Daihatsu Sigra Masih Jadi ‘Pentolan’ di Segmen LCGC MPV Indonesia

Sejak debutnya di tahun 2016, Daihatsu Sigra secara konsisten dan dipilih oleh lebih dari 400 ribu pelanggan di Indonesia. Sigra merupakan mobil LCGC MPV Daihatsu berkapasitas tujuh penumpang, dengan perawatan mudah dan hemat bahan bakar.

Selama tahun 2024, Sigra menjadi kontributor utama dengan penjualan sebanyak lebih dari 54 ribu unit, atau berkontribusi sekitar 32 persen dari total penjualan kendaraan Daihatsu. Mobil ini juga menjadi mobil LCGC MPV terfavorit di segmennya dengan share sebesar 58 persen.

Kendaraan Keluarga Yang Fungsional

Daihatsu Sigra juga meraih beragam penghargaan. Sebut saja The Best Compact MPV, dan The Best Total Cost Ownership Compact MPV di tahun 2024. Sehingga semakin mengukuhkannya menjadi mobil LCGC MPV dengan total biaya kepemilikan yang tetap terjangkau.

Daihatsu Sigra memiliki sederet keunggulan, yang membuatnya menjadi kendaraan pilihan bagi banyak konsumen Tanah Air. Selain predikatnya sebagai kendaraan keluarga yang fungsional, Daihatsu Sigra memiliki harga yang terjangkau, disertai dengan layanan purnajual lengkap yang tersebar luas.

Secara spesifikasi produk, Sigra memiliki dua pilihan mesin. Yang pertama ialah 1.0 liter DOHC VVT-i (1KR-V), dan yang kedua adalah 1.2 liter DOHC Dual VVT-i (3NR-VE). Dengan radius putar 4,5 meter, serta sistem kemudi EPS (Electric Power Steering), membuat manuver Sigra semakin gesit dan mudah dikendarai di kondisi jalan apapun.

Fitur Lengkap

Daihatsu Sigra juga dilengkapi dengan 2-DIN Touchscreen audio terkini. Ditambah fitur Electric & Retractable Mirror, yang mempermudah pengendara melipat kaca spion, terutama saat parkir atau melewati jalan sempit. Serta ruang penyimpanan multifungsi pada seat under tray, untuk memberikan kenyamanan ekstra bagi penumpang selama perjalanan.

Sigra dilengkapi dengan berbagai fitur keselamatan terkini. Seperti ABS (Antilock Brake System) dan EBD (Electronic Brakeforce Distribution), untuk memaksimalkan performa pengereman agar lebih optimal. Sigra juga dilengkapi Dual SRS Airbag, dan Front Seat Belt with Pretensioner & Force Limiter, mulai dari tipe 1.2 X.

Fitur keamanan juga didukung dengan immobilizer, sensor parkir belakang dan sudut depan, dan Rear Parking Camera untuk memudahkan visibilitas pengendara ketika sedang bermanuver parkir atau mundur.

Sigra memiliki beragam varian mulai dari D, M, X, hingga varian R yang memiliki fitur lengkap. Tersedia tujuh pilihan warna yang dapat dipilih sesuai dengan selera. Daihatsu Sigra dipasarkan di Indonesia dengan rentang harga terjangkau, mulai dari harga Rp 141,7 juta hingga Rp 187,1 juta (on the road Jakarta).

Jelang Libur Lebaran, Daihatsu Suguhkan Promo THR

Masih di dalam bulan Ramadan, Daihatsu menggelar beragam promo, termasuk layanan purnajual bagi para pemilik kendaraan Daihatsu. Salah satunya melalui promo THR (Tebar Hemat Ramadan). Pelanggan setia dapat menikmati promo THR ini, untuk melakukan perawatan kendaraan Daihatsu, menjelang persiapan perjalanan mudik libur Lebaran.

Promo ini diadakan mulai tanggal 1 hingga 20 Maret 2025, di seluruh bengkel resmi Daihatsu yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Pelanggan dapat menikmati berbagai keuntungan perawatan kendaraan, dengan Paket Berkala Hemat (Paket Berhemat). Paket ini meliputi diskon 25 persen untuk jasa perawatan berkala, dan diskon 10 persen untuk oli mesin dan material. Termasuk diskon 5 persen untuk pembelian suku cadang, pembersihan rem, dan penggantian oli dengan harga khusus mulai dari Rp 783 ribu saja.

Program ini berlaku untuk tipe dan tahun produksi kendaraan Daihatsu. Sedangkan diskon khusus oli mesin Paket Berhemat, hanya pada produk Daihatsu Genuine Oil. Pemilik kendaraan Daihatsu yang ingin mendapatkan program ini, harus melakukan Booking Service. Bagi pelanggan yang ingin memastikan kendaraan dalam kondisi prima sebelum perjalanan jauh, tersedia Paket Siap Mudik (Pak Sidik) yang mencakup layanan tune-up.

Booking service dapat dilakukan oleh para pemilik kendaraan Daihatsu, melalui aplikasi DaihatsuKu dan official website di www.astra-daihatsu.id. Dapatkan informasi lebih lanjut mengenai program promo THR ini dengan menghubungi Daihatsu Access 1500-898.

Tak ketinggalan, bagi Anda yang memiliki Daihatsu Ayla 1.2 CVT produksi Maret 2023 hingga Juli 2024, dan Rocky 1.2 CVT produksi Juni 2021 hingga Juli 2024, dapat datang ke bengkel resmi terdekat. Untuk mendapat pemeriksaan dan program ulang software ECU mesin. Layanan ini gratis alias bebas biaya, karena merupakan bagian dari aktivitas SSC (Special Service Campaign) PT Astra Daihatsu Motor.

Penjualan Ritel Daihatsu Capai 23 Ribu Unit Hingga Februari 2025

Hingga Februari 2025, penjualan ritel Daihatsu mencapai sebanyak 23.806 unit. Pada saat yang sama, pasar otomotif nasional selama dua bulanan ini catatkan raihan sekitar 133 ribu unit, sehingga market share penjualan ritel Daihatsu ialah sebesar 17,8 persen.

Hingga bulan Februari 2025 ini penjualan mobil Daihatsu didukung oleh tiga model. Mulai dari LCGC MPV Sigra yang menjadi kontributor utama penjualan Daihatsu. Dengan penjualan sebanyak 7.368 unit.  Atau berkontribusi sebesar 31 persen. Disusul mobil komersil Gran Max Pick Up sebanyak 6.547 unit, atau sebesar 28 persen. Serta Terios sejumlah 2.681 unit, atau sekitar 11 persen.

“Kami bersyukur Daihatsu tetap catatkan kinerja positif hingga Februari. Kami berkomitmen untuk memberikan penawaran dan layanan terbaik kepada pelanggan. Khususnya mengambil momentum menjelang Lebaran,” kata Tri Mulyono, Marketing and Customer Relations Division Head PT Astra International Tbk. Daihatsu Sales Operation.

Selama periode menyambut Lebaran, Daihatsu juga tidak lupa berikan beragam promo. Mulai dari program penjualan yang menarik, yakni membeli mobil Daihatsu dalam program DAIFIT (Daihatsu Idul Fitri) pada 1 Februari – 30 April 2025. Pada masa ini Anda berkesempatan mendapat hadiah umroh untuk sembilan orang pemenang yang beruntung.

Daihatsu juga berikan program servis khusus yang dapat dinikmati pelanggan, dengan servis mobil lebih awal. Agar perjalanan mudik atau libur Lebaran dalam merayakan Hari Raya Idul Fitri lebih aman dan nyaman, ada Promo Service THR (Tebar Hemat Ramadhan). Ini berlaku mulai 1 – 20 Maret 2025.

Tak hanya bagi pemilik mobil baru saja. Mereka juga memanjakan pelanggan yang baru memiliki mobil bekas Daihatsu. Mereka yang ingin merawat kendaraannya agar kondisi tetap prima, dapat memanfaatkan promo spesial yang disebut SEHATI (Second Hand Activation).

Untuk informasi, tiga mobil Daihatsu terlaris tersebut dijual dengan harga (terendah, OTR Jakarta) seperti yang tertera di bawah ini. 

Daihatsu Sigra Rp 141.700.000

Daihatsu Gran Max (PU) Rp 163.550.000 

Daihatsu Terios Rp 248.050.000

Daihatsu Ajak Pemilik Ayla dan Rocky Periksa ECU di Bengkel Resmi

Sebagai upaya untuk memberikan produk dan layanan berkualitas kepada pelanggan, PT Astra Daihatsu Motor tidak lupa untuk melakukan aktivitas SSC (Special Service Campaign) atau Recall. Program khusus ini ditujukan bagi pelanggan pemilik mobil Daihatsu model dan tipe tertentu, untuk mendapat penanganan khusus terhadap potensi masalah produk. Kali ini, aktivitas SSC berfokus pada sejumlah unit Ayla dan Rocky.

Program ini merupakan langkah proaktif dan konsistensi Daihatsu, dalam melakukan pengujian seluruh produk secara berkelanjutan. Sekaligus menunjukkan tanggung jawab Daihatsu dalam memastikan kualitas produknya. Sehingga tidak ada kompromi dalam performa kendaraan dan keselamatan berkendara.

Daihatsu mengajak pemilik Ayla 1.2 CVT produksi Maret 2023 hingga Juli 2024, dan Rocky 1.2 CVT produksi Juni 2021 hingga Juli 2024, untuk datang ke bengkel resmi terdekat. Lalu akan dilakukan pemeriksaan dan program ulang software ECU mesin.

Langkah ini dilakukan untuk menghilangkan potensi malfungsi yang mungkin dapat terjadi pada kondisi tertentu. Yang mana pedal rem terasa lebih berat dan keras dari biasanya. Sehingga jarak pengereman menjadi lebih panjang dari seharusnya. Selain itu, ECU berfungsi mengatur berbagai sistem pada kendaraan, salah satunya booster rem yang mengatur kinerja pengereman agar lebih optimal.

“Kami ingin mengundang pelanggan Daihatsu Ayla dan Rocky dan Ayla, yang masuk dalam daftar program ini, untuk dapat melakukan pemeriksaan di bengkel resmi. Daihatsu menyampaikan permohonan maaf, atas ketidaknyamanannya,” kata Sri Agung Handayani, Marketing Director dan Corporate Communication Director PT Astra Daihatsu Motor.

Layanan ini gratis alias bebas biaya. Dengan estimasi waktu pengerjaan sekitar 1 jam, tanpa perlu penggantian komponen apapun. Daihatsu merekomendasikan pelanggan yang mobilnya masuk dalam daftar program ini, untuk dapat melakukan booking service terlebih dahulu.

Pelanggan dapat mengunjungi situs resmi www.daihatsu.co.id/ssc dengan memasukkan nomor rangka kendaraan, atau menghubungi Daihatsu Access di nomor telepon 1-500-898.

Melihat Proses Produksi Kendaraan di Pabrik Baru Daihatsu

PT Astra Daihatsu Motor (ADM) terus berkontribusi pada industri otomotif di Indonesia sejak 1978, melalui pendirian pabrik. Hingga saat ini, ADM telah memproduksi kendaraan lebih dari delapan juta unit. Baik untuk pasar otomotif domestik maupun global, dengan destinasi hingga lebih dari 60 negara.

Untuk memenuhi kebutuhan pasar otomotif domestik dan global, ADM meresmikan pabrik baru Karawang Assembly Plant 2 (KAP 2) pada 27 Februari 2025. Pabrik ADM yang keenam ini, berlokasi di Kawasan Industri Surya Cipta, Karawang Timur, Jawa Barat, dengan luas lebih dari 26 hektar.

Pembangunan pabrik baru KAP 2 juga merupakan wujud komitmen investasi keberlanjutan Daihatsu di masa depan. Dengan menghadirkan teknologi manufaktur proses produksi mobil yang lebih modern, ramah lingkungan, serta memiliki produktivitas tinggi.

Kapasitas Produksi 140 Ribu Per Tahun

Pabrik baru ini memiliki kapasitas produksi hingga mencapai 140 ribu unit per tahun, dengan tiga fasilitas utama, yaitu Body (Bodi), Painting (Pengecatan), dan Assembling (Perakitan). Ketiganya saling terintegrasi dan menggunakan teknologi terkini, dengan menerapkan konsep inovatif E-SSC (Evolution, Simple, Slim, Compact).

Selain memiliki teknologi terkini, pabrik baru KAP 2 juga mendukung program pengurangan emisi karbon (carbon neutral), yang diwujudkan dengan adanya panel surya sebesar 3 Mega Watt. Sumber daya listrik selalu terbarukan, proses produksi dapat lebih optimal, serta utilisasi peningkatan teknologi robotik. 

Secara tahapan pembuatan mobil, Daihatsu mengawalinya dari Press Shop. Dimulai dari lempengen besi yang dicetak dengan mesin cetak ribuan ton, untuk membuat setiap bagian dari potongan bodi mobil. Selanjutnya, pabrik baru KAP 2 pada fasilitas Body. Setiap potongan bagian mobil disatukan menjadi satu bagian utuh, dengan menggunakan teknologi robotik terkini, dengan utilisasi hingga 98 persen.

Tekan Emisi Karbon Hingga 1.400 Ton Per Tahun

Pada saat yang sama, pembuatan mesin mobil juga dilakukan di Casting Shop. Blok mesin dibuat dari alumunium cair yang dicetak dengan mesin berteknologi tinggi, dengan tingkat presisi tinggi. Setelah itu, blok mesin yang sudah jadi dan telah dilakukan tes kualitas, dibawa menuju Engine Shop untuk dirakit.

Pada fasilitas Painting Shop di pabrik KAP 2, bodi mobil dilakukan proses pengecatan dengan menyelupkan cairan cat dasar untuk membuat besi tahan karat. Dengan bantuan teknologi robotik, pengecatan cat luar kembali dilakukan, untuk menghasilkan bodi mobil agar mengkilap sempurna.

Proses pengecatan di KAP 2 ini dilakukan dengan lebih modern dan ramah lingkungan, karena dapat menghilangkan polusi terhadap penggunaan air, dan mampu mengurangi emisi karbon hingga lebih dari 1.400 ton per tahun.

Tidak Pakai Dinding

Setelah pengecatan, bodi mobil dengan mesin siap disatukan menjadi mobil utuh di Assembly Shop. Uniknya, fasilitas Assembly KAP 2 didesain tanpa dinding. Supaya menghasilkan sirkulasi udara lebih baik, sebagai ventilasi alami dan berkontribusi mengurangi emisi CO2.

Proses produksi kendaraan di KAP 2 juga memiliki desain konveyor dengan fleksibilitas tinggi, sehingga mampu memproduksi beragam jenis kendaraan di masa depan. Terakhir, mobil utuh yang sudah jadi, menempuh berbagai macam pengujian melalui Quality Shop. Seperti drum test untuk uji pengereman, dan water leaking test. 

Pabrik Daihatsu telah mengimplementasikan panel surya dengan total kapasitas sebesar 12,5 Mega Watt. Dalam arti lain, mampu mengurangi lebih dari 17 ribu Ton emisi CO2 per tahun. Atau setara dengan memberikan listrik bersih, untuk kebutuhan rumah tangga sebanyak lebih dari 1,5 juta rumah.

Daihatsu Indonesia Dirikan Pabrik Baru Yang Ramah Lingkungan

Hari ini (27/02/2025), PT Astra Daihatsu Motor (ADM) meresmikan pabrik baru Karawang Assembly Plant 2 (KAP 2), yang berlokasi di Kawasan Industri Surya Cipta, di Karawang Timur, Jawa Barat.

Sebagai pabrik ADM yang keenam. Fasilitas baru dengan luas lebih dari 26 hektar ini, dibangun untuk memenuhi kebutuhan pasar otomotif domestik dan global.

Bukti Komitmen Investasi Keberlanjutan

Selain menjadi basis produksi untuk grup Daihatsu di luar Jepang, pembangunan pabrik baru KAP 2 juga merupakan bukti komitmen investasi keberlanjutan Daihatsu. Dengan menghadirkan teknologi manufaktur proses produksi mobil yang lebih modern, ramah lingkungan, serta memiliki tingkat produktivitas tinggi.

Pembukaan pabrik baru Daihatsu KAP 2 ini diresmikan oleh Menteri Perindustrian Republik Indonesia, Agus Gumiwang Kartasasmita, serta dihadiri oleh Duta Besar Jepang untuk Indonesia, Yasushi Masaki. Turut hadir Masahiro Inoue (President of Daihatsu Motor Co., Ltd.), Gidion Hasan (Direktur PT Astra International Tbk), Shigeru Harada (Senior Executive Officer of Toyota Tsusho Corporation), Yasushi Kyoda (Presiden Direktur ADM), Erlan Krisnaring Cahyono (Wakil Presiden Direktur ADM). Termasuk perwakilan supplier, distributor, serta mitra strategis.

Menggunakan Teknologi Terkini

“Kami berharap ADM dapat terus mengembangkan model sesuai tren otomotif terkini. Memperkuat partisipasi industri, dengan melibatkan rantai pasok lokal, agar dapat memperbesar tingkat penggunaan komponen dalam negeri,” kata Agus Gumiwang Kartasasmita.

Pabrik baru KAP 2 ini memiliki tiga fasilitas utama, yaitu Body (Bodi), Painting (Pengecatan), dan Assembling (Perakitan). Ketiga fasilitas tersebut saling terintegrasi dan menggunakan teknologi terkini.

Melalui penerapan konsep inovatif E-SSC (Evolution, Simple, Slim, Compact), maka proses produksi memiliki produktivitas tinggi dan ramah lingkungan. Sebab ada penggunaan energi terbarukan, optimalisasi produksiyang menekan emisi karbon hingga 20 persen, serta tempat kerja yang lebih nyaman.

Pabrik baru KAP 2 didesain dengan konsep tanpa dinding. Untuk menghasilkan sirkulasi udara lebih baik, memberikan efisiensi penggunaan tenaga listrik lebih optimal, bahkan utilisasi peningkatan teknologi robotik.

Sebagai sumber daya listrik terbarukan, pabrik ini menggunakan panel surya sebesar 3 Mega Watt. Saat ini, pabrik KAP 2 masih memproduksi Daihatsu Ayla dan Toyota Agya. Direncanakan akan ada model lain yang akan diproduksi di fasilitas ini.

Dengan nilai investasi sekitar Rp 2,9 triliun, pabrik Karawang Assembly Plant 2 memiliki kapasitas produksi hingga 140.000 unit per tahun. Pabrik ADM juga mampu memproduksi kendaraan hingga lebih dari 530 ribu unit per tahun, untuk pasar domestik dan global.

Kemampuan produksi didukung oleh lebih dari 1.700 supplier, termasuk 700 UMKM, serta tingkat lokalisasi yang mencapai lebih dari 80 persen.

“Kami selalu berusaha untuk terus berinovasi dalam teknologi manufaktur yang lebih produktif dan efisien, ramah lingkungan, sesuai dengan kebutuhan industri dan pasar otomotif yang terus berkembang,” ungkap Yasushi Kyoda, President Director PT Astra Daihatsu Motor.

“Pembaruan pabrik ini merupakan tonggak penting kami untuk menuju masa depan, serta wujud komitmen kami untuk kerjasama yang berkelanjutan dengan Indonesia,” tutupnya.

Minat Bikin Daihatsu Copen Ala Porsche 911?

Apa jadinya jika roadster imut Daihatsu Copen dikawin silang dengan Porsche 911? Mungkin jadinya akan seperti yang satu ini, Coperche 811 GT-K. Modifikasi hasil garapan StanceMagic yang bikin geleng kepala ini tampil di Tokyo Auto Salon 2025.

911 Wannabe

Yang jadi bahan modifikasi adalah Daihatsu Copen generasi pertama. Kei car ini stok mobkasnya tersedia cukup banyak dengan harga relarif murah di Jepang.

Nyaris seluruh bagian bodi Copen dirombak oleh produsen pelek dan parts aftermarket asal Jepang ini. Hanya kaca depan, pintu termasuk pilar A dan spion saja yang masih terlihat bentuk asli bawaan Copen. Panel bodi lainnya sudah diganti dengan versi custom berbahan fiberglass.

Bemper hingga fender depan-belakang extra lebar mengacu gaya Porsche 911 GT3. Terlihat dari lubang intake pada bemper depan yang berukuran besar. Lampu depan pakai copotan dari 911 (997).

Karena aslinya roadster, maka dibuatlah panel atap hingga buritan untuk sang Copen dengan style ala Porsche. Untuk bagian buritan, Stancemagic mencangkok lampu belakang, sirip diffuser dan sayap spoiler berukuran jumbo bawaan 911 (996).

Area interior pun digarap dengan nuansa ala Porsche 911 versi balap. Tak hanya jok dan setir model balap, kabin pun dipasangi roll cage. Biar terlihat mewah ala Porsche 911 (996), panel interior dilapisi bahan suede. Panel instrumen yang bercokol di dashboard pun bawaan Porsche 911 (996).

Sentuhan Akhir

Rombakan bodi dan interior sudah selesai, kini tinggal finishing touch. Sekujur bodi dihiasi decal sticker dengan livery ala mobil balap Porsche 911 RSR Le Mans.

Agar tampilan makin sip, satu set pelek alloy custom lansiran Stancemagic berbalut ban high performance bertengger menopang bodi. Tentu saja suspensi diturunkan agar pelek tapak lebar yang dipasang bisa pas masuk ke ruang roda. Rem cakram dan kaliper rem diganti dengan ukuran lebih besar.

Soal mesin, posisinya beda dari Porsche 911 yang terpasang di tengah-belakang dan pakai mesin boxer pula.

Daihatsu Copen yang masuk kategori Kei Car alias mobil kecil mesin aslinya hanya 660 cc. Karena dianggap kekecilan, mesin pun diganti versi 1.3-liter yang dipadukan dengan transmisi manual 5-speed. Knalpot racing pun dipasang agar sesuai dengan gaya tampilan.

Coperche 811 GT-K ini hanya satu-satunya yang dibuat Stancemagic. Selain sebagai proyek modifikasi, sekaligus jadi ajang promosi produk velg mereka.

Mungkin ini bisa jadi alternatif bagi yang dananya nanggung untuk membeli sebuah Porsche 911, bahkan 718 Cayman termurah sekalipun. Ada yang berminat?

Daihatsu Kumpul Sahabat

9.000 Orang Padati Daihatsu Kumpul Sahabat 2024

Daihatsu menggelar acara komunitas mereka di Bekasi, 29 April kemarin. Acara bertajuk Daihatsu Kumpul Sahabat 2024 tersebut dikatakan sebagai apresiasi untuk para pelanggannya di sekitar Jabodetabek dan Karawang.

Sudah kesembilan kalinya Daihatsu Kumpul Sahabat diadakan dan kalau melihat antusiasme mereka yang menghadiri, penerimaannya cukup positif.

Lalu kenapa Bekasi? Menurut keterangan Daihatsu, kota ini menjadi salah satu lokasi strategis untuk Daihatsu. Pertumbuhan ekonominya menjadi pendorong penjualan merek Jepang ini. Tercatat, Bekasi berkontribusi hingga 27 persen. Terbesar di Jawa Barat.

Daihatsu Ceria di Kumpul Sahabat Daihatsu

Astra Daihatsu menyediakan beragam acara yang menarik untuk peserta dan pengunjung. Mulai dari Zumba, cek kesehatan, pertunjukan musik, tantangan berhadiah, free checking & uji emisi, hingga talkshow.

Mereka juga mengajak beragam UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah) lokal yang menjual berbagai macam industri kreatif, serta sejumlah kegiatan seru seperti kompetisi dan permainan untuk anak-anak dan dewasa.

9.000 Pengunjung

Menurut rilis Daihatsu, acara ini dipadati hingga 9.000 orang. 21 komunitas pengguna Daihatsu juga dengan antusias meramaikan acara. Berbagai mobil modifikasi juga ditampilkan dalam berbagai bentuk.

Acara Daihatsu Kumpul Sahabat tahun 2024 ini juga akan sambangi berbagai kota lainnya di seluruh Indonesia, seperti Bandung, Solo, Medan, Balikpapan, Makassar dan Palembang.

“Kami berharap, melalui acara ini Daihatsu dapat memberikan kontribusi dan manfaat kepada masyarakat dan pelanggan setia Daihatsu. Terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada Daihatsu,” ujar Sri Agung Handayani selaku Marketing Director dan Corporate Communication Director PT Astra Daihatsu Motor.

Daihatsu Terios 7 Wonders, Menapak di Tanah Maluku Utara

Memasuki tahun 2024 ini, petualangan Daihatsu Terios 7 Wonders 2024 kembali dimulai di Ternate, Maluku Utara. Kegiatan tahunan ini untuk mengeksplor keindahan alam dan mengunjungi sejumlah destinasi wisata yang berada di Indonesia.

Tak terasa, petualangan Daihatsu ini memasuki tahun ke-11.  Sebelumnya kegiatan ini telah menjelajahi Sumatera (2012), Jawa (2013), Sulawesi (2014), Kalimantan (2015), Flores (2016), Maluku Utara (2017), Maluku Selatan (2018), Bengkulu, Pontianak, dan Kolaka (2019), serta Kalimantan Timur, Sumba, dan Baubau (2022), Lombok, Nusa Tenggara Barat (2023).

Di hari pertama, petualangan Terios 7 Wonders sukses menempuh jarak sekitar 21 km dengan rute beragam. Tentu ini menjadi pembuktian jika Daihatsu Terios masih menjadi pilihan di beberapa daerah.

“Daerah yang kita pilih sesuai dengan karakteristik dari Daihatsu Terios sebagai kendaraan SUV. Dan pasar disini juga cukup besar terlebih dengan medan yang cukup menantang,” ujar Hari Wicaksono Promotion Departement Head PT Astra Daihatsu Motor (ADM), Minggu (14/1/2024).

Destinasi pertama, rombongan langsung diajak menuju tempat bersejarah Kesultanan Ternate. Lokasi yang berada di lereng gunung Gamalama ini, menawarkan perjalanan yang cukup berliku dan menanjak.

Disini, tersimpan jejak sejarah berupa bangunan Kesultanan Ternate yang selama ini dikenal dengan nama Kedaton Ici atau Kedaton Kecil yang umurnya telah mencapai 50 tahun.

Rombongan pun disambut Jou Ngofa Firman Mudaffar Sjah, anak dari Sultan Ternate ke-44.

“Kedaton Ici ini dibangun oleh masyarakat secara swadaya atas permintaan almarhum bapak saya Sultan Ternate ke-44. Suatu kebanggaan bagi kami bisa dikunjungi oleh rombongan Daihatsu Terios 7 Wonders,” ungkapnya.

Selanjutnya rombongan bergerak menuju Benteng Tolukko. Ini merupakan bangunan bersejarah yang dibangun pada abad ke-17 dan menjadi pusat perdagangan rempah saat itu.

Saat ini Benteng Tolukko menjadi daya tarik tersendiri untuk wisata sejarah, dan menjadi simbol kekayaan sejarah dan warisan budaya Maluku Utara.

Petualangan Daihatsu Terios 7 Wonders terus akan mengeksplore Ternate menuju Halmahera, Maluku Utara, dari 14-19 Januari 2024.

 

Toyota Avanza

Produk Toyota di Indonesia Terkena Imbas Skandal Daihatsu

Toyota hari ini (20/12) mengumumkan bahwa anak perusahaannya, Daihatsu Motor Corporation akan menghentikan sementara pengiriman mobil. Hal ini berkaitan dengan penyimpangan prosedur, termasuk diantaranya pengujian keselamatan yang tidak sesuai dengan regulasi yang sudah ditetapkan. Tidak main-main, skandal ini meliputi 64 model mobil dan satu mesin. 24 diantaranya, mobil Toyota yang dibuat oleh Daihatsu. 

Diawali pada bulan April 2023 lalu, Daihatsu ketahuan tidak melaksanakan prosedur uji tabrak samping yang sesuai standar. Ini terjadi di 88.000 mobil yang sebagian besar justru bermerek Toyota. Namun setelah dilaksanakan penyelidikan lebih lanjut, ternyata ketahuan ketidak sesuaian itu sudah berjalan lebih lama dari yang diperkirakan.

Komite penyelidikan independen juga menemukan 174 penyimpangan dalam 25 item pengujian Daihatsu. Meski tidak disebutkan secara lengkap. Tapi Daihatsu mengakui, kontrol elektronik pengatur airbag di beberapa model yang diuji, berbeda dengan yang dipasang di mobil yang dijual. Salah satunya ada di Toyota Town Ace/Mazda Bongo. Atau kalau di Indonesia, dikenal sebagai Daihatsu Grand Max.

Perlu Reformasi

Sialnya, bukan cuma model yang dijual di pasar domestik Jepang yang terpengaruh skandal Daihatsu. Mobil yang dijual di luar negeri pun kena imbas. Dan seperti diketahui, salah satu pasar terbesar di luar Jepang untuk mobil buatan Daihatsu adalah Indonesia. 

Rilis Toyota menyebutkan, model yang dipasarkan di luar Jepang yang terdampak skandal Daihatsu ini adalah Toyota Agya rakitan Astra Daihatsu Motor (ADM) versi ekspor. Agya 2023 ini dikirim ke Ekuador, Uruguay, Kamboja. Berikutnya, adalah Toyota Rush untuk pasar Malaysia dan Ekuador. Dengan catatan, untuk Malaysia dirakit oleh Perodua (PMSB). Toyota Raize rakitan ADM untuk Ekuador dan Meksiko juga disebutkan dalam rilis yang kami terima.

Terdampak juga, mobil-mobil yang dirakit oleh TMIIN dan ADM untuk pasar Indonesia, yaitu Toyota Avanza dan Veloz. Sementara Yaris Cross, yang kena untuk pasar ekspor ke Kamboja, Uruguay dan Chile. Seperti diketahui, ketiganya menggunakan platform DNGA buatan Daihatsu.  Sementara untuk mesin yang ditemukan ketidak sesuaian adalah keluarga mesin 1KR-FE

Sejak 2013, Toyota memperbanyak model yang dibuat oleh anak perusahaannya itu. Tidak heran, mereka jengkel. Karena itu, pihak Toyota menegaskan akan melakukan perubahan di tubuh organisasi Daihatsu. Termasuk, mengkaji ulang proses sertifikasi di pabrikan itu. 

Temuan kasus skandal Daihatsu terbaru ini sudah dilaporkan oleh Daihatsu dan Toyota ke pemerintah Jepang. Keduanya menyatakan akan tunduk sepenuhnya kepada petunjuk yang harus mereka jalankan. 

 

 

Kontes Modifikasi Daihatsu Tantang Konsumen Loyalnya

Daihatsu tidak pernah melupakan konsumen loyalnya, terutama kawula muda melalui berbagai program atraktif. Salah satunya lewat kontes modifikasi mobil bertajuk Daihatsu Dress Up e-Challenge.

Program hasil kerjasama antara PT Astra Daihatsu Motor (ADM) dengan Hot Import Night (HIN) menjadi bagian dari International Automodified (IAM) merupakan ajang bagi kawula muda dalam mengekspresikan dirinya secara positif melalui adu kreativitas modifikasi mobil Daihatsu.

Ajang Daihatsu Dress Up e-Challenge ini merupakan kontes tahunan modifikasi terbuka untuk seluruh model Daihatsu, serta telah berlangsung selama 10 tahun berturut-turut sejak 2014 dengan ribuan peserta. Tentu saja modifikasi yang dilakukan tetap memperhatikan aspek keamanan dan kenyamanan.

Kontes modifikasi tahun ini diselenggarakan secara hybrid (offline dan online) dengan pembagian empat area regional, meliputi Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Jawa, dan Bali.

Tahun ini, tercatat sebanyak 1.374 mobil peserta yang telah dimodifikasi dan berpartisipasi. Dalam hal penjurian, publik atau netizen juga berkontribusi dalam memberi vote, untuk menilai mana mobil terkeren menurut versi mereka.

Daihatsu juga menggelar kompetisi modifikasi virtual yang ditujukan sebagai ajang adu kreativitas, konsep, serta kemampuan digital editing. Kompetisi ini diikuti lebih dari 163 peserta yang menampilkan konsep desain mobil terbaik mereka.

“Kami mengapresiasi para peserta yang telah berpartisipasi dalam program kontes modifikasi tahun ini. Program ini terus mendapat sambutan positif selama 10 tahun,” kata Masato Harada, Marketing Director PT Astra Daihatsu Motor.

“Semoga kontes Daihatsu Dress Up e-Challenge dapat menjadi sarana positif bagi Sahabat Muda Kreatif dalam adu kreativitas melalui modifikasi mobil, serta membuat Daihatsu semakin dekat dengan masyarakat Indonesia,” tutupnya.

Daihatsu pesaing Suzuki Jimny

Daihatsu Siapkan Pesaing Sekelas Suzuki Jimny

Kesuksesan Suzuki Jimny di pasar Jepang maupun global sepertinya memicu Daihatsu untuk menyiapkan pesaingnya. Hal ini cukup mengejutkan karena Jimny adalah offroader tulen yang berbasis ladder frame. Sementara Daihatsu tidak punya platform seperti itu.

Media Jepang, Bestcar mengemukakan hal tersebut dan mengatakan ini bukan pertama kalinya Daihatsu mencoba menghadang Suzuki. Anda tentu masih ingat Suzuki Hustler yang disaingi oleh Daihatsu Taft.

Khusus untuk mobil sekelas Jimny nanti, Daihatsu tidak akan membuat platform baru memang. Tapi mereka sudah punya DNGA yang dipakai berbagai produk. Dari berbagai Daihatsu Kei Car di Jepang, Daihatsu Rocky hingga Xenia. Termasuk Taft dan Toyota Yaris Cross.

Dan inilah yang akan dimanfaatkan. Jadi, jangan berharap nanti ada Daihatsu dengan gerak empat roda yang bisa dengan mudah menerjang medan off road berat. Mungkin untuk medan yang lebih ringan. Intinya, mobil ini akan bisa digunakan di perkotaan ataupun jalanan rusak.

Belum diketahui juga, apakah Daihatsu pesaing Suzuki Jimny tersebut nantinya hanya akan ada di Jepang, atau akan diekspor. Tapi melihat DNGA mampu dipasangkan mesin yang 1,5 liter empat silinder, kami optimis nanti akan ada di pasar global. Indonesia juga bukan tidak mungkin kebagian, mengingat sepertinya akan cocok di kondisi jalan di negara ini.

Untuk informasi, Toyota adalah pemegang saham mayoritas di Daihatsu. Pada 2019 lalu, mereka juga mengakuisisi 4,9 persen saham Suzuki. Menghasilkan produk kembar seperti Innova Zenix dengan Suzuki Invicto, Baleno jadi Toyota Starlet, Corolla jadi Suzuki Swace.

Daihatsu Pasang Panel Surya di Pabrik Untuk Tekan CO2

Dalam upaya menekan emisi karbon dengan menerapkan proses produksi kendaraan yang ramah lingkungan, PT Astra Daihatsu Motor memasang panel surya (solar panel), dengan kapasitas sebesar 3,2 Mega Watt peak (MWp) pada fasilitasnya di Karawang, Jawa Barat

Peresmian yang dilakukan pada 16 November 2023 ini, merupakan proyek kolaborasi bersama PT Energia Prima Nusantara. Perusahaan ini sebelumnya juga pernah memasang panel surya di area parts center (Cibitung) dan sebagian fasilitas perakitan (Karawang).

Jika dijumlahkan secara total, kini kapasitas panel surya yang dimiliki PT Astra Daihatsu Motor ialah mencapai 4,4 MWp. Sehingga mampu berkontribusi menurunkan emisi karbon hingga lebih dari 3.300 Ton CO2 per tahun. Penerapkan panel surya secara bertahap di fasilitas pabrik perakitan ini untuk mewujudkan pemanfaatan energi yang lebih bersih dan berkelanjutan.

Dengan kapasitas produksi 530 ribu unit per tahun, PT Astra Daihatsu Motor menjadi produsen manufaktur otomotif terbesar di Indonesia. Selain menyediakan kendaraan untuk pasar domestik, PT Astra Daihatsu Motor juga mengekspor kendaraan ke lebih dari 80 negara di dunia.

Tahun 2023 juga menjadi momen yang amat penting bagi Daihatsu di Indonesia. Mulai dari groundbreaking pabrik baru yang ramah lingkungan di Karawang, lalu prestasi capaian produksi ke-8 juta unit, sekaligus tepat berusia 45 tahun sejak pertama kali Daihatsu hadir di Tanah Air

Tren Daihatsu Feroza Nengeng, Seolah Mau Take Off

Segala sesuatu yang terkait dengan Bali memang selalu memiliki keunikan tersendiri. Jika Anda mengaitkannya dengan kesenian, hal itu tentu saja benar. Kreativitas masyarakat Bali pun tak hanya identik dengan keseniannya saja, namun juga ke dalam selera modifikasi kendaraan mereka. Beberapa tahun terakhir, dunia modifikasi kendaraan, terutama kendaraan roda empat di Bali, diramaikan dengan banyaknya Daihatsu Feroza dengan gaya mendongak.

Ya, mendongak! Biasanya, pengguna Daihatsu Feroza memodifikasi penampilannya dengan meninggikan bodi layaknya mobil off-road atau membuat ceper hingga seperti mobil balap. Ternyata para pengguna Daihatsu Feroza di Bali punya gaya tersendiri, dengan meninggikan bagian depan bodinya, setinggi mungkin. Sedangkan posisi bagian belakangnya jauh lebih rendah.

Aliran modifikasi khas Bali ini lazim disebut Nengeng atau NengHa (Nengeng Habis). Kalau diartikan ke bahasa Indonesia, istilah ‘Nengeng’ dalam bahasa Bali itu adalah memandang ke atas. Jadi, posisi bodi mendongak tersebut seperti orang yang sedang memandang ke atas.

Tentu saja yang namanya modifikasi kendaraan, pasti ada hal yang harus mendapat kompromi. Sehingga pengguna Daihatsu Feroza Nengeng ini perlu perhatian ekstra saat berkendara. Sebab visibilitas menuju depan tentu saja terganggu. Belum lagi rasa pengendalian kendaraan yang kurang tajam, karena suspensi depan sudah dimodifikasi total.

Menurut kami, memodifikasi kendaraan memang menjadi personifikasi diri pengguna kendaraan. Kreativitas setiap orang pun saling berbeda dan tidak boleh dibendung. Lagipula, modifikasi kendaraan tidak akan pernah ada batasnya.

Satu hal yang pasti, modifikasi kendaraan sah saja dilakukan, asalkan tidak membahayakan diri sendiri maupun pengguna jalan yang lain. Kami yakin sekali, setelah tren Daihatsu Feroza Nengeng ini, di masa depan pasti ada kreativitas masyarakat Bali terhadap dunia modifikasi kendaraan yang lebih unik lagi.

Daihatsu Copen, Hasil Mumpuni Leburan Mobil Konsep

Pada ajang Japan Mobility Show 2023, Daihatsu secara mengejutkan publik dengan meluncurkan mobil konsep Vision Copen. Anda mungkin ingat akan mobil sport Copen keluaran Daihatsu yang kini berada di generasi kedua. 

Namun yang unik dari Vision Copen adalah desainnya yang mengingatkan kita pada Copen generasi pertama, boleh dibilang mobil itu menunjukan bahwa Daihatsu tidak hanya jago menghasilkan mobil kecil dan komersial saja tetapi juga mobil sport. Tapi bagaimana cerita Copen dimulai? Kami akan membahas Copen generasi pertama. 

Leluhur Copen 

Meski dikenal sebagai produsen mobil kecil dan komersial di Indonesia, namun sejatinya Daihatsu juga bermain di berbagai kelas termasuk mobil sport. Bahkan mobil penumpang pertama Daihatsu yaitu Compagno tersedia dalam versi spider atau atap terbuka. Boleh dibilang Compagno Spider inilah nenek moyang Copen. 

Puluhan tahun silam, Jepang tengah menikmati kemakmuran ekonomi pada era yang dikenal dengan nama ‘baburu keiki’ atau ekonomi gelembung. Hampir seluruh lapisan masyarakat Jepang mendapatkan kekayaan dan mulai berbelanja termasuk mobil. Tren ini juga menyasar kei car yang juga dikenal dengan nama keijidosha.

Kei car sendiri merupakan regulasi khusus mobil kecil yang dibuat pemerintah Jepang pasca Perang Dunia 2 untuk menyediakan sarana transportasi murah. Kei car sendiri terbukti populer meski membatasi banyak hal termasuk dimensi dan kapasitas mesin. 

X-021, Personal Coupe, dan FR-X Concept

Pada era 1990an bahkan kei car tersedia dalam bentuk mobil sport untuk memenuhi keinginan pasar mobil specialty car atau mobil hobi. Namun ada satu pabrikan kei car yang absen di kelas ini yaitu Daihatsu. Pabrikan ini mulai mengembangkan kei sports car dan meluncurkan beberapa mobil konsep yang kemudian menjadi Copen. 

Di ajang Frankfurt Motor Show 1991, Daihatsu meluncurkan mobil konsep X-021. Meski bukan kei car, disini bisa melihat arah desain Copen seperti lampu membulat. Sayangnya meski satu unit prototipe sudah dites, Daihatsu tidak melanjutkan pengembangan X-021. 

Selanjutnya ada Daihatsu Personal Coupe yang diluncurkan pada tahun 1993. Seperti X-021, Personal Coupe memiliki lampu yang membulat. Untuk Personal Coupe, Daihatsu menggunakan mesin 4 silinder 1.3 liter. Berlanjut pada tahun 1997, Daihatsu mengeluarkan FR-X Concept bermesin 4 silinder turbo 850 cc.

Kopen menjadi Copen

Baru pada tahun 1999 Daihatsu meluncurkan Kopen Concept pada ajang Tokyo Motor Show. Nama Kopen sendiri merupakan gabungan dari kata Kei dan Open. Untuk mesinnya Daihatsu menggunakan mesin 4 silinder 660 cc mengikuti regulasi kei car. Sistem atapnya yang menggunakan hardtop metal yang dilipat ke bagasi.

Butuh waktu dua tahun bagi Daihatsu untuk menyempurnakan Kopen Concept dan akhirnya pada tahun 2002 di ajang Tokyo Motor Show. Daihatsu secara resmi mengumumkan Copen, kini namanya diambil dari gabungan kata compact dan open. Secara desain bagian depan, Copen didominasi oleh dua lampu bulat dimana satu berfungsi sebagai lampu utama dan lampu lebih kecil dibawah.

Grille depan berbentuk trapesium menyatu dengan garis body di kap mesin. Bagian belakang mobil juga menggunakan dua lampu dimana satu berfungsi sebagai lampu utama dan satu sebagai sein. Desain bodi yang membulat di depan dan belakang membuatnya terlihat seperti Audi TT generasi pertama dengan dimensi yang lebih ringkas. 

Atap mobil terbuat dari bahan aluminium yang bisa dilipat secara otomatis ke dalam bagasi. Pengemudi cukup menekan tombol dan dalam waktu 25 detik atap bisa masuk ke dalam bagasi. Sayangnya memang ketika atap dilipat, maka volume bagasi menjadi lebih kecil dan bahkan terpotong hingga setengah. 

Mesin berkode JB-DET yang diusung Copen mampu menghasilkan tenaga 64 hp dan torsi 109 Nm. Tenaga mesin disalurkan melalui pilihan transmisi manual 5-speed atau otomatis 4-speed menuju roda depan. Secara performa, akselerasi 0-100 km/jam memakan waktu 11,7 detik dan top speed hingga 180 km/jam.

Mesin serupa Daihatsu Xenia 1.3

Copen memiliki handling yang lincah meski suspensi double wishbone di versi konsep diganti dengan MacPherson strut di depan dan torsion beam di belakang. Rem cakram pun hanya tersedia di roda depan saja. 

Awalnya Copen memang hanya dijual di Jepang saja, namun Daihatsu kemudian menawarkan Copen di Eropa dan juga membuat versi setir kirinya dengan mesin 660 cc. Namun akhirnya Daihatsu meluncurkan Copen dengan mesin 4 silinder 1.3 liter berkode K3-VE di tahun 2005, alias sama dengan Xenia dan Sirion! Tenaga mesin naik hingga 86 hp dan torsi ke 119 Nm, hasilnya angka 0-100 km/jam lebih baik dengan 9,5 detik. 

Tercatat terdapat beberapa mobil konsep berbasis Copen generasi pertama. Yang pertama adalah Copen SARD Special yang dibuat oleh tim balap serta tuner asal Jepang SARD pada tahun 2003. Perbedaannya antara lain body kit baru lengkap dengan over fender, rear spoiler, velg 6 spoke, dan atap model fixed.

Masuk ke dalam, interiornya sendiri mendapatkan jok model bucket Recaro serta roll bar. Mesinnya sendiri menggunakan mesin 4 silinder 1.300 cc yang dimodifikasi sehingga mampu menghasilkan tenaga 140 hp dan torsi 130 Nm. Sayangnya Daihatsu tidak memberikan data performa mobil ini.

Tidak pernah dijual resmi di Indonesia

Selanjutnya pada tahun 2005 terdapat Copen ZZ Concept. Mesinnya diganti dengan unit 4 silinder 1.5 liter dengan teknologi DVVT yang baru. Terakhir pada tahun 2007 terdapat OFC-1 Concept, dengan chassis milik Copen generasi 1.

Daihatsu OFC-1 Concept punya desain yang lebih futuristis dengan lampu depan trapesium, velg 17 inci dan juga rear spoiler. Interior OFC-1 Concept sendiri tampil lebih modern dengan layar infotainment ditengah. Untuk dapur pacu, OFC-1 Concept tetap mengandalkan mesin 4 silinder 660 cc turbo. 

Copen generasi pertama dibuat selama nyaris 1 dekade dan berakhir pada bulan Agustus 2012 di Jepang. Lantas bagaimana dengan Copen generasi pertama di Indonesia? Meski tidak pernah dijual resmi di Indonesia. Tercatat Daihatsu Indonesia pernah membawa Copen untuk dipamerkan seperti versi standar di ajang Gaikindo Auto Expo 2003 dan Copen SARD Special di ajang Jakarta Motor Show 2004.

Terios 7 Wonders Hadir Kembali, Masyarakat Umum Bisa Ikut!

Sudah 10 tahun sejak PT Astra Daihatsu Motor (ADM) menggelar program Terios 7 Wonders. Program ini bertujuan mengeksplorasi kekayaan dan keindahan alam Indonesia menggunakan SUV Daihatsu Terios. Kini, program ini kembali digelar dan lebih spesial lagi, masyarakat umum bisa mengikuti event ini.

“Program Terios 7 Wonders ini untuk mendukung dan mempromosikan keindahan alam Indonesia dan ragam budayanya kepada masyarakat luas sesuai dengan tema Sahabat Petualang Indonesia.” ujar Sri Agung Handayani, Marketing Director dan Corporate Planning & Communication Director PT Astra Daihatsu Motor

Kenalkan Wonderful Indonesia dengan Daihatsu Terios 

Kekayaan alam Indonesia sangat kaya. Mulai dari alam, flora dan fauna, kearifan lokal dan budayanya yang unik, dan kuliner nusantara yang menggugah selera. Daihatsu ingin memperlihatkan kekayaan ini, terutama di daerah yang termasuk jarang dieksplorasi.

Program ini hadir pertama kali pada 2012 dengan rute jelajah Sumatera untuk menemukan kopi luwak terbaik. Kesuksesan event ini membuat Terios 7 Wonders kembali digelar di rute lain seperti Jawa (2013); Sulawesi (2014); Kalimantan (2015); Flores (2016); Maluku Utara (2017); Maluku Selatan (2018); Bengkulu, Pontianak, dan Kolaka (2019); serta Kalimantan Timur, Sumba, dan Baubau (2022).

Siap Jelajahi Halmahera, Ingin ikutan?

Tahun ini, Daihatsu memilih rute Rinjani–Lombok dan Ternate–Halmahera. Di ajang GIIAS 2023, Daihatsu juga memamerkan Terios dengan livery Terios 7 Wonders. Sekedar catatan Terios merupakan SUV 7 seater yang sudah dipasarkan Daihatsu sejak tahun 2007 dan lebih dari 300 ribu unit Terios terjual di Indonesia.

Berbeda dari tahun sebelumnya, gelaran tahun ini Daihatsu juga mengajak masyarakat umum untuk mengikuti ajang ini. Bagi yang tertarik dapat mendaftarkan diri pada website Daihatsu di www.daihatsu.co.id/terios7wonders yang dapat diakses mulai 20 Agustus 2023 untuk mengikuti proses seleksi, pengumuman hasilnya digelar pada 10 September 2023 melalui website dan media sosial resmi Daihatsu.

Tiga Unit Daihatsu Spesial Jadi Sorotan Pengunjung GIIAS 2023

Setiap gelaran Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS), Daihatsu pasti menampilkan mobil konsep maupun mobil unik. Setiap mobil yang dipamerkan selalu sukses menarik perhatian pengunjung event tahun ini. Pada GIIAS 2023, Daihatsu menampilkan total 13 unit kendaraan unggulan dan perhatian kami tertuju pada 3 unit kendaraan spesial Daihatsu.

Ketiga mobil tersebut ialah Daihatsu Vizion-F BEV, Daihatsu Xenia Limited Edition, dan Daihatsu Ayla Sport. Memang tidak semua bisa langsung dibawa pulang usai pameran GIIAS, bahkan salah satunya masih dalam pengembangan alias unit konsep. Ayo simak keunikan ketiga mobil tersebut.

Daihatsu Vizion-F BEV

PT Astra Daihatsu Motor (ADM) bersama dengan Daihatsu Motor Company, Japan (DMC) berkomitmen untuk mendukung upaya pengembangan kendaraan listrik menuju era elektrifikasi. Terkait dengan hal tersebut ialah diwujudkannya mobil listrik konsep Daihatsu Vizion-F. Sebuah kendaraan komersil untuk aktivitas logistik, sekaligus mendukung netralitas karbon.

Daihatsu Vizion-F menggunakan basis dari mobil Daihatsu GranMax, yang dikonversi menjadi EV (Electric Vehicle). Nama Vizion–F merupakan ‘akronim’ dari konsep Vision, Zero Emission dan Futuristic, Functional, Fun & Friendly. Sehingga menggambarkan mobil masa depan ramah lingkungan yang dapat mendukung aktivitas masyarakat.

Untuk spesifikasi teknis, mobil listrik konsep Daihatsu Vizion-F menggunakan baterai berkapasitas 28 kWh dan motor listrik dengan daya 35 kW. Mengacu pada spesifikasi tersebut, Daihatsu Vizion-F mampu menempuh jarak sekitar 200 km dengan kecepatan maksimal 100 km/Jam.

Daihatsu Xenia Limited Edition

Salah satu produk Daihatsu yang telah menjadi ‘volume-maker’ tentu saja Xenia. Di GIIAS 2023 ini, tampil Xenia Limited Edition yang punya penampilan berbeda. Sesuai dengan namanya, Xenia edisi terbatas ini dapat dimiliki oleh pelanggan dan tersedia hanya 20 unit selama pameran GIIAS 2023 saja.

Kenapa hanya 20 unit? Ternyata ada alasannya, sebab angka 20 tersebut merepresentasikan 20 tahun kehadiran Daihatsu Xenia di Indonesia. Sekaligus sebagai apresiasi atas sambutan positif dari Masyarakat, yang dibuktikan melalui terjualnya lebih dari 700 ribu unit Xenia sejak tahun 2004 silam hingga sekarang.

Daihatsu Xenia Limited Edition berbasis Xenia 1.3 R ADS CVT, namun dengan sentuhan warna bodi two tone silver dan hitam. Terdapat aksen tambahan warna serba hitam atau black glossy pada bagian alloy wheel, front grille, cover fog lamp, dan outer mirror. Tak ketinggalan ornamen garis merah yang pada bagian lampu depan dan sisi interior.

Daihatsu Ayla Sport

Mobil ini merupakan sebuah All New Astra Daihatsu Ayla yang dimodifikasi menjadi Ayla Sport. Modifikasi yang dilakukan terhadap mobil ini bertujuan untuk memberikan inspirasi bagi para penyuka Daihatsu Ayla yang berjiwa muda dan memiliki kreativitas dalam memodifikasi kendaraan kesayangannya.

Daihatsu Ayla Sport berbasis 1.2 R CVT, khusus dengan warna bodi oranye. Lagi-lagi, Daihatsu memberi sentuhan two tone color metallic orange dan black metallic pada bodinya. Tampilan sporty juga semakin diperkuat dengan tambahan DRL (Daytime Running Light), grille garnish, lamp painting, custom alloy wheel berdiameter 15 inci dengan kombinasi warna orange-black.

Sedangkan pada sisi interior, Ayla Sport memiliki nuansa dengan aksen oranye pada bagi lingkar setir, dashboard, door trim, dan center console. Joknya pun kini menggunakan material semi-leather warna hitam dengan tambahan lapisan oranye.

Dengan tampilnya ketiga unit spesial dari Daihatsu ini, mana yang paling Anda suka?

Bagaimana Nasib Daihatsu Gran Max di Masa Depan?

Perhelatan pameran otomotif Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) resmi dihelat hari ini, (10/8) di ICE BSD, BSD City, Tangerang. Salah satu brand yang tidak absen memboyong mobil konsep ialah Daihatsu.

Cukup banyak mobil listrik dan hybrid terbaru yang bakal dipamerkan. Salah satu model yang bakal tampil adalah Daihatsu Vizion F, konsep blind van versi listrik yang menyerupai aura Daihatsu Gran Max atau Luxio.

Mobil ini nampaknya akan menjadi focal point penting di perhelatan GIIAS 2023. Meskipun tampil, namun belum ada kepastian apakah mobil van konsep ini akan dipasarkan secara massal.

Tulang punggung penjualan

Mungkin saat ini adalah kesempatan baru bagi PT Astra Daihatsu Motor (ADM) untuk melakukan riset mengenai Vizion F seandainya memang akan menjadi pengganti model Gran Max. Jajaran Gran Max dan Luxio kerap diakui menjadi tulang punggung penjualan Daihatsu di Indonesia karena sangat mengerti kebutuhan pasar.

Para pengagum Gran Max tentu juga menunggu sejumlah kajian aspek baru yang sekiranya hadir dari konsep Vizion F ini. Mulai dari aspek teknologi, trend hingga segmen pasar dan juga hitung-hitungan harga jual.

Apa saja potensi dan kelebihan yang dimiliki Daihatsu Gran Max?

Kapasitas Muatan yang Besar: Gran Max dirancang khusus untuk angkutan komersial dan memiliki kapasitas muatan yang cukup besar untuk ukuran kendaraannya. Ini membuatnya cocok untuk usaha kecil atau bisnis yang memerlukan transportasi barang.

Kemampuan Manuver yang Baik: Ukuran yang kompak memungkinkan Gran Max untuk bergerak dengan baik di dalam perkotaan, dengan kemampuan bermanuver di jalan-jalan yang sempit.

Efisiensi Bahan Bakar: Mesin bensin dengan kapasitas kecil cenderung lebih efisien dalam penggunaan bahan bakar, yang bisa mengurangi biaya operasional.

Harga Terjangkau: Gran Max umumnya memiliki harga yang relatif terjangkau, menjadikannya pilihan yang baik bagi bisnis atau pengusaha dengan anggaran terbatas.

Perawatan Mudah: Komponen mekanis yang sederhana dan desain yang unggul dalam hal aksesibilitas membuat perawatan dan perbaikan lebih mudah dilakukan.

Fleksibilitas Konfigurasi: Tersedia dalam berbagai konfigurasi, seperti van dan pikap, sehingga memungkinkan pengguna untuk memilih sesuai dengan kebutuhan mereka.

Merek Daihatsu: Sebagai bagian dari Toyota Group, Daihatsu dikenal akan kualitas dan andalitas produk-produknya.

Layanan Purna Jual: Pada umumnya, merek Daihatsu menawarkan jaringan layanan purna jual yang luas, yang dapat membantu pemilik kendaraan dalam hal perawatan dan perbaikan.

Nah, para konsumen setia mobil Daihatsu di Indonesia tentu berharap jika Vizion F bertenaga listrik ini bakal beredar di Tanah Air. Sebuah tantangan baru bagi PT ADM untuk mewujudkannya.