën. Hal tersebut kembali dibuktikan saat diperkenalkannya C5 Aircross Concept pada Paris Motor Show 2024. Direncanakan, mobil ini nantinya bakal menggantikan posisi C5X, yang kini berpredikat sebagai ‘flagship’ dari jajaran produk Citroën.

Citroën C5 Aircross Concept menegaskan aspek kedinamisan, yang dicari oleh banyak penyuka kendaraan SUV. Uniknya, Citroën tak hanya mau menyuguhkan sosok SUV modern saja, namun tetap menjejalkan unsur kenyamanan berkendara serta kepraktisan bagi keluarga si pengguna. Mobil konsep ini tentu mendukung ambisi Citroën dalam menggaet pasar yang selama ini terus berkembang.

Bodi seolah ‘diukir’

Dibuat menggunakan platform STLA Medium milik Stellantis Group, Citroën C5 Aircross Concept merefleksikan karakter yang kuat. Bentuk eksteriornya yang gagah, seolah ‘diukir’ demi menghasilkan tingkat aerdinamika yang optimal. Urusan siluet bodi yang memukau, lazimnya tidak tampak pada SUV. Tapi desainer Citroën sukses ‘bermain sulap’, sehingga SUV ini terlihat keren dari berbagai sudut. Ingat, ini masih konsep…

Di bagian depan, fascia sengaja dibuat rendah, tentu demi aerdinamika. Sedangkan di bagian belakang, pintu kargo malah seolah nyaris vertikal. Bahkan, lampu belakangnya yang unik, berperan juga untuk membelah udara saat mobil ini melaju. Citroën menyebutnya sebagai Light Wings.

Interior masih rahasia

Dengan panjang sekitar 4,65 meter maka tentu menawarkan ruang kabin yang lapang. Sebagai catatan, panjang bodi ini hanya bertambah sekitar 15 cm saja dari C5 Aircross generasi terakhir. Untuk tinggi bodi tetap dipertahankan pada 1,66 m. Permukaan bodi samping seolah terdiri dari yang dua lekukan yang disatukan oleh satu garis tegas. Namun, semuanya terlihat begitu mengalir.

Sayang sekali, kami belum bisa melongok interiornya. Tapi, Citroën menjanjikan atmosfer kabin yang bakal membuai pengemudi dan penumpangnya. Sehingga mereka dapat melaju dengan tenang dan nyaman, terutama saat perjalanan jauh.

Singkat kata, Citroën C5 Aircross Concept menghadirkan proporsi menarik. Tampilan eksterior yang pasti mencuri banyak perhatian, ditambah adanya inovasi pada interior (yang masih dirahasiakan), semestinya bakal menggoda pasar SUV. Citroën berjanji bahwa 95 persen tampilan C5 Aircross generasi mendatang di tahun 2025 nanti, tetap seperti mobil konsep ini.

Stellantis Sambangi Citroën Indonesia, Bahas Sinergi Operasional

PT Indomobil National Distributor sebagai Agen Tunggal Pemegang Merk (APM) Citroën di Indonesia, menyambut kunjungan kerja dari perwakilan kantor pusat Stellantis. Diwakili oleh Daniel Gonzalez (Chief Operating Officer Stellantis ASEAN & General Distributor), dan Ashwani Muppasani (Chief Operating Officer Stellantis India & Asia Pacific).

Pada kesempatan ini, Citroën dan Stellantis membahas langkah strategis, yang akan dilaksanakan selama satu tahun ke depan. Terdiri dari perluasan jaringan dealer hingga peluncuran model baru, untuk memenuhi kebutuhan pasar di Indonesia.

Selain itu, sebagai dari program kunjungan kerja, berkesempatan pula ‘mampir’ ke beberapa dealer Citroën di Jakarta. Baik di Citroën Experience Center PIK, Citroën Experience Center TB Simatupang, Citroën Gading Serpong, dan Citroën MT Haryono. Semuanya sudah sesuai dengan standarisasi global Stellantis. Standarisasi ini terdiri dari desain interior dengan paduan warna merah dan putih, serta bergaya semi industrial.

Perwakilan Stellantis juga mengunjungi fasilitas Citroën Workshop Area dan Citroën Assembly & Sparepart Center, di Cikampek. Fasilitas tersebut kini telah memasuki tahap uji coba untuk memproduksi Citroën e-C3 secara lokal. Dengan produksi dalam negeri, Citroën berharap dapat mendukung perkembangan industri otomotif, sekaligus menyerap lebih banyak tenaga kerja lokal.

“Kami melihat Indonesia sebagai pasar yang potensial untuk produk-produk otomotif yang dibawa oleh Stellantis. Dengan strategi pemasaran yang dijalankan hingga akhir 2025, semoga semakin memperkuat posisi Citroën di Indonesia,” ujar Tan Kim Piauw, CEO Citroën Indonesia.

Astra Stop Jualan Peugeot di Indonesia

Setelah ‘mengaum’ secara resmi di Indonesia selama 52 tahun, akhirnya penjualan Peugeot di Indonesia dihentikan per hari ini (02/05/2024). Perlu dicatat, bahwa di era 1970an (melalui PT Multi France Motor) hingga awal tahun 2000an, produk Peugeot cukup diminati di Tanah Air. Apalagi kalau bukan karena aspek kenyamanan berkendara khas Prancis.

Namun, ternyata kenyataan berkata lain. Gempuran produk brand Jepang semakin masif, tak terkecuali sejumlah produk brand Eropa yang juga menawarkan ‘value’ lebih dari sekedar kenyamanan. Walaupun tertatih-tatih, PT Astra International – Peugeot masih menjajakan sejumlah produk untuk pasar Indonesia. Namun respons konsumen tetap saja ‘adem’.

Peugeot di Indonesia

Keputusan dihentikannya penjualan produk Peugeot di Indonesia dilakukan oleh Stellantis, selaku prinsipal kendaraan roda empat dengan merek dagang Peugeot. Hal ini dilakukan, sebagai bagian dari strategi pertumbuhan bisnisnya di kawasan Asia Tenggara.

Meskipun terdengar ‘pahit’, namun Astra sebagai Authorized Peugeot Service Center berkomitmen untuk melayani para konsumen Peugeot, terkait layanan purna jual. Hal ini tentu tidak terlepas dari perawatan berkala, perbaikan kendaraan, klaim garansi, hingga ketersediaan suku cadang. Selain itu, Astra juga masih menawarkan layanan Home Service untuk kemudahan pelanggan dan Emergency Road Assistance di saat kondisi darurat.

Untuk tetap mendapatkan layanan purna jual, pengguna kendaraan Peugeot bisa mendatangi sejumlah bengkel resmi yang terletak di:

  • Peugeot Sunter, Jalan Yos Sudarso Kav. 24, Jakarta Utara
  • Peugeot Cilandak, Jalan R.A. Kartini Kav. 203, Jakarta Selatan
  • Peugeot Solo, Jalan Adi Sucipto no. 135C, Solo
  • Peugeot Surabaya, Jalan H.R. Muhammad no. 6, Jawa Timur

Citroën Siap Dengar Kebutuhan Mobilitas Konsumen Indonesia

Seiring dengan peluncuran dua kendaraan baru Citroën di Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2023. Beberapa hal penting yang menjadi perhatian besar bagi Citroën ialah aspek produk yang mampu mengakomodir kebutuhan mobilitas konsumen, harga yang ditawarkan, dan layanan purnajual yang optimal.

Kami pun sempat berbincang dengan Mr. Daniel Gonzalez (Chief Operating Officer ASEAN & General Distributors Stellantis) dan Bapak Tan Kim Piauw (Advisory Board Indomobil Group), terkait dengan rencana serta ekspektasi brand asal Prancis tersebut di Indonesia.

Citroën secara gamblang menargetkan angka penjualan kendaraan secara global mencapai 1 juta unit pada tahun 2025. Termasuk di dalamnya adalah ‘kue’ pasar Indonesia menjadi bagian dari rencana besar Citroën tersebut dan diproyeksikan mampu berkontribusi sebesar 30 persen untuk di luar kawasan Eropa.

Sebagai perusahaan manufaktur otomotif multinasional yang memayungi 14 merek kendaraan, salah satunya ialah Citroën, Stellantis memahami bahwa diperlukan fleksibilitas dalam memasarkan produk di negara tertentu.

Sehingga ketika Stellantis menggandeng Indomobil Group untuk membawa Citroën di Indonesia, maka studi pun dilakukan sebelum akhirnya memasarkan C3 Aircross dan e-C3. Kunci penting yang sangat berpengaruh yaitu memahami kendaraan yang sesuai dengan kondisi jalanan Indonesia dan kebutuhan mobilitas masyarakatnya.

Harga yang rasional dan terjangkau oleh para calon konsumen juga tergolong penting. Dalam hal ini, bukan harga yang murah, sebab istilah ‘murah’ biasanya mencerminkan kualitas yang kurang meyakinkan. Lebih lanjut, layanan purnajual yang mampu membuat tenang para pengguna Citroën di Indonesia, melalui jaringan bengkel yang tersebar di berbagai wilayah Tanah Air.

Oleh karenanya, melalui penampilan Citroën di GIIAS 2023 dengan membawa C3 Aircross dan e-C3, konsumen Indonesia kini memiliki pilihan baru yang dapat disesuaikan dengan preferensi dan kebutuhannya masing-masing. Semoga dengan kembalinya Citroën ke Tanah Air, mendapat respons positif dari pasar dan mampu bersaing di tengah gempuran banyak merek ‘baru’ di Indonesia.

Bertamu ke Le Conservatoire Milik Citroën

Salah satu tempat yang amat kami nantikan saat mengikuti Media Trip yang diadakan oleh Citroën Indonesia menuju Prancis ialah mengunjungi Le Conservatoire. Tempat ini merupakan rumah dari ratusan unit kendaraan Citroën legendaris, termasuk beraneka ragam produk, mobil konsep, maket desain, hingga semua arsip sejarah perjalanan perusahaan yang dirintis oleh André-Gustave Citroën tersebut.

Le Conservatoire berada di area Aulnay-sous-Bois, dekat dengan kawasan bekas fasilitas perakitan milik PSA Peugeot Citroën. Pengerjaan konstruksi bangunan ini dimulai pada bulan Maret 2000 dan selesai pada akhir bulan November 2000. Sejumlah kendaraan Citroën mulai dipindahkan menuju bangunan ini antara bulan Juni 2000 hingga bulan September 2001.

Citroën punya banyak tempat penyimpanan

Memindahkan segala benda bersejarah dan kendaraan Citroën, tentu memerlukan program logistik yang berskala besar. Wajar saja jika menghabiskan waktu lebih dari satu tahun. Mengingat Citroën sebelumnya memiliki ruang penyimpanan kendaraan di rue Vasco de Gama (Paris), pusat pengujian La Ferté-Vidame (Prancis Utara), dan pusat desain Vélizy-Villacoublay.

Pada 28 November 2001, Le Conservatoire diresmikan oleh Pierre Peugeot, selaku Chairman of the Supervisory Board of PSA Peugeot Citroën, dan Claude Satinet, sebagai Managing Director of Automobiles Citroën saat itu. Bangunan seluas 6.500 m2 ini mampu menampung sekitar 300 unit kendaraan dan segala arsip yang jika dibentangkan panjangnya mencapai 1.400 meter.

Bukan museum

“Sebenarnya kami memiliki jumlah kendaraan mendekati 600 unit. Tapi tidak mungkin untuk diletakkan di bangunan Le Conservatoire ini. Oleh karenanya, beberapa ditempatkan di kantor Citroën lain atau dibawa ke event tertentu. Namun, unit-unit yang bersejarah lebih sering berada di tempat ini,” kata Denis Huille, Citroën Heritage Manager, saat kami temui beberapa waktu silam.

Memasuki bangunan Le Conservatoire, ruangan pertama disesaki oleh memorabilia Citroën. Kami harus menahan godaan saat melihat deretan diecast model, bermacam literatur, hingga pakaian beraromakan brand Citroën. Le Conservatoire sepertinya kurang tepat disebut sebagai museum, karena Citroën menyebutnya sebagai ‘tempat tinggal’ dan ruang penyimpanan benda bersejarah.

Tempat mencari inspirasi

Bahkan para staf Citroën pun terkadang menghabiskan waktu di Le Conservatoire jika ingin mencari inspirasi atau menggali informasi ketika sedang mengembangkan kendaraan baru. Di tempat ini, kendaraan pertama Citroën, Type A, menyambut kami. Kendaraan buatan tahun 1919 tersebut menjadi penentu laju bisnis Citroën selama ratusan tahun ke depan.

Selanjutnya, berbagai model bersejarah pun terhampar luas sepanjang penglihatan kami. Mulai dari Type B, Type C, Rosalie, Traction Avant, TPV (Toute Petite Voiture), 2CV, DS, SM, Ami, Dyane, Méhari, M35, GS, CX, LNA, Visa, Axel, BX, AX, XM, hingga ZX. Tak ketinggalan jajaran mobil kompetisi dari aneka model. Baik yang era klasik maupun yang sudah zaman modern.

Sejumlah kendaraan komersial Citroën pun ada di tempat ini, seperti traktor, truk, bis, serta van. Hebatnya lagi, ada sebuah helikopter buatan Citroën, yakni RE2 bermesin rotary. Puluhan unit maket kendaraan konsep Citroën juga tertata dengan rapi di rak penyimpanan. Sayangnya kami tidak berkesempatan untuk melihat arsip bersejarah yang disimpan di ruangan lain.

Beberapa jam berada di Le Conservatoire, mengamati dan mengagumi begitu banyak kendaraan Citroën, seperti tidak cukup. Kami rasa perjalanan sejauh belasan ribu kilometer dari Tanah Air menuju Le Conservatoire ini memang begitu berharga…

Thierry Koskas: Pasar Indonesia Penting Bagi Citroën

Pabrikan otomotif asal Prancis, Citroën, menargetkan angka penjualan kendaraan secara global mencapai 1 juta unit pada tahun 2025 nanti. Termasuk di dalamnya adalah Indonesia yang menjadi bagian dari rencana besar Citroën dan diharapkan mampu berkontribusi dari pasar 30 persen untuk di luar kawasan Eropa pada tahun yang sama.

Citroën kembali ke pasar Tanah Air pada awal Desember 2022 silam, dengan membawa tiga produk andalan, yaitu C3, C5 Aircross dan e-C4. Kondisi ekonomi dan pasar otomotif Indonesia yang mulai menggeliat pasca pandemi COVID-19, tentu memberi peluang pasar yang menarik bagi merek ini.

Terlebih lagi, Citroën memang sudah pernah hadir secara resmi di Indonesia sejak tahun 1970an hingga 1990an. Sayangnya, saat menjelang krisis moneter menghampiri Tanah Air, merek ini pun terpaksa minggat dari pasar lokal.

Sudah mempelajari pasar Indonesia

Kami berjumpa dengan Thierry Koskas, selaku Chief Executive Officer Citroën, di sela-sela kunjungan sejumlah media Tanah Air ke Design Automotive Network Stellantis, di Vélizy-Villacoublay, Prancis, pada 18 Juli 2023 silam. Dirinya pun mengungkapkan betapa optimisnya Citroën untuk menggarap pasar kendaraan di Indonesia.

“Indonesia merupakan pasar yang sangat penting bagi kami dalam jangka panjang. Sebab kami telah mempelajari kondisi pasar otomotif di Indonesia yang memang memiliki keunikan tersendiri,” tutur pria yang juga menjabat sebagai Stellantis Chief Sales & Marketing Officer Stellantis tersebut.

Sosok yang sebelumnya menjabat sebagai Brand Commercial Director ini juga berpendapat bahwa pasar kendaraan Sport Utility Vehicle (SUV), khususnya di segmen B menjadi pasar potensial di Indonesia. “Kami akan menyiapkan dua kendaraan baru yang segera diperkenalkan di Indonesia. Anda nantikan saja produk tersebut,” ujar Thierry Koskas dengan yakin.

Masih ada tugas utama

Lebih lanjut, kembalinya Citroën ke Indonesia tentu dengan menggandeng mitra strategis, yakni Indomobil Group. Salah satu rencana panjang Indomobil Group terkait Citroën dalam melakukan ekspansi di Indonesia ialah dengan melakukan lokalisasi. Hal ini tentu saja baru dapat dilakukan jika diiringi dengan respons pasar yang terus positif.

Untuk sementara waktu, Citroën memang masih memiliki ‘tugas utama’ untuk membangun brand image di tengah masyarakat Indonesia. Tentunya sebagai produsen kendaraan yang dapat diandalkan, berkualitas, serta terjangkau. Tanpa terkecuali dalam menyiapkan jaringan dealer dan sarana purnajual yang tersebar di banyak daerah.

Citroen Indonesia

Citroën Kembali Resmi Mengaspal di Indonesia Tahun Depan

Citroën akan memboyong New C3, C5 Aircross, dan ë-C4 ke Indonesia di tahun 2023.

Stellantis N.V., telah menggandeng Indomobil Group untuk menjalankan bisnis di Indonesia. Kemitraan ini diumumkan pada 4 Oktober 2022, di Jakarta. Perjanjian kemitraan menunjuk Indomobil sebagai distributor tunggal merek Citroën di Indonesia, termasuk rencana memperkenalkan mobil-mobil andalannya di Indonesia mulai 2023.

Perjanjian Kemitraan ini ditandatangani pada 20 April 2021, yang menetapkan bahwa PT. Indomobil Wahana Trada, anak perusahaan Indomobil Group, akan menangani distribusi dan penjualan produk Citroën di Indonesia. Andrew Nasuri, Head of Business Development, Indomobil Group; Vincent Cobée, CEO Citroën, dan Carl Smiley, Stellantis Chief Operating Officer untuk India dan wilayah Asia Pasifik, mengumumkan secara resmi kehadiran merek Prancis ini ke Indonesia.

“Kami sangat bangga mengumumkan kemitraan strategis Indomobil dan Stellantis yang akan memperkenalkan dan mengembangkan merek Citroën di Indonesia. Melalui Indomobil Wahana Trada, kami akan memasarkan kendaraan yang bergaya dan menawarkan layanan purna jual yang andal untuk membangun merek di sini,” kata Andrew Nasuri.

Citroën berkomitmen untuk memberikan pengalaman pelanggan yang luar biasa dengan memberikan solusi cerdas melalui inovasi produk dan teknologi. Sebagai tolak ukur dalam hal kenyamanan, produk legendaris ini akan dilengkapi dengan layanan yang memberikan ketenangan dan kenyamanan bagi para pelanggannya.

“Kami sangat percaya bahwa mobilitas harus dapat diakses oleh semua orang dan tentunya ingin menawarkan lebih banyak pilihan yang memberikan kebebasan mobilitas kepada masyarakat Indonesia,” imbuh Vincent Cobée.

Pasar otomotif di Indonesia memiliki prospek cerah di tahun-tahun mendatang. Citroën akan menawarkan kendaraan yang lebih bergaya dan berkualitas tinggi yang akan meramaikan pasar otomotif di Indonesia. Citroën juga bakal didukung oleh jangkauan luas Indomobil melalui jaringan dealer dan bengkel resminya.

“Kami dengan cermat memilih mitra untuk mengembangkan bisnis Stellantis. Indomobil memiliki rekam jejak kisah sukses dengan merek otomotif global. Indomobil juga memiliki keahlian dan pengalaman panjang di industri otomotif lokal dan fokus yang kuat pada kepuasan pelanggan. Inilah kualitas yang dicari Stellantis sebagai mitra untuk membantu kami meluncurkan Citroën di Indonesia,” tutup Carl Smiley.