Ducati Capai Rekor Penjualan 1 Milyar Euro!

Tahun 2022 adalah masa yang cukup berat dan tak akan terlupakan bagi industri otomotif. Beragam hambatan menghadang baik sektor produksi maupun penjualan produk. Mulai dari tersendatnya pasokan bahan baku produksi, kelangkaan stok chip semikonduktor, hingga meroketnya harga minyak dunia yang berimbas pada mahalnya harga BBM global.

Meskipun demikian, Ducati berhasil bertahan dan menembus segala rintangan. Strategi produksi dan pemasaran yang dijalankan terbukti berhasil. Angka penjualan Ducati di tahun 2022 pun berhasil mencapai rekor 61.562 unit. Melesat jauh dari tahun-tahun sebelumnya.

Tembus Angka Penjualan 1 Milyar Euro

Pabrikan sepeda motor Italia ini pun dengan bangga mengumumkan dalam jumpa pers di Bologna.

Untuk pertamakalinya dalam sejarah Ducati, angka penjualan tahunan berhasil menembus rekor 1 milyar Euro! Ya, tepatnya €1.089.000.000 atau sekira Rp 18 trilyun.

Terjadi kenaikan sebesar 24% dari angka penjualan di tahun 2021 lalu yang mencapai €878 juta atau setara Rp 14,55 trilyun. Ducati berhasil meraup sukses besar di tahun 2022.

Itu baru sebagian saja, belum angka seluruhnya. Dari sektor layanan purna jual, Ducati berhasil mencatatkan sekitar €109 juta atau setara Rp 1,8 trilyun. Melonjak 77% dari tahun 2021 yang hanya membukukan €61 juta atau sekitar Rp 1 trilyun. Sebuah pencapaian yang sungguh luar biasa.

Keberhasilan yang dicapai oleh Ducati tentunya berkat andil loyalitas para Ducatisti. Produk baru yang inovatif turut memperkuat kesuksesan yang dicapai melalui angka penjualan global.

“Pencapaian yang kami raih dalam keterbatasan industri otomotif global di tahun 2022 merupakan hal yang sungguh luar biasa bagi Ducati Group,” papar Henning Jens, Chief Finance Officer of Ducati.

Perluas Ekspansi Global

Ibarat nelayan, untuk mendapatkan hasil ikan yang jauh lebih banyak, maka harus berani menebar jala yanb jauh lebih banyak di berbagai tempat. Bahkan di tempat yang tak terduga sekalipun

Dan demikian pula dari strategi yanng dijalankan oleh Ducati. Ekspansi dan perluasan jaringan operasional.

Sepanjang tahun 2022 Ducati telah menambah 821 jaringan dealer global di sejumlah negara.

Perluasan target pasar yang dilakukan oleh Ducati merambah pada sejumlah negara yang tak diperhitungkan sebelumnya. Negara seperti Brunei, Ekuador, El Salvador, dan Mongolia kini memiliki dealer Ducati. Dengan demikian kini Ducati memiliki jaringan di 96 negara. Dapat dikatakan, Ducati memiliki jaringan paling luas di antara kompetitor sportbike lainnya.

Jaringan operasional yang kian luas pun dibarengi dengan 8 model baru yang diluncurkan untuk tahun 2023.

Motorsports Mendongkrak Pamor Produk Ducati

Langkah berani yang dilakukan oleh Ducati tersebut bukan tanpa perhitungan matang. Keberhasilan di balap MotoGP dan WSBK 2022 pun jadi pendongkrak pamor produk Ducati.

Ekspansi yang dilakukan oleh Ducati pun merambah  motorports. Ducati akan menjadi pemasok tunggal sepeda motor balap bertenaga listrik untuk seri FIM Enel MotoE World Championship. Laga perdana balap motor tanpa asap ini akan dimulai pada Mei bertepatan dengan gelaran GP Perancis 2023.

“Untuk pertamakalinya dalam sejarah Ducati, kami berhasil menjual lebih dari 60.000 unit sepeda motor dalam setahun. Bahkan kami berhasil menembus rekor penjualan lebih dari 1 milyar Euro. Tahun 2022 adalah pencapaian paling gemilang bagi Ducati dalam berbagai sektor.” ungkap Claudio Domenicali, CEO of Ducati dengan bangga.

Ducati tak lekas puas dengan apa yang telah mereka capai. Masih banyak hal yang harus dibenahi dan ditingkatkan, khususnya sektor pengembangan produk dan teknologi.

 

 

Andrea Dovizioso Dan Hans-Georg Anscheidt Dinobatkan Sebagai Legenda MotoGP

Dua nama baru akan terpampang di MotoGP Hall of Fame, Andrea Dovizioso dan Hans-Georg Anscheidt. Keduanya sah dinobatkan sebagai legenda MotoGP untuk tahun 2023.

Nama keduanya sejajar dengan legenda Grand Prix lainnya. Seperti Valentino Rossi, Giacomo Agostini, Ángel Nieto, Mike Hailwood dan Carlo Ubbiali. Tidak lupa, para pembalap jawara yang meninggal di usia muda seperti Jarno Saarinen dan Daijiro Kato.

Dovi, Legenda MotoGP Tanpa Mahkota Juara Dunia

Andrea Dovizioso adalah pembalap jawara meski tanpa mahkota Juara Dunia. Ia selalu finish lima besar pada 10 dari 13 musim pertamanya di MotoGP. Tapi, ia adalah satu-satunya rider yang memenangkan seri balap MotoGP dalam tiga dekade – 2000an, 2010 dan 2020. 

Dovi mengawali prestasinya sebagai Juara Dunia GP 125 cc di tahun 2004 bersama Team Scott Honda. Prestasinya terus meningkat saat menanjak ke GP 250 cc selama dua musim dengan 4 kemenangan.

Debut perdananya di kelas MotoGP pada 2008 bersama Scott Racing sebagai pembalap rookie begitu mengejutkan. Ia pun naik kasta dari tim satelit ke tim pabrikan pada tahun 2009 berduet dengan Dani Pedrosa. Selama tiga musim bersama Repsol Honda, ia membukukan 15 podium.

Dovi pun pindah gerbong dan bergabung bersama Monster Yamaha Tech 3 di musim balap 2012. Yamaha menjadi batu loncatan dan ia mengakhiri musim balap dengan 6 podium dan berada di posisi 4 klasemen.

Di musim balap 2013, ia mulai membela skuad senegaranya yakni tim pabrikan asal Italia, Ducati. Podium juara untuk pertama kalinya diraih Dovi pada GP Malaysia 2016 di Sepang selama karirnya di kelas para raja tersebut.

Ducati Kurang Harmonis

Karir balap rider berusia 36 tahun kelahiran Forlimpopoli, Italia ini kian gemilang bersama Ducati. Rival sejati Marc Marquez ini bahkan meraih runner-up selama tiga musim berturut-turut yakni tahun 2017, 2018 dan 2019. Sayangnya, hubungannya dengan general manager tim Ducati, Gigi Dall’Igna tak harmonis. Ketegangan antara keduanya pun berujung pada hengkangnya Dovi dari Ducati di tahun 2021.

Andrea Doviziozo

Meski tak berlaga dan hanya menjadi test rider tim Aprilia, namun itu tak berlangsung lama. Dovizioso kembali mengaspal bersama Petronas SRT pada GP San Marino 2021. Ia tetap bersama tim yang kemudian berganti label menjadi Yamaha RNF Racing hingga akhir musim balap 2022.

Performa yang tak memuaskan dari motor besutannya membuat rider berjuluk “The Professor” ini pun akhirnya memutuskan untuk gantung helm. Ia mengumumkan untuk pamit di sirkuit Misano pada GP San Marino, September 2022 lalu.

“Saya sungguh tak menyangka tercatat sebagai MotoGP Legend. Saya akan hadir pada seremoni pengukuhan di MotoGP Italia mendatang,” sahut Dovi penuh sukacita.

Meski tak lagi berlaga di balap MotoGP, namun Andrea Dovizioso masih dipercaya sebagai test rider oleh sejumlah tim balap. Ia pun kini mengelola trek motocross di Italia.

Jawara Era GP 50 cc Fenomenal

Pembalap lainnya yang masuk daftar Hall of Fame adalah Hans-Georg Anscheidt. Rider veteran asal Jerman berusia 87 tahun ini merupakan jawara Grand Prix 50 cc era 1960-an.

Sepanjang karirnya di balap Grand Prix, Anscheidt menorehkan 14 juara seri dan 34 podium bersama tim Suzuki. Rival Mike “The Bike” Hailwood ini bahkan meraih hattrick, tiga kali juara dunia GP 50cc. Berturut-turut pada 1966-1968.

Motor balap Suzuki RM62 bermesin 2-tak 50 cc twin besutannya sangat beringas dan fenomenal pada masa itu. Dengan transmisi manual 14-speed, output tenaga 19 HP dicapai pada 17.500 rpm! Raungan suara motor balap bermesin mungil ini saat melesat begitu mengerikan.

Seremoni pengukuhan Hall of Fame bagi Hans-Georg Anscheidt akan dihelat pada seri MotoGP Jerman di sirkuit Sachenring, Juni 2023 mendatang.

 

Alex Marquez

Alex Marquez Happy Dengan Ducati, Banyak Yang Yakin Bisa Juara Tahun Ini

Pembalap MotoGP, Alex Marquez sepertinya ‘happy’ bisa pindah dari Honda ke Ducati. Pembalap Gresini Racing MotoGP ini menyatakan rasa optimisnya setelah menjalani uji coba di Sepang, 10 Februari kemarin. Motor Ducati Desmosedici GP22 yang dikendarainya dikatakan tidak punya titik lemah.

Marquez mampu menyelesaikan uji coba dengan waktu yang meyakinkan dan menutup sesi uji pra musim hari pertama di urutan sembilan. Berdasarkan pengalaman kedua bersama motor Ducati (pertama saat uji coba di Valencia akhir 2022) Alex merasa kali ini motornya lebih baik. “Jujur kali ini rasanya lebih baik dari waktu di Valnecia. Tapi memang masih banyak yang harus ditingkatkan,” ujar adik juara dunia Marq Marquez itu.

Alex Marquez test in Sepang. Photo: MotoGP.com

Ia merasa dirinya belum menyatu benar dengan motor baru. Sesuatu yang sangat normal bagi siapapun. Hari pertama memang ditujukan untuk para pembalap mengenal motornya. Dari masukan pembalap yang sudah biasa bawa Ducati, Alex meyakini, motornya sulit ditemukan kelemahan.

“Tapi saya belum nge-push juga. Dari sisi performa lap, saya merasakan beberapa kali roda depan mengunci di turn (tikungan) 14. Kami belum melakukan setting apapun, hanya fokus supaya saya bisa menyesuaikan diri.”

Tim Gresini Racing MotoGP baru akan melakukan pengujian yang lebih detil hari ini, untuk melihat apa saja yang bisa mereka tingkatkan di Desmosedici GP22.

Yang pasti, dengan tim dan motor baru ini, Alex sepertinya akan lebih bisa mengeluarkan potensinya. Beberapa kali ia mengeluhkan kekurangan motor Honda yang dulu ia kendarai. Dan itu membuatnya sulit untuk berkembang. Tahun ini, bukan tidak mungkin ia akan bisa lebih lantang.

Hal tersebut bukan terkaan berlaka. Bos Ducati Factory Team, Davide Tardozzi secara spesifik menyebutkan kalau ia yakin Alex Marquez punya potensi besar untuk jadi juara dunia. “Tahun ini saya yakin Alex akan menunjukan potensinya untuk jadi juara dunia.”

Foto: MotoGP

Kolaborasi ExxonMobil dan Red Bull KTM Factory Racing di MotoGP

ExxonMobil dan Red Bull KTM Factory Racing mengumumkan kolaborasi jangka panjang dengan Mobil sebagai mitra pelumas dan bahan bakar tim. Mobil kembali ke MotoGP dengan tujuan yang jelas, yakni untuk mendorong pembalap Brad Binder dan Jack Miller dalam meraih kemenangan balapan.

Untuk mencapai hal ini, Mobil membuat bahan bakar, pelumas mesin dan transmisi, yang dibuat khusus bersama Red Bull KTM Factory Racing. Produk yang dipersonalisasi ini akan meningkatkan performa dan nantinya diimplementasikan pada produk masal ExxonMobil di masa mendatang.

Insinyur dan ahli kimia ExxonMobil memiliki pengalaman bertahun-tahun dalam mengembangkan produk untuk kebutuhan tim balap papan atas. Sejak tahun 1915, mereka telah menguji teknologi pelumasnya dalam balap. Bahkan saat ini bertekad untuk mengakomodir tuntutan yang sangat tinggi terhadap pelumas inovatif bagi konsumen.

Teknologi ExxonMobil akan membantu transisi tim menuju komponen bahan bakar canggih di musim MotoGP 2024. Mereka telah mulai memproduksi sampel baru untuk 2027. Yang mana bahan bakar di semua kelas MotoGP harus 100 persen berasal dari material non-fosil.

Kolaborasi Penting Untuk Semua

“Ini adalah kemitraan baru yang menarik untuk Mobil. Kami berharap dapat mengembangkan hubungan panjang dengan merek terkenal seperti KTM. Peran kami adalah untuk menyediakan bahan bakar dan pelumas canggih berperforma tinggi. Semoga Red Bull KTM dapat meraih kesuksesan pada event balap,” kata Rob Shearer, ExxonMobil Global Sponsorships & Motorsports Manager.

“Pengumuman ini memungkinkan kami untuk terus menunjukkan teknologi pelumas yang canggih dan berperforma tinggi. Dengan pembuka musim di Portugal semakin dekat, kami berharap kerjasama dengan Red Bull KTM Factory Racing dan pembalap yang bertalenta, yaitu Brad Binder dan Jack Miller, akan membuahkan hasil yang baik,” imbuhnya.

“Kolaborasi ini penting karena beberapa alasan. ExxonMobil adalah nama besar di industri dan juga motorsport. Mereka memiliki mentalitas yang sama dengan kami dalam hal membidik level teratas dan performa terbaik. Kami pun sangat ingin menjadi bagian dari perubahan keberlanjutan dalam MotoGP, melalui bahan bakar non-fosil di masa depan,” ujar Pit Beirer, Direktur KTM Motorsport.

Sementara ExxonMobil di Indonesia pun menyambut baik kerjasama ini. “Ini dapat memperkuat nama brand dan penjualan pelumas Mobil di pasar Indonesia,” tutur Sri Adinegara, Market Development Director PT ExxonMobil Lubricants Indonesia.

Dani Pedrosa Akan Berlaga Di MotoGP 2023 Bersama Tim Red Bull KTM

Laga kejuaraan dunia MotoGP musim balap tahun 2023 akan segera dimulai. Tim pabrikan Red Bull KTM Factory Racing menjadi tim balap kelima yang mengumumkan skuad mereka di MotoGP sebelum uji balap pra musim dimulai. 

KTM RC16

Pada musim balap tahun ini pembalap asal Spanyol, Dani Pedrosa akan kembali berlaga di MotoGP bersama tim balap Red Bull KTM dengan fasilitas wild card. Menurut rencana, pembalap yang berperan sebagai penguji KTM ini akan turun menggunakan KTM RC16 pada seri Gran Premio de España di sirkuit de Jerez-Angel Nieto, Spanyol, April 2023 mendatang.

Dani Pedrosa KTM Red Bull

Dani Pedrosa pensiun dari MotoGP di tahun 2018 lalu. Ia sempat kembali berlaga bersama tim pabrikan KTM setelah mendapat wild card pada musim 2021. Saat itu, Pedrosa berhasil menaklukkan sirkuit Red Bull Ring di Spielberg, Austria dan finish di urutan 10. Hasil yang tak mengecewakan.

KTM Jadi Kuda Hitam Di Aspal MotoGP

Kiprah Red Bull dan KTM pada MotoGP 2022 lalu cukup bersinar. Mereka menempati posisi kedua (klasemen tim) setelah Ducati Lenovo Team. Kemenangan mereka, termasuk di Mandalika benar-benar tak diduga. Tahun lalu banyak yang menganggap, kerja keras tim Austria ini mulai menampakan hasil. 

Tak hanya di laga MotoGP, KTM juga tampil gemilang pada kejuaraan dunia Moto3 tahun 2022 lalu. Dari 11 seri Moto3 World Championship yang digelar, motor balap KTM RC250GP berhasil memenangkan 6 seri. 

RC16 MotoGP

Dani Pedrosa yang akan berbagi paddock dengan Brad Binder dan Jack Miller, akankah Red Bull KTM Factory Racing juara Dunia MotoGP tahun ini? Semoga gelaran MotoGP tahun ini bakal menampilkan persaingan yang lebih seru dan menarik dibandingkan musim balap tahun lalu.

 

Monster Energy Yamaha MotoGP 2023

Monster Energy Yamaha MotoGP Perkenalkan Livery Barunya

Bukan hanya Yamaha Grand Filano yang membuat sibuk hari ini (17/01/2023). Hampir bersamaan, Monster Energy Yamaha MotoGP juga memperkenalkan Yamaha YZR-M1 2023 dengan livery baru yang lebih ‘terang’. Peluncuran ini dilakukan di Jakarta, Indonesia.

Tentunya, semua yang berkepentingan hadir di acara ini, termasuk Lin Jarvis team principal Monster Energy Yamaha MotoGP serta kedua rider Fabio Quartararo dan Franco Morbidelli.

Yamaha MotoGP 2023

Livery baru ini menandai kerjasama lama yang berkelanjutan antara Monster Energy dan pabrikan Yamaha. Menurut keterangan resmi Yamaha, kerjasama title sponsorship dengan tim Monster Energy Yamaha MotoGP diperpanjang pada GP Catalunya tahun lalu, dan layak dirayakan ketika Fabio Quartararo memenangkan balapan pada akhir pekan yang sama.

Tampilan baru ini memadukan warna Yamaha (dengan tambahan baru warna abu-abu) serta skema warna lifestyle adventure Monster Energy. Gambar claw (cakar) khas Monster tetap langsung dapat dikenali pada motor, logo tim Monster Energy Yamaha MotoGP, dan seragam tim.

Yamaha MotoGP

Tapi, yang lebih penting adalah yang di balik livery. Yamaha masih punya pekerjaan rumah untuk membuat motor M1 berlari lebih kencang. Seperti diketahui, beberapa musim belakangan, Yamaha kurang mumpuni di lintasan lurus. 

Meski beberapa hal ditempuh untuk memperbaiki hal tersebut. Termasuk merekrut Luca Marmorini, mantan engineer tim Ferrari F1. Tapi sesi tes bulan November 2022 lalu masih belum menunjukan kemajuan. Tes berikutnya akan berlangsung di Sepang bulan Februari nanti.  

Morbidelli Kangen Podium

Franco Morbidelli

Sementara itu, dari sisi pembalap, Franco Morbidelli yang tahun lalu tidak terlalu bersinar, merasa tahun ini ia haru menebus kekurangannya. “Katanya, kalau Anda kalah, Anda bisa belajar dari kekalahan. Ya, saya belajar banyak tahun lalu,” ujar Morbidelli. “Jadi, tahun ini saya akan lebih baik.”

Morbidelli merasa mulai sejiwa dengan orang-orang di sekitarnya, terutama crew Yamaha MotoGP. “Saya kangen podium. Sudah satu tahun tidak merasakan semburan champagne. Saya merindukannya. Jadi, ya kita lihat saja,” ujarnya saat peluncuran motor di hotel St. Regis, Jakarta. 

“Semua kembali ke nol dan segalanya mungkin terjadi musim ini, yang merupakan prospek menarik. Kami telah mengakhiri 2022 dengan perasaan lebih baik. Sekarang penting bagi kami melakukan kinerja yang baik di tes musim dingin mendatang, jadi kami akan siap memulai musim di Maret dengan race pertama di Portugal,” tambahnya. 

Fabio Quartararo Penasaran

Fabio Quartararo

Sementara itu, Quartararo yang musim lalu dijegal oleh Francesco Bagnaia dengan Ducati-nya, merasa tidak sabar untuk segera riding motornya lagi. Tahun lalu, selain kehilangan gelar, ia juga mengalami cedera tangan saat mengendarai motor cross. “Cedera tangan saya sudah pulih sepenuhnya sekarang, jadi saya siap bertarung lagi memperebutkan gelar,” kata runner-up juara MotoGP 2022 tersebut. 

“Saya suka tampilan baru ini, dan bagus ada perubahan itu. Namun lebih penting, saya menantikan mulai riding lagi. Saya sangat penasaran untuk menguji YZR-M1 2023 di Sepang. Kami akan bekerja keras musim ini, seperti yang selalu kami lakukan. Kami sudah banyak belajar di 2022, dan sekarang saya hanya ingin bertarung memperebutkan gelar lagi,” tegas pembalap Perancis itu. 

 

Fabio Quartararo

Motor Yamaha MotoGP 2023 Akan Diluncurkan di Jakarta

Yamaha dipastikan memilih Jakarta untuk memperkenalkan motor MotoGP 2023. Hal ini dipastikan melalui situs resmi dan sosial media Monster Energy Yamaha MotoGP. Peluncuran motor dan livery baru tersebut akan dilakukan pada 17 Januari 2023.

Peluncurannya memanfaatkan acara internal Yamaha Indonesia Motor Manufacturing 3S Dealer Meeting. Makanya, sepertinya ini hanya benar-benar memperlihatkan motor baru. Karena aktivitas pers dan manajemen Yamaha MotoGP serta detail teknis akan bergulir saat sesi uji coba di Sepang, Malaysia, bulan Februari nanti.

Fabio Quartararo MotoGP

Yamaha jadi tim MotoGP pertama yang akan merilis senjata terbaru untuk menghadapi musim 2023. Diperkuat oleh Franco Morbidelli dan Fabio Quartararo. Tahun lalu, Yamaha menelan pil pahit setelah dijegal oleh Ducati yang jadi juara dunia MotoGP 2022. Namun, perjalanan persiapan mereka untuk tahun ini juga tidak bisa dibilang mulus.

Pabrikan Jepang ini fokus meningkatkan performa mesin untuk tahun 2023. Berdasarkan hasil tes di Valencia, 8 November tahun lalu, tidak ada satupun di tim itu yang puas. Top speed yang bisa diraih tidak sesuai dengan harapan. Di sisi lain, perubahan aerodinamika ternyata memberikan hasil positif. “Mesin tidak memberika apa yang kami harapkan. Tapi area lain seperti downforce (aerodinamika) kami mendapatkan kemajuan yang signifikan,” ujar Quartararo seperti dikutip dari situs resmi Monster Energy Yamaha MotoGP.

MotoGP 2022

Selain itu, Quartararo dan Morbidelli menjadi pasangan satu-satunya yang mengendarai Yamaha M1 di musim MotoGP 2023. Yamaha kehilangan tim satelit, RNF yang tahun ini jadi Aprilia.

Tim lain yang akan segera memperkenalkan motor andalannya adalah Gresini Ducati pada 21 Januari dan tim pabrikan Ducati dua hari setelahnya.

KTM MotoGP

Ini Daftar Tim Balap MotoGP 2023, Ada Yang Baru Siap Meramaikan

Balap MotoGP 2023 akan dimulai di Portugal 24-26 Maret. Tahun ini, pergeseran pembalap sepertinya cukup ramai. Ada yang pindah tim atau pensiun. Namun penambahan pembalap baru yang naik kelas hanya satu orang.

Mundurnya Suzuki dari ajang balap MotoGP 2023 membuat pasar pembalap memanas. Joan Mir dan Alex Rins terpaksa mencari tim baru. Keduanya adalah pembalap hebat yang menorehkan sederet prestasi. Tim pabrikan Repsol Honda menarik Joan Mir untuk ditandemkan dengan Marq Marquez. Sementara Rins bergabung ke LCR Honda bersama pembalap Jepang Takaaki Nakagami. 

Gasgas MotoGP

 

Musim balap 2023 juga jadi penanda kehadiran pabrikan Gasgas di MotoGP. Mereka bukan ‘anak baru’ di arena balap. Sebelumnya sudah meramaikan Moto2 dan Moto3. Langganan podium, pula. Kiprahnya di MotoGP sangat ditunggu karena di tim tersebut ada Pol Espargaro dan juara Moto2 yang naik kelas, Augusto Fernandez. 

Di luar itu, ada juga pembalap yang pensiun. Paling signifikan adalah, kita tidak akan melihat lagi kiprah Andrea Dovizioso yang memutuskan pensiun setelah berkiprah lebih dari 20 tahun di balapan. Daryn Binder juga melakukan hal yang sama.

Balap MotoGP

Sementara, tercatat satu pembalap MotoGP hijrah ke balap Superbike, Remy Gardner. Ia akan bergabung bersama tim GRT Yamaha menemani Dominique Aegerter, juara balap FIM Supersport.  

Daftar Tim & Pembalap MotoGP 2023

Tim Mesin Pembalap Nomor
Aprilia Racing Aprilia Maverick Vinales 12
    Aleix Espargaro 41
Ducati Lenovo Team Ducati Enea Bastianini 23
    Francesco Bagnaia 63
Gresini Racing MotoGP Ducati Fabio di Giannantonio 49
    Alex Marquez 73
LCR Honda Honda Takaaki Nakagami 30
    Alex Rins 42
Monster Energy Yamaha MotoGP Yamaha Fabio Quartararo 20
    Franco Morbideli 21
Mooneye VR46 Racing Team Ducati Luca Marini 10
    Marco Bezzechi 12
Prima Pramac Racing Ducati Johann Zarco 5
    Jorge Martin 89
Red Bull KTM Factory Racing KTM Brad Binder 33
    Jack Miller 43
Repsol Honda Team Honda Joan Mir 36
    Marq Marquez 93
RNF MotoGP Team Aprilia Raul Fernandez 25
    Miguel Oliveira 88
Tech3 Gasgas Factory Team Gasgas Augusto Fernandez 37
    Pol Espargaro 44

Sumber

Valention Rossi

Saat Valentino Rossi Kendarai MV Agusta Brutale dan Membuat Jurnalis Gelisah

Meskipun punya sederet titel juara dunia MotoGP di tangannya, Valentino Rossi adalah seorang manusia. Dan dengan begitu, ada juga rasa penasaran yang tidak tertahan sampai harus meminjam motor tes yang sedang dicoba oleh jurnalis.

Kisah ini diceritakan oleh Guido Meda, jurnalis MotoGP yang juga dekat dengan juara dunia asal Italia itu. “Era 2000an, Valentino Rossi sudah cukup punya nama saat itu,” ujar Meda membuka ceritanya. Mereka berdua diundang oleh musisi kenamaan Italia, Fabio Volo. Meda, saat itu tiba di studio siaran di Milan mengendarai MV Agusta Brutale, yang dipinjamkan untuk dibuat review. Untuk diketahui, Brutale hadir pertama tahun 2001. 

MV Agusta Brutale 2001

Valention Rossi yang melihat motor baru tersebut, mulai tertarik dan bertanya bagaimana motornya. “Sampai akhirnya diutarakan pertanyaan yang membuat Meda galau. “Saya boleh coba?” Ini sebetulnya pertanyaan yang memang bikin gundah para jurnalis otomotif yang ditugaskan membuat review. Kami kerap ditanya hal yang sama. Satu sisi, tanggung jawab terhadap pekerjaan dan yang meminjamkan kendaraan. Sisi lain, kalau yang bertanya bukan orang sembarangan, bikin bingung menjawabnya.

Dalam kasus Guido Meda ia tidak bisa jawab tidak. “Motornya bukan punya saya. Jalanan di Milan sedang basah. Tapi saya tidak bisa bilang tidak. Bagaimana caranya bilang kalau saya tidak percaya pada (kemampuan berkendara) seorang Valentino Rossi?”

VR46 Valentino Rossi

“Malam itu cuacanya dingin sekali dan berkabut. Bahkan Vale sendiri bertanya, kenapa saya bisa berkendara di cuaca seperti itu,” tambahnya. Tidak perlu lama, Rossi langsung duduk di jok Brutale. Meda sepertinya hanya bisa pasrah dan percaya motor dan pengendaranya akan baik-baik saja.

“Saya memperhatikan motor menjauh ditelan kabut. Yang terdengar hanya raungan mesin yang dipacu maksimal,” tutup komentator Sky Sport ini. Untungnya, motor balik lagi dalam keadaan utuh, lengkap dengan sang legenda MotoGP yang tersenyum lebar.

Sumber

Brad Binder KTM

KTM Gandeng Tim F1 Kembangkan Aerodinamika Motor MotoGP

Bagi tim Red Bull KTM Factory Team, musim 2022 yang lalu cukup ‘berwarna’. Berkat dua kemenangan yang diraih oleh pembalap Miguel Oliveira. Hasilnya, mereka bertengger di urutan keempat klasemen akhir. Tentunya, target juara dunia masih harus diraih.

Untuk mencapai itu, KTM mencoba memperbaiki kekurangan, terutama di bagian aerodinamika. Tidak tanggung, mereka menggandeng tim juara dunia F1, Red Bull Racing untuk membantu. Ini bisa terjadi karena sama-sama berada di bawah naungan Red Bull.

Pit Beirer, pimpinan motorsport KTM menjelaskan seperti apa kerjasama antara keduanya. “Sederhana saja. Mereka yang mengembangkan, kami pasang di motor,” ujar Beirer seperti dikutip dari Autosport.

KTM MotoGP

“Saya tidak bisa bilang detailnya bagaimana. Tapi bisa saya pastikan, ini pengalaman yang luar biasa. Kami bertemu dengan orang-orang hebat di sana. Benar-benar sebuah ‘refreshing’ bagi kami. Banyak ide-ide segar, cara kerjanya profesional dan pengetahuan mereka jempolan,” paparnya.

Hal seperti itu yang membuat Beirer dan timnya merasa menikmati kerjasama tersebut. Meskipun, ia mengakui kalau hasilnya tidak akan bisa instan. “Ini adalah program jangka panjang, dimana mereka akan (terus) membantu kami mengembangkan aerodinamika motor.”

Pengaruh F1 Makin Meluas

Hadirnya Red Bull Racing di MotoGP bukan yang pertama. Beberapa tahun belakangan, perpindahan personel dari F1 ke MotoGP juga makin sering. Mantan Sporting Director Ferrari, Massimo Rivola direkrut oleh Aprilia untuk jadi CEO. Di bawah komandonya, banyak insinyur F1 yang bertugas di paddock MotoGP Aprilia.

Dari kubu Yamaha juga begitu. Bekas kepala departemen mesin dan elektrikal Ferrari F1 ini direkrut bersama beberapa mantan engineer F1, untuk mengembangkan mesin Yamaha MotoGP. Salah satu idenya adalah menempelkan mesin V4 untuk musim 2023. Sesuatu yang belum pernah dipakai oleh pabrikan Jepang ini. Meski akhirnya tidak jadi.

KTM Mandalika

Makin banyaknya orang F1 di MotoGP jadi perhatian Beirer. Ia menekankan ada perbedaan F1 dan MotoGP yang tidak bisa dilanggar. Terutama soal sumber daya. “Di F1 angka nol-nya lebih banyak. Kalau di MotoGP bisa dikerjakan oleh 10 orang, F1 perlu 100. Mereka 9F1) berada di kondisi pendanaan dan sumber daya yang berbeda.”

“Sebagai manajer di tim MotoGP, melihat F1 itu seperti anak-anak di toko permen. Semuanya terlihat keren dan ingin dibawa pulang. Kalau semua dibawa, anggaran bisa bengkak,” kata mantan pembalap motorcross ini. Intinya, ini MotoGP, bukan F1, jadi pola pikirnya harus disesuaikan. Dan tentunya itu tidak mudah.

Foto: MotoGP

Marc marquez

Kecewa Dengan Honda, Marc Marquez Siap Hijrah?

Hasil uji di Sirkuit Valencia, Spanyol November lalu rupanya membuat pembalap Honda, Marc Marquez kecewa berat. Juara dunia MotoGP enam kali yang juga orang Spanyol ini seperti tidak mendapatkan motor dengan performa terbaik, yang bisa ia andalkan untuk musim 2023.

Bahkan menurut adiknya, Alex Marquez yang juga pembalap Gresini Ducati untuk musim depan, “Marc bisa meninggalkan Honda kalau tidak ada langkah signifikan.”

“Kami berada dalam satu mobil (setelah sesi uji coba). Ia lebih banyak diam,” ujar Alex. “Saya tanya, apakah ia sudah melakukan hal yang berbeda. Marc bilang sudah. Tapi tidak ada perubahan.”

Honda RC213V

Foto: MotoGP

Honda mencoba menerapkan apapun yang bisa membuat motor lebih baik dan cocok dengan karakter berkendara Marc. Aerodinamika baru, air intake dirubah, sistem gas buang direvisi bahkan kemungkinan sudah pakai mesin baru. Tapi tetap tidak sesuai harapan. 

Sedikit kilas balik, Marc Marquez punya misi untuk menyamai rekor juara dunia tujuh kali Valentino Rossi. Namun performa motor dan cedera karena kecelakaan jadi hambatan. Meski begitu, Honda tetap menaruh harapan besar pada Marc Marquez. Makanya kami tidak terlalu yakin kalau Marquez akan hengkang dari tim yang membesarkan namanya itu. 

Bagi Honda sendiri, musim 2022 sepertinya bukan sesuatu yang layak dibanggakan. Contohnya, balapan GP Jerman. Untuk pertama kalinya dalam 40 tahun kiprah pabrikan Jepang itu di MotoGP, mereka gagal meraih satu poin pun. Kalau Anda ingat, Marc juga kecelakaan parah di Mandalika.

Cerita Berbeda Dua Saudara

Alex Marquez

Foto: The-Race

Meski Marc Marquez begitu disayang oleh Honda, tapi ceritanya lain bagi sang adik, Alex Marquez. Seperti disebutkan tadi, 2023 ia dikontrak oleh Gresini Ducati, berdampingan dengan Fabio Di Giannantonio. Hal yang bertolak belakang ia rasakan diantara dua tim besar itu.

Diakui Alex, tiga tahun bersama Honda sangat sulit. Apalagi musim 2022. “Dari (balap) Qatar hingga Valencia motornya sama. Tidak ada peningkatan. Bagus kalau motornya kompetitif. Tapi kalau masalahnya banyak, menjalani 20 balapan seperti itu terasa susah.” Waktu ia mengumumkan pindah ke Ducati pun, tidak ada reaksi signifikan.

Alex Marquez MotoGP

Foto: everythingmotoracing

Hal berbeda dialami sejak Luigi ‘Gigi’ Dall’Igna, manajer Ducati Corse mendekati Alex. Ia langsung merasa nyaman. Gigi sangat terbuka dan menerima masukan dari siapapun. Apalagi kalau sudah soal meningkatkan performa motor. “Saya cukup terkejut dengan metode Ducati ini,” kata pria kelahiran April 1996 ini.

Nah, melihat hal tersebut, sepertinya drama akan banyak terjadi di MotoGP 2023. Kami juga akan berusaha meliput setiap balapan untuk disajikan di situs ini. Tunggu saja.

Sumber: Crash

MotoGP 2022

Jadwal Balapan MotoGP 2023, Dua Negara Baru Masuk Kalender

MotoGP musim ini sudah berakhir dengan Ducati merebut juara dunia. Tahun depan, diperkirakan akan makin seru dengan 21 lokasi balap yang ditentukan, di 18 negara. Meski masih bersifat provisional (sementara) tapi ada hal menarik di jadwal tahun depan.

Balapan MotoGP 2023 akan dimulai di Portimao 24-26 Maret. Patut diperhatikan, hampir setengah dari kalender MotoGP akan berlangsung di benua Asia. Setelah seri 13 di sirkuit Misano, San marino, sirkus ini tidak akan balik lagi ke Eropa sebelum seri penutup di Valencia 24-26 November.

KTM MotoGP

Foto: MotoGP

Yang menarik, ada dua negara baru yang akan menggelar balapan MotoGP 2023. Pertama adalah India. MotoGP seri 14 akan berlangsung di Budhh International Circuit pada 22-24 September 2023. Negara baru lainnya adalah Kazakhstan yang akan melangsungkan seri kesembilan di Sokol International Racetrack, 7-9 Juli.

Sirkuit Mandalika dijadwalkan akan jadi lokasi balapan menjelang penghujung musim. Tepatnya 13-15 Oktober 2023. Dilangsungkan setelah balapan di sirkuit Motegi, Jepang. Jadwal lengkapnya kami sajikan di bawah.

Balapan MotoGP

Foto: MotoGP

Sementara, jadwal resmi sementara untuk sesi uji coba pramusim akan dimulai di Sirkuit Sepang Malaysia, 5-7 Februari serta 10-12 Februari. Lalu lanjut ke Portimao, Portugal 11-12 Maret. Sesi uji coba tengah musim akan berlangsung di Jerez 1 May. Kesempatan uji coba motor akan berakhir di Misano 11 September.

Kalender MotoGP 2023 (Provisional)

  1. GP Portugal
    Sirkuit: Portimao
    24-26 Maret
  2. GP Argentina
    Sirkuit:Termas de Rio Hondo
    31 Maret-2 April
  3. GP Amerika
    Sirkuit: Circuit Of The America
    14-16 April
  4. GP Spanyol
    Sirkuit:Jerez
    28-30 April
  5. GP Perancis
    Sirkuit: Le Mans
    12-14 Mei
  6. GP Italia
    Sirkuit: Mugello
    9-11 Juni
  7. GP Jerman
    Sirkuit: Sachsenring
    16-18 Juni
  8. GP Belanda
    Sirkuit: Assen
    23-25 Juni
  9. GP Kazakhstan
    Sirkuit: Sokol
    7-9 Juli
  10. GP Inggris
    Sirkuit: Silverstone
    4-6 Agustus
  11. GP Austria
    Sirkuit: Red Bull Ring
    18-20 Agustus
  12. GP Catalan
    Sirkuit: Barcelona
    1-3 September
  13. GP San Marino
    Sirkuit: Misano
    8-10 September
  14. GP India
    Sirkuit: Buddh
    22-24 September
  15. GP Jepang
    Sirkuit: Motegi
    29 Spetember-1 Oktober
  16. GP Indonesia
    Sirkuit:Mandalika
    13-15 September
  17. GP Australia
    Sirkuit: Phillip Island
    20-22 Oktober
  18. GP Thailand
    Sirkuit: Chang
    27-29 Oktober
  19. GP Malaysia
    Sirkuit: Sepang
    10-12 November
  20. GP Qatar
    Sirkuit: Lusail
    17-19 November
  21. GP Valencia
    Sirkuit: Ricardo Tormo
    24-26 November

Sumber: MotoGP

Ducati V4 S Edisi balap

Rayakan Dua Gelar Juara Dunia 2022, Ducati Panigale V4 Dibuatkan Edisi Khusus

Ducati memang sedang berbunga-bunga tahun ini. Utamanya di bidang balapan. Dua gelar juara dunia disabet langsung di dua arena berbeda, MotoGP dan World Superbike Championship (WSBK). Untuk itu, cara terbaik untuk merayakan adalah membuat dua edisi khusus berbasis Ducati Panigale V4 S.

Keduanya dibalut livery Ducati Corse yang melambangkan di mana motor itu berlaga. Kalau kurang paham, untuk selebrasi MotoGP, ada nomor 63 seperti yang dipakai oleh rider kampiun, Pecco Bagnaia. Aslinya nama motornya adalah Ducati Desmosedici GP22. Sedangkan versi WSBK yang ditunggangi Álvaro Bautista, nomornya 19. Nama motornya Ducati V4 R.

Ducati Panigale V4 edisi MotoGP maupun WSBK masing-masing akan dibuat sebanyak 260 unit saja. Angka 260 itupun ada maknanya. Merepresentasikan 1926, tahun dimana Ducati berdiri.

Ducati V4 S MotoGP edition

Menambah eksklusifitas, baik Bagnaia maupun Bautista masing-masing membubuhkan tanda tangan di tangki, yang kemudian dilapis clear coating. Sepertinya pegal juga harus tanda tangan 260 motor. Tidak lupa, setiap motor kemudian mendapatkan nomor urut yang digrafir menggunakan laser di segitiga stang.

Yang Berbeda

Pembeda lainnya adalah jok tunggal. Tidak ada tempat untuk boncenger di Ducati Panigale V4 S ini. Ditambah lagi knalpot Akrapovich. Tentunya bukan yang dipakai di balapan, tapi Akrapovich yang memang street legal. Lengkap dengan heat shield-nya. Windshield berbahan plexiglass seperti yang dipakai di motor balap. Fender depan dan belakang serta cover alternator terbuat dari bahan carbon fiber. Pijakan kaki buatan Rizoma yang bisa disetel melengkapi edisi khusus ini. Warna pelek juga berbeda. Versi MotoGP hitam, WSBK semacam silver.  Itu yang terlihat langsung.

Di balik kulitnya, pembeda lain adalah kopling STM-EVO SBK dry clutch sembilan disc. Swing arm terbuat dari titanium sedangkan penutupnya dibentuk dari material carbon fiber. Mesinnya sepertinya tidak beda dari V4 S standar. Karena rilis yang kami terima tidak menyebutkan.

Ducati V4 S WSBK Edition

Setiap motor akan dikirimkan dalam kotak kemasan dengan grafis khusus. Juga akan dilengkapi dengan sertifikat keaslian, cover motor yang spesial untuk edisi ini dan sistem akuisisi data Ducati Data Analyzer. Setiap edisi khusus Panigale V4 juga akan hadir dengan aksesoris track duty. Siapa tahu mau memuaskan adrenalin di lintasan. Isinya ada carbon-fiber open clutch cover, license plate and mirror removal kits dan billet aluminium racing fuel cap.

Ducati MotoGP

Francesco Bagnaia Raih Gelar Juara Dunia MotoGP 2022

Francesco Bagnaia, pembalap Ducati, akhirnya berhasil meraih gelar juara dunia setelah finish di posisi kedelapan di seri terakhir MotoGP 2022 di sirkuit Ricardo Tormo, Valencia, Spanyol pada MInggu, (6/11). Pembalap Ducati Lenovo Team ini secara total meraih 265 angka, atau memiliki selisih poin 17 angka dari sang runner-up MotoGP 2022, Fabio Quartararo (Monster Energy Yamaha).

Meskipun begitu, Bagnaia sendiri memang tidak meraih posisi juara dan menaiki podium. Balapan seri terakhir ini justru berpihak kepada Alex Rins (Suzuki Ecstar) yang berhasil menjadi juara seri MotoGP Valencia. Sementara dua pembalap lainnya yang berhasil naik podium adalah Brad Binder (Red Bull KTM Factory Racing) dan Jorge Martin (Prima Pramac Racing).

Di babak kualifikasi, Jorge Martin meraih pole position di depan Marc Marquez dan Jack Miller, sedangkan Fabio Quartararo berada di urutan keempat dan Bagnaia berada jauh di urutan kedelapan. Alex Rins sukses memimpin di awal, Martin berada di urutan kedua, Marc Marquez turun ke urutan ketiga, Miller berada di urutan keempat setelah pertarungan yang panjang, sementara Quartararo dan Bagnaia justru bertarung keras dalam memperebutkan posisi kelima.

Espargaro pun terjatuh di beberapa lap pembuka, sementara Miller melakukan manuver cerdik saat melewati Marc Marquez dan berhasil naik ke urutan ketiga. Bertahan di posisi keenam, Bagnaia harus bertahan melawan Brad Binder dengan perlawanan keras. Hingga serangan Brad Binder akhirnya berhasil menyalip Bagnaia, yang turun kembali ke urutan ketujuh.

Pertama Untuk Ducati Sejak 2007

Namun, dengan angka kemenangan 258 poin sebelum Grand Prix Valencia, Bagnaia memang bisa dikatakan kuat untuk meraih titel juara di MotoGP 2022. Pembalap dengan nomor 63 ini berhasil mencatatkan kemenangan sebanyak 7 kali di seri musim ini, dan 10 kali masuk podium.

Marc Marquez yang musim ini masih berkutat dengan cedera, sebenarnya tampil gemilang pada awal lomba. Namun, ia mengalami crash pada lap ke-10, sehingga 10 besar adalah Rins, Martin, Miller, Quartararo, Binder, Bagnaia, Joan Mir, Miguel Oliveira, Luca Marini, Enea Bastianini.

Sepanjang balapan berlangsung, Bagnaia tampak menjaga ritme aman dalam lomba terakhirnya musim ini. Secara bertahap, ia turun dari posisi 7, lalu menurun lagi ke posisi 9 saat tersisa 5 putaran terakhir. Jack Miller mengalami crash di lap ke-23. Di depan, Jorge Martin dan Brad Binder meluncur sebagai kandidat podium.

Sementara usaha Quartararo untuk mencapai tiga besar terbilang sulit, meski ia terus merapatkan jarak. Hingga 2 lap tersisa, selisih waktu dari Binder masih di kisaran 1,1 hingga 1,2 detik. Sang juara bertahan MotoGP akhirnya harus gagal mendapatkan gelar. Quartararo harus puas di peringkat 2 dalam klasemen akhir MotoGP 2022 dengan 265 poin. Sebaliknya, Bagnaia yang hanya mengumpulkan 1 poin dalam 2 race awal MotoGP musim ini, dinobatkan sebagai juaranya.

Hasil akhir, Suzuki mengakhiri musim MotoGP 2022 dengan kemenangan, Bagnaia menjadi juara dunia Ducati pertama sejak 2007, sementara Quartararo harus puas menempati posisi kedua dalam kejuaraan

Francesco Bagnaia menjadi pembalap tertua yang meraih gelar juara dunia MotoGP perdananya sejak kategori baru kelas premiere mulai diperkenalkan pada 2002 silam. Bagnaia juga menjadi pembalap kedua Ducati yang meraih gelar juara dunia setelah Casey Stoner pada 2007.

Sumber Foto: Sportface