Review Isuzu mu-X 4×4, Mesin CC Kecil Tapi Kapabilitasnya Oke

Menyebut nama Isuzu, biasanya langsung terlintas ialah Panther yang legendaris atau truk Elf. Namun, jalan lupa bahwa Isuzu punya produk sport utility vehicle (SUV) yang gagah, yakni mu-X. PT Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI) pertama kali menghadirkan mu-X di Tanah Air pada tahun 2014. Seingat kami PT IAMI rasanya tidak pelit dalam memberikan fitur pada mu-X, tapi sayangnya respons pasar masih ‘adem ayem’ saja…

Kami pun penasaran dengan sosok Isuzu mu-X ini, apalagi yang generasi kini sudah menggunakan mesin turbodiesel baru. Selain itu, fitur dan kenyamanan berkendara yang ditawarkan SUV ini pun dirasa juga oke. PT IAMI juga hanya menghadirkan satu varian, yakni 4×4 bertransmisi otomatis. Lagipula, PT IAMI lebih fokus mendorong Isuzu mu-X menjadi kendaraan operasional bagi perusahaan.

Disiapkan sebagai ‘mobil lapangan’

Dimensi SUV ini memiliki panjang 4.850 mm, lebar 1.870 mm, tinggi 1.815 mm, dan wheelbase 2.855 mm. Sedangkan bobotnya mencapai 2,8 ton. Isuzu mu-X punya cukup banyak ubahan dibandingkan model sebelumnya. Khususnya, pada bagian eksteriornya yang menjadi lebih keren. Karena dipersiapkan untuk ‘mobil lapangan’, maka bannya pun menggunakan tipe M/T.

Di bagian interior, tidak terlalu banyak mengalami ubahan, yang penting tidak mengurangi kenyamanan dan fungsi. Bagi kami, posisi berkendara tergolong cukup mumpuni, sehingga untuk mencari sudut ergonomis pun mudah, meskipun pengaturan joknya masih manual. Untuk setir, memiliki fitur tilt dan telescopic.

Kubikasi mesin tidak terlalu besar

Isuzu mu-X menggunakan mesin turbodiesel empat silinder RZ4E-TC 1,9 liter bertenaga 148 hp dan torsi puncaknya sebesar 350 Nm. Transmisi otomatisnya menggunakan unit AWR6B45-II 6-speed dengan fitur Tiptronic. Sistem penggerak empat roda menganut sistem Shift on The Fly dan dibekali fitur Rough Terrain Mode. Fitur ini berfungsi membaca kondisi permukaan jalan dan akan menyesuaikan output mesin menuju roda.

Meski tampilannya bongsor, kami tak ragu menggunakannya di lalu lintas perkotaan. Respons dari posisi diam hingga kecepatan menengah, kami tidak pernah merasa ‘keteteran’. Namun, jika mau berakselerasi sampai 100 km/jam, maka perlu waktu ekstra.

Harganya kompetitif

Karakter suspensi Isuzu mu-X berada di settingan yang moderat. Tidak terlalu kaku, tapi tidak terlalu lembut juga. Walaupun di kecepatan rendah dan melibas jalanan kurang rata, masih terasa guncangannya. Lain cerita saat kami menggiringnya ke jalan tol, maka kinerja suspensinya terasa lebih mantap.

Kesimpulannya, Isuzu mu-X punya kemampuan yang mumpuni, meski kelengkapannya lebih menonjolkan aspek fungsionalitas. Mesin berkapasitas 1.9 liter, bukan berarti tidak mampu menghasilkan performa yang baik. Untuk penggunaan medan offroad saja cukup, apalagi jika untuk aktivitas di perkotaan. Hanya ada dua pilihan warna, yaitu Splash White dan Onyx Black Mica. Rasanya banderol Rp 599,54 juta terdengar begitu kompetitif…

Review Nissan New Terra, Kejutan Dari Chassis dan Mesinnya!

Aktivitas #MotomobiMauKemana terbukti memberikan beberapa kejutan bagi kami, sebab salah satu mobil yang ‘mengejutkan’ tersebut ialah Nissan New Terra VL 2.5 4×4. Dimensinya yang bongsor tak hanya membuat kami berulang kali berpikir saat harus menembus kepadatan lalu lintas. Namun juga sukses mengintimidasi para kendaraan lain. Keren juga…

Kepercayaan diri meningkat

Keraguan kami pun sirna saat melaju di sejumlah ruas jalan, berkat visibilitas yang optimal. Padahal bentuk fisiknya terdiri dari panjang 4.900 mm, lebar 1.865 mm, dan tinggi 1.865 mm. Kepercayaan diri kami meningkat ketika mengetahui ujung kap mesin masih terlihat dengan jelas dari balik kemudi.

Nissan New Terra ternyata juga punya radius putar yang baik, hanya sekitar 5,7 m saja. Prestasi ini patut diacungi jempol, walaupun dimensi bodinya cukup besar. Kenyamanan berkendara juga dihadirkan oleh SUV 7 penumpang ini, kami menduga ada andil besar dari jarak wheelbase sepanjang 2.850 mm.

Teringat Nissan Navara

Mengenai impresi berkendaranya, kami jadi teringat dengan sosok Nissan Navara. Beberapa tahun lalu kami pernah menjajalnya dan menjadi kendaraan double cabin yang ternyaman. Meskipun chassis Nissan New Terra masih ladder frame, tapi tingkat kenyamanan berkendaranya menyerupai SUV berbodi monokok.

Gejala oleng sukses diminimalisir, vibrasi halus akibat aspal bergelombang pun minim terasa. Wajar saja jika chassis kendaraan ini juga digunakan oleh Mercedes-Benz untuk produk X-Class. Tak lain dan tak bukan, ya karena tingkat kenyamanan yang dihasilkan.

Menggiring Nissan New Terra menuju jalan tol, ternyata performa mesin empat silinder YD25 2.5 liter DDTi turbodiesel menyambut injakan kaki kanan kami. Torsi puncak sebesar 450 Nm diiringi oleh tenaga mesin 187 hp. Torsi maksimal tersebut sudah tersedia tepat di putaran mesin 2.000 rpm saja. Wajar saja jika kami sangat mudah untuk mendahului banyak mobil di jalan tol…

Kesimpulannya, Nissan New Terra menawarkan pengalaman berkendara dari SUV ladder frame yang tergolong baik untuk di kelasnya. Bahkan fitur Shift on The Fly 4×4 yang disematkan, membuat SUV seharga mulai dari Rp 749,9 juta ini menjadi terasa begitu superior. Namun, kami bingung kenapa mobil ini masih belum bisa mengungguli para kompetitornya… Apakah Anda tahu jawabannya?

Reviewer: M. Rizhan

Editor: Aldi Prihaditama

Review Chery Omoda 5 GT, Minim Ubahan Tapi Terasa Bedanya

Pada musim libur Nataru 2023, Motomobi News menggelar acara yang cukup spesial yaitu #MotomobiMauKemana. Dalam kesempatan ini, seluruh tim Motomobi News mendapat kesempatan untuk menggunakan mobil yang dipilih langsung oleh Om Mobi. Selain itu, kami bisa pakai selama liburan. Salah satu mobil yang kami besut ialah Chery Omoda 5 GT. 

Kini Chery terlihat lebih dewasa, baik secara organisasi maupun produk. Omoda 5 yang dirakit di Bekasi ini ingin membuktikan bahwa kehadiran Chery tidak boleh dipandang sebelah mata. Chery Omoda 5 GT seolah minim ubahan, jika dibandingkan dengan Omoda 5 versi ‘biasa’.

Penambahan aksen oranye

Pada bagian eksterior, tidak banyak perubahan antara Omoda 5 biasa dengan Omoda 5 GT. Paling mencolok adalah penambahan aksen oranye pada bagian velg, spion, sisi samping dan spoiler. Kemudian logo Chery absen dari grille depan dan sebagai gantinya terdapat logo Omoda di kap mesin ala Range Rover.

Terakhir adalah emblem GT di belakang, tentunya perbedaan minim ini menunjukan bahwa Chery pede dengan desain Omoda 5. Namun beberapa mungkin berharap ada lebih banyak pembeda di bagian eksterior. 

Masuk ke dalam, lagi-lagi tidak banyak perbedaan, hanya aksen piano black di dashboard dan juga konsol tengah. Lalu terdapat aksen oranye seperti eksterior di door trim dan juga jahitan jok. Terakhir adalah door trim dengan soft touch. Selebihnya fitur Omoda 5 GT sama dengan Omoda 5 RZ mulai dari layar infotainment dan instrument cluster masing-masing 10,25 inci dengan sistem audio premium Sony 8 speaker. 

Output terdongkrak

Selain itu, ada dual zone climate control dengan ventilated seat, kamera 360 derajat, Android Auto dan Apple CarPlay dan uniknya power window otomatis untuk keempat jendela. Namun sayang, sistem Android Auto dan Apple CarPlay bekerja normal namun sedikit lebih lambat saat pengetesan kami. 

Keunggulan utama Chery Omoda 5 GT terletak pada mesin 4 silinder 1.600 cc TGDI turbocharger bertenaga 197 hp dan torsi 290 Nm. Angka tersebut lebih besar 52 hp dan 60 Nm dibanding Omoda 5 bermesin 1.500 cc. Ubahan lainnya ialah transmisi double clutch 7-speed yang menggantikan transmisi CVT. 

Omoda 5 GT memiliki akselerasi yang cukup bagus dan tenaga yang terasa bahkan di rpm rendah sekalipun. Karena itu kami tidak perlu menggenjot pedal gas dalam-dalamuntuk merasakan performanya. Sedikit catatan, pada kondisi stop and go setelah memasukan gigi dari netral, mobil tidak langsung bergerak. Kami menduga karena transmisi DCT yang digunakan pada mobil ini. 

Ada dua varian sistem penggerak roda

Transmisi DCT yang digunakan Omoda 5 GT juga bekerja dengan baik terutama di kecepatan tinggi. Perpindahan giginya cukup akurat dan mulus. Omoda 5 GT sendiri ditawarkan dalam dua varian yaitu FWD dan AWD. Sedangkan unit yang kami gunakan ini adalah varian FWD. Ubahan lainnya dari Omoda 5 GT ini ada pada suspensi belakang independent dengan multi-link. 

Bantingan Omoda 5 GT sendiri tergolong empuk. Meski begitu, mobil ini memiliki pengendalian yang cukup baik. Feedback dari setir yang cukup bagus. Sistem pengereman tidak ada perubahan dan masih mumpuni mengimbangi peningkatan performa mesin. 

Dengan harga Rp 448,8 juta, Omoda 5 GT menawarkan paket value for money yang sangat bagus. Apalagi dengan fitur dan performa yang unggul jika dibandingkan dengan rival terdekatnya. Omoda 5 GT pun juga membuktikan bahwa Chery serius di pasar Indonesia lantaran telah dirakit di Bekasi, Jawa Barat.

Review Mazda CX-60, SUV yang Tak Malu Diajak Blusukan

Aktivitas #MotomobiMauKemana memberi kami kesempatan untuk menjajal dan mengulas beragam kendaraan baru yang dipasarkan di Tanah Air. Salah satunya ialah Sport Utility Vehicle (SUV) premium teranyar kebanggaan Mazda, yakni CX-60. Mobil ini menjadi produk SUV termahal dari line-up SUV Mazda yang dipasarkan di Indonesia. Kami pun membawa Mazda CX-60 menuju daerah Pangalengan, Jawa Barat, untuk liburan bersama keluarga.

Lalu, bagaimana rasanya ketika dibawa ‘blusukan’? Bagaimana Mazda mewujudkan filosofi Jinba-Ittai yang manjanjikan rasa pengendaraan yang menyenangkan? Dalam semboyan Jinba-ittai yang diusung oleh Mazda ini, mempunyai arti sebuah koneksi antara penunggang dan kuda. Jika diartikan secara harfiah merupakan adanya ikatan intim antara pengendara dengan mobil yang dikendarai.

Minim body roll

Unit yang kami gunakan kali ini ialah Mazda CX-60 varian Kuro. Rasa berkendara mobil ini patut kami acungi jempol. Suspensi depan menggunakan double wishbone dan multilink untuk suspensi belakang memberikan kestabilan, body roll terasa minim saat melahap tikungan ketika kecepatan tinggi. Cocok sekali untuk melibas jalanan tempat liburan kami di Pangalengan.

Tetapi tentu seja kestabilan tersebut mempunyai kompensasi. Sebab di jalan yang agak bergelombang, mobil ini terasa seperti mengendarai kuda yang mengayun keras dengan rebound suspensi yang sangat cepat. Mobil ini terasa melompat-lompat. Namun respons kemudi terasa akurat dan tidak over-assisted, sehingga feedback dari jalan masih terasa.

Kombinasi 280 hp dan 450 Nm

Kehebatan lain dari Mazda CX-60 ini ialah ada di balik kap depannya. Mesin Skyactiv-G 6 silinder 3.3 liter dilengkapi turbocharger dan sistem mild hybrid 48 volt. Mesin bertenaga 280 hp dan punya torsi 450 Nm ini dipadukan dengan transmisi otomatis 8-speed. Torsi besar tersebut membuat perjalanan kami terasa begitu ‘enteng’, terutama ketika berada di medan terjal dan penuh tanjakan.

Sistem penggerak roda all-wheel drive (AWD) mobil ini yang dibekali mode Off-Road untuk menaklukkan medan non-aspal ringan. Jalanan batu terjal yang menanjak juga dapat diselesaikan dengan mudah, tanpa harus mencapai putaran mesin 2.000 rpm. Apalagi tidak ada raungan suara mesin yang masuk ke dalam kabin. Fitur kamera 360 derajat di mobil ini juga amat membantu saat di jalan sempit. Jadi, meskipun bodinya bongsor, kami tetap yakin dengan kondisi sekitar mobil.

Performa tetap impresif

Mazda CX-60 Kuro dilengkapi interior warna beige yang anggun saat dilihat. Dashboard berdesain modern namun simpel, memiliki kualitas bagus dan sarat material soft touch. Perjalanan jauh terasa begitu nyaman berkat fitur ventilated seat yang membuat tubuh tetap sejuk. Posisi berkendara juga mudah disesuaikan berkat fitur telescopic pada sistem kemudinya.

Rute kombinasi dalam dan luar kota beserta dengan kemacetan lalu lintas yang cukup panjang, kami mendapatkan angka konsumsi bahan bakar 9 km per liter untuk perjalanan sejauh 457 km. Rasanya angka tersebut tidak tergolong ‘menyiksa’, sebab kami tetap mendapatkan performa impresif dan kenyamanan berkendara yang optimal selama tiga hari perjalanan. 

Reviewer: Juan Rizalifio

Editor: Aldi Prihaditama

SUV Honda WR-V

Review Honda WR-V E CVT, Mengupas Potensi Tersembunyi

Musim liburan Nataru (Natal 2023 dan Tahun Baru 2024) menjadi momen unik bagi Motomobi News yang menggelar aktivitas pengujian kendaraan bertajuk #MotomobiMauKemana. Salah satu kendaraan yang kami gunakan ialah Honda WR-V E CVT. Sejujurnya, unit yang kami inginkan di awal perencanaan aktivitas ialah varian RS CVT dengan fitur Honda Sensing. Namun, karena varian teratas tersebut sudah banyak menjadi pilihan pengguna Honda WR-V di Indonesia, akhirnya kami pun melakukan ‘manuver’ ke varian E CVT.

Beberapa rekan kami di kantor sempat mengutarakan bahwa rasa berkendara Honda WR-V varian E tergolong lebih nyaman ketimbang varian RS. Berbekal postur yang agak tinggi, membuat Honda WR-V ini masuk ke golongan sport utility vehicle (SUV) yang ringkas. Dimensinya yang tidak bongsor juga membuat mobil ini masih asyik buat digunakan di perkotaan.

Lebih banyak berinteraksi

Oke, rencana berkendara pun disiapkan. Perjalanan harus diselesaikan selama tiga hari dan rute perjalanan tak boleh kurang dari 500 km di sekitar Jawa Barat. Selama perjalanan, diusahakan rute tidak banyak melintasi jalan tol. Agar kami lebih banyak ‘berinteraksi’ dengan karakter Honda WR-V E ini. Keluar dari jalan tol Cikampek, kami mengarahkan kendaraan menuju Purwakarta, kemudian menuju Wanayasa.

Jujur saja, untuk sebuah kendaraan Honda, suspensi WR-V masih tergolong ‘kurang empuk’. Namun kami menganggapnya bukan menjadi kekurangan, melainkan sebagai karakter. Namanya juga SUV ringkas kan? Uniknya, jika di permukaan jalan halus dengan beberapa artikulasi ketinggian, suspensi WR-V E ini malah menunjukkan keunggulannya. Bantingan terasa mantap dan seolah meredam guncangan dengan baik.

Tidak pakai ban bertapak A/T

Ground clearance setinggi 220 mm juga membuat percaya diri dan menggoda kami untuk membawa mobil ini ke medan yang cukup menantang. Ya, kami mendaki kawasan Bukit Nyomot di Kabupaten Subang, dengan ketinggian lebih dari 300 meter di atas permukaan laut.

Beruntung kondisi jalan tidak becek, sehingga Honda WR-V E CVT mampu melahap permukaan jalan dengan baik. Padahal ban Goodyear Efficientgrip berukuran 215/60 R16 yang digunakan mobil seharga Rp 280 jutaan ini tidak memiliki tapak all-terrain.

Puas menghirup udara segar di sekitar perkebunan sawit tersebut, perjalanan kami lanjutkan ke daerah Pamanukan. Mesin L15ZF DOHC 1.5 liter bertenaga 119 hp dan torsi puncak 145 Nm, menghadirkan performa yang menyenangkan. Kami tidak perlu menginjak pedal gas dalam-dalam untuk mencapai kecepatan yang diinginkan, selain itu transmisi CVT juga selalu merespons dengan baik.

Rute kurang favorit

Setelah bermalam di Pamanukan, kami mencari rute yang ‘tidak umum’ untuk melanjutkan petualangan. Sejumlah daerah yang kami lewati adalah Haurgeulis, Gantar, Cibuluh, hingga Cikamurang, sebelum akhirnya menuju jalan tol Cisumdawu.

Berbagai macam permukaan jalan telah ditempuh, namun kami tidak mudah merasa lelah. Sebab mudah sekali menyesuaikan tubuh dengan jok Honda WR-V E, berkat fitur Height Adjuster. Kami pun menyukai bahan kain fabric pada joknya. Meski sebenarnya material plastik pada bagian interior masih bisa ditingkatkan kualitasnya.

Absennya fitur Honda Sensing, tidak membuat hati kami tetap tenang ketika berkendara. Karena untuk urusan keselamatan, Honda tetap menyematkan sistem pengereman ABS, yang dilengkapi Electronic Brakeforce Distribution dan Brake Assist. Tak ketinggalan Hill Start Assist, serta 4 buah airbag.

Usai melalui wilayah Jatinangor, kami pun tidak ingin langsung kembali ke ibu kota. Oleh karena itu perjalanan pun kembali kami belokkan menuju Bandung, Padalarang, Sukaluyu, Cikalong, Jonggol, Cileungsi, Cibubur, dan akhirnya tiba di Jakarta. Selama tiga hari perjalanan ‘Parahyangan Loop’ ini, kami sukses menempuh jarak sejauh 583 km dengan rata-rata konsumsi bahan bakar 17,1 km per liter. Menyenangkan!

Kia Sonet Facelift, Kini Makin Dijejali Teknologi Mutakhir

Jelang tutup tahun 2023 jadi momen yang pas bagi Kia untuk meluncurkan versi facelift dari Sonet. Mobil yang debut perdana di tahun 2020 ini emang sudah saatnya dipoles ulang.

Kia Sonet Made In India

Nah, versi facelift SUV termungil dari brand otomotif asal Korea Selatan ini adalah spek India yang diproduksi di Anantapur, Andhra Pradesh. Ada sedikit perbedaan gaya tampilan bila dibandingkan dengan spek untuk pasar domestik RRC.

Dari tampilan eksterior, grille model “Tiger Nose” kini ukurannya lebih lebar dari sebelumnya. Headlamp LED model sabit ujungnya kini meruncing dan menyambung dengan grille.

Bemper depan juga tak luput dari sentuhan. Lubang intake di atas skid plate kini ukurannya sedikit lebih besar dan kotak. Ukuran skid plate pun kini lebih lebar dengan aksen warna aluminium.

Tampilan pada bagian belakang pun turut direvisi. Lampu belakang LED kini tampil melebar seperti pada Kia Carens dan Seltos. Bemper belakang pun sedikit mengalami polesan ulang dengan aksen aluminium.

Tampilan eksterior tak hanya makin stylish dengan velg alloy 16-inci model baru. Terdapat warna pilihan baru untuk eksterior.

Minim Penyegaran Interior

Jika sentuhan ulang gaya pada area eksterior cukup terlihat jelas. Pada interior justru nyaris tak terlihat. Desain dan layout dashboard sepintas masih terlihat sama seperti model sebelumnya.

Layar digital ganda berukuran 10.25-inci pada dashboard yang jadi penampil instrument berkendara dan fitur infotaintment terlihat lebih fresh. Panel kontrol sistem AC dan balutan panel interior mengalami revisi desain.

Soal konten fitur yang dibekalkan disesuaikan dengan level varian trim.

Fitur standar yang terdapat pada Kia Sonet antara lain koneksi nirkabel Android Auto dan Apple CarPlay, charger ponsel nirkabel, jok kulit berventilasi, sunroof, sistem audio lansiran Bose, filter sirkulasi udara kabin, termasuk enam buah airbag.

Agar tak kalah modern dari model Kia lainnya, Sonet kini dilengkapi fitur keselamatan berkendara berbasis ADAS (advanced driver assistance system) tingkat 1.

Mesin Dan Transmisi Masih Sama

Pada sektor performa masih sama seperti versi sebelum facelift. Format opsi mesin yang ditawarkan pada Kia Sonet masih dianggap memadai.

Mesin bensin 4-silinder Smartstream G 1.2-liter MPi bertenaga 82 hp, mesin 3-silinder 1.0-liter KAPPA II T-GDi 118 hp dan mesin diesel 4-silinder Smartstream D 1.5-liter CRDi bertenaga 114 hp masih sama seperti daftar pilihan mesin sebelumnya.

Ketiga varian mesin dipadukan dengan sistem penggerak roda depan (FWD). Pilihan transmisi manual, automatic dan CVT yang ditawarkan pun tetap sama sesuai opsi mesin pada masing-masing varian model.

Para konsumen di India sudah dapat melakukan pemesanan sejak 20 Desember 2023. Unit pesanan konsumen akan dikirim mulai pertengahan Januari 2024 mendatang. Harga jual resmi akan diumumkan dalam waktu dekat dan dipastikan bakal terdapat revisi harga.

 

Lamborghini Urus Performante Jadi Armada Kepolisian Italia

Kolaborasi sukses selama 20 tahun antara Automobili Lamborghini dan Polizia di Stato Italia terus berlanjut. Kali ini, produsen mobil Sant’Agata Bolognese tersebut menyerahkan Urus Performante kepada Polisi Jalan Raya Italia. Mobil ini akan mulai beroperasi secara penuh pada tahun 2024 nanti.

Proses serah terima berlangsung pada 12 Desember 2023, di Piazza del Viminale, Roma, di depan kantor Kementerian Dalam Negeri Italia. Stephan Winkelmann, Chairman dan CEO Automobili Lamborghini, menyerahkan kunci secara langsung kepada Menteri Dalam Negeri Matteo Piantedosi di hadapan Kepala Polisi Italia Vittorio Pisani.

Kolaborasi antara Automobili Lamborghini dan Kepolisian Negara Italia dimulai pada tahun 2004, dan Urus Performante adalah model keenam yang masuk ke dalam armada Polisi Jalan Raya. Super sport utility vehicle (SUV) ini bergabung dengan jajaran Huracán LP610-4. SUV ini nantinya akan digunakan untuk layanan khusus, termasuk transportasi medis darurat berupa organ dan plasma.

Urus Performante dibuat oleh teknisi Lamborghini di Sant’Agata Bolognese, mulai dari eksterior, mengikuti spesifikasi polisi. Livery-nya dirancang oleh Lamborghini Centro Stile, dengan memadukan warna biru klasik Kepolisian Negara Italia dan putih.

Tiga warna khas negara Italia tersebut juga disematkan pada sabuk pengaman dan di dekat pintu. Logo polisi diaplikasikan pada pintu dengan lapisan film yang reflektif, sedangkan bilah lampu dengan lampu LED biru 360° telah dipasang di atap, bersama dengan sirene listrik dua warna.

“Dengan senang hati kami melanjutkan kerja sama selama dua puluh tahun dengan Kepolisian Negara Italia. Lamborghini telah digunakan untuk tugas publik dan menyelamatkan nyawa manusia. Hal tersebut membuat kami bangga, sebab terus dipercaya oleh pihak berwenang,” ujar Stephan Winkelmann, Ketua dan CEO Automobili Lamborghini.

Kia di GIIAS Bandung

Kia EV9 GT-Line Ramaikan GIIAS Bandung 2023

PT Kreta Indo Artha (KIA) turut meramaikan pameran otomotif GIIAS Series 2023 di kota Bandung, Jawa Barat. Pameran GIIAS Bandung 2023 sendiri berlangsung mulai 22 hingga 26 November 2023 di Sudirman Grand Ballroom, Bandung, Jawa Barat. Seiring dengan semangat elektrifikasi, Kia memboyong EV9 GT-Line, sekaligus menjadi debutnya di wilayah Jawa Barat, khususnya Kota Bandung.

Kia EV9 GT-Line ialah sport utility vehicle (SUV) listrik 3 baris pertama dari Kia, yang hadir guna memenuhi kebutuhan konsumen kendaraan listrik untuk pemakaian harian di dalam kota maupun berpergian keluar kota.

Tampilan futuristik

Eksteriornya memiliki tampilan yang futuristik dengan desain lampu depan yang menyatu dengan grille dan menghasilkan Digital Pattern Lighting yang unik. Untuk lampu depannya, menggunakan jenis Small Cube Projection LED dengan teknologi Intelligent Front-lighting System (IFS). Agar tampilan semakin macho, maka velg 21 inci mengisi setiap ruang spakbornya.

Sedangkan bagian interior sarat fitur kenyamanan. Sebab terdapat Dual Panoramic Sunroof, Multi Color Ambient Light, Head Up Display, Relaxation Comfort Seats, Ventilated dan Heated Seats pada jok baris pertama dan kedua, Dynamic Body Care pada jok baris kedua, Panoramic Curved Display dengan Premium Sound System dari Meridian dengan 14-speaker, hingga Wireless Charging.

Berkat dimensi panjang 5.015 mm, lebar 19.80 mm, dan tinggi 1.780 mm, ini memiliki kapasitas hingga 6 orang. Ditambah lagi Kia EV9 GT-Line hadir dengan konfigurasi kursi captain seat pada baris keduanya.

Jarak tempuh maksimal 497 km

Dibekali sepasang motor listrik dan sistem penggerak roda All Wheel Drive (AWD), Kia EV9 GT-Line mampu menghasilkan tenaga setara 380 hp dan torsi 700 Nm. Performa ini didukung oleh baterai lithium-ion berkapasitas 99,8 kWh. Prestasi akselerasi SUV ini tergolong mengagumkan, sebab untuk sprint 0-100 km/jam hanya ditempuh dalam waktu 5,3 detik saja. Tak ketinggalan jarak tempuh maksimal yang mencapai 497 km.

“Kami dengan bangga memperkenalkan dan menampilkan Kia EV9 GT-Line untuk pertama kalinya di Jawa Barat, khususnya Kota Bandung. Kami berharap kehadiran Kia EV9 di GIIAS Bandung 2023 ini bisa semakin mendorong pertumbuhan kendaraan listrik di Indonesia,” sambut Ario Soerjo, selaku Marketing & Development Division Head PT Kreta Indo Artha.

Kia EV9 GT-Line tersedia dalam empat pilihan warna, yaitu Aurora Black Pearl, Panthera Metal, Pebble Gray, dan Snow White Pearl. Untuk wilayah Bandung dan sekitarnya, SUV ini dipasarkan dengan harga Rp 1,99 milyar (on the road dan termasuk Wallbox Charger).

Lucid Gravity Tampilkan Definisi Baru SUV Mewah EV

Lucid Group, Inc. telah dikenal sejak kehadiran Lucid Air. Mobil listrik tersebut sukses memenangkan penghargaan 2023 World Luxury Car Award. Kini perusahaan ini mengungkap terobosan baru dari sebuah Sport Utility Vehicle (SUV) listrik mewah, melalui kehadiran Lucid Gravity. SUV ini dibuat berdasarkan inovasi yang diterapkan pada Lucid Air.

Komitmen Lucid terhadap keunggulan desain, interior luas, dan kepraktisan penggunaan semakin membedakan Gravity dari brand kompetitor. Desain eksterior mobil ini merupakan bukti perpaduan antara estetika dan kepraktisan.

Nilai aerodinamika hanya Cd 0,243

Karena efisiensi menjadi salah satu fokus utama Lucid Gravity, maka nilai aerodinamikanya kurang dari Cd 0,243. Angka tersebut belum pernah dicapai oleh SUV tiga baris manapun. SUV ini memiliki tampilan gagah yang didukung oleh bagian depan yang besar, profil yang ramping, kabin yang memanjang, bahu yang menonjol, dan spoiler belakang yang sporty.

“Lucid Gravity mewakili lompatan maju yang signifikan bagi teknologi dan desain. Konsumen akan menemukan kombinasi ruang dan kemampuan manuver, kemewahan, serta kepraktisan yang belum pernah ada sebelumnya. Sebab semuanya terintegrasi secara tepat ke dalam mobil ini,” kata Peter Rawlinson, Chief Executive Officer dan Chief Technical Officer Lucid.

Area kargo fleksibel

Kabin Lucid Gravity tak hanya memiliki area kargo yang fleksibel, sebab juga menawarkan tempat duduk yang luas, dengan kenyamanan dari kursi baris kedua dan ketiga. Jika kursi baris kedua dan ketiga dilipat, maka menghasilkan ruang kargo yang berkapasitas lebih dari 3.171 liter.

Kursi baris kedua dapat digeser dan dipadukan dengan meja yang terintegrasi. Ruang kaki yang lapang juga terdapat hingga baris ketiga, sehingga memungkinkan mobil ini memiliki konfigurasi tujuh penumpang.

Akselerasi 0-100 km/jam tak sampai 3,5 detik

Lucid Gravity menggunakan platform baru yang dikembangkan dari nol, untuk menghasilkan SUV yang berkarakter sporty. SUV ini menggunakan teknologi powertrain ultra-ringkas milik Lucid generasi terbaru, termasuk motor listrik berkemampuan tinggi, dan arsitektur kelistrikan 900V.

Lucid Gravity diklaim mampu berakselerasi dari 0-100 km/jam dalam tempo kurang dari 3,5 detik saja. SUV listrik yang premium ini juga diproyeksikan dapat menempuh jangkauan berkendara hingga 660 km. 

Dengan fokus untuk menghadirkan teknologi tercanggih dan pengalaman kendaraan listrik terbaik kepada konsumen global, Gravity akan diberi harga yang kompetitif dalam kategori SUV premium. Lucid memperkirakan harga awal akan di bawah US$ 80 ribu (atau sekitar Rp 1,25 milyar). Produksinya diperkirakan akan dimulai pada akhir tahun 2024.

Mitsubishi Pajero Masuk Japan Automotive Hall of Fame

Mitsubishi Motors Corporation (Mitsubishi Motors) mengumumkan bahwa Pajero generasi pertama, telah dipilih oleh Japan Automotive Hall of Fame (JAHFA) di tahun ini. Kendaraan Sport Utility Vehicle (SUV) yang diluncurkan pertama kali pada tahun 1982 ini, mendapat predikat sebagai salah satu mobil bersejarah dan memiliki kontribusi besar terhadap sejarah otomotif Jepang.

Pajero pertama diluncurkan sebagai kendaraan off-road dengan sistem penggerak empat roda (4WD), namun juga memberikan kemudahan pengoperasian bagi penggunanya. Mobil ini telah mendapatkan respons positif dari konsumen Mitsubishi dan memantapkan posisinya sebagai salah satu pemimpin dalam segmen SUV dan kendaraan 4WD di Jepang.

Diekspor ke ratusan negara

Tidak kurang dari 3,2 juta Mitsubishi Pajero telah diproduksi dalam empat generasi hingga produksinya berakhir pada tahun 2021. Mitsubishi Pajero juga telah diekspor ke lebih dari 170 negara dan dicintai oleh para penggemarnya di seluruh dunia. Di pasar Jepang, Pajero menjadi salah satu seri ikonik dari Mitsubishi Motors, bahkan ada model ‘ekstra’ seperti Pajero Mini kei-car ke jajarannya pada tahun 1994, SUV ringkas Pajero Junior pada tahun 1995, dan SUV ringkas Pajero iO pada tahun 1998.

Di ajang motorsport, Mitsubishi Pajero generasi pertama sempat marasakan ganasnya kompetisi dalam reli Dakar. Event ini memiliki reputasi sebagai reli terberat di dunia dan Mitsubishi Pajero pertama kali ikut pada tahun 1983. Kegigihannya membuahkan hasil di event tahun 1985, yang juga menjadi kendaraan buatan Jepang pertama yang memenangkan event tersebut.

Total 12 kali menang reli Dakar

Pajero berkompetisi dalam reli sebanyak 26 kali hingga tahun 2009 dan meraih total 12 kemenangan keseluruhan, termasuk tujuh kemenangan berturut-turut. Hal ini menunjukkan bahwa Mitsubishi Pajero memiliki kapabilitas yang baik untuk penggunaan jalan raya dan mempunyai durabilitas yang sangat baik.

Pengalaman yang diperoleh dalam event motorsport dimanfaatkan untuk meningkatkan daya tarik produk Pajero dan model produksi lainnya. Teknologi sistem penggerak roda serta durabilitas kendaraan, menjadi bekal penting bagi Mitsubishi dalam mengembangkan beragam produk.

Saat ini, SUV Pajero Sport pun ikut meneruskan silsilah Pajero dan dijual di lebih dari 80 negara di seluruh dunia. Berdasarkan keandalannya yang didukung oleh beragam teknologi, Mitsubishi Motors akan terus menawarkan gaya hidup mobilitas. Termasuk tetap mendukung semangat petualang para penggunanya.

Honda CR-V Terbukti Penting Bagi HPM

Honda CR-V menjadi produk Sport Utility Vehicle (SUV) global Honda yang pertama kali diluncurkan pada tahun 1995. Setiap generasi Honda CR-V selalu direspons positif oleh konsumen, karena berhasil terjual lebih dari 13 juta unit di dunia.

Di pasar lokal, SUV ini juga banyak digemari oleh para konsumen. Dari generasi ke generasi, Honda CR-V telah mengalami penyempurnaan dalam aspek tampilan, performa, hingga teknologinya.

Honda CR-V pertama dengan teknologi hybrid

Untuk pertama kalinya di Indonesia, hadir All New CR-V RS e:HEV yang memiliki teknologi sistem penggerak hybrid di bulan Agustus 2023. Tanpa meninggalkan karakter sporty, layaknya varian RS.

Teknologi sistem penggerak hybrid yang dipasarkan di Indonesia, memang bukan ‘barang baru’, sebab pernah hadir di Indonesia pada tahun 2012 lalu, melalui Honda CR-Z.

Penjualan kumulatif di Indonesia lebih dari 230 ribu unit

Selain banyak diminati oleh konsumen Indonesia dan global, Honda CR-V juga dianggap menjadi produk yang penting bagi PT Honda Prospect Motor (HPM). Bahkan sejak debutnya di tahun 2000, Honda CR-V berhasil mencatatkan penjualan kumulatif sebanyak lebih dari 230 ribu unit di Indonesia.

“Produk ini menjadi flagship SUV yang penting bagi PT Honda Prospect Motor. Wajar jika menjadi salah satu produk kebanggaan kami, sebab banyak menjadi pilihan konsumen di Indonesia,” kata Yusak Billy, Business Innovation and Sales & Marketing Director PT Honda Prospect Motor, di sela acara Media Driving Experience All New Honda CR-V RS e:HEV (17/10/2023).

Pesanan model baru sudah melebihi 2.200 unit

Sejak debut All New Honda CR-V di pameran otomotif GIIAS 2023 lalu, hingga kini telah tercatat lebih dari 2.200 unit yang dipesan oleh konsumen Indonesia. Dengan rasio pemesanan, 72 persen untuk varian mesin hybrid, dan 28 persen untuk varian mesin turbo.

Lebih lanjut, mengenai produksi SUV generasi teranyar di Indonesia, mungkin PT HPM harus bersabar. Sebab pihak Honda Thailand sepertinya masih ‘sibuk’ merakit mobil ini. Lagipula, kapasitas perakitan di PT Honda Prospect Motor masih didominasi oleh produksi Honda BR-V.

TLC Kemahalan? Nantikan Toyota Land Hopper

Dugaan kuat berhembus bahwa nantinya akan hadir Toyota Land Cruiser ketiga, setelah diperkenalkannya Land Cruiser 300 dan 250. Awalnya banyak yang menjuluki mobil ini dengan nama Land Cruiser Mini, namun ternyata Toyota telah ‘mengamankan’ nama Land Hopper. Jadi kami menduga kalau nama tersebut bakal disematkan pada Sport Utility Vehicle (SUV) baru nanti.

Saat sesi presentasi Toyota Land Cruiser 250 pada bulan Agustus 2023 silam, sempat terlihat video presentasi yang menunjukkan arah karakter Toyota Land Cruiser di masa depan. Ketika Simon Humphries, General Manager of Design Toyota, terlihat siluet sebuah Compact SUV di layar. Bentuknya mirip sekali dengan mobil konsep Compact Cruiser EV.

Bodi dengan garis tegas

Probabilitas lain mengenai SUV ini, dimensi bodinya bisa jadi serupa dengan Toyota Corolla Cross. Namun dengan sosoknya sebagai SUV bergaris tegas pada bodinya, maka tentu akan ada penyesuaian, terutama pada lebar bodi dan ketinggiannya. Semoga saja nanti tampilan fisiknya seperti Toyota Land Cruiser 250 yang macho itu.

Sebagi sumber tenaga, sepertinya Toyota tidak mengalami kesulitan untuk memilih unit yang akan mengisi ruang mesin. Ada mesin bensin 4 silinder 1.8 liter milik Corolla Cross, maupun mesin bensin 4 silinder 2.5 liter dengan sistem hybrid milik RAV4. Sebagai alternatif lain, ada mesin bensin 3 silinder 1.5 liter dengan sistem hybrid milik Sienta Hybrid.

Ubahan pada TNGA-F platform

Jika Toyota tetap ingin menggunakan konfirgurasi body-on-frame, maka struktur TNGA-F platform harus mendapat oprekan, setidaknya harus dipendekkan untuk mengakomodir bodi yang lebih ringkas.

Sepertinya SUV ringkas ini memang dikembangkan dari Toyota Compact Cruiser EV, yang kemungkinan besar tak lama lagi menguak sosok aslinya. Bisa jadi tampil di gelaran Japan Mobility Show 2023 di akhir bulan Oktober ini atau dalam acara Battery EV Strategy Briefing di bulan Desember 2023 nanti.

Soal harga, Toyota Land Hopper pasti akan jauh lebih ‘murah’ ketimbang Toyota Land Cruiser 250 maupun 300. Tapi itu di Jepang, bisa jadi ketika dibawa ke Tanah Air langsung meroket. Semoga saja tidak menjadi ‘gorengan’ super-crispy di masa depan…

Mitsubishi XForce Raih Penghargaan Good Design Award

Mitsubishi XForce sukses meraih penghargaan Good Design Award 2023 yang diselenggarakan oleh Japan Institute of Design Promotion. Kabar ini disampaikan langsung oleh Mitsubishi Motors Corporation yang menyatakan jika New Triton dan New Delica Mini juga mendapat penghargaan yang sama.

Ya, ketiga model ini, XForce, Triton, dan Delica Mini, terpilih sebagai pemenang penghargaan Good Design Award karena mewujudkan nilai khas Mitsubishi Motors yang mencerminkan filosofi desain sekaligus mengekspresikan konsep desain masing-masing.

Mitsubishi XForce sukses melakukan debut World Premiere pada ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2023 di Indonesia. Angka pemesanan sudah mencapai lebih dari 2.000 unit. Selanjutnya, Mitsubishi XForce tengah diproduksi di pabrik perakitan Mitsubishi Motors Krama Yudha Indonesia (MMKI) yang terletak di Bekasi, Jawa Barat. Dijadwalkan akan dipasarkan di negara-negara ASEAN lainnya, termasuk Asia Selatan, Amerika Latin, Timur Tengah, dan juga Afrika.

Beberapa komen juri pun menyebutkan jika XForce memancarkan daya tarik sebuah Sport Utility Vehicle (SUV) canggih. Terlihat dari bagian spakbor depan dan belakang yang kuat berkesan masif, meskipun kendaraan ini berukuran kompak.

Sedangkan, alur desain terstruktur dengan baik lewat perpaduan warna, material, dan finishing (CMF) yang terampil. Penggunaan motif segi enam pada detail interior dan eksterior juga turut menambah rasa kesatuan pada desain kendaraan secara keseluruhan.

Mitsubishi XForce menawarkan kenyamanan lewat kabin yang lapang, ruang penyimpanan serba guna, ukuran bodi kompak dan siap menghadapi berbagai cuaca dan kondisi jalan. Berdasarkan konsep desain Silky & Solid, desainnya menampilkan gaya SUV autentik penuh gaya, dengan nuansa interior yang mutakhir.

Tampilan Segar dan Harga Menarik dari Wuling New Almaz RS

Ini bukan yang pertama kalinya kami berjumpa dengan Wuling New Almaz RS, karena SUV ini telah menampakkan sosoknya di pameran GIIAS 2023, beberapa bulan silam. Namun, saat itu Wuling Motors belum mengungkap harga jualnya.

Hari ini (05/10/2023), Wuling secara resmi memasarkan New Almaz RS, sekaligus membeberkan harganya dalam acara yang bertempat di The Forum Mall Kelapa Gading 3, Jakarta Utara. Almaz RS dipasarkan dengan harga khusus peluncuran yakni Rp 398 juta untuk varian RS Pro. Sedangkan Almaz RS Pro Hybrid dijual dengan harga Rp 438 juta.

SUV hybrid ini mengusung teknologi Multi-mode Hybrid Powertrain. Dengan performa mengesankan namun efisien bahan bakar. Secara umum, penyegaran medium SUV ini meliputi tampilan depan, desain baru pada kabin, fitur berkendara dan fitur keselamatan.

“Hingga saat ini, kami menyuguhkan pilihan varian hybrid untuk kendaraan flagship Wuling, yakni Almaz. Apakah teknologi hybrid akan diaplikasikan ke produk lain, kami masih mempertimbangkannya,” kata Danang Wiratmoko, Product Planning Wuling Motors, saat kami jumpai di sela-sela acara price reveal Wuling New Almaz RS.

Tipe Hybrid masih dibekali mesin bensin 4 silinder Atkinson-cycle 2.0 liter. Output 123 hp dan torsi 169 Nm. Dipadukan dengan motor listrik yang bertenaga setara 174 hp dan torsi 320 Nm. Kedua sumber tenaga ini dikombinasikan melalui Dedicated Hybrid Transmission (DHT). Diklaim mampu bekerja secara multi-mode berupa EV Mode, Series Hybrid atau Parallel Hybrid.

Serupa dengan yang terdahulu, sistem ini bekerja secara otomatis menyesuaikan kondisi baterai, kebutuhan daya, serta kondisi jalan untuk mengakomodasi performa sesuai kebutuhan pengguna. Sedangkan, Wuling New Almaz RS Pro dibekali dengan mesin 4 silinder 1.5 liter turbocharger dan dipadukan dengan transmisi CVT.

Toyota RAV4 US-Spec 2024, Ubahannya Minimalis

Amerika Serikat (AS) kini dilanda lonjakan inflasi. Perekonomian yang lesu darah membuat daya beli konsumen di sektor otomotif merosot drastis. Begitu juga dengan mengubah konten fitur atau tampilan mobil terlampau banyak, tentunya akan sangat berisiko. Hal ini pun berlaku pada compact SUV terlaris Toyota di AS yakni RAV4.

Meskipun mengalami update, namun Toyota tak banyak mengubah konten fitur maupun kemasan tampilan. Update apa yang dilakukan Toyota pada RAV4 yang akan segera dipasarkan di AS ini?

Inflasi Tinggi, Harga Jual Terkoreksi

Untuk tahun 2024, Toyota lebih cenderung bermain aman. Update hanya sebatas rombakan pada daftar warna pilihan dan paket konten fitur. Tentu saja agar harga jual tak naik terlampau banyak dan konsumen tak lari ke brand lain.

Sebagai varian termurah, RAV4 LE (FWD) bermesin bensin non-hybrid dibanderol mulai dari $28.475 atau sekitar Rp 442,3 jutaan (off-the road). Naik $900 atau sekitar Rp 14 jutaan dari model tahun 2023. Koreksi harga yang tak terlampau banyak.

Varian tertinggi Limited (e-AWD) bermesin hybrid label harganya kini mulai dari $39.780 atau sekitar Rp 618 jutaan (off-the road). Lebih mahal $1.250 atau sekitar Rp 19,4 jutaan dari model tahun 2023.

Demikian pula varian Woodland Edition berpenggerak e-AWD yang memasuki tahun kedua. Dibanding saat pertamakali muncul, harganya kini terkoreksi menjadi $34.695 atau sekitar Rp 539 jutaan. Naik $1.670 atau sekitar Rp 26 jutaan.

Meskipun harga jual RAV4 mengalami kenaikan, namun masih terasa pantas dan cukup terjangkau.

Update Konten Fitur Dan Tampilan

Walau baru dipasarkan dua tahun, namun RAV4 Woodland Edition telah berhasil memikat konsumen di AS.

Varian bergaya petualang ini pun mendapat perhatian lebih dari Toyota. Update fitur yang diberikan porsinya terbilang paling banyak.

Untuk pilihan warna eksterior kini tersedia kombinasi two-tone baru. Konsumen dapat memilih warna Army Green atau Ice Cap yang dipadukan dengan atap berkelir Midnight Black Metallic.

Jika ingin warna senada dengan atap, konsumen dapat memilih warna bodi Midnight Black sebagai kombinasi.

Paket opsional baru Weather Package pun ditawarkan untuk menyambut dimulainya musim dingin di AS.

Mulai dari setir berlapis kulit, jok depan berpenghangat hingga wiper dengan sensor hujan (air dan salju) plus fitur pemanas pada kaca depan.

Update Konten Interior

Pada area interior, varian Toyota RAV4 dibekali head unit layar sentuh ukuran tujuh, 10.5, atau 12.3-inci.

Software dapat diupdate secara OTA (over the air). Fitur teknologi mulai dari voice assistant, cloud navigation, plus fitur baru Integrated Streaming.

Sistem infotaintment RAV4 dapat terkoneksi dengan Apple Music atau Amazon Music. Fitur keselamatan berkendara pun turut diupdate.

Setup Suspensi Racikan TRD

Untuk menunjang kemampuan di trek off-road, RAV4 Woodland Edition dibekali suspensi racikan TRD. Redaman per keongnya disetting dengan spek off-road.

Agar tampil gagah dan macho, bodi RAV4 Woodland Edition ditopang pelek alloy 18-inci model 6-spoke berkelir perunggu. Pelek sport lansiran TRD ini dibalut ban Falken Wildpeak A/T agar kian mantap saat melibas trek off-road.

Pilih Mesin 2.5L Bensin Atau Hybrid?

Pada sektor performa tak ada perubahan. Varian termurah bermesin bensin non-hybrid dibekali mesin 4-silinder 2.5-liter Dynamic Force. Konsumsi BBM kombinasi (kota/tol) di kisaran 7.8 L/100 km. Kurang lebih sekitar 12.8 km/liter.

Untuk varian Woodland Edition pun tak mengalami perubahan. Tetap mengandalkan mesin bensin 4-silinder 2.5-liter Dynamic Force yang dipadukan dengan modul hybrid Toyota Hybrid System II. Output daya kombinasinya di kisaran 219 hp.

Untuk konsumsi BBM kombinasi (kota/tol) pun sedikit lebih efisien dibanding varian non-hybrid. Hanya butuh 6.3 liter bensin untuk menempuh jarak 100 km.

Toyota RAV4 versi update ini bakal dipasarkan di AS menjelang tutup tahun 2023. Tak perlu menungu lama…

Mitsubishi XForce Rambah Kota Pekanbaru

Setelah meluncur global di GIIAS 2023, serta peluncuran lokal di berbagai kota besar di Indonesia. Kali ini Mitsubishi XForce hadir di kota Pekanbaru pada 21-24 September 2023, di Mall SKA.

Pekanbaru dipilih sebagai salah satu kota peluncuran lokal karena posisinya sebagai ibukota Riau. Salah satu provinsi yang memberikan kontribusi  signifikan penjualan kendaraan penumpang dan niaga ringan Mitsubishi Motors di Indonesia.

“Pasar compact SUV di Pekanbaru dan provinsi Riau sedang tumbuh. Kami menghadirkan Mitsubishi XForce di Pekanbaru untuk menjangkau konsumen bergaya hidup aktif yang menginginkan mobil sebagai simbol prestis, dengan faktor emosional, yang sekaligus dapat memenuhi kebutuhan aktivitas sehari-hari dengan ragam fitur,” kata Tetsuhiro Tsuchida, Director of Sales & Marketing Division PT MMKSI.

Penjualan Xforce

Sejak diperkenalkan dalam peluncuran global di GIIAS 2023, Mitsubishi XForce telah mencatat penjualan sebesar 1.078 unit. Dimana hasil tersebut diperoleh di ajang dan selama periode GIIAS berlangsung. Selanjutnya, Mitsubishi XForce akan diproduksi di Indonesia dan dijadwalkan untuk dipasarkan di negara-negara ASEAN lainnya, Asia Selatan, Amerika Latin, Timur Tengah, termasuk juga Afrika.

Mitsubishi XForce yang dihadirkan di kota Pekanbaru ini terdiri atas dua pilihan varian, yaitu Ultimate CVT dengan harga Rp. 414,9 juta dan Exceed CVT dengan harga Rp. 382,9 juta. Selain menghadirkan Mitsubishi XForce, pada event Mitsubishi Motors Auto Show MMKSI juga menghadirkan line-up unggulan Mitsubishi Motors seperti Xpander, Xpander Cross, serta Pajero Sport. Dan juga unit test drive yang terdiri dari XForce, Xpander, dan Pajero Sport.

Mobil baru Hyundai 2024

Hyundai Kona Gen-2 Masuk Pasar AS, Indonesia Kapan?

Hyundai Kona generasi kedua telah resmi dipasarkan di Negeri Paman Sam dan sudah bisa dipesan.

[UPDATE 04/06/2024]: HMID membuka keran pesanan Kona Electric 2024

Hanya saja saat ini baru tersedia varian Limited dan N-Line. Varian SE dan SEL baru akan mulai tersedia sekira bulan depan yang kemudian disusul oleh Kona Electric.

Nah, seperti apa konten dan gaya dari Hyundai Kona terbaru ini?

Beda Gaya Interior dan Daftar Fitur

Sesuai dengan karakter maskulin yang jadi ciri khas varian N-Line, interior dikemas dengan dominasi warna hitam. Berbeda dengan varian Limited yang mengusung nuansa elegan. Interior dikemas dengan balutan kulit sintetis dan sapuan warna krem yang kalem.

Untuk fitur standar pada interior varian N-Line dan Limited tak ada perbedaan. Keduanya dilengkapi jok depan berpenghangat serta jok pengemudi dengan 8 setelan posisi duduk. Kedua varian dilengkapi sepasang layar digital 12.3-inci sebagai penampil fitur infotaintment dan panel instrument.

Kelengkapan lain seperti fitur wireless charging, power sunroof serta sistem tata suara Bose Premium Audio dengan 8-speaker ada pada kedua varian. Demikian pula fitur bantu berkendara ADAS.

Karena lebih mahal, daftar fitur varian Limited sedikit lebih banyak dari N-Line. Salah satunya yakni fitur kamera surround view monitor.

Eksterior Kona N-Line vs Limited

Gaya tampilan eksterior pun berbeda. Varian Limited dilengkapi skid plate dan fender serta side skirt berbahan plastik berkelir hitam yang kontras dengan warna bodi.

Varian N-Line tampil dengan body kit sewarna bodi plus spoiler belakang berukuran besar dan dua laras knalpot yang menyembul dari sirip diffuser belakang.

Kedua varian menggunakan pelek standar berukuran 19-inci yang berbalut ban 235/45R19.

Desain pelek varian N-Line yang bergaya 3D menggambarkan lima kelopak bunga Mugunghwa yang sedang mekar. Bunga nasional Korea Selatan ini di Indonesia dikenal dengan nama Kembang Sepatu.

Semengtara pelek varian Limited, desainnya bagai lima bilah kincir air yang terdapat di wilayah pedesaan Korea Selatan.

Opsi warna eksterior terdapat 10 variasi, termasuk satu warna eksklusif untuk Kona Electric.

Varian Hybrid Tak Masuk Amerika

Hyundai Kona yang dipasarkan di AS tersedia dalam dua varian mesin bensin dan dua varian EV. Untuk varian hybrid tak masuk dalam daftar.

Kona Limited dan N-Line dibekali mesin bensin 4-silinder 1.6-liter turbo. Output tenaga sebesar 190 hp dan torsi 265 Nm disalurkan ke poros roda via transmisi automatic 8-speed.

Varian yang lebih murah yakni SE dan SEL dibekali mesin bensin 4-silinder 2.0-liter non-turbo. Performanya pun lebih kecil, hanya bertenaga 147 hp dengan torsi maksimum 179 Nm

Opsi transmisi hanya ada jenis CVT Hyundai Smartstream Intelligent Variable Transmission. Tersedia versi berpenggerak FWD dan AWD.

Beda sistem penggerak, suspensinya pun beda. Untuk versi all-wheel drive (AWD) dilengkapi suspensi belakang model independent multi-link. Versi FWD dilengkapi suspensi belakang model torsion beam axle yang karakternya sedikit lebih rigid.

Kona Electric Menggaet Konsumen Mobil Listrik AS

Varian yang terakhir adalah Kona Electric. Dibandingkan varian hybrid, Hyundai lebih memilih Kona versi EV untuk dipasarkan di AS. Tentu saja untuk menggaet pangsa pasar mobil listrik yang lebih luas.

Kona Electric yang diperkirakan mulai tersedia di AS pada November 2023 mendatang tersedia dalam dua versi. Harga jualnya belum diumumkan.

Keduanya dibekali motor elektrik tunggal bertorsi 255 Nm, hanya output tenaganya saja yang berbeda.

Varian termurah output tenaganya 133 hp dengan baterai berdaya 48.6 kWh. Jarak tempuh maksimumnya mencapai 317 km sesuai standar EPA.

Ingin performa lebih besar? Tersedia versi bertenaga 201 hp dengan baterai 64.8 kWh. Jarak jelajahnya lebih jauh yakni 418 km. Hyundai Kona Electric pun tampilan dan fiturnya dibuat spesifik dan berbeda dari varian penikmat jus dinosaurus.

Perihal harga jual, Hyundai Kona termurah yakni varian SE label harganya mulai dari $24.100 atau sekitar Rp 370,8 jutaan. Harga jual dari varian di atasnya yakni SEL belum diumumkan.

Untuk varian N-Line harga jualnya mulai dari $30.650 atau sekitar Rp 471,6 jutaan. Sedangkan varian Limited label harganya mulai dari $31.650. Hanya selisih Rp 153 jutaan lebih mahal dari varian N-Line termurah. Seluruh harga off-the road.

Selisih harga antar varian model tak terpaut jauh. Trik jitu dari Hyundai untuk lebih memikat para konsumen di AS.

Nah, para pecinta Kona di Tanah Air harap sedikit bersabar. Versi pasar domestik Indonesia bakal muncul tak lama lagi…tunggu saja.

 

Ford Bronco Siap Diproduksi Dan Beredar Di China

Ford kian gencar memasarkan Sport Utility Vehicle (SUV) andalan mereka yakni Bronco ke pasar global. Tak puas hanya bermain di pasar Inggris dan Eropa, kini pasar domestik China menjadi target the Blue Oval yang selanjutnya. Seberapa optimiskah Ford dengan kawasan yang satu ini?

Perakitan Lokal Lebih Ekonomis

Pasar domestik RRC memang sangat gemuk dan potensial. Namun untuk bisa sukses bermain di kawasan yang satu ini, Ford harus menerapkan langkah strategis.

Harga jual yang kompetitif alias murah dan terjangkau adalah kunci utama untuk bisa sukses bersaing di pasar domestik RRC.

Perakitan secara lokal dan kandungan komponen buatan dalam negeri adalah langkah efektif untuk bisa menekan biaya produksi. Distribusi produk ke konsumen pun jadi lebih cepat.

Kemitraan bersama pun dijalin antara Ford dan industri lokal asal China, Jiangling. Bronco rencananya akan mulai diproduksi di China pada tahun 2024 oleh Jiangling Ford.

Tak hanya Bronco, ternyata Jiangling Ford telah memproduksi pickup Ford Ranger spek domestik China dengan harga yang sangat terjangkau.

Berdasarkan reportase dari media lokal Car News China, Ford Bronco made in China ini kisaran harga jual termurahnya mulai dari 300.000 Yuan ($41.243) atau sekira Rp 634,8 jutaan.

Jika harus mendatangkan dari Amerika Serikat (AS), biaya impor akan membuat harga jualnya berada di kisaran 700 ribu-1,2 juta Yuan ($96.233-$164.971). Sekitar Rp 1,48 miliar hingga Rp 2,53 miliar. Selisihnya sangat banyak…

Seperti Inilah Bronco Made In China

Bronco versi spek lokal China produksi Jiangling Ford memang belum diluncurkan secara resmi. Namun foto unitnya telah dilansir oleh pihak Kementerian Industri dan Teknologi Informasi pemerintah RRC.

Dibandingkan dengan versi aslinya di AS, tentu saja terdapat sejumlah perbedaan dan penyesuaian.

Bronco spek China tampil dalam versi 4-pintu, dan terdapat 2 varian model. Perbedaannya terlihat jelas pada desain velg, bumper, dan ekstensi pada fender.

Perbedaan dari US-spec terlihat pada emblem Ford pada grille, reflektor lampu yang lebih polos dan tulisan huruf China pada pintu belakang.

Spek Bronco Pasar Domestik China

Berdasarkan data resmi dari pihak pemerintah RRC, sasis SUV ini tetap menggunakan model ladder-frame.

Hanya saja dimensi ukuran bodinya terdapat sedikit perbedaan. Lebar bodi yang 2.070 mm dan jarak wheelbase 2.950 mm sama seperti Bronco US-spec. Perbedaan terdapat pada panjang bodi yang di kisaran 4.800-4.825 mm dan tinggi bodi sekira 1.990 mm. Hal ini dipengaruhi oleh desain bumper serta ukuran pelek dan ban serta settingan suspensi.

Mesin Ford Rakitan China

Tak hanya perakitan kendaraan saja yang dilakukan secara lokal. Mesin yang digunakan Bronco ini pun diproduksi di China.

Mesin bensin 4-silinder 2.3-liter turbo untuk Bronco akan diproduksi oleh kemitraan bersama Changan Ford.

Output tenaganya yang sebesar 271 hp hanya selisih 29 hp lebih rendah dari mesin 2.3 EcoBoost spesifikasi varian terendah Bronco yang beredar di AS.

Torsi maksimum yang sebesar 455 Nm tak ada perbedaan. Perihal versi transmisi apa yang akan dibekalkan memang belum resmi diumumkan.

Bronco di AS dibekali transmisi otomatis 10-speed dan tersedia opsi transmisi manual. Untuk pasar domestik RRC kemungkinan hanya akan tersedia dengan transmisi otomatis 8-speed dan tanpa opsi transmisi manual.

Dengan munculnya Ford Bronco di pasar domestik RRC, semakin ramai pula pasar SUV di negara itu. Konsumen bisa bingung tentunya, pilih Bronco asli dari Ford, atau SUV lokal yang tampilan desainnya mirip-mirip Bronco…