Seru-seruan Bareng Adora Jakarta Lebaran Fair 2025!

Indomobil Group melalui PT Indomobil E-motor Internasional, menghadirkan Adora di Jakarta Lebaran Fair 2025, yang berlangsung pada 19 Maret hingga 6 April 2025 di JIEXPO Kemayoran, Jakarta. Adora menghadirkan pengalaman interaktif bagi para pengunjung, yang ingin mengenal lebih dekat skuter listrik ini. Termasuk melalui uji coba langsung di area test ride ekstrem.

Salah satu daya tarik utama booth Adora adalah area test ride. Sebab memungkinkan pengunjung merasakan langsung performa skuter listrik ini di berbagai kondisi jalan. Area ini mencakup tantangan tanjakan curam untuk menguji fitur Hill Start Assist serta Traction Control System. Selain itu, area ini juga mensimulasikan ketahanan baterai IP67, yang memastikan perlindungan terhadap debu serta kemampuan bertahan dalam genangan air.

Simulasi ini membuktikan bahwa Adora dapat diandalkan untuk berbagai kondisi lingkungan, baik berdebu maupun basah. Bagi pengunjung yang ingin mencoba pengalaman berkendara yang lebih santai, tersedia juga test ride reguler di lintasan standar. Sebagai bagian dari ekosistem kendaraan listrik nasional, Adora juga telah memenuhi Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) sebesar 46,25 persen.

“Kami ingin mengajak lebih banyak masyarakat untuk merasakan langsung keunggulan Adora. Melalui area test ride ekstrem dan berbagai aktivitas di booth, pengunjung bisa melihat bagaimana Adora menghadirkan pengalaman berkendara yang nyaman, efisien, dan tetap penuh gaya. Kami juga ingin memberikan solusi mobilitas yang hemat biaya dan efisien, sehingga lebih banyak orang dapat beralih ke kendaraan listrik,” jelas Willianto Husada, selaku Presiden Direktur PT Indomobil Emotor Internasional.

“Karena sudah memenuhi standar TKDN, kami berkomitmen untuk terus menghadirkan produk yang inovatif. Serta berkontribusi pada pertumbuhan industri otomotif dalam negeri. Partisipasi kami di Jakarta Lebaran Fair 2025 ini adalah bagian dari upaya tersebut,” imbuh Gerry Kertowidjojo, yang menjabat sebagai Direktur PT Indomobil Emotor Internasional.

Haka Auto Sabet Penghargaan Bergengsi di BYD Dealer Conference

BYD Haka Auto, sebagai grup dealer resmi kendaraan listrik BYD di Indonesia, mencatatkan prestasi membanggakan. Dengan sekaligus meraih enam penghargaan prestisius, di ajang BYD Asia Pacific 2025 Dealer Conference di Shenzhen, China, pada 23 Maret 2025 silam.

Keenam penghargaan tersebut meliputi: Excellent Customer Service Award, Excellent Channel Development Award, Outstanding After-sales Service Award, Top Sales Award, Outstanding Marketing Award, dan Sales Champion Award.

Pencapaian ini menjadi bukti konsistensi BYD Haka Auto dalam banyak aspek. Yaitu memberikan layanan terbaik, membangun jaringan yang kuat, inovasi di bidang pemasaran dan penjualan, serta layanan purna jual. Keberhasilan ini juga mencerminkan kepercayaan pelanggan dan mitra terhadap kualitas produk serta layanan BYD di Indonesia.

“Kami ingin mengucapkan terima kasih atas kepercayaan dan dukungan konsumen setia Haka Auto. Hal ini memotivasi kami untuk terus berkembang, memberikan layanan terbaik,” kata Aswan Amiruddin, General Manager Marketing & Aftersales Haka Auto.

“Penghargaan ini tentu menjadi motivasi kami di Haka Auto untuk terus meningkatkan standar layanan demi kepuasan pelanggan. Kami siap untuk melangkah maju dalam menciptakan masa depan yang lebih bersih, lebih hijau, dan lebih inovatif,” imbuhnya.

Sebagai wujud komitmen untuk terus dan secara berkelanjutan dalam memberikan layanan prima, BYD Haka Auto menghadirkan program Mudik Nyaman Bersama BYD. Yang dilaksanakan serentak di seluruh bengkel resmi Haka Auto di Indonesia mulai 5 Maret hingga 30 April 2025.

Program Mudik Nyaman Bersama BYD menyediakan layanan check-up gratis, dan persiapan kendaraan jelang mudik, untuk memastikan keandalan kendaraan listrik BYD selama perjalanan mudik.

“Program ini sejalan dengan penghargaan Outstanding After-sales Service Award yang kami raih. Kami ingin memastikan setiap pelanggan merasa aman dan nyaman. Tidak hanya dalam penggunaan sehari-hari, tetapi juga dalam momen spesial seperti mudik,” tutup Aswan.

Penjualan Ritel Daihatsu Capai 23 Ribu Unit Hingga Februari 2025

Hingga Februari 2025, penjualan ritel Daihatsu mencapai sebanyak 23.806 unit. Pada saat yang sama, pasar otomotif nasional selama dua bulanan ini catatkan raihan sekitar 133 ribu unit, sehingga market share penjualan ritel Daihatsu ialah sebesar 17,8 persen.

Hingga bulan Februari 2025 ini penjualan mobil Daihatsu didukung oleh tiga model. Mulai dari LCGC MPV Sigra yang menjadi kontributor utama penjualan Daihatsu. Dengan penjualan sebanyak 7.368 unit.  Atau berkontribusi sebesar 31 persen. Disusul mobil komersil Gran Max Pick Up sebanyak 6.547 unit, atau sebesar 28 persen. Serta Terios sejumlah 2.681 unit, atau sekitar 11 persen.

“Kami bersyukur Daihatsu tetap catatkan kinerja positif hingga Februari. Kami berkomitmen untuk memberikan penawaran dan layanan terbaik kepada pelanggan. Khususnya mengambil momentum menjelang Lebaran,” kata Tri Mulyono, Marketing and Customer Relations Division Head PT Astra International Tbk. Daihatsu Sales Operation.

Selama periode menyambut Lebaran, Daihatsu juga tidak lupa berikan beragam promo. Mulai dari program penjualan yang menarik, yakni membeli mobil Daihatsu dalam program DAIFIT (Daihatsu Idul Fitri) pada 1 Februari – 30 April 2025. Pada masa ini Anda berkesempatan mendapat hadiah umroh untuk sembilan orang pemenang yang beruntung.

Daihatsu juga berikan program servis khusus yang dapat dinikmati pelanggan, dengan servis mobil lebih awal. Agar perjalanan mudik atau libur Lebaran dalam merayakan Hari Raya Idul Fitri lebih aman dan nyaman, ada Promo Service THR (Tebar Hemat Ramadhan). Ini berlaku mulai 1 – 20 Maret 2025.

Tak hanya bagi pemilik mobil baru saja. Mereka juga memanjakan pelanggan yang baru memiliki mobil bekas Daihatsu. Mereka yang ingin merawat kendaraannya agar kondisi tetap prima, dapat memanfaatkan promo spesial yang disebut SEHATI (Second Hand Activation).

Untuk informasi, tiga mobil Daihatsu terlaris tersebut dijual dengan harga (terendah, OTR Jakarta) seperti yang tertera di bawah ini. 

Daihatsu Sigra Rp 141.700.000

Daihatsu Gran Max (PU) Rp 163.550.000 

Daihatsu Terios Rp 248.050.000

Mobil Lubricants Hadirkan Promo Jelang Mudik Lebaran

Hari Raya Idul Fitri 1446 H tinggal beberapa pekan lagi. Pemilik kendaraan roda empat (R4) banyak yang sudah mulai bersiap untuk mudik ke kampung halaman. Mobil Lubricants, melalui PT Exxon Mobil Lubricants Indonesia (PT EMLI) menggelar program promo berhadiah yang berlangsung mulai 25 Februari hingga 31 Mei 2025.

Tersedia beragam hadiah menarik untuk setiap pembelian produk pelumas Mobil1 dan Mobil Super All-in-One Protection (Mobil Super AIOP), di Mobil Car Care atau bengkel rekanan Mobil bertanda khusus. Anda bisa membawa pulang tote bag, bantal leher, hingga sunshield pelindung kaca mobil.

Selain mendapatkan hadiah langsung, konsumen pun berkesempatan mengikuti program undian. Hadiah utamanya cukup menggiurkan, yakni Logam Mulia seberat 50 gram, Paket Liburan Domestik Keluarga, dan ponsel Samsung Galaxy S25. Tersedia pula hadiah berupa Logam Mulia seberat 5 gram, bagi puluhan pelanggan yang mengganti pelumas mobilnya dengan produk Mobil1 atau Mobil Super AIOP.

“Program yang diluncurkan jelang Ramadan 1446H ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran para pengguna mobil, akan pentingnya merawat kendaraan. Terutama dalam mempersiapkan kendaraannya untuk kegiatan sehari-hari dan perjalanan mudik lebaran nanti,” papar Rommy Averdy Saat, Market Development General Manager PT ExxonMobil Lubricants Indonesia.

Ingin ikut undian promo Mobil Lubricants? Cukup beli produk Mobil1 atau Mobil Super AIOP, di Mobil Car Care atau bengkel rekanan Mobil bertanda khusus. Scan kode QR pada poster yang terdapat di Mobil Car Care, atau klik tautan yang ada di situs resminya, cloud.konsumen.mobil.co.id/promosi2025

Anda cukup mengisi data diri dan masukkan kode unik, yang ada di balik tutup botol kemasan produk pelumas Mobil. Jangan lupa cantumkan kode bengkel yang tertera di poster.

Apakah Anda bakal jadi salah satu pelanggan yang beruntung?

Melihat Proses Produksi Kendaraan di Pabrik Baru Daihatsu

PT Astra Daihatsu Motor (ADM) terus berkontribusi pada industri otomotif di Indonesia sejak 1978, melalui pendirian pabrik. Hingga saat ini, ADM telah memproduksi kendaraan lebih dari delapan juta unit. Baik untuk pasar otomotif domestik maupun global, dengan destinasi hingga lebih dari 60 negara.

Untuk memenuhi kebutuhan pasar otomotif domestik dan global, ADM meresmikan pabrik baru Karawang Assembly Plant 2 (KAP 2) pada 27 Februari 2025. Pabrik ADM yang keenam ini, berlokasi di Kawasan Industri Surya Cipta, Karawang Timur, Jawa Barat, dengan luas lebih dari 26 hektar.

Pembangunan pabrik baru KAP 2 juga merupakan wujud komitmen investasi keberlanjutan Daihatsu di masa depan. Dengan menghadirkan teknologi manufaktur proses produksi mobil yang lebih modern, ramah lingkungan, serta memiliki produktivitas tinggi.

Kapasitas Produksi 140 Ribu Per Tahun

Pabrik baru ini memiliki kapasitas produksi hingga mencapai 140 ribu unit per tahun, dengan tiga fasilitas utama, yaitu Body (Bodi), Painting (Pengecatan), dan Assembling (Perakitan). Ketiganya saling terintegrasi dan menggunakan teknologi terkini, dengan menerapkan konsep inovatif E-SSC (Evolution, Simple, Slim, Compact).

Selain memiliki teknologi terkini, pabrik baru KAP 2 juga mendukung program pengurangan emisi karbon (carbon neutral), yang diwujudkan dengan adanya panel surya sebesar 3 Mega Watt. Sumber daya listrik selalu terbarukan, proses produksi dapat lebih optimal, serta utilisasi peningkatan teknologi robotik. 

Secara tahapan pembuatan mobil, Daihatsu mengawalinya dari Press Shop. Dimulai dari lempengen besi yang dicetak dengan mesin cetak ribuan ton, untuk membuat setiap bagian dari potongan bodi mobil. Selanjutnya, pabrik baru KAP 2 pada fasilitas Body. Setiap potongan bagian mobil disatukan menjadi satu bagian utuh, dengan menggunakan teknologi robotik terkini, dengan utilisasi hingga 98 persen.

Tekan Emisi Karbon Hingga 1.400 Ton Per Tahun

Pada saat yang sama, pembuatan mesin mobil juga dilakukan di Casting Shop. Blok mesin dibuat dari alumunium cair yang dicetak dengan mesin berteknologi tinggi, dengan tingkat presisi tinggi. Setelah itu, blok mesin yang sudah jadi dan telah dilakukan tes kualitas, dibawa menuju Engine Shop untuk dirakit.

Pada fasilitas Painting Shop di pabrik KAP 2, bodi mobil dilakukan proses pengecatan dengan menyelupkan cairan cat dasar untuk membuat besi tahan karat. Dengan bantuan teknologi robotik, pengecatan cat luar kembali dilakukan, untuk menghasilkan bodi mobil agar mengkilap sempurna.

Proses pengecatan di KAP 2 ini dilakukan dengan lebih modern dan ramah lingkungan, karena dapat menghilangkan polusi terhadap penggunaan air, dan mampu mengurangi emisi karbon hingga lebih dari 1.400 ton per tahun.

Tidak Pakai Dinding

Setelah pengecatan, bodi mobil dengan mesin siap disatukan menjadi mobil utuh di Assembly Shop. Uniknya, fasilitas Assembly KAP 2 didesain tanpa dinding. Supaya menghasilkan sirkulasi udara lebih baik, sebagai ventilasi alami dan berkontribusi mengurangi emisi CO2.

Proses produksi kendaraan di KAP 2 juga memiliki desain konveyor dengan fleksibilitas tinggi, sehingga mampu memproduksi beragam jenis kendaraan di masa depan. Terakhir, mobil utuh yang sudah jadi, menempuh berbagai macam pengujian melalui Quality Shop. Seperti drum test untuk uji pengereman, dan water leaking test. 

Pabrik Daihatsu telah mengimplementasikan panel surya dengan total kapasitas sebesar 12,5 Mega Watt. Dalam arti lain, mampu mengurangi lebih dari 17 ribu Ton emisi CO2 per tahun. Atau setara dengan memberikan listrik bersih, untuk kebutuhan rumah tangga sebanyak lebih dari 1,5 juta rumah.

Daihatsu Indonesia Dirikan Pabrik Baru Yang Ramah Lingkungan

Hari ini (27/02/2025), PT Astra Daihatsu Motor (ADM) meresmikan pabrik baru Karawang Assembly Plant 2 (KAP 2), yang berlokasi di Kawasan Industri Surya Cipta, di Karawang Timur, Jawa Barat.

Sebagai pabrik ADM yang keenam. Fasilitas baru dengan luas lebih dari 26 hektar ini, dibangun untuk memenuhi kebutuhan pasar otomotif domestik dan global.

Bukti Komitmen Investasi Keberlanjutan

Selain menjadi basis produksi untuk grup Daihatsu di luar Jepang, pembangunan pabrik baru KAP 2 juga merupakan bukti komitmen investasi keberlanjutan Daihatsu. Dengan menghadirkan teknologi manufaktur proses produksi mobil yang lebih modern, ramah lingkungan, serta memiliki tingkat produktivitas tinggi.

Pembukaan pabrik baru Daihatsu KAP 2 ini diresmikan oleh Menteri Perindustrian Republik Indonesia, Agus Gumiwang Kartasasmita, serta dihadiri oleh Duta Besar Jepang untuk Indonesia, Yasushi Masaki. Turut hadir Masahiro Inoue (President of Daihatsu Motor Co., Ltd.), Gidion Hasan (Direktur PT Astra International Tbk), Shigeru Harada (Senior Executive Officer of Toyota Tsusho Corporation), Yasushi Kyoda (Presiden Direktur ADM), Erlan Krisnaring Cahyono (Wakil Presiden Direktur ADM). Termasuk perwakilan supplier, distributor, serta mitra strategis.

Menggunakan Teknologi Terkini

“Kami berharap ADM dapat terus mengembangkan model sesuai tren otomotif terkini. Memperkuat partisipasi industri, dengan melibatkan rantai pasok lokal, agar dapat memperbesar tingkat penggunaan komponen dalam negeri,” kata Agus Gumiwang Kartasasmita.

Pabrik baru KAP 2 ini memiliki tiga fasilitas utama, yaitu Body (Bodi), Painting (Pengecatan), dan Assembling (Perakitan). Ketiga fasilitas tersebut saling terintegrasi dan menggunakan teknologi terkini.

Melalui penerapan konsep inovatif E-SSC (Evolution, Simple, Slim, Compact), maka proses produksi memiliki produktivitas tinggi dan ramah lingkungan. Sebab ada penggunaan energi terbarukan, optimalisasi produksiyang menekan emisi karbon hingga 20 persen, serta tempat kerja yang lebih nyaman.

Pabrik baru KAP 2 didesain dengan konsep tanpa dinding. Untuk menghasilkan sirkulasi udara lebih baik, memberikan efisiensi penggunaan tenaga listrik lebih optimal, bahkan utilisasi peningkatan teknologi robotik.

Sebagai sumber daya listrik terbarukan, pabrik ini menggunakan panel surya sebesar 3 Mega Watt. Saat ini, pabrik KAP 2 masih memproduksi Daihatsu Ayla dan Toyota Agya. Direncanakan akan ada model lain yang akan diproduksi di fasilitas ini.

Dengan nilai investasi sekitar Rp 2,9 triliun, pabrik Karawang Assembly Plant 2 memiliki kapasitas produksi hingga 140.000 unit per tahun. Pabrik ADM juga mampu memproduksi kendaraan hingga lebih dari 530 ribu unit per tahun, untuk pasar domestik dan global.

Kemampuan produksi didukung oleh lebih dari 1.700 supplier, termasuk 700 UMKM, serta tingkat lokalisasi yang mencapai lebih dari 80 persen.

“Kami selalu berusaha untuk terus berinovasi dalam teknologi manufaktur yang lebih produktif dan efisien, ramah lingkungan, sesuai dengan kebutuhan industri dan pasar otomotif yang terus berkembang,” ungkap Yasushi Kyoda, President Director PT Astra Daihatsu Motor.

“Pembaruan pabrik ini merupakan tonggak penting kami untuk menuju masa depan, serta wujud komitmen kami untuk kerjasama yang berkelanjutan dengan Indonesia,” tutupnya.

IIMS 2025, Momen Dorong Gairah Otomotif Tanah Air

Pameran Indonesia International Motor Show (IIMS) 2025 merupakan bukti nyata dari Dyandra Promosindo untuk mendongkrak kembali gairah industri otomotif. Oleh karenanya, banyak sekali promo-promo yang dihadirkan untuk bisa dinikmati oleh pengunjung IIMS 2025.

Boleh jadi, IIMS 2025 menjadi ajang yang tepat bagi masyarakat untuk mendapatkan produk kendaraan impiannya. Selain banyak produk baru, berbagai brand juga memberikan banyak promo menarik yang bisa dimanfaatkan sebaik mungkin. Terlebih jika ingin membeli kendaraan untuk mudik lebaran. Mengingat sebentar lagi akan memasuki bulan Ramadan.

Wadah perkenalan teknologi otomotif terkini

“Pameran IIMS dapat menjadi wadah untuk memperkenalkan teknologi otomotif terbaru. Seperti kita ketahui bersama bahwa industri otomotif adalah industri padat karya yang memiliki banyak industri pendukungnya. Oleh sebab itu, kami sebagai industri kreatif, akan berusaha maksimal untuk selalu memberikan gairah industri otomotif Tanah Air,” kata Rudi MF, Project Manager Dyandra Promosindo.

Selanjutnya, di sela meriahnya pameran IIMS 2025, digelar acara bertajuk Dialog Industri Otomotif Nasional, yang digagas oleh Indonesia Center for Mobility Studies (ICMS). Dialog industri otomotif nasional kali ini menghadirkan empat pembicara dari Toyota, BYD, dan Hyundai. Serta menghadirkan pengamat ekonomi senior, Josua Pardede.

Dialog Industri Otomotif Nasional ini membahas isu-isu terkini terkait kebijakan baru pemerintah mengenai perpajakan dan tarif kendaraan bermotor yang mulai diberlakukan sejak awal tahun 2025. Seperti diketahui, pasar kendaraan bermotor dewasa ini tengah menghadapi berbagai tantangan sebagai akibat dari melemahnya daya beli masyarakat.

Segmen BEV tumbuh 153 persen

Namun, di tengah menurunnya pasar kendaraan bermotor, segmen kendaraan listrik berbasis baterai (BEV) menunjukkan pertumbuhan fenomenal sebesar 153 persen, dengan angka penjualan yang meningkat dari 17 ribu unit pada 2023 menjadi 43 ribu unit pada 2024. Hal ini sejalan dengan kebijakan pemerintah yang memberikan insentif untuk kendaraan listrik BEV produksi lokal.

Sementara itu, penjualan kendaraan hybrid juga mengalami kenaikan sebesar 8 persen. Untuk memperluas pasar kendaraan listrik berbasis teknologi hybrid, pemerintah memutuskan untuk memberikan insentif berupa diskon 3 persen PPnBM-DTP untuk kendaraan hybrid produksi lokal pada tahun ini, yang diharapkan dapat mempercepat transisi menuju kendaraan ramah lingkungan.

Beli Truk Isuzu Pakai Uang Koin? Tidak Masalah

Jika konsumen datang ke dealer untuk membeli kendaraan baru, itu hal biasa. Baru-baru ini, dealer TMS Isuzu Palangkaraya, Kalimantan Tengah, dikejutkan dengan kehadiran konsumen yang ingin membeli satu unit truk secara tunai. Lalu apa uniknya? Konsumen tersebut menggunakan uang koin hasil tabungannya, berkat usaha makanan yang sudah dikumpulkan selama lima tahun.

Hal ini membuktikan, bahwa Isuzu berhasil mendapatkan kepercayaan konsumen sebagai pilihan solusi mobilitas untuk mendukung usaha. Konsumen Isuzu, Isah, datang ke Dealer Isuzu dengan membawa beberapa karung dan galon, yang berisikan uang koin dengan berbagai pecahan untuk membeli satu unit Isuzu ELF NMR.

Usaha jualan gorengan

“Rencana ingin membuat usaha kami menjadi lebih besar dan naik kelas. Selama lima tahun kemarin kami usaha pentol dan goreng-gorengan. Setelah uang ini terkumpul, niat kami sudah mantap untuk membeli truk Isuzu,” jelas Isah.

“Kami pilih Isuzu karena dari segi pelayanan, apalagi kekuatan unitnya. Alhamdulillah, kami bisa beli secara tunai,” tambahnya. Dealer TMS Isuzu Palangkaraya dan sangat berterima kasih atas niat serta upaya yang dilakukan oleh Isah.

Dua hari satu malam

“Kami menyambut Bapak Isah dengan penuh sukacita. Seluruh karyawan dealer TMS Isuzu Palangkaraya, bekerja selama dua hari satu malam untuk menghitung seluruh uang koin, yang dibawa untuk pembelian Isuzu ELF NMR,” kata Ariful Askar, Kepala Cabang TMS Isuzu Palangkaraya.

Setelah proses penghitungan, tercatat nilai yang diserahkan pada dealer TMS Isuzu Palangkaraya ialah Rp 150 juta, untuk sebagai uang muka. “Kami bertekad untuk memberikan pelayanan terbaik dalam membantu konsumen kami mendapatkan kendaraan yang dibutuhkan,” imbuhnya.

Motivasi untuk penuhi kebutuhan konsumen

Kepercayaan penuh yang diberikan oleh konsumen, tentu menjadi penyemangat buat PT Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI) untuk terus memberikan pelayanan terbaik. Serta menghadirkan produk-produk, yang sesuai dengan kebutuhan konsumen di Indonesia. Terlebih Isuzu sudah hadir di Indonesia lebih dari 50 tahun, dan akan terus bersama membangun bangsa.

“Kami mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada Bapak Isah. Kepercayaan yang diberikan selama ini tentu memacu kami untuk memberikan produk yang sesuai dengan kebutuhan konsumen, pelayanan lebih baik, serta dukungan layanan purna jual yang tepat,” pungkas Rian Erlangga, Division Head of Business Strategy IAMI.

Peremian charging station hyundai

Pengguna EV Bisa ‘Ngecas’ Pakai Program Berlangganan Hyundai

Untuk mempermudah penggunaan charging station untuk kendaraan listrik (EV), per tanggal 3 Februari 2025, PT Hyundai Motors Indonesia memperluas akses EV charging station, melalui program berlangganan. Bukan hanya bagi pemilik EV Hyundai, tapi juga bagi pemilik EV dari brand lainnya.

Pengguna dapat mengakses aplikasi myHyundai untuk menikmati layanan di lebih dari 296 charging stations. Seperti yang telah diketahui, Hyundai bersama mitranya memiliki dengan 538 titik charging station, baik slow maupun ultra fast charger.

Pembaharuan program berlangganan

PT Hyundai Motors Indonesia juga meluncurkan pembaharuan dari program EV Charging Subscription. Kini dapat dinikmati oleh pemilik EV Hyundai dan pemilik EV dari merek lainnya. Program berlangganan ini memiliki tiga varian paket, yang mencakup layanan public charging dan emergency mobile charging. Bahkan metode pembayarannya dibuat lebih praktis dan ekonomis.

Perluasan ini menjadi respons atas tingginya minat pelanggan akan program EV Charging Subscription, yang sejak diluncurkan pada November 2024 silam. Konsumen yang berlangganan bisa mengisi daya kendaraan di ratusan charging station Hyundai, dengan harga hingga 47 persen lebih rendah.

“Program EV Charging Subscription menjadi wujud komitmen Hyundai untuk terus memajukan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia. Kami pun antusias bisa mengembangkan program EV Charging Subscription agar tak hanya memanjakan pengguna EV Hyundai, tetapi juga bisa dinikmati semua pemilik EV di Indonesia,” kata Ju Hun Lee, President Director PT Hyundai Motors Indonesia.

Meningkatkan adopsi EV

Lewat inisiatif ini, Hyundai memungkinkan setiap pengguna EV bisa merasakan pengalaman kepemilikan kendaraan yang semakin aman, nyaman, dan menyenangkan dengan harga yang terjangkau.

“Kami harap, perluasan program ini dapat mendorong banyak orang, untuk menikmati mobilitas ramah lingkungan terdepan, dengan biaya yang hemat bersama Hyundai,” imbuh Fransiscus Soerjopranoto, Chief Operating Officer PT Hyundai Motors Indonesia.

Program EV Charging Subscription dapat diakses melalui aplikasi myHyundai, dengan jaringan charging station yang didukung oleh mitra Hyundai. Sebut saja Voltron, Casion, Buzz, dan Daya Green. Hyundai akan meneruskan ekspansi charging station di seluruh Indonesia, dengan memperluas kolaborasi dengan mitra operator lainnya.

Harga paket langganan yang tercantum akan mendapatkan penyesuaian pada biaya listrik dan biaya layanan lain sesuai peraturan pemerintah di lokasi tertentu.

Untuk menikmati pengalaman terbaik, pelanggan bisa mengaktifkan notifikasi dan tagihan bulanan secara otomatis (recurring payment) di aplikasi myHyundai. Metode pembayaran yang terintegrasi di aplikasi myHyundai, bisa melalui e-wallet, kartu debit, dan kartu kredit.

Pentingkah Target Penjualan vs Insentif Dalam Industri Otomotif?

Saat ini konsumen dari kalangan ekonomi kelas menengah di Indonesia mengalami penurunan. Hal tersebut menurut kacamata para pengamat dan produsen otomotif berdampak pada pencapaian target penjualan kendaraan bermotor. Pasalnya, kalangan ini adalah pangsa pasar terbesar pembeli kendaraan bermotor di Indonesia.

Dengan jumlah penduduk 283 juta jiwa, Indonesia menempati peringkat ke-4 dunia. Penduduk dengan taraf ekonomi kelas menengah di tahun 2024 berdasarkan data Biro Pusat Statistik (BPS) mencapai 47,85 juta. Penurunannya signifikan dibanding tahun 2019 yang jumlahnya tercatat 57 juta.

Menurut para pakar otomotif, secara tidak langsung hal ini dianggap sebagai salah satu penyebab pencapaian penjualan kendaraan stagnan di kisaran 1 juta unit selama 2014-2023, bahkan drop pada 2024.

Urgentkah Tembus Jutaan Unit Pertahun?

Target penjualan kendaraan bermotor yang dicanangkan GAIKINDO di awal 2024 adalah 1,1 juta unit. Namun karena kondisi daya beli masyarakat ditengarai menurun drastis, target pun direvisi menjadi 850 ribu unit.

Sementara itu, target penjualan yang dicanangkan oleh Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) untuk tahun 2024 adalah 6,2-6,5 juta unit sepeda motor.

Populasi kendaraan bermotor di Indonesia pun tak kalah banyaknya. Per Agustus 2024 berdasarkan data Korlantas Polri, totalnya mencapai 164.136.793 unit. Jumlahnya pun terus meningkat setiap bulannya.

Populasi terbesar dengan porsi 83 persen adalah sepeda motor. Dari total jumlah kendaraan bermotor yang ada saat ini baik R2 maupun R4, 60 persen terkonsentrasi di pulau Jawa.

Seberapa urgentkah produsen otomotif di Tanah Air yang tergabung dalam GAIKINDO maupun AISI harus keukeuh berupaya menembus target penjualan jutaan unit?

Perlukah Industri Otomotif Mendapat Insentif?

Kondisi perekonomian dan daya beli masyarakat Indonesia saat ini dianggap sedang tidak baik-baik saja. Seiring adanya tantangan yang dihadapi, muncul kebijakan kenaikan pajak pertambahan nilai (PPN) menjadi 12 persen. Ditambah lagi, opsen pajak kendaraan bermotor (PKB) serta bea balik nama kendaraan bermotor (BBNKB) pun sudah mulai diterapkan.

Para produsen kendaraan bermotor pun berharap ada kebijakan insentif tambahan agar penjualan di tahun 2025 tidak anjlok.

Dari sisi GAIKINDO, penjualan kendaraan bermotor di tahun 2025 dikhawatirkan akan anjlok dibawah 800 ribu unit jika tidak ada kebijakan insentif. Berkaca pada periode 2024, angka penjualan kendaraan hanya mencapai 865.723 unit. Turun sekira 13,9 persen dari periode tahun sebelumnya yang mencapai 1.005.802 unit.

Dengan skenario tambahan insentif, geliat pasar kendaraan bermotor bisa lebih luwes dengan estimasi penjualan 850-900 ribu unit di akhir periode tahun 2025.

Diskon Tiga Persen

Sebenarnya pemerintah telah merilis kebijakan insentif diskon sebesar tiga persen untuk bea pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM) mobil hybrid. Insentif PPN DTP untuk mobil listrik pun telah diberikan dengan besaran 10 persen ditanggung pemerintah.

Namun bagi pihak produsen, insentif tersebut dinilai masih belum memadai. Pasalnya, porsi pasar segmen kendaran hybrid terbilang kecil. Pada periode 2023, penjualan mobil hybrid hanya sebanyak 54.179 unit atau sekira 5,4 persen dari total penjualan kendaraan yang tercatat di GAIKINDO pada periode tersebut. Pada periode 2024 pun meskipun naik, hanya menempati porsi sekira 6,3 persen. Jadi sangat kecil sekali.

Sebagai alternatif, pihak produsen pun mengajukan sejumlah skenario insentif tambahan kepada pemerintah. Mulai dari insentif diskon PPnBM untuk mobil 4×2 rakitan lokal, diskon pajak untuk pembeli pertama, serta insentif untuk pabrikan yang melakukan lokalisasi dan kegiatan riset dan pengembangan (litbang).

Dapat dimaklumi, mobil berpenggerak 4×2 porsi kue pasarnya paling besar. Angka penjualan segmen 4×2 periode Januari-September 2024 mencapai 633.218 unit atau sekira 73 persen dari total penjualan kendaraan selama periode 2024. Jadi sudah jelas arahnya…

Perpanjangan tenor angsuran kredit kendaraan bermotor dari 3-5 tahun menjadi 7-8 tahun juga jadi alternatif untuk bisa menstimulus minat dan daya beli konsumen. Dengan skema ini, pendapatan minimum yang diperlukan untuk bisa mengambil kredit angsuran mobil lebih kecil sekira 19-25 persen dibandingkan tenor lima tahun.

Mesti Jalin Perjanjian FTA

Peningkatan ekspor mobil dalam bentuk utuh (completely built up/CBU) nasional pun perlu ditingkatkan. Tentunya perlu upaya ekstra dari pemerintah untuk menjalin perjanjian perdagangan bebas (FTA) dengan beberapa negara.

Pemerintah, pihak industri dan juga DPR nampaknya perlu duduk bersama untuk membahas banyak hal berkaitan masa depan industri otomotif dan implikasi dari pertumbuhan pasar otomotif di Tanah Air.

Pihak produsen otomotif juga harus bisa lebih arif dan bijaksana. Konsumen jangan hanya menjadi santapan untuk mencapai ambisi target penjualan kendaraan yang masif agar profit bisnis bisa terus mengalir.

Industri otomotif memang penting, tapi seberapa penting bila dibandingkan dengan sektor penopang perekonomian yang lain?

Mitsubishi Raih Angka Produksi Satu Juta Unit di Indonesia

Jelang tutup tahun 2024, PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Indonesia (MMKI) sukses mencapai total produksi kumulatif satu juta unit kendaraan. Untuk menandai keuksesan tersebut, maka seremoni diadakan pada 20 Desember 2024, di Kawasan Industri GIIC, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Seremoni ini dihadiri oleh Faisol Riza (Wakil Menteri Perindustrian Republik Indonesia), Yasushi Masaki (Duta Besar Jepang untuk Republik Indonesia). Turut hadir Takao Kato (President & Chief Executive Officer Mitsubishi Motors), termasuk para pemasok, dan perusahaan mitra lainnya.

Pusat produksi MMKI ini merupakan perusahaan manufaktur bersama, yang didirikan oleh Mitsubishi Motors, Mitsubishi Corporation, dan mitra lokal PT Krama Yudha. Pabrik ini mulai berproduksi pada April 2017, dengan kapasitas produksi tahunan sebesar 160 ribu unit. Pada tahun fiskal 2019, kapasitas produksi tersebut ditingkatkan menjadi 220 ribu unit. Kendaraan yang diproduksi MMKI, kini telah diekspor ke sekitar 50 negara.

“Berkat dukungan dari berbagai pihak, maka pusat produksi di Indonesia telah menjadi pilar utama bisnis perusahaan kami. Fasilitas ini memiliki peran penting sebagai lokasi produksi utama ASEAN,” ungkap Takao Kato.

“Pencapaian produksi satu juta unit ini merupakan bukti penerimaan yang baik terhadap produk-produk MMKI di pasar domestik dan ekspor. MMKI selalu berkomitmen untuk menyediakan kendaraan berkualitas tinggi dan andal, untuk memenuhi harapan serta permintaan pelanggan,” tambah Minoru Saito, Presiden Direktur MMKI.

Seiring dengan kualitas produksi MMKI, PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI), juga terus berfokus pada peningkatan pengalaman pelanggan, dengan menawarkan produk dan layanan berkualitas.

Momen bersejarah ini juga bertepatan dengan perjalanan 55 tahun Mitsubishi Motors di Indonesia pada tahun depan. “Mencapai tonggak sejarah satu juta kendaraan dan merayakan 55 tahun di Indonesia lebih dari sekadar angka. Pencapaian ini merupakan ikatan kuat yang telah kami bangun dengan Indonesia selama bertahun-tahun,” sambut Atsushi Kurita, Presiden Direktur MMKSI.

Electric Origin Jadi Ekspansi Mahindra Di Kancah EV Global

Mahindra nampaknya sangat serius untuk berekspansi ke pasar mobil listrik global. Sebuah sub-brand bernama ‘Electric Origin’ resmi diperkenalkan dalam event ‘Unlimit India’ yang berlangsung di Chennai, India. Anak perusahaan dari Mahindra ini khusus memproduksi mobil listrik.

Tak sekadar membuat brand terpisah, dua model SUV bertenaga listrik (EV) pun turut diperkenalkan, Mahindra BE 6e dan XEV 9e. Keduanya akan beredar di India dan pasar global di bawah label ‘Electric Origin’.

Platform INGLO Jadi Pembuka Jalan

Karena pabrik Electric Origin asal Mumbai, India ini awam dalam hal teknologi EV, Volkswagen (VW) pun digandeng sebagai mitra.

Hasilnya, sebuah platform khusus mobil listrik bernama INGLO jadi pembuka jalan. Sebagian komponen dan rancang bangun platform INGLO masih memanfaatkan VW.

Mahindra BE 6e dan XEV 9e hanya sebagian mobil listrik yang akan segera diproduksi. Rencananya, ada lima model mobil listrik yang akan dipasarkan secara bertahap mulai tahun 2025. Sebagai tahap awal, pangsa pasar yang dituju adalah negara dengan setir kanan.

Sebuah pabrik telah disiapkan di Chakan, India untuk memproduksi mobil listrik. Dana investasi yang digelontorkan sebesar $1,44 miliar atau setara Rp 22,8 trilyun.

Secara bertahap kapasitas produksi akan mencapai 200 ribu unit per tahun. Maka tak heran jika Mahindra menargetkan 20-30 persen dari total penjualan SUV mereka di pasar global pada tahun 2027 adalah versi EV. Ekspektasi yang tak terlalu muluk.

SUV EV Futuristis

Soal desain, kedua SUV EV ini pun terlihat sangat futuristik. Sejak mengakusisi biro desain Pininfarina di tahun 2015, mobil buatan Mahindra mengalami perubahan yang sangat mencolok dan makin keren.

Model pertama yakni BE 6e berwujud SUV 5-pintu dengan konfigurasi 5-penumpang. Desain bodi bergaya coupe terlihat sangat aerodinamis dan kekinian. Dimensi bodinya seukuran Mazda CX-3 dan Toyota RAV-4.

Area interiornya bagai kokpit pesawat tempur futuristik. Lampu iluminasi warna biru menghiasi seantero kabin. Sepasang layar 12.3 inci untuk instrumen digital dan multimedia masih ditambah dengan fitur augmented reality head-up display (HUD). SUV EV yang kini mendominasi pasar global dijamin bergidik melihatnya. Sungguh menakjubkan!

Model kedua yakni XEV 9e (XEV=crossover electric vehicle) desainnya juga semi coupe. Konfigurasinya juga sama, lima-pintu dan mampu memuat 5-penumpang.

Jarak wheelbasenya sama dengan BE 6e yakni 2.775 mm, namun postur bodi sedikit lebih besar. Hampir seukuran Toyota Land Cruiser Prado dan hanya 39 mm lebih panjang dari Tesla Model Y.

Desain interior memadukan gaya hightech futuristik dan nuansa kemewahan. Layar digital 12.3 inci pada dashboardnya berjajar tiga. Sistem audio Harman-Kardon Dolby Atmos dengan 16 speaker yang dibekalkan dijamin bikin betah berkendara.

Lantas seperti apa teknologi yang jadi cakar dan taring Mahindra untuk mengkoyak dominasi kompetitornya?

Sarat Teknologi

Kedua SUV EV Mahindra ini jadi model perdana yang dibekali teknologi terpadu bernama Mahindra Artificial Intelligence Architecture (MAIA).

Prosesor canggih generasi keenam Adreno GPU dan Qualcomm Snapdragon 8295 jadi jantung pengendali seluruh sistem terpadu. Tak sekadar jadi chipset otomotif tercepat dan bisa mengoperasikan hingga 60 aplikasi software. Update software pun lebih cepat via metoda Over-the-Air (OTA).

Sistem bantu berkendara ADAS (advanced driving assistance systems) Level 2+ yang dibekalkan memanfaatkan sejumlah radar, kamera HD, hingga sensor ultrasonic.

Arsitektur INGLO yang digunakan BE 6e dan XEV 9e terdiri dari satu unit motor elektrik penggerak, inverter listrik dan transmisi.

Motor elektrik penggerak tersedia dua versi yakni 170 kW (228 hp) dan 210 kW (282 hp).
Pasokan daya listrik bersumber dari baterai lithium-iron phosphate (LFP) yang disuplai oleh VW. Kapasitas daya baterai tersedia versi 59 kWh dan 79 kWh.

Berdasarkan siklus uji WLTP, baterai 79 kWh pada BE 6e menghasilkan jarak jelajah 550 km. Sedangkan pada XEV 9e bisa mencapai jarak tempuh hingga 533 km.

Untuk pengisian daya dari 20 hingga 80 persen menggunakan fast charger 175 kW tak sampai 20 menit.

Perihal harga, model BE 6e dibanderol mulai dari 18,90 lakh Rupee (Rp 355 jutaan). Untuk model XEV 9e harganya sedikit lebih mahal yakni 21.90 lakh Rupee (Rp 410 jutaan).

Kedua model SUV EV ini mulai tersedia di jaringan dealer Mahindra seantero India paling cepat pada Februari 2025. Info dan spek lengkapnya akan diumumkan dalam waktu dekat.

Tahun 2025 nampaknya jadi titik awal ekspansi Mahindra di pasar mobil listrik global. Dengan model yang memikat dan harga yang menggiurkan, tak heran jika Mahindra sangat optimis melenggang di pasar SUV EV India dan global.

160 Ribu Unit Wuling Diproduksi di Indonesia!

PT SGMW Motor Indonesia merayakan pencapaian produksi 160 ribu unit dari pabrik Cikarang, pada 27 November 2024 lalu. Momen ini memperlihatkan tujuan Wuling untuk mendukung pengembangan industri kendaraan energi baru. Dalam kesempatan yang sama, Wuling juga melakukan ekspor perdana unit Cloud EV meuju pasar ASEAN.

“Angka produksi 160 ribu unit ini mencerminkan upaya dan eksplorasi para mitra global SGMW dalam mengejar visi ‘Membangun untuk masa depan dan memperluas sampai ke pasar internasional’. SGMW akan melakukan transisi global menuju elektrifikasi dan digitalisasi. Kami akan mempercepat penyempurnaan lini produk elektrifikasi di Indonesia, membangun ekosistem industry, dan layanan energi baru,” tukas Mr. Lv Juncheng.

Sejak beroperasinya pabrik Wuling di Indonesia pada Juli tahun 2017, Wuling telah memproduksi sembilan lini kendaraan. Mulai dari segmen kendaraan bermesin konvensional (ICE) yang terdiri dari Confero, Cortez, Almaz, dan Alvez. Kemudian, kendaraan hybrid yakni Almaz Hybrid. Sedangkan kendaraan listrik (EV) yang terbagi menjadi Air ev, BinguoEV, Cloud EV. Tak ketinggalan Low Commercial Vehicle (LCV) yaitu seri Formo dan Formo Max.

Beragam lini produk ini dirancang untuk memenuhi kebutuhan konsumen dengan mengedepankan perpaduan teknologi, kualitas tinggi, dan harga kompetitif. Wuling turut memberikan kontribusi terhadap industri otomotif Indonesia, berkat dukungan manufaktur yang berkualitas tinggi, rantai pemasok yang terintegrasi, jaringan 150 diler, perusahaan pembiayaan, hingga melibatkan tenaga kerja dalam negeri.

Selain berinvestasi dalam produksi kendaraan listrik, Wuling turut mendukung pengembangan infrastruktur pendukung seperti stasiun pengisian daya, melibatkan pelaku industri lokal dalam rantai pasok, dan menyediakan pelatihan bagi tenaga kerja, untuk mendorong pertumbuhan industri berbasis energi baru.

Wuling menargetkan Indonesia sebagai pusat produksi kendaraan berkemudi kanan untuk kawasan ASEAN dan pasar internasional. Dengan strategi ini, Wuling berharap dapat memenuhi kebutuhan konsumen di negara-negara tetangga di kawasan ASEAN hingga negara-negara lain dengan sistem kemudi kanan.

Melihat Langsung Aktivitas Ekosistem Hyundai di Indonesia

PT Hyundai Motors Indonesia (HMID) berkomitmen dalam mendorong kemajuan industri otomotif Tanah Air, melalui kehadiran ekosistem yang terintegrasi dan komprehensif. Melalui Hyundai Discovery Trip, kami beserta sejumlah awak media mengunjungi Hyundai Motor Manufacturing Indonesia (HMMI), di di Deltamas, Cikarang. Termasuk fasilitas HMID yakni Hyundai Training Academy, PIO & Logistic, serta Parts Center.

Dalam kesempatan ini, Hyundai memperlihatkan proses produksi produk unggulan yang memanfaatkan teknologi terkini. Mulai dari ekosistem produksi hingga tahap pengecekan produk sebelum distribusi. Ketersediaan suku cadang pendukung yang berperan penting, dalam layanan purnajual bagi konsumen Indonesia.

Pabrik perakitan HMMI dibangun untuk memastikan kualitas terbaik di setiap tahap pembuatan kendaraan. Mengusung konsep produksi yang berkelanjutan, ekosistem pabrik ini dirancang dengan orientasi pada lingkungan, serta menciptakan suasana kerja yang nyaman bagi para pekerja.

Diproduksi dengan energi ramah lingkungan

HMMI telah 100 persen menggunakan listrik dari energi terbarukan yang sudah tersertifikasi oleh Renewable Energy Certificate (REC) dari PLN. Setiap kendaraan diproduksi dengan energi listrik ramah lingkungan, HMMI juga memastikan setiap produknya telah memenuhi standar global Hyundai.

“Kami berkomitmen bahwa setiap kendaraan yang diproduksi di fasilitas HMMI memiliki kualitas pembuatan yang unggul, sesuai dengan standar internasional Hyundai. Kami menjamin bahwa setiap tahap dilakukan dengan presisi tinggi, untuk menghasilkan kendaraan yang berkualitas bagi konsumen,” tambah Bong Kyu Lee, President Director of Hyundai Motor Manufacturing Indonesia.

HMMI menyediakan fasilitas lengkap termasuk Mobility Innovation Center, yakni pusat penelitian dan pengembangan yang menjadi pilar inovasi teknologi, serta pemenuhan kebutuhan mobilitas masyarakat Indonesia. Pusat penelitian dan pengembangan ini memastikan produk Hyundai sesuai dengan preferensi pasar lokal. Termasuk memperkuat rantai pasokan melalui kolaborasi dengan penyedia komponen lokal.

Gabungan kinerja robotik dan sumber daya manusia

Area produksi utama telah memenuhi standar operasional berskala internasional, mencakup press shop, body shop, paint shop, engine shop, hingga assembly shop. Fasilitas produksi di HMMI juga beroperasi menggunakan teknologi ramah lingkungan, serta menggabungkan kerjasama antara teknologi robotik dan sumber daya manusia.

Fasilitas HMMI juga memiliki lintasan driving test untuk pengujian kendaraan secara langsung. HMMI mampu memproduksi dengan total kapasitas mencapai 150 ribu unit per tahun, dan mampu ditingkatkan hingga 250 ribu unit per tahun. Dengan finalisasi produk dilakukan di Port Installation Option (PIO) yang dikelola oleh HMID.

Di PIO, kendaraan menjalani serangkaian pengujian ketat, termasuk inspeksi komponen dan pengujian baterai, untuk memastikan kualitas optimal sebelum didistribusikan. PIO juga mempekerjakan 13 persen tenaga kerja perempuan.

Kapasitas 30 ribu komponen 

Dengan kapasitas stockyard 1.900 unit, PIO Hyundai memastikan setiap kendaraan yang diproduksi memenuhi standar kualitas tinggi sebelum didistribusikan. Dalam kecepatan produksi sekitar 7,5 menit per kendaraan, PIO menjalankan proses akhir yang meliputi pemasangan aksesori, kaca film, serta pemeriksaan menyeluruh.

Sedangkan di Hyundai Training Academy, teknisi lokal hingga tingkat regional ASEAN dan tim sales juga mendapatkan pelatihan menyeluruh untuk menjaga standar layanan yang konsisten. Fasilitas pelatihan teknisi EV pertama di Indonesia ini telah menghasilkan banyak teknisi andal. Untuk menghadirkan layanan purnajual yang andal, maka Hyundai mendirikan Hyundai Parts Center seluas 1,2 hektar di Deltamas, Cikarang. Sehingga menjamin ketersediaan suku cadang di Indonesia dengan kapasitas penyimpanan lebih dari 30 ribu komponen.

“Hyundai berupaya untuk menghadirkan produk berkualitas dan berinovasi dalam menciptakan solusi mobilitas terbaik bagi masyarakat Indonesia. Melalui Hyundai Discovery Trip, kami ingin menunjukan komitmen dalam menjaga kualitas produk yang kami hadirkan, dari mulai tahap produksi hingga distribusi,” jelas Ju Hun Lee, President Director Hyundai Motors Indonesia.

Stellantis Sambangi Citroën Indonesia, Bahas Sinergi Operasional

PT Indomobil National Distributor sebagai Agen Tunggal Pemegang Merk (APM) Citroën di Indonesia, menyambut kunjungan kerja dari perwakilan kantor pusat Stellantis. Diwakili oleh Daniel Gonzalez (Chief Operating Officer Stellantis ASEAN & General Distributor), dan Ashwani Muppasani (Chief Operating Officer Stellantis India & Asia Pacific).

Pada kesempatan ini, Citroën dan Stellantis membahas langkah strategis, yang akan dilaksanakan selama satu tahun ke depan. Terdiri dari perluasan jaringan dealer hingga peluncuran model baru, untuk memenuhi kebutuhan pasar di Indonesia.

Selain itu, sebagai dari program kunjungan kerja, berkesempatan pula ‘mampir’ ke beberapa dealer Citroën di Jakarta. Baik di Citroën Experience Center PIK, Citroën Experience Center TB Simatupang, Citroën Gading Serpong, dan Citroën MT Haryono. Semuanya sudah sesuai dengan standarisasi global Stellantis. Standarisasi ini terdiri dari desain interior dengan paduan warna merah dan putih, serta bergaya semi industrial.

Perwakilan Stellantis juga mengunjungi fasilitas Citroën Workshop Area dan Citroën Assembly & Sparepart Center, di Cikampek. Fasilitas tersebut kini telah memasuki tahap uji coba untuk memproduksi Citroën e-C3 secara lokal. Dengan produksi dalam negeri, Citroën berharap dapat mendukung perkembangan industri otomotif, sekaligus menyerap lebih banyak tenaga kerja lokal.

“Kami melihat Indonesia sebagai pasar yang potensial untuk produk-produk otomotif yang dibawa oleh Stellantis. Dengan strategi pemasaran yang dijalankan hingga akhir 2025, semoga semakin memperkuat posisi Citroën di Indonesia,” ujar Tan Kim Piauw, CEO Citroën Indonesia.

BMW iX5 Hidrogen di Tokyo MObility Show 2023.

BMW Ungkap Kehadiran Mobil Hidrogen Mulai 2028

BMW melangkah pasti menuju ranah produk otomotif dengan bahan bakar hidrogen. Seperti diketahui, pabrikan Jerman ini telah serius mengembangkan mobil berbahan bakar H2, dan itulah yang akan dijual nantinya.

Sepengamatan kami, merek ini memang yang paling serius mengembangkan teknologi bahan bakar hidrogen diantara pabrikan Eropa lainnya. Dan seperti yang pernah diberitakan kalau BMW membuat lima prototype BMW iX5 yang menggunakan fuel cell untuk bergerak. Mereka mengembangkannya bersama dengan Toyota, dan pengujiannya sudah berlangsung. Diklaim, SUV ini bisa berjalan hingga 500 km, dan hanya perlu tiga hingga lima menit untuk isi ulang hidrogennya.

Skema BMW mobil hidrogen

Sayangnya, mereka hanya memastikan bahwa mobil hidrogen ini akan jadi varian tambahan dari model yang sudah ada. Jadi, kemungkinan besar bukan model yang sama sekali baru. Detail lengkapnya belum diungkap.

Dikutip dari Reuters CEO BMW Oliver Zipse mengatakan dalam pernyataannya bahwa kendaraan tersebut akan, “Menyoroti bagaimana kemajuan teknologi membentuk mobilitas masa depan.”

Meski tidak mudah, tapi kerjasama BMW dengan Toyota yang sudah lebih dulu terjun ke pengembangan mobil hidrogen, akan menghemat biaya development dan riset. Baik untuk mobil penumpang ataupun komersial.

Kenapa Harus Hidrogen?

Seperti diketahui, prospek mobil listrik memang menjanjikan. Tapi belakangan pabrikan otomotif menyadari kalau EV ternyata tidak semenarik itu bagi konsumen di berbagai belahan dunia. Yang jelas, dunia menginginkan sarana transportasi dengan energi alternatif selain BBM.

Dan inilah yang diantisipasi oleh BMW. Mereka mengembangkan berbagai kendaraan dengan beragam sumber energi gerak. Hidrogen salah satunya. Atau e-fuel yang sedang dikembangkan oleh Porsche.

Jadi, tergantung trend mana yang akan melejit di masa mendatang, mereka sudah siap.

Toyota Motor Corp

Toyota Revisi Target Produksi Global, Imbas Skandal Sertifikasi

Skandal sertifikasi pengujian yang melanda Toyota Group mulai melebar efeknya. Toyota Motor Corporation Jepang dikabarkan merevisi target produksi kendaraan mereka secara global.

Awalnya, raksasa otomotif Jepang ini memiliki target membuat 10,3 juta unit kendaraan untuk pasar dunia. Namun kemarin, dikabarkan situs pemberitaan Kyodo News, targetnya turun menjadi 9,8 juta unit untuk tahun ini.

Revisi tersebut dipicu dengan dihentikannya produksi Yaris Cross (versi JDM), Toyota Corolla Fielder dan Corolla Axio sejak kabar skandal sertifikasi tersebut mencuat bulan Juni lalu. Produksinya baru akan dimulai lagi pada bulan September 2024 mendatang.

Yaris Cross GR Sport

Selain tiga model tersebut, dikabarkan juga Toyota Noah/Voxy ikut dihentikan setelah terindikasi mengalami ketidaksesuaian sertifikasi pengujian pada Juli kemarin. Otomatis, MPV ini juga berhenti diproduksi untuk sementara, sampai otoritas Jepang menyatakan semuanya ‘clear’.

Hal lainnya yang juga memberatkan adalah, terhambatnya produksi Toyota Prius karena masalah recall yang sempat melanda.

Di luar produk, soal kompetisi dan gempuran merek Cina juga jadi masalah. Toyota kesulitan mengimbangi persaingan harga serta gencarnya konsumen yang ‘hijrah’ menggunakan mobil listrik berbasis baterai.

Jumlah Produksi 

Fasilitas produksi Toyota

Menurut data bulan Juni 2024 yang dirilis Toyota Motor Corporation, sejak Januari hingga Juni tahun ini jumlah kendaraan yang keluar dari pabriknya di seluruh dunia, mencapai 4.648.863 unit. Sebagai perbandingan, pada rentang masa yang sama di tahun 2023, mereka mampu membuat 4.894.844 kendaraan. 

Lalu, produksi mobil yang dilakukan di Jepang mulai Januari-Juni tahun ini mencapai 1.508.416 unit. Turun sekitar 8,2 persen dibanding periode serupa tahun 2023 lalu, yang menyentuh 1.644.013 unit.

Sementara itu di Indonesia sendiri, sejak Januari hingga Juni 2024 lalu, Toyota telah memproduksi sebanyak 121.769 unit mobil melalui fasilitas produksinya di Karawang, Jawa Barat. Bandingkan dengan periode yang sama tahun 2023 lalu, yang mencatatkan 124.971. Turun sekitar 2,5 persen.

Yaris Cross GR Sport

Efek Skandal Uji Tabrak, Toyota Dan Mazda Stop Pengiriman Mobil

Masih ingat skandal uji tabrak yang melanda Daihatsu akhir tahun lalu? Efeknya ternyata makin luas. Otoritas Jepang makin banyak menemukan penyimpangan dilakukan oleh berbagai merek mobil di pasar setempat.

Kemarin (03/06) Toyota dan Mazda mengumumkan pemberhentian sementara pengiriman beberapa model mobilnya yang dijual di market domestik Jepang. Hal tersebut dikabarkan kepada kami melalui rilis terpisah dari dua raksasa otomotif itu.

Mengutip Reuters, kementerian transportasi Jepang mengatakan, ternyata bukan hanya di Toyota dan Mazda. Honda, Yamaha dan Suzuki juga terdeteksi ada data pengujian keselamatan produknya yang tidak sesuai.

Kementerian tranportasi Jepang telah memerintahkan Toyota, Yamaha dan Mazda untuk menghentikan pengiriman mobil ke konsumen dan akan melaksanakan inspeksi ke kantor pusat Toyota di Aichi hari ini.

Mazda2 Kena Imbas

toyota Isis

Lalu, mobil apa saja yang terimbas? Tidak banyak memang dan semuanya JDM. Dari Toyota ada Corolla Fielder, Corolla Axio, dan Yaris Cross (sekali lagi, versi Jepang). Tercatat ada empat model yang sudah tidak diproduksi lagi sejak 2014 seperti Crown, Toyota Isis, Sienta dan Lexus RX.

Versi Mazda lebih detail lagi. Mereka mengakui ada kejanggalan dalam test uji tabrak untuk model yang sudah tidak lagi diproduksi yaitu Mazda Atenza (Mazda 6) produksi November 2014 hingga April 2018. Lalu, Axela atau dikenal juga sebagai Mazda3, produksi Agustus 2016 sampai Februari 2019. Kemudian Atenza versi improvement (facelift) juga terimbas, untuk batch buatan April 2018 hingga 2024.

Pabrikan Hiroshima ini menegaskan, meski terdapat ketidak sesuain dalam prosedur pengujian, tapi tetap aman dan sesuai dengan regulasi setempat. Ini disimpulkan setelah mereka melakukan pengetesan ulang pada mobil-mobil tersebut. 

Mazda2

Di luar uji keselamatan, ditemukan juga kecurangan dalam pengujian output (tenaga) mesin. Ini karena saat diuji, menggunakan ECU yang berbeda dengan versi jualan. Tercatat, Mazda Roadster (MX-5) RF dan Mazda2 facelift bermesin bensin 1,5 liter, yang hingga sekarang masih diproduksi, diuji dengan metode tersebut.

Mazda menegaskan kalau kedua model itu sudah dihentikan sementara produksinya sejak 30 Mei lalu, setelah mereka menemukan ada yang tidak beres.

Sementara untuk Honda, Suzuki dan Yamaha, kami masih menunggu update resmi dari mereka.