Neta X 2024

Neta X, Impresi Pertama Sepertinya Menggugah

Saat menjajal Neta V-II dari Jakarta menuju Bandung beberapa hari silam, ternyata kami mendapat sedikit kejutan. Sebab Neta Auto Indonesia memperlihatkan sosok Neta X, yang sejatinya bakal hadir di Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2024.

Layaknya ungkapan ‘kesan pertama memang menggoda’, kehadiran Neta X untuk pasar Indonesia sepertinya menjanjikan. Apalagi posturnya berbentuk Sport Utility Vehicle (SUV), yang mana jenis bodi ini yang masih ‘menjual’ buat banyak konsumen Tanah Air.

SUV ini memiliki dimensi panjang 4.619 mm, lebar 1.860 mm, dan tinggi 1.628 mm. Jadi Neta X hadir sebagai jawaban bagi para konsumen yang menginginkan mobil listrik, dengan teknologi tinggi dan kenyamanan untuk perjalanan sehari-hari.

Tak hanya disematkan fitur smart driving ADAS, Neta X juga dilengkapi dengan fitur V2L. Ditambah lagi kabin yang nyaman yang menjadikan pengalaman berkendara yang premium. Mobil ini juga dilengkapi dengan Smart Connected Cockpit yang menghadirkan teknologi terkini untuk kenyamanan dan keselamatan dalam berkendara.

Dari segi performa, tersedia tenaga 120 kW (setara 161 hp) dan torsi 210 Nm. Sedangkan kapasitas baterainya ialah 63.56 kWh, yang mampu menempuh jarak hingga 480 km dalam sekali pengisian daya. Anda jadi penasaran? Sama, kami juga…

Suzuki Jimny Horizon, Tanda Berakhir Peredaran Jimny di Jerman?

Ada kabar gembira bagi para penyuka Suzuki Jimny di Jerman. Sebuah model edisi terbatas baru saja diluncurkan, Jimny Horizon. Hanya saja, mobil ini sekaligus jadi penanda bakal berakhirnya peredaran Jimny bermesin bensin di negara tersebut. Karena basis yang digunakan adalah Jimny versi standar, merombak tampilan dan memasang aksesoris pun jadi lebih mudah.

Tampilan Bergaya Retro

Grille model kawat kasa dengan emblem tulisan Suzuki di bagian tengah mirip grille Suzuki Jimny ‘Jangkrik’. Bumper depan dan over fender tampil senada dengan warna hitam. Di bawah bumper depan terpasang skid plate warna aluminium yang serasi dengan side skirt di bawah dek pintu.

Agar kian kental dengan gaya retro, pada ruang roda terpasang mud flap penahan cipratan lumpur. Cover ban serep di belakang pun bertuliskan Suzuki plud logo huruf “S” yang khas. Tampilan ala retro pada eksterior Jimny Horizon kian lengkap dengan pelek stainless-steel model ‘kaleng’ yang dibalur warna hitam doff.

Untuk warna eksterior hanya ada satu pilihan yakni Medium Grey. Pada tepi bodi diimbuhi decal sticker berupa garis warna hitam. Pada pintu terpampang stiker hitam tulisan Jimny. Sebagai penanda edisi spesial, pada sisi atas fender depan kiri dan kanan terpasang emblem Horizon.

Sebagai aksesoris tambahan, di buritan terdapat hook gandengan trailer yang bisa dilepas. Jimny Horizon bisa membawa gandengan anhang jika ingin memuat kargo barang lebih banyak maupun perlengkapan camping.

Harga Terjangkau

Uniknya, hanya tersedia dua jok di kabin depan Jimny Horizon. Tak ada jok belakang. Karena lantai kabin belakang rata, maka volume kargo pun kian besar yakni 863 liter. Antara kabin depan dan belakang dibatasi jaring pengaman kargo. Nah, cocok bagi yang suka berpetualang.

Tak ada ubahan sama sekali pada isi di balik bonnet. Masih dengan mesin bensin empat silinder 1,5 liter bertenaga 101 hp dengan torsi 130 Nm. Transmisi hanya tersedia versi manual 6-speed, dengan sistem penggerak four wheel drive.

Karena regulasi emisi yang ketat, Suzuki Jimny di Eropa dan Inggris sejak tahun 2021 ‘terpaksa’ masuk kategori kendaraan niaga ringan. Maka tak heran jika Jimny versi Eropa sedikit beda dari negara lainnya. Tak perlu takut kehabisan, karena tersedia 900 unit Jimny Horizon. Namun, hanya ada di dealer Suzuki tertentu, itu pun cuma di Jerman.

Soal harga pun tak terlampau mahal, mulai dari €32.340 atau kisaran Rp 565,9 jutaan. Hanya beda tipis dari Jimny spek standar di Jerman yang dibanderol mulai dari €29.490 atau setara Rp 516 jutaan.

Perihal kapan bakal muncul Jimny versi EV, Suzuki saat ini masih terus melakukan tahap uji dan pengembangan. Mudah-mudahan sudah siap produksi sebelum tahun 2030.

 

Chery Tiggo 8 laris dipesan di Indonesia

Chery Tiggo 8, Entry Level Tapi Diklaim Tetap Mumpuni

Beberapa hari sebelum Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2024, Chery memperkenalkan model terbaru dari line-up Tiggo, yaitu Chery Tiggo 8, hari ini (08/07/2024).

Sport Utility Vehicle (SUV) tujuh penumpang ini dipposisikan di bawah Tiggo 8 Pro, namun tetap mencoba untuk hadir sebagai kendaraan berkabin luas dan nyaman. Aspek tersebut dipadu dengan mesin yang bertenaga, dan fitur keselamatan yang lengkap.

Chery Tiggo 8 merupakan SUV inovatif yang mengusung konsep Real Luxury Urban SUV. Konsep ini diklaim merupakan perpaduan sempurna antara performa, kepraktisan, dan kemewahan dalam satu kendaraan.

“Hari ini kami memperkenalkan Tiggo 8 sebagai kendaraan berkonsep Real Luxury Urban SUV. Kami sangat antusias untuk memperlihatkan SUV tujuh penumpang ini, yang menjadi komitmen Chery untuk menghadirkan mobil yang inovatif, serta berkualitas tinggi,” kata Mohamad Ilham Pratama, Head of Marketing PT Chery Sales Indonesia.

Grille Chery Tiggo 8 menampilkan aspek dinamis dan kuat. Lampu depan yang tajam, diiringi serta starlight design grille, memberikan kesan gagah. Sedangkan kabin yang luas dan berkelas, dapat mengakomodir segala kebutuhan penumpangnya. Total volume bagasi mencapai 1.179 liter, sehingga barang bawaan dapat dimuat dengan mudah.

Mesin Lebih Kecil

Untuk sumber tenaga, beda dengan 8 Pro, Tiggo 8 mengusung mesin turbo 1.6 liter T GDI. Tenaganya 182 hp dengan torsi 275 Nm. Dipadukan dengan transmisi DCT 7-speed. 

Tentunya beda dengan mesin Tiggo 8 Pro yang berkapasitas 2,0 liter bertenaga 250 hp. 

Selain performa yang disuguhkan, Chery juga selalu mengutamakan keselamatan pada setiap inovasinya.

Hasilnya sederet fitur keselamatan berstandar tinggi dipasang pada Chery Tiggo 8. Terdiri dari ACC (Adaptive Cruise Control), FCW (Forward Collision Warning), AEB (Automatic Braking System) (Advanced), LDW (Lane Departure Warning), BSD (Blind Spot Detection), RCTA (Rear Cross Traffic Alert), DOW (Door Open Warning), TSR (Traffic Sign Recognition), IHC (intelligent high beam control), serta delapan buah airbag yang tersebar di segala penjuru kabin.

Sayangnya, Chery Indonesia belum mengumumkan berapa harga mobil ini. Tapi melihat posisinya yang berada di bawah Tiggo 8 Pro, harusnya akan lebih murah.

Seluruh keunggulan dan banyak fitur yang dimiliki Chery Tiggo 8 ini, tentu menjadi godaan berat bagi konsumen Indonesia. Sebab ada beberapa fitur yang disematkan oleh Chery pada Tiggo 8, ternyata tidak ada pada model lain, meskipun di kelas yang sama.

Aston Martin Luncurkan SUV DBX707 AMR24 Edition

Pabrikan mobil sport asal Inggris yang terbilang cukup aktif berinovasi mungkin adalah Aston Martin. Terlebih saat ini Aston Martin terjun berlaga di balap Formula 1 (F1), sehingga setiap tahun ada edisi khusus F1. Tahun ini Aston Martin kembali meluncurkan mobil serupa, yakni DBX707 AMR24 Edition. Meskipun mobil balap AMR24 di musim balap F1 tahun 2024 tak sesukses AMR23.

Serupa Tapi Tak Sama

Sepintas agak sulit membedakan antara DBX707 Edition AMR24 ini dengan versi sebelumnya. Tampilan eksterior versi AMR23 dan AMR24 nampak identik.

Warna pilihan eksterior untuk tahun ini diadopsi dari elemen warna pada mobil balap F1 AMR24 Aston Martin. Tersedia nuansa hijau Podium Green, hitam glossy Onyx Black dan putih mengkilap Neutron White.

Untuk kaliper rem tersedia warna hijau khas Aston Martin Racing Green dan AMR Lime. Terlihat kontras dengan velg Fortis 23 inci, dalam pilihan warna kelabu atau Gloss Black.

Ciri khas yang jadi pembeda antara versi 2024 ini dengan model terdahulu ternyata pada kemasan interiornya. Kokpit AMR24 Edition dikemas dengan paket interior Inspire Sport yang tersedia dalam dua pilihan warna.

Untuk kemasan warna hitam Onyx Black dihiasi aksen lis dan jahitan benang warna hijau Lime. Untuk kombinasi warna Onyx Black dan Eifel Green Duotone, dihiasi aksen jahitan warna hijau Lime. Bahkan dudukan ponsel, dihiasi ornamen jahitan benang warna hijau Lime. 

Pada panel dashboard terpampang emblem Aston Martin. Sedangkan pada dek pintu terlihat tulisan ‘AMR24’. Perihal sound system, DBX707 AMR24 dibekali perangkat audio super lansiran Bowers & Wilkins. Perangkat audio ini bahkan dirancang khusus sesuai konstruksi kokpit DBX707!

Mesin Menggelora

Mesin 4.0-liter V8 twin-turbo yang dibopong output tenaganya tetap seliar versi sebelumnya, 697 hp! Melalui transmisi automatic 9-speed berkopling basah mampu melesatkan DBX707 hingga 310 km/jam. Aksi sprint 0-100 km/jam cuma butuh waktu 3,1 detik. 

Para kolektor mobil Aston Martin saat ini sudah bisa memesan DBX707 AMR24 Edition. Saat ini belum disebutkan secara resmi berapa harganya. Mestinya, harga yang ditawarkan lebih dari Rp 4,5 milyaran. 

Review Mobil Bekas: Suzuki Jimny JB43, Langka Dan Makin Mahal

Semua generasi Suzuki Jimny punya penggemarnya masing-masing. Beberapa tahun terakhir, Suzuki Jimny menjadi sorotan bagi banyak car enthusiast, terutama di Indonesia. Uniknya, Suzuki Jimny generasi ketiga dengan kode bodi JB43 ialah yang paling sedikit populasinya di Tanah Air.

Suzuki Jimny JB43 atau dikenal juga sebagai Jimny wide

Beruntung kami sukses ‘menangkap’ satu spesies langka yang ada di Indonesia, yakni Suzuki Jimny Wide alias Jimny generasi ketiga. Ya, sport utility vehicle (SUV) ringkas ini, bentuknya lebih modern dari dua generasi sebelum. Namun, tidak menghilangkan karakter aslinya.

Lahir 1998

Aspek kepraktisannya jauh lebih baik dari generasi sebelumnya. Pembaruan dilakukan oleh Suzuki untuk tetap bisa menaklukkan medan off-road.

Walaupun mulai dipasarkan pada tahun 1998, tapi PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) baru mengimpor Jimny Wide JB43 pada tahun 2017.

Saat itu, harganya Rp 285 juta dan hanya berjumlah 88 unit saja. Oleh karenanya, SUV ini terjual habis untuk menjadi barang koleksi, bukan untuk kerja keras di medan off-road.

Di Indonesia hanya transmisi otomatis

Bodi Suzuki Jimny Wide lebih terkesan dinamis. Bentuk bodi yang disertai lengkungan, menghasilkan tampilan yang lebih modern. Desain lampu yang lebih besar, over fender lebar dengan side body moulding, serta roof rail, menjadi beberapa ciri khas SUV fungsional yang disematkan.

Dimensi tergolong ringkas, dengan panjang 3.675 mm, lebar 1.600 mm, tinggi sekitar 1.700 mm. Wheelbase-nya 2.250 mm.

Mesin yang digunakan Suzuki Jimny Wide JB43 ialah M13A 1.3 liter DOHC bertenaga 83 hp dan torsi 110 Nm.

Penggerak tersebut dipadu dengan transmisi otomatis 4-speed. Transmisi manual 5-speed memang ada, tapi tidak tersedia untuk Indonesia. Aktivasi mode 4WD dapat dilakukan cukup dengan menekan tombol. Terdapat tiga pilihan mode sistem penggerak roda, yaitu 2WD, 4WD dan 4WD-L.

Rasa suspensi lebih baik

Kebetulan unit yang kami pakai ialah buatan tahun 2011 dan versi Inggris yang dipasarkan oleh importir umum.

Ada sedikit perbedaan fitur dengan unit yang dibawa oleh PT SIS. Sebut saja panel instrumen dashboard, setir, headunit audio, handel pintu dalam, material jok, bumper, kap mesin, hingga velg.

Dashboard Jimny wide versi importir umum beda dengan jualan Suzuki Indomobil.

Rasa berkendara Suzuki Jimny Wide memang jauh lebih baik dari Jimny generasi pertama dan kedua. Memang terasa rigid, namun bukan keras ‘gronjalan’. Kami sama sekali tidak komplain dengan performa suspensinya.

Konsol tengah jimny jb43

Suspensi depan dan belakang menggunakan 3-link rigid axle dengan per keong, sehingga ground clearance mencapai kisaran 190 mm. Kombinasi tersebut mampu menghasilkan approach angle 34 derajat, departure angle 46 derajat, serta ramp break over angle 31 derajat.

Harga bekas lebih mahal

Untuk berpindah mode dari 2WD ke 4WD atau sebaliknya, dapat dilakukan saat melaju tidak lebih dari 20 km/jam. Sedangkan akses menuju atau dari 4WD-L, harus dilakukan dengan kondisi mobil berhenti dan transmisi pada posisi netral (N).

Untuk sebuah Suzuki Jimny yang populasinya sedikit di Indonesia, wajar kalau saat ini harganya jadi mahal.

Tahun 2017 harganya Rp 285 jutaan, sekarang jangan kaget kalau sudah melewati Rp 350 juta. Apalagi kalau unit versi importir umum dengan spesifikasi unik, harganya pasti lebih ‘gelap’. Suzuki Jimny memang selalu bikin heran…

Tak Hanya di Kota, Chery Tiggo 5X Mau Diajak Pergi Jauh

PT Chery Sales Indonesia belum lama ini menyatakan secara resmi, bahwa Tiggo 5X akan resmi diluncurkan. Estimasinya ialah di akhir bulan Mei atau awal bulan Juni 2024 ini. Sebagai catatan, Chery Tiggo 5X melakukan debutnya di pameran Indonesia International Motor Show 2024 (IIMS) lalu.

Mobil lima penumpang sudah mulai ditawarkan dengan sistem pre-booking. Harga khusus yang berlaku untuk pre-booking dimulai dari Rp 249 juta untuk varian Classic. Sedangkan untuk varian Champion, dibanderol Rp 279 juta. Selain itu, fitur Chery Tiggo 5X yang lengkap dibandingkan produk sejenis di kelasnya, berpotensi bakal memberikan pengalaman berkendara yang berbeda.

“Kehadiran Chery Tiggo 5X dengan harga yang menarik ini menjadi kesempatan kami untuk menjangkau konsumen yang berbeda dari model-model lainnya,” kata Rifkie Setiawan, Head of Brand Department PT Chery Sales Indonesia. Penjelasan tersebut menggambarkan bahwa target pasar bagi Chery Tiggo 5X ialah konsumen berusia muda, yang banyak beraktivitas di perkotaan.

Namun, ternyata Chery Tiggo 5X tidak hanya mumpuni untuk penggunaan dalam kota saja. Sebab, hari ini (27/05/2024) kami menggunakan mobil ini untuk melahap perjalanan lebih dari 400 km, dari Jakarta menuju Semarang.

ADAS Paling Lengkap?

Mesin bensin empat silinder 1.5 liter yang punya tenaga 112 hp dan torsi 138 Nm, mampu menghadirkan performa yang halus. Seperti yang kami rasakan selama perjalanan dengan rute tol. Apalagi dipadu transmisi CVT, dengan 9-step ‘virtual gears’.

Karena unit yang kami gunakan ialah varian Champion yang paling lengkap, maka sudah dilengkapi dengan fitur premium. Mulai dari kamera 360 derajat, multi color pada ambient light dan power sunroof. Di bawahnya, ada versi bernama Classic. 

Sedangkan untuk teknologi canggih pendukung hiburan, disematkan layar sentuh berukuran 10.25 inci, instrument cluster digital 7 inci, dan sistem voice assistant.

Mobil ini juga dilengkapi dengan enam airbag dan ADAS (Advanced Driving Assistance Systems) yang diklaim paling lengkap di kelasnya.

Perjalanan kami belum usai, karena masih ada rute seru lain yang masih ingin ditempuh bersama mobil ini. Bagaimana rasanya? Tunggu saja . 

Tapi kalau penasaran sama harga Chery Tiggo 5X, versi Classic adalah Rp 269 juta. Champion harganya Rp 299 juta. Keduanya OTR Jakarta. 

Mitsubishi Luncurkan Dua SUV Elite Edisi Terbatas

PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (PT MMKSI) memperkenalkan varian edisi terbatas untuk dua sport utility vehicle (SUV) unggulannya. Kedua SUV tersebut ialah Mitsubishi Pajero Sport Elite Limited Edition dan Mitsubishi Xpander Cross Elite Limited Edition. Peluncuran model varian terbatas ini merupakan respon yang baik, atas terhadap dua model yang sangat diapresiasi di pasar.

“Melalui peluncuran varian Elite Limited Edition Mitsubishi Pajero Sport dan Mitsubishi Xpander Cross, kami ingin memberikan penyegaran produk serta pilihan yang lebih luas bagi konsumen yang menginginkan model yang lebih tegas, lebih mewah, dan lebih eksklusif dibandingkan dengan model reguler,” kata Atsushi Kurita, President Director PT MMKSI, hari ini (16/05/2024).

Sarat aksesoris eksklusif

Dengan warna two-tone atraktif dan aksesoris eksklusif, MMKSI ‘pede’ bahwa model terbatas ini akan memenuhi keinginan dari konsumen yang menggemari sosok SUV gagah Mitsubishi. Sebab varian ini akan dirilis dengan jumlah terbatas.

Mitsubishi Pajero Sport Elite Limited Edition, dikembangkan dengan basis varian Dakar 4×2, dan hanya ada pilihan warna Quartz White Pearl. Ada penyegaran pada sisi eksterior melalui highlight utama warna two-tone putih dan hitam.

Termasuk beragam aksesoris Elite, mulai dari Black Front Grille, Black Front Under Garnish, Black Headlamp Extension, Black Alloy Wheel, Black Roof, Black Roof Rail, Engine Hood Emblem, Black Shark-Fin Antenna, Black Rear Spoiler, Elite Limited Edition Emblem, Black Rear Under Garnish, dan Exhaust Finisher.

Sedangkan interiornya dilengkapi audio premium. Mitsubishi Pajero Sport Elite Edition hanya dibuat sebanyak 800 unit saja, dengan harga Rp 661,4 juta (on the road Jabodetabek).

Tersedia hanya 800 unit saja

Sedangkan Mitsubishi Xpander Cross Elite Limited Edition, merupakan edisi terbatas yang dikembangkan dari basis varian Premium CVT. Model ini tersedia dalam dua pilihan warna, yaitu Quartz White Pearl, dan Green Bronze. Sisi eksterior hadir melalui highlight utama warna two-tone putih dan hitam.

Beragam aksesoris Elite pun tersebar di sekujur bodi, mulai Black Roof & Pillar, Black Door Mirror, Black Shark Fin Antenna, Engine Hood Emblem, hingga Elite Limited Edition Emblem. Untuk interior juga dilengkapi dengan audio premium yang meningkatkan kenyamanan hiburan dalam kabin kendaraan.

Mitsubishi Xpander Cross Elite Limited Edition dipasarkan di Indonesia hanya sebanyak 800 unit saja. Harganya? Siapkan uang sebesar Rp 361,1 jutaan (on the road Jabodetabek).

BAIC Ramaikan Pasar Indonesia Bersama BJ40 Plus dan X55-II

BAIC menjadi salah satu merk kendaraan bermotor yang berada dibawah naungan Beijing Automotive Group Co., Ltd., dan hingga saat ini merupakan produsen kendaraan bermotor terbesar kelima di Cina. Hari ini menjadi momen yang penting bagi BAIC, khususnya di Indonesia, sebab untuk pertama kalinya hadir di Indonesia dengan membawa dua produk unggulannya sekaligus.

Pengalaman lebih dari setengah abad

Berbekal pengalaman membuat kendaraan sejak tahun 1958, BAIC memiliki beberapa merek lain yang juga di ekspor ke negara-negara besar lain di segala penjuru dunia. Tak ketinggalan, perusahaan ini memiliki kerjasama yang erat dengan berbagai produsen otomotif di seluruh dunia.

“Hari ini, dengan bangga kami akan menampilkan dua produk andalan BAIC untuk pertama kalinya di Indonesia. Sekaligus dilakukan penandatanganan beberapa investor, yang sepakat untuk segera membangun jaringan dealer BAIC di sejumlah wilayah di Indonesia,” kata Dhani Yahya, Chief Operating Officer PT JIO Distribusi Indonesia (JDI).

Bawa langsung dua SUV andalan

Brand otomotif yang bermarkas di kota Beijing, Cina, ini menampilkan sport utility vehicle (SUV) BJ40 Plus dan X55-II. BAIC meyakini bahwa pasar Indonesia masih menggemari kendaraan SUV. Meski begitu, kedua SUV medium tersebut menyasar dua macam konsumen yang berbeda. Keduanya memiliki performa khas kendaraan Eropa, yang dibekali dengan teknologi modern.

Untuk pasar Indonesia, BAIC BJ40 Plus dihadirkan dengan satu pilihan mesin, yakni mesin bensin empat silinder, 2.0 liter DOHC dengan turbocharger. Mesin ini mampu menelurkan tenaga sebesar 221 hp dan torsi maksimum 380 Nm. Transmisi otomatis 8-speed buatan ZF Friedrichshafen dipadu dengan electronic transfer case dan centre differential lock dari Borg-Warner. Rencananya SUV ini akan dipasarkan dengan harga Rp 800 jutaan.

Selanjutnya ialah BAIC X55-II yang merupakan SUV medium penggerak roda depan (FWD). Mesinnya bernama Magic Core, berkonfigurasi empat silinder, 1.5 liter DOHC dengan turbocharger. Mesin ini merupakan hasil kolaborasi dengan Meta GmbH dari Jerman. Dipadukan dengan transmisi dual clutch (DCT) 7-speed. BAIC X55-II memiliki output 185 hp dan torsi 305 Nm. Akselerasi dari 0 hingga 100 km/jam cukup 7,8 detik saja. Estimasi harganya berkisar di angka Rp 400 jutaan.

Hyundai Palisade 2.2 D Signature AWD, Nyamannya Bikin Nagih

Momen libur Hari Raya Idul Fitri tahun ini waktunya cukup panjang. Jadi kami pun memanfaatkannya untuk melakukan sesi #PerjalananMotomobiMudikKemana. Kami mudik sambil jalan-jalan. Mobilnya? Sebuah SUV terbaru Hyundai yang bikin penasaran para penyuka mobil 7-seater: New Palisade 2.2 D Signature AWD AT. Ya, ini mobil SUV bermesin diesel dengan sistem penggerak AWD (all-wheel drive).

Tampilan American Style

Tatapan mata para pemudik ehm.. pengendara selama perjalanan terutama saat melaju perlahan ketika kami terjebak kemacetan di jalan tol tertuju pada Palisade. Mungkin mereka heran dan penasaran. Dari depan mirip Hyundai Creta, tapi bodinya kok bongsor…?

Nama dan gaya tampilan Palisade memang sesuai… sangat American style. Tak hanya bodi saja yang bongsor. Grille yang besar membuat wajahnya terlihat garang seperti SUV yang banyak beredar di Amerika.

Palisade yang kami bawa merupakan versi facelift. Hyundai memperbarui tampilan wajah Palisade dengan Parametric Shield dan Parametric Hidden-Type DRL yang mengintegrasikan grille serta lampu depan.

Lounge On Wheels

Bodinya yang cukup bongsor memang terbukti mampu membawa tujuh orang plus barang bawaan yang lumayan banyak. Kabin mobil ini dirancang sesuai ergonomi postur tubuh konsumen AS dan Eropa yang rata-rata tinggi besar. Jadi kabin tetap terasa lapang meskipun kami bertujuh memiliki postur yang kurang lebih. ‘American size’.

Untuk sebuah SUV, interior mobil ini bagai lounge berjalan. Tak hanya sebatas jok model Captain Seat di baris kedua. Jok kulit yang lembut pada baris belakang pun sangat empuk dan nyaman. Jok baris pertama dan kedua pun dilengkapi dengan penghangat. Persis seperti di spa.

Kemasan interior pun terlihat mewah dan berkelas. Plafon, door trim, dasbor dan setir yang bernuansa kelabu nampak kontras dengan jok berkelir merah maroon.

Panoramic sunroof? Tentu saja ada. Bahkan tak hanya satu, tapi ada dua yakni pada kabin baris depan dan belakang.

Tujuan pertama perjalanan kami yakni dari Jakarta menuju kota Bandung. Saat masuk tol MBZ, lalu lintas sudah dipadati oleh para pemudik dan pelancong dengan beraneka jenis mobil…dan bus.

Kegerahan saat macet? Tentu tidak, karena mobil ini dilengkapi ventilasi AC yang melebar di sepanjang dashboard dan juga blower AC di kabin belakang. Ditambah lagi dengan fitur automatic climate control, sehingga kabin tetap sejuk dan nyaman.

Fitur multimedia infotaintment terpadu tersaji pada layar touchscreen berukuran 12,3 inci pada dashboard. Pengaturan fitur pada layar pun cukup mudah. Nah, yang paling kami sukai adalah sistem audionya. Infinity Premium Audio dengan 12 speaker. Kualitas suaranya tak perlu diragukan. Kenyamanan kabin mobil ini bahkan membuat kami tak terasa kalau sudah sampai di Bandung hanya dalam waktu 3 jam. Cukup cepat untuk kondisi lalu lintas padat musim liburan.

Mesin Diesel Tetap Nikmat

Di antara mobil sejenisnya yang sebagian besar dibekali mesin hybrid yang kini tengah trend, Hyundai tetap percaya pada mesin diesel.

New Hyundai Palisade dibekali mesin diesel 4-silinder 2,2-liter CRDI e-VGT (electronic Variable Geometry Turbocharger) dengan transmisi automatic 8-speed.

Tenaga maksimum sebesar 197 hp dicapai pada 3.800 rpm. Tenaga putaran tengah memang ciri khas mesin diesel Hyundai. Sedangkan torsi puncaknya yang sebesar 440 Nm bermain di putaran bawah yakni kisaran 1.750 – 2.750 rpm. Jadi tak heran jika mobil ini cukup gesit meski berpenggerak AWD (all-wheel drive) yang membagi torsi dan tenaga ke seluruh poros roda. Soal respon tenaga hanya sedikit lebih lamban dari Palisade versi 4×2.

Untuk mengakomodir gaya mengemudi yang beragam, Palisade dibekali mode berkendara atau Drive Mode: Eco, Comfort, Smart, dan Sport.

Saat berkendara di tol maupun seputar kota Bandung yang padat merayap, kami coba pakai mode Eco. Mode berkendara yang satu ini terintegrasi dengan fitur Engine Start/Stop, sehingga konsumsi BBM tetap irit walau terjebak kemacetan cukup lama.

Hanya ada sedikit hal yang bikin kami penasaran. Saat melaju pada kecepatan rendah, terasa sedikit getaran pada area kolong dek sasis. Hal ini entah disebabkan oleh getaran kopel yang merambat ke lantai kabin via sasis monokoknya, atau ada penyebab lain seperti lapisan peredam dek kabin yang kurang tebal. Saat melaju di atas kecepatan 60 km/jam, getaran tidak terasa.

Bodi Bongsor Tapi Tetap Gesit

Setelah puas berkeliling kota Bandung, kami pun lanjut menuju Semarang. Saat masuk ruas tol Cisumdawu (Cileunyi-Sumedang-Dawuan) kami coba pakai mode Comfort karena lalu lintas terbilang ramai lancar. Laju berkendara tak terlalu ngegas, tapi justru mode Comfort menyuguhkan setting suspensi yang nyaman sesuai namanya. Redaman suspensi terasa empuk layaknya mobil mewah buatan Eropa.

Kami masuk tol Palikanci (Palimanan-Kanci). Saatnya kita ‘keluar main’. Mode Sport kami aktifkan di ruas tol yang lengang dan memiliki spot tikungan melebar. Handling kemudi cukup presisi. Redaman suspensi pun mampu mengimbangi aksi manuver dan melahap tikungan. Respons performa benar-benar kami rasakan. Ini mobil diesel tapi gesit diajak bermain.

979 km Dalam Kondisi Tangki Full Tank

Karena bodinya yang bongsor, gejala limbung tetap ada walau sedikit. Setidaknya dapat diimbangi oleh redaman suspensi serta sistem penggerak AWD yang membagi torsi serta traksi ke seluruh roda secara berimbang.

Tak terasa kami sudah sampai di tol Pejagan dan perjalanan berlanjut menuju Semarang via kota Pemalang. Lalu lintas mulai ramai, jadi kami coba pakai mode Smart. Mode berkendara yang satu ini merupakan hasil kombinasi gaya mengemudi yang terekam dengan mengintegrasikan beragam fitur bantu berkendara yang ada.

Perjalanan Motomobi Mudik Kemana yang kami tempuh totalnya sekira 1000 km dari Jakarta-Bandung-Semarang hingga kembali ke Jakarta. Konsumsi BBM mobil ini tak terlalu boros dengan kombinasi tol/dalam kota rata-rata sekira 13.8 km/liter. Tak perlu khawatir kehabisan BBM saat bepergian ke luar kota. Kapasitas tangki BBM nya cukup besar yakni 71 liter. Dengan konsumsi BBM rata-rata 13,8 km/liter, Hyundai Palisade dapat menempuh jarak hingga sekira 979 km dalam kondisi tangki full tank. Isi tangki BBM masih sisa lebih dari separuh jika hanya menempuh perjalanan Jakarta-Semarang yang sejauh 450an km.

 

Secara keseluruhan, kami suka dengan performa mesin dieselnya yang responsif, serta handlingnya yang gesit dan presisi. Kinerja suspensi pun tetap mampu memberi rasa nyaman meskipun melintasi jalan yang kurang mulus.

Jika ditanya mengapa harga varian termahalnya mencapai Rp 1,044 milyar? Bukan lantaran kemasannya saja yang terbilang mewah. Fitur berkendara yang dibekalkan sangat lengkap.

Mulai dari sensor dan kamera parkir plus kamera 360°, Hill-Start Assist Control, Downhill Assist Control, hingga fitur keselamatan berkendara terpadu ADAS (Advanced Driver Assistance Systems) canggih Hyundai SmartSense. Ditambah lagi dengan fitur terpadu Hyundai Bluelink yang terkoneksi dengan ponsel pintar. Ini adalah SUV yang tak sekadar tampil mewah, tapi juga sarat teknologi tinggi. Tak kalah dari SUV sejenis buatan brand asal Eropa yang harganya jauh lebih mahal.

#PerjalananMotomobiMudikKemana

Citroën C3 Aircross Suguhkan Kenyamanan Khas Prancis

Citroën Indonesia memenuhi komitmennya untuk menghadirkan C3 Aircross untuk pasar Tanah Air. Pertama kali tampil pada ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) pada tahun lalu, Citroën C3 Aircross secara resmi diluncurkan pada 23 April 2024.

Kehadiran Citroën C3 Aircross ini tentu untuk mengakomodir kebutuhan banyak konsumen Indonesia yang masih ‘ngefans’ dengan Sport Utility Vehicle (SUV) tujuh penumpang. Tentu saja dihadirkan dengan paduan desain yang atraktif, punya teknologi mumpuni, dan tidak melupakan aspek kenyamanan berkendara khas mobil Prancis.

“Citroën C3 Aircross SUV hadir untuk memenuhi kebutuhan keluarga Indonesia dengan menawarkan kenyamanan dan performa terbaik di kelasnya. Kami yakin masyarakat luas akan menyambut kehadiran produk ini dengan antusias,” ujar Tan Kim Piauw, Chief Executive Officer Citroën Indonesia.

Penampilan eksterior yang gagah dan agresif, disertai dengan interior yang nyaman dan lapang, termasuk yang berada di bangku baris ketiga. Dengan fitur keselamatan berkendara berupa anti-lock braking system, electronic brakeforce distribution, dan electronic stability program, membuat perjalanan semakin tenang.

Mengusung mesin tiga silinder 1.2 liter dengan turbocharger, tenaga yang dihasilkan ialah 108 hp pada putaran 5500 rpm dan torsi puncak 205 Nm yang tersedia mulai putaran 1750 rpm. Mesin PureTech 110 tersebut dipadu dengan transmisi otomatis 6-speed dan memiliki fitur manual gear selector.

Citroën C3 Aircross dipasarkan dengan harga mulai dari Rp 289,9 juta dan hadir dalam 10 pilihan warna atraktif. Sedangkan untuk pilihan warna dual tone, dikenakan biaya tambahan sebesar Rp 5 juta.

Citroën memberikan garansi standar tiga tahun atau 100 ribu km (mana yang tercapai lebih dahulu). Tak ketinggalan layanan purna jual yang mencakup layanan servis gratis selama empat tahun atau 50 ribu kilometer.

XForce Varian Baru

Mungkinkah Bakal Ada Mitusbishi XForce Varian Baru?

Mitsubishi XForce menjadi salah satu produk Sport Utility Vehicle (SUV) yang belum lama ini dihadirkan di pasar Indonesia. Rancang bangun dan fitur bberkendara mobil yang bergaya semi futuristik ini telah disesuaikan dengan kondisi iklim dan geografis negara kawasan ASEAN, termasuk Indonesia. Namun belum apa-apa, sudah ada dugaan mau ada varian baru. Apa benar?

Jumlah pemesanan Mitusbishi XForce yang diperoleh PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI), saat dipamerkan di ajang Indonesia International Motor Show (IIMS) 2024 silam, juga tergolong positif. 

Ada dugaan bakal ada XForce varian baru

Sempat muncul pertanyaan mengapa Mitsubishi XForce tak dilengkapi sunroof atau panoramic roof. Demikian pula sejumlah fitur keselamatan dan bantu berkendara ADAS yang belum terdapat pada XForce. “Belum dibekali fitur ADAS secara lengkap, bukan berarti tidak ada sama sekali,” jelas Yoshio Igarashi, Direktur Sales and Marketing Division MMKSI.

Mitsubishi XForce yang dipasarkan di Indonesia sebenarnya telah dibekali dengan sejumlah fitur ADAS, seperti: Active Stability Control, Hill Start Assist, Blind Spot Warning, serta Rear Cross Traffic Alert, dan Tire Pressure Monitoring System. Sederet fitur berkendara di atas merupakan yang paling umum dan digunakan pada model mobil keluaran terbaru di pasaran saat ini.

Berbeda dengan XForce yang beredar di Vietnam, daftar fitur ADAS yang dibekalkan jauh lebih lengkap. Fitur ADAS Smart Automatic Throttle, Forward Collision Warning and Mitigation, Adaptive Headlights, dan Front Vehicle Departure Warning terdapat pada XForce spesifikasi Vietnam.

Sedangkan keempat fitur ADAS tersebut sama sekali tidak ditemukan di Mitsubishi XForce versi Indonesia. Mengapa bisa berbeda?

“Untuk daftar fitur berkendara ADAS yang jauh lebih lengkap, tentu akan disesuaikan dengan kebutuhan serta kebiasaan berkendara dari para konsumen. Namun pemutakhiran fitur berkendara akan terus dilakukan secara bertahap,” tukasnya.

Selain itu, varian hybrid dari XForce saat ini masih sedang dikaji pihak R&D Mitsubishi Motors. Apakah hal tersebut jadi pertanda bakal muncul XForce varian baru? Atau justru bakal muncul varian hybrid yakni XForce HEV? Mungkin semua akan terjawab pada event GIIAS 2024 mendatang…

BAIC ‘Salaman’ Dengan JDI, Bukti Siap Jualan di Indonesia

Seperti yang sempat santer di awal bulan Maret 2024, ada satu brand baru asal China yang siap berbisnis di Indonesia, yakni BAIC. Beijing Automotive Group Co., Ltd. membawa BAIC, melalui kesepakatan bersama PT JIO Distribusi Indonesia (JDI).

Oleh karenanya, pengesahan pun dilakukan pada 28 Maret 2024, dan menandai secara resmi penjualan kendaraan bermotor roda empat dengan merk BAIC akan segera dilakukan di Tanah Air.

Pengalaman lebih dari setengah abad

Beijing Automotive Group Co., Ltd. sendiri bukan perusahaan ‘kemarin sore’, sebab sudah beroperasi sejak tahun 1958. Sesuai namanya, perusahaan ini bermarkas di kota Beijing, China.

Beijing Automotive Group Co., Ltd. juga memiliki beberapa brand lain yang dijual di pasar dalam negeri China, maupun diekspor ke negara-negara lain di dunia. Perusahaan ini juga memiliki kerjasama yang erat dengan sejumlah produsen otomotif global.

Dalam acara penandatangan kesepakatan ini, juga hadir Yang Nanhua sebagai Executive Director dan Chief Executive Officer BAIC International. Termasuk sejumlah pimpinan dan petinggi dari JHL Group, sebagai payung dari JDI.

Bawa dua model SUV unggulan 

“JDI sangat bangga telah mendapatkan kepercayaan untuk memasarkan merk BAIC di Indonesia. Ini menjadi bukti kerja keras kami selama delapan bulan terakhir secara non-stop,” sambut Dhani Yahya, Chief Operating Officer PT. JIO Distribusi Indonesia.

Model yang akan dipasarkan di Indonesia, yaitu BAIC BJ-40 Plus dan BAIC X55-II. Kedua model ini akan menyasar segmen Sport Utility Vehicle (SUV).

BAIC BJ-40 PLUS menggunakan mesin bensin empat silinder 2.0 liter turbocharger, bertenaga 221 hp, yang dipadu transmisi otomatis 8-speed buatan ZF. Electronic Transfer Case dan Rear Differential Lock, menggunakan produk Borg-Warner.

Sedangkan untuk BAIC X55-II, merupakan SUV medium berpenggerak roda depan. Ditenagai oleh mesin bensin Magic-Core empat silinder 1.5 liter turbocharger, bertenaga 175 hp, buatan Meta Engineering. BAIC X55-II ini dilengkapi dengan transmisi dual clutch 7-speed.

“Kami tengah melakukan penjajakan untuk segera memulai perakitan lokal atau CKD di Indonesia. Diskusi dengan beberapa mitra yang memiliki fasilitas produksi kendaraan bermotor pun sudah dilakukan,” pungkas Dhani Yahya.

Chery Tiggo 5X, ‘Mainan’ Baru Untuk Perkotaan

Usai diperkenalkan di event Indonesia International Motor Show (IIMS) 2024 lalu, Chery tak ingin menunggu lama untuk menjaring konsumen Tiggo 5X. Pasar Sport Utility Vehicle (SUV) memang masih ‘seru’, apalagi di segmen Compact SUV masih belum banyak pemain.

Hal tersebut sepertinya menggoda PT Chery Sales Indonesia untuk menghadirkan Tiggo 5X. Menurut kami, formula yang digunakan Chery pada Tiggo 5X ini tergolong tidak neko-neko. Tapi Chery tidak begitu saja melupakan sejumlah fitur berkendara yang optimal.

Menjangkau berbagai kelas konsumen

Tiggo 5X menjadi produk Chery untuk lebih menjangkau berbagai kelas konsumen. Jika Tiggo Pro 7 dan Tiggo Pro 8 mengisi kelas premium, maka Tiggo 5X juga mengusung reputasi dari kedua produk tadi, namun dengan dimensi yang lebih ringkas, serta harga yang lebih kompetitif.

Setidaknya, Chery punya target konsumen yang jelas. Konsumen yang disasar ialah kalangan muda perkotaan, tentu saja berkarakter technology-savvy dan dinamis. Lagipula, mayoritas konsumen Compact SUV lebih banyak beraktivitas di perkotaan.

Ada sunroof untuk varian Champion

Chery menerapkan desain yang memadukan aksen klasik dan modern. Hal ini diperlihatkan melalui grille depan berhiaskan berlian, lampu depan LED matriks, dan garis bodi yang tegas. Posturnya juga sedikit tinggi, sehingga memungkinkan untuk melalui jalanan kurang mulus.

Kabinnya tergolong lega untuk lima orang. Hadir teknologi canggih seperti layar sentuh 10.25 inci, instrument cluster digital 7 inci, dan sistem voice assistant. Khusus pada varian Champion, terdapat fitur sunroof.

Potongan harga Rp 20 juta

Urusan keselamatan berkendara, Chery menyematkan enam buah airbag dan fitur ADAS (Advanced Driving Assistance Systems) paling banyak di kelasnya. Sebagai sumber tenaga, Chery memasang mesin bensin empat silinder berkapasitas 1.5 liter, dengan tenaga 112 hp dan torsi 138 Nm. Mesin ini dipadukan dengan transmisi CVT.

Ketika kami menjajal Tiggo 5X ini, Chery sudah membuka pre-booking dengan harga khusus. Untuk varian Classic dijual dengan harga Rp 249 juta. Sedangkan varian Champion, harganya ialah Rp 279 juta. Chery juga menawarkan program cashback sebesar Rp 20 juta. Diharapkan produksinya dimulai pada kuartal kedua tahun 2024.

Upaya Gaet Peminat, Harga Spesial Omoda E5 Diperpanjang

Guna merespon keinginan pasar terhadap Chery Omoda E5, PT Chery Sales Indonesia memperpanjang program harga spesial dan menambahkan fitur untuk melengkapi teknologi yang ada di dalam kendaraan listrik tersebut. Program harga spesial Chery Omoda E5 dengan harga Rp 488,8 juta termasuk PPn 1 persen, kini dapat dinikmati oleh empat ribu konsumen pertama.

Perpanjangan program ini dilakukan melanjutkan program harga spesial fase kedua untuk dua ribu konsumen pertama yang telah terpenuhi pada IIMS 2024 lalu. Chery juga memberikan fitur tambahan pada Omoda E5, yakni Car Link O.

Keputusan Chery untuk memperpanjang program harga spesial Omoda E5 ini disesuaikan dengan data penjualan yang positif. Seiring dengan bertumbuhnya keinginan pasar terhadap mobil listrik, pemesanan Omoda E5 kini sudah mencapai 2.400 unit.

Tercatat sudah ada sekitar 300 unit telah diterima oleh konsumen sejak bulan Februari silam. Chery berencana untuk mencapai angka 1.000 unit, hingga menjelang momen Lebaran.

“Kami menginginkan agar lebih banyak lagi konsumen yang bisa mendapatkan harga spesial. Selain itu, adanya fitur Car Link O semakin memudahkan pengguna dalam pengaktifan fitur. Sepertoi monitoring baterai dan merekam perilaku berkendara,” kata Rifkie Setiawan, Head of Brand Department PT Chery Sales Indonesia.

Dengan fitur Car Link O, pengguna Chery Omoda 5 mengakses semua fitur kendaraannya, hanya dengan menggunakan smartphone mereka. Pengguna dapat melihat berbagai informasi mulai dari Battery Health Care, Chery Safety Care, Smart Charging, Climate Control, dan Driving Behavior Report.

Untuk 4.000 konsumen pertama, termasuk 300 konsumen awal, akan mendapatkan undangan pembaruan fitur Car Link O secara gratis. Selanjutnya, akan ada proses registrasi dari dealer agar mobil tersemat dengan fitur Internet of Vehicle (IoV). Untuk informasi lebih lanjut, konsumen dapat langsung mengunjungi dealer Chery terdekat untuk mendapat informasi terbaru tentang fitur Car Link O.

Bukan Chevrolet Suburban Biasa, Diisi Mesin Speedboat

Era modifikasi kendaraan masih dirasa mudah pada tahun 1990an. Siapa saja yang haus akan output mesin, tidak perlu repot menghitung dan menerka langkah apa yang harus dilakukan. Hal tersebut tercermin dari sosok Chevrolet Suburban 2500 yang menggunakan mesin speedboat berkapasitas monster ini.

Chevrolet Suburban seringkali dianggap sebagai sport utility vehicle (SUV) yang merepresentasikan selera orang Amerika, yang menggemari kendaraan berukuran bongsor. Ya, karena panjang bodinya saja sudah lebih dari 5 meter. Ketika Chevrolet meluncurkan Suburban generasi kedelapan di tahun 1992, perannya sebagai ‘kuda beban’ mulai bergeser menjadi kendaraan keluarga.

Mesin V8 7.4 liter tidak membuatnya bisa berlari kencang

Chevrolet menjejalkan mesin bensin V8 big block 7.4 liter untuk semua unit seri 2500, termasuk Suburban ini. Meski begitu, SUV ini tidak bisa dibilang kencang, sebab bobotnya saja lebih dari 2,8 ton. Lain cerita jika Anda buru-buru mengontak John Lingenfelter, pemilik workshop Lingenfelter Performance Engineering.

Cerita berawal ketika General Motors (GM) diminta oleh pihak pemerintah Arab Saudi di tahun 1994, supaya mengembangkan Chevrolet Suburban berperforma tinggi, untuk kebutuhan kendaraan dinas instansi penegak hukum. Tidak ingin pusing sendirian, GM langsung menghubungi Lingenfelter Performance Engineering. “Solusinya mudah, jejalkan saja mesin monster di balik kap depan,” kata John Lingenfelter.

Bertengger mesin V8 milik speedboat

Sungguh berbeda jika hal ini dilakukan di zaman sekarang, sebab tidak ada perangkat supercharger atau turbocharger yang terlibat. Pilihannya memang tidak main-main. Lingenfelter langsung saja mengganti mesin asli dengan unit V8 Mercury Marine berkapasitas 9.9 liter, yang biasa digunakan untuk speedboat!

Usai mesin masuk, tentu harus ada sederet penyesuaian. Transmisi otomatis harus diperkuat, serta sistem knalpot milik Chevrolet C1500 454 SS pickup. Secara penampilan, Chevrolet Suburban bermesin 9.9 liter ini benar-benar tidak menyiratkan performanya. Padahal SUV bongsor ini bisa sprint hingga 100 km/jam dalam tempo 4,6 detik. Tentu berkat mesin bertenaga 550 hp dan torsi 956 Nm itu. Urusan efisiensi bahan bakar, siapapun pemiliknya harus puas dengan seliter bensin segar untuk jarak tempuh sekitar 3,4 km saja. Mengagumkan!

Tidak Sampai Semalam, Rivian Kebanjiran Order Buat Model R2

Seperti yang telah diprediksi oleh sejumlah pihak sebelumnya, Rivian R2 bakal menarik banyak peminat. Beberapa hari silam, RJ Scaringe, Chief Executive Officer Rivian, mengumumkan bahwa jumlah pemesanan unit R2 sudah melampaui angka 68 ribu. Ia memberikan informasi tersebut melalui akin media sosial X (Twitter). Bagaimana tidak menarik banyak peminat dalam waktu tak sampai semalam saja, sebab booking fee-nya hanya US$100 (sekitar Rp 1,6 juta).

“Kami amat terkejut dengan respons publik atas produk Rivian, yaitu R2, R3, dan R3X. Hanya dalam waktu kurang dari 24 jam, kami telah menerima lebih dari 68 ribu pesanan,” ujar RJ Scaringe. Angka untuk model R2 tersebut memang spektakuler, tapi lain cerita untuk model R3 dan R3X. Karena masih banyak calon konsumen yang menahan pemesannya.

Rivian masih berharap jika nantinya konsumen yang sudah memesan model R2, dapat ‘switching’ ke model R3 jika waktunya memang tepat. Sehingga konsumen produk Rivian pun semakin banyak dan pembagian jumlah model yang dipasarkan pun semakin merata. Dengan booking fee terjangkau itu, belum tentu mencerminkan jumlah unit yang bakal terjual.

Sebab hal serupa juga sempat terjadi pada Ford F-150 Lightning maupun truk fenomenal Tesla Cybertruck. Kedua mobil tersebut sempat memperoleh angka pre-order yang bagus, namun di saat mendekati pelunasan malah ‘mundur teratur’ dan membatalkan pemesanan mereka. Alasan lainnya kemungkinan karena pabrikan tersebut meleset untuk menghadirkan kendaraan sesuai ekspektasi konsumen.

Mobil ini diproyeksikan masuk jalur produksi pada semester pertama tahun 2026 nanti. Banderolnya mulai dari angka US$ 45 ribu (sekitar Rp 702 jutaan). Rivian R2 memiliki opsi single motor, dual motor, dan triple motor. Untuk varian tertinggi, Rivian mengklaim bahwa akselerasi 0-100 km/jam dapat diselesaikan dalam waktu kurang dari tiga detik.

All New Honda HR-V SE, Patut Menjadi Varian Favorit?

Biasanya karakter konsumen kendaraan roda empat di Indonesia, langsung memilih produk dengan varian tertinggi. Dengan catatan memang memiliki kemampuan untuk membeli varian teratas. Tidak terkecuali bagi konsumen Honda yang memilih All New HR-V varian RS sebagai pilihannya. Meski begitu, ada varian lain dari All New HR-V yang patut dipertimbangkan, yakni varian SE.

All New Honda HR-V SE ini ternyata dihadirkan oleh PT Honda Prospect Motor (HPM) untuk mengakomodir keinginan dan selera pasar Tanah Air. Bagaimana tidak? Sebab, pada crossover sport utility vehicle (SUV) ini memiliki fungsionalitas dan sederet kelengkapan yang terbukti efektif bagi konsumen Indonesia.

Sarat garis horizontal

Secara desain fisiknya, All New Honda HR-V SE terlihat serupa dengan varian S dan E. Namun, terlihat amat berbeda jauh dengan varian Turbo RS. Bagian depan varian SE ini terlihat unik, sebab grille berdesain horizontal. Bahkan garis di grille bagian atas seolah mengalir hingga lampu utama. Garis tegas dari kap mesin mengalir melalui sisi bodi hingga lampu belakang.

Bagian atap semakin merebah ke belakang, seperti mobil fastback. Adanya over fender di setiap fender, menambah kesan kekar layaknya SUV berukuran besar. Tak ketinggalan ada side skirt yang berdesain cukup tebal. Di bagian belakang, penampilannya semakin modern dibandingkan HR-V generasi sebelumnya, sebab lampu belakangnya berdesain horizontal.

Kabin dengan rasa sporty

Masuk ke kabinnya, tidak bisa dipungkiri kalau SUV ini tetap memiliki kesan sporty, meski bukan varian Turbo RS. Seperti ada ‘rasa-rasa’ Honda Civic-nya… Atap panoramic memang terlihat oke untuk kebanyakan konsumen Indonesia. Tapi kami pribadi merasa lebih sedap dipasang sliding roof saja…

Untuk bagian depan, kami tidak mengalami masalah dengan aspek kelapangan ruang kepala maupun kaki. Namun, ketika beranjak ke bagian belakang, lain cerita. Ruang kepala agak terbatas, sebab bagian atap yang mulai rendah. Hal ini amat dirasakan jika penumpang memiliki tinggi di atas 174 cm.

Tidak ada turbocharger

All New Honda HR-V SE ini menggunakan unit mesin bensin empat silinder 1.5 liter DOHC berteknologi Earth Dreams i-VTEC. Mesin dengan kode L15ZF tersebut mampu menghadirkan tenaga 119 hp dan torsi maksimal 145 Nm. Memang tidak dilengkapi turbocharger seperti pada varian Turbo RS, namun performa untuk penggunaan dalam kota, kami merasa sudah lebih dari cukup.

Suspensi All New Honda HR-V kami anggap memiliki karakter yang moderat. Tidak kaku, namun tidak terlalu lembut pula. Selain itu, pengendaliannya tergolong sigap, dengan tingkat body roll yang tidak mengganggu proses manuver. Untuk tingkat kekedapan kabin, kami rasa mungkin terasa lebih baik jika tidak ada atap panoramic.

Melaju di tol dengan santai

Ada dua fitur yang kami sukai pada All New Honda HR-V SE, yaitu Adaptive Cruise Control (ACC) dan Lane Keeping Assist System (LKAS). Untuk ACC, kami tidak perlu menginjak pedal gas, karena mobil bakal melaju sesuai dengan kecepatan yang sudah diinginkan. Karena sudah adaptif, maka selalu menyesuaikan kecepatan kendaraan di depan.

Sedangkan untuk LKAS, berfungsi menjaga mobil tetap melaju di jalurnya. Sehingga amat bermanfaat saat melaju di jalan tol. Lagipula LKAS ini baru dapat aktif saat mulai berada di kecepatan 72 km/jam. Dengan begitu banyak hal yang ditawarkan Honda pada All New HR-V SE ini, rasanya wajar jika cukup banyak konsumen Indonesia yang menyukai varian ini. Apalagi harganya belum menyentuh angka Rp 500 juta, tepatnya di Rp 424,6 juta (on the road DKI Jakarta).

Review Isuzu mu-X 4×4, Mesin CC Kecil Tapi Kapabilitasnya Oke

Menyebut nama Isuzu, biasanya langsung terlintas ialah Panther yang legendaris atau truk Elf. Namun, jalan lupa bahwa Isuzu punya produk sport utility vehicle (SUV) yang gagah, yakni mu-X. PT Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI) pertama kali menghadirkan mu-X di Tanah Air pada tahun 2014. Seingat kami PT IAMI rasanya tidak pelit dalam memberikan fitur pada mu-X, tapi sayangnya respons pasar masih ‘adem ayem’ saja…

Kami pun penasaran dengan sosok Isuzu mu-X ini, apalagi yang generasi kini sudah menggunakan mesin turbodiesel baru. Selain itu, fitur dan kenyamanan berkendara yang ditawarkan SUV ini pun dirasa juga oke. PT IAMI juga hanya menghadirkan satu varian, yakni 4×4 bertransmisi otomatis. Lagipula, PT IAMI lebih fokus mendorong Isuzu mu-X menjadi kendaraan operasional bagi perusahaan.

Disiapkan sebagai ‘mobil lapangan’

Dimensi SUV ini memiliki panjang 4.850 mm, lebar 1.870 mm, tinggi 1.815 mm, dan wheelbase 2.855 mm. Sedangkan bobotnya mencapai 2,8 ton. Isuzu mu-X punya cukup banyak ubahan dibandingkan model sebelumnya. Khususnya, pada bagian eksteriornya yang menjadi lebih keren. Karena dipersiapkan untuk ‘mobil lapangan’, maka bannya pun menggunakan tipe M/T.

Di bagian interior, tidak terlalu banyak mengalami ubahan, yang penting tidak mengurangi kenyamanan dan fungsi. Bagi kami, posisi berkendara tergolong cukup mumpuni, sehingga untuk mencari sudut ergonomis pun mudah, meskipun pengaturan joknya masih manual. Untuk setir, memiliki fitur tilt dan telescopic.

Kubikasi mesin tidak terlalu besar

Isuzu mu-X menggunakan mesin turbodiesel empat silinder RZ4E-TC 1,9 liter bertenaga 148 hp dan torsi puncaknya sebesar 350 Nm. Transmisi otomatisnya menggunakan unit AWR6B45-II 6-speed dengan fitur Tiptronic. Sistem penggerak empat roda menganut sistem Shift on The Fly dan dibekali fitur Rough Terrain Mode. Fitur ini berfungsi membaca kondisi permukaan jalan dan akan menyesuaikan output mesin menuju roda.

Meski tampilannya bongsor, kami tak ragu menggunakannya di lalu lintas perkotaan. Respons dari posisi diam hingga kecepatan menengah, kami tidak pernah merasa ‘keteteran’. Namun, jika mau berakselerasi sampai 100 km/jam, maka perlu waktu ekstra.

Harganya kompetitif

Karakter suspensi Isuzu mu-X berada di settingan yang moderat. Tidak terlalu kaku, tapi tidak terlalu lembut juga. Walaupun di kecepatan rendah dan melibas jalanan kurang rata, masih terasa guncangannya. Lain cerita saat kami menggiringnya ke jalan tol, maka kinerja suspensinya terasa lebih mantap.

Kesimpulannya, Isuzu mu-X punya kemampuan yang mumpuni, meski kelengkapannya lebih menonjolkan aspek fungsionalitas. Mesin berkapasitas 1.9 liter, bukan berarti tidak mampu menghasilkan performa yang baik. Untuk penggunaan medan offroad saja cukup, apalagi jika untuk aktivitas di perkotaan. Hanya ada dua pilihan warna, yaitu Splash White dan Onyx Black Mica. Rasanya banderol Rp 599,54 juta terdengar begitu kompetitif…