Sistem TetraDrive, Penunjang Kapabilitas Toyota Fortuner 4×4

Nyaris dua dekade, pasar Indonesia diisi oleh salah satu produk Sport Utility Vehicle kebanggaan PT Toyota-Astra Motor (TAM), yakni Fortuner. Mobil ini secara konsisten selalu menjadi pilihan oleh konsumen SUV di Tanah Air. Apalagi kalau bukan karena desain, performa, dan durabilitasnya.

Sebagai model top-of-the-line dari Toyota Fortuner saat ini ialah varian 2.8 GR Sport 4×4 TSS, dengan fitur T Intouch. Toyota Fortuner 2.8 GR Sport 4×4 TSS merupakan kendaraan all-rounder yang sanggup memberikan tingkat kenyamanan tinggi di jalan perkotaan, namun juga dapat diandalkan di medan off-road.

Untuk varian tersebut, di balik kap depannya terdapat mesin diesel empat silinder 1GD-FTV berkapasitas 2.8 liter, dan disertai perangkat VNT Intercooler. Perpaduan tersebut mampu menghasilkan tenaga sebesar 201 hp pada 3.000 sampai 4.000 rpm. Hebatnya lagi, torsi maksimal mencapai 500 Nm, yang tersedia pada rentang 1.600 hingga 2.000 rpm. Transmisi otomatis 6-speed Sport Sequential Switchmatic, bertugas untuk menyalurkan output mesin menuju roda.

Traksi Optimal di Berbagai Kondisi Jalan

Stiker TetraDrive pada bodi samping, menekankan pada kemampuan off-road yang lebih mumpuni. Sebab SUV ini dilengkapi dengan sistem penggerak 4×4, yang memberikan traksi optimal di berbagai kondisi jalan, termasuk medan off-road yang menantang.

Dengan sistem ini memungkinkan distribusi tenaga secara merata ke keempat roda, sehingga meningkatkan kemampuan mobil dalam menaklukkan tanjakan terjal, medan berlumpur atau jalan berbatu.

TetraDrive merupakan sistem 4×4 berjenis part-time. Jadi pengguna bisa memilih sistem 4×2 untuk penggunaan jalan raya atau medan aspal yang mulus, dengan memilih mode 2H. Saat menghadapi permukaan jalan licin, seperti melaju di jalan hambatan saat hujan deras, atau di permukaan gravel, pengemudi bisa langsung memilih mode 4H. Hanya dengan memutar knob yang ada di fascia panel tengah.

Bantuan Downhill Assist Control

Jika ingin melahap medan off-road yang cukup menantang, pengemudi dapat langsung memilih mode 4L. Namun, harus dalam berhenti terlebih dahulu. Guna mengoptimalkan traksi di kondisi medan buruk, tersedia fitur Downhill Assist Control (DAC) dan Differential Lock. Sistem ini sangat ideal bagi pengguna yang sering berpetualang di luar jalan raya, atau di medan buruk sekalipun.

Sistem penggerak TetraDrive memang dirancang oleh Toyota, untuk memberikan kapabilitas yang optimal bagi pemilik Fortuner 2.8 GR Sport 4×4 TSS. Sehingga SUV ini mampu dibawa ke berbagai kondisi jalan, sesuai dengan aktivitas dan kebutuhan penggunanya.

Kenalan Dengan Teknologi Mutakhir e³ Platform Punya Denza

Selain fokus menghadirkan inovasi teknologi, BYD juga menjadi pionir dalam mengintegrasikan teknologi canggih ke berbagai sektor strategis termasuk sektor otomotif di dunia. Denza, sebagai sub-brand premium dari BYD, tentu turut mengimplementasikan teknologi terdepan. Salah satu inovasi terbaru yang yang diperkenalkan pada kuartal empat tahun 2024, dan pertama kali diterapkan pada Denza Z9 GT dan Denza Z9, yakni e³ Platform.

Teknologi ini menjadi terobosan dalam meningkatkan efisiensi, performa tinggi, serta menghadirkan pengalaman berkendara yang lebih mutakir. Dengan e³ Platform, maka Denza berkomitmen untuk menghadirkan kendaraan premium yang inovatif, lebih responsif, nyaman, dan ramah lingkungan.

Satu kesatuan teknologi inovatif

e³ Platform adalah sistem penggerak tiga motor independen. Terdiri dari satu motor listrik di bagian depan, dan dua motor di bagian belakang. Setiap motor memiliki control unit yang bekerja secara independen, untuk memberikan torsi optimal di setiap kondisi berkendara.

Dengan arsitektur ini, kendaraan mampu menghadirkan akselerasi yang presisi dan responsif, serta meningkatkan stabilitas saat melaju di berbagai medan.

Teknologi ini juga terintegrasi dengan CTB (Cell-to-Body), yang berfungsi menyatukan motor listrik yang berada di dalam e-platform. Berintegrasi dengan teknologi Blade Battery, sehingga menjadi satu kesatuan struktur pada bodi mobil.

Dikombinasikan dengan VMC

Pada model Z9 GT, sistem ini dikombinasikan dengan Vehicle Motion Control (VMC), supaya memberikan kendali penuh terhadap distribusi tenaga, dan kestabilan kendaraan di berbagai kondisi jalan.

Selain itu, kendaraan berbasis e³ Platform juga dilengkapi dengan centralized computing platform. Sistem ini memungkinkan kendali yang lebih cerdas terhadap tiga motor listrik, active rear-wheel steering, penyesuaian torsi, dan sudut kemudi belakang secara independen. Semua data kendaraan terus diperbarui melalui OTA (Over-the-Air) updates, memastikan setiap fitur selalu dalam kondisi terkini.

Parkir lebih mudah dan efisien

Denza juga menghadirkan fitur e³ Parking, yang dapat memberikan kemudahan dalam berbagai kondisi parkir, baik di ruang normal maupun sempit dengan lebih efisien. Saat mode parkir diaktifkan, roda depan terkunci untuk menjaga stabilitas. Sedangkan roda belakang bergerak secara independen ke arah luar (outward). Mekanisme ini memungkinkan kendaraan masuk ke slot parkir, dalam satu gerakan tanpa perlu bermanuver maju atau mundur berulang kali.

Teknologi e³ Platform memudahkan pengemudi untuk mengendalikan kendaraannya pada jalanan yang licin. Teknologi ini telah diuji dalam low-adhesion road test, di mana kendaraan menghadapi permukaan jalan dengan adhesion coefficient yang rendah, berisiko menyebabkan oversteer atau understeer (hilangnya stabilitas).

Dengan pengetesan pada jalur dengan radius putar sebesar 15 meter, Z9 GT berhasil untuk melaju secara stabil tanpa koreksi arah berlebihan. Uji coba serupa dilakukan pada permukaan jalan dengan radius 66 meter, dan adhesion coefficient yang bervariasi, dengan rasio rentang terendah sebesar 0.35 hingga yang terbesar 0.85. Pada uji coba ini, Z9GT membuktikan dapat melaju secara aman dan terkendali, tanpa kemungkinan oversteer atau understeer.

Enteng diuji Moose Test

Denza Z9 GT pun telah melalui pengetesan Moose Test (uji manuver darurat) dan mendapatkan sertifikat resmi dari China Automotive Engineering Research Institute (CAERI). CAERI merupakam lembaga penelitian dan pengujian otomotif di China, yang memiliki otoritas dalam menilai standar keselamatan, kinerja, dan efisiensi kendaraan.

Tes ini membuktikan bahwa e³ Platform juga memungkinkan kendaraan untuk bermanuver dengan presisi tinggi di jalur sempit. Denza Z9 GT mampu melaju stabil di jalur pengetesan Moose Test, dan berhasil mencapai kecepatan maksimum 93,6 km/jam.

Salah satu keunggulan utama dari e³ Platform adalah kemampuannya menjaga stabilitas kendaraan bahkan dalam kondisi ekstrem. Misalnya ketika ban pecah di kecepatan tinggi hingga 140 km/jam. Berkat kombinasi teknologi Intelligent Driving System, DiSus Intelligent Body Control System, dan Vehicle Motion Control (VMC), kendaraan tetap berada dalam kondisi aman, terkendali, dan mampu mencari jalur pemberhentian yang optimal.

Mengedepankan keselamatan berkendara

Intelligent Driving System dengan ADAS (Advanced Driver Assistance System) secara otomatis mendeteksi kondisi ban pecah dalam hitungan milidetik. Sistem ini segera menganalisis situasi, mengidentifikasi jalur aman, dan mengarahkan kendaraan menuju lokasi pemberhentian yang paling aman. Sehingga mengurangi risiko kecelakaan akibat kehilangan kendali.

DiSus Intelligent Body Control System adalah sistem suspensi cerdas yang menyesuaikan respons kendaraan terhadap perubahan kondisi jalan dan kestabilan mobil. Dalam situasi ban pecah, sistem ini bekerja secara otomatis untuk menjaga keseimbangan kendaraan dengan mengatur posisi suspensi secara independen.

Sedangkan Vehicle Motion Control (VMC), berfungsi mengontrol motor listrik secara real-time, untuk menyesuaikan distribusi tenaga ke roda dan pengaturan sudut kemudi agar tetap optimal. Teknologi ini memungkinkan kendaraan mempertahankan traksi, mengoreksi arah kemudi dengan presisi, serta mencegah oversteer atau understeer.

Dengan teknologi canggih yang terintegrasi, kendaraan Denza berbasis e³ Platform menyuguhkan standar baru dalam kenyamanan, keselamatan, dan kendali penuh. Sehingga memberikan solusi mobilitas yang lebih baik dan berkelanjutan.

Empat Dekade Volkswagen Transporter All-Wheel Drive

Tahun ini, Volkswagen Commercial Vehicles merayakan momen ’40 Years of All-wheel Drive’. Perayaan ini membuktikan kemampuan Volkswagen (VW) dalam memberikan kapabilitas off-road pada kendaraan komersialnya. Motto yang diusungnya ialah: ke mana saja tujuannya, tidak harus melewati jalan mulus.

Awal mula lahirnya kendaraan komersial 4×4 dari VW, saat Gustav Mayer (head of VW Transporter development) acapkali tersangkut di padang pasir Sahara, saat menggunakan VW T2 di era 1970an. Kesal karena keterbatasan kemampuan sistem penggerak roda belakang, maka ia dan timnya mengembangkan prototipe VW T2 dengan penggerak empat roda. Lokasi pengujian bertempat di wilayah Afrika Utara.

Baru diaplikasikan di T3

Pada akhirnya, VW T2 4×4 tidak pernah masuk ke jalur produksi. Sebab siklus produksi T2 sudah menjelang berakhir. Setidaknya pengembangan sistem 4×4 tersebut, menjadi dasar untuk kendaraan generasi berikutnya. Dengan segala hasil yang didapat, akhirnya VW menerapkan sistem 4×4 pada T3, pada tahun 1985.

T3 Syncro ini menjadi VW Transporter pertama yang menerapkan sistem penggerak empat roda. VW berkolaborasi dengan Steyr-Daimler-Puch, untuk menguji kapabilitas dan durabilitasnya di medan off-road. Tidak seperti T2 4×4 versi eksperimen, yang bisa menjadi mobil 4×2. Sebab T3 Syncro menggunakan sistem penggerak all wheel drive permanen, yang disertai kopling visco, guna membagi distribusi daya antara roda depan dan belakang.

Modifikasi lainnya adalah suspensi yang ditinggikan dan sejumlah komponen yang diperkuat. Seluruh penyempurnaan tersebut membuat T3 Syncro mampu diandalkan di meda off-road. Pada tahun 1987, T3 Syncro menggunakan velg 16 inci, ukuran rem lebih besar, locker roda belakang, dan ground clearance menjadi 246 mm. Model ini diciptakan buat melahap medan off-road serius, hanya 2.138 unit saja. Namun, 60 unit di antaranya merupakan T3 Syncro dengan bodi flatbed yang super langka.

Memecahkan rekor

Di awal 1990an, VW meluncurkan Transporter generasi baru, yakni T4. Model ini menggunakan layout yang benar-benar baru, dengan posisi mesin di depan dan berpenggerak roda depan. Tahun 1993, diperkenalkan varian Syncro, dengan sistem kopling visko untuk menyalurkan daya ke roda belakang saat diperlukan. Hasilnya, sistem all-wheel drive ini menyuguhkan rasa berkendara yang stabil, namun tetap menghadirkan kepraktisan sebuah VW Transporter.

Prestasi sistem all-wheel drive Volkswagen Commercial Vehicles, semakin terdongkrak di tahun 1999. Ketika ada dua tim yang ingin membelah rute Pan-American Highway, dari Alaska hingga Argentina. Dua tim tersebut berangkat dari Prudhoe Bay, Alaska, pada 25 September 1999, menembus medan non-aspal yang buruk, cuaca yang ekstrem, hingga harus menghadapi situasi politik yang ‘menantang’ di wilayah Amerika Latin.

T4 Multivan Syncro yang dikemudikan oleh Andreas Renz dan Matthias Göttenauer itu, menyelesaikan medan penuh tantangan sejauh 22.880 km, hanya dalam waktu 15 hari, 14 jam, dan 6 menit. Kesuksesan ini langsung dicatat dalam Guinness Book of World Records.

Sederet produk legendaris menjadi acuan penting bagi produk kendaraan VW all-wheel drive saat ini. Sebut saja Multivan, California, Transporter, Caravelle, dan ID. Buzz. Kendaraan modern tersebut meneruskan semangat petualangan, yang telah dihadirkan oleh kendaraan komersial VW sejak puluhan tahun silam.

GTV II: VW Kodok Spesial Bikinan EMPI di Masa Kini

Penggemar Volkswagen (VW) klasik pasti tidak asing dengan brand aksesori buatan EMPI. Ya, selama puluhan tahun komponen EMPI dan EMPI GTV telah menjadi pilihan di banyak negara. Sosok penting di balik brand EMPI ini ialah Joe Vittone. Pria ini bisa dianggap sebagai pionir dari langkah yang banyak dilakukan oleh pemilik VW klasik di dunia. Fokusnya ialah mobil berbobot ringan, tapi memiliki output yang besar.

Oke, awal cerita lahirnya EMPI bermula pada tahun 1954, saat Joe Vittone dan mitranya, Holt Haughey membuka dealer VW, Economotors. Dealer ini berlokasi di Riverside, dan menjadi salah satu dealer VW di negara bagian California. Tak lama kemudian, Economotors menjadi salah satu dealer VW yang paling sukses di Amerika Serikat.

Solusi lebih rasional

Namun, Joe Vittone menyadari bahwa ada potensi masalah dengan desain kepala silinder mesin VW. Biasanya bos klep (valve guide) mudah sekali aus dan instruksi dari prinsipal VW adalah langsung mengganti kepala silindernya dengan yang baru. Ia memutuskan untuk membuat bos klep versinya sendiri, sehingga para pengguna VW yang mengalami masalah pada mesin mobilnya, kini memiliki solusi yang lebih rasional.

Berangkat dari penjualan bos klep tersebut, dealer Economotors memiliki pemasukan yang luar biasa. Oleh karenanya, Joe Vittone langsung membentuk perusahaan baru yang khusus menjual komponen aftermarket dan komponen performa tinggi untuk kendaraan VW, dengan nama European Motor Parts Inc (EMPI).

VW Beetle yang tadinya memiliki output hanya 60 hp, maka bisa mencapai 85 hp dengan memasang beragam komponen performa tinggi buatan EMPI. Guna mengimbangi performa mesin yang bertambah, tersedia sokbreker, stabilisator suspensi depan, kompensator sudut camber suspensi belakang, termasuk velg dan ban.

Lahir EMPI GTV

Melesat ke tahun 1966, Economotors menawarkan VW Beetle 1300 dengan komponen EMPI, namun tetap memiliki garansi penuh dari VW. Unit tersebut dinamakan EMPI GTV, serta tersedia dalam empat tingkatan spesifikasi. Mulai dari MkI, MkII, MkIII, hingga MkIV. Setiap GTV racikan EMPI ini menjadi unit yang spesial dan legendaris.

Oleh karenanya, kini EMPI pun tergugah untuk menciptakan kembali VW ‘Kodok’ GTV, dengan nama GTV II. Victor Gonzalez, teknisi EMPI dan penggemar VW, bersama Larry Hole dan Tyler Kitchen. Tim EMPI memasang komponen suspensi, sistem penggerak, sistem pengereman, sistem kemudi, hingga perkabelan sesuai standar pabrik.

Founder brand JayCee dan pembalap drag race, Jack Sacchette, merakit mesin baru berkapasitas 1914 cc dengan paket EMPI Long Block. Mesin ini menggunakan blok magnesium alloy EMPI AS/41, kepala silinder EMPI Stage 1, sepasang karburator 44HPMX, tak ketinggalan sistem knalpot stainless steel EMPI sideflow. Semua racikan ini bisa menghasilkan output sebesar 130 hp.

Urusan penyalur daya diserahkan ke Lino Iniguez dari Rancho Transaxle di Fullerton, California. Ia membuat transmisi manual Pro-Street 4-speed, dengan casing alumunium EMPI dan as roda berspesifikasi balap.

Chip Foose pun ikut nimbrung

Untuk suspensi depan dan belakang, semuanya menggunakan komponen EMPI, termasuk sokbreker Bilstein B6 untuk pengalaman berkendara yang responsif. Sistem pengereman didukung komponen EMPI bolt-on disc brake kit dan big bore master cylinder. Bahkan Chip Foose ikut memberi ‘sentuhan’ pada velg EMPI BRM, yang dibalut juga dengan ban Yokohama AVID Ascend GT.

Interior GTV II digarap oleh Sewfine Interior Products di Denver, Colorado. Jok Race-Trim low back menggunakan bahan custom dan bahan insert Spirit of Le Mans, termasuk pola jahitan yang mendetil.

Karena jok belakangnya dilepas, maka lantainya dilapis karpet berwarna oatmeal. Aksen serupa juga terlihat pada pelapis plafon dan bagian ragtop. Melengkapi interior GTV II, terdapat deretan instrumen buatan Smiths Gauges of Edenbridge, Inggris. Shift knob EMPI bergaya vintage dan setir kayu EMPI klasik.

EMPI Engineering merancang emblem dan dop velg yang unik. Agar semakin lengkap, Ryan Alexander dari Signpros Brea, California, membuat dan memasang striping khas GTV yang senada dengan warna interior. EMPI membuat 50 unit GTV II dan sepertinya hanya penggila VW dan brand EMPI yang beruntung dapat memilikinya.

Isuzu Dengan Dunia F1, Memang Ada Kaitannya?

Mendengar kata Jepang dan Formula 1 (F1), mungkin langsung terlintas Honda sebagai pabrikan Jepang pertama yang turun F1, dan menjadi yang paling sukses. Mungkin akan terlintas juga Toyota. Tetapi Isuzu? Brand ini lebih identik mesin diesel dan mobil komersial. Siapa sangka bahwa Isuzu sempat membuat mesin F1, dan bahkan sudah dites oleh pihak Team Lotus. 

Mulai pertengahan tahun 1980an, ekonomi Jepang meningkat drastis atau lazim disebut dengan bubble economy. Hasilnya, perusahaan Jepang memiliki uang hampir tidak terbatas, untuk mengembangkan produk dengan teknologi terbaru. Tujuannya untuk menjawab minat publik Jepang yang memiliki daya beli besar. 

Ekonomi gelembung ini juga berdampak kepada popularitas F1 di Jepang. Apalagi saat itu Honda menjadi juara dunia bersama McLaren. Sejumlah perusahaan Jepang juga berbondong-bondong menjadi sponsor tim F1. 

Hanya melibatkan tim kecil

Meski dikenal sebagai jagoan mesin diesel dan juga mobil komersial, Isuzu memproduksi mobil penumpang. Termasuk memiliki sejarah balap pada era 1960an dengan Isuzu Bellett GT Type-R, menjadi lawan Nissan Skyline GT-R. Dengan bubble economy, Isuzu memiliki dana tambahan bagi para desainer dan insinyur untuk berkreasi. 

Pada bulan Januari 1990, manajemen Isuzu memberikan lampu hijau bagi tim Research and Development untuk meciptakan mesin 3.5 liter, sesuai regulasi F1 dan Group C. Hebatnya hanya empat orang saja yang terlibat, dan mayoritas pembuatan mesinnya juga dilakukan in-house, yang dibantu Kobe Steel untuk aspek metalurgi. 

Hasilnya pada bulan Desember 1990, mesin berkode P799WE lahir dan pada bulan Februari 1991 mesin ini dites untuk pertama kalinya. Mesin ini menggunakan desain V12 bersudut 75 derajat, dengan kepala silinder DOHC 48 klep. Dengan berat 158 kg, mesin ini mampu menghasilkan tenaga 646 hp dan torsi 402 Nm. 

Terus disempurnakan agar mencapai 765 hp

Angka ini memang belum menandingi mesin Honda V12 yang bertenaga 774 hp. Tetapi para insinyur Isuzu terus menyempurnakan mesin ini, sehingga hasilnya mesin tersebut mampu menghasilkan tenaga 765 hp. Dengan prestasi itu, maka insinyur Isuzu ingin menjajal mesin ini di mobil F1. Pada saat itu saham Isuzu sebagian dimiliki oleh General Motors, yang memiliki produsen mobil sport dan tim F1 Lotus. Lagipula, Isuzu juga bekerjasama dengan Lotus, untuk melakukan pengembangan serta memasok mesin untuk Lotus Elan M100. 

Pada bulan Mei 1991, ketika bos Team Lotus Peter Collins dan Peter Wright menyambangi Jepang, mereka diperkenalkan dengan perwakilan Isuzu. Kala itu, Team Lotus tidak hanya kesulitan bersaing dengan mesin Judd, tetapi juga hampir bangkrut. Mereka juga berharap bisa menarik Isuzu untuk masuk F1 dan mengamankan keuangan tim. Akhirnya pada bulan Juli 1991, Team Lotus menerima sebuah unit mesin P799WE, untuk diadaptasi ke mobil F1 Team Lotus, yakni 102B. 

Tetapi satu masalah muncul ketika mobil dites, mesin ini membutuhkan kelistrikan yang cukup banyak, sehingga alternator mesin tidak kuat untuk memasok tenaga listrik. Para engineer Lotus dan Isuzu akhirnya memutuskan untuk mencopot alternator, dan mematikan sebagian sistem kelistrikan. Untuk menstarter mobil, maka digunakan aki tambahan. 

Cukup 10 unit yang dibuat

Mobil yang diberi nama 102C ini akhirnya mengaspal pada tanggal 6 Agustus 1991 di sirkuit Silverstone di Inggris. Pembalap asal Inggris Johnny Herbert, dipercaya untuk menjajal 102C. Selama dua hari, Herbert mencatatkan jarak 270 km, dan waktu terbaik 1 menit 30 detik. 

Mesin Isuzu ini mendapat pujian dari Herbert, yang menyebut mesin ini vibrasi serta memiliki respon yang bagus. Hal yang sama dilontarkan oleh manajer Team Lotus Peter Collins. Ia menyebut mesin Isuzu merupakan mesin F1 pertama yang mampu berjalan lancar pada saat pengetesan pertama. 

Dengan hasil positif ini, pembuatan mesin F1 ini tidak lebih dari eksperimen untuk mengetes kemampuan Isuzu. Bahkan disebut biaya pengetesan mesin di chassis Team Lotus, menggunakan dana sisa dari biaya pengetesan P799WE di bench testing. Puncak bubble economy Jepang ialah pada tahun 1991, dan berakhir di tahun 1992. 

Pada tahun 1993, Isuzu juga mengumumkan akan berhenti memproduksi mobil penumpang sendiri dan hanya melakukan rebadge. Praktis cerita Isuzu di F1 berakhir, dengan memproduksi 10 unit mesin P799WE. Pada tahun 1997, disebut bahwa dari 10 unit ini, hanya tujuh mesin yang tersisa dalam bentuk utuh dan dua dalam bentuk terurai.

Dashboard Toyota Voxy

Setir Berat? Bisa Jadi Steering Rack Bermasalah

Kaki-kaki mobil menjadi bagian yang harus diperhatikan pada kendaraan. Perilaku pengendara yang tidak tepat, bisa merusak bagian kaki-kaki, khususnya steering rack yang berfungsi menghubungkan dengan lingkar kemudi. Steering rack adalah komponen yang berfungsi sebagai penghubung antara kemudi dengan roda, serta suspensi yang termasuk bagian dari kaki-kaki mobil.

Kerusakan tersebut sebaiknya segera diatasi, untuk menghindari kerusakan yang lebih parah, sehingga bakal menyedot biaya perbaikan besar. Steering rack yang bermasalah bahkan dapat mengancam keselamatan berkendara, sebab pengemudi akan kehilangan kendali dan berpotensi menyebabkan kecelakaan.

Perlu memahami gelaja kerusakan

Oleh karenanya, Anda perlu mengetahui gejala steering rack bermasalah. Kami telah merangkum sejumlah penyebabnya:

Timbul Suara di Bagian Roda. Salah satu gejala steering rack rusak adalah munculnya suara seperti memekik atau berdengung pada bagian roda ketika mobil melaju dalam kecepatan rendah atau lambat. Jika hal tersebut terjadi pada mobil Anda, ada baiknya segera memeriksakan mobil ke bengkel agar segera ditangani dengan tepat.

Setir Terasa Berat. Setir yang terasa berat ketika dibelokkan, juga menjadi gejala rusaknya steering rack. Mobil tidak bisa berjalan lurus meski setir sudah diluruskan, dan roda akan berjalan sendiri ke kanan atau ke kiri. Bila tidak segera diatasi, hal ini akan membahayakan Anda dan pengguna jalan lainnya.

Gigi Pinion Mulai Tumpul. Gejala kerusakan selanjutnya adalah gigi pinion yang tumpul. Hal ini terjadi karena gigi di dalam steering rack saling bergesekan, akibat tidak adanya pelumasan dan ada debu yang menempel saat setir dioperasikan. Untuk menanganinya, gigi perlu dicor kembali agar membentuk gerigi-gerigi baru. Selain itu, seal oli juga perlu diganti baru, khusus untuk mobil yang masih memakai sistem power steering hidrolis.

Sering Berkendara di Jalan Berlubang. Selain merusak suspensi, mobil yang kerap berkendara di jalan berlubang juga bisa membuat steering rack rusak. Hal ini karena jalan yang berlubang akan menimbulkan guncangan yang besar terhadap kaki-kaki mobil. Terutama ketika melaju dalam kecepatan tinggi.

Setir Diputar Mentok Dalam Waktu Lama. Pada saat berkendara atau parkir, Anda juga harus memperhatikan posisi setir. Jika Anda sering memutar setir hingga mentok, dalam waktu yang lama, maka steering rack akan mengalami kerusakan. Sebab suhu pada karet pinion akan menjadi panas, dan pada titik tertentu karet tersebut akan mudah sobek.

Ada Kendala Pada Sistem Power Steering. Khusus power steering yang menggunakan sistem hidrolis, jika muncul rembesan oli, maka dampaknya mempengaruhi kinerja sistem kemudi. Minyak power steering yang kurang, bisa membuat pengoperasian setir terasa berat.

Oil Sludge Bisa Jadi Sumber Masalah Internal Mesin

Banyak orang berpikir bahwa selama mesin masih dapat berfungsi, maka tidak ada tanda-tanda kerusakan yang berarti. Sebagai contoh ialah adanya endapan pekat dari oli mesin, atau lazim disebut oil sludge. Penumpukan oil sludge seringkali dianggap sebagai masalah sepele, yang tidak memerlukan perhatian khusus oleh pemilik mobil. Anggapan tersebut sangat keliru.

Oil sludge atau endapan kental yang terbentuk akibat akumulasi oli mesin yang terdegradasi, terdiri dari campuran kotoran, partikel, dan zat aditif dalam oli. Endapan tersebut dapat mengubah konsistensi oli menjadi seperti lumpur.

Penumpukan sludge dapat memiliki dampak serius pada kinerja dan kesehatan mesin. Sludge yang terakumulasi dapat menghambat aliran oli ke berbagai komponen mesin. Akibatnya, pelumasan menjadi berkurang. Padahal pelumasan yang sangat penting untuk menjaga mesin tetap beroperasi dengan baik. Mengabaikan masalah ini dapat berujung pada kerugian finansial yang jauh lebih besar, dibandingkan dengan biaya rutin perawatan dan penggantian oli.

Penyebab oil sludge pada mesin

Sering ganti merk oli. Setiap pelumas yang dianjurkan oleh produsen, tentunya sudah didasarkan pada karakteristik dan kemampuan mesin. Oil sludge terjadi ketika kedua merek oli tidak dapat bercampur dan menyisakan endapan lumpur.

Penggantian oli yang tidak teratur. Salah satu faktor paling penting dalam menjaga kesehatan mesin, adalah mengganti oli secara teratur. Ketika oli tidak diganti sesuai dengan jadwal yang direkomendasikan, zat aditif dalam oli akan habis, dan kotoran mulai mengendap. Ini dapat menyebabkan oli menjadi kotor dan membentuk sludge. Selanjutnya dapat menghalangi aliran oli ke bagian-bagian mesin yang vital.

Dampak Oil Sludge pada Mobil

Kerusakan mesin. Sludge dapat menyumbat saluran oli, mengurangi aliran oli ke bagian vital mesin, dan menyebabkan overheating atau bahkan kerusakan total.

Kinerja buruk. Mobil yang mengalami sludge sering kali mengalami penurunan performa, seperti kehilangan tenaga dan efisiensi bahan bakar yang lebih rendah.

Biaya perbaikan tinggi. Mengatasi masalah oil sludge seringkali memerlukan pembersihan menyeluruh atau bahkan penggantian bagian mesin, yang dapat sangat mahal.

Oil sludge adalah masalah serius yang dapat mempengaruhi kinerja dan umur panjang mesin mobil. Dengan pemahaman yang baik tentang penyebab dan dampaknya, serta penerapan solusi yang tepat, Anda dapat melindungi kendaraan dari masalah ini.

Waspada Terjadi Gejala Rem Blong Pada Mobil

Rem mobil adalah salah satu komponen paling vital untuk memastikan keselamatan saat berkendara. Jika rem tidak berfungsi sama sekali atau blong, maka akan membahayakan pemilik kendaraan dan pengguna jalan lainnya.

Oleh karenanya, penting untuk mengenali ciri-ciri masalah pada rem mobil. Berikut ini adalah beberapa tanda awal mobil akan mengalami rem blong:

Pedal rem terasa lebih ringan, menandakan bahwa minyak rem pada mobil berkurang, bahkan cenderung habis. Jika minyak rem habis, maka injakan pada rem akan terasa ringan dan hilang. Atau karena ada ‘angin palsu’ pada jalur minyak rem, dan harus segera dibuang. Selain itu, ada kemungkinan master rem juga bermasalah.

Mobil tertarik ke satu sisi ketika rem diinjak, kemungkinan ada gangguan pada saluran distribusi tekanan minyak rem. Mungkin juga ada kebocoran pada salah satu silinder piston rem.

Jika pedal rem terasa keras, maka saluran minyak rem yang tersumbat. Selain itu, ada kemungkinan pecahnya selang vakum rem, silinder kaliper rem macet, atau bagian kampas rem tersiram oli.

Rem bergetar bisa disebabkan oleh kampas rem yang mengeras atau rem terkena oli. Jika oli pada rem tidak dibersihkan dapat mengakibatkan rem blong. Rem bergetar juga bisa berasal dari piringan cakram atau teromol rem yang tidak rata.

Adanya suara gesekan pada rem, biasanya disebabkan oleh ada komponen yang aus. Umumnya terjadi karena kampas rem sudah habis. Akibatnya terjadi gesekan antara piringan cakram atau teromol, dan pegangan kampas rem.

Langkah paling mudah dan efektif untuk mencegah rem mobil blong, adalah dengan melakukan servis berkala di bengkel resmi. Sehingga teknisi akan memeriksa kondisi sistem rem secara keseluruhan.

Kapan Waktu Tepat Untuk Servis Mobil?

Salah satu cara menjaga kondisi mobil tetap prima adalah dengan melakukan servis secara berkala. Hal ini dilakukan untuk meminimalisir kemungkinan mobil rusak mendadak dan mengalami penurunan performa.

Mengetahui waktu tepat untuk merawat mobil sangat penting, karena dapat mencegah kerusakan lebih besar di kemudian hari yang membuat biaya perbaikan membengkak.

Dari berkala hingga darurat

Ada beberapa jenis servis mobil dan waktu tepat untuk melakukannya, komponen-komponen yang perlu dicek, serta alasan servis mobil sangat penting dilakukan.

Servis berkala merupakan jenis servis yang dilakukan secara rutin setelah mobil menempuh jarak tertentu, biasanya setiap 10 ribu kilometer atau enam bulan sekali, tergantung mana yang lebih dulu tercapai. Pekerjaan yang dilakukan meliputi pemeriksaan oli mesin, filter udara, hingga sistem kelistrikan.

Servis ringan dilakukan saat mobil mengalami masalah kecil atau untuk memastikan tidak ada gangguan serius. Umumnya, servis ini mencakup pengecekan sistem rem, penggantian oli, dan pemeriksaan komponen lain yang bisa dilakukan dalam waktu singkat.

Servis besar dilakukan setiap mobil mencapai jarak tertentu, seperti setiap 40 ribu hingga 50 ribu kilometer. Pada servis besar, hampir semua komponen utama kendaraan seperti busi, filter bahan bakar, v-belt, dan timing belt (jika menggunakan) akan diperiksa dan diganti jika diperlukan.

Servis darurat merupakan tindakan perbaikan yang harus dilakukan segera karena adanya kerusakan mendadak pada mobil. Biasanya, servis ini diperlukan saat ada komponen yang mengalami masalah serius, seperti rem tidak berfungsi atau mesin overheat.

Investasi untuk masa depan

Dengan rutin melakukan perawatan kendaraan, akan memberikan banyak keuntungan. Baik jangka pendek maupun panjang. Ada sejumlah manfaat yang dapat Anda peroleh. Mulai dari mencegah kerusakan besar pada mobil, sebab masalah kecil sudah terdeteksi sebelum berkembang menjadi kerusakan yang lebih parah.

Mobil yang dirawat dengan baik, cenderung lebih efisien dalam penggunaan bahan bakar. Sehingga kinerja mesin dan komponen mobil beroperasi lebih lancar dan efisien.

Rutin servis membuat mobil lebih berumur panjang. Dengan melakukan perawatan berkala, mobil akan lebih tahan lama dan tidak mudah rusak. Hal ini tentunya akan menguntungkan, terutama jika berniat menjual mobil di masa depan.

Microsleep dan Risikonya Bagi Pengendara

Microsleep atau kondisi ketika seseorang secara singkat tertidur tanpa disadari, memang sangat berbahaya, terutama saat sedang berkendara. Microsleep terjadi dalam beberapa detik saja, namun dapat menyebabkan risiko kecelakaan yang sangat serius.

Karena terjadinya sangat singkat, orang sering kali tidak sadar tengah mengalami microsleep. Namun, dalam waktu singkat tersebut, potensi kecelakaan bisa sangat besar, apalagi jika saat berkendara dalam kecepatan tinggi, maupun saat berada di lalu lintas yang ramai.

Penyebab microsleep dapat didasari oleh beberapa faktor. Yang pertama ialah kurang tidur. Orang-orang yang bekerja dengan shift, terutama di malam hari, lebih rentan mengalami microsleep. Sebab, pola tidur yang terganggu, sehingga membuat otak lebih mudah kelelahan. Otak lalu mencari cara mendapat waktu untuk beristirahat, dan masuk ke fase microsleep.

Selanjutnya, microsleep bisa terjadi ketika fisik dan mental seseorang sedang dalam kondisi lelah. Akibatnya otak mengalami kesulitan untuk membuat tubuh tetap waspada. Hal ini bisa semakin diperparah, terutama saat melakukan aktivitas yang monoton, seperti menyetir di jalan tol yang lurus dan sepi.

Gangguan tidur seperti sleep apnea atau insomnia, memang mengganggu kualitas tidur seseorang. Hasilnya, membuat otak tidak mendapat waktu yang cukup untuk beristirahat. Akibatnya, saat sedang melakukan aktivitas sehari-hari, otak akan mencoba ‘colongan’ dengan mencari cara untuk memasuki fase microsleep.

Ada beberapa cara tetap waspada dan mengurangi risiko agar tidak mengalami microsleep saat berkendara. Yang pertama adalah cukup tidur sebelum berkendara. Pastikan tidur yang cukup dengan durasi minimal tujuh jam.

Selanjutnya, jangan lupa untuk beristirahat secara berkala. Setiap dua jam, berhenti sejenak untuk meregangkan otot dan membiarkan otak beristirahat. Lalu hindari berkendara pada rawan, seperti tengah malam hingga dini hari. Sebab itulah waktu di mana otak secara alami merasa lelah.

Rawat AC Mobil Agar Senantiasa Beroperasi Optimal

Air Conditioner (AC) mobil merupakan salah satu komponen penting untuk memberikan kenyamanan saat berkendara. Melakukan perawatan AC sangat penting untuk dilakukan secara berkala. Apalagi kini suhu Tanah Air tergolong tinggi, terutama di siang hari.

Selain melakukan pengecekan atau servis mobil secara rutin, penting juga untuk Anda ketahui beberapa faktor yang bisa menyebabkan AC mobil tidak dingin. Ada beberapa penyebab dan cara mengatasi masalah AC mobil yang tidak dingin, serta langkah untuk merawatnya.

Beberapa faktor penyebab AC tidak normal

Ada sejumlah faktor yang bisa menjadi penyebab AC tidak dingin saat cuaca sedang panas. Mulai dari freon yang habis, kondensor yang kotor, kompresor yang aus, hingga sistem kelistrikan kendaraan.

Freon yang berkurang atau bocor, ialah salah satu penyebab umum AC mobil tidak dingin. Karena freon berfungsi sebagai bahan pendingin yang berperan penting dalam proses penyejukan udara di dalam kabin mobil. Kurangnya freon, membuat AC akan kehilangan kemampuan untuk mendinginkan udara secara optimal.

Kondensor yang kotor juga dapat mengurangi efisiensi pendinginan kabin mobil. Perlu diingat, bahwa debu, kotoran, dan serpihan lain yang menempel pada kondensor, berpotensi menghambat aliran udara yang seharusnya membantu mendinginkan freon. Hasilnya, AC mobil tidak akan bekerja dengan optimal.

Kompresor AC menjadi komponen utama yang menjaga sirkulasi freon dalam sistem AC. Jika kompresor bermasalah, maka sirkulasi freon tidak akan berjalan lancar. Sehingga menyebabkan AC mobil tidak bisa mendinginkan udara dengan baik.

Sistem kelistrikan punya peran penting dalam perangkat AC. Jika ada kabel yang putus atau terjadi hubungan pendek, maka komponen AC seperti blower atau kompresor bisa terganggu atau malah tidak berfungsi.

Ada langkah perawatan komponen AC

Tentu ada beberapa langkah untuk menjaga sistem AC mobil tetap prima. Mulai dari memeriksa freon secara berkala. Jika AC mobil terasa tidak dingin, segera periksa apakah ada kebocoran pada sistem AC.

Selanjutnya adalah rutin membersihkan kondensor dapat memastikan aliran udara tetap lancar, sehingga AC bisa berfungsi baik meski cuaca sedang panas. Lalu pastikan kompresor dalam kondisi baik, dan segera perbaiki jika ditemukan kerusakan.

Selain itu, pastikan juga bahwa sistem kelistrikan mobil dalam kondisi baik. Komponen seperti blower dan kompresor sangat bergantung pada kelistrikan yang stabil. Dengan menjaga sistem kelistrikan tetap baik, maka dapat mencegah masalah pada komponen AC mobil.

Ketahui Waktu Tepat Ganti Ban Mobil

Ban mobil merupakan salah satu komponen kendaraan yang harus dijaga kondisinya. Memastikan ban mobil yang dimiliki masih layak sangat penting untuk menjaga keamanan, kenyamanan, dan performa optimal kendaraan.

Seringkali ban yang sudah tidak layak pakai menjadi penyebab kecelakaan serius di jalan raya. Karena itu, penting untuk mengetahui kapan waktu tepat mengganti ban mobil.

Ban yang sudah tidak layak pakai akan mengurangi performa kendaraan, dan bisa membahayakan keselamatan saat berkendara di jalan. Karena itu, setiap pengendara wajib untuk mengetahui kapan ban mobil harus diganti.

Ada beberapa tanda yang bisa diperhatikan untuk mengetahui apakah ban mobil sudah waktunya diganti. Berikut ini adalah ciri-cirinya:

Kedalaman alur ban menipis, menjadi salah satu tanda paling jelas saat ban mobil harus diganti adalah kedalaman alur ban yang mulai menipis. Ban dengan alur yang sudah tipis tidak lagi mampu mencengkeram jalan dengan baik, terutama saat jalanan basah. Idealnya, kedalaman alur ban harus minimal 1,6 mm.

Terdapat retakan pada sisi ban, menjadi tanda bahwa ban sudah mulai rapuh, dan tidak lagi aman untuk digunakan. Retakan ini bisa disebabkan oleh usia ban yang sudah terlalu tua atau sering terkena paparan sinar matahari, dan panas berlebih.

Jika ban sering kehilangan tekanan udara, hal ini bisa menjadi tanda bahwa ada kebocoran yang tidak terlihat atau kondisi ban sudah mulai aus. Ban yang kehilangan tekanan udara dengan cepat akan membuat cengkeraman ban yang menurun drastis.

Ban terasa bergetar, menjadi tanda bahwa ban sudah tidak seimbang, atau ada bagian yang aus secara tidak merata. Getaran ini bisa menyebabkan kerusakan lebih lanjut pada suspensi dan komponen lainnya di mobil.

Langkah Atasi Mobil Ketika Mesin Overheat

Mengemudi adalah aktivitas yang menuntut konsentrasi penuh dan keterampilan yang baik, terutama ketika menghadapi situasi darurat di jalan. Situasi darurat dapat terjadi kapan saja dan di mana saja, termasuk mesin yang overheat pada mobil.

Untuk itu, penting bagi setiap pengemudi untuk memiliki pengetahuan dan kesiapan yang memadai dalam menangani situasi tersebut.

Panas berlebih (overheat) pada mobil bisa terjadi kapan saja ketika suhu mesin mengalami kenaikan di atas rata-rata. Apabila tiba-tiba muncul asap dari kap mesin, bisa saja dikarenakan mesin yang overheat.

Jika indikator temperatur mobil menunjukkan panas berlebih, mobil akan mengalami kehilangan tenaga. Biasanya akan terdengar bunyi ping atau ketuk keras, hal ini bisa saja terjadi karena mesin terlalu panas.

Berikut ini adalah langkah pengecekan yang dapat Anda lakukan ketika mesin overheat:

1. Menepi dan berhenti segera setelah cukup aman untuk melakukannya.

2. Pindahkan gear ke posisi P (Parkir, untuk kendaraan bertransmisi Continuously Variable Transmission (CVT) maupun otomatis) atau ke N (Netral, untuk kendaraan bertransmisi manual) dan terapkan rem parkir. Jika A/C aktif, matikan.

3. Jika ada tetesan air pendingin mesin (coolant) di bawah kendaraan atau uap keluar dari kap mesin, matikan mesin. Jangan buka kap mesin hingga pendingin berhenti bekerja atau penguapan berhenti.

4. Jika tidak terlihat adanya kebocoran air pendingin mesin dan tidak ada uap, biarkan mesin hidup dan periksa untuk memastikan kipas pendingin mesin beroperasi. Jika kipas tidak bekerja, matikan mesin.

5. Periksa kebocoran air pendingin mesin dari radiator, selang atau di bawah kendaraan. Jika air pendingin mesin bocor, segera matikan mesin.

6. Jika Anda tidak dapat menemukan penyebab overheating, tunggu hingga temperatur mesin kembali normal. Kemudian, jika air pendingin mesin berkurang atau habis, tambahkan air pendingin mesin ke reservoir dengan hati-hati.

7. Lanjutkan dengan hati-hati, waspada terhadap tanda-tanda terlalu panas lebih lanjut. Jika terjadi lagi overheating, segera hubungi bengkel terpercaya untuk mendapatkan bantuan.

Sabuk Pengaman Pre-tensioner Memang Penting!

Sistem dan fitur keselamatan menjadi salah satu hal penting yang perlu dipertimbangkan ketika hendak membeli mobil, terutama untuk mobilitas berkendara. Saat ini, beragam kendaraan telah dilengkapi dengan sistem dan fitur keselamatan Advanced Driver Assistance Systems (ADAS). Namun, yang tidak kalah penting adalah sabuk pengaman pre-tensioner.

Sabuk pengaman pre-tensioner tak hanya berfungsi untuk pengemudi, namun juga untuk penumpang. Fungsi dari pre-tensioner adalah untuk memastikan sabuk pengaman terpasang erat pada tubuh penumpang saat terjadi benturan dari depan atau samping tertentu.

Fitur ini berfungsi untuk memberikan perlindungan tambahan kepada pengemudi dan penumpang saat terjadi kecelakaan, dengan cara mengencangkan sabuk pengaman untuk menahan tubuh pada posisi yang aman dan mengurangi risiko cedera akibat benturan.

Sabuk pengaman pre-tensioner dapat aktif saat terjadi benturan dari depan atau samping yang cukup parah, bersama dengan airbag. Pada benturan dari depan tertentu, pre-tensioner akan aktif dan menarik sabuk pengaman agar bersentuhan lebih erat dengan tubuh penumpang.

Saat aktif, akan terdengar suara yang keras dan terlihat debu halus. Hal ini adalah kondisi pengoperasian yang normal dan tidak berbahaya.

Saat berkendara, posisikan bagian sabuk pengaman serendah mungkin di pinggul, bukan di pinggang, sehingga pas. Hal ini akan memungkinkan tulang panggul yang kuat menyerap kekuatan benturan, dapat mengurangi kemungkinan luka dalam.

Letakkan satu lengan di bawah sabuk pengaman dan yang lainnya di atas sabuk pengaman. Selalu posisikan kait sabuk pengaman ke posisi terkunci pada ketinggian yang sesuai. Jangan sekali-kali memposisikan sabuk pengaman di leher atau wajah.

Komponen sabuk pengaman tidak boleh dibongkar atau dimodifikasi. Sabuk pengaman harus diperiksa secara berkala untuk mengetahui adanya kerusakan. Setiap komponen yang rusak harus diganti secepatnya. Sabuk pengaman harus tetap bersih dan kering. Jika kotor, dapat dibersihkan dengan larutan sabun yang lembut dan air hangat.

Roadster Z3 Berjantung V12, Karena BMW Pernah Iseng

Penggemar film James Bond atau antusias BMW pasti ingat sosok sebuah roadster yang berbasis Seri 3. Ya, mobil tersebut ialah Z3. Uniknya, BMW Z3 bukan diproduksi di Jerman, melainkan di Spartanburg, Amerika. Jadi inilah model BMW pertama yang bukan lahir di Jerman. Apalagi lebih dari 60 persen komponennya dibuat Amerika.

Melalui Z3, BMW ingin menghidupkan kembali kejayaan sosok roadster, dan meneruskan apa yang telah dilakukan oleh Z1. Namun, dengan biaya produksi yang lebih masuk akal. Pengembangan BMW Z3 dimulai dari 1991, Burkhard Göschel dan Joji Nagashima ditunjuk untuk menggarap proyek ini. Beberapa tahun sebelumnya, Joji Nagashima juga pernah merancang bodi Seri 3 E36.

Comot sejumlah komponen BMW E36

BMW Z3 mencomot platform dari Seri 3 E36. Bahkan untuk interior, dashboard, dan as roda belakangnya juga dari E36. Wajar saja jika Z3 ini akhirnya menggunakan kode bodi E36/7. Akhirnya BMW resmi diluncurkan pada bulan September 1995. Seiring berjalannya waktu, ternyata BMW melalui divisi M GmbH, pernah melakukan ‘keisengan’ pada sebuah Z3 di tahun 1999.

BMW bermain-main dengan ide menjejalkan mesin paling besar pada bodi paling kecil saat itu. Bodi Z3 dianggap paling ringkas, dan di balik kap depannya ingin diisi dengan mesin V12 M73B54 5.4 liter milik BMW Seri 7 E38. Tujuannya memang untuk menciptakan monster bertubuh kecil. Edan! Mesin tersebut digandengkan dengan transmisi manual 6-speed milik BMW Seri 8 E31. Mesin V12 tersebut menghasilkan tenaga 326 hp dan 490 Nm.

Berat di depan

Akselerasi 0-100 km/jam ditempuh dalam waktu 5,5 detik. Sedangkan, top speed mencapai 263 km/jam. Cukup beringas kala itu, tapi siapapun yang mengendarainya memang harus waspada. Karena bobot roadster ini melonjak hingga 1,4 ton. Bobot mesin V12 itu sudah nyaris satu kuintal lebih berat, ketimbang mesin enam silinder M52 maupun M54. Apalagi distribusi bobotnya jadi kacau, berat di depan…

Mesin V12 tersebut tak cuma merusak kualitas pengendalian berkendara saja, tapi juga ‘bikin ribet’ penggunanya. Karena ruang mesinnya tidak diciptakan untuk diisi V12, maka isu terbesar selanjutnya ialah sistem pendinginan mesin. Dipakai jalan sebentar, langsung jarum temperatur menuju area merah. Sebagai pelengkap penderita, posisi bak oli mesin terlalu rendah, jadi seringkali bergesekan dengan permukaan jalan.

Sejak dibuat pada tahun 1999, roadster seperti malu-malu di depan kamera. Sampai akhirnya di tahun 2012, BMW memajang unit tersebut sebagai koleksi abadi di museumnya. Untung saja, BMW tidak ambil keputusan untuk memproduksi Z3 V12 ini…

Pakai BBG, Efisien Mana dengan Pakai BBM?

Memilih menggunakan Bahan Bakar Gas (BBG) pada kendaraan, bisa menjadi salah satu solusi jika Anda ingin beralih dari Bahan Bakar Minyak (BBM). Karena ada sejumlah aspek mengapa BBG lebih efisien dibandingkan BBM.

Walaupun pemerintah telah memastikan menjaga stabilitas perekonomian Indonesia, dengan tidak menaikkan harga BBM di saat harga minyak dunia yang meningkat. Namun, kondisi itu tidak bisa dipastikan akan bertahan berapa lama.

Anda bisa memilih alternatif lain jika tidak ingin bergantung pada pemakaian BBM. Oleh karenanya, BBG bisa menjadi salah satu pilihan yang dapat menjadi solusi.

Selain harga jualnya yang lebih murah dibandingkan BBM dengan oktan paling rendah saat ini (RON 90), Indonesia juga memiliki pasokan gas bumi yang tergolong melimpah.

Mengapa BBG perlu dipertimbangkan?

Kendaraan berbahan bakar gas adalah kendaraan yang menggunakan campuran gas alam dan propane sebagai bahan bakar utamanya. Bahan bakar gas ini kemudian diubah menjadi energi yang digunakan untuk menggerakkan mesin kendaraan.

Selain itu, kendaraan berbahan bakar gas juga dapat menggunakan campuran gas alam dan biogas. Tergantung pada ketersediaan dan preferensi pengguna kendaraan masing-masing.

Ada beberapa alasan mengapa BBG lebih tepat dipilih untuk kendaraan, yaitu:

Biaya lebih terjangkau

Salah satu alasan utama mengapa orang beralih ke berbahan bakar gas adalah efisiensinya yang lebih tinggi dibandingkan memakai bahan bakar minyak.

Dalam hal penghematan, kendaraan berbahan bakar gas menawarkan keunggulan yang signifikan. Dibandingkan dengan bahan bakar minyak, biaya penggunaan gas alam atau propane jauh lebih murah.

Dengan biaya bahan bakar yang lebih rendah, tentu Anda dapat menghemat uang dalam jangka panjang.

Rasio penggunaan dan jarak tempuh

Saat mempertimbangkan segi hematnya, penting untuk Anda membandingkan kendaraan berbahan bakar gas dengan kendaraan berbahan bakar minyak. Meski harga gas alam dan propane bisa berfluktuasi, secara umum harga BBG jauh lebih stabil daripada BBM.

Selain itu, ada perbedaan dalam efisiensi konsumsi bahan bakar antara kendaraan berbahan bakar gas dan kendaraan berbahan minyak. Meski begitu, efisiensi dan perolehan jarak tempuh tetap tergantung dengan perilaku mengemudi Anda.

Mengurangi emisi gas buang

BBG dikenal lebih bersih dibandingkan BBM. Itu berarti, memakai BBG bisa membantu Anda mengurangi emisi yang merugikan lingkungan.

Fungsi Bahu Jalan Bukan Untuk Menyusul!

Pengguna jalan tol harus memahami betul fungsi bahu jalan agar tidak melakukan penyalahgunaan. Sebab, masih banyak pengemudi yang menggunakan lajur itu sebagai tempat istirahat, atau bahkan untuk mendahului kendaraan lain. Tentu saja perilaku tersebut tidak bisa dibenarkan.

Sebab, fungsi bahu jalan merupakan sarana untuk kondisi darurat, dan hanya dimungkinkan untuk mobil berhenti jika mengalami masalah.  Sehingga, saat bahu jalan digunakan untuk mendahului atau tempat beristirahat, maka risiko kecelakaan di jalan raya jadi sangat tinggi.

Kondisi itu tentunya harus menjadi perhatian pengguna jalan tol, agar dapat membangun perilaku tertib berlalu lintas, khususnya di jalan tol. Ada beberapa fungsi penting dan aturan mengenai bahu jalan agar senantiasa aman dan nyaman saat berkendara.

Bahu jalan tol merupakan bagian jalan tol yang berada di sisi kiri dan kanan jalan utama. Fungsi bahu jalan tol sebagai area tambahan yang dapat dimanfaatkan untuk kendaraan berhenti darurat, parkir sementara, atau menjadi akses bagi kendaraan darurat.

Bahu jalan tol juga berperan untuk menjaga keamanan dan kelancaran lalu lintas dengan memberi ruang tambahan bagi kendaraan yang memerlukan ruang gerak lebih, seperti truk atau kendaraan besar lainnya.  Batas dari bahu jalan tol biasanya ditandai dengan garis putus-putus dan tidak boleh untuk digunakan sebagai jalur lalu lintas utama.

Ada beberapa fungsi penting bahu jalan tol, di antaranya adalah:

Sebagai keamanan. Bahu jalan tol berfungsi sebagai area darurat untuk berhenti atau parkir sementara dalam situasi darurat atau keadaan yang memerlukan pemberhentian mendadak. Dengan begitu, bahu jalan membantu menjaga keamanan pengendara dan menghindari terjadinya kecelakaan.

Akses untuk kendaraan darurat. Bahu jalan tol menjadi akses yang memudahkan kendaraan darurat seperti ambulans, pemadam kebakaran, dan polisi untuk melintasi area tersebut. Sebagai ruang tambahan, bahu jalan tol menjadi area untuk kendaraan darurat melewati jalur cepat. Dengan begitu, fungsinya bisa mempercepat waktu tanggap dalam situasi darurat.

Ruang gerak tambahan di jalan tol. Bahu jalan tol juga menjadi ruang tambahan untuk kendaraan yang butuh area gerak lebih, seperti truk atau kendaraan besar yang lainnya. Dengan begitu, bahu jalan tol dapat membantu mengurangi kemacetan dan menjaga kelancaran lalu lintas pada jalur utama.

Penyediaan layanan. Fungsi lainnya dari bahu jalan tol juga menjadi penyedia layanan di jalan tol, seperti rest area, pom bensin, dan fasilitas lain. Dengan begitu, kehadirannya dapat memudahkan pengguna jalan tol untuk beristirahat, mengisi bahan bakar, atau mendapat layanan lainnya.

Sebagai pemeliharaan dan perbaikan. Bahu jalan tol juga menjadi ruang kerja untuk kegiatan pemeliharaan dan perbaikan jalan tol. Termasuk, kegiatan perbaikan jalan, pemasangan atau perbaikan tiang penyangga, pembersihan, dan sebagainya. Bahu jalan tol memberikan ruang yang aman bagi pekerja untuk melakukan tugas-tugas perawatan dan perbaikan.

Secara keseluruhan, bahu jalan tol memiliki peran penting dalam menjaga keamanan, kelancaran lalu lintas, dan menyediakan fasilitas layanan di jalan tol.

Kenapa Insulator Busi Bisa Retak?

Menjelang musim libur Lebaran, banyak calon pemudik sedang menyiapkan kendaraannya untuk menempu perjalanan. Salah satu komponen yang harus diperhatikan, terutama pada kendaraan bermotor, ialah busi. Ya, komponen yang terkait dengan sistem pengapian ini memang punya peran penting dalam kinerja sebuah mesin. Tak jarang saat melakukan servis kendaraan dan mengecek busi, terkadang menemui bagian keramik busi yang retak.

Keramik busi retak menjadi indikasi supaya busi harus segera diganti baru. Karena bisa berdampak negatif pada kinerja mesin kendaraan. Namun, apa yang menyebabkan keramik pada busi bisa retak?

Keramik busi yang retak bisa diakibatkan oleh beberapa hal. Mungkin saja karena pernah terjatuh sebelum dipasang pada mesin. Atau mungkin terjadi akibat dari proses pemasangan busi dengan kunci busi yang tidak tepat. Retakan pada keramik busi ini bisa mengakibatkan kebocoran listrik pada busi.

Nah, kebocoran listrik busi akan berefek kepada masalah teknis. Salah satunya seperti ruang bakar akan menjadi lebih banyak kerak atau deposit, karena tidak lancarnya aliran listrik pada busi, sehingga hasil pembakaran tidak sempurna. Efek lain akibat keramik retak pada busi secara jangka panjang, performa mesin terasa berat. Akhirnya konsumsi bahan bakar menjadi tidak efisien.

Untuk menghindari hal tersebut, maka proses pemasangan busi perlu dilakukan dengan tepat. Seperti menggunakan ukuran kunci busi yang sesuai, atau menggunakan kunci busi bermagnet bila posisi busi sulit dijangkau. Termasuk pemasangannya harus dengan torsi yang sesuai spesifikasi pabrik.

Namun, jika Anda sudah melihat busi retak pada kendaraan kesayangan, maka segera ganti dengan busi yang baru, agar performa kendaraan tetap maksimal dan menjaga keselamatan dalam berkendara. Terutama saat berkendara jarak jauh bersama keluarga.