Veloz Hybrid EV Lintas Nusa, Tuntaskan Tiga Ribuan Kilometer

PT Toyota-Astra Motor melanjutkan ekspedisi Veloz Hybrid Lintas Nusa melintasi Pulau Sumatera. Sebelumnya, satu unit New Veloz Hybrid EV yang dikendarai langsung secara estafet oleh berbagai media nasional. Berangkat dari Sirkuit Mandalika, Lombok, pada 2 Desember 2025 silam.

Dalam 20 hari pertama, melewati enam provinsi, dan lebih dari 20 kota, unit ini telah mencatat jarak tempuh lebih dari 3.000 km. Perjalanan ini menjadi bukti bahwa teknologi Hybrid Electric Vehicle (HEV) dari Toyota, siap menghadapi beragam kondisi geografis Indonesia.

Memasuki Pulau Sumatera, Toyota juga ambil peran untuk berkontribusi mendukung pemulihan kondisi masyarakat yang terdampak bencana banjir. Veloz Hybrid EV Lintas Nusa melanjutkan perjalanan dari Lampung, Sumatera Selatan, menuju Palembang, Jambi, Padang, Bukittinggi, Pekanbaru, hingga Danau Toba. Sebelum menutup perjalanan di Medan, Sumatera Utara.

Eksplorasi Seru

“New Veloz Hybrid EV berhasil membuktikan performa andal, efisiensi yang maksimal, hingga kenyamanan berkendara yang konsisten,” jelas Jap Ernando Demily, Marketing Director PT Toyota-Astra Motor.

Dalam rangkaian Veloz Hybrid EV Lintas Nusa, terdapat eksplorasi seru dengan menyambangi berbagai tempat menarik di sepanjang rute. Perjalanan ini menjadi lebih bermakna melalui pertemuan dengan berbagai tokoh inspiratif lokal. Serta interaksi dengan para pengguna dan komunitas mobil Toyota di berbagai daerah.

Melalui kegiatan ini, Toyota telah berinteraksi secara langsung dengan Velozity, komunitas resmi pengguna Toyota Veloz sejak 2012. Lebih dari 100 pengguna Toyota Veloz turut ambil bagian, berbagi cerita perjalanan. Rangkaian estafet ini akan berlanjut dengan menyapa komunitas Velozity di empat kota di Sumatera.

Turut Menyalurkan Bantuan

“Melalui Veloz Hybrid EV Lintas Nusa, misi kami melampaui sekadar memperkenalkan produk baru. Fokus utama kami adalah merawat relasi dengan pelanggan dan komunitas yang telah menjadi pilar loyalitas bagi Toyota,” imbuh Hiroyuki Oide, Marketing Director PT Toyota-Astra Motor.

Pada kesempatan ini, Toyota juga menyampaikan rasa simpati yang mendalam, atas musibah yang menimpa masyarakat di wilayah Sumatera dan sekitarnya. Melalui jaringan dealer resmi di area terdampak, Toyota telah menyalurkan bantuan berupa paket sembako untuk membantu meringankan kebutuhan para pengungsi.

Selain itu, Toyota juga menghadirkan program bantuan perbaikan kendaraan bagi pelanggan yang terdampak banjir di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Veloz Hybrid EV Lintas Nusa 2025, Jelajah Alam dan Budaya

PT Toyota-Astra Motor (TAM) memulai ekspedisi jelajah lintas nusantara Veloz Hybrid EV Lintas Nusa, pada 2 Desember 2025 silam. Flag-off ini menandai dimulainya perjalanan panjang satu unit New Veloz Hybrid EV yang dikemudikan secara estafet oleh 11 media nasional. Dimulai dari Sirkuit Mandalika menuju finish di wilayah barat Indonesia.

Ekspedisi ini menjadi bukti nyata kemampuan teknologi hybrid Toyota, dalam menghadapi beragam medan Indonesia. Dari jalur pantai hingga pegunungan, dari kota hingga pedalaman. Perjalanan ini turut menegaskan komitmen dan konsistensi Toyota, dalam menghadirkan ekosistem solusi mobilitas yang komprehensif, guna menjawab kebutuhan masyarakat Indonesia. Dari wilayah timur hingga wilayah barat yang beragam dan unik, khususnya di era elektrifikasi saat ini.

Teknologi Hybrid EV Generasi Terbaru

Toyota New Veloz Hybrid EV menjadi bukti komitmen Toyota, untuk memperluas jangkauan produk elektrifikasi lokal ke segmen yang lebih luas. Model ini membawa teknologi Hybrid EV generasi terbaru ke segmen Multi Purpose Vehicle (MPV) keluarga. Dengan menawarkan pengalaman berkendara yang lebih halus, nyaman, menyenangkan, responsif, dan hemat bahan bakar. Baik untuk mobilitas harian maupun perjalanan jarak jauh.

“Perjalanan Veloz Hybrid EV Lintas Nusa 2025 adalah bentuk apresiasi kami kepada keluarga Indonesia yang telah mempercayai Toyota sebagai solusi mobilitas. Kami ingin menunjukkan bahwa teknologi hybrid Toyota efisien, tangguh, dan relevan,” papar Marketing Director PT Toyota-Astra Motor (TAM), Jap Ernando Demily.

Hanya satu unit New Veloz Hybrid EV yang digunakan dalam perjalanan selama 50 hari ini. Ekspedisi Lintas Nusa 2025 ingin menunjukkan bahwa Quality, Durability & Reliability (QDR). Termasuk Veloz, yang selama 14 tahun terakhir sudah hadir di pasar Indonesia.

Eksplorasi Beragam Aspek 

Tim akan melewati berbagai medan jalan yang penuh tantangan dan bakal menguras seluruh kemampuan kendaraan. Mulai dari jalan tol, jalan provinsi, jalan perkotaan, sampai jalan pegunungan yang menantang. Termasuk melewati jalan pedesaan yang mungkin kurang mulus.

Rute dimulai dari Lombok menuju Bali dan Banyuwangi, dilanjutkan ke Bromo, Yogyakarta, Bandung, dan Jakarta. Perjalanan kemudian berlanjut ke Pulau Sumatera melewati Palembang, Jambi, Bukittinggi, hingga Danau Toba dan sekitarnya.

Di daerah-daerah yang dilewati, tim akan mengeksplorasi wisata alam dan wisata kuliner sebagai bentuk keragaman budaya, kearifan lokal, dan gaya hidup masyarakat. Serta mengunjungi para pahlawan lokal, yang telah banyak berkontribusi pada kemajuan daerahnya.

Perjalanan Serupa Pada 30 Tahun Silam

Tim Veloz Hybrid EV Lintas Nusa 2025 akan mengunjungi beberapa dealer resmi Toyota. Sebagai bagian dari rantai nilai yang terpercaya, dengan 363 outlet resmi Toyota untuk memberikan layanan sales dan after sales yang andal.

Sekitar 30 tahun lalu, PT TAM telah lebih dulu mengadakan program Kijang Lintas Nusa 1995 untuk menyemarakkan HUT Ke-50 Republik Indonesia. Tidak kurang dari 50 unit Toyota Kijang Super ambil bagian dalam perjalanan selama 36 hari, menempuh jarak sepanjang 6.000 km melewati 29 kota di 16 provinsi. Mereka memulai perjalanan dari Aceh dan berakhir di Larantuka, pada 1 Juli hingga 5 Agustus 1995.

“Melalui Veloz Hybrid EV Lintas Nusa 2025, semua dapat melihat sendiri keandalan Hybrid EV Toyota. Sebagai produk lokal, kehadiran Hybrid MPV ini akan turut memutar roda perekonomian, dan ekosistem pendukung mobilitas lainnya,” tutup Marketing Director PT Toyota-Astra Motor (TAM), Hiroyuki Oide.

Toyota Eco Journey Membelah Ekostisme Lombok

Guna membuktikan keunggulan produk kendaraan hybrid andalan Toyota, PT Toyota Astra Motor menggelar Toyota Eco Journey & GR Trackday selama tiga hari. Aktivitas yang dilaksanakan di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), 1 hingga 3 Desember 2025. Semua line-up Hybrid Electric Vehicle (HEV) Toyota diajak menyusuri jalan berliku di Pulau Lombok. Sekaligus mendapatkan informasi penting mengenai xEV Ecosystem, yang mendukung mobilitas pelanggan.

Saat ini, lini produk HEV Toyota yang dipasarkan di Indonesia bisa dikatakan tergolong lengkap, guna memenuhi kebutuhan pelanggan yang beragam. Ada model Sport Utility Vehicle, Multi Purpose Vehicle, Sedan, dan tentunya Hatchback.

“Sejalan visi Mobility for All, kami ingin memperlihatkan kepada rekan media bahwa seluruh lineup Hybrid EV Toyota siap digunakan di semua daerah di Indonesia. Termasuk di Pulau Lombok yang memiliki kontur jalan perbukitan mengitari pulau dengan pemandangan alam yang indah,” ujar Marketing Director PT Toyota-Astra Motor (TAM), Jap Ernando Demily.

Mengikuti Kontur Perbukitan

“Kami juga ingin memperlihatkan bahwa support terhadap penggunaan kendaraan HEV Toyota di Indonesia sudah lengkap dan merata di seluruh wilayah,” imbuhnya

Salah satu ciri khas Pulau Lombok adalah jalan yang mengikuti kontur perbukitan. Sehingga antar wilayah pasti akan melewati rute naik-turun dan berkelok. Kami disuguhi perjalanan melintasi jalan arteri dengan track yang panjang, sedikit berliku, dan mulus. Teknologi Series-Parallel Hybrid yang telah dikembangkan lebih dari tiga dekade terbukti sangat cocok dan mumpuni dalam melewati rute yang disajikan.

Dengan pemandangan perbukitan dan pantai yang memanjakan mata, semua mobil tes menghadapi kontur jalan yang sangat dinamis. Seperti rute berkelok tiada henti, tanjakan curam disertai kelokan patah, jalan sempit di beberapa lokasi, turunan panjang yang menuntut kinerja rem dan engine brake, serta beberapa titik jalan rusak yang menambah seru perjalanan.

Melibas Mulus Tanpa Kendala

Hybrid EV Toyota dapat dikendarai dengan baik melewati ragam jalur yang ada. Sinergi mesin bensin dan motor listrik terasa saat berkolaborasi menyalurkan tenaga ke roda depan kendaraan. Tanpa ancang-ancang, tanjakan dengan sudut tajam sekalipun sanggup dilibas dengan mulus dan tanpa kendala.

Rute berkelok juga dapat dilewati dengan baik berkat tingkat stabilitas yang tinggi dan handling yang sanggup mengikuti kemauan pengemudinya. Tidak hanya powerful dan nyaman, Hybrid EV Toyota begitu fun to drive di jalan. Tapi, nampaknya masih akan ada kejutan lain selama kami mengikuti perjalanan di Pulau Lombok ini…

Geely Siap Menggebrak Pasar Indonesia Melalui Starray EM-i

Geely Auto Indonesia resmi menampilkan Geely Starray EM-i untuk pertama kalinya di ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2025. Sport Utility Vehicle (SUV) berteknologi Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV) ini, rencananya akan menjadi model kedua Geely di Indonesia yang dirakit secara lokal, melalui skema knock down (KD). Bersamaan pula, Geely Starray EM-i membawa teknologi Geely EM-i Super Hybrid.

Geely EM-i Super Hybrid, atau E-Motive Intelligence, merupakan teknologi hybrid mutakhir dari Geely, yang memadukan tenaga listrik dan mesin bensin. Tujuannya untuk menghadirkan efisiensi lebih tinggi, performa maksimal, serta emisi yang lebih minim. Tidak seperti sistem hybrid yang diadaptasi dari mesin konvensional, EM-i dikembangkan sebagai true hybrid system sejak awal.

Tenang Melaju Hingga 1.000 km

Geely Starray EM-i Super Hybrid memadukan efisiensi, performa dinamis, dan kenyamanan berkendara. Geely Starray EM-i Super Hybrid menggunakan mesin hybrid dengan efisiensi termal tertinggi di dunia untuk mesin bensin produksi massal, mencapai 46,5 persen.

SiC (Silicon Carbide) Intelligent Electric Control bertugas untuk menjaga performa optimal, bahkan saat daya baterai rendah. Serta menghadirkan pengalaman berkendara yang lebih halus dibandingkan mobil hybrid di kelasnya. Dengan kondisi baterai dan tangki bensin terisi penuh, Geely Starray EM-i dapat menempuh jarak lebih dari 1.000 km, berkat teknologi EM-i yang lebih efisien.

Two Luxury Through Lights

Geely Starray EM-i dilengkapi sistem keselamatan L2 ADAS (Advanced Driver Assistance System). Mencakup Adaptive Cruise Control, Lane Keeping Assist, dan Automatic Emergency Braking, untuk menjaga keselamatan pengemudi dan penumpang.

Dari sisi desain, Starray EM-i tampil modern dengan Two Luxury Through Lights pada bagian depan dan belakang. Interiornya mengusung kursi ergonomis dengan material premium, layar sentuh resolusi tinggi, integrasi ponsel, serta sistem perintah suara dua zona yang mendukung kenyamanan perjalanan.

Hadirnya Starray EM-i menegaskan komitmen Geely dalam menghadirkan kendaraan elektrifikasi. Mulai dari BEV, PHEV, hingga solusi mobilitas pintar. Semuanya disesuaikan dengan kebutuhan konsumen Indonesia. Proses perakitan lokal, diyakini turut mendukung pertumbuhan industri otomotif nasional, serta memperluas akses kendaraan yang ramah lingkungan untuk masyarakat.

Horse Powertrain Bikin Kit Konversi Hybrid Buat EV

Horse Powertrain, sebuah usaha bersama (joint venture) antara Geely dan Renault Group, berhasil menciptakan sistem penggerak hybrid yang dirancang agar dapat ‘nemplok’ di kendaraan listrik (EV). Sistem tersebut terdiri dari mesin pembakaran internal (ICE), motor listrik, transmisi, serta jalur kelistrikan yang lengkap. Sehingga sistem penggerak tersebut, bisa langsung diaplikasikan ke ruang motor listrik yang berada pada EV.

Hal ini tentu memudahkan produsen kendaraan listrik, untuk dapat melakukan pemasangan unit, tanpa harus mengubah desain atau membuat jalur produksi baru. Mesin garapan Horse Production ini dirancang untuk mampu ‘meminum’ bensin biasa, campuran bensin dan etanol (E85), etanol murni, maupun bensin sintetis.

Mesin ini dapat beroperasi secara paralel hybrid (menggerakkan roda secara langsung). Dan juga bisa berfungsi sebagai range-extender (menghasilkan daya listrik untuk menggerakkan motor listrik). Selain itu, sistem penggerak bisa langsung dipasang ke subframe kendaraan. Walaupun ide awalnya untuk menggantikan motor listrik bawaan milik sebuah EV, tapi juga bisa diterapkan pada kendaraan yang bermesin konvensional.

“Selama satu dekade, kendaraan listrik dengan baterai dianggap sebagai satu-satu jalan untuk mencapai titik bebas emisi atau net-zero. Namun, kini kita semua memiliki banyak cara untuk mendapatkan solusi mobilitas yang ramah lingkungan,” papar Matias Giannini, CEO Horse Powertrain.

Ia juga menjelaskan jika sistem penggerak hybrid milik Horse Powertrain memungkinkan pabrikan kendaraan, untuk menawarkan banyak pilihan mesin kepada konsumen. Tanpa harus kompromi dengan proses pembuatan, maupun biaya yang harus diinvenstasikan.

Review: Haval Jolion Hybrid 2024

Gempuran kendaraan asal China yang masuk ke pasar otomotif Tanah Air memang terasa masif. Tidak hanya produk bermesin konvensional (Internal Combustion Engine atau ICE) saja, namun yang berteknologi hybrid maupun bermotor listrik juga saling berebut kue pasar. Great Wall Motors (GWM) merasa pasar Indonesia masih punya peluang untuk memasarkan beberapa produk mereka. Salah satunya ialah Haval Jolion, yang melangsungkan debutnya di Indonesia pada ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2024 silam. 

Desain eksterior Haval Jolion memiliki gaya yang dinamis, tapi masih ada aksen tegas di bodinya. Fascia mobil ini dengan grill yang unik, desainnya tergolong berbeda dengan mobil sekelasnya. Jadi, sebenarnya Haval Jolion pasti mudah dikenali dari bagian depannya. Apalagi desain lampu depannya juga punya desain futuristik.

Kontur tegas

Bodi sampingnya punya kontur yang tegas, disertai garis melengkung yang menampilkan kesan dinamis. Menuju ke buritan, lampu belakangnya punya desain yang spesial. Sayangnya, kami kurang ‘sreg’ dengan emblem GWM yang agak terlalu besar pada pintu bagasi. Di bagian bawah bumper belakang, ada aksen sporty yang punya beberapa diffuser. Velg 18 incinya dibalut dengan ban 225/55 R18.

Lanjut masuk ke interiornya, langsung saja disambut oleh bahan kulit sintetis yang membalut sekujur joknya. Desain kursinya memiliki kontur yang baik, namun perlu beberapa waktu untuk menyesuaikan posisi mengemudi yang tepat, supaya saat melakukan perjalanan tetap terasa nyaman.

Melihat ke bagian atap, terdapat panoramic roof yang membentang dari bagian depan sampai ke belakang. Di bagian depan, kursi pengemudi sudah memiliki pengaturan elektrik, sedangkan kursi penumpang depan masih model pengaturan manual. Haval Jolion punya layar sentuh multimedia 10,25 inci yang mendukung Apple CarPlay dan Android Auto. Sistem hiburan ini juga mendukung pengaturan dual zone AC. Selain itu, ada juga beberapa port USB untuk mengisi daya perangkat elektronik.

Rasa berkendara yang halus

Haval Jolion hadir dengan mesin bensin berkapasitas 1.5 liter dipadukan dengan motor listrik. Kombinasi ini menghasilkan output sebesar 187 hp dan torsi maksimal 375 Nm. Menariknya, ada penggunaan transmisi DHT (Dedicated Hybrid Transmission) yang memberikan rasa berkendara lebih halus.

Memang, untuk urusan pengereman perlu beradaptasi selama beberapa saat. Jika diinjak terlalu dalam, maka bakal mengejutkan. Tapi kalau pedalnya diinjak ‘menggantung’, seperti kurang menggigit. Meliuk di lalu-lintas padat atau di area parkiran yang kurang lapang, bukan masalah bagi SUV ini, sebab radius putarnya tergolong kecil.

Harga kompetitif

Haval Jolion sudah dilengkapi dengan fitur ADAS (Advanced Driver Assistance System). Mencakup berbagai teknologi seperti Adaptive Cruise Control, Lane Keeping Assist, dan Automatic Emergency Braking. Proses parkir mundur juga menjadi mudah, karena ada kamera belakang dan sensor parkir. Kapasitas bagasi tidak bisa dikatakan lapang, karena kapasitasnya ‘hanya’ 390 liter.

Terkait harganya, memang tergolong kompetitif. Ketika diluncurkan pertama kali, harganya dipatok Rp 448 jutaan. Namun, beberapa bulan kemudian malah turun jadi Rp 405 jutaan. Ternyata karena sudah dirakit secara lokal di Wanaherang, Jawa Barat. Apakah mobil ini layak dibeli? Jawabannya memang layak menjadi salah satu pilihan. Apalagi jika Anda sedang mencari SUV hybrid dengan fitur lengkap.

Menyelami Teknologi Hybrid Milik GWM Haval

Teknologi hybrid memang bukan barang baru, namun selalu menarik untuk diselami. Seperti acara yang diiniasi oleh Great Wall Motor (GWM) Indonesia, dalam memaparkan inovasi teknologi hybrid terbaru pada Haval Jolion HEV. Workshop yang diselenggarakan oleh Inchcape GWM Retail Indonesia (IGRI) ini, diisi dengan penjelasan mendalam mengenai keunggulan teknologi hybrid Haval Jolion.

Haval Jolion HEV dirancang untuk memberikan keseimbangan antara performa, efisiensi bahan bakar, dan kenyamanan berkendara. Mobil ini menggunakan platform L.E.M.O.N., dilengkapi dengan Dedicated Hybrid Transmission (DHT), serta tentunya mesin 1.5 liter. Output maksimal yang dihasilkan oleh gabungan mesin dan motor listriknya ialah 187 hp. Sedangkan torsi puncak mencapai 375 Nm.

Pengalaman berkendara yang tenang dan nyaman, tidak terlepas dari minimnya aspek NVH (Noise, Vibration, Harshness) pada Haval Jolion. Desain chassis yang ringan namun kokoh, Haval Jolion mampu meminimalisir kebisingan maupun getaran, saat berkendara. Dengan kendaraan ini, GWM Indonesia membawa solusi mobilitas yang ramah lingkungan, tanpa harus kompromi dengan performa yang dihasilkan.

Haval Jolion HEV menyuguhkan enam mode operasional, untuk menyesuaikan kebutuhan pengemudi di beragam kondisi jalan. Yang pertama ialah EV Mode, yang menggunakan tenaga listrik sepenuhnya dari baterai untuk menggerakkan kendaraan. Kedua adalah Serial Mode, yang mana mesin bensin berfungsi sebagai generator, untuk mengisi ulang baterai hybrid sambil memberikan daya ke motor penggerak.

Lalu ada Parallel Mode, yang berlangsung pada kecepatan menengah. Sistem menggabungkan daya dari mesin bensin dan baterai, untuk memastikan efisiensi bahan bakar optimal, cocok untuk perjalanan lancar. Untuk Parallel Mode pada kecepatan tinggi, mesin bensin bertindak sebagai sumber tenaga utama.

Sedangkan Dynamic Performance Mode, aktif saat membutuhkan tenaga besar, seperti saat melewati kendaraan di depan atau melewati tanjakan curam. Dengan menggabungkan tenaga dari mesin bensin, baterai, dan motor listrik. Regenerative Braking Mode terjadi selama deselerasi atau berkendara menurun. Sistem akan mengubah energi kinetik menjadi Listrik, untuk menjaga performa baterai tetap optimal.

Toyota AE86 BEV

Jangan Keliru, Mobil Listrik dan Hybrid Ada Bedanya

Mobil listrik dan mobil hybrid kini semakin populer karena lebih ramah lingkungan. Meski tampak serupa dalam hal mengurangi emisi gas buang, mobil listrik dan hybrid memiliki perbedaan signifikan. Memahami perbedaan ini bisa membantu konsumen memilih kendaraan yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing.

Mobil listrik dan hybrid merupakan dua teknologi kendaraan yang memanfaatkan listrik sebagai sumber tenaga utama. Namun, cara kerja kedua jenis kendaraan ini berbeda. Tenaga mobil listrik sepenuhnya dari motor listrik, dan baterai. Dengan begitu, tidak akan menemukan mesin pembakaran internal pada mobil listrik, karena sumber daya utamanya adalah energi listrik yang disimpan di dalam baterai besar.

Perlu dorongan tambahan

Berbeda dengan mobil listrik, mobil hybrid menggabungkan mesin pembakaran internal dengan kendaraan listrik. Mobil hybrid memiliki dua sistem penggerak, yaitu mesin pembakaran internal, dan motor listrik. Motor listrik ini biasanya digunakan untuk mempercepat mobil saat melaju dengan kecepatan rendah, atau saat butuh dorongan tambahan untuk menghemat bahan bakar.

Meski sama-sama menggunakan energi listrik, mobil listrik sepenuhnya bergantung pada baterai, sedangkan mobil hybrid menggabungkan mesin tradisional dengan tenaga listrik, untuk menciptakan pengalaman berkendara yang lebih hemat energi.

Tekan emisi karbon

Jika membahas kelebihan dan kekurangan mobil listrik dan hybrid, penting untuk mempertimbangkan aspek-aspek seperti efisiensi energi, biaya perawatan, dan dampak lingkungan. Kelebihan utama mobil listrik adalah efisiensi energinya. Mobil listrik tidak memerlukan bahan bakar fosil, sehingga dapat mengurangi emisi karbon secara drastis.

Pemilik mobil listrik juga dapat menikmati biaya operasional lebih rendah, karena tidak ada bahan bakar yang harus diisi. Selain itu, perawatan mobil listrik lebih sederhana karena tidak adanya mesin pembakaran internal.

Tetap ada kekurangan

Meski ramah lingkungan, mobil listrik memiliki beberapa kekurangan. Salah satu yang utama adalah keterbatasan infrastruktur pengisian daya, terutama di wilayah pedesaan atau daerah terpencil. Waktu pengisian daya yang lebih lama juga menjadi masalah bagi sebagian orang yang butuh kendaraan siap pakai dalam waktu singkat.

Salah satu kelebihan utama mobil hybrid adalah fleksibilitasnya. Dengan menggunakan mesin pembakaran internal dan motor listrik, mobil ini memiliki jangkauan yang lebih jauh dibandingkan mobil listrik. Pemilik mobil ini tidak perlu khawatir tentang kehabisan daya di tengah perjalanan panjang, karena mesin bensin atau diesel dapat mengambil alih ketika baterai habis.

Meski lebih efisien dari kendaraan konvensional, mobil hybrid tetap memiliki kelemahan dalam hal emisi. Mesin pembakaran internal tetap menghasilkan emisi dalam jumlah lebih rendah. Lagipula, perawatan mobil ini bisa lebih rumit, karena adanya dua sistem penggerak yang perlu dirawat.

MG VS HEV Selesaikan Road Trip 880 km, Sekali Full Tank Saja!

Morris Garages (MG), melakukan uji coba perjalanan dari Jakarta hingga ujung tol Trans Jawa dengan MG VS HEV hanya dengan satu kali pengisian bahan bakar. Hal ini menunjukkan kehandalan teknologi dan kualitas MG VS HEV dalam menghadapi perjalanan jarak jauh dengan efisiensi yang tinggi.

Perjalanan dimulai dari Jakarta (Slipi) dengan kondisi mobil full tank 48 liter dengan bensin RON 98. Selama perjalanan ini, MG VS HEV ini hanya menggunakan Mode Normal, dengan sistem pendinginan diatur pada kecepatan satu guna mendukung operasional mesin. Memboyong tiga penumpang dewasa dan terdapat muatan di bagasi, perjalanan pun berakhir di gerbang tol Gending, Probolinggo, Jawa Timur dengan angka speedometer menunjukkan 879,9 kilometer.

Perjalanan ratusan kilometer Tol Trans Jawa ini dilakukan dengan standar rata-rata kecepatan berkendara di tol luar kota, yaitu minimal 60 km/jam dan maksimum mencapai 100km/jam. 

Selain itu, teknologi transmisi E-CVT dan sistem KERS (Kinetic Energy Recovery System) terus menjaga penggunaan bahan bakar secara efisien.

Mobil ini juga didukung fitur canggih seperti Energy Flow Display dan tiga mode berkendara yang dapat disesuaikan. Begitu juga dengan teknologi MG i-SMART yang cerdas dalam menjaga pengendalian, pemantauan, dan hiburan.

Fitur-fitur canggih seperti SMART Check dan SMART Command terus memberikan akses real-time terhadap kondisi kendaraan dan navigasi yang mudah. Kemudian SMART Connect memperluas konektivitas dengan layanan seperti navigasi cerdas dan streaming musik online.

Mesin 1.5 liter yang dipadukan dengan motor listrik dari baterai 2,13 kWh, sehingga mampu mencapai tenaga 175 hp dan torsi 200 Nm.

Donald Rachmat, Chief Operating Officer MG Motor Indonesia mengatakan, “Dengan terus mengembangkan teknologi dan inovasi, MG bertekad untuk memberikan pengalaman berkendara yang superior dan dapat diandalkan”.

MG VS HEV ditawarkan dengan harga Rp 389 juta (on the road Jakarta).

 

Beginilah Cara Kerja Teknologi SHVS Suzuki XL7 Hybrid!

PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) memilih kota Yogyakarta sebagai lokasi pengujian teknologi Smart Hybrid Vehicle by Suzuki (SHVS) pada Suzuki XL7 Hybrid.

Yogyakarta dinilai sebagai kota yang sesuai untuk mendapatkan impresi berkendara sesungguhnya. Lanskapnya variatif dan banyaknya destinasi wisata  menarik, dianggap cocok mewakili gaya New XL7 Hybrid sebagai mobil keluarga.

“Untuk menyusuri Yogyakarta yang apik, New XL7 Hybrid sudah dibekali teknologi SHVS agar perjalanan jadi lebih efisien dan ramah lingkungan. Kami mendorong pengguna mengeksplorasi teknik mengemudi untuk memaksimalkan kapabilitas fitur-fitur baru yang tersedia pada New XL7 Hybrid,” ujar Donny Saputra, 4W Marketing Director PT SIS.

Teknologi SHVS Mengurangi Dampak Bagi Lingkungan

Kami pun merasakan bagaimana sistem SHVS bekerja. Selama pengujian SHVS, kami menerapkan gaya berkendara Eco-Driving setiap saat. Teknologi ini mampu mengoptimalkan penggunaan bahan bakar hanya ketika diperlukan saja, dan menghentikannya saat tidak diperlukan dengan memanfaatkan peran Engine Auto Start-Stop.

Sistem kerja pada SHVS ditunjang oleh dua komponen utama yaitu Integrated Starter Generator (ISG) serta Lithium-ion battery. Bermanfaat untuk Engine Auto Start-Stop saja, namun juga dapat memberikan Acceleration Assist kepada mesin dan melakukan Regenerative Braking. Hal ini guna menyuplai kebutuhan listrik yang terpakai untuk menghidupkan beragam komponen elektrikal di mobil ini.

Kinerja SHVS Dipantau Melalui Tampilan MID

Peran Acceleration Assist bekerja untuk menyalurkan energi listrik kepada ISG sebagai motor yang meringankan beban putaran mesin sesuai kebutuhan saat berakselerasi. Energi listrik ini disalurkan dan dapat dipakai berulang kali berkat Regenerative Braking dengan memanfaatkan momen deselerasi untuk menghasilkan kembali daya listrik yang akan disimpan di Lithium-ion Battery dan lead acid battery.

Untuk memudahkan, proses kerja dari SHVS kami langsung memantau lewat Multi Information Display (MID) di panel instrument cluster yang tampilannya lengkap.

Hendra Kurniawan, Direktur Utama PT Sumber Aneka Mobil dari main dealer Suzuki di Yogyakarta, ikut menyampaikan sambutan hangat atas inisiasi petualangan New XL7 Hybrid ini. Yogyakarta adalah kota yang strategis untuk penjualan varian hybrid Suzuki. Kota wisata lokal nomor satu ini, memiliki banyak destinasi menarik untuk keluarga dan wisatawan.

“Sungguh menggembirakan New XL7 Hybrid berkesempatan menjelajahi Kota Yogyakarta kami yang autentik. Yogyakarta memang memiliki banyak sekali destinasi wisata dalam dan luar kota yang selalu ramai mengundang minat wisatawan lokal maupun mancanegara. Dengan teknologi dan fitur New XL7 Hybrid, kami yakin kepercayaan masyarakat terhadap New XL7 Hybrid akan bertambah baik dan perjalanan pelanggan menjadi semakin berkesan di kota istimewa ini,” tuturnya.

Nissan Kembangkan Sistem Penggerak Modular Hybrid Dan EV

Persaingan antar pabrikan otomotif di segmen mobil listrik maupun hybrid kian gencar. Perkembangan teknologi kedua jenis kendaraan rendah emisi ini pun sangat pesat dan selalu muncul inovasi baru.

Meskipun demikian, harga jual keduanya terhitung tidak murah bila dibandingkan mobil dengan mesin konvensional.

Tingginya harga jual mobil listrik dan hybrid tak hanya disebabkan oleh faktor bahan baku dasar baterai dan semikonduktor yang memang sudah terbilang mahal.

Perkembangan teknologi antar pabrikan yang super cepat dan sangat pesat akhirnya mendorong laboratorium pengembangan para pabrikan berpacu dengan waktu. Biaya pengembangan teknologi pun terus membengkak. Hal ini kemudian berimbas pada biaya produksi yang menjadi tidak ekonomis.

Hal inilah yang membuat Nissan berupaya menghasilkan teknologi penggerak modular yang ekonomis: “X-in-1.”

Nissan mengungkapkan bahwa rancang bangun teknologi penggerak modular X-in-1 tak ubahnya platform sasis modular. Biaya riset dan pengembangan teknologi penggerak ini pun digadang jauh lebih murah sekira 30 persen.

Dari teknologi tersebut, dua buah prototype sistem penggerak diperkenalkan oleh Nissan yakni ‘3-in-1’ dan ‘5-in-1’. Keduanya berbasis dari rancang bangun ‘X-in-1’. Seperti apa perbedaannya?

Sistem penggerak ‘3-in-1’ memiliki desain ringkas yang memadukan motor listrik, inverter, dan gigi reduksi. Sistem penggerak ini khusus digunakan untuk mobil listrik bertenaga baterai.

Sedangkan sistem penggerak 5-in-1 ditujukan untuk mobil hybrid e-POWER. Pada rancang bangun sistem ini terdapat tambahan perangkat generator dan increaser.

Rancang bangun sistem penggerak X-in-1 kedepannya akan terus berkembang sesuai kebutuhan mobil listrik dan e-POWER Nissan.

Supaya Murah

Upaya yang dilakukan yakni bagaimana caranya untuk mengurangi biaya riset dan pengembangan serta menghasilkan sistem penggerak dengan biaya produksi yang ekonomis. Tentunya tanpa mengesampingkan kualitas produk yang dihasilkan dan sistem yang digunakan.

Seperti halnya pada platform sasis modular yang dapat digunakan pada berbagai model dan jenis kendaraan. Rancang bangun penggerak X-in-1 pun menganut sistem modular yang dapat diaplikasikan pada mobil listrik maupun hybrid.

Teknologi motor penggerak Nissan X-in-1 tak hanya memangkas waktu dan biaya pengembangan serta produksi yang dibutuhkan. Nissan mengklaim bahwa dimensi dan bobot sistem motor penggerak terbaru ini pun jauh lebih ringkas dan bobotnya lebih ringan.

Perihal output performa yang dihasilkan, diklaim jauh lebih baik dengan kadar getaran serta kebisingan yang terbilang sangat minim.

Dengan motor penggerak hasil pengembangan terbaru ini, bobot material lithium yang digunakan diklaim dapat dikurangi hingga satu persen dibandingkan teknologi sebelumnya.

“Kami terus berinovasi dalam mengembangkan sistem penggerak untuk mobil listrik dan hybrid e-POWER kami.” papar Toshihiro Hirai, Nissan Senior Vice President.

Dengan visi Nissan Ambition 2023, pabrikan otomotif yang bermarkas di Kanagawa ini menargetkan bakal menghadirkan 27 model kendaraan elektrifikasi baru, termasuk 19 mobil listrik pada tahun 2030 mendatang.

Dengan teknologi penggerak modular Nissan X-in-1, diharapkan harga jual mobil listrik dan hybrid Nissan dapat lebih terjangkau dan kompetitif.