Review Nissan New Terra, Kejutan Dari Chassis dan Mesinnya!

Aktivitas #MotomobiMauKemana terbukti memberikan beberapa kejutan bagi kami, sebab salah satu mobil yang ‘mengejutkan’ tersebut ialah Nissan New Terra VL 2.5 4×4. Dimensinya yang bongsor tak hanya membuat kami berulang kali berpikir saat harus menembus kepadatan lalu lintas. Namun juga sukses mengintimidasi para kendaraan lain. Keren juga…

Kepercayaan diri meningkat

Keraguan kami pun sirna saat melaju di sejumlah ruas jalan, berkat visibilitas yang optimal. Padahal bentuk fisiknya terdiri dari panjang 4.900 mm, lebar 1.865 mm, dan tinggi 1.865 mm. Kepercayaan diri kami meningkat ketika mengetahui ujung kap mesin masih terlihat dengan jelas dari balik kemudi.

Nissan New Terra ternyata juga punya radius putar yang baik, hanya sekitar 5,7 m saja. Prestasi ini patut diacungi jempol, walaupun dimensi bodinya cukup besar. Kenyamanan berkendara juga dihadirkan oleh SUV 7 penumpang ini, kami menduga ada andil besar dari jarak wheelbase sepanjang 2.850 mm.

Teringat Nissan Navara

Mengenai impresi berkendaranya, kami jadi teringat dengan sosok Nissan Navara. Beberapa tahun lalu kami pernah menjajalnya dan menjadi kendaraan double cabin yang ternyaman. Meskipun chassis Nissan New Terra masih ladder frame, tapi tingkat kenyamanan berkendaranya menyerupai SUV berbodi monokok.

Gejala oleng sukses diminimalisir, vibrasi halus akibat aspal bergelombang pun minim terasa. Wajar saja jika chassis kendaraan ini juga digunakan oleh Mercedes-Benz untuk produk X-Class. Tak lain dan tak bukan, ya karena tingkat kenyamanan yang dihasilkan.

Menggiring Nissan New Terra menuju jalan tol, ternyata performa mesin empat silinder YD25 2.5 liter DDTi turbodiesel menyambut injakan kaki kanan kami. Torsi puncak sebesar 450 Nm diiringi oleh tenaga mesin 187 hp. Torsi maksimal tersebut sudah tersedia tepat di putaran mesin 2.000 rpm saja. Wajar saja jika kami sangat mudah untuk mendahului banyak mobil di jalan tol…

Kesimpulannya, Nissan New Terra menawarkan pengalaman berkendara dari SUV ladder frame yang tergolong baik untuk di kelasnya. Bahkan fitur Shift on The Fly 4×4 yang disematkan, membuat SUV seharga mulai dari Rp 749,9 juta ini menjadi terasa begitu superior. Namun, kami bingung kenapa mobil ini masih belum bisa mengungguli para kompetitornya… Apakah Anda tahu jawabannya?

Reviewer: M. Rizhan

Editor: Aldi Prihaditama

Lexus LBX Morizo RR Concept, Akankah Siap Produksi?

Kemunculan Lexus LBX memang masih terbilang baru. Namun mobil terkecil dalam daftar produk lansiran Lexus ini cukup menyita perhatian publik dunia. Pabrikan mobil mewah asal Jepang ini memperkenalkan sebuah konsep modifikasi LBX Morizo RR Concept.

Event pameran otomotif Tokyo Auto Salon yang berlangsung di Makuhari Messe, Prefektur Chiba, Jepang pun dimanfaatkan oleh Lexus untuk menampilkan sisi lain dari LBX tersebut.

Komisaris Utama Toyota Motor Corporation, Akio Toyoda ternyata memegang peranan penting di balik terciptanya LBX Morizo RR Concept. Ya, Morizo adalah nama lain yang digunakan Akio Toyoda di kancah motorsports.

Akio Toyoda banyak menginspirasi terciptanya mobil sport dan high performance di Toyota maupun juga Lexus. Para tenaga ahli dan perancang di Lexus mendapat kebebasan untuk berkreasi agar dapat tercipta karya terbaik untuk LBX.

GR Yaris Ala Lexus

LBX sejatinya adalah Toyota Yaris Cross dengan label Lexus. Mesin 3-silinder 1.5-liter yang diimbuhi motor elektrik hybrid sama seperti Yaris Cross. Output tenaga maksimumnya mencapai 134 hp dengan torsi maksimum 185 Nm. Namun untuk konsep LBX ini basis komponennya diadopsi dari Toyota GR Yaris terbaru.

Mesin bensin 3-silinder turbo 1.6-liter bertenaga 300 hp dengan torsi 400 Nm yang dibopongnya sama seperti pada GR Yaris facelift 2024.

Transmisi automatic Direct Shift 8-speed yang digunakan pun sama. Meskipun sistem penggerak all-wheel drive (AWD) yang digunakan pun sama, namun tak dijelaskan apakah Torsen limited-slip differential dari GR Yaris juga dipasang pada roda depan dan belakang. Hmmm… nampaknya nyaris mustahil jika tak dibekalkan bukan?

Kemasan Eksterior Bergaya Sport

Hanya sebatas racikan menggelora pada sektor performa saja tentu tidaklah lengkap. Sentuhan pada kemasan tampilan jadi penyeimbang.

Meskipun terdapat penambahan gaya sporty pada eksterior, Lexus tak melakukannya secara berlebihan.

Area bemper depan merupakan yang terlihat dengan gaya baru. Grille dibalur warna hitam yang senada dengan baluran warna pada bodi.

Bemper belakang pun tampil dengan desain yang lebih atraktif. Dua pipa exhaust GR Yaris dan sirip diffuser pada bemper belakang membuat bagian buritan Lexus LBX Morizo RR Concept ini kian terlihat garang.

Dari sela bilah velg aluminium 19-inci terlihat kaliper rem berkelir kuning yang nampak kontras.

Untuk area interior tak banyak mengalami sentuhan. Hanya jok sport model bucket dan sejumlah aksesoris.

Mobil konsep terbaru Lexus ini memang begitu memikat dibanding LBX versi standard. Namun belum dapat dipastikan apakah bakal lanjut ke jalur produksi atau tidak.

Dengan respon positif dari para pengunjung di Makuhari Messe dan juga para konsumen, bukan mustahil jika Lexus LBX Morizo RR Concept ini kelak bakal diproduksi. Sama seperti SUV EV Lexus RZ450e F Sport Performance yang berawal dari mobil konsep.

 

Lexus GX 550 Overtrail Bergaya Macho Hasil Racikan JAOS

Lexus tak hanya senantiasa menghadirkan jajaran produk yang menawan, namun juga berkomitmen untuk memperluas jajaran modelnya demi memenuhi beragam kebutuhan dan gaya hidup konsumennya. Salah satu produk kebanggaan brand premium yang belum lama diperkenalkan ialah Lexus GX.

Lexus GX sebagai ‘premium off-roader’ menyuguhkan pengalaman seru bagi penggunanya. Baik saat melahap medan buruk, maupun ketika harus menembus hutan beton di perkotaan. Di sisi lain, Lexus mendukung visi untuk berkontribusi pada perwujudan masyarakat yang bebas karbon.

Esensi Overtrail Project

Dengan fokus memberikan pemahaman terhadap alam, Lexus GX mampu menghadirkan kegembiraan gaya hidup outdoor, yang secara harmonis berdampingan dengan alam sekitar. Aspek tersebut pun menjadi esensi dari Overtrail Project yang diterapkan pada Lexus GX 550 ini. Dimulai dengan performa yang hebat dari model standar, lalu disempurnakan fungsi dan desain spesifiknya untuk kebutuhan off-roader sejati.

Hasilnya, Lexus GX 550 ‘Overtrail’ menjadi kendaraan yang berfungsi sebagai sahabat berpetualang dalam mengarungi medan off-road dan untuk menikmati segala aktivitas outdoor yang penuh pengalaman seru. Untuk menghasilkan SUV gagah ini, Lexus menggandeng JAOS Corporation. Perusahaan asal Jepang ini memproduksi dan menjual komponen kendaraan 4WD sejak tahun 1985.

Menggambarkan petualangan seru

Proyek kolaboratif ini dibuat untuk merepresentasikan kendaraan yang dapat diandalkan di lingkungan paling menantang. Tampilan eksterior kendaraan ini menggambarkan petualangan seru dan siap menghadirkan performa off-road luar biasa. Namun, desainnya tetap tidak berlebihan jika pengguna mobil ini mengendarainya di jalanan perkotaan.

Di bagian depan, terdapat bumper yang dibuat menggunakan resin ABS yang ringan dan sangat kokoh. Kendaraan ini juga dilengkapi dengan berbagai komponen off-road standar, termasuk fender garnish untuk melindungi bagian sepatbor. Foot step samping berdesain tubular dipasang untuk mempermudah akses masuk dan keluar mobil.

Lexus dan JAOS tidak lupa memasang underbody guard alumunium untuk melindungi bagian bawah bodi. Penggunaan rak atap untuk meningkatkan daya angkut barang bawaan, ditambah dengan penggunaan lift kit, dan penggunaan velg 18 inci yang ringan namun sangat kuat. Melalui kendaraan kolaborasi ini, Lexus dan JAOS ingin menampilkan kustomisasi kendaraan, dengan tujuan menawarkan pengalaman hidup otomotif yang semakin berwarna dan penuh keseruan.

Wuling Almaz RS Hybrid

Review Wuling New Almaz RS Hybrid, Ternyata Begini Rasanya!

Saat ini kendaraan roda empat sudah dianggap menjadi penunjang aktivitas sehari-hari. Hampir semua brand ternama berlomba untuk menjajakan sebagai produk terbaik. Tidak terkecuali dengan mobil bertenaga hybrid. Ya, tentunya mobil hybrid salah satu teknologi yang dimiliki oleh banyak brand di Indonesia.

Dengan berbagai fitur yang canggih hingga tingkat efisiensi, menjadi sederet hal yang diunggulkan. Tak terkecuali oleh Wuling, yang mengunggulkan Almaz RS Hybrid sebagai produk flagship. Bagaimana dengan rasa berkendaranya? Kami membuktikannya dalam aktivitas #MotomobiMauKemana, untuk berlibur bersama keluarga.

Interior cukup mewah

Masuk ke interiornya, kami menganggap bahwa ruang kemudinya tergolong lega, sehingga membuat pengemudi cepat beradaptasi dengan SUV ini. Kabin untuk penumpang baris pertama dan kedua tidak perlu diragukan. Namun, untuk baris ketiga memang terasa sedikit sempit, apabila diisi oleh orang dewasa. Konsekuensinya pun akan ada kompromi dengan kapasitas bawaan di ruang bagasi.

Interiornya termasuk mewah dengan balutan material kulit di sejumlah area. Posisi dashboard pun tidak terlalu tinggi, sehingga membuat kami tetap nyaman saat berkendara jarak jauh. Nah, terkait perjalanan jarak jauh, ground clearance yang cukup tinggi pada New Almaz RS Hybrid ini membuat bantingan suspensi tetap nyaman, walau diisi dengan penumpang penuh.

Tarikan awal terasa ringan

Teknologi voice command andalan dari Wuling, memberikan kesan yang menyenangkan dan tentunya memudahkan pengemudi ketika ingin mengoperasikan fitur yang diinginkan. Saat melaju, SUV ini memberikan kenikmatan berakselerasi. Sejak awal menginjak pedal gas, mobil terasa sangat ringan untuk melesat, sebab penggerak awalnya didukung oleh tenaga motor listrik.

Terkait efisiensi, Wuling New Almaz RS Hybrid yang kami gunakan ini memang hanya menyentuh 18 km per liter. Hal ini mungkin bisa disebabkan juga oleh bobot kendaraan yang cukup berat, mengingat material yang digunakan Wuling sepertinya pelat yang tebal pada bagian bodinya. Sehingga kami pun sama sekali tidak kecewa dengan angka tadi.

Nyaris 10 hari kami ‘berinteraksi’ dengan Wuling New Almaz RS Hybrid. Kami pun menyimpulkan bahwa SUV ini patut jadi pilihan buat Anda yang mempunyai keluarga kecil dan suka dengan teknologi yang mumpuni. Dengan harga mulai dari Rp 438 juta, SUV ini dapat dikatakan tidak terlalu mahal untuk sebuah mobil hybrid dengan fitur ‘segudang’.

Reviewer: Nova Trianto

Editor: Aldi Prihaditama

Daihatsu Terios 7 Wonders, Menapak di Tanah Maluku Utara

Memasuki tahun 2024 ini, petualangan Daihatsu Terios 7 Wonders 2024 kembali dimulai di Ternate, Maluku Utara. Kegiatan tahunan ini untuk mengeksplor keindahan alam dan mengunjungi sejumlah destinasi wisata yang berada di Indonesia.

Tak terasa, petualangan Daihatsu ini memasuki tahun ke-11.  Sebelumnya kegiatan ini telah menjelajahi Sumatera (2012), Jawa (2013), Sulawesi (2014), Kalimantan (2015), Flores (2016), Maluku Utara (2017), Maluku Selatan (2018), Bengkulu, Pontianak, dan Kolaka (2019), serta Kalimantan Timur, Sumba, dan Baubau (2022), Lombok, Nusa Tenggara Barat (2023).

Di hari pertama, petualangan Terios 7 Wonders sukses menempuh jarak sekitar 21 km dengan rute beragam. Tentu ini menjadi pembuktian jika Daihatsu Terios masih menjadi pilihan di beberapa daerah.

“Daerah yang kita pilih sesuai dengan karakteristik dari Daihatsu Terios sebagai kendaraan SUV. Dan pasar disini juga cukup besar terlebih dengan medan yang cukup menantang,” ujar Hari Wicaksono Promotion Departement Head PT Astra Daihatsu Motor (ADM), Minggu (14/1/2024).

Destinasi pertama, rombongan langsung diajak menuju tempat bersejarah Kesultanan Ternate. Lokasi yang berada di lereng gunung Gamalama ini, menawarkan perjalanan yang cukup berliku dan menanjak.

Disini, tersimpan jejak sejarah berupa bangunan Kesultanan Ternate yang selama ini dikenal dengan nama Kedaton Ici atau Kedaton Kecil yang umurnya telah mencapai 50 tahun.

Rombongan pun disambut Jou Ngofa Firman Mudaffar Sjah, anak dari Sultan Ternate ke-44.

“Kedaton Ici ini dibangun oleh masyarakat secara swadaya atas permintaan almarhum bapak saya Sultan Ternate ke-44. Suatu kebanggaan bagi kami bisa dikunjungi oleh rombongan Daihatsu Terios 7 Wonders,” ungkapnya.

Selanjutnya rombongan bergerak menuju Benteng Tolukko. Ini merupakan bangunan bersejarah yang dibangun pada abad ke-17 dan menjadi pusat perdagangan rempah saat itu.

Saat ini Benteng Tolukko menjadi daya tarik tersendiri untuk wisata sejarah, dan menjadi simbol kekayaan sejarah dan warisan budaya Maluku Utara.

Petualangan Daihatsu Terios 7 Wonders terus akan mengeksplore Ternate menuju Halmahera, Maluku Utara, dari 14-19 Januari 2024.

 

Review Chery Omoda 5 GT, Minim Ubahan Tapi Terasa Bedanya

Pada musim libur Nataru 2023, Motomobi News menggelar acara yang cukup spesial yaitu #MotomobiMauKemana. Dalam kesempatan ini, seluruh tim Motomobi News mendapat kesempatan untuk menggunakan mobil yang dipilih langsung oleh Om Mobi. Selain itu, kami bisa pakai selama liburan. Salah satu mobil yang kami besut ialah Chery Omoda 5 GT. 

Kini Chery terlihat lebih dewasa, baik secara organisasi maupun produk. Omoda 5 yang dirakit di Bekasi ini ingin membuktikan bahwa kehadiran Chery tidak boleh dipandang sebelah mata. Chery Omoda 5 GT seolah minim ubahan, jika dibandingkan dengan Omoda 5 versi ‘biasa’.

Penambahan aksen oranye

Pada bagian eksterior, tidak banyak perubahan antara Omoda 5 biasa dengan Omoda 5 GT. Paling mencolok adalah penambahan aksen oranye pada bagian velg, spion, sisi samping dan spoiler. Kemudian logo Chery absen dari grille depan dan sebagai gantinya terdapat logo Omoda di kap mesin ala Range Rover.

Terakhir adalah emblem GT di belakang, tentunya perbedaan minim ini menunjukan bahwa Chery pede dengan desain Omoda 5. Namun beberapa mungkin berharap ada lebih banyak pembeda di bagian eksterior. 

Masuk ke dalam, lagi-lagi tidak banyak perbedaan, hanya aksen piano black di dashboard dan juga konsol tengah. Lalu terdapat aksen oranye seperti eksterior di door trim dan juga jahitan jok. Terakhir adalah door trim dengan soft touch. Selebihnya fitur Omoda 5 GT sama dengan Omoda 5 RZ mulai dari layar infotainment dan instrument cluster masing-masing 10,25 inci dengan sistem audio premium Sony 8 speaker. 

Output terdongkrak

Selain itu, ada dual zone climate control dengan ventilated seat, kamera 360 derajat, Android Auto dan Apple CarPlay dan uniknya power window otomatis untuk keempat jendela. Namun sayang, sistem Android Auto dan Apple CarPlay bekerja normal namun sedikit lebih lambat saat pengetesan kami. 

Keunggulan utama Chery Omoda 5 GT terletak pada mesin 4 silinder 1.600 cc TGDI turbocharger bertenaga 197 hp dan torsi 290 Nm. Angka tersebut lebih besar 52 hp dan 60 Nm dibanding Omoda 5 bermesin 1.500 cc. Ubahan lainnya ialah transmisi double clutch 7-speed yang menggantikan transmisi CVT. 

Omoda 5 GT memiliki akselerasi yang cukup bagus dan tenaga yang terasa bahkan di rpm rendah sekalipun. Karena itu kami tidak perlu menggenjot pedal gas dalam-dalamuntuk merasakan performanya. Sedikit catatan, pada kondisi stop and go setelah memasukan gigi dari netral, mobil tidak langsung bergerak. Kami menduga karena transmisi DCT yang digunakan pada mobil ini. 

Ada dua varian sistem penggerak roda

Transmisi DCT yang digunakan Omoda 5 GT juga bekerja dengan baik terutama di kecepatan tinggi. Perpindahan giginya cukup akurat dan mulus. Omoda 5 GT sendiri ditawarkan dalam dua varian yaitu FWD dan AWD. Sedangkan unit yang kami gunakan ini adalah varian FWD. Ubahan lainnya dari Omoda 5 GT ini ada pada suspensi belakang independent dengan multi-link. 

Bantingan Omoda 5 GT sendiri tergolong empuk. Meski begitu, mobil ini memiliki pengendalian yang cukup baik. Feedback dari setir yang cukup bagus. Sistem pengereman tidak ada perubahan dan masih mumpuni mengimbangi peningkatan performa mesin. 

Dengan harga Rp 448,8 juta, Omoda 5 GT menawarkan paket value for money yang sangat bagus. Apalagi dengan fitur dan performa yang unggul jika dibandingkan dengan rival terdekatnya. Omoda 5 GT pun juga membuktikan bahwa Chery serius di pasar Indonesia lantaran telah dirakit di Bekasi, Jawa Barat.

Review Mazda CX-60, SUV yang Tak Malu Diajak Blusukan

Aktivitas #MotomobiMauKemana memberi kami kesempatan untuk menjajal dan mengulas beragam kendaraan baru yang dipasarkan di Tanah Air. Salah satunya ialah Sport Utility Vehicle (SUV) premium teranyar kebanggaan Mazda, yakni CX-60. Mobil ini menjadi produk SUV termahal dari line-up SUV Mazda yang dipasarkan di Indonesia. Kami pun membawa Mazda CX-60 menuju daerah Pangalengan, Jawa Barat, untuk liburan bersama keluarga.

Lalu, bagaimana rasanya ketika dibawa ‘blusukan’? Bagaimana Mazda mewujudkan filosofi Jinba-Ittai yang manjanjikan rasa pengendaraan yang menyenangkan? Dalam semboyan Jinba-ittai yang diusung oleh Mazda ini, mempunyai arti sebuah koneksi antara penunggang dan kuda. Jika diartikan secara harfiah merupakan adanya ikatan intim antara pengendara dengan mobil yang dikendarai.

Minim body roll

Unit yang kami gunakan kali ini ialah Mazda CX-60 varian Kuro. Rasa berkendara mobil ini patut kami acungi jempol. Suspensi depan menggunakan double wishbone dan multilink untuk suspensi belakang memberikan kestabilan, body roll terasa minim saat melahap tikungan ketika kecepatan tinggi. Cocok sekali untuk melibas jalanan tempat liburan kami di Pangalengan.

Tetapi tentu seja kestabilan tersebut mempunyai kompensasi. Sebab di jalan yang agak bergelombang, mobil ini terasa seperti mengendarai kuda yang mengayun keras dengan rebound suspensi yang sangat cepat. Mobil ini terasa melompat-lompat. Namun respons kemudi terasa akurat dan tidak over-assisted, sehingga feedback dari jalan masih terasa.

Kombinasi 280 hp dan 450 Nm

Kehebatan lain dari Mazda CX-60 ini ialah ada di balik kap depannya. Mesin Skyactiv-G 6 silinder 3.3 liter dilengkapi turbocharger dan sistem mild hybrid 48 volt. Mesin bertenaga 280 hp dan punya torsi 450 Nm ini dipadukan dengan transmisi otomatis 8-speed. Torsi besar tersebut membuat perjalanan kami terasa begitu ‘enteng’, terutama ketika berada di medan terjal dan penuh tanjakan.

Sistem penggerak roda all-wheel drive (AWD) mobil ini yang dibekali mode Off-Road untuk menaklukkan medan non-aspal ringan. Jalanan batu terjal yang menanjak juga dapat diselesaikan dengan mudah, tanpa harus mencapai putaran mesin 2.000 rpm. Apalagi tidak ada raungan suara mesin yang masuk ke dalam kabin. Fitur kamera 360 derajat di mobil ini juga amat membantu saat di jalan sempit. Jadi, meskipun bodinya bongsor, kami tetap yakin dengan kondisi sekitar mobil.

Performa tetap impresif

Mazda CX-60 Kuro dilengkapi interior warna beige yang anggun saat dilihat. Dashboard berdesain modern namun simpel, memiliki kualitas bagus dan sarat material soft touch. Perjalanan jauh terasa begitu nyaman berkat fitur ventilated seat yang membuat tubuh tetap sejuk. Posisi berkendara juga mudah disesuaikan berkat fitur telescopic pada sistem kemudinya.

Rute kombinasi dalam dan luar kota beserta dengan kemacetan lalu lintas yang cukup panjang, kami mendapatkan angka konsumsi bahan bakar 9 km per liter untuk perjalanan sejauh 457 km. Rasanya angka tersebut tidak tergolong ‘menyiksa’, sebab kami tetap mendapatkan performa impresif dan kenyamanan berkendara yang optimal selama tiga hari perjalanan. 

Reviewer: Juan Rizalifio

Editor: Aldi Prihaditama

SUV Honda WR-V

Review Honda WR-V E CVT, Mengupas Potensi Tersembunyi

Musim liburan Nataru (Natal 2023 dan Tahun Baru 2024) menjadi momen unik bagi Motomobi News yang menggelar aktivitas pengujian kendaraan bertajuk #MotomobiMauKemana. Salah satu kendaraan yang kami gunakan ialah Honda WR-V E CVT. Sejujurnya, unit yang kami inginkan di awal perencanaan aktivitas ialah varian RS CVT dengan fitur Honda Sensing. Namun, karena varian teratas tersebut sudah banyak menjadi pilihan pengguna Honda WR-V di Indonesia, akhirnya kami pun melakukan ‘manuver’ ke varian E CVT.

Beberapa rekan kami di kantor sempat mengutarakan bahwa rasa berkendara Honda WR-V varian E tergolong lebih nyaman ketimbang varian RS. Berbekal postur yang agak tinggi, membuat Honda WR-V ini masuk ke golongan sport utility vehicle (SUV) yang ringkas. Dimensinya yang tidak bongsor juga membuat mobil ini masih asyik buat digunakan di perkotaan.

Lebih banyak berinteraksi

Oke, rencana berkendara pun disiapkan. Perjalanan harus diselesaikan selama tiga hari dan rute perjalanan tak boleh kurang dari 500 km di sekitar Jawa Barat. Selama perjalanan, diusahakan rute tidak banyak melintasi jalan tol. Agar kami lebih banyak ‘berinteraksi’ dengan karakter Honda WR-V E ini. Keluar dari jalan tol Cikampek, kami mengarahkan kendaraan menuju Purwakarta, kemudian menuju Wanayasa.

Jujur saja, untuk sebuah kendaraan Honda, suspensi WR-V masih tergolong ‘kurang empuk’. Namun kami menganggapnya bukan menjadi kekurangan, melainkan sebagai karakter. Namanya juga SUV ringkas kan? Uniknya, jika di permukaan jalan halus dengan beberapa artikulasi ketinggian, suspensi WR-V E ini malah menunjukkan keunggulannya. Bantingan terasa mantap dan seolah meredam guncangan dengan baik.

Tidak pakai ban bertapak A/T

Ground clearance setinggi 220 mm juga membuat percaya diri dan menggoda kami untuk membawa mobil ini ke medan yang cukup menantang. Ya, kami mendaki kawasan Bukit Nyomot di Kabupaten Subang, dengan ketinggian lebih dari 300 meter di atas permukaan laut.

Beruntung kondisi jalan tidak becek, sehingga Honda WR-V E CVT mampu melahap permukaan jalan dengan baik. Padahal ban Goodyear Efficientgrip berukuran 215/60 R16 yang digunakan mobil seharga Rp 280 jutaan ini tidak memiliki tapak all-terrain.

Puas menghirup udara segar di sekitar perkebunan sawit tersebut, perjalanan kami lanjutkan ke daerah Pamanukan. Mesin L15ZF DOHC 1.5 liter bertenaga 119 hp dan torsi puncak 145 Nm, menghadirkan performa yang menyenangkan. Kami tidak perlu menginjak pedal gas dalam-dalam untuk mencapai kecepatan yang diinginkan, selain itu transmisi CVT juga selalu merespons dengan baik.

Rute kurang favorit

Setelah bermalam di Pamanukan, kami mencari rute yang ‘tidak umum’ untuk melanjutkan petualangan. Sejumlah daerah yang kami lewati adalah Haurgeulis, Gantar, Cibuluh, hingga Cikamurang, sebelum akhirnya menuju jalan tol Cisumdawu.

Berbagai macam permukaan jalan telah ditempuh, namun kami tidak mudah merasa lelah. Sebab mudah sekali menyesuaikan tubuh dengan jok Honda WR-V E, berkat fitur Height Adjuster. Kami pun menyukai bahan kain fabric pada joknya. Meski sebenarnya material plastik pada bagian interior masih bisa ditingkatkan kualitasnya.

Absennya fitur Honda Sensing, tidak membuat hati kami tetap tenang ketika berkendara. Karena untuk urusan keselamatan, Honda tetap menyematkan sistem pengereman ABS, yang dilengkapi Electronic Brakeforce Distribution dan Brake Assist. Tak ketinggalan Hill Start Assist, serta 4 buah airbag.

Usai melalui wilayah Jatinangor, kami pun tidak ingin langsung kembali ke ibu kota. Oleh karena itu perjalanan pun kembali kami belokkan menuju Bandung, Padalarang, Sukaluyu, Cikalong, Jonggol, Cileungsi, Cibubur, dan akhirnya tiba di Jakarta. Selama tiga hari perjalanan ‘Parahyangan Loop’ ini, kami sukses menempuh jarak sejauh 583 km dengan rata-rata konsumsi bahan bakar 17,1 km per liter. Menyenangkan!

Kia Sonet Facelift, Kini Makin Dijejali Teknologi Mutakhir

Jelang tutup tahun 2023 jadi momen yang pas bagi Kia untuk meluncurkan versi facelift dari Sonet. Mobil yang debut perdana di tahun 2020 ini emang sudah saatnya dipoles ulang.

Kia Sonet Made In India

Nah, versi facelift SUV termungil dari brand otomotif asal Korea Selatan ini adalah spek India yang diproduksi di Anantapur, Andhra Pradesh. Ada sedikit perbedaan gaya tampilan bila dibandingkan dengan spek untuk pasar domestik RRC.

Dari tampilan eksterior, grille model “Tiger Nose” kini ukurannya lebih lebar dari sebelumnya. Headlamp LED model sabit ujungnya kini meruncing dan menyambung dengan grille.

Bemper depan juga tak luput dari sentuhan. Lubang intake di atas skid plate kini ukurannya sedikit lebih besar dan kotak. Ukuran skid plate pun kini lebih lebar dengan aksen warna aluminium.

Tampilan pada bagian belakang pun turut direvisi. Lampu belakang LED kini tampil melebar seperti pada Kia Carens dan Seltos. Bemper belakang pun sedikit mengalami polesan ulang dengan aksen aluminium.

Tampilan eksterior tak hanya makin stylish dengan velg alloy 16-inci model baru. Terdapat warna pilihan baru untuk eksterior.

Minim Penyegaran Interior

Jika sentuhan ulang gaya pada area eksterior cukup terlihat jelas. Pada interior justru nyaris tak terlihat. Desain dan layout dashboard sepintas masih terlihat sama seperti model sebelumnya.

Layar digital ganda berukuran 10.25-inci pada dashboard yang jadi penampil instrument berkendara dan fitur infotaintment terlihat lebih fresh. Panel kontrol sistem AC dan balutan panel interior mengalami revisi desain.

Soal konten fitur yang dibekalkan disesuaikan dengan level varian trim.

Fitur standar yang terdapat pada Kia Sonet antara lain koneksi nirkabel Android Auto dan Apple CarPlay, charger ponsel nirkabel, jok kulit berventilasi, sunroof, sistem audio lansiran Bose, filter sirkulasi udara kabin, termasuk enam buah airbag.

Agar tak kalah modern dari model Kia lainnya, Sonet kini dilengkapi fitur keselamatan berkendara berbasis ADAS (advanced driver assistance system) tingkat 1.

Mesin Dan Transmisi Masih Sama

Pada sektor performa masih sama seperti versi sebelum facelift. Format opsi mesin yang ditawarkan pada Kia Sonet masih dianggap memadai.

Mesin bensin 4-silinder Smartstream G 1.2-liter MPi bertenaga 82 hp, mesin 3-silinder 1.0-liter KAPPA II T-GDi 118 hp dan mesin diesel 4-silinder Smartstream D 1.5-liter CRDi bertenaga 114 hp masih sama seperti daftar pilihan mesin sebelumnya.

Ketiga varian mesin dipadukan dengan sistem penggerak roda depan (FWD). Pilihan transmisi manual, automatic dan CVT yang ditawarkan pun tetap sama sesuai opsi mesin pada masing-masing varian model.

Para konsumen di India sudah dapat melakukan pemesanan sejak 20 Desember 2023. Unit pesanan konsumen akan dikirim mulai pertengahan Januari 2024 mendatang. Harga jual resmi akan diumumkan dalam waktu dekat dan dipastikan bakal terdapat revisi harga.

 

Lamborghini Urus Performante Jadi Armada Kepolisian Italia

Kolaborasi sukses selama 20 tahun antara Automobili Lamborghini dan Polizia di Stato Italia terus berlanjut. Kali ini, produsen mobil Sant’Agata Bolognese tersebut menyerahkan Urus Performante kepada Polisi Jalan Raya Italia. Mobil ini akan mulai beroperasi secara penuh pada tahun 2024 nanti.

Proses serah terima berlangsung pada 12 Desember 2023, di Piazza del Viminale, Roma, di depan kantor Kementerian Dalam Negeri Italia. Stephan Winkelmann, Chairman dan CEO Automobili Lamborghini, menyerahkan kunci secara langsung kepada Menteri Dalam Negeri Matteo Piantedosi di hadapan Kepala Polisi Italia Vittorio Pisani.

Kolaborasi antara Automobili Lamborghini dan Kepolisian Negara Italia dimulai pada tahun 2004, dan Urus Performante adalah model keenam yang masuk ke dalam armada Polisi Jalan Raya. Super sport utility vehicle (SUV) ini bergabung dengan jajaran Huracán LP610-4. SUV ini nantinya akan digunakan untuk layanan khusus, termasuk transportasi medis darurat berupa organ dan plasma.

Urus Performante dibuat oleh teknisi Lamborghini di Sant’Agata Bolognese, mulai dari eksterior, mengikuti spesifikasi polisi. Livery-nya dirancang oleh Lamborghini Centro Stile, dengan memadukan warna biru klasik Kepolisian Negara Italia dan putih.

Tiga warna khas negara Italia tersebut juga disematkan pada sabuk pengaman dan di dekat pintu. Logo polisi diaplikasikan pada pintu dengan lapisan film yang reflektif, sedangkan bilah lampu dengan lampu LED biru 360° telah dipasang di atap, bersama dengan sirene listrik dua warna.

“Dengan senang hati kami melanjutkan kerja sama selama dua puluh tahun dengan Kepolisian Negara Italia. Lamborghini telah digunakan untuk tugas publik dan menyelamatkan nyawa manusia. Hal tersebut membuat kami bangga, sebab terus dipercaya oleh pihak berwenang,” ujar Stephan Winkelmann, Ketua dan CEO Automobili Lamborghini.

Kia di GIIAS Bandung

Kia EV9 GT-Line Ramaikan GIIAS Bandung 2023

PT Kreta Indo Artha (KIA) turut meramaikan pameran otomotif GIIAS Series 2023 di kota Bandung, Jawa Barat. Pameran GIIAS Bandung 2023 sendiri berlangsung mulai 22 hingga 26 November 2023 di Sudirman Grand Ballroom, Bandung, Jawa Barat. Seiring dengan semangat elektrifikasi, Kia memboyong EV9 GT-Line, sekaligus menjadi debutnya di wilayah Jawa Barat, khususnya Kota Bandung.

Kia EV9 GT-Line ialah sport utility vehicle (SUV) listrik 3 baris pertama dari Kia, yang hadir guna memenuhi kebutuhan konsumen kendaraan listrik untuk pemakaian harian di dalam kota maupun berpergian keluar kota.

Tampilan futuristik

Eksteriornya memiliki tampilan yang futuristik dengan desain lampu depan yang menyatu dengan grille dan menghasilkan Digital Pattern Lighting yang unik. Untuk lampu depannya, menggunakan jenis Small Cube Projection LED dengan teknologi Intelligent Front-lighting System (IFS). Agar tampilan semakin macho, maka velg 21 inci mengisi setiap ruang spakbornya.

Sedangkan bagian interior sarat fitur kenyamanan. Sebab terdapat Dual Panoramic Sunroof, Multi Color Ambient Light, Head Up Display, Relaxation Comfort Seats, Ventilated dan Heated Seats pada jok baris pertama dan kedua, Dynamic Body Care pada jok baris kedua, Panoramic Curved Display dengan Premium Sound System dari Meridian dengan 14-speaker, hingga Wireless Charging.

Berkat dimensi panjang 5.015 mm, lebar 19.80 mm, dan tinggi 1.780 mm, ini memiliki kapasitas hingga 6 orang. Ditambah lagi Kia EV9 GT-Line hadir dengan konfigurasi kursi captain seat pada baris keduanya.

Jarak tempuh maksimal 497 km

Dibekali sepasang motor listrik dan sistem penggerak roda All Wheel Drive (AWD), Kia EV9 GT-Line mampu menghasilkan tenaga setara 380 hp dan torsi 700 Nm. Performa ini didukung oleh baterai lithium-ion berkapasitas 99,8 kWh. Prestasi akselerasi SUV ini tergolong mengagumkan, sebab untuk sprint 0-100 km/jam hanya ditempuh dalam waktu 5,3 detik saja. Tak ketinggalan jarak tempuh maksimal yang mencapai 497 km.

“Kami dengan bangga memperkenalkan dan menampilkan Kia EV9 GT-Line untuk pertama kalinya di Jawa Barat, khususnya Kota Bandung. Kami berharap kehadiran Kia EV9 di GIIAS Bandung 2023 ini bisa semakin mendorong pertumbuhan kendaraan listrik di Indonesia,” sambut Ario Soerjo, selaku Marketing & Development Division Head PT Kreta Indo Artha.

Kia EV9 GT-Line tersedia dalam empat pilihan warna, yaitu Aurora Black Pearl, Panthera Metal, Pebble Gray, dan Snow White Pearl. Untuk wilayah Bandung dan sekitarnya, SUV ini dipasarkan dengan harga Rp 1,99 milyar (on the road dan termasuk Wallbox Charger).

Lucid Gravity Tampilkan Definisi Baru SUV Mewah EV

Lucid Group, Inc. telah dikenal sejak kehadiran Lucid Air. Mobil listrik tersebut sukses memenangkan penghargaan 2023 World Luxury Car Award. Kini perusahaan ini mengungkap terobosan baru dari sebuah Sport Utility Vehicle (SUV) listrik mewah, melalui kehadiran Lucid Gravity. SUV ini dibuat berdasarkan inovasi yang diterapkan pada Lucid Air.

Komitmen Lucid terhadap keunggulan desain, interior luas, dan kepraktisan penggunaan semakin membedakan Gravity dari brand kompetitor. Desain eksterior mobil ini merupakan bukti perpaduan antara estetika dan kepraktisan.

Nilai aerodinamika hanya Cd 0,243

Karena efisiensi menjadi salah satu fokus utama Lucid Gravity, maka nilai aerodinamikanya kurang dari Cd 0,243. Angka tersebut belum pernah dicapai oleh SUV tiga baris manapun. SUV ini memiliki tampilan gagah yang didukung oleh bagian depan yang besar, profil yang ramping, kabin yang memanjang, bahu yang menonjol, dan spoiler belakang yang sporty.

“Lucid Gravity mewakili lompatan maju yang signifikan bagi teknologi dan desain. Konsumen akan menemukan kombinasi ruang dan kemampuan manuver, kemewahan, serta kepraktisan yang belum pernah ada sebelumnya. Sebab semuanya terintegrasi secara tepat ke dalam mobil ini,” kata Peter Rawlinson, Chief Executive Officer dan Chief Technical Officer Lucid.

Area kargo fleksibel

Kabin Lucid Gravity tak hanya memiliki area kargo yang fleksibel, sebab juga menawarkan tempat duduk yang luas, dengan kenyamanan dari kursi baris kedua dan ketiga. Jika kursi baris kedua dan ketiga dilipat, maka menghasilkan ruang kargo yang berkapasitas lebih dari 3.171 liter.

Kursi baris kedua dapat digeser dan dipadukan dengan meja yang terintegrasi. Ruang kaki yang lapang juga terdapat hingga baris ketiga, sehingga memungkinkan mobil ini memiliki konfigurasi tujuh penumpang.

Akselerasi 0-100 km/jam tak sampai 3,5 detik

Lucid Gravity menggunakan platform baru yang dikembangkan dari nol, untuk menghasilkan SUV yang berkarakter sporty. SUV ini menggunakan teknologi powertrain ultra-ringkas milik Lucid generasi terbaru, termasuk motor listrik berkemampuan tinggi, dan arsitektur kelistrikan 900V.

Lucid Gravity diklaim mampu berakselerasi dari 0-100 km/jam dalam tempo kurang dari 3,5 detik saja. SUV listrik yang premium ini juga diproyeksikan dapat menempuh jangkauan berkendara hingga 660 km. 

Dengan fokus untuk menghadirkan teknologi tercanggih dan pengalaman kendaraan listrik terbaik kepada konsumen global, Gravity akan diberi harga yang kompetitif dalam kategori SUV premium. Lucid memperkirakan harga awal akan di bawah US$ 80 ribu (atau sekitar Rp 1,25 milyar). Produksinya diperkirakan akan dimulai pada akhir tahun 2024.

Mitsubishi Pajero Masuk Japan Automotive Hall of Fame

Mitsubishi Motors Corporation (Mitsubishi Motors) mengumumkan bahwa Pajero generasi pertama, telah dipilih oleh Japan Automotive Hall of Fame (JAHFA) di tahun ini. Kendaraan Sport Utility Vehicle (SUV) yang diluncurkan pertama kali pada tahun 1982 ini, mendapat predikat sebagai salah satu mobil bersejarah dan memiliki kontribusi besar terhadap sejarah otomotif Jepang.

Pajero pertama diluncurkan sebagai kendaraan off-road dengan sistem penggerak empat roda (4WD), namun juga memberikan kemudahan pengoperasian bagi penggunanya. Mobil ini telah mendapatkan respons positif dari konsumen Mitsubishi dan memantapkan posisinya sebagai salah satu pemimpin dalam segmen SUV dan kendaraan 4WD di Jepang.

Diekspor ke ratusan negara

Tidak kurang dari 3,2 juta Mitsubishi Pajero telah diproduksi dalam empat generasi hingga produksinya berakhir pada tahun 2021. Mitsubishi Pajero juga telah diekspor ke lebih dari 170 negara dan dicintai oleh para penggemarnya di seluruh dunia. Di pasar Jepang, Pajero menjadi salah satu seri ikonik dari Mitsubishi Motors, bahkan ada model ‘ekstra’ seperti Pajero Mini kei-car ke jajarannya pada tahun 1994, SUV ringkas Pajero Junior pada tahun 1995, dan SUV ringkas Pajero iO pada tahun 1998.

Di ajang motorsport, Mitsubishi Pajero generasi pertama sempat marasakan ganasnya kompetisi dalam reli Dakar. Event ini memiliki reputasi sebagai reli terberat di dunia dan Mitsubishi Pajero pertama kali ikut pada tahun 1983. Kegigihannya membuahkan hasil di event tahun 1985, yang juga menjadi kendaraan buatan Jepang pertama yang memenangkan event tersebut.

Total 12 kali menang reli Dakar

Pajero berkompetisi dalam reli sebanyak 26 kali hingga tahun 2009 dan meraih total 12 kemenangan keseluruhan, termasuk tujuh kemenangan berturut-turut. Hal ini menunjukkan bahwa Mitsubishi Pajero memiliki kapabilitas yang baik untuk penggunaan jalan raya dan mempunyai durabilitas yang sangat baik.

Pengalaman yang diperoleh dalam event motorsport dimanfaatkan untuk meningkatkan daya tarik produk Pajero dan model produksi lainnya. Teknologi sistem penggerak roda serta durabilitas kendaraan, menjadi bekal penting bagi Mitsubishi dalam mengembangkan beragam produk.

Saat ini, SUV Pajero Sport pun ikut meneruskan silsilah Pajero dan dijual di lebih dari 80 negara di seluruh dunia. Berdasarkan keandalannya yang didukung oleh beragam teknologi, Mitsubishi Motors akan terus menawarkan gaya hidup mobilitas. Termasuk tetap mendukung semangat petualang para penggunanya.

Wuling Alvez EX, Compact SUV Dengan Potensi Besar

Pasar Sport Utility Vehicle (SUV) masih menjadi fokus bagi sejumlah brand otomotif dunia. Lumrah saja, sebab peminat segmen SUV ini sepertinya enggan pindah ke lain hati. Hal ini juga membuat Wuling Motors ingin meramaikan pasar SUV, khususnya di Tanah Air. Oleh karenanya, beberapa bulan silam hadir Wuling Alvez di Indonesia, sebagai salah satu pemain di ‘kolam’ yang ramai.

Grille depan berukuran besar

Secara fisik, desain bodinya terlihat segar. Kebetulan unit Alvez yang kami gunakan ini merupakan varian EX dengan warna Tungsten Steel Grey. Meskipun berpredikat SUV, nampaknya Alvez belum bisa dikatakan punya karakter maskulin. Tapi bukan berarti sosoknya tidak menarik ya, akan terlihat semakin atraktif jika bodinya dilabur warna yang cerah.

Grille depannya berukuran cukup besar dengan logo Wuling di tengahnya. Menurut kami, mungkin bagian ini menjadi highlight untuk menunjukkan bahwa Alvez ini ialah sebuah SUV. Terlebih lagi memiliki aksen kontras antara warna gelap dan lapisan chrome. Lampu depan LED berbentuk tajam dan memberi kesan modern.

Desain atap menukik

Dimensi bodinya terasa cukup sesuai untuk kondisi lalu-lintas perkotaan, panjangnya mencapai 4.350 mm, lebar 1.750 mm, dan tingginya 1.610 mm. Sedangkan wheelbase sepanjang 2.550 mm membuat ruang kaki penumpang jok belakang. Desain atap yang mulai menukik dari tengah hingga belakang, tentu sebagai upaya mencapai tingkat aerodinamika yang baik. Namun, biasanya akan mempengaruhi ruang kepala penumpang jok belakang.

Agar nuansa SUV tetap terlihat, maka Wuling memasang roof rail, shark fin antenna, dan sunroof pada atap Alvez varian EX. Velg Wuling Alvez ini berdiameter 16 inci yang dibalut ban berukuran 205/60 R16. Sayangnya, desain velg yang digunakan ini terlihat kurang catchy, padahal sudah menerapkan tampilan machined alloy.

Bagian belakang Wuling Alvez disertai dengan bumper berdesain tegas, yang memberikan kesan sporty. Bumper ini juga memiliki reflektor yang berguna untuk memberikan visibilitas kepada pengendara lain saat berada di kondisi cuaca buruk.

Material interior bernuansa elegan

Saat masuk ke dalam kabinnya, Wuling tidak pernah pelit fitur, terutama untuk varian teratas. Interiornya dibalut material kulit sintetis berwarna gelap, sehingga memberikan kesan elegan. Material yang sama juga membungkus lingkar kemudi. Tak ketinggalan ada soft touch panel pada dashboard. Aspek infotainment dibekali dengan headunit berukuran 10,25 inci dan empat speaker.

Headunit ini sudah terintegrasi dengan kamera parkir belakang, termasuk teknologi Wuling Indonesian Command (WIND) dan Internet of Vehicle (IoV). Kemudian perangkat AC dilengkapi filter PM2.5, soket 20W USB fast charging, USB Power Outlet untuk penumpang baris kedua, dan Multi-Instrument Display (MID) TFT Full Color 7 inci. Untuk kenyamanan penggunanya, Wuling Alvez EX memiliki Keyless entry + start stop button, Wuling remote control, Bluetooth key, hingga Vehicle location and geo fencing alarm.

Performa cukup

Performa Wuling Alvez EX tergolong pas. Tidak berlebihan, namun juga tidak kurang. Di balik kap depan terdapat mesin bensin berkode LAR empat silinder DOHC 1.5 liter dengan tenaga 105 hp dan torsi puncak 143 Nm. Transmisi CVT yang disematkan juga termasuk mumpuni dan halus. Jika pengemudi memerlukan akselerasi yang gesit, bisa menggeser tuas transmisi untuk menggunakan ‘virtual gear’.

Keselamatan dan kemudahan berkendara pada Wuling Alvez EX diwujudkan lewat adanya Advanced Driver Assistance System (ADAS). Fitur ini secara aktif mendukung keselamatan berkendara pengemudi. Selain fitur keselamatan tadi, masih ada Anti-lock Braking System (ABS), Electronic Brakeforce Distribution (EBD), Emergency Stop Signal (ESS), Dual SRS Airbags, Tire Pressure Monitoring System, Seatbelt Reminder.

Masih ada potensi penyempurnaan 

Urusan harga, Wuling Alvez EX dapat ditebus dari lantai showroom dengan harga Rp 295 juta (on the road DKI Jakarta). Dengan banderol tersebut, konsumen sudah mendapatkan sebuah SUV ringkas yang punya fitur segudang.

Namun, kami rasa masih ada potensi ‘ruang’ untuk penyempurnaan. Sebut saja, velg yang lebih menarik, ban yang lebih optimal, suspensi yang lebih lembut, sistem audio yang lebih jernih, hingga kabin yang lebih senyap. Semua ini memang yang dapat dilakukan oleh Wuling maupun pemilik Alvez itu sendiri…

Honda CR-V Terbukti Penting Bagi HPM

Honda CR-V menjadi produk Sport Utility Vehicle (SUV) global Honda yang pertama kali diluncurkan pada tahun 1995. Setiap generasi Honda CR-V selalu direspons positif oleh konsumen, karena berhasil terjual lebih dari 13 juta unit di dunia.

Di pasar lokal, SUV ini juga banyak digemari oleh para konsumen. Dari generasi ke generasi, Honda CR-V telah mengalami penyempurnaan dalam aspek tampilan, performa, hingga teknologinya.

Honda CR-V pertama dengan teknologi hybrid

Untuk pertama kalinya di Indonesia, hadir All New CR-V RS e:HEV yang memiliki teknologi sistem penggerak hybrid di bulan Agustus 2023. Tanpa meninggalkan karakter sporty, layaknya varian RS.

Teknologi sistem penggerak hybrid yang dipasarkan di Indonesia, memang bukan ‘barang baru’, sebab pernah hadir di Indonesia pada tahun 2012 lalu, melalui Honda CR-Z.

Penjualan kumulatif di Indonesia lebih dari 230 ribu unit

Selain banyak diminati oleh konsumen Indonesia dan global, Honda CR-V juga dianggap menjadi produk yang penting bagi PT Honda Prospect Motor (HPM). Bahkan sejak debutnya di tahun 2000, Honda CR-V berhasil mencatatkan penjualan kumulatif sebanyak lebih dari 230 ribu unit di Indonesia.

“Produk ini menjadi flagship SUV yang penting bagi PT Honda Prospect Motor. Wajar jika menjadi salah satu produk kebanggaan kami, sebab banyak menjadi pilihan konsumen di Indonesia,” kata Yusak Billy, Business Innovation and Sales & Marketing Director PT Honda Prospect Motor, di sela acara Media Driving Experience All New Honda CR-V RS e:HEV (17/10/2023).

Pesanan model baru sudah melebihi 2.200 unit

Sejak debut All New Honda CR-V di pameran otomotif GIIAS 2023 lalu, hingga kini telah tercatat lebih dari 2.200 unit yang dipesan oleh konsumen Indonesia. Dengan rasio pemesanan, 72 persen untuk varian mesin hybrid, dan 28 persen untuk varian mesin turbo.

Lebih lanjut, mengenai produksi SUV generasi teranyar di Indonesia, mungkin PT HPM harus bersabar. Sebab pihak Honda Thailand sepertinya masih ‘sibuk’ merakit mobil ini. Lagipula, kapasitas perakitan di PT Honda Prospect Motor masih didominasi oleh produksi Honda BR-V.

TLC Kemahalan? Nantikan Toyota Land Hopper

Dugaan kuat berhembus bahwa nantinya akan hadir Toyota Land Cruiser ketiga, setelah diperkenalkannya Land Cruiser 300 dan 250. Awalnya banyak yang menjuluki mobil ini dengan nama Land Cruiser Mini, namun ternyata Toyota telah ‘mengamankan’ nama Land Hopper. Jadi kami menduga kalau nama tersebut bakal disematkan pada Sport Utility Vehicle (SUV) baru nanti.

Saat sesi presentasi Toyota Land Cruiser 250 pada bulan Agustus 2023 silam, sempat terlihat video presentasi yang menunjukkan arah karakter Toyota Land Cruiser di masa depan. Ketika Simon Humphries, General Manager of Design Toyota, terlihat siluet sebuah Compact SUV di layar. Bentuknya mirip sekali dengan mobil konsep Compact Cruiser EV.

Bodi dengan garis tegas

Probabilitas lain mengenai SUV ini, dimensi bodinya bisa jadi serupa dengan Toyota Corolla Cross. Namun dengan sosoknya sebagai SUV bergaris tegas pada bodinya, maka tentu akan ada penyesuaian, terutama pada lebar bodi dan ketinggiannya. Semoga saja nanti tampilan fisiknya seperti Toyota Land Cruiser 250 yang macho itu.

Sebagi sumber tenaga, sepertinya Toyota tidak mengalami kesulitan untuk memilih unit yang akan mengisi ruang mesin. Ada mesin bensin 4 silinder 1.8 liter milik Corolla Cross, maupun mesin bensin 4 silinder 2.5 liter dengan sistem hybrid milik RAV4. Sebagai alternatif lain, ada mesin bensin 3 silinder 1.5 liter dengan sistem hybrid milik Sienta Hybrid.

Ubahan pada TNGA-F platform

Jika Toyota tetap ingin menggunakan konfirgurasi body-on-frame, maka struktur TNGA-F platform harus mendapat oprekan, setidaknya harus dipendekkan untuk mengakomodir bodi yang lebih ringkas.

Sepertinya SUV ringkas ini memang dikembangkan dari Toyota Compact Cruiser EV, yang kemungkinan besar tak lama lagi menguak sosok aslinya. Bisa jadi tampil di gelaran Japan Mobility Show 2023 di akhir bulan Oktober ini atau dalam acara Battery EV Strategy Briefing di bulan Desember 2023 nanti.

Soal harga, Toyota Land Hopper pasti akan jauh lebih ‘murah’ ketimbang Toyota Land Cruiser 250 maupun 300. Tapi itu di Jepang, bisa jadi ketika dibawa ke Tanah Air langsung meroket. Semoga saja tidak menjadi ‘gorengan’ super-crispy di masa depan…

Mitsubishi XForce Raih Penghargaan Good Design Award

Mitsubishi XForce sukses meraih penghargaan Good Design Award 2023 yang diselenggarakan oleh Japan Institute of Design Promotion. Kabar ini disampaikan langsung oleh Mitsubishi Motors Corporation yang menyatakan jika New Triton dan New Delica Mini juga mendapat penghargaan yang sama.

Ya, ketiga model ini, XForce, Triton, dan Delica Mini, terpilih sebagai pemenang penghargaan Good Design Award karena mewujudkan nilai khas Mitsubishi Motors yang mencerminkan filosofi desain sekaligus mengekspresikan konsep desain masing-masing.

Mitsubishi XForce sukses melakukan debut World Premiere pada ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2023 di Indonesia. Angka pemesanan sudah mencapai lebih dari 2.000 unit. Selanjutnya, Mitsubishi XForce tengah diproduksi di pabrik perakitan Mitsubishi Motors Krama Yudha Indonesia (MMKI) yang terletak di Bekasi, Jawa Barat. Dijadwalkan akan dipasarkan di negara-negara ASEAN lainnya, termasuk Asia Selatan, Amerika Latin, Timur Tengah, dan juga Afrika.

Beberapa komen juri pun menyebutkan jika XForce memancarkan daya tarik sebuah Sport Utility Vehicle (SUV) canggih. Terlihat dari bagian spakbor depan dan belakang yang kuat berkesan masif, meskipun kendaraan ini berukuran kompak.

Sedangkan, alur desain terstruktur dengan baik lewat perpaduan warna, material, dan finishing (CMF) yang terampil. Penggunaan motif segi enam pada detail interior dan eksterior juga turut menambah rasa kesatuan pada desain kendaraan secara keseluruhan.

Mitsubishi XForce menawarkan kenyamanan lewat kabin yang lapang, ruang penyimpanan serba guna, ukuran bodi kompak dan siap menghadapi berbagai cuaca dan kondisi jalan. Berdasarkan konsep desain Silky & Solid, desainnya menampilkan gaya SUV autentik penuh gaya, dengan nuansa interior yang mutakhir.

Tampilan Segar dan Harga Menarik dari Wuling New Almaz RS

Ini bukan yang pertama kalinya kami berjumpa dengan Wuling New Almaz RS, karena SUV ini telah menampakkan sosoknya di pameran GIIAS 2023, beberapa bulan silam. Namun, saat itu Wuling Motors belum mengungkap harga jualnya.

Hari ini (05/10/2023), Wuling secara resmi memasarkan New Almaz RS, sekaligus membeberkan harganya dalam acara yang bertempat di The Forum Mall Kelapa Gading 3, Jakarta Utara. Almaz RS dipasarkan dengan harga khusus peluncuran yakni Rp 398 juta untuk varian RS Pro. Sedangkan Almaz RS Pro Hybrid dijual dengan harga Rp 438 juta.

SUV hybrid ini mengusung teknologi Multi-mode Hybrid Powertrain. Dengan performa mengesankan namun efisien bahan bakar. Secara umum, penyegaran medium SUV ini meliputi tampilan depan, desain baru pada kabin, fitur berkendara dan fitur keselamatan.

“Hingga saat ini, kami menyuguhkan pilihan varian hybrid untuk kendaraan flagship Wuling, yakni Almaz. Apakah teknologi hybrid akan diaplikasikan ke produk lain, kami masih mempertimbangkannya,” kata Danang Wiratmoko, Product Planning Wuling Motors, saat kami jumpai di sela-sela acara price reveal Wuling New Almaz RS.

Tipe Hybrid masih dibekali mesin bensin 4 silinder Atkinson-cycle 2.0 liter. Output 123 hp dan torsi 169 Nm. Dipadukan dengan motor listrik yang bertenaga setara 174 hp dan torsi 320 Nm. Kedua sumber tenaga ini dikombinasikan melalui Dedicated Hybrid Transmission (DHT). Diklaim mampu bekerja secara multi-mode berupa EV Mode, Series Hybrid atau Parallel Hybrid.

Serupa dengan yang terdahulu, sistem ini bekerja secara otomatis menyesuaikan kondisi baterai, kebutuhan daya, serta kondisi jalan untuk mengakomodasi performa sesuai kebutuhan pengguna. Sedangkan, Wuling New Almaz RS Pro dibekali dengan mesin 4 silinder 1.5 liter turbocharger dan dipadukan dengan transmisi CVT.