Prototype Pra-produksi Mercedes EQG Tengah Uji Trek Salju

Mobil konsep Mercedes EQG, atau disebut G-Class versi listrik yang tampil pada event IAA Mobility di Munich, Jerman tahun 2021 lalu nampaknya bakal segera diproduksi.

Beredar sejumlah foto G-Class dengan livery kamuflase warna biru bermotif garis-garis rangkaian sirkuit elektronik. Mobil tersebut terpantau tengah menjalani pengujian di trek salju. Hmm…nampaknya kamuflase berbau elektrik.

Jika dilihat dari bentuk bodynya, wujudnya memang terlihat seperti G-Class. Namun pada bagian grillenya tertutup. Jika grillenya tertutup, maka…tak ada mesin di balik bonnetnya.

Apakah mobil tersebut adalah versi pra-produksi dari G-Class bertenaga listrik atau lebih tepatnya Mercedes EQG? Jika benar, maka pada lubang saluran pengisIan BBM telah berganti menjadi soket inlet charger. Dan tentunya komponen yang ada di balik bodynya bukanlah mesin bensin seperti pada “Neue Gelandewagen”. Fender belakangnya sedikit mendongak dan berbeda dari G-Class bermesin bensin. Lebih mirip seperti sirip aerodinamika.

Jarak Tempuh 1.000 km

Konstruksi yang bakal digunakan pada mobil ini sama seperti G-Class yakni sasis model ladder frame. Suspensi depan independent pada bagian depan dikombinasikan dengan suspensi rigid axle pada bagian belakang.

Fakta yang unik dari mobil ini, pada masing-masing roda akan terpasang motor listrik penggerak. Bukan sepasang motor listrik yang masing-masing terpasang pada poros roda depan dan belakang seperti yang digunakan SUV bertenaga listrik pada umumnya.

Selain itu, mobil ini juga bakal dibekali dengan fitur mode G-Turn serta berbagai fitur khas mobil off-road yang terdapat pada G-Class. Dengan penggunaan motor listrik pada masing-masing roda, maka torsi dan traksi pada setiap roda dapat diatur sesuai beban traksi pada roda serta kondisi trek yang dilalui. Yang menarik, selain bakal dilengkapi dengan sistem penggerak 4Matic, transmisi yang dibekalkan adalah versi 2-speed.

Mengenai jenis baterai yang akan digunakan, pihak pabrikan menyatakan bahwa akan terdapat paket opsional baterai dengan anoda silikon.

Pada pertengahan tahun 2022 lalu, sempat dikabarkan bahwa EQG bakal mengadopsi teknologi baterai 100 kWh dari mobil konsep Vision EQXX yang digadang mampu menghasilkan daya jelajah hingga 1.000 km.

Jika saja kelak versi produksi Mercedes EQG memang memiliki daya jelajah yang sangat jauh di kisaran 1.000 km seperti konsep EQXX. Tentunya mobil ini bakal menjadi SUV penjelajah segala medan bertenaga listrik tanpa tanding.

Perihal foto yang beredar, pihak Mercedes tak banyak berkomentar. Hanya saja terdapat sejumlah informasi ‘pemanasan’ yang dipaparkan terkait mobil tersebut.

Akankah juga bakal muncul dalam versi AMG? Sabar…versi akhir mobil ini paling cepat baru akan benar-benar diperkenalkan pada akhir tahun ini dan diproduksi mulai tahun 2024 mendatang.

Sumber

 

Mercedes-Benz 123_a

Mercedes-Benz 123, Terlalu Hebat di Zamannya

Perjalanan waktu merupakan sebuah katalisator. Cita-cita yang pada awalnya masih abu-abu kini sudah menemukan bentuknya, Segala usaha yang diperjuangkan sebelumnya sudah memperlihatkan hasilnya. Tentu saja banyak faktor yang mendukungnya. Mulai dari perencanaan yang matang, memperhatikan segala aspek detail, hingga penggunaan material yang berkualitas. Mercedes-Benz pun menerapkan semua hal tersebut ketika ingin merancang sebuah produk.

Aspek keselamatan maksimal, tingkat kenyamanan memadai, dan kemudahan perawatan, menjadi tiga pilar utama yang dipegang teguh oleh para desainer Mercedes-Benz. Termasuk saat mulai menggores pensil di atas sketsa rancangan pada tahun 1968, dalam menciptakan konsep sebuah saloon segmen menengah. Hasilnya dikenal dengan sebutan 123 series.

Persiapan Super Serius

Studi desain generasi penerus Mercedes-Benz 114/115 series yang telah dijual di tahun tersebut meliputi visi yang futuristis dengan aksen bersudut tajam. Overhang atap bagian belakang yang cukup terlihat, sudut kaca belakang agak landai, hingga penggunaan material karet di sekeliling bodi. Beberapa sketsa awal disimpan secara rahasia dan baru di tahun 1973 sosok 123 series mulai terlihat.

Salah satu prioritas utama dalam pengembangan 123 series ialah meningkatkan faktor keselamatan penumpangnya. Para engineer sudah memikirkan pengaplikasian airbag yang terintegrasi pada lingkar setir dan sistem anti-lock braking system (ABS). Aspek keselamatan pasif juga ditingkatkan melalui perpaduan antara ruang kabin kokoh dengan area crumple zone besar. Komponen pintu pun diperkuat guna memberikan tingkat proteksi terbaik saat terjadi benturan.

Tak ketinggalan penyematan batang kemudi yang akan patah secara simultan saat terjadi benturan keras dari bagian depan (collapsible steering column). Gunanya agar tidak akan menghujam tubuh pengemudi. Fitur ini diciptakan oleh Béla Barényi, engineer asal Hungaria dan telah dipatenkan sejak tahun 1963. Tangki bahan bakar diletakkan di atas as roda belakang, sehingga tidak beresiko saat ada benturan dari belakang.

Zero Scrub Radius

Komponen teknis yang modern yang berasal dari S-Class 116 series pun diadopsi pada 123 series ini. Yakni suspensi depan double-wishbone yang menganut teknik zero scrub radius. Desain dari 123 series juga berkiblat menuju masa depan dari Mercedes-Benz, tak hanya meningkatkan aspek keselamatan saja namun juga memperhatikan faktor estetika melalui gaya eksteriornya. Nilai desain yang berasal dari S-Class 116 series dan SL-Class 107 series diterapkan pada 123 series ini, seperti lampu depan yang kini diposisikan secara horizontal.

Di tahun 1974, beberapa prototipe awal 123 series mulai diuji jalan dan diuji benturan. Saat itu faktor keselamatan tengah menjadi topik utama dalam industri otomotif global, sehingga pemerintah Jerman mengeluarkan peraturan terkait standarisasi penggunaan sabuk pengaman untuk penumpang depan. Mercedes-Benz pun memasang fitur sabuk pengaman sebagai kelengkapan standar.

Persiapan matang dilakukan sebelum produksi mulai berjalan, untuk pertama kalinya Mercedes-Benz melakukan aktivitas ‘pilot line’. Aktivitas yang mirip dengan gladi resik ini dilakukan oleh para pekerja fasilitas perakitan sebagai simulasi produksi 123 series. Selama musim panas tahun 1975, sebanyak 16 unit saloon 123 series berhasil dibuat.

Ragam Pilihan Mesin

Mercedes-Benz memberikan beragam pilihan mesin yang dapat disesuaikan oleh kebutuhan pengguna 123 series. Untuk mesin bensin, tersedia mesin M 115 4 silinder dengan sistem bahan bakar karburator, yang berkapasitas 2.0 liter (model 200) dan 2.3 liter (model 230). Sedangkan untuk versi 6 silinder, terdapat mesin M 110 2.8 liter karburator (model 280) dan 2.8 liter injeksi (model 280 E). Sebagai opsi baru, diciptakan mesin bensin 6 silinder M 123 2.5 liter untuk model 250.

Mercedes-Benz terkenal dengan mesin diesel yang bandel. Maka pada 123 series ini tersedia mesin diesel 4 silinder OM 615 berkapasitas 2.0 liter (model 200 D), 2.2 liter (model 220 D), dan 2.4 liter (model 240 D). Selain itu tersedia pilihan mesin diesel 5 silinder OM 617 3.0 liter untuk model 300 D. Transmisi manual 4-speed sebagai kelengkapan standar, namun disediakan opsi transmisi manual 5-speed dan otomatis 4-speed.

Mercedes-Benz mengundang sejumlah jurnalis dari media terpilih untuk menghadiri acara spesial di Circuit Paul Ricard, Prancis Selatan, pada tanggal 22 hingga 28 Januari 1976. 

Beragam model Mercedes-Benz 123 series dibawa untuk debutnya di bawah sinar matahari Mediterania. Tanggapan positif langsung diberikan oleh para jurnalis tersebut, tak lain karena aspek teknik pembuatan dan rancangan produk yang dihasilkan.

Akibatnya, Mercedes-Benz W 123 (W untuk Wagen) untuk tahun produksi 1976 langsung habis terjual alias mendapat respons amat positif dari publik.

Bukan Cuma Sedan

Kurang lebih satu tahun setelah peluncurannya, Mercedes-Benz memperkenalkan tiga varian bodi untuk 123 series, yakni Coupe (C 123) pada Geneva Motor Show di bulan Maret 1977, Long-wheelbase (V 123) di bulan Agustus 1977, dan Station wagon (S 123) pada Frankfurt Motor Show di bulan September 1977. Dengan adanya ragam varian bodi, Mercedes-Benz sekali lagi memperlihatkan keunggulan produk yang mampu menjawab segala kebutuhan penggunanya. Bahkan untuk S 123 merupakan varian station wagon pertama Mercedes-Benz yang diciptakan langsung secara ‘in-house’.

Mercedes-Benz 123 series mengalami penyegaran pertama pada bulan September 1979. Yang paling lazim terlihat adalah pada bagian interior, yakni setir dengan model baru, interior yang lebih bagus dan bergaya lebih segar (baik desain headrest maupun material jok), serta masih banyak lagi. Di tahun 1980, aspek mesin diperbaharui, khusus untuk yang menggunakan mesin 4 silinder bensin. Mesin M 115 2.0 liter dan 2.3 liter digantikan oleh mesin M 102 2.0 liter karburator (model 200) dan 2.3 liter injeksi (model 230 E).

Hadir Turbodiesel

Di bulan Oktober 1980, Mercedes-Benz menghadirkan mobil penumpang pertama di Jerman yang menggunakan mesin turbodiesel, yaitu 300 D Turbodiesel, 300 CD Turbodiesel, dan 300 TD Turbodiesel. Penyegaran kedua kembali dilakukan oleh Mercedes-Benz pada bulan September 1982, di antaranya adalah sistem power steering dan lampu depan ‘wide-band’ sebagai kelengkapan standar di semua model, indikator Economy di panel instrumen, material interior model baru, serta panel deflektor di pilar bodi yang lebih aerodinamis.

Sebagai pelengkap artikel kali ini, kami menjumpai satu unit W 123 240 D lansiran 1980 yang begitu unik. Mengapa istimewa? Yang pertama, mobil ini pernah menjadi unit display pada Pekan Raya Jakarta atau Jakarta Fair di tahun 1980. Selanjutnya, karena memang menjadi unit display pameran, maka sejumlah opsi pun disematkan pada 240 D ini. Mulai dari electric sliding roof, power window, sabuk pengaman untuk penumpang belakang, hingga speedometer dengan satuan MPH (mil/jam).

Mercedes-Benz yang akrab dipanggil dengan ‘Tiger’ ini turut merasakan manisnya angka penjualan di pasar Tanah Air. Mercedes-Benz menjual resmi W 123 di Indonesia dalam beberapa model, yaitu 200, 230, 240 D, 280, dan 280 E. Namun tak sedikit 123 series yang menyandang status completely built-up, terutama untuk varian C 123 Coupe dan S 123 Stationwagon. Mercedes-Benz W 123 rakitan lokal telah mengaspal sejak tahun 1977 dan produksinya berakhir di tahun 1986.

Mercedes-Benz Siap Mengaplikasikan Pengendaraan Otonom Level 3 Di Nevada, AS

Sebuah kabar gembira baru saja diumumkan oleh pabrikan otomotif asal Jerman, Mercedes-Benz pada event Consumer Electronics Show di Las Vegas, Amerika Serikat.

Mercedes-Benz menjadi pabrikan otomotif pertama yang diperbolehkan untuk mengaplikasikan teknologi pengendaraan otonom level 3 pada produk kendaraan mereka yang dipasarkan di Amerika Serikat, khususnya di Negara Bagian Nevada.

Hal ini tentunya membuat posisi Mercedes-Benz berada selangkah di depan brand otomotif lainnya, terutama pabrikan tuan rumah yakni Tesla yang gencar mengembangkan teknologi pengendaraan otonom.

Teknologi pengendaraan otonom Drive Pilot yang dikembangkan oleh Mercedes-Benz merupakan fitur berkendara mutakhir yang saat ini disematkan pada model S-Class dan mobil listrik EQS.

Di Amerika Serikat memang terdapat sejumlah perusahaan yang menerapkan teknologi pengendaraan otonom penuh. Akan tetapi teknologi tersebut digunakan pada robotaxi, bukan pada kendaraan pribadi.

Meskipun baru diterapkan di AS, namun Drive Pilot sebenarnya telah lebih dahulu ditawarkan kepada para konsumen Mercedes-Benz di Eropa, khususnya Jerman.

Jika menghendaki penambahan fitur Drive Pilot yang merupakan paket opsional, maka para konsumen di Jerman dikenakan biaya sebesar €5.000 atau sekitar Rp 83,35 juta untuk S-Class, dan €7.430 yang setara Rp 123,86 juta untuk EQS.

Pengendaraan Otonom Level 3 dan Drive Pilot

Anda tentu penasaran, apa sebenarnya yang dimaksud dengan pengendaraan otonom level 3, terutama teknologi Drive Pilot.

Berdasarkan informasi yang dijabarkan oleh organisasi standarisasi enjiniring global, SAE International, pada pengendaraan otonom level 3 kendaraan dapat mengemudi secara mandiri dalam kondisi tertentu dan terbatas.

Mungkin yang ada dalam pikiran anda dengan teknologi ini maka mobil dapat mengemudi sendiri tanpa perlu dikendalikan oleh supir. Ya, mungkin memang terkesan sederhana, namun sebenarnya cara kerjanya tidak sesederhana itu.

Lantas, seperti apa kemampuan dan cara kerja dari teknologi Drive Pilot yang ada pada sejumlah mobil Mercedes-Benz?

Sistem pengendaraan otonom Drive Pilot hanya bekerja pada kecepatan di bawah 64 km/jam. Dengan kata lain, sistem Drive Pilot idealnya diaktikan saat berkendara di tengah kemacetan atau sedang mencari tempat parkir.

Meskipun mobil melaju dan mengemudi sendiri secara mandiri saat sistem Drive Pilot diaktifkan, namun bukan berarti si pengemudi serta merta lepas setir dan tanpa mengawasi kondisi sekeliling…atau bahkan malah tertidur.

Kamera dan sejumlah sensor pun terintegrasi dengan sistem Drive Pilot untuk memantau kondisi jalan dan sekeliling kendaraan. Bila kendaraan di depan terdeteksi melakukan pengereman atau berhenti, maka sistem Drive Pilot akan melakukan pengereman secara otomatis untuk menghindari terjadinya tabrakan atau benturan.

Sebagai pengaman, sistem ini juga dilengkapi dengan alarm peringatan yang agak sedikit cerewet memberitahu kepada pengemudi secara berkala untuk mengambil alih kemudi.

Nah, jika tak ada respon dari pengemudi dalam waktu 10 detik sejak alarm berbunyi, maka sistem secara otomatis akan membuat mobil mengerem mendadak dan berhenti.

Jadi jelas, meskipun mobil dapat berkendara secara mandiri dengan adanya teknologi pengendaraan otonom, namun pengemudi tetaplah yang harus memegang kendali…bukan sebaliknya.

Setelah mendapat izin untuk pengaplikasian Drive Pilot di Negara Bagian Nevada, Mercedes-Benz akan mengajukan sertifikasi untuk wilayah lainnya, khususnya Negara Bagian California yang memiliki standar kebijakan dan peraturan sangat ketat, baik di sektor otomotif maupun lalu lintas. Bahkan peraturan di California terbilang paling ketat dibandingkan dengan negara bagian lainnya di Negeri Paman Sam.

E-Class 2023

All New Mercedes-Benz E-Class Mulai Terlihat, Siap Hadir Tahun Ini?

Kabar soal generasi terbaru E-Class akhirnya terbukti. Mercedes-Benz E-Class terlihat diuji jalan di Jerman nyaris tanpa kamuflase. Seperti yang terlihat di video di bawah. Diperkirakan, Stuttgart akan meluncurkan sedan laris tersebut semester kedua 2023.

Dengan foto ini, terlihat jelas desain baru E-Class ternyata tidak terlalu berbeda dengan sebelumnya. Siluetnya masih mirip dengan sebelumnya. Moncong panjang, buritan pendek.

Garis desain body yang sebelumnya menyambung dari ujung lampu depan hingga lampu belakang, sekarang tidak ada lagi. Terpotong di masing-masing pintu. Seperti mencoba memberikan penegasan pada desain spatbor. Perbedaan paling jelas adalah bentuk handle pintu yang seperti lebih menyatu dengan body.

Sayang, bentuk paras dan bokongnya masih tertutup stiker kamuflase. Ini bisa jadi indikasi kalau bagian ini yang akan berubah banyak. Sepintas, siluet pendaran lampu belakang juga sepertinya akan baru.

Interior dan Mesin

Interior Mercedes-Benz E-Class 2023 ini sepertinya akan mengalami perubahan total. Dikutip dari Motor1, akan ada tatanan baru untuk dashboard dengan layar tengah berukuran masif. Mirip dengan yang digunakan oleh EQE.

E-Class W214

Diperkirakan juga, layar 11,9 inci akan tersedia sebagai bawaan standar. Sementara layar OLED 12,9 inci jadi fitur opsional. Semua bagian dashboard akan menggunakan warna mengkilap.

E-Class 2023

Sementara itu, yang jadi penggerak utama mungkin tidak terlalu berbeda dengan yang ada sekarang. Namun sistem mild hybrid 48-volt akan jadi peranti standar untuk semua lini varian. Di luar itu, model dengan penggerak hybrid dan plug-in hybrid akan tersedia. Itu di luar varian AMG. Versi kencang ini pasti mengandalkan sistem elektrifikasi untuk menghasilkan tambahan tenaga.

All New Mercedes-Benz E-Class dengan kode W214 diperkirakan hadir paruh kedua 2023 dan delivery akan dimulai awal 2024.

 

Mobil Kesayangan Pelé Ternyata Bukan Mobil Mewah

Salah satu legenda sepakbola dunia asal Brazil, Pelé baru saja tutup usia pada 29 Desember 2022 di São Paulo, Brazil dalam usia 82 tahun. Pelé meninggal dunia akibat penyakit kanker yang diidapnya selama beberapa tahun terakhir.

Pria ramah dan murah senyum kelahiran 23 Oktober 1940 yang memiliki nama lengkap Edson Arantes do Nascimento ini merupakan satu-satunya legenda sepakbola di dunia yang tercatat 3 kali menjuarai Piala Dunia. Bersama Pelé, Brazil sukses menjadi juara Piala Dunia pada tahun 1958, 1962 dan 1970.

Gol fenomenal yang dijebloskannya ke gawang tim tuan rumah Swedia pada menit-menit terakhir laga final membawa Seleção menjadi juara Piala Dunia 1958 dan meraih piala Jules Rimet pada usianya yang saat itu masih 17 tahun.

Pelé yang di sepanjang karirnya mencetak 1.281 gol dalam 1.366 pertandingan ini ternyata juga memiliki koleksi mobil. Tak hanya mobil sport seperti Maserati, tapi juga VW Beetle dan mobil mewah lainnya.

Pelé Dan Mercedes-Benz

Awal era 1960-an hingga era 1970-an merupakan masa keemasan karir sepakbola Pelé. Pabrikan asal Jerman, Mercedes-Benz bahkan menghadiahkan sejumlah mobil kepada Pelé.

Mercedes-Benz pertama yang hinggap di tangan Pelé ialah saloon 220Sb (W111) bermesin 6 silinder 2.2 liter. Model yang juga punya julukan Heckflosse ini menjadi generasi penerus bagi model Ponton. Desain mobil ini mengedepankan aspek kenyamanan dan keselamatan berkendara bagi pengguna serta penumpangnya. Visibilitas bagi pengendara pun tergolong amat baik di eranya.

Mobil selanjutnya yang dihadiahkan Mercedes-Benz kepadanya adalah W114. Jajaran model Mercedes-Benz W115 dan W114 cukup populer di Indonesia pada akhir 1960 hingga pertengahan 1970an dan dikenal dengan julukan Mercy Mini. Unit milik Pelé ialah 250C dengan bodi pillarless coupe dua pintu. 

Era tahun ’60-’70an merupakan masa kejayaan Mercedes-Benz berkat mobil hasil rancangan Jean Paul Bracq yang populer dan laris manis di berbagai belahan dunia, bahkan tetap melegenda hingga saat ini. Di antara sejumlah mobil koleksinya, Pelé paling sering mengendarai mobil Mercedes-Benz 250C yang dihadiahkan kepadanya sebagai kendaraan harian walau tak semewah sedan S-Class.

Sedan saloon bermesin M114 6-silinder segaris 2.5-liter bertenaga 128 hp ini mampu dipacu hingga 180 km/jam. Akselerasi 0-100 km/jam butuh waktu 12,8 detik. Jangan dibandingkan dengan ukuran zaman sekarang. Pada era ’60an mobil ini sudah terbilang kencang walau bukan mobil sport.

Aero Willys 2600 1963

Dari sejumlah mobil yang ada di garasinya, Aero Willys 2600 buatan 1963 merupakan salah satu mobil paling berkesan bagi Pelé. Tak hanya menjadi salah satu tonggak kebangkitan industri otomotif di Brazil, mobil tersebut adalah hadiah atas keberhasilannya membawa tim Brazil menjadi juara Piala Dunia 1962 pada usianya yang saat itu masih sangat belia.

Mobil yang diproduksi oleh Willys-Overland do Brasil S.A. di São Paulo, Brazil ini dibekali mesin Hurricane 2600 spek Brazil. Berbeda dengan mesin Hurricane F-head 161 untuk pasar Amerika Serikat, mesin 6-silinder segaris berkapasitas 161 cubic-inch (2.640 cc) untuk spek Brazil dilengkapi dua unit karburator one-barrel. Variant teratas seperti yang dimiliki oleh Pelé dilengkapi dengan transmisi automatic 4-speed Hydramatic. Dengan kompresi 7.6:1, output performa tenaganya 130 hp pada 4.400 rpm dengan torsi maksimum 190 Nm pada 2.000 rpm.

Menjelang akhir masa hidupnya, Pelé tak lagi dapat menikmati beragam koleksi mobil miliknya mulai dari BMW, Mercedes-Benz hingga Maserati yang total nilainya lebih dari $100 juta. Bahkan untuk berjalan pun ia harus dibantu oleh asisten dan supir pribadinya. Sang legenda kini telah pergi dan tinggal kenangan.

Selamat jalan Pelé… Adeus…

TiLo_1

TiLo Keliling Kota Jakarta Jelang Tutup Tahun

Tiger Lovers (TiLo), yang baru terbentuk satu tahun lalu merupakan salah satu tempat berkumpulnya para pecinta Mercedes-Benz W123 tidak mau disebut sebagai sebuah klub ataupun komunitas. Karena menurut mereka, TiLo ini hanyalah sebuah wadah untuk saling bertukar pikiran mengenai apapun tentang kendaraan keluaran Jerman yang di Indonesia lebih dikenal dengan Mercedes-Benz Tiger tersebut.

Jelang tutup tahun, di tanggal 25 Desember 2022 silam, TiLo menggelar acara ‘City Touring’ dari kawasan Senayan menelusuri Kuningan dan Bundaran HI hingga finish di Pondok Indah. Walaupun hanya melakukan City Touring, namun antusiasme dari anggota TiLo sangat besar. Hal tersebut terbukti dari puluhan kendaraan Mercedes-Benz, tak hanya W123 saja, bahkan terlihat berbagai varian turut hadir pada kesempatan kali ini.

FX Adhy Kristyanto, salah satu anggota TiLo mengungkapkan, meskipun semua ini para pecinta Mercedes-Benz W123, tapi setiap meet-up selalu membawa berbagai varian Mercedes-Benz. Karena TiLo bukan klub, namun lebih menjadi wadah bagi siapapun yang menggemari Mercedes-Benz W123.

TiLo ini bisa dikatakan sangat aktif. Karena hampir seminggu sekali selalu ngumpul di bilangan Pondok Indah. “Sering kok kita ngumpul. Bisa dibilang setiap Minggu. Nah, kali ini, untuk menutup Minggu terakhir di tahun 2022, kita memutuskan untuk membuat acara sedikit berbeda dari biasanya,” ucap Adhy.

Khusus di kesempatan kali ini, selain mengadakan ‘City Touring’, ada juga ajang jual beli berbagai suku cadang dan aksesoris Mercedes-Benz. Kesempatan kumpul-kumpul rutin ini dimanfaatkan oleh para anggota untuk silaturahim sekaligus berburu komponen bagi Mercedes-Benz kesayangan mereka.

Buat Anda yang memiliki Mercedes-Benz W123 atau mungkin memang menyukai mobil tersebut, bisa ikutan nongkrong bareng. Caranya tidak sulit, karena seringkali ‘kawanan macan’ tersebut berkumpul pada hari Minggu sore, di area parkir Ranch Market, Pondok Indah, Jakarta Selatan.

Mercedes Jip Indonesia Long Touring_1

Mercedes Jip Indonesia Long Touring 2022, Eksplor Kaki Gunung Rinjani

Mercedes Jip Indonesia (MJI) Long Touring 2022 akhirnya tuntas pada 18 Desember 2022 silam. Sejak 9 Desember 2022 komunitas ini melakukan petualang ke tiga pulau (Sumbawa, Lombok dan Bali). Tema touring ‘Exploring Hidden Gems 2022’ dipilih untuk mengenalkan destinasi wisata dan atraksi budaya lokal yang jarang terekspos, agar lebih dikenal secara luas oleh dunia.

Event yang disokong oleh Pertamina dan Pertamina Gas Negara (PGN) ini pun meninggalkan kesan tersendiri bagi seluruh peserta. Setelah mengeksplor Lombok bagian tengah, perjalanan dilanjutkan menuju Sumbawa. Menempuh tiga jam jalan darat dan dua jam berlayar di laut, akhirnya rombongan tiba di Kabupaten Sumbawa Besar.

Peserta pun dibebaskan untuk mencari kegiatan offroad ringan atau ingin menyeberang ke Pulau Moyo yang terkenal dengan Air Terjun Mata Jitu yang eksotis. Esok harinya mereka menuju kaki Gunung Rinjani di Sembalun, Lombok, untuk bermalam.

“Rute jalan tanjakan, berliku serta turunan curam, serasi dengan mobil yang digunakan. Ditambah keindahan alam Gunung Rinjani membuat perjalanan panjang ini jadi menyenangkan,” kata Cok Nana, selaku Presiden Mercedes Jip Indonesia.

Ferdi, mewakili Pertamina sekaligus peserta touring mengungkapkan bahwa dukungan kepada MJI karena Mercedes-Benz G-Class membutuhkan bahan bakar berkualitas. BBM Pertamina memiliki standar untuk mobil mobil komunitas MJI, yang sangat sadar dan teredukasi untuk menggunakan bahan bakar berkualitas dan tidak bersubsidi.

MJI Long Touring 2022 juga didukung oleh My Sooltan by Telkom, Ultima Art Paint Work, Beras Sumo, Titis Sampurna dan WMS Motorsport Bali.

Sekaligus Penyerahan Bantuan

Puas menikmati keindahan Pulau Sumbawa dan Lombok, MJI Long Touring 2022 diakhiri menginap di Pulau Gili Terawangan dengan acara diskusi santai antar peserta dan para sponsorship yang mendukung acara, untuk persiapan keesokan harinya menuju Bali.

Komunitas ini selalu menyempatkan menyambangi beberapa daerah yang dilewati melalui MJI Peduli. Sekaligus penyerahan bantuan kepada PAUD, Madrasyah Ibtidayah dan MTS Al Mujahidin Longserang Barat, Kecamatan Lingsar, Kabupaten, Lombok Barat.

Selain memberikan bantuan sembako kepada masyarakat sekitar yang dilalui, para rombongan turing pun ikut mendukung kelangsungan ekonomi pelaku UMKM dengan membeli suvenir atau makanan khas di daerah tersebut.

“Meski lelah, namun saya sangat senang bisa mengikuti event kali ini. Apalagi melihat kebersamaan peserta yang saling mendukung ketika peserta lain memerlukan bantuan, walaupun panjang perjalanan tapi sungguh terbayarkan dengan keindahan alam Lombok dan Sumbawa yang jarang terekspos,” tutup Iqbal, salah satu peserta turing kali ini.

Mercedes-Benz_1

Mercedes-Benz Indonesia Berikan Donasi Untuk Bencana Cianjur

PT Mercedes-Benz Distribution Indonesia menyalurkan donasi senilai Rp 750 juta untuk korban gempa Cianjur melalui KitaBisa. Donasi ini diharapkan bisa membantu warga Cianjur untuk membangun kembali tempat tinggal serta membantu kebutuhan mereka selama proses pembangunan.

Dalam acara penyerahan donasi, Choi Duk Jun, President Director PT Mercedes Benz Distribution Indonesia berkata, “Saat terjadi gempa di Cianjur, kami juga merasakan gempa tersebut dan setelah melihat dampaknya, kami pun tergerak untuk membantu dan memberikan dukungan bagi saudara-saudara kita di Cianjur. Kami pun berdiskusi memutuskan mnemberikan dana senilai Rp 750 juta untuk membantu korban gempa Cianjur.”

Untuk penyaluran dana tersebut, PT Mercedes-Benz Distribution Indonesia bekerja sama dengan KitaBisa, badan yang terpercaya dan yang diyakini dapat memaksimalkan dana untuk membantu para korban gempa. PT Mercedes-Benz Distribution Indonesia berdiri bersama warga Cianjur dan donasi ini diharapkan dapat berkontribusi kepada masyarakat, terutama warga Cianjur dalam waktu yang sulit.

Setelah seremoni penyerahan donasi, PT Mercedes-Benz Distribution Indonesia kemudian mengadakan kegiatan nonton bareng Avatar: The Way of Water, yang merupakan salah satu bentuk kerja sama antara Mercedes-Benz dan Disney.

Choi Duk Jun menjelaskan seputar kolaborasi Mercedes-Benz dan film Avatar: The Way of Water. “Dalam rangka peluncuran lini kendaraan Mercedes-EQ, PT Mercedes-Benz Distribution Indonesia menjalin kerja sama dengan Disney dalam merayakan peluncuran film Avatar: The Way of Water. Adapun kerjasama ini dilakukan secara global dengan mengedepankan inovasi, kreativitas dan otentitas. Avatar: The Way of Water menyampaikan pesan yang sama dengan Mercedes-Benz yaitu tanggung jawab untuk planet bumi dan keharmonisan antara manusia, mesin dan alam.

Film karya Disney tersebut berambisi untuk bercerita secara inovatif dan menjadi pemimpin teknologi di industri masing-masing. Selain itu, Avatar: The Way of Water juga mengedepankan keberlanjutan (sustainability) dan melindungi alam, sejalan dengan pesan yang disampaikan melalui Mercedes-EQ. Selain berkolaborasi untuk kegiatan nonton bareng, Mercedes-Benz juga menampilkan kendaraan Mercedes-EQ di pameran Avatar: The Way of Water yang berada di Atrium Senayan City.

“PT Mercedes-Benz Distribution Indonesia sangat mementingkan keberlanjutan. Melalui donasi kepada korban gempa Cianjur, kami mendukung keberlanjutan hidup masyarakat dan berharap bisa membantu kota Cianjur untuk segera pulih. Melalui kolaborasi dengan film Avatar: The Way of Water, kami ingin menyampaikan pesan seputar pentingnya melindungi alam dan membantu meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap keberlanjutan alam Indonesia,” tutup Choi Duk Jun.

MJI Long Touring 2022 Jelajahi Destinasi Eksotis

Mercedes Jip Indonesia (MJI) kembali menggelar acara tahunan long touring dengan tema ‘Exploring Hidden Gems 2022’, kegiatan yang didukung oleh Pertamina dan Pertamina Gas Negara ini diikuti sebanyak 32 mobil dan puluhan peserta menempuh perjalanan dari Jakarta-Lombok-Sumbawa-Bali.

Cokorda Putra Adnyana Presiden MJI mengatakan, aktivitas ini merupakan perjalanan yang berbeda dari turing-turing sebelumnya, karena baru pertama ini anggota melakukan perjalanan hingga Lombok dan Sumbawa. Sebuah perjalanan yang menyenangkan, karena bisa merasakan sensasi berkendara dengan G-Class melalui rute-rute dan destinasi wisata yang belum terekspos.

“Bukan hanya itu saja, kegiatan ini juga menjadi salah satu cara untuk lebih mendekatkan kebersamaan antar anggota. Apalagi dalam event long touring 2022 ini ada beberapa anggota yang baru bergabung,” kata pria yang akrab disapa Cok Nana tersebut.

Perjalanan member MJI menuju Lombok dan Sumbawa ini, kata Cok Nana juga memiliki tujuan tersendiri. “Selain menikmati destinasi-destinasi wisata yang istimewa, kehadiran MJI ke Nusa Tenggara Barat ini juga untuk memperkenalkan budaya-budaya lokal, seperti Tarung Peresean khas Lombok dan juga Karapan Kerbau khas Sumbawa,” jelas Cok Nana.

Sedangkan Stepanus Hidayat, salah satu anggota baru asal Surabaya menjelaskan bahwa keikutsertaan turing pertama bersama MJI ini memberikan pengalaman dan kesan tersendiri baginya dengan melewati jalanan terjal dan turunan yang sangat curam.

“Saat itu saya sempat ragu, apakah bisa melewatinya. Namun seluruh anggota terus memberikan semangat dan arahan yang baik. Sehingga semua keraguan saya pun hilang. Satu lagi yang membuat saya sangat berkesan adalah di MJI ini sangat memperhatikan anggota baru,” ungkap Stepanus.

Lebih lanjut, Ferdi yang mewakili Pertamina mengungkapkan bahwa dukungan kepada MJI. Terkait sisi penggunaan, Mercedes-Benz G-Class ini membutuhkan bahan bakar berkualitas. Terbukti produk BBM Pertamina ini memiliki standar untuk bisa digunakan oleh mobil-mobil milik member MJI dan mereka sudah teredukasi dengan baik untuk selalu menggunakan bahan bakar yang tidak bersubsidi dan berkualitas.

Disinggung soal long touring MJI kali ini, Ferdi yang ternyata juga seorang antusias Mercedes-Benz G-Class melihat bahwa acara turing ini telah dikemas dengan sangat baik. Melihat rute dan tempat yang dikunjungi cukup berbeda, tapi tidak ada satu pun peserta yang mengeluh.

“Sangat senang bisa menikmati perjalanan bersama MJI. Apalagi banyak rute yang memang tidak semua kendaraan bisa melewatinya. Seperti di Lombok dan Sumbawa yang memiliki pemandangan sangat indah dan rute yang menantang,” tukas Ferdi.

Brabus 190E_1

W201 Brutal Pernah Dibuat Oleh Brabus

Pada era 1980an, Mercedes-Benz pernah memperkenalkan seri 190 atau W201, yang seketika langsung mendapat julukan ‘Baby Benz’ dari banyak konsumennya. Panggilan mesra tersebut tentu saja karena dimensi bodinya yang kompak dan lebih kecil dari sejumlah produk Mercedes-Benz kala itu. Salah satu alasan kenapa Mercedes-Benz menciptakan W201 ialah untuk bersaing dengan BMW Seri 3 (E30).

Ukuran bodi kompak tadi berhasil mengundang sejumlah tuner maupun rumah modifikasi untuk melakukan ubahan pada Mercedes-Benz W201. Brabus pun tak ingin ketinggalan untuk mengoprek W201, agar mobil ini mampu memiliki performa yang sangar. Di tahun 1988, Brabus sempat membuat unit prototipe Brabus 190E 3.6S.

Brabus tanpa ragu melepas fitur a/c, peredam kabin, dan jok belakang W201 ini. Mesin enam silindernya pun didongkrak kapasitasnya hingga 3,6 liter. Namun mobil prototipe berbobot ringan tersebut dianggap terlalu brutal untuk konsumen loyal Brabus. Akhirnya unit prototipe tadi dikonversi menjadi Brabus 190E 3.6-24, yang kemudian dilengkapi sistem a/c dan jok belakang.

Sekitar 20 tahun setelah Brabus memperkenalkan 190E 3.6S atau di tahun 2008, salah satu direktur Brabus, Sven Gramm, jatuh cinta dengan mobil itu dan ingin membuat ulang Baby Benz sangar seperti di tahun 1988. Brabus pun membeli sebuah Mercedes-Benz 190E 2.6 bertransmisi manual dan dalam kondisi standar. Kebetulan mobil ini telah dilengkapi dengan tangki bahan bakar model ‘long range’ dan aki berkapasitas besar.

Sven Gramm menghabiskan waktu yang cukup banyak untuk mencari data blueprint dan komponen Brabus 190E 3.6S di gudang milik Brabus. Sekitar 10 bulan, W201 standar tadi bertransformasi menjadi 190E 3.6S. Komponen orisinal dari gudang digunakan, sedangkan komponen yang tidak tersedia pun terpaksa dibuat ulang.

Brabus 190E 3.6S atau yang dijuluki Brabus Lightweight ini dicat warna Signal Red. Bodi sengaja tidak terlalu banyak modifikasi, cukup menggunakan bumper depan dengan spoiler dan spoiler belakang di kap bagasi. Sokbreker Bilstein Sport dan per Eibach Pro Kit menemani cakram rem berukuran 286 mm serta kaliper berperforma tinggi di balik velg Brabus Monoblock 1 berukuran 16 inci.

Interior Brabus Lightweight ini jauh dari kesan mewah dan nyaman. Sepasang jok balap Recaro Spa Kevlar dengan sabuk pengaman empat titik seolah memang berada di tempat semestinya, ditambah roll cage alumunium buatan Weichers untuk kabin bagian belakang. Lingkar kemudi asli pun diganti dengan Brabus Sport type II.

Mesin enam silinder berkode M103 2,6 liter mendapat modifikasi besar-besaran. Ruang silinder diperbesar, disertai dengan penggunakan camshaft berdurasi tinggi, intake manifold model high-flow, hingga sistem knalpot performa tinggi bermaterial stainless steel. Sistem pendinginan pun tak main-main, karena didukung juga oleh pendingin oli mesin dan pendingin oli transmisi.

Terbukti mesin 190E 3.6S ini mampu menyemburkan tenaga maksimum 286 hp dan sukses mengantarnya hingga top speed 252 km/jam. Jika dibandingkan dengan Mercedes-Benz 190E 2.5-16 Evolution II, maka Brabus 190E 3.6S ini masih lebih unggul dalam segi performa. Asyiknya lagi, mobil ini tentu lebih eksklusif…

Mercedes EQS 450+ Electric Art Dan AMG Line, Sedan Mewah Bebas Emisi

Anda ingin memiliki sedan mewah namun suaranya jauh lebih senyap serta bebas emisi gas buang? Nah, PT Mercedes-Benz Distribution Indonesia (MBDI) melalui brand Mercedes-EQ telah menghadirkan mobil listrik kelas premium di Indonesia yakni The New EQS. Untuk konsumen Tanah Air, Mercedes EQS 450+ datang untuk meramaikan pasar.

EQS yang sejajar dengan S-Class adalah mobil pertama Mercedes-Benz yang menggunakan basis platform MEA yang khusus dibuat untuk mobil listrik. Untuk pasar Indonesia, tersedia dua pilihan varian model yakni EQS 450+ Electric Art dan EQS 450+ AMG Line.

Pada tampilan eksterior, EQS memiliki garis body yang seolah mengalir dan aerodinamis. Sektor pencahayaan mobil ini dilengkapi headlamp LED dengan fitur Adaptive High Beam Assist Plus dan Ultra Range High Beam dengan jarak sorotan sejauh 650 meter! Sudah pasti visibilitas kian jelas dan tak perlu khawatir berkendara di malam hari.

Bagian interior EQS pun dikemas semewah sedan S-Class. Panel interior bergaya semi futuristik dipadukan dengan kursi 4-way lumbar support berlapis kulit yang senyaman sofa lounge. Pengaturan suhu udara kabin 4 zona Thermotonic kian menunjang kenyamanan berkendara. Bahkan panoramic sunroof mobil ini dapat dioperasikan via perintah suara maupun gestur tangan. Sebagai pemanja telinga selama berkendara, EQS dilengkapi dengan sistem tata audio Burmester 3D surround sound.

Fitur berkendara pada EQS 450+ baik variant Electric Art maupun AMG Line sangat canggih dan jauh lebih lengkap dari model EQE. Sebut saja mulai dari  Distronic Active Distance Assist, Parktonic Active Parking Assist hingga airbag yang terpasang tak hanya pada dashboard dan kemudi, namun juga pada pilar pintu dan plafon serta kursi.

Sebagai penggerak, EQS dibekali motor listrik berdaya 330 HP dengan torsi maksimum 540 Nm. Kapasitas daya baterai yang diusung pun jauh lebih besar dibanding EQE yakni mencapai 107,8 kWh. Untuk satu kali pengisian daya secara penuh, EQS digadang mampu diajak berkendara hingga 770 km. Konsumsi daya listriknya diklaim berada di kisaran 20,4 – 15,7 kWh/100 km berdasarkan standar pengujian WLTP (World Harmonised Light Vehicle Test Procedure).

Pengisian daya baterai mobil ini setidaknya butuh waktu 10 jam jika menggunakan Wallbox 11 kW. Sedangkan untuk pengisian daya dari 10 persen ke 80 persen menggunakan DC fast charging system dan hanya butuh waktu sekira 45 menit.

Oya, untuk instalasi perangkat charger di rumah yang dijual oleh PT MBDI secara terpisah, Anda harus mengeluarkan biaya ekstra berkisar hampir Rp 40 jutaan untuk Wallbox charger 11 kW dan hingga Rp 50 juta untuk DC Fast Charger.

EQS 450+ AMG Line

Di antara kedua varian EQS yang saat ini dipasarkan di Indonesia, model EQS 450+ AMG Line merupakan yang termahal dan paling atraktif dengan sejumlah fitur serta kelengkapan yang dibekalkan.

Bumper depan varian AMG Line yang berdesain sporty dilengkapi front splitter plus sirip pada lubang air intake di sisi kiri dan kanan. Sebagai penopang body, varian ini tampil dengan velg alloy AMG multi-spoke berukuran 21-inci bergaya sporty.

Fitur multimedia infotainment pada varian EQS 450+ AMG Line pun lebih atraktif dengan layar sentuh digital MBUX Hyperscreen berukuran extra besar yang melengkung di sepanjang dasbor dan merupakan layar digital terbesar yang pernah dibekalkan pada mobil Mercedes-Benz.

MBUX Hyperscreen terdiri dari tiga layar OLED yakni panel instrumen berkendara 12.3-inci pada sisi pengemudi, layar multimedia bagian tengah dasbor berukuran 17.7-inci  dan layar 12.3-inci pada sisi penumpang depan. Nah, ketiga layar ini dilapisi oleh penutup kaca yang membuat ketiganya seolah tergabung menjadi satu.

Sentuhan bergaya sport pun terlihat pada setir berlapis Nappa leather dengan bentuk flat bottom yang dilengkapi tombol multifungsi.

Nah, jadi mana yang akan Anda pilih? EQS 450+ Electric Art seharga Rp 2.984.000.000? Atau siap menambah dana sekitar Rp 311 jutaan dan membawa pulang EQS 450+ AMG Line seharga Rp 3.410.000.000 namun dengan fitur atraktif yang jauh lebih lengkap?

Mercedes EQE 350+ Electric Art Resmi Mengaspal di Indonesia

Bagi para pecinta mobil Mercedes-Benz yang penasaran dengan sedan mewah bertenaga listrik, PT Mercedes-Benz Distribution Indonesia (MBDI) kini telah menghadirkan jajaran mobil listrik Mercedes-EQ di Indonesia. Salah satu model mobil listrik yang dipasarkan adalah EQE 350+ Electric Art yang digadang sebagai versi E-Klasse dari Mercedes-EQ.

Mercedes EQE 350+ Electric Art memiliki body yang lebih kompak dibandingkan EQS namun dikemas dengan tampilan yang memadukan nuansa futuristik dan gaya sedan mewah yang elegan. Sebagai penopang body, EQE 350+ Electric Art tampil dengan velg alloy 5 twin-spoke 20-inci yang membuatnya terlihat gagah.

Untuk menghasilkan distribusi bobot yang merata dan titik gravitasi yang lebih rendah, penempatan baterai EQE 350+ Electric Art yang berukuran besar terletak di bagian bawah kendaraan.

Sebagai sumber utama penggerak, EQE 350+ Electric Art dibekali dengan motor listrik beroutput daya maksimum 292 hp dengan torsi maksimum 565 Nm. Pasokan daya listrik bersumber dari baterai berkapasitas 90 kWh yang membuat mobil ini mampu menempuh jarak lebih dari 660 km dengan satu kali pengisian baterai.

Konsumsi daya listrik mobil ini diklaim berada di kisaran 18,7-15,9 kWh/100 km (dalam kota/jalan tol) berdasarkan standar pengujian WLTP.

Kelengkapan interior pada EQE 350+ pun dikemas selayaknya sebuah sedan mewah dengan panel interior dan kursi berlapis kulit. Fitur multimedia infotainment pada bagian tengah dasbor menggunakan digital touch screen 12.8-inci. Sementara untuk panel instrument berkendara di balik kemudi ditampilkan via layar digital 12.3-inci.

Fitur lainnya yang dibekalkan pada EQE 350+ mulai dari panoramic sliding sunroof, pengatur suhu otomatis, Active Ambient Lighting, hingga sistem audio high quality Burmester 3D surround sound yang akan memanjakan telinga Anda selama berkendara.

Sistem keselamatan berkendara yang disematkan pada EQE 350+ Electric Art terbilang sangat lengkap. Mulai dari Pre-safe System, Distronic Active Distance Assist, Active Lane Keeping Assist, Adaptive High Beam Assist Plus, termasuk Tire Pressure Monitoring System. Keselamatan dan kenyamanan berkendara adalah sebuah hal mutlak pada sebuah sedan mewah.

Jika Anda masih penasaran, mobil listrik Mercedes EQE 350+ Electric Art saat ini tengah dipamerkan di area pamer Mercedes-EQ SPACE yang berlokasi di pusat perbelanjaan Senayan City, Jakarta hingga 8 Januari 2023 mendatang. Mercedes-Benz EQE 350+ Electric Art dibanderol dengan harga Rp 2.215.000.000 (off the road) dan sudah dapat dipesan mulai sekarang.

Mercedes-EQ SPACE Hadir Di Indonesia Dengan Model EQE Dan EQS

Setelah kemunculan perdana model mobil listrik dari brand Mercedes-EQ secara global pada tahun 2018 silam, PT Mercedes-Benz Distribution Indonesia (MBDI) akhirnya menghadirkan jajaran mobil listrik Mercedes-EQ di Indonesia. Kehadiran perdana mobil listrik Mercedes-EQ di Indonesia pun ditandai dengan peresmian area pamer Mercedes-EQ SPACE pada 8 Desember 2022. 

Mercedes-EQ merupakan sub-brand dari Mercedes-Benz AG yang berawal dari konsep teknologi mobil listrik yang dikembangkan oleh pabrikan otomotif asal Jerman tersebut. Riset dan pengembangan teknologi yang dilakukan untuk mewujudkan Mercedes-EQ telah menelan dana investasi lebih dari €10 milyar.

Mercedes-EQ SPACE yang berlokasi di Ground Floor pusat perbelanjaan Senayan City, Jakarta terbuka bagi pengunjung umum mulai 9 Desember 2022 hingga 8 Januari 2023. Sehingga publik dapat melihat langsung jajaran model mobil listrik Mercedes-EQ yang diboyong ke pasar otomotif Indonesia.

Masyarakat dapat melihat secara langsung sejumlah model mobil listrik yang akan dipasarkan di Indonesia di Mercedes-EQ SPACE. Tak hanya itu, para calon konsumen pun dapat mencoba model mobil listrik Mercedes-EQ dengan didampingi oleh para spesialis.

Tak sekadar meresmikan area pamer Mercedes-EQ SPACE, PT Mercedes-Benz Distribution Indonesia (MBDI) juga meluncurkan dua jajaran model mobil listrik Mercedes-EQ yakni The New EQS dan EQE.

Untuk saat ini Mercedes-EQ hanya memasarkan satu variant model sedan medium elektrik EQE yakni EQE 350+ dengan variant trim Electric Art. Sedangkan untuk model EQS yang setara dengan sedan mewah S-Class hanya tersedia satu variant model yakni EQS 450+ dengan dua pilihan varian trim Electric Art dan AMG Line.

Perihal harga jual, Mercedes Benz EQE 350+ Electric Art dibanderol dengan harga Rp 2,215 milyar. Sedangkan untuk model EQS 450+ memiliki label harga Rp 2,984 milyar untuk variant Electric Art dan Rp 3,410 miliar untuk versi AMG Line. Seluruh harga adalah off-the road DKI Jakarta.

“Mercedes-Benz berusaha untuk sepenuhnya memproduksi dan memasarkan kendaraan listrik. Mercedes-EQ merupakan wujud nyata dari visi Mercedes-Benz menuju bebas emisi gas buang yakni Ambition 2039,” papar Choi Duk Jun, President Director PT Mercedes-Benz Distribution Indonesia.

Mercedes-EQ Resmikan Dealer Perdana Di Jepang

Rencana ekspansi penjualan mobil listrik Mercedes-EQ ke kawasan Asia akhirnya terwujud. Mercedes-EQ resmi membuka dealer pertama mereka di kota Yokohama, yang berada di Prefektur Kanagawa, Jepang.

Acara peresmian dealer Mercedes-EQ Yokohama yang berlangsung pada 6 Desember 2022 lalu menjadi momen bersejarah bagi brand mobil listrik asal Jerman tersebut. Ya, ekspansi Mercedes-EQ ke pasar mobil listrik Negeri Sakura telah dimulai.

Mengapa di Yokohama dan bukan di kota besar lainnya seperti Osaka, Hamamatsu, Sendai atau Tokyo? Selain memiliki kultur otomotif yang kuat, Yokohama merupakan jantung industri otomotif Jepang. Merupakan pertimbangan yang sangat strategis…

Pada ruang pamer dealer dengan luas areal 1.221 meter persegi tersebut dari 7 slot kendaraan yang tersedia untuk sementara hanya menampilkan 5 unit kendaraan dengan tiga unit charger CHAdeMO. Sementara pada area bengkel tersedia slot untuk menangani 5 unit kendaraan.

Seluruh jajaran model mobil listrik Mercedes-EQ akan dipasarkan di Jepang, mulai dari EQC, EQV, EQA, EQB, EQS, EQS SUV, EQE, termasuk EQE SUV terbaru. Tak hanya sekadar melihat mobil yang dipamerkan, dealer pun menyediakan unit test drive bagi para calon konsumen yang akan dipandu oleh para spesialis.

Jika belum puas dengan unit test drive, Mercedes-EQ Yokohama juga memiliki program rental kendaraan MB RENT. Para konsumen dapat menyewa unit mobil listrik Mercedes EQ yang tersedia di dealer untuk jangka waktu tertentu. Dealer Mercedes-EQ Yokohama kini resmi menjadi bagian dari jaringan penjualan kendaraan Mercedes-Benz di Jepang yang terdiri dari 204 dealer resmi dan 167 service center.

Sebagai brand impor, mengiris kue penjualan mobil listrik di Jepang bukanlah hal yang mudah. Pasalnya, Mercedes-EQ tak hanya bersaing melawan brand lokal Jepang yang selama ini telah mendominasi pasar. Para konsumen di Jepang pun memiliki fanatisme yang terbilang tinggi terhadap produk dalam negeri mereka.

Berdasarkan data dari Japan Automobile Importers Association (JAIA), penjualan mobil listrik impor di Jepang per November 2022, tercatat sebanyak 2.357 unit atau hanya 10 persen dari total penjualan mobil listrik di Jepang.

Mercedes-benz EQS

Mercedes-Benz Akan Perkenalkan EQS di Indonesia?

Itulah kabar yang kami terima dari salah satu sumber terpercaya. Mercedes-Benz EQS diperkirakan akan segera hadir di Indonesia bulan depan. Meski waktu tepatnya belum terkuak. Ini menarik karena di kelas mobil premium, Mercedes-Benz mendahului BMW i7 di pasar tanah air.

Selain itu, Mercedes-Benz EQS memang mobil yang sangat menarik. Mercedes-Benz menghabiskan banyak uang untuk riset dan pengembangan sedan/hatchback/coupe ini. EQS adalah mobil pertama pabrikan Jerman itu, yang berdiri diatas basis yang memang dibuat untuk mobil listrik. Namanya platform MEA. Bukan seperti EQB, EQV dan lainnya yang memakai platform yang ada kemudian dimodifikasi dan dijejali baterai.

Jadi, sah kalau dibilang EQS adalah mobil sedan EV dengan kemampuan setara S-Class. Bukan S-Class yang dijadikan EV. Desainnya futuristik, meski kami kurang yakin dengan lengkungan atap di belakang. Ruang kepala di bagian itu bisa jadi pertanyaan. Namun dengan wheelbase 3.210 mm dan panjang body 5.265 mm, hampir bisa dipastikan ruang kakinya lega.

Menurut review beberapa media luar, hampir semua sepakat kalau mobil ini menjanjikan. Interiornya dirancang untuk mengakomodir perjalanan jarak jauh. Mewah dengan beragam gimmick yang tersedia seperti layar super lebar (Hyperscreen) di dashboard untuk penumpang dan pengemudi, ambient light yang cerdas serta tentunya kualitas material ala S-Class.

Mercedes-Benz EQS di pasar global tersedia dalam beberapa varian. EQS 350, 450, 450+, 500, 580 dan tertiniggi EQS 53 AMG 4MATIC). Akan masuk semua? Mungkin. jarak tempuhnya juga beragam tergantung varian. Paling pendek 638 km. Terjauh 785 km.

Tapi kami belum mengetahui apakah yang akan dijual nanti berpenggerak dua roda belakang (RWD) atau All-Wheel Drive. Karena dua opsi ini tersedia di pasar luar negeri. Kami akan memberitakan lebih lanjut soal Mercedes-Benz EQS yang akan hadir di Indonesia. Tunggu saja.

Mercedes-Benz 300 SEL by Icon

Saat Mesin ZR-1 Dibenamkan di Mercedes-Benz 300 SEL ’71

Mencangkok mesin AMG terbaru pada sebuah saloon Mercedes-Benz 300 SEL klasik mungkin sudah banyak dilakukan dan menjadi hal yang lumrah. Namun ide gila yang mencekoki sebuah sedan mercy klasik dengan sebongkah mesin LS9 supercharged 6.2-liter V-8 bawaan Corvette ZR-1? Hanya dapat Anda temukan di ajang SEMA Show 2022 di Las Vegas.

Jonathan Ward, pemilik custom builder Icon berhasil mengawinkan saloon Mercedes-Benz 300 SEL ’71 (W109) dengan mesin LS9 dari Corvette ZR-1 2009. Luar biasa. Dan ini di luar kebiasaan. Icon lumrah melakukan restmod (restorasi dan modifikasi) pada SUV. Lebih spesifik lagi, Toyota Land Cruiser FJ40 series.  

Alasannya sangat sederhana. Mesin Mercedes-Benz M100 6.3-liter V-8 yang biasa dibenamkan pada 300 SEL 6.3 (W109) output tenaganya hanya 247 hp dan dirasa masih kurang greget. Lantas mengapa tak dicoba saja menggunakan mesin LS9 bawaan Corvette ZR-1 yang stoknya melimpah di Amerika Serikat?

Dan sesuai spek yang tertera pada katalog GM Performance, mesin LS9 supercharged 6.2-liter V-8 memiliki output tenaga…638 horsepower!

Hanya saja, chassis standar bawaan mobil sudah terlalu uzur dan memang tidak dirancang untuk menghandle muntahan performa yang beringas.

Pada proyek yang dinamai “Derelict” yang dijalani mobil ini, Icon melakukan rombakan total pada sektor chassis agar kuat menopang mesin LS9 Corvette dan segelondong transmisi 4-speed GM Performance Supermatic 4L85E.

Chassis standar digusur oleh ladder frame custom berbahan high-grade stainless steel garapan bengkel Art Morrison Enterprises di Fife, Washington. Sistem suspensi diganti model independent yang dipadukan dengan sistem kemudi rack-and-pinion custom.

Penggantian chassis pun berdampak pada struktur body dan lapisan dek yang harus dirombak agar sesuai dengan chassis baru. Detil tampilan eksterior pada mobil ini tetap memepertahankan gaya klasik khas 300 SEL dengan aksesoris yang otentik plus sejumlah torehan aksen patina pada panel body. Nah, ini juga ciri khas Icon. 

Sistem pengereman menggunakan cakram dan kaliper rem high performance lansiran Brembo tersembunyi di balik velg monoblock billet aluminium yang tercelup di rongga fender.

Tampilan interior juga tak luput dari sentuhan Ward yang perfeksionis. Kemasan pada kabin Mercedes-Benz 300 SEL ini tetap memadukan panel kayu dan balutan kulit bergaya semi klasik. Instalasi sistem audio pun dibuat tersembunyi agar tidak merusak estetika interior.

Jadi, bagi yang berminat dengan modifikasi mobil yang seperti ini, workshop Icon di California mematok harga mulai dari $450.000 atau setara Rp 7 milyar! Hmm…mahal.

Mercedes-Benz 300SEL

Mengenai 300 SEL sendiri, mobil juga aslinya bukan mobil sembarangan. Ini adalah hasil karya iseng engineer Mercedes-Benz bernama Erich Waxenberger. Karya sambilan ini disetujui oleh bosnya, Rudolf Uhlenhaut. Nanti kami buatkan cerita siapa itu Uhlenhaut.

Prinsip desainnya sederhana, bikin sedan mewah yang kencang menggunakan mesin M100 V8 yang diambil dari Mercedes 600. Terserah mobilnya akan laku atau tidak. Jaman itu memang engineer lebih berkuasa dibanding akuntan. Makanya banyak mobil hebat. 

Jadilah 300 SEL sebagai sedan saloon tercepat pertama di dunia. Salah satu kelebihan adalah kemampuannya untuk menjelajah di kecepatan 200 km/jam di Autobahn, dengan nyaman. Meski diisi oleh lima orang dewasa.  

Kemudian dibawa balap. Proses tuning dilakukan oleh bengkel yang isinya dua orang mantan engineer Mercedes-Benz bernama Hans Werner Aufrecht and Erhard Melcher. Sukses. Nama 300 SEL dan tuner-nya melambung. Nama kedua orang tadi jadi acuan para modifikator mesin. Khususnya Mercedes-Benz. Sekarang tukang oprek itu dikenal sebagai Aufrecht Melcher Großaspach. Disingkat AMG.  

Mercedes-Maybach Indonesia

Mercedes-Maybach Resmi Diperkenalkan di Indonesia

Memang, Mercedes-Maybach sudah dijual resmi oleh Mercedes-Benz Distribution Indonesia (MBDI) sejak beberapa tahun belakangn, namun mereka tidak pernah mengumumkan secara resmi. Dan hari ini (26/10/2022) pabrikan Jerman ini mengumumkan kalau nama Maybach hadir dalam jajaran produk mereka.

Choi Duk Jun, President Director PT Mercedes-Benz Distribution Indonesia menjelaskan, “PT Mercedes-Benz Distribution Indonesia hari ini dengan bangga memperkenalkan dua model Mercedes-Maybach terbaru, yaitu the new Mercedes-Maybach GLS dan Mercedes-Maybach S-Class. Mercedes-Maybach adalah lini termewah dan paling eksklusif dari Mercedes-Benz yang hadir sejak tahun 2015 secara global dan di Indonesia.”

Produknya ada dua, SUV Maybach GLS 600 dan Maybach S-Class dalam format S580. Karena ini Maybach, tidak perlu terkejut kalau harganya Rp 6,520 milyar untuk GLS dan Rp 5,905 milyar untuk Maybach S-Class. Itu harga off the road. Ingat, off the road.

Harga itu tentunya diiringi dengan segala macam kemewahan tingkat tinggi. Katanya, mengedepankan tiga pilar utama yaitu craftsmanship, innovation dan comfort. Dilihat langsung, memang itu benar adanya. Bayangkan sebuah S-Class kemudian naikan kemewahan dan teknologi kenyamanannya satu atau dua tingkat. Nah, itulah Maybach.

Soal kemewahan memang ambisi pendiri Maybach, Wilhelm dan Karl Maybach. “Mereka mendirikan fondasi bagi Mercedes-Maybach untuk menjadi brand otomotif paling unik dan eksklusif. Model Mercedes-Maybach yang pertama diluncurkan merupakan Mercedes-Maybach S-Class yang hingga saat ini telah terjual lebih dari 60.000 unit di seluruh dunia,” tegas Choi Duk Jun

Tiga Pilar Utama

Craftmanship atau keterampilan tangan dikedepankan karena mobil-mobil Maybach lebih banyak dibuat oleh tangan manusia. Ada 400 orang yang khusus mengerjakannya di pabrik Mercedes-Benz. Selain itu, karena ini mobil mahal, yang beli dimungkinkan untuk mempersonalisasikan mobilnya. Bisa pilih warna ekterior atau kabin dari deretan opsi yang tersedia, pilih pelek, kunci dan sebagainya.

Inovasi adalah satu hal yang membedakan the new Mercedes-Maybach dengan kendaraan lainnya. Paling tidak dengan Mercedes-Benz biasa. Deretan Mercedes-Maybach dilengkapi dengan inovasi terkini seperti First Class Rear Compartment, speaker Burmeister 3D dan 4D, ini mahal sekali. Lalu ada juga sistem multimedia MBUX High-End Rear Seat Entertainment dengan MBUX Interior Assistant. Dari segi keamanan, the new Mercedes-Maybach dilengkapi dengan Driving Assistance Package khas pabrikan Jerman itu, Digital Light dan fungsi Pre-Safe.

Soal Comfort, The new Mercedes-Maybach memiliki kenyamanan yang luar biasa. Kami coba duduk di dalamnya, dan malas untuk keluar lagi. Itu mobil sedang diam, belum dicoba sambil berjalan. Tapi mobil-mobil ini dibekali fitur E-Active Body Control. Tidak akan oleng saat bermanuver sekaligus akan terasa sangat halus saat melewati kondisi jalan tidak rata.

Power closing door dan electric sunblind (tirai) yang terintegrasi dengan sistem MBUX memudahkan penumpang saat membuka dan menutup pintu dan sunblind. Kedua model the new Mercedes-Maybach GLS dan Mercedes-Maybach S-Class juga memiliki ruang belakang yang luas. Kaki dengan leluasa bergerak. Tentunya, ada juga fitur active road noise compensation yang memberikan kesunyian saat berada di dalam mobil ini, bebas dari gangguan suara-suara dari luar.

Detail setiap model yang baru diluncurkan akan kami uraikan di artikel berikutnya. Tunggu saja.

Brabus Masterpiece

Brabus 600 Masterpiece, Definisi Baru Mewah dan Performa

Brabus lahirkan 600 Masterpiece, versi gila Maybach S 580.

Tuner spesialis mobil Mercedes-Benz, Brabus kembali menampilkan hasil sentuhan terbaru mereka, Brabus 600 Masterpiece yang berbasis Mercedes-Maybach S 580 4Matic.

Pada area eksterior, Brabus mengimbuhkan aksen bernuansa serat karbon yang meliputi saluran air intake bumper depan, splitter serta diffuser bumper belakang.

Garnish chrome berkilau spek pabrikan diganti dengan panel garnish Shadow Chrome yang bernuansa lebih gelap. Sebagai penanda, pada masing-masing fender depan dan pilar-D tersemat emblem “Brabus Masterpiece”.

Sebagai penopang body, velg standar pun diganti dengan satu set velg BRABUS Monoblock M “Platinum Edition” 22-inci berwarna Shadow Gray yang dibalut ban high performance.

Penggunaan velg berukuran besar pun diimbangi dengan setting ulang suspensi via modul Brabus SportXtra. Perangkat adjustable air suspension standar disetup ulang sehingga jarak pijakan kini menjadi lebih rendah 20 mm (0,8 inci).

Interior Brabus 600 Masterpiece 

Rasanya kurang lengkap jika area interior tak mendapat sentuhan. Area kabin hanya sedikit dikemas ulang dengan balutan kulit bernuansa Turquoise Blue berpola jahitan “Seashell Diamond” khas Brabus.

Tak hanya pada eksterior, aksen serat karbon pun disematkan pada area kabin mulai dari dasbor, konsol tengah hingga panel door trim.

Pada sektor performa, mobil ini diimbuhi software manajemen mesin racikan Brabus. Output tenaga mesin 4.0-liter twin-turbo V8 yang diusung meningkat 105 hp menjadi 591 hp. Torsi maksimum pun terdongkrak dari 700 Nm menjadi 800 Nm.

Berbekal sistem penggerak AWD yang dipadukan dengan transmisi automatic 9-speed, Brabus-Maybach 600 Masterpiece hanya butuh 4,5 detik untuk mencapai angka 100 km/jam, terkoreksi 0,3 detik lebih gesit dari Maybach S580 4Matic. Untuk kecepatan maksimum, dibatasi secara elektronik mentok di 250 km/jam, sesuai spek pabrikan.

Jika Mercedes-Maybach S 580 4Matic model 2022 dibanderol mulai dari $111.100, maka anda harus merogoh kocek lebih dalam untuk sebuah Brabus-Maybach 600 Masterpiece ini. Ya, Brabus mematok harga ‘dasar’ di angka €342.617 atau setara $330.068.

Hmmm…bagaimana, Anda berminat?