Volkswagen Indonesia Keliling Jakarta dengan “The BUZZ Point”

Selama bulan Ramadhan 2025, Volkswagen Ind0nesia keliling Jakarta dengan mengusung tema “The BUZZ Point.” Ini adalah sebuah roadshow unik membawa The All-Electric ID. Buzz Long Wheelbase berkeliling ke berbagai lokasi strategis di Jakarta. Mobil berdesain atraktif ini merupakan interpretasi modern dari ikon klasik Volkswagen, yaitu Volkswagen Kombi.

ID. BUZZ LWB merupakan sebuah EV Van ikonis yang hadir dengan dimensi lebih panjang dan wheelbase lebih luas untuk kenyamanan ruang maksimal dengan kapasitas hingga enam penumpang (6-seater).  Tak hanya itu saja, ID. BUZZ LWB memastikan penumpang di bangku baris ketiga merasa tetap lega dengan legroom dan headroom yang luas, ditambah fitur 3rd row yang bisa dilipat dan dilepas sesuai kebutuhan. Kemudian kapasitas bagasi mencapai 2.469 L.

Akselerasi 0-100 km/jam Tergolong Ngacir

ID.BUZZ LWB didukung oleh performa impresif berupa torsi 560 Nm. Dengan jarak tempuh hingga 487 km dan akselerasi dari 0-100 km/jam hanya dalam 7,9 detik. Mobil MPV listrik premium ini juga menyuguhkan pengalaman berkendara yang dinamis, juga efisien.

Sisi interior mobil ini semakin menonjol dengan kehadiran One Touch Panoramic Smart Roof Glass elektrik yang bisa dikendalikan hanya melalui satu sentuhan, jok depan dengan fitur Memory, Massage, dan Heater, serta sistem audio premium Harman Kardon dengan 12+1 speaker yang memberikan pengalaman berkendara semakin menyenangkan.

Selanjutnya, ID. BUZZ LWB juga didukung oleh fitur Powered Sliding Doors dan Kick Sensor untuk pintu samping dan bagasi.

Promo dan Program Event The BUZZ Point

Tidak hanya memamerkan ID. BUZZ LWB, The BUZZ Point menawarkan pengalaman pameran yang menyenangkan dan interaktif, antara lain:

  • AI Photobooth Unik khas Volkswagen: Pengunjung diajak untuk berfoto menggunakan teknologi AI bertema retro khas Volkswagen.
  • Voucher Lucky Dip: Setiap pembelian ID. BUZZ LWB berkesempatan memenangkan hadiah menarik melalui Voucher Lucky Dip senilai hingga Rp20 juta
  • Official Merchandise Volkswagen: Beragam merchandise Volkswagen yang bisa menambah koleksi para pencinta Volkswagen.
  • Takjil Premium dari MamiToko: Menemani pengunjung berbuka puasa, Volkswagen juga turut menyajikan kudapan lezat dari MamiToko
  • Kuis Interaktif: Pengunjung bisa mengikuti kuis berhadiah eksklusif dari Volkswagen

Oh ya, setiap pembelian kendaraan ini dilengkapi dengan garansi 4 tahun atau 100.000 km (2+2 tahun), garansi baterai HV hingga 8 tahun atau 160.000 km, serta pemeliharaan gratis selama 5 tahun atau 100.000 km.

Selain itu, pelanggan juga mendapatkan free wall charging 11 kW, memastikan kenyamanan dalam pengisian daya di rumah. Dengan layanan ini, Volkswagen tidak hanya menawarkan kendaraan listrik inovatif, tetapi juga memberikan ketenangan bagi pelanggan dalam setiap perjalanan pelanggan.

Kejutan dan Kampanye Baru Volkswagen di IIMS 2025

Dalam keikutsertaannya di Indonesia International Motor Show (IIMS) 2025, Volkswagen Indonesia meluncurkan kampanye baru, yakni New Buzz In Life. Kampanye ini merupakan sebuah inisiatif, untuk merayakan evolusi salah satu ikon otomotif dunia, Volkswagen (VW) Kombi.

Sejak pertama kali diperkenalkan pada tahun 1950, VW Kombi telah menjadi simbol kebebasan dan petualangan. Sukses menemani berbagai generasi di seluruh dunia, termasuk di Indonesia sejak 1952. Kendaraan ini bukan sekadar alat transportasi, tapi juga bagian dari gaya hidup dan ekspresi diri.

New Buzz In Life merupakan gerakan budaya yang menjembatani nostalgia warisan legendaris VW, selama lebih dari 100 tahun dengan tren dan inovasi masa depan. Termasuk produk terkininya, dengan menghadirkan The All-Electric ID. Buzz. Mobil listrik ini akan melanjutkan perjalanan VW Kombi di era mobilitas masa kini.

Menandai dimulainya kampanye ini, Volkswagen Indonesia akan mempersembahkan deretan kolaborasi inovatif di berbagai aspek kehidupan masa kini, bersama seniman dan musisi Indonesia.

“VW Kombi telah menjadi bagian dari perjalanan banyak orang, bukan hanya sebagai kendaraan, tetapi juga sebagai simbol kebersamaan dan kreativitas. Melalui kampanye baru Volkswagen New Buzz in Life, kami ingin merayakan warisan ini dengan cara yang relevan bagi generasi masa kini,” kata Ahmad Badawi, Head of Sales & Marketing PT Garuda Mataram Motor.

Uniknya, terdapat satu unit VW Kombi generasi pertama yang super mulus di atas panggung. Sedangkan ada satu unit VW ID. Buzz di sisinya, namun wujudnya masih tertutup rapat. Ternyata mobil tersebut menjadi kejutan bagi Indonesia.

“Kami mengajak seluruh pengunjung untuk datang ke booth Volkswagen di IIMS 2025, khususnya di tanggal 21 Februari mendatang, dan saksikan langsung kejutan spesial dari Volkswagen Indonesia,” tutupnya.

Empat Dekade Volkswagen Transporter All-Wheel Drive

Tahun ini, Volkswagen Commercial Vehicles merayakan momen ’40 Years of All-wheel Drive’. Perayaan ini membuktikan kemampuan Volkswagen (VW) dalam memberikan kapabilitas off-road pada kendaraan komersialnya. Motto yang diusungnya ialah: ke mana saja tujuannya, tidak harus melewati jalan mulus.

Awal mula lahirnya kendaraan komersial 4×4 dari VW, saat Gustav Mayer (head of VW Transporter development) acapkali tersangkut di padang pasir Sahara, saat menggunakan VW T2 di era 1970an. Kesal karena keterbatasan kemampuan sistem penggerak roda belakang, maka ia dan timnya mengembangkan prototipe VW T2 dengan penggerak empat roda. Lokasi pengujian bertempat di wilayah Afrika Utara.

Baru diaplikasikan di T3

Pada akhirnya, VW T2 4×4 tidak pernah masuk ke jalur produksi. Sebab siklus produksi T2 sudah menjelang berakhir. Setidaknya pengembangan sistem 4×4 tersebut, menjadi dasar untuk kendaraan generasi berikutnya. Dengan segala hasil yang didapat, akhirnya VW menerapkan sistem 4×4 pada T3, pada tahun 1985.

T3 Syncro ini menjadi VW Transporter pertama yang menerapkan sistem penggerak empat roda. VW berkolaborasi dengan Steyr-Daimler-Puch, untuk menguji kapabilitas dan durabilitasnya di medan off-road. Tidak seperti T2 4×4 versi eksperimen, yang bisa menjadi mobil 4×2. Sebab T3 Syncro menggunakan sistem penggerak all wheel drive permanen, yang disertai kopling visco, guna membagi distribusi daya antara roda depan dan belakang.

Modifikasi lainnya adalah suspensi yang ditinggikan dan sejumlah komponen yang diperkuat. Seluruh penyempurnaan tersebut membuat T3 Syncro mampu diandalkan di meda off-road. Pada tahun 1987, T3 Syncro menggunakan velg 16 inci, ukuran rem lebih besar, locker roda belakang, dan ground clearance menjadi 246 mm. Model ini diciptakan buat melahap medan off-road serius, hanya 2.138 unit saja. Namun, 60 unit di antaranya merupakan T3 Syncro dengan bodi flatbed yang super langka.

Memecahkan rekor

Di awal 1990an, VW meluncurkan Transporter generasi baru, yakni T4. Model ini menggunakan layout yang benar-benar baru, dengan posisi mesin di depan dan berpenggerak roda depan. Tahun 1993, diperkenalkan varian Syncro, dengan sistem kopling visko untuk menyalurkan daya ke roda belakang saat diperlukan. Hasilnya, sistem all-wheel drive ini menyuguhkan rasa berkendara yang stabil, namun tetap menghadirkan kepraktisan sebuah VW Transporter.

Prestasi sistem all-wheel drive Volkswagen Commercial Vehicles, semakin terdongkrak di tahun 1999. Ketika ada dua tim yang ingin membelah rute Pan-American Highway, dari Alaska hingga Argentina. Dua tim tersebut berangkat dari Prudhoe Bay, Alaska, pada 25 September 1999, menembus medan non-aspal yang buruk, cuaca yang ekstrem, hingga harus menghadapi situasi politik yang ‘menantang’ di wilayah Amerika Latin.

T4 Multivan Syncro yang dikemudikan oleh Andreas Renz dan Matthias Göttenauer itu, menyelesaikan medan penuh tantangan sejauh 22.880 km, hanya dalam waktu 15 hari, 14 jam, dan 6 menit. Kesuksesan ini langsung dicatat dalam Guinness Book of World Records.

Sederet produk legendaris menjadi acuan penting bagi produk kendaraan VW all-wheel drive saat ini. Sebut saja Multivan, California, Transporter, Caravelle, dan ID. Buzz. Kendaraan modern tersebut meneruskan semangat petualangan, yang telah dihadirkan oleh kendaraan komersial VW sejak puluhan tahun silam.

GTV II: VW Kodok Spesial Bikinan EMPI di Masa Kini

Penggemar Volkswagen (VW) klasik pasti tidak asing dengan brand aksesori buatan EMPI. Ya, selama puluhan tahun komponen EMPI dan EMPI GTV telah menjadi pilihan di banyak negara. Sosok penting di balik brand EMPI ini ialah Joe Vittone. Pria ini bisa dianggap sebagai pionir dari langkah yang banyak dilakukan oleh pemilik VW klasik di dunia. Fokusnya ialah mobil berbobot ringan, tapi memiliki output yang besar.

Oke, awal cerita lahirnya EMPI bermula pada tahun 1954, saat Joe Vittone dan mitranya, Holt Haughey membuka dealer VW, Economotors. Dealer ini berlokasi di Riverside, dan menjadi salah satu dealer VW di negara bagian California. Tak lama kemudian, Economotors menjadi salah satu dealer VW yang paling sukses di Amerika Serikat.

Solusi lebih rasional

Namun, Joe Vittone menyadari bahwa ada potensi masalah dengan desain kepala silinder mesin VW. Biasanya bos klep (valve guide) mudah sekali aus dan instruksi dari prinsipal VW adalah langsung mengganti kepala silindernya dengan yang baru. Ia memutuskan untuk membuat bos klep versinya sendiri, sehingga para pengguna VW yang mengalami masalah pada mesin mobilnya, kini memiliki solusi yang lebih rasional.

Berangkat dari penjualan bos klep tersebut, dealer Economotors memiliki pemasukan yang luar biasa. Oleh karenanya, Joe Vittone langsung membentuk perusahaan baru yang khusus menjual komponen aftermarket dan komponen performa tinggi untuk kendaraan VW, dengan nama European Motor Parts Inc (EMPI).

VW Beetle yang tadinya memiliki output hanya 60 hp, maka bisa mencapai 85 hp dengan memasang beragam komponen performa tinggi buatan EMPI. Guna mengimbangi performa mesin yang bertambah, tersedia sokbreker, stabilisator suspensi depan, kompensator sudut camber suspensi belakang, termasuk velg dan ban.

Lahir EMPI GTV

Melesat ke tahun 1966, Economotors menawarkan VW Beetle 1300 dengan komponen EMPI, namun tetap memiliki garansi penuh dari VW. Unit tersebut dinamakan EMPI GTV, serta tersedia dalam empat tingkatan spesifikasi. Mulai dari MkI, MkII, MkIII, hingga MkIV. Setiap GTV racikan EMPI ini menjadi unit yang spesial dan legendaris.

Oleh karenanya, kini EMPI pun tergugah untuk menciptakan kembali VW ‘Kodok’ GTV, dengan nama GTV II. Victor Gonzalez, teknisi EMPI dan penggemar VW, bersama Larry Hole dan Tyler Kitchen. Tim EMPI memasang komponen suspensi, sistem penggerak, sistem pengereman, sistem kemudi, hingga perkabelan sesuai standar pabrik.

Founder brand JayCee dan pembalap drag race, Jack Sacchette, merakit mesin baru berkapasitas 1914 cc dengan paket EMPI Long Block. Mesin ini menggunakan blok magnesium alloy EMPI AS/41, kepala silinder EMPI Stage 1, sepasang karburator 44HPMX, tak ketinggalan sistem knalpot stainless steel EMPI sideflow. Semua racikan ini bisa menghasilkan output sebesar 130 hp.

Urusan penyalur daya diserahkan ke Lino Iniguez dari Rancho Transaxle di Fullerton, California. Ia membuat transmisi manual Pro-Street 4-speed, dengan casing alumunium EMPI dan as roda berspesifikasi balap.

Chip Foose pun ikut nimbrung

Untuk suspensi depan dan belakang, semuanya menggunakan komponen EMPI, termasuk sokbreker Bilstein B6 untuk pengalaman berkendara yang responsif. Sistem pengereman didukung komponen EMPI bolt-on disc brake kit dan big bore master cylinder. Bahkan Chip Foose ikut memberi ‘sentuhan’ pada velg EMPI BRM, yang dibalut juga dengan ban Yokohama AVID Ascend GT.

Interior GTV II digarap oleh Sewfine Interior Products di Denver, Colorado. Jok Race-Trim low back menggunakan bahan custom dan bahan insert Spirit of Le Mans, termasuk pola jahitan yang mendetil.

Karena jok belakangnya dilepas, maka lantainya dilapis karpet berwarna oatmeal. Aksen serupa juga terlihat pada pelapis plafon dan bagian ragtop. Melengkapi interior GTV II, terdapat deretan instrumen buatan Smiths Gauges of Edenbridge, Inggris. Shift knob EMPI bergaya vintage dan setir kayu EMPI klasik.

EMPI Engineering merancang emblem dan dop velg yang unik. Agar semakin lengkap, Ryan Alexander dari Signpros Brea, California, membuat dan memasang striping khas GTV yang senada dengan warna interior. EMPI membuat 50 unit GTV II dan sepertinya hanya penggila VW dan brand EMPI yang beruntung dapat memilikinya.

VW ID. Buzz Ini Jadi Versi Reborn Kombi Dakota

Legenda yang hadir dalam bentuk baru, itulah kesan pertama melihat Volkswagen (VW) ID. Buzz, yang resmi diperkenalkan PT Garuda Mataram Motor (GMM), pada ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2024.

“Kami memilih ID. Buzz sebagai produk VW pertama yang memasuki era elektrifikasi,” kata Badawi Marhasan, Head of Sales Volkswagen Indonesia.

Secara desain ID. Buzz terinspirasi dari VW Type 2 (T1) atau yang dikenal dengan julukan Kombi Dakota di Indonesia. Terlihat dari logo VW besar di bagian depan, lalu overhang pendek yang mengingatkan pada VW klasik itu.

Material interior daur ulang

Masuk ke interior, memang dirancang luas seperti ciri khas VW Kombi Dakota terdahulu. Ada jok elektrik di depan, dan jok belakang bisa digeser serta dilipat, sehingga memberi kesan layaknya lounge.

VW ID. Buzz memiliki bagasi dengan volume 1.121 liter, dan jika tidak cukup maka kursi bisa dilipat, hasilnya kapasitas bagasi bertambah hingga 2.205 liter.

Keunikan ID. Buzz adalah interior mobil yang dibuat dari bahan daur ulang. Mulai dari pelapis kursi, karpet mobil, serta pelapis plafon. Kemudian sisanya menggunakan bahan sintetis non-hewani.

Bahan fabric yang digunakan ID. Buzz disusun dari benang Seaqual. Yang mana materialnya terdiri dari 10 persen plastik dari lautan, dan 90 persen dari botol plastik PET daur ulang. Pelapis kursi ArtVelours ‘ECO’ juga berkandungan 71 persen bahan daur ulang.

Bisa ngebut sampai 160 km/jam

Dashboard mobil terinspirasi dari VW Kombi Dakota dan dilengkapi dengan layar instrument cluster berukuran 5,3 inci yang dipadu layar infotainment berukuran 12 inci. Terdapat fitur wireless charging dan tidak kurang dari delapan soket USB yang tersebar di dalam interior.

ID. Buzz menggunakan platform MEB yang dilengkapi dengan satu motor listrik yang ditempatkan di belakang. Dengan tenaga 207 hp dan torsi 560 Nm, membuat sprint 0-100 km/jam cukup 7,6 detik. Lalu top speed bisa sampai 160 km/jam.

VW ID. Buzz dipadukan dengan baterai lithium ion 79 kWh, hasilnya ID. Buzz mampu melaju hingga 430 km. Fitur fast charging DC 170 kWh yang mampu mengisi daya dari 5 persen menuju 80 persen dalam waktu 30 menit saja. Sedangkan pengisian biasa AC 11 kW, membutuhkan waktu 7 jam 30 menit dari kosong hingga penuh.

VW ID. Buzz segara dirakit di Indonesia, dan dibanderol seharga Rp 1,3 miliar (on the road) untuk varian Normal. Menyusul akan diluncurkan juga varian Long Wheel Base 7 seater.

Bentley Pensiunkan Mesin W12, Selamat Datang Era Mesin Hybrid

Bentley punya mesin yang sangat fenomenal. Beragam mobil buatan pabrikan asal Inggris ini telah dibekali mesin 6.0-liter W12.

Setelah berkiprah selama lebih dari dua dekade dan dibuat hingga 10.000 unit, pabrikan asuhan VW ini memutuskan untuk memensiunkan mesin W12.

Dua Dekade, 10 Ribu Unit Mesin

Mesin W12 yang digunakan oleh Bentley sejatinya adalah hasil rancang bangun buatan Volkswagen Group. Berawal dari gagasan untuk menggabungkan dua buah mesin VR6 (6-silinder V) untuk menandingi mesin V12. Karena silindernya berkonfigurasi 3-3-3-3  sehingga layoutnya menyerupai huruf “W”.

Mesin W12 berkode WR12 hasil rancangan Volkswagen awalnya akan digunakan untuk mobil balap Formula 1, namun justru malah digunakan pada mobil sport. Sedangkan unit W12 5.6-liter (non-turbo) pertamakali digunakan pada mobil konsep Volkswagen W12 Syncro Coupe yang diperkenalkan di Tokyo Motorshow 1997. Digunakan juga pada VW W12 Roadster setahun kemudian.

Versi 6.0-liter W12 hadir 2001 dan digunakan pada supercar VW W12 Nardò. Pada tahun 2003, muncul 6.0-liter W12 twin-turbo yang khusus digunakan pada Bentley Continental GT dan Flying Spur.

Kini Eranya Hybrid

Para petinggi Bentley di Crewe, Inggris mungkin punya otonomi dalam menentukan kebijakan perusahaan. Namun kebijakan dan visi Volkswagen Group selaku induk perusahaan dan pemasok mesin hirarkinya jauh lebih tinggi.

Hybrid yang menjadi bagian dari visi masa depan Volkswagen Group tentunya secara tak langsung menjadi visi Bentley. Tapi ini jadi masa transisi Bentley menuju era mobil listrik pada tahun 2030 mendatang.

Sebagai pengganti mesin W12, Bentley telah menyiapkan V8 Ultra Performance Hybrid. Penggerak dengan suplemen motor elektrik hybrid ini digadang mampu menghasilkan tenaga sebesar 740 horsepower. Jarak jelajah maksimum, pada mode EV mencapai 80 km.

Sejumlah prediksi yang beredar, Bentley bakal menggunakan basis jantung mekanis 4.0-liter V8 plug-in-hybrid (PHEV) dari Lamborghini Urus SE. Hanya saja kemungkinan akan ada sejumlah penyesuaian pada setting mesin maupun motor elektriknya.

Saat ini Bentley telah menggunakan mesin V6 plug-in hybrid untuk model Flying Spur dan Bentayga.

Mesin 2.9-liter V6 plug-in hybrid pada Flying Spur memiliki output tenaga 536 hp dengan torsi maksimum 750 Nm. Sedangkan versi 3.0-liter V6 plug-in hybrid pada Bentayga bertenaga 456 hp 516 dengan torsi maksimum 700 Nm.

Konsumsi daya listrik untuk Flying Spur PHEV di angka 24.4 kWh per 100 km. Sedangkan untuk Bentayga PHEV konsumsi daya listriknya 36.8 kWh per 100 km (berdasarkan siklus uji WLTP).

Selain V8 plug-in hybrid “Ultra Performance Hybrid”, Bentley kabarnya juga akan menggunakan mesin hybrid jenis lainnya. Tapi pihak Crewe belum mengungkap secara detail. Apakah sistem mild hybrid V8 bawaan Audi? Kita lihat saja perkembangannya.

 

VW Magotan, Passat Versi RRC Yang Bikin Iri Orang Eropa

Mobil brand Eropa yang khusus beredar untuk pasar domestik RRC kadang bikin iri. Salah satu contohnya VW Magotan.

Mid-size sedan yang berbasis dari VW Passat dan Skoda Superb ini dibekali fitur yang lebih modern dan canggih.

Tampilan Dibedakan

Secara garis besar, mobil ini memang berbasis dari VW Passat versi Eropa. Namun konsumen di RRC punya selera yang berbeda. Regulasi yang berlaku juga berbeda dengan di Eropa. Oleh sebab itu kemasan tampilan VW Magotan juga lain.

Lampu depan bentuknya lebih kotak. Garnish chrome pada lampu depan pun posisinya berbeda. Ukuran grille pun sedikit lebih besar dari Passat. Bahkan bentuk grillenya lebih mirip Skoda Superb dibanding VW Passat.

Tampilan bagian belakang pun cukup banyak perbedaannya. Yang paling jelas terlihat yakni desain lampunya lebih mirip mobil listrik VW ID.

Kemasan interior mobil ini lebih kental dengan gaya sedan VW Passat. Hanya beda di layout tampilan dashboard dan konsol tengahnya.

Tiga Layar Digital!

Pada dashboard Superb dan Passat dibekali sebuah panel instrument digital dan satu head-unit berupa layar touscreen untuk infotainment. Namun tidak untuk VW Magotan.

Layar sentuh di tengah dashboard tak hanya lebih besar dari dua saudaranya yang versi Eropa. Pada dashboard di sisi penumpang juga dilengkapi dengan layar touchscreen. Ya, dashboard Magotan punya tiga layar digital!

Fitur teknologinya mirip seperti pada model mobil Porsche dan Mercedes-Benz terbaru. Fitur canggih pada VW Magotan jelas bikin iri para pemilik sedan VW Passat dan Skoda Superb di kawasan Eropa.

Magotan adalah mobil berplatform MQB Evo pertama daej Volkswagen yang menerapkan layout tiga layar digital pada dashboard.

Dua Mesin

Ini adalah mobil bermesin bensin, bukan mobil listrik. Jangan terkecoh dengan desain lampunya yang mirip mobil listrik VW ID. Bahkan lantaran ujung pipa knalpotnya tak terlihat dari bumper belakang.

Berdasarkan data yang diunggah, VW Magotan dibekali mesin 2.0-liter turbo buatan VW-FAW. Tenaganya cukup menggugah, 217 hp.

Namun sejumlah pemberitaan media lokal China memprediksi jika bakal tersedia opsi mesin 1.5-liter turbo bertenaga 158 hp. Mungkin ini untuk varian termurah.

Spek dan fitur yang diusung cukup memikat penyuka sedan di RRC. Soal harga belum dapat dipastikan, karena VW Magotan baru resmi dipasarkan di RRC sekira penghujung tahun ini.

 

 

Sang Maestro Desain Marcello Gandini Berpulang di Usia 85 Tahun

Dalam perjalanan sejarah otomotif dunia, Marcello Gandini selalu diingat sebagai perancang mobil yang ikonik. Pria kelahiran kota Turin, Italia, ini menjadi salah satu desainer mobil yang mampu menginspirasi banyak hal. Sang maestro desain ini menghembuskan nafas terakhirnya pada 13 Maret 2024, di usia 85 tahun.

Marcello Gandini yang lahir pada 26 Agustus 1938, meraih puncak karirnya saat bekerja di studio milik Nuccio Bertone. Di studio tersebut, namanya menjadi terkenal berkat goresan tangannya dalam mendesain sosok sejumlah Lamborghini. Mulai dari Miura, Countach, hingga Diablo.

Selalu berinovasi

Dirinya pertama kali memperkenalkan ide mengenai pintu gunting (scissor door), pada mobil konsep Alfa Romeo Carabo di tahun 1968. Beberapa tahun sebelum akhirnya diterapkan pada Lamborghini Countach, lalu dilanjutkan pada Diablo. Pintu gunting ini lalu menjadi ciri khas dari beberapa model supercar Lamborghini.

“Saya membangun identitas sebagai seorang desainer, terutama saat menggarap supercar Lamborghini. Setiap model yang saya rancang, harus berupa inovasi baru, dan harus berbeda dengan apa yang telah sebelumnya,” ujarnya di tahun 2021 silam.

Tak melulu mobil Italia

Meski namanya seolah lekat dengan brand berlogo ‘banteng mengamuk’ itu, Marcello Gandini juga sibuk merancang sejumlah mobil Italia ngetop lainnya. Sebut saja Ferrari Dino 308 GT4, Fiat X1/9, Lancia Stratos, Maserati Quattroporte II dan IV, Maserati Shamal/Ghibli II, serta Alfa Romeo Montreal.

Talentanya tidak selalu tertuang pada mobil Italia saja. Sebab masih ada sederet mobil Eropa lain yang lahir berkat goresan pena Marcello Gandini. Mulai dari Volkswagen Polo generasi pertama, Renault 5 Turbo, Citroën BX, Bugatti EB110 concept, dan tak lupa BMW Seri 5 generasi pertama (E12).

Pernah merancang bodi helikopter

“Ayah saya seorang konduktor orkestra dan menginginkan saya menjadi seorang pianis. Namun, saya akhirnya memilih jalan hidup yang ingin saya lalui sendiri,” ungkapnya.

Sosoknya yang berani dan memiliki kemampuan untuk mendesain sesuatu yang baru, tanpa harus melihat kesuksesan mobil pendahulu, menjadi karakter keras yang dipegang teguh selama hidupnya.

Marcello Gandini tak hanya merancang mobil saja, karena ia sempat mendesain sejumlah properti rumah, interior nightclub, furnitur industrial, sampai bodi helikopter Heli-Sport CH-7.

75 Tahun VW di Amerika, Dari Anti Jerman Hingga Elektrifikasi

Tahun ini merupakan momen penting bagi Volkswagen (VW). Genap 75 tahun VW berkiprah di pasar otomotif Amerika Serikat. Tak hanya sekadar sebuah merk mobil. VW telah jadi bagian dari budaya populer serta kehidupan masyarakat Amerika Serikat selama tiga perempat abad.

Susah, senang hingga skandal emisi tidak menggoyang VW untuk terus memenuhi jalanan di negara itu. Mengenang napak tilas sejarah hadirnya VW di negara itu, foto dan video dokumentasi akan dipublikasikan secara luas ke seantero AS. Catatan dokumentasi tersebut menggambarkan evolusi industri otomotif dan kiprah VW di Amerika Serikat selama 75 tahun.

Mulai dari sepasang VW Beetle yang pertamakali masuk ke AS di tahun 1949. Hingga mobil listrik VW ID. Buzz model tahun 2024 yang menjadi versi futuristik dari model ikonik VW Bus.

Serangkaian acara perayaan pun akan dihelat oleh Volkswagen of USA sepanjang tahun 2024 ini. Termasuk kembalinya VW di liga utama American Football yakni Super Bowl setelah hiatus cukup lama.

Dua Unit VW Beetle

Perjalanan sejarah Volkswagen di Negeri Paman Sam dimulai pada tahun 1949. Ben Pon, pengusaha asal Belanda memboyong sepasang VW Beetle dan diperkenalkan untuk pertamakalinya kepada publik AS di kota New York. Setahun kemudian menyusul VW Microbus.

Pada saat itu untuk memasarkan mobil VW di Amerika Serikat yang terbiasa dengan mobil bermesin besar dan rasa nasionalisme cukup tinggi sangatlah sulit. Terlebih lagi sebagian besar rakyat AS masih memiliki sentimen negatif terhadap segala hal berbau Jerman. Dampak dari Perang Dunia II.

Usaha gigih dan pantang menyerah terus dilakukan. Volkswagen of America sebagai APM VW di AS pun resmi berdiri di tahun 1955. Namun butuh waktu beberapa tahun lagi bagi VW untuk dapat diterima oleh para konsumen. Iklan ikonik VW Beetle bertema “Think Small” yang muncul pada tahun 1959 mulai merubah paradigma masyarakat AS.

Ubah Pola Pikir

Kehadiran VW Beetle/Bug (Type 1) dan Bus (Type 2) di pasar otomotif setempat akhirnya berhasil mengubah pola pikir para konsumen. Meskipun ber-cc kecil, namun VW adalah mobil harian keluarga yang ideal. Keduanya pun berhasil terjual 100.000 unit di AS pada era ’60an. Angka penjualan dan popularitas VW pun terus meningkat.

Di tahun 1966 VW Squareback/Variant dan Notchback (Type 3) mulai masuk ke pasar AS. Memasuki era tahun ’70an, pilihan model mobil yang ditawarkan oleh VW pun bertambah. Dasher (Passat), Jetta, Scirocco, dan Rabbit (Golf Mk I) jadi pilihan dengan harga “merakyat” bagi kalangan konsumen kelas menengah bawah.

Agar harga jual lebih terjangkau dan mempercepat jalur distribusi, VW pun membangun pabrik perakitan di Westmoreland, Pennsylvania yang mulai beroperasi pada tahun 1978.

Sebanyak 1,1 juta unit Rabbit (Golf Mk I) dan GTI terlahir dari tempat ini. Keduanya menjadi best seller dan merajai pasar hatchback di AS pada era ’70an – ’80an. Tahun 1988, pabrik VW Westmoreland ditutup. Manufaktur perakitan kendaraan pun direlokasi ke pabrik baru di Auburn Hills, Michigan yang beroperasi mulai tahun 1991.

Era Baru VW Di Amerika Serikat

Tahun 1998 merupakan momen penting bagi Volkswagen. VW New Beetle debut perdana di AS. Tak hanya berhasil memikat hati para konsumen, VW New Beetle jadi dewa penyelamat VW di pasar otomotif AS.

Untuk dapat memenuhi permintaan pasar, perlu dilakukan penambahan kapasitas dan lini produksi. Pada tahun 2008 VW membangun pabrik manufaktur dan perakitan baru di Chattanooga, Tennessee. Pabrik ini resmi beroperasi mulai tahun 2011 dengan unit produksi perdana VW Passat sedan.

Fasilitas manufaktur terpadu seluas 18 Ha ini memiliki kapasitas produksi 150.000 unit mobil per tahun. Mobil listrik VW ID.4 mulai diproduksi di tempat ini pada tahun 2022.

Bagian terpenting dari perayaan akbar ini masih dirahasiakan. Namun sejumlah info yang beredar mengarah pada debut perdana sedan listrik VW ID.7 di AS yang diprediksi bakal berlangsung sekira pertengahan tahun ini.

 

Beetle Battle 4, Kompetisi VW Kodok yang Penuh Edukasi

Setelah pernah digelar di area parkir Sarinah Thamrin pada 2014 silam, disusul hadir dalam  ajang Indonesia International Motor Show (IIMS) 2018, dan diadakan bersama Drag Race VW di landasan Pacu Rumpin 2021, tahun ini Volkswagen Beetle Club (VBC) menggelar ajang Beetle Battle 4 di Senayan Park, Jakarta, pada 17 Desember 2023.

Beetle Battle 2023 dengan menggandeng Jakarta Auto Classic Meet Up (JACMU) dan Komisariat Syndicate ini merupakan gelaran khas VBC yang menjadi acara kebanggaan dari penggemar VW Beetle (Kodok) tahun lawas. Para pemilik VW Kodok dapat saling menampilkan koleksinya tersebut di hadapan publik.

Beetle Battle 4 menjadi acara yang menghadirkan kompetisi terkait segala hal mengenai VW Kodok. Dalam penyelenggaraan ajang Beetle Battle 1 hingga 3, masih berlangsung dengan tema yang umum. Namun di gelaran yang keempat, maka konsepnya lebih matang dan berbobot.

“Gelaran tahun ini, Beetle Battle diadakan lebih ‘berwarna’. Segmen acaranya diselenggarakan lebih berkualitas. Selain itu, detail acara Beetle Battle kali ini juga memiliki konsep lebih matang,” jelas Fajar Adi, selaku Ketua Panitia Pelaksana Beetle Battle 4.

Beetle Battle berupaya untuk menampilkan sesuatu yang khas dan tidak ditemui pada ajang VW lain di Tanah Air. Beetle Battle 4 mengusung tema ‘Beetle Boxing Arena’, yang diibaratkan seperti adu tinju di atas ring. Boxing di sini untuk mempertemukan berbagai VW Beetle sesuai kelasnya masing-masing, untuk ‘bertarung’ menjadi yang terbaik.

Gelaran di penghujung tahun 2023 ini ternyata merupakan seri pembuka dengan kemasan Fun, Education, dan Entertainment. Makna di dalamnya ialah ingin mengajak generasi muda berikutnya untuk mau bermain VW klasik. Sehingga VW klasik tidak lenyap dari bumi Indonesia. Sebab keberadaan VW di Indonesia sudah merupakan bagian dari sejarah dunia otomotif Tanah Air.

Road to Pecah Volkswagen 2024 Siap Digelar!

Dalam menyambut gelaran Pecah Volkswagen di tahun 2024 nanti, maka sejumlah komunitas Volkswagen (VW) berkolaborasi untuk membuat acara pre-event, yakni Road to Pecah Volkswagen 2024 di Kompleks MPR RI, pada Sabtu 11 November 2023. Acara ini juga bakal disertai dengan aktivitas Sosialisasi Empat Pilar MPR RI.

Event Road to Pecah Volkswagen 2024 diselenggarakan oleh Ikatan Motor Indonesia (IMI) bersama Volkswagen Indonesia Assocation, Volkswagen Beetle Club (VBC), Volkswagen Thing Club (VTC), Volkswagen Van Club (VVC), dan VW Bekasi. Direncanakan bakal dimeriahkan dengan beragam konten acara dan tentunya akan ada ratusan kendaraan VW yang hadir.

“Berbagai kegiatan menarik telah disiapkan untuk memeriahkan event ini. Tidak kalah penting, juga akan ada sesi foto khusus bagi para pemilik VW dan kendaraan kesayangannya di depan tangga Gedung Nusantara MPR RI,” ujar Bambang Soesatyo, Ketua MPR RI sekaligus Ketua Umum IMI.

“Selanjutnya, akan ada kontes VW Bamsoet Choice, dan kontes VW Best Original Look. Tak ketinggalan talkshow dan diskusi mengenai VW, penghargaan kepada para anggota komunitas VW yang datang dari lokasi terjauh, bazaar UMKM, hingga hiburan musik dan berbagai kegiatan hiburan lainnya,” tambah Ray Gregory, selaku Ketua Panitia Road to Pecah Volkswagen 2024.

Selain akan disampaikan Sosialisasi Empat Pilar MPR RI, dalam acara ini juga akan disampaikan pemaparan mengenai Peraturan Menteri Perhubungan RI No.45/2023 Tentang Kustomisasi Kendaraan Bermotor. Hal ini dirasa perlu diketahui bersama, karena peraturan tersebut amat erat kaitannya dengan modifikasi kendaraan.

VW Wochenende Treffen 2023, Temu Kangen Lintas Generasi

Acara komunitas Volkswagen (VW) selalu seru untuk diikuti. Salah satunya ialah VW Wochenende Treffen 2023, Meet and Greet Komunitas VW yang diadakan pada 5 November 2023 di kawasan Serpong, Tangerang Selatan.

Ajang ini tak hanya diisi dengan temu kangen antar pengguna kendaraan VW saja, namun juga ada sejumlah kegiatan menarik lainnya. Mulai dari VW Profile & Product Presentation, VW Judge Workshop, Community Talk, Appreciation Award, Games & Prizes, VW Judges – The Best 10 Choices, serta VeeDub Gathering Party.

Indonesia sarat sejarah otomotif

Ketua MPR RI sekaligus Ketua Umum Ikatan Motor Indonesia (IMI) Bambang Soesatyo, bersama Ketua Umum VW Indonesia ASSC Komjen Pol (Purn.) Nanan Soekarna, membuka event ini secara langsung. Turut hadir antara lain, Deputi GM VW Garuda Mataram Ahmad Badawi, Event Director Vee Dub Enterprises Setyanto Herlambang, dan Joe P Project.

“Sejak 30 tahun lalu, saya telah mencintai VW. Menjadi anggota Volkswagen Beetle Club (VBC) dengan nomor anggota VBC-111. Membuktikan bahwa melalui otomotif, kita bisa mengetahui dan belajar banyak tentang perjalanan sejarah,” ujar Bambang Soesatyo.

VW sudah ada sejak 1952

Apa yang diutarakan oleh pria yang akrab disapa Bamsoet ini memang benar. Sebab keberadaan VW di Indonesia memiliki sejarah panjang. Sejumlah literatur mencatat, VW mulai masuk ke pasar otomotif Indonesia sekitar tahun 1952, dibawah naungan PT Piola. Selanjutnya, Indonesia sudah mampu memproduksi VW pertama yang diberi nama VW Mitra, berbasis VW Type 2 dengan mesin 1.6 liter.

Berbagai organisasi pecinta VW tersebut telah menjadi kekuatan sosial perekat ikatan kebangsaan. Hal ini tidak lepas dari jiwa kebersamaan dan kultur organisasi yang keanggotaannya bersifat inklusif dan merangkul semua golongan. Serta senantiasa mengedepankan nilai-nilai kekeluargaan, semangat solidaritas, dan gotong royong.

Para pecinta VW di Indonesia kemudian semakin guyub, hingga tergabung ke berbagai perkumpulan dan klub. Berdiri Volkswagen Van Club (VVC) di tahun 1981, Volkswagen Beetle Club (VBC) di tahun 1982, serta kini ditambah dengan Volkswagen Thing Club (VTC) yang baru saja dibentuk pada bulan Juni 2023.

Banyak unit langka

Kembali ke VW Wochenende Treffen 2023, acara ini juga diramaikan dengan hadirnya unit VW yang langka. VW Kodok dan Kombi sudah pasti paling banyak unitnya. Namun ada juga beberapa Type 3 (Notchback dan Squareback), 181 Thing (VW Safari atau VW Camat), Karmann Ghia Coupe dan Cabriolet, hingga Karmann Ghia TC yang amat langka!

Acara ini diadakan untuk menjadi bagian dari event Road to Pecah Seribu VW, Indonesia Bersatu. Rencananya acara Road to Pecah Seribu akan diselenggarakan pada 11 November 2023 di Kompleks MPR RI, dengan mengangkat tema ‘Mobil Rakyat di Rumah Rakyat’. Acara ini juga nantinya diiringi dengan dengan Sosialisasi Empat Pilar MPR RI.

Volkswagen Boyong ‘Hot Hatch’ Golf GTI di GIIAS 2023

Pameran Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2023 menjadi momen istimewa bagi PT Garuda Mataram Motor (GMM), Agen Pemegang Merk Volkswagen (VW) di Indonesia, untuk memperkenalkan salah satu model unggulannya, yakni New Golf GTI.

“The King is Back, Golf GTI adalah salah satu legenda hatchback berperforma tinggi dan kami bawa kembali ke Indonesia untuk para car enthusiast yang telah lama menanti mobil ini,” ujar Badawi Marhasan, Head of Sales PT GMM.

Hatchback Kompak dengan DNA Mobil Sport

VW Golf GTI sudah dikenal sebagai hatchback dengan DNA sporty sejak kelahirannya pertama kali di ajang Frankfurt Motor Show tahun 1975. Selanjutnya selama bertahun-tahun mobil ini terus menampilkan bagaimana sebuah hatchback berdimensi kompak menjadi layaknya sebuah mobil sport. Wajar saja jika predikatnya sebagai ‘Hot Hatch’ melekat sejak Golf GTI generasi pertama.

Desain eksterior baru mewujudkan perhatian terhadap detail khasnya. Garis merah di grille adalah ‘ciri wajib’ bagi sebuah Golf GTI. Garis itu membentang di kisi-kisi kendaraan, di kedua sisi logo VW. Golf GTI ini hadir dengan lampu depan LED performa tinggi, Daytime Running Lights (DRL) dan lima LED di setiap sisi bumper depan yang menciptakan lampu kabut berbentuk X ditambah fitur Active Cornering Lights.

Selain itu, semua lampu puddle, yang memproyeksikan pola polkadot unik ke permukaan tanah dari kaca spion luar, menampilkan ceruk gagang pintu yang bercahaya menjadi ciri khas The New Golf GTI. VW Golf GTI generasi 8 ini menggunakan Velg Alloy Richmond 18 inci dengan kaliper rem cakram berwarna merah.

Mesin 245 hp berada di balik kap depan

Di balik kap mesinnya, hatchback ganas ini menggunakan mesin 2.0 TSI dengan tambahan turbocharger yang bertenaga 245 hp dan torsi maksimal 370 Nm. Tenaga tersebut disalurkan ke kedua roda depan melalui transmisi DSG 7-speed dengan kopling ganda. Performa 0-100 km/jam dapat ditempuh hanya dengan 6,3 detik saja.

Interior dengan sport seat di depan memiliki aksen bernuansa merah, dapat diatur secara elektrik, memori posisi, serta lumbar support. Material kulit Vienna membalut jok depan dan belakang untuk memberikan sentuhan mewah.

Panel instrumen Digital Cockpit khas VW menggunakan layar 10,25 inci multiwarna dengan berbagai tema dan tampilan, termasuk tema khusus GTI. Tersedia fitur Discover Media dengan layar sentuh 10 inci yang memiliki fitur navigasi dan sistem koneksi Apple CarPlay, plus Android Auto dengan output 7 speaker.

Di Indonesia, All New Golf GTI tersedia dalam lima pilihan warna, yaitu: Kings Red, Moonstone Grey, Deep Black, Oryx White dan Atlantic Blue. Sayangnya, PT GMM belum membeberkan angka banderol untuk Hot Hatch tampan ini. Jangankan Anda, kami pun tak sabar untuk mengetahui harga resminya…

Produksi Global Platform MEB Volkswagen Capai 1 Juta Unit

Skandal Dieselgate yang terjadi di kubu Volkswagen pada tahun 2017 mungkin ada hikmahnya. Jika hal itu tak terjadi, mungkin pabrikan asal Jerman yang bermarkas di Wolfsburg ini tak akan segera beralih haluan ke teknologi mobil listrik seperti saat ini. Dalam kurun waktu kurang dari satu dekade, Volkswagen telah menjadi pemain utama di kancah mobil listrik Eropa maupun global. Dari delapan fasilitas manufaktur yang ada di berbagai negara, VW Group telah melahirkan 1 juta unit mobil listrik dengan platform MEB.

Bahkan beberapa pekan lalu pabrik manufaktur ke sembilan yakni Ford Cologne Electric Vehicle Center baru saja beroperasi di Jerman. Ya, di fasilitas yang dikelola oleh Ford Eropa ini akan diproduksi pula mobil listrik Volkswagen ID.4. Tentu saja Ford memperoleh keuntungan yakni dapat memanfaatkan teknologi rancang bangun platform MEB yang akan digunakan pada Ford Explorer EV yang sekelas dengan VW ID.4.

Platform Baru Untuk Mobil Listrik Berukuran Kecil

Volkswagen sangat memahami bahwa mobil listrik berukuran kecil memiliki potensi pasar yang sangat besar. Oleh sebab itu tak lama lagi platform MEB akan berkembang menjadi platform baru.

Platform ini nantinya khusus digunakan pada mobil penumpang termasuk crossover ukuran kecil yang bakal diproduksi sejumlah brand di bawah naungan VW Group.

Pasalnya, mobil listrik berukuran kecil biaya produksinya jauh lebih murah dan harga jualnya dapat menjangkau kalangan konsumen yang lebih luas. Tentunya, platform MEB Entry jadi jalan pembuka bagi VW Group dalam mengantisipasi gempuran mobil listrik kecil dan murah dari pabrikan otomotif RRC yang mulai merambah pasar Eropa.

Skoda dan Cupra adalah dua brand pertama yang bakal menggunakan platform MEB Entry. Cupra sendiri merupakan calon pengganti brand SEAT sebagai produsen mobil listrik pada tahun 2030 mendatang.

Platform MEB vs MEB Entry

Apa yang menjadi pembeda?

Dari konstruksi rancang bangunnya, perbedaan yang paling terlihat yakni pada sistem penggeraknya. Versi standar dari mobil berplatform MEB dibekali dengan motor listrik tunggal yang menghasilkan sistem penggerak roda belakang (RWD). Varian lebih lanjut yakni versi motor elektrik ganda dengan penggerak AWD.

Kendaraan dengan platform MEB saat ini diproduksi di Eropa, AS dan RRC. Platform jenis ini digunakan pada mobil listrik VW mulai dari hatchback ID.3 hingga minivan ID. Buzz versi long wheel-base yang baru saja diluncurkan.

Berbeda dengan platform MEB Entry yang dirancang khusus untuk mobil kecil dengan harga terjangkau (murah). Platform ini biaya produksinya jauh lebih murah dengan rancang bangun yang lebih sederhana dan nantinya hanya dibekali motor elektrik tunggal dengan sistem penggerak roda depan (FWD).

Perihal software yang selama beberapa tahun terakhir menjadi kendala di kubu VW, nampaknya akan segera teratasi. Kerjasama yang dijalin dengan Ford setidaknya bakal mengurangi ketergantungan VW Group pada divisi software Cariad.

Nah, dengan hadirnya platform baru MEB Entry, mampukah Volkswagen Group menandingi dominasi mobil listrik murah made in RRC seperti Wuling, GAC maupun BYD?

VW Tiguan generasi baru segera hadir.

Keberadaan VW Tiguan Baru Resmi Diakui, Meluncur Segera

Volkswagen (VW) mengumumkan kehadiran VW Tiguan generasi terbaru secara daring pada 15 Juni kemarin. Bentuknya masih ditutup kamuflase unik dengan QR code terpasang di pintu. Mobil ini akan hadir pada musim gugur yang akan datang di Amerika Serikat dan Eropa dulu, sebelum menjejak pangsa pasar global.

Lampu depannya seperti terinspirasi dari deretan mobil EV VW ID. DRL terpasang membentang di bawah kap mesin bagian depan. Sementara di bawahnya, saluran udara di bemper, diapit sepasang lubang udara. Secara keseluruhan, bentuk mukanya terlihat lebih berlekuk halus di bawah kamuflase yang terpasang. Kalau dibandingkan dengan yang ada sekarang. Entah kalau sudah dibuka nanti.

VW Tiguan akan diperkenalkan pada musim gugur nanti.

Tekukan di pintu bagasi terlihat tegas, terutama dari sambungan kaca ke bawahnya. Lampu belakang khas VW terlihat jelas di sini. Yang menarik, ada reflektor yang lebar di bemper.

Tidak kalah menarik, VW sudah membuka selubung interior Tiguan baru. Dashboard malah banyak tekukan bersiku dengan sepasang layar monitor. Satu di depan pengemudi, satunya sebagai sarana infotainment digital berukuran 15 inci. Layar ini diambil dari ID.7. VW mengklaim digitalisasi di kabin lebih intuitif dan dibuat berdasarkan masukan dari konsumennya. Meski demikian, pabrikan Wolfsburg, Jerman ini mengatakan bentuknya belum final.

Interior Tiguan baru.

Salah satu masukan mungkin soal tombol di setir. Jika sebelumnya menggunakan soft touch, kini kembali lagi jadi tombol fisik. Ini berita bagus, karena kami juga harus akui, soft touch di setir bukan ide yang bagus. Sementara itu, tuas transmisi bukan di konsol tengah, tapi di kolom setir.

Yang pasti, VW mengedepankan bagaimana mereka memuat interior VW Tiguan menggunakan material berkelas. Selain itu, diklaim juga mobil ini punya insulasi suara terbaik, yang bisa ditingkatkan melalui paket peningkatan akustik opsional.

Peningkatan di Balik Rupa

Untuk diketahui, ini adalah VW Tiguan dengan chassis pendek. Mengandalkan platform MQB Evo. Versi upgrade dari MQB yang sudah digunakan. Dimensi Tiguan, berdasarkan rilis VW adalah 4.551 mm untuk panjang, lebar 1.939 mm sedangkan tingginya 1.640 mm.

VW Tiguan akan punya varian PHEV.

Dengan demikian, mobil ini lebih panjang 32 mm dibanding pendahulunya. Juga bertambah tinggi 5 mm. Sedangkan lebarnya tidak berubah. Diberikan juga wheelbase sebesar 2.681 mm. Untuk informasi, ini tidak berubah. Sama seperti Tiguan wheelbase pendek sebelumnya. Namun ditegaskan, ruang kabinnya lebih luas. Contohnya, bagasi sekarang bisa menampung 648 liter barang. Meningkat 33 liter dibanding sebelumnya.

Sebagai penggerak, ada beberapa opsi. Pertama, empat silinder 1,5 liter dengan teknologi mild hybrid yang disebut eTSI. Lalu mesin berkapasitas 2,0 liter bensin dan diesel serta dua pilihan berpenggerak PHEV. Detailnya akan diumumkan nanti. Yang kami penasaran adalah VW Tiguan R tidak disertakan di pengumuman mereka. Kita tunggu saja.

VBC Rayakan Hari Jadi Ke-41 Dengan Konvoi Bersama

Usia yang ke-41 tahun bukan waktu yang sebentar dalam menjalin silaturahim antar anggota klub. Hal tersebut dibuktikan oleh Volkswagen Beetle Club (VBC) sebagai klub Volkswagen (VW) Beetle atau di Indonesia akrab disebut VW Kodok. Dalam memeriahkan hari jadinya tersebut, sejumlah anggota VBC melakukan konvoi bersama keliling Jakarta pada tanggal 10 Juni 2023.

Tak kurang dari 42 unit VW berkumpul di kawasan Pondok Indah, Jakarta Selatan, sejak pagi hari. Ternyata tak hanya pengguna VW Kodok saja yang ingin meramaikan acara ini, namun terlihat ada beberapa pengguna VW jenis lain yang ikut hadir, sebut saja VW Kombi dan VW Type 3. Rute yang dipilih dalam konvoi tersebut mulai dari Pondok Indah Plaza menuju Jalan Kyai Maja, dilanjutkan ke Jalan Jend. Sudirman dan Bundaran HI, lalu mengarah ke Jalan Prapanca serta berakhir di Papabro Café – Motovillage.

“Saat ini VBC memiliki anggota sekitar 400 orang dengan beragam aktivitas. Namun berangkat dari hobi dan antusiasme yang serupa terhadap VW Kodok di Indonesia, membuat VBC ini tetap eksis. Kami selaku pengurus berharap agar VBC tetap solid dalam menjalin silaturahim. Semoga klub ini bisa lebih baik lagi di masa depan dan menjadi ajang kumpul para pecinta VW di Indonesia,” kata R. Adi Yunadi Endjun, selaku Ketua Umum VBC.

Ternyata tidak melakukan konvoi saja, sebab dalam merayakan ulang tahunnya yang ke-41 ini, VBC tak lupa melakukan syukuran dengan diiringi acara potong tumpeng, hiburan musik dan aneka games. Aktivitas yang dilakukan pada hari penuh keseruan tersebut tak lain untuk terus mempererat solidaritas anggotanya secara internal, termasuk bersama klub Volkswagen yang ada di seluruh Indonesia.

Volkswagen Thing Club Akhirnya Resmi Dibentuk!

Satu lagi klub baru dari kendaraan Volkswagen (VW) dibentuk di Indonesia, yakni Volkswagen Thing Club. Klub ini merupakan wadah berkumpulnya penyuka dan pengguna VW Safari di Tanah Air. Klub baru ini dibentuk atas prakarsa dari sejumlah pengurus Volkswagen Beetle Club (VBC) dan Volkswagen Van Club (VVC).

Diinisiasi usai gelaran JACMU 2023

Berlatar belakang dari animo dan respon kegiatan Jakarta Auto Classic Meetup (JACMU 2023) sebelum ini, maka Ketua Umum Ikatan Motor Indonesia (IMI), Bapak Bambang Soesatyo melihat perlunya menambah wadah silaturahim para antusias mobil VW di Indonesia, khususnya dari kalangan para pemilik mobil VW Safari.

Sebagai pendiri dari klub ini, yaitu Dr. H. Bambang Soesatyo SE, MBA (VTC 001), Irjen Pol (P) Drs. Pudji Hartanto Iskandar MM (VTC 002), Ray Gregory E. Oscar (VTC 003), R. Adi Yunadi Endjun (VTC 004) dan Arief Gunawan (VTC 005). Diharapkan dengan hadirnya klub baru ini, dapat meningkatkan animo komunitas dan berkembangnya kegiatan otomotif khususnya yang terkait dengan VW Safari di Indonesia.

Kendaraan dinas Camat

Sekilas mengenai VW Safari ini, merupakan mobil mungkin kurang familiar bagi sebagian orang, karena populasinya memang tidak sebanyak VW Beetle (atau VW Kodok) atau VW Type 2 (atau VW Kombi). VW Safari ini juga dijuluki sebagai VW Camat, sebab pernah menjadi kendaraan dinas serta operasional pejabat setingkat Camat di Indonesia pada era Orde Baru.

VW Safari sebenarnya merupakan nama tidak resmi yang menempel pada mobil ini. Karena nama aslinya ialah VW 181 atau VW 182. Di negara asalnya, Jerman, VW ini memiliki sebutan Kurierwagen. Sedangkan di Inggris dinamai Trekker dan di Amerika dijuluki sebagai Thing. Meskipun bukan sebuah kendaraan off-road berpenggerak empat roda (4×4), namun VW Safari ini masih sanggup melewati permukaan jalan yang buruk dengan dibantu fitur reduction gear pada roda belakangnya.

VTC berharap agar dengan diresmikannya klub baru ini dapat merangkul semua pemilik VW Safari yang tersebar di seluruh Indonesia. Mengingat bahwa di wilayah Asia, hanya Indonesia saja yang pernah dipasarkan VW Safari secara resmi.

VW Mobil listrik ID BUzz

VW ID. Buzz LWB Siap Ramaikan Pasar Amerika dan Eropa

Terkadang sebuah sosok kendaraan itu seperti musik yang nikmat dan mampu memberikan aura yang menyenangkan. Hal tersebut mungkin yang menggambarkan sosok Volkswagen (VW) ID. Buzz. Sebuah mobil listrik yang punya tampilan yang unik dan mengundang senyum bagi siapa saja yang melihatnya. Setelah ID. Buzz hadir beberapa waktu silam, kini VW menghadirkan versi long wheelbase (LWB), khusus untuk wilayah Amerika (dan Canada) serta Eropa.

Kembalinya ke pasar Amerika Utara

Mobil ini sekaligus menandai kembalinya VW bus ke pasar Amerika Utara, setelah vakum selama 20 tahun lalu. Debut ID. Buzz LWB di Amerika berlangsung pada 2 Juni 2023, di Huntington Beach, dekat kota Los Angeles.

Pemilihan tempat tersebut ialah karena merupakan ‘tempat nongkrong’ para peselancar di California. Kaitannya dengan VW bus ialah para peselancar di masa lalu seringkali menggunakan VW bus generasi T1, T2, hingga T3. Asyiknya lagi, setiap tanggal 2 Juni nantinya akan diperingati sebagai Volkswagen Bus Day di Amerika.

Selanjutnya, ID. Buzz LWB diperkenalkan di Eropa pada 23 hingga 25 Juni dalam event VW Bus Festival di kota Hannover, Jerman. Gelaran ini merupakan event meet-up terbesar bagi pecinta dan pengguna VW bus di Eropa, serta pesertanya pun hadir dari segala penjuru negara.

Wheelbase bertambah 250 mm

Dengan panjang bodi mencapai nyaris 5 meter (4.962 mm), wheelbase VW ID. Buzz LWB bertambah 250 mm dan memungkinkan untuk adanya jok baris ketiga. Selain itu, ruang kargonya pun turut membengkak hingga 2,469 liter dan baterai yang berkapasitas lebih besar (85 kWh) dapat disematkan.  

ID. Buzz LWB juga akan tersedia dengan motor listrik 210 kW (setara dengan 286 hp) dan mampu mencapai top speed 160 km/jam (dibatasi secara elektronis). Akselerasi 0-100 km/jam dapat diselesaikan dalam waktu 7,9 detik. Sedangkan untuk versi Eropa, harus ‘puas’ dengan motor listrik 150 kW. Jadi top speed-nya berada di angka 145 km/jam saja.

Lebih lanjut, di tahun 2024 nanti VW juga akan memperkenalkan ID. Buzz LWB versi GTX yang berpenggerak all-wheel drive dan memakai motor listrik 250 kW (atau setara 339 hp). Hasilnya ialah akselerasi 0-100 km/jam dalam tempo 6,4 detik!