Ducati Panigale V4 S Kini Tersedia Kit Serat Karbon Ala Balap

Seperangkat kit aksesoris berbahan serat karbon pun kini telah tersedia untuk Panigale V4 S terbaru. Mulai dari sepatbor, sirip winglet hingga pelek opsional khusus Panigale V4S ini berbasis dari versi balap.

Ada dua jenis paket kit serat karbon yang ditawarkan, Carbon Standard dan Carbon Pro.

Untuk paket Carbon Standard, konsumen akan mendapatkan sepatbor depan dan belakang, sepasang sirip winglet fairing depan dan pelek five-spoke. Kesemuanya tentu saja berbahan serat karbon.

Ingin versi yang lebih lengkap? Pilihannya adalah paket Carbon Pro. Selain kit yang ada pada paket Carbon Standard, masih ditambah lagi dengan kelengkapan lainnya.

Yang pertama yakni rem depan Pro. Dua cakram rem Brembo T-Drive berdiameter 338.5 mm dengan ketebalan 6.2 mm. Cakram rem spek balap ini digigit oleh kaliper rem Brembo Hypure. Sedangkan pompa master rem depan pakai versi MCS 19.21 dengan tuas rem yang dapat disetel posisinya.

Paket sistem rem depan ini sama seperti yang digunakan pada motor balap Ducati MotoGP 2024 besutan Francesco Bagnaia dan Marc Marquez, juga motor balap Ducati WSBK besutan Alvaro Bautista maupun Danilo Petrucci.

Untuk paket Carbon Standard harganya £5.300 (sekira Rp 112 jutaan). Jika ingin paket Carbon Pro yang kit-nya lebih lengkap, siapkan dana extra £9.800 atau setara Rp 207,2 jutaan. Paket termahal ini harganya saja hampir sepertiga harga unit motornya.

Jika ingin paket ini langsung terpasang, maka cantumkan paket yang diinginkan saat memesan Ducati Panigale V4 S.

Motor Yang Menarik

Ducati Panigale V4 S sendiri adalah ujung tombak Ducati, yang didesain untuk memberikan pengalaman berkendara tidak terlupakan. 

Ditegakkan oleh rangka aluminium, motor ini berpenggerak mesin V4 berkapasitas 1.031 cc. Tenaga yang dihasilkan mencapai 214 hp pada 13.000 rpm. Torsinya menyentuh 124 Nm pada 10.000 rpm. Ini mesin yang menarik karena bobot motor hanya 174 kg. 

Untuk mengimbangi, Ducati membekalinya dengan suspensi Ohlins NPX berpengaturan elektronik di depan. Di belakang Ohlins TTX36 sebagai peredam kejut  yang adjustable. 

Penahan lajunya, apalagi kalau bukan Brembo, yang memasangkan kaliper Monobloc Stylema dengan empat piston yang akan menjepit sepasang disc brake depan. Yang belakang dibekali dual piston dan cakram tunggal. 

 

 

Ducati Panigale V4 7G Melenggang di Tanah Air!

Butuh kesabaran bagi para Ducatisti di Tanah Air untuk bisa memiliki moge Ducati Panigale V4 generasi ketujuh. Sejak debut perdana pada Juli 2024 di World Ducati Week Italia, akhirnya Ducati Indonesia baru bisa memboyongnya. Peluncuran pada Sabtu (8/2) lalu di Jakarta menandai hadirnya Panigale V4 7G di Indonesia.

“Panigale V4 generasi ketujuh ini tidak hanya berteknologi canggih dan berdesain indah, tetapi juga diciptakan untuk mewujudkan misi melanjutkan sejarah sukses Ducati Superbikes,” ungkap Jimmy Budhijanto, CEO Ducati Indonesia di Jakarta, Sabtu (8/2).

DNA Balap

Panigale V4 terbaru ini menyuguhkan gaya tampilan serta sensasi berkendara ala pembalap profesional. DNA motor balap Ducati di ajang MotoGP dan GP Superbike disematkan pada sosok Panigale V4 7G.

Perubahan gaya tampilan sangat signifikan. Desain fairing depan pendek dengan lampu depan serta DRL yang ramping terinspirasi dari Ducati 916. Wajah Panigale V4 pun kini terlihat makin garang. Desain sirip winglet pada tepi fairing depan berubah dengan gaya ala Desmosedici MotoGP. Hambatan udara dikatakan sekira empat persen lebih kecil dibanding versi sebelumnya.

Swingarm Ganda

Ergonomi tangki dan jok pun direvisi agar posisi duduk serta posisi kaki lebih leluasa. Handling berkendara pun jadi lebih optimal. Pada tangki ada cekungan agar rider lebih leluasa sedang merunduk. Posisi pijakan kaki lebih mundur 10 mm menyesuaikan ubahan ergonomi dan posisi riding.

Perubahan paling drastis adalah swingarm ganda model baru yang diadopsi dari Desmosedici MotoGP. Pengganti swingarm lama versi monoarm ini bobotnya lebih ringan. Handling serta traksi roda belakang saat berakselerasi maupun bermanuver jadi lebih sempurna.

Suspensi Ohlins NPX/TTX berpengaturan elektronik menghasilkan setting redaman yang lebih presisi. Kenyamanan saat riding di jalan raya maupun sirkuit balap pun jadi makin meningkat.

Sistem pengereman pun diupgrade dengan kaliper rem Brembo Hypure yang kinerjanya lebih baik. Perubahan tersebut membuat bobot Panigale V4 7G jadi lebih ringan 2 kg.

Upgrade Mesin

Tak hanya upgrade pada bodi, sasis dan suspensi. Komponen mesin Desmosedici Stradale V4 1.103 cc yang dibopong juga mengalami ubahan. Profil sudut kepala cam dan counter-rotating shaft direvisi.

Saluran masuk mengalami ubahan sehingga jarak aliran lebih besar. Konfigurasi pendek bertambah 25 mm. Sedangkan konfigurasi panjang bertambah 80 mm.

Alternator dan pompa oli diadopsi dari versi Panigale V4 R. Drum girbox yang digunakan sama seperti Panigale Superleggera V4.

Tak hanya memenuhi standar emisi Euro 5+, performa mesin juga meningkat. Untuk versi standar output tenaganya 216 hp pada 13.500 rpm dengan torsi 120,9 Nm pada 11.250 rpm. Jika pakai knalpot balap Ducati Performance garapan Akrapovic tenaganya meningkat menjadi 228 hp.

Meskipun bertenaga besar, Ducati Panigale V4 7G ini handlingnya relatif “jinak” dan bisa dikendarai rider amatir hingga profesional.

Kuota Unit Terbatas

Ducati Indonesia hanya mendapat jatah sebanyak 20 unit yang datang secara bertahap. Jadi para peminat bakal adu cepat. Panigale V4 7G standar dibanderol dengan harga mulai dari Rp 1,1 miliar. Untuk varian V4 S dibanderol mulai dari Rp 1,3 miliar. Harga on the road (OTR) Jakarta.

Ini memang bukan moge biasa, dan hanya bagi pecinta moge Ducati yang serius serta berkocek tebal. Meskipun harganya sembilan digit, kabarnya sudah ada tiga konsumen yang memesan Panigale V4 7G ini jauh hari sebelum launching di Indonesia. Luar biasa!

Kawanan Ducati Asal Indonesia Menyusuri Bagian Barat Australia

Ducati Indonesia di bawah PT. Legenda Motor Indonesia (LMI), menggagas touring perdana ke luar negeri ‘A Journey to Western Australia’. Kegiatan yang diadakan dari tanggal 24 hingga 29 November 2024 ini, diikuti oleh 11 orang pengguna Ducati. Motor kesayangan mereka dikirim langsung dari Indonesia, untuk menjelajah keindahan alam Australia Barat.

Touring yang berlangsung selama lima hari ini, menempuh jarak sejauh 1,318 km. Menyusuri lanskap indah dari Perth hingga Mandurah, melewati Albany, Denmark, Augusta, Margaret River dan Busselton. Delapan Ducati yang ikut, terdiri dari Multistrada V4 Pikes Peak, Multistrada V4 S, Streetfighter V2, Streetfighter V4 S, Diavel V4, dan XDiavel.

Keliling kota Perth

Pada hari pertama, agenda awal ialah mengelilingi kota Perth. Perjalanan pun dimulai menuju Cicerello’s Fremantle, lalu perjalanan mengarah ke pantai Cottesloe dengan hamparan laut berwarna hijau toska yang indah. Lalu kedelapan Ducati tersebut kembali bergerak menuju Kings Park, dilanjutkan ke South Perth Esplanade untuk sampai ke Elizabeth Quay.

Di hari kedua, perjalanan dimulai dari Perth menuju kota Albany. Setelah mengisi bahan bakar di Riverside, mereka pun beranjak ke restoran Kojonup untuk makan siang. Perjalanan dilanjutkan ke Mount Barker Rotary Lookout, dari menikmati pemandangan kota-kota kecil dari ketinggian. Kegiatan hari kedua diakhiri di Hilton Garden Inn.

Mengunjungi museum bersejarah

Hari ketiga, menjadi kegiatan mengeksplor kota Albany. Diawali dengan mengunjungi pantai Middleton. Wisata museum dimulai dengan mengunjungi National Anzac Center, disusul ke Albany’s Historic Whaling Station. Perjalanan dilanjutkan ke Sharp Point Lookout, yang masih berada di area Torndirrup National Park, untuk menikmati pemandangan pantai selatan Australia.

Destinasi penutup pada hari ketiga adalah Albany Windmill Farm, area pembangkit listrik tenaga angin yang mengandalkan angin dari selatan Australia. Menjelang sore ke malam hari, rombongan menyantap makan malam di restoran Joop Thai Restaurant.

Titik pertemuan antara Samudera Hindia dan Samudera Selatan

Di hari keempat, para Ducatisti bergerak ke Denmark dan mengunjungi tiga destinasi wisata. Petualangan dimulai dengan berkendara menuju Elephant Rocks. Setelah puas menikmati pemandangan, mereka melanjutkan perjalanan dari Denmark ke Pemberton untuk makan siang di Crossing Bakery.

Sepanjang perjalanan, para peserta menyempatkan diri untuk berhenti di Karri Valley Road. Destinasi yang menutup rangkaian touring hari tersebut adalah Cape Leeuwin Lighthouse, sebuah mercusuar yang dibangun pada tahun 1985, yang hingga kini menjadi titik pertemuan antara Samudera Hindia dan Samudera Selatan.

Dermaga terpanjang kedua di dunia

Memasuki hari terakhir, rombongan motor Ducati ini bergerak menuju The Margaret River Chocolate Company. Tak kalah menarik, mereka mengunjungi vineyard Vasse Felix yang memproduksi salah satu anggur terbaik di Margaret River. Perjalanan dilanjutkan menuju Busselton, untuk melihat dermaga terpanjang kedua di dunia yang membentang 1,8 km.

Setibanya di Mandurah, mereka menyaksikan pemandangan tidak biasa di kota besar berupa sekumpulan hewan-hewan yang muncul dari dalam menuju permukaan laut, seperti kawanan lumba-lumba dan ikan pari.

Ducati menawarkan lebih dari sekadar kendaraan. Ducati menghadirkan gaya hidup yang menggabungkan performa, keindahan desain, dan semangat petualangan. Bersama Ducati, berkendara bukan sekadar perjalanan, tetapi pengalaman yang membawa pengendara lebih dekat dengan alam, budaya, dan dunia yang penuh inspirasi,” jelas Jimmy Budhijanto, CEO Ducati Indonesia.

Maestro 4.0 Ducati 30° Anniversario 916, Bertema Ducati 916

Ducati melanjutkan perayaan tiga puluh tahun untuk model 916, dengan memperkenalkan Maestro 4.0 Ducati 30° Anniversario 916. Ini merupakan jam tangan edisi terbatas, hasil kolaborasi dengan Maison Gerald Charles Fine Watchmaking, dari Swiss. Dari kerjasama ini, lahir 250 jam tangan istimewa dengan casing Maestro, rancangan Gérald Charles Genta. Untuk pergerakan mekanik (movement), dipadukan dengan serangkaian detail sesuai dengan karakter motor supersport Ducati.

Maestro 4.0 Ducati 30° Anniversario 916 adalah mahakarya fine watchmaking, yang sejalan dengan nilai-nilai Ducati dan Gerald Charles. Kedua perusahaan ini disatukan oleh warisan gaya yang dari Gérald Charles Genta dan Massimo Tamburini. Jam Maestro 4.0 terinspirasi oleh kecerdasan dua ‘orang hebat’ tersebut. Dengan menggabungkan kepresisian dan kualitas pembuatan jam tangan mewah, seiring adanya performa motor yang dinamis.

“Kami sangat bangga pada hasil kolaborasi bersama Gerald Charles. Kami mempersembahkan jam tangan spesial, yang memberikan penghormatan kepada Ducati 916. Yang mencerminkan nilai-nilai yang dianut oleh Ducati dan Gerald Charles. Yaitu semangat, keterampilan, dan perhatian terhadap detail,” kata Claudio Domenicali, CEO Ducati.

“Dibutuhkan riset dan pengembangan selama satu setengah tahun, untuk menciptakan jam tangan yang menjadi penghormatan kepada Ducati 916. Edisi terbatas ini adalah representasi sempurna dari kreativitas artistik dan keahlian teknis,” tukas Federico Ziviani, CEO Gerald Charles.

Maestro 4.0 Ducati 30° Anniversario 916 adalah jam tangan pertama dengan jumping hours skeleton Gerald Charles. Pada area tengah case-nya, ditambahkan tampilan roda yang terinspirasi dari bentuk velg Ducati 916. Terdapat kaca penutup bagian belakang, yang menampilkan kaliber dari Gerald Charles. Tak ketinggalan lambang daun perayaan (anniversary) dan logo Ducati. Bagi pemilik Panigale V4 SP2 30° Anniversario 916 yang membeli jam tangan ini, disediakan personalisasi unik. Yaitu pengukiran nomor progresif sesuai sepeda motor mereka.

World Ducati Week 2024 Benar-benar Pecah!

Event World Ducati Week (WDW) 2024 menjadi sejarah baru bagi pabrikan motor asal Bologna, Italia. Sebab acara yang diadakan dari 26 hingga 28 Juli ini, diramaikan oleh 94 ribu orang. WDW tahun ini menjadi gelaran yang ke-12 dan berpusat di Misano World Circuit ‘Marco Simoncelli’.

Banyak aktivitas dan kesempatan yang membuat World Ducati Weeks 2024 menjadi unik. Meet-and-greet dan sesi tanda tangan dengan pembalap Ducati, latihan berkendara dan test ride di jalan, Hot Laps dan test drive Lamborghini, Ducati Talks, hingga penampilan stuntman. Sedangkan di paddock, berbagai area tematik dari tiap varian dari Ducati, dengan display dari seluruh jajaran model.

“World Ducati Week adalah acara yang mencerminkan misi brand kami untuk menawarkan pengalaman yang tak terlupakan kepada para penggemar. Angka pencapaian dari edisi ini luar biasa dan merupakan bukti bahwa kecintaan terhadap Ducati dari seluruh dunia tidak pernah sekuat ini sebelumnya,” kata Claudio Domenicali, CEO Ducati.

WDW 2024 adalah pertunjukan yang menggabungkan masa lalu, masa kini, dan masa depan dari Ducati. Sejarah dihidupkan kembali, melalui pameran yang didedikasikan untuk 30 tahun model 916. Masa depan Ducati diwakili oleh babak baru di dunia motocross, yang diwakilkan pameran pertama dari prototipe Desmo450 MX.

Area paling ramai di paddock tidak diragukan lagi adalah ‘Area New Panigale V4’. Ducati menampilkan secara langsung dan eksklusif, peluncuran Panigale V4 generasi ketujuh. Di dalam area tersebut, Panigale V4 dipamerkan dalam warna merah khas Ducati. Panigale V4 baru dalam versi S, juga menjadi sosok utama dari pertunjukan Lenovo Race of Champions.

Banyak penggemar yang hadir di sirkuit Misano untuk melihat Lenovo Race of Champions bergabung dengan 687 ribu penonton yang menyaksikan siaran langsung dari rumah di saluran YouTube Ducati dan halaman Facebook MotoGp.com.

gressini racing

Federal Oil, Gresini Racing Kolaborasi Dengan Pecinta MotoGP

Federal Oil, line up merek dari PT ExxonMobil Lubricants Indonesia (PT EMLI) kembali gelar acara Live Streaming pasca peluncuran Tim Gresini Racing MotoGP 2024 pada Minggu, (21/1) lalu.

Tahun ini, mengusung konsep Live Podcast dan hadirnya para narasumber PT EMLI serta konsumen dan penggemar MotoGP di tanah air. Selain peluncuran tim, Federal Oil dan Gresini Racing sebelumnya telah secara resmi mengumumkan kerjasama baru multi tahun.

Peluncuran Tim Gresini Racing MotoGP 2024 sekaligus menyambut kehadiran duet Marquez bersaudara yaitu Alex dan Marc Marquez. Marc, seperti pernah kami beritakan sebelumnya, pindah dari tim Honda MotoGP di penghujung musim 2023 lalu. Ia tampil impresif dengan meraih posisi ke-4 di akhir tes musim 2024 ini.

Livery motor Ducati Desmosedici pada musim balap 2024 ini masih sama dengan balutan warna biru muda, dan merah mencolok. Terdapat beberapa sponsor baru pada bagian badan motor. Termasuk logo Federal Oil di bagian bawah. 

Sri Adinegara selaku Market Development Director PT EMLI mengatakan, “Kerjasama dengan Gresini Racing akan semakin menarik dan sejalan dengan kampanye Federal Oil tahun ini. Khususnya untuk produk Federal Matic yaitu Pasti Makin Nyaman. Semoga musim ini berjalan dengan baik dan memberikan dampak positif bagi semua yang terlibat.”

Produk Federal Matic diklaim mampu menghasilkan keunggulan lima persen lebih hemat BBM. Diklaim juga, oli ini lima derajat lebih dingin. Dengan begitu, akan menghasilkan tarikan yang lebih lebih responsif.

Ducati Luncurkan 500 Unit Panigale V4 SP2 30° Anniversario 916

Para kolektor sportbike dari kalangan Ducatisti garis keras tentu selalu menantikan model Ducati edisi khusus terbaru. Kali ini pabrikan asal Italia ini meluncurkan model Panigale V4 SP2 30° Anniversario 916. Dari label namanya sudah jelas, ini adalah model spesial edisi perayaan 3 dekade lahirnya sportbike Ducati 916.

Reinkarnasi Ducati 916 Carl Fogarty

Livery yang digarap oleh Centro Stile Ducati pada motor ini terinspirasi dari motor balap Ducati 916. Tepatnya yakni besutan Carl ‘Foggy’ Fogarty saat menjuarai World Superbike Championship tahun 1999. Tak hanya sangat ikonik, namun ini motor balap yang melegenda hingga saat ini.

Sejumlah elemen dari Ducati 916 pun disematkan pada motor edisi spesial ini. Warna hitam pada fairing bagian atas persis seperti corong air-duct penampung udara pendingin mesin pada fairing Ducati 916.

Logo mahkota daun laurel warna emas pada cover tangki dan logo warna silver dengan lis emas pada fairing pun demikian. Motor berkelir merah ini sepintas bagaikan sebuah Ducati 916 yang terlahir kembali dalam wujud Panigale V4 S.

Bukan Panigale V4 S Biasa

Meskipun basisnya Panigale, namun ternyata hanya mesin saja yang sama seperti Panigale V4 S standar. Sedangkan sejumlah aspek teknis lainnya dibuat khusus oleh para perancang Centro Stile Ducati di Borgo Panigale, Italia. Sasis motor ini khusus dibuat dengan versi jok tunggal ala motor balap.

Segitiga komstir pun dibuat khusus dari bahan billet aluminium. Lengkap dengan bubuhan type model dan nomor seri khusus yang digrafir laser. Tutup tangki billet aluminium, kaca spion, adjustable footpeg, hingga bagian buntut pun didesain khusus.

Velg palang lima berbahan serat karbonnya pun dirancang khusus. Tak hanya diet 1,4 kg lebih ringan dari Panigale V4 S. Beban gaya inersia pun berkurang sekira 26 persen pada roda depan dan 46 persen pada roda belakang.

Sistem rem dipercayakan pada Brembo Stylema R. Khusus pada kaliper rem depan diimbuhi cover air-duct pendingin rem berbahan serat karbon. Master rem menggunakan Brembo MCS yang terintegrasi terhadap perubahan posisi tuas rem depan dan dapat kinerjanya disetel.

Girbox dilengkapi kopling kering STM EVO. Tak hanya untuk memudahkan penyetelan manual respon engine brake melalui ubahan pada per plat kopling. Sistem ini memberikan sensasi hentakan khas ala kopling kering sportbike tradisional Ducati.

Motor Kolektor Yang Doyan Balap

Meskipun ini adalah motor edisi khusus yang jumlahnya hanya dibuat sebanyak 500 unit, namun bukan sekadar pajangan koleksi yang dilengkapi sertifikat khusus.

Panigale V4 SP2 30° Anniversario 916 adalah motor idaman kolektor yang memang doyan balap. Selain speknya yang memang siap diajak melibas aspal trek balap. Motor ini dilengkapi paket Ducati Data Analyser+ dan cover plat kopling model terbuka khas motor balap klasik Ducati. Jadi jelas, para kolektor tak perlu ragu untuk memacunya di sirkuit balap kapanpun mereka suka.

Harganya? Cukup merogoh kocek $45.995 bagi para konsumen di Amerika Serikat. Kurang lebih sekira Rp 721,58 jutaan. Harga off the road tentunya. Pesan sekarang…dan motor pesanan akan dikirim mulai Maret tahun depan. Jika unitnya masih tersedia…

Ducati Indonesia Sediakan Tiket Eksklusif MotoGP Indonesia

Ducati Indonesia siap meramaikan event MotoGP Indonesia pada tanggal 13-15 Oktober 2023 di Sirkuit Mandalika, Lombok, NTB. PT Legenda Motor Indonesia yang membawahi merek Ducati menyediakan tiket nonton MotoGP Mandalika dengan beragam paket yang menarik.

Selain memanjakan konsumen dan pencinta motor Italia ini, MotoGP 2023 juga berpotensi menjadi momen Ducati menunjukkan taringnya. Bukan tidak mungkin, Fransesco ‘Pecco’ Bagnaia juara di Sirkuit Mandalika. Pecco Bagnaia merupakan kandidat kuat untuk kembali menyabet gelar juara dunia musim ini.

Era baru kejayaan Ducati

Duet Pecco Bagnaia dan Enea Bastiani diklaim membawa era baru kejayaan Ducati di ajang balap motor paling paling bergengsi. Pasca era Casey Stoner yang terakhir kali juara bersama Ducati pada 2007 silam.

“Kami ingin memberi kesempatan untuk para konsumen dan pencinta Ducati mendapatkan pengalaman tak terlupakan dalam menonton balapan MotoGP Indonesia,” kata CEO PT Legenda Motor Indonesia, Jimmy Budhijanto.

Tak cukup itu saja. Para penggila Ducati juga mendapatkan kesempatan istimewa untuk bertemu langsung pembalap idola mereka lewat sesi meet and greet bersama pembalap Ducati Corse. Khusus pembelian tiket nonton MotoGP Mandalika via Ducati Indonesia, konsumen akan mendapatkan exclusive merchandise/fan kit untuk mendukung tim Ducati sepanjang balapan Mandalika.

Sediakan opsi Private Jet

Selain itu, penjualan motor Ducati juga akan di-bundling dengan tiket MotoGP Mandalika tersebut. Bahkan konsumen yang memiliki keterbatasan waktu, tersedia pula tiket Private Jet khusus ke Mandalika di sesi race pada hari Minggu, 15 Oktober 2023.

“Untuk penonton yang memiliki keterbatasan waktu, misalnya hanya ingin nonton race saja. Ducati Indonesia juga menyediakan Private Jet Package dari Jakarta-Lombok (PP) di hari yang sama,” kata COO Ducati Indonesia, Eja Donalsha.

Ada beberapa kategori paket nonton MotoGP Mandalika yang ditawarkan. Mulai dari Grandstand Package seharga Rp 3,5 juta, VIP Box Package seharga Rp 30 juta, hingga Private Jet Package seharga US$ 5.500 (minimum 10 Package). Pembelian tiket bisa diakses melalui tautan bit.ly/MandalikaDucatiID. Untuk informasi lebih lanjut, Anda bisa memantau update terbaru di akun instagram @ducati_id.

Ducati Hypermotard single

Ducati Hypermotard 2024, Bersilinder Minim Untuk Hadang KTM

Sebuah spyshot yang diduga motor Ducati model Hypermotard muncul di dunia maya. Ini sebuah kejutan yang signifikan karena seperti yang terlihat di foto, mesinnya tidak macam-macam. Hanya satu silinder.

Kapasitasnya belum diketahui resmi. Tapi kami pernah melihat Ducati mendaftarkan paten untuk mesin satu silinder 659 cc berpendingin cairan, ke badan keselamatan jalan raya Amerika Serikat (NHTSA).

Tenaga yang dihasilkan juga tidak diketahui. Menurut publikasi Jerman, Motorrad Online, motor ini disiapkan untuk menghadapi KTM 690. Supermoto Swedia itu tenaganya 75 hp. Jadi bisa diharapkan motor Hypermotard baru ini tidak jauh perfromanya.

Ducati hypermotard 2024

Menarik untuk diketahui, motor Ducati terakhir yang menggunakan silinder minimalis begini adalah Supermono. Motor sport fairing tersebut dibuat antara 1993 hingga 1995 dengan nuansa motor balap yang kental. Sebelumnya lagi, memang mesin satu ruang bakar bukan hal baru untuk pabrikan Italia ini. Mereka sudah menggunakannya sejak era 1950-an dengan kapasitas silinder beragam, Mulai dari 100 hingga 450 cc.

Bukan Motor Murah

Ducati pernah berucap kalau mereka tidak akan membuat motor murah. Dan itu kenapa mereka tidak punya rekanan untuk saling tukar teknologi untuk pengembangan. Biasanya, kalau kerja bareng begitu, biaya development dan produksi bisa ditekan. Untuk Hypermotard ini pun mereka mengembangkan sendiri.

Secara desain, bentuk dan kelengkapannya tidak jauh beda dengan Hypermotard 950. Fitur quick shifter, spakbor tinggi dengan ujung lancip, bentuk tinggi ala supermoto. Bahkan posisi knalpot juga mirip dengan 950. Baja tubular diandalkan sebagai rangka utama.

Kaki depan terlihat menggunakan shock upside down, belakang punya konstruksi monoshock dengan lengan ayun ganda. Sebagai penahan laju, dipasang rem dengan disc brake tunggal di depan dan belakang. Mungkin ini yang jadi penanda kalau Hypermotard satu silinder tersebut akan jadi model entry level Ducati.

Dari spyshot ini juga, terlihat kalau Ducati ini sudah mendekati, atau mungkin sudah bentuk final. Bisa saja pertengahan 2024, kita akan melihat peluncurannya. Yang jelas, ini akan jadi motor yang menarik, terutama untuk mereka yang mau naik kelas ke motor gede Eropa.

Ducati Monster M900

Ducati Monster, Motor Sederhana Penyelamat Ducati

Di era awal 90-an yang namanya motor keren, pasti ada fairing, punya tenaga besar dan mahal. Contohnya Honda Fireblade. Memang, ada motor tanpa fairing yang juga sukses. Tapi desainnya sudah mulai membosankan dan malas membuat orang melirik. Lalu Ducati Monster datang. 

Awalnya, suatu hari di tahun 1990, seorang desainer motor bernama Miguel Angel Galluzzi mengemukakan kepada atasannya di pabrikan Cagiva, bahwa ia bosan dengan desain motor yang begitu-begitu saja. Saat itu, Cagiva adalah pemegang saham mayoritas Ducati. Dan bos teknisnya adalah Massimo Bordi. Engineer galak yang tidak mudah diyakinkan.

Miguel Angel Galluzzi

Ide Galluzzi yang kelahiran Buenos Aires, Argentina itu disambut datar. Namun pria yang juga pernah bekerja untuk rumah desain Honda di Milan ini tidak menyerah, Akhirnya Bordi yang sebal didesak terus, memerintahkan, “Coba kamu ke Ducati dan buat dulu konsepnya seperti apa.”

Agustus 1990, saat Italia libur panjang, ia dipinjami Ducati 888 Strada yang digunakan untuk liburan. Di benaknya, “Ini motor enak. Mesinnya bisa dipakai untuk motor baru nanti. Frame-nya pakai 851.” Setelah itu, tidak perlu waktu lama untuk Galluzzi keluar dengan motor berbentuk yang tidak lazim.

Dibantu oleh fabrikator Fabio Montanari, yang bertanggung jawab membuat tangki untuk motor balap Paris-Dakar Cagiva. Karena pekerjaan Montanari berisik, melibatkan besi dan palu, ia punya bengkel sendiri, jauh dari studio desain Cagiva. Apa yang mereka kerjakan di bengkel itu juga dirahasiakan.

Bengkel Ribut

“Ngapain Galluzzi di tempat Montanari?” Itu pertanyaan yang terlontar dari salah satu petinggi Cagiva, Claudio Castiglioni. Hari itu, beberapa senior manajer dipanggil untuk rapat soal motor pendanaan untuk motor baru Ducati.

Tidak lama, bengkel ‘terisolir’ ini didatangi dan Galluzzi mau tidak mau menceritakan niatnya. Castiglioni terpana melihat motor yang belum sempurna tapi sudah selesai digarap itu. “Ini sudah selesai? Ada tambahan apa lagi?” tanya Castiglioni. Galluzzi menjawab, tidak ada. Sudah begini saja. Tatapan kagum dari petinggi, termasuk Bordi yang menyambangi bengkel ribut tersebar merata di permukaan motor garapan Galluzzi dan Montanari. 

Ducati Monster M900

Karena mereka juga sedang tanggung mempersiapan produk baru bernama Ducati Paso, motor Galluzzi ditunda dulu. Sambil prototype-nya disempurnakan. Hingga akhirnya pada suatu hari pada tahun 1991, Galluzzi mencoba meyakinkan Claudio Castiglioni untuk membawa prototype Ducati garapan ‘bengkel ribut’ ke rapat para dealer dan importir Cagiva Group.

Saat Castiglioni membuka selubung, reaksi berbeda-beda. Tapi maknanya sama, motor apa ini? Kenapa fairingnya tidak ada dan sebagainya. Tapi dealer Cagiva dari Perancis bernama Marcel Seurat langsung bilang, “Sudah jadikan saja motornya. 1.000 pertama saya yang borong!”

Itulah, motor yang dirancang menggunakan komponen Ducati yang sudah ada supaya murah dan desainnya segar, mengundang antusiasme berbagai kalangan. Tahap berikutnya mereka harus memperlihatkan ke khalayak umum.

Brembo Ngambek

Publik tidak kalah terkagum-kagum di Cologne Motorcycle Show 1992, dengan bentuk baru motor Ducati yang tidak biasa. Dinamai hanya Monster M900, atau Il Munstro. Mesin dan chassis dibiarkan terumbar mata, bentuknya seperti cafe racer. Penyuka motor bagai diingatkan, kalau kendaraan roda dua tidak selalu perlu fairing untuk terlihat keren. Dan ingat, waktu itu belum ada istilah naked bike atau street fighter.

Deretan panjang pesanan langsung masuk ke kantor Ducati, yang waktu itu keuangannya sedang sesak nafas. Banjirnya order jadi masalah baru. Kemampuan produksi Ducati mentok bukan karena lini yang terbatas. Tapi karena mereka tidak punya biaya untuk membayar supplier. Sering terjadi motor lama di lini produksi karena komponen tidak ada. Contohnya rem yang menggunakan buatan Brembo. Mereka tidak mau menyediakan komponen karena belum dibayar oleh Ducati.

Ducati MOnster kuning

Lalu kualitas. Kerap terjadi motor pindah ke fasilitas pemasangan yang berbeda di pabrik saat catnya masih basah. Ini tidak lain karena mengejar waktu produksi. Hasilnya, motor yang diterima kadang bermasalah di kualitas pewarnaan.

Meski begitu, pemesan yang bosan dengan desain motor yang begitu-begitu saja, menelan semua kekurangan itu. Toh motornya enak dilihat. Dan dengan performa, handling serta segala yang ada, menunjukan ini adalah Ducati. Lebih dari itu, karena tidak menggunakan komponen baru, ongkos produksi tertekan lalu harga jual jadi lebih terjangkau. 

Kompetitor Panik

Kehadiran M900 (diikuti M400 dan M750) membuat produsen motor menyadari. Ada pangsa pasar baru yang wajib diisi, kalau tidak mau kalah dari Ducati. Sepertinya semua baru sadar, desain motor tidak perlu ribet. Lihatlah apa yang dibuat oleh Galluzzi.

Ducati Monster SP

Tahun 1994, dari Inggris hadir Triumph Speed Triple. Setahun kemudian Suzuki mengeluarkan Bandit 1200 yang tidak kalah menggiurkan. Lalu istilah naked bike, street bike atau street fighter bergulir hingga bentuk pangsa pasarnya seperti sekarang.

Dan yang penting, sejak kehadiran motor ini, pundi keuangan Ducati jadi lebih berisi. Sang Monster pun berdiri tegak di pasar naked bike, sampai saat ini..

Ducati Monster 30° Anniversario, Penanda Tiga Dekade Lahirnya Il Mostro

Genap 30 tahun sudah usia naked bike legendaris Ducati Monster yang lahir pada tahun 1993. Selama tiga dekade motor berjuluk “Il Mostro” ini tak sekadar menjadi kebanggaan para Ducatisti. Monster memiliki makna yang sangat penting dalam catatan perjalanan sejarah Ducati.

Sebagai kado ulang tahun sekaligus bentuk penghormatan bagi sang Monster, Ducati meluncurkan edisi khusus Monster 30° Anniversario.

Monster Penyelamat Ducati

Il Mostro lahir saat Ducati mengalami masa sulit di awal era ’90an. Krisis keuangan membuat dana litbang Ducati sangat terbatas.

Miguel Angel Galluzzi sang perancang Monster harus berpikir keras dan memanfaatkan seluruh aset suku cadang dari model yang ada. Biaya produksi pun ditekan agar harga jual dapat bersaing dan terjangkau.

Mesin 904 cc V-twin (L-twin) 90° berteknologi katup desmodromic diadopsi dari model Ducati 900SS (Supersport). Frame model teralis pipa tubular rancangan Fabio Taglioni diadopsi dari motor balap superbike Ducati 851. Sedangkan garpu depan dicomot dari café racer Ducati 750SS.

Agar tampilan lebih garang dan modern, Galluzzi merancang tangki kekar berotot yang menjadi ciri khas Monster. Handling dan setting performa dibuat agar Monster dapat dikendarai oleh rider pemula sekalipun.

Monster M900 yang jadi model perdana sekaligus pelopor silsilah Monster dipasarkan mulai tahun 1993. Tak satupun yang menduga jika Il Mostro bakal laris manis dan begitu diminati konsumen. Tak hanya di Italia, tapi juga di dunia. Gaya street fighternya bahkan jadi trendsetter.

Tahun 1994 lahir model M600 yang masuk di kelas menengah. Monster terkecil untuk kelas ‘pemula’ ini pun jadi best seller. Dua tahun kemudian yakni di tahun 1996 muncul model M750 sebagai bentuk nostalgia pada model café racer 750SS (Supersport).

Kesuksesan yang dicapai Monster berhasil menyelamatkan Ducati dari keterpurukan. Selama tiga dekade, Ducati Monster telah terjual lebih dari 350.000 unit. Bravo…!

Ducati Monster 30° Anniversario

Dalam menggarap kemasan Monster 30° Anniversario, tim kreatif di Centro Stile Ducati menyematkan ciri khusus..Ducati tak sekadar brand otomotif, tapi juga ikon kebanggaan Italia.

Oleh sebab itulah Monster edisi khusus ini dikemas dengan livery khusus “Tricolore” berkombinasi warna Merah, Putih dan Hijau, warna bendera negara kelahirannya.

Elemen warna bendera nasional Italia ini sekaligus menegaskan bahwa Il Mostro adalah duta Italia. Ikon kebanggaan bagi para Ducatisti, khususnya para Monsteristi.

Nuansa warna emas pada pelek dan garpu Öhlins NIX30 sangat serasi dengan livery “Tricolore”. Pada bagian atas segitiga komstir tersemat grafir nomor seri produksi sebagai penanda bahwa ini model edisi terbatas.

Jok kulit berwarna merah yang diimbuhi bordiran bertuliskan “30° Anniversario” nampak serasi dengan tangki, sepatbor dan ekor yang berwarna putih Iceberg White.

Saat starter ON, akan muncul ikon animasi khusus pada tampilan layar TFT 4.3-inci. Konser desmo testastretta mengalun merdu dari knalpot Termignoni yang sama seperti model Monster SP. Sistem rem cakram Brembo Stylema diadopsi dari Panigale V2.

Tak ada ubahan pada mesin L-twin 11° Testastretta 937cc yang diusung. Output tenaga 111 hp pada 9.250 rpm dan torsi sebesar 93 Nm pada 6.500 rpm tak berubah.

Hanya Ada 500 Unit Sejagad

Dari dapur produksi dan workshop Centro Stile Ducati di Borgo Panigale, hanya 500 unit Ducati Monster 30° Anniversario yang dibuat.

Ducati Monster 30° Anniversario dibanderol seharga $18,595 atau setara Rp 280,9 jutaan. Setiap unitnya disertai dengan sertifikat otentifikasi serta cover motor berdesain khusus.

Harga model spesial ini $3,000 atau sekitar Rp 45 juta lebih mahal dari Monster SP. Bagi para Ducatisti dan Monsteristi garis keras, selisih harga tak jadi masalah. Model edisi istimewa yang tak bakal dilewatkan begitu saja. Hmm…apakah Anda adalah salah satunya?

Happy 30th Anniversary Il Mostro…

 

LCR Honda Rins

Tim Satelit Honda Juara di MotoGP Amerika, Tim Pabrikan Ducati Gigit Jari

Paceklik juara yang dialami Honda akhirnya terpecahkan. Tapi bukan oleh Marc Marquez, melainkan Alex Rins, yang membela tim satelit RLC Honda. Mantan pembalap Suzuki ini tampil brilian sepanjang balapan.

Konsisten adalah kunci kesuksesan Alex di Circuit Of The Americas (COTA), 16 April lalu. Saat pembalap lain bertumbangan karena jatuh, Rins yang sejak awal berusaha keras menempel Francesco Bagnaia, terus memberikan tekanan.

Juara MotoGP COTA 2023

Namun setelah Bagnaia akhirnya mampu menjauh dari Rins, ia terjatuh. Dari video, sepertinya ini kesalahan sendiri, tapi ia membantah hal tersebut. “Saya yakin bukan kesalahan saya hari ini,” tegasnya. “(kecelakaan) Di Argentina, saya menyadari bahwa saya terlalu mendekati batas. Hari ini sesuatu terjadi, tetapi bukan karena ban dingin atau angin.”

Sementara Alex Rins, tidak bisa menutupi kegirangannya setelah pembalap Ducati tadi terjatuh. “Setelah saya ada di depan, sempat kehilangan konsentrasi dan mengakibatkan Luca Marini dan Fabio Quartararo mendekat,” kata pembalap Spanyol ini.

Luca Marini Gas Pol

Ia mengaku setelah melihat pit board menunjukan Luca Marini di belakangnya, langsung perhatiannya terpusat. “Di benak saya, ‘wah Marini di belakang, pasti dia akan berusaha keras, ayp gas pol’,” aku Rins yang sempat mengalahkan Valentino Rossi di sirkuit ini tahun 2019 lalu.

Luca marini

Luca Marini yang membela Mooney VR46 juga akui, sempat terbersit untuk membalaskan kekalahan gurunya itu. Tapi ia melihat performa Alex dan RLC Honda memang terlalu kuat di MotoGP Amerika.

Di belakang Marini, Fabio Quartararo akhirnya mencetak podium. Satu-satunya hal yang menonjol untuk Yamaha di balapan ini adalah, bagaimana Quartararo frustasi karena motor tidak bertenaga. Ia mendesak Yamaha untuk segera melakukan perubahan.

Saat balapan Sprint MotoGP Amerika di hari Sabtu, ia mengaku tidak berkutik. Tidak bisa menyusul, “Bahkan untuk ‘fight’ bersama mereka saja tidak bisa,” sesalnya.

MotoGP rebahan

Menurut rider Perancis ini, “Ada hal fundamental yang harus diubah di motor M1. Selama empat tahun, saya tidak merasakan peningkatan besar pada motor. Sekarang saya mulai memiliki cukup banyak pengalaman di motor, tapi saya tidak melihat peningkatan yang besar.”

Yamaha dikatakan akan membawa perubahan pada motor saat balapan di Jerez, bulan depan. Namun Quartararo secara tegas menyatakan keraguannya. Dikutip dari Crash, “Hal yang harus kami ubah jauh lebih besar daripada memiliki knalpot atau satu hal kecil di motor. Bagi saya itu pasti perubahan besar dan juga membuat perubahan besar itu sulit. Tetapi jika kami dapat menjamin peningkatan, saya pikir kami harus melakukannya.” Kita lihat saja.

Foto: MotoGP

Ducati – Shell Lanjutkan Kerjasama Teknis Hingga Tahun 2027

Perkembangan teknologi bahan bakar sintetis non-fosil saat ini tengah gencar dilakukan. Bahkan ajang balap MotoGP berencana akan sepenuhnya menggunakan bahan bakar sintetis mulai tahun 2027 mendatang.

Sebagai tahap adaptasi, mulai musim balap tahun 2024 MotoGP akan menggunakan bahan bakar E40. Formulasi dari bahan bakar ini memiliki kandungan 40 persen bahan sintetis (non-fosil).

Salah satu industri migas ternama di dunia balap yakni Shell tengah mengembangkan bahan bakar sintetis non-fosil dengan spek untuk kebutuhan balap, baik R2 maupun R4. Diharapkan pengembangan bahan bakar tersebut telah rampung sepenuhnya dan siap digunakan pada tahun 2027 mendatang.

Hal tersebut tentu saja dapat terlaksana berkat andil dari Ducati di balap MotoGP dan WorldSBK, serta Ferrari untuk program balap F1.

Shell pun telah mensponsori tim balap pabrikan Hyundai pada ajang balap World Rally Championship (WRC). Shell memasok bahan bakar sintetis untuk digunakan pada mobil reli hybrid Rally1 di musim balap tahun 2022 lalu.

Akan tetapi dikarenakan kejuaraan balap WRC menggunakan pemasok tunggal untuk bahan bakar, yakni P1 Fuels, maka kerjasama Shell dengan Hyundai dialihkan ke produk pelumas.

Ducati Dan Shell Siap Menghadapi Era Bahan Bakar Sintetis

Kesuksesan yang dicapai oleh Ducati di musim balap tahun 2022 lalu pun berbuah manis. Kerjasama teknis antara Shell dan Ducati diperpanjang hingga tahun 2027 mendatang.

Ducati dan Shell memiliki visi dan ambisi yang sejalan dalam menyikapi dimulainya penggunaan bahan bakar sintetis di ajang balap, khususnya di kejuaraan MotoGP.

Tak hanya itu, Shell dan Ducati akan meningkatkan kerjasama mereka, tak sebatas pada sektor pelumas dan bahan bakar. Kedua brand akan bekerjasama mengembangkan teknologi penggerak bertenaga listrik untuk motor balap dan versi jalan raya.

“Kerjasama jangka panjang antara Ducati dan Shell terus berlanjut hingga tahun 2027. Musim balap tahun 2022 merupakan sukses terbesar yang diperoleh Ducati Corse. Sejak kerjasama teknis di sektor bahan bakar dan pelumas dengan Shell dimulai pada tahun 1999 silam,” terang Paolo Ciabatti, Ducati Corse Sporting Director.

Ya, kesuksesan tim Ducati di ajang balap MotoGP dan WorldSBK dapat terwujud berkat dukungan teknis dari Shell yang telah menjadi mitra selama hampir tiga dekade.

“Kerjasama dengan Ducati yang terus berlanjut menjadi pemicu bagi Shell untuk dapat memberikan dukungan teknis yang jauh lebih baik lagi pada tim Ducati Corse,” papar Sabrina Qu, Vice President Global Lubricants Marketing at Shell.

Motorsport adalah wahana pengujian teknologi produk yang dikembangkan oleh Shell. Salah satunya yakni pelumas Shell Advance.

Kesuksesan di ajang balap menjadi pembuktian kualitas pelumas Shell Advance dan juga produk motor Ducati kepada para konsumen. Tak hanya unggul di sirkuit balap. Namun kedua brand memiliki produk yang kualitasnya tak perlu diragukan lagi untuk penggunaan di jalan raya.

 

Ducati Capai Rekor Penjualan 1 Milyar Euro!

Tahun 2022 adalah masa yang cukup berat dan tak akan terlupakan bagi industri otomotif. Beragam hambatan menghadang baik sektor produksi maupun penjualan produk. Mulai dari tersendatnya pasokan bahan baku produksi, kelangkaan stok chip semikonduktor, hingga meroketnya harga minyak dunia yang berimbas pada mahalnya harga BBM global.

Meskipun demikian, Ducati berhasil bertahan dan menembus segala rintangan. Strategi produksi dan pemasaran yang dijalankan terbukti berhasil. Angka penjualan Ducati di tahun 2022 pun berhasil mencapai rekor 61.562 unit. Melesat jauh dari tahun-tahun sebelumnya.

Tembus Angka Penjualan 1 Milyar Euro

Pabrikan sepeda motor Italia ini pun dengan bangga mengumumkan dalam jumpa pers di Bologna.

Untuk pertamakalinya dalam sejarah Ducati, angka penjualan tahunan berhasil menembus rekor 1 milyar Euro! Ya, tepatnya €1.089.000.000 atau sekira Rp 18 trilyun.

Terjadi kenaikan sebesar 24% dari angka penjualan di tahun 2021 lalu yang mencapai €878 juta atau setara Rp 14,55 trilyun. Ducati berhasil meraup sukses besar di tahun 2022.

Itu baru sebagian saja, belum angka seluruhnya. Dari sektor layanan purna jual, Ducati berhasil mencatatkan sekitar €109 juta atau setara Rp 1,8 trilyun. Melonjak 77% dari tahun 2021 yang hanya membukukan €61 juta atau sekitar Rp 1 trilyun. Sebuah pencapaian yang sungguh luar biasa.

Keberhasilan yang dicapai oleh Ducati tentunya berkat andil loyalitas para Ducatisti. Produk baru yang inovatif turut memperkuat kesuksesan yang dicapai melalui angka penjualan global.

“Pencapaian yang kami raih dalam keterbatasan industri otomotif global di tahun 2022 merupakan hal yang sungguh luar biasa bagi Ducati Group,” papar Henning Jens, Chief Finance Officer of Ducati.

Perluas Ekspansi Global

Ibarat nelayan, untuk mendapatkan hasil ikan yang jauh lebih banyak, maka harus berani menebar jala yanb jauh lebih banyak di berbagai tempat. Bahkan di tempat yang tak terduga sekalipun

Dan demikian pula dari strategi yanng dijalankan oleh Ducati. Ekspansi dan perluasan jaringan operasional.

Sepanjang tahun 2022 Ducati telah menambah 821 jaringan dealer global di sejumlah negara.

Perluasan target pasar yang dilakukan oleh Ducati merambah pada sejumlah negara yang tak diperhitungkan sebelumnya. Negara seperti Brunei, Ekuador, El Salvador, dan Mongolia kini memiliki dealer Ducati. Dengan demikian kini Ducati memiliki jaringan di 96 negara. Dapat dikatakan, Ducati memiliki jaringan paling luas di antara kompetitor sportbike lainnya.

Jaringan operasional yang kian luas pun dibarengi dengan 8 model baru yang diluncurkan untuk tahun 2023.

Motorsports Mendongkrak Pamor Produk Ducati

Langkah berani yang dilakukan oleh Ducati tersebut bukan tanpa perhitungan matang. Keberhasilan di balap MotoGP dan WSBK 2022 pun jadi pendongkrak pamor produk Ducati.

Ekspansi yang dilakukan oleh Ducati pun merambah  motorports. Ducati akan menjadi pemasok tunggal sepeda motor balap bertenaga listrik untuk seri FIM Enel MotoE World Championship. Laga perdana balap motor tanpa asap ini akan dimulai pada Mei bertepatan dengan gelaran GP Perancis 2023.

“Untuk pertamakalinya dalam sejarah Ducati, kami berhasil menjual lebih dari 60.000 unit sepeda motor dalam setahun. Bahkan kami berhasil menembus rekor penjualan lebih dari 1 milyar Euro. Tahun 2022 adalah pencapaian paling gemilang bagi Ducati dalam berbagai sektor.” ungkap Claudio Domenicali, CEO of Ducati dengan bangga.

Ducati tak lekas puas dengan apa yang telah mereka capai. Masih banyak hal yang harus dibenahi dan ditingkatkan, khususnya sektor pengembangan produk dan teknologi.

 

 

Ducati Multistrada V4 Rally, Beredar Mulai Februari 2023

Setelah diperkenalkan pada penghujung tahun 2022 lalu, Ducati Multistrada V4 Rally yang didesain untuk trek off-road akan segera dipasarkan bulan depan. Sejumlah upgrade yang dibekalkan sangat spesifik dan berbeda dari Multistrada V4 versi jalan raya.

Memang mesin Granturismo 1.158 cc V4 90° berpendingin radiator, berbasis dari Multistrada V4 spek jalan raya. Namun terdapat sejumlah perbedaan racikan pada versi Rally ini.

Multistrada V4 Dengan Racikan Khusus Trek Offroad

Pada saat mengaktifkan mode berkendara POWER MODE yang dikhususkan untuk trek off-road, tenaga maksimum dipangkas dari 170 hp menjadi hanya 114 hp. Seluruh campur tangan fitur elektronik seperti kontrol traksi juga dimatikan. Torsi maksimum tetap di angka 121 Nm. Selain POWER MODE, Multistrada V4 Rally Juga dilengkapi dengan mode ENDURO.

Dibandingkan dengan Multistrada V4 standard, versi Rally dibekali tangki berkapasitas lebih besar yakni 30-liter. Jarak jelajah pun menjadi lebih jauh.

Jika dipadukan dengan mode ECO yang akan mendeaktifasi blok silinder belakang di kecepatan rendah, daya jelajah menjadi kian jauh. Konsumsi BBM pun menjadi jauh lebih irit. Sebagai informasi, fitur ini pertama kalinya dibekalkan pada model Multistrada V4.

Transmisi manual 6-speed dengan fitur pemindah gigi cepat Ducati Quick-Shift menjadi fitur standar. Hanya saja racikan gigi primer kini memiliki rasio 1.8:1. Gigi sproket depan menggunakan 16 mata dan sproket belakang menggunakan 42 mata.

Seperti pada Multistrada V4 versi jalan raya, versi Rally ini juga dilengkapi dengan layar digital TFT 6.5-inci pada dasbornya. Sistem navigasi pada layar dasbor terintegrasi ke ponsel rider yang diaktifkan via aplikasi Ducati Connect.

Sejumlah fitur spesifik dibekalkan untuk menunjang aksi berkendara ala petualang di trek alam bebas. Para konsumen dapat memilih salah satu dari tiga versi paket fitur yang tersedia, yakni:

– Adventure Radar – paket dasar ini dilengkapi dengan Adaptive Cruise Control dan Blind Spot Detection.
– Adventure Radar & Travel – seluruh fitur Adventure Radar, penghangat pada grip dan jok heated seat, serta box kompartemen berbahan aluminium.
– Full Adventure – paket Adventure Radar & Travel plus silencer Akrapovic dan mudguard depan berbahan serat karbon.

Suspensi Spek Off-road

Sistem suspensi yang dibekalkan pun spesifik untuk menunjang pengendaraan di trek offroad. Dengan garpu depan up-side down adjustable 50 mm Showa-Ducati Skyhook Suspension EVO, jarak travel roda depan bertambah 30 mm menjadi 200 mm dibandingkan spek jalan raya.

Swing arm aluminium di bagian belakang dipadukan dengan suspensi monoshock dengan setting elektronik Ducati Skyhook Suspension (DSS) dengan jarak main suspensi 200 mm.

Untuk menunjang kemampuan melibas trek off-road, Multistrada V4 Rally dilengkapi velg jari-jari 19-inci berbalut ban Pirelli Scorpion Trail II 120/70-R19 (depan) dan velg 17-inci dengan ban berukuran 170/60-R17 (belakang).

Rem depan cakram semi-floating 330 mm dengan kaliper monoblok 4-piston Brembo M50 Stylema. Belakangnya dibekali cakram tunggal 265 mm dengan kaliper Brembo 2-piston.

Ducati Multistrada V4 Rally hadir dalam kemasan warna standard Ducati Red dan warna opsional kombinasi Brushed Aluminium & Matte Black.

Untuk kawasan Amerika Serikat, label harganya mulai dari $29.995 atau sekitar Rp 449 jutaan untuk warna standard Ducati Red. Sedangkan untuk warna opsional Brushed Aluminum & Matte Black label harganya mulai dari $30.595 atau setara Rp 498 jutaan (off-the road).

Multistrada V4 Rally model terbaru ini akan beredar di jaringan dealer resmi Ducati global paling cepat mulai Februari 2023. Bagaimana para Ducatisti di Indonesia, tak terlalu lama menunggu bukan?

 

 

Ducati Corse 2023

Ducati Singkap Livery Motor MotoGP dan Superbike 2023

Tim pabrikan Ducati akhirnya membuka warna motor yang akan dipakai di balap MotoGP dan Superbike musim 2023 ini. Tentunya tetap merah, untuk semua motor.

Ducati Corse 2023

Pucuk pimpinan Ducati pun tidak dapat menutupi kebanggaannya untuk tim balap mereka. “Untuk pertama kalinya dalam sejarah Perusahaan, kami meluncurkan bersama tim resmi MotoGP dan WorldSBK, Tim Ducati Lenovo dan Aruba.it – Tim Racing Ducati,” kata Claudio Domenicali, CEO of Ducati Motor Holding.

“Ducati adalah merek yang berbeda karena punya gaya, performa, dan teknologi, di mana hasrat untuk balapan adalah elemen utamanya.” Claudio juga tidak menutupi kalau kesuksesan kedua tim balap Ducati adalah berkat keterampilan Ducati Corse yang telah bekerja keras setiap hari.

Ducati MotoGP

Tim merah ini memperkenalkan penampilan motor-motor barunya di Palacampiglio of Madonna di Campiglio, Italia hari ini (23/01/2023). Untuk MotoGP, warna keseluruhan tetap merah dengan imbuhan logo sponsor utama, Lenovo terpampang dominan di fairing dan beberapa bagian motor.

Bagnaia akan menggunakan nomor motor 1, sesuatu yang tidak dilakukan sejak Casey Stoner juara dunia bersama Repsol Honda tahun 2012 lalu. Hal ini berkaitan dengan tahayul kalau yang menggunakan nomor 1 di motornya, tidak bisa mempertahankan gelar juara yang ia raih. Entahlah.

Desmosedici GP

Yang jelas sepasang Desmosedici GP akan ditunggangi oleh Francesco Bagnaia dan rekan satu tim baru, Enea Bastianini dengan nomor motor 23. Kehadiran Bastianini di tim pabrikan Italia ini akan membuat tim Ducati lebih kuat karena talentanya yang patut diacungi jempol.

Nomor 1 Untuk Bautista

Panigale V4 Superbike 2023

Alvaro Bautista, juara dunia Superbike 2023 juga memilih menggunakan nomor 1 di motornya. Sesuatu yang sebetulnya bukan hal aneh di balap Superbike. Namun yang segar adalah Ducati Panigale V4 terbaru yang digunakan.

Tahun sebelumnya, Ducati dipersenjatai Panigale versi 2019 yang terus dikembangkan sepanjang balapan. Puncak keberhasilan pengembangan tersebut adalah kesuksesan menekuk Yamaha dan Kawasaki di 2022 lalu. Tercatat 16 balapan dimenangkan oleh Bautista. Ia hanya kalah di Mandalika, Indonesia dan Donington Park, Inggris.

Superbike Ducati

Perolehan juara ini adalah pertama kalinya sejak Carlos Checa membawa Ducati ke podium tertinggi di musim 2011.

Pembalap kedua di tim Aruba.it Ducati di Superbike adalah Michael Ruben Rinaldi. Keduanya akan segera menunggangi motor baru tersebut di sesi uji coba di Jerez, Spanyol dalam beberapa hari ke depan.

Ducati Siap Berlaga Di Balap MotoE 2023

Ducati MotoE, motor balap bertenaga listrik saat ini tengah menjalani proses produksi sejak Desember 2022 lalu. Setiap unit Ducati MotoE dirakit para teknisi dan engineer berpengalaman di Ducati MotoE Racing Department. Prosedur dan proses pengerjaannya menggunakan standar yang sama seperti pada unit motor Ducati MotoGP.

Dari 23 unit motor yang diproduksi, 18 unit akan turun berlaga dan 5unit merupakan unit cadangan. Seluruh unit ini diharapkan akan selesai diproduksi pada pertengahan Februari 2023 mendatang. Rencananya, motor balap Ducati listrik ini bakal ikut berlaga di kejuaraan balap FIM Enel MotoE™ World Championship tahun 2023 ini.

Selama berlangsungnya proses produksi, Ducati melakukan pelatihan dan persiapan bagi para teknisi kru tim balapnya.

Ducati MotoE “V21L” Memadukan Tiga Unsur Teknologi

Uji coba perdana pada prototype “V21L” ini dilakukan test rider Michele Pirro di World Circuit Marco Simoncelli, Misano, Italia lebih dari setahun lalu. Pengujian ini menjadi pondasi awal masuknya Borgo Panigale di kancah elektrifikasi otomotif.

Hasil test track ini menjadi acuan para perancang dan tim litbang Ducati dalam menyempurnakan prototype “V21L”. Keikutsertaan di balap MotoE tentunya menjadi babak baru dalam sejarah Ducati.

“Keikutsertaan Ducati di ajang balap MotoE merupakan lembaran baru dalam sejarah perusahaan kami. Proyek MotoE tak hanya mewakili visi Ducati untuk berkontribusi mengurangi emisi CO2, namun juga upaya dalam melakukan pengembangan teknologi untuk beralih menuju era bebas emisi.” papar Claudio Domenicali, CEO Ducati.

Pengembangan rancang bangun prototype “V21L” tentunya tak terlepas dari teknologi sasis yang dikerjakan oleh Ducati Corse. Motor balap ini memadukan tiga unsur yakni teknologi elektronika, rancang bangun teknologi MotoGP dan karakter handling motor jalan raya. Pasalnya, teknologi pada motor balap ini nantinya menjadi acuan pengaplikasian pada unit produksi massal.

Jerih payah para test rider, Michele Pirro, Alex De Angelis dan Chaz Davies selama satu tahun masa pengembangan “V21L” tak sia-sia. Ducati akan segera berlaga pertamakalinya dengan motor balap bertenaga listrik ini.

Uji coba perdana pra-musim akan berlangsung di sirkuit Jerez, Spanyol pada 6,7 dan 8 Maret 2023 mendatang. Uji pra-musim berikutnya berlangsung pada 3,4 dan 5 April 2023 di sirkuit Montmelò, Barcelona sebelum seri pertama MotoE musim balap 2023 dimulai pada GP Prancis 13 Mei 2023 mendatang.

Mampukah tim balap MotoE Ducati mendominasi 8 seri kejuaraan yang akan berlangsung selama musim balap tahun 2023 ini? Kita nantikan aksinya dalam beberapa waktu mendatang. Ciao…

Ducati Finitura e Delibera Estetica, Gedung Dengan Sumber Energi Mandiri

Efisiensi penggunaan sumber daya energi saat ini menjadi perhatian besar sejumlah industri di dunia, termasuk Ducati. Alhasil, sebuah gedung baru dengan rancang bangun hemat energi pun dibangun di pabrik Ducati di Borgo Panigale, Bologna.

Sesuai namanya, gedung yang diberi nama ‘Finitura e Delibera Estetica’ tersebut berfungsi sebagai area proses finishing dan sentuhan detil estetika akhir pada seluruh produk Ducati.

Acara peresmian gedung baru ini dihadiri oleh Claudio Domenicali, CEO Ducati; Markus Duesmann, CEO Audi AG and President Ducati Motor Holding SpA; Jürgen Rittersberger, CFO Audi AG; serta Matteo Lepore, Walikota Bologna.

Yang menarik dari gedung Finitura e Delibera Estetica ini adalah teknologi yang diterapkan pada infrastruktur gedung ini. Tak hanya digadang sebagai gedung yang hemat energi, sebagian besar kebutuhan energi pun dihasilkan secara mandiri. 

Sumber Daya Energi Mandiri

Pasokan daya listrik merupakan salah satu kebutuhan esensial di pabrik Borgo Panigale. Untuk mengurangi kebergantungan pada pasokan dari stasiun pembangkit listrik Bologna, Ducati mendirikan pembangkit listrik mandiri bertenaga surya.

Sistem panel sel listrik photovoltaic berkapasitas 170 kWp terpasang di atap gedung. Paparan sinar matahari yang menyinari atap gedung akan diubah menjadi energi listrik. Diperkirakan sistem tersebut mampu menghasilkan energi listrik sebesar 200 MWh per tahun.

Untuk mengurangi penggunaan PAM maupun air tanah, Ducati memanfaatkan hujan yang ditampung pada tangki raksasa berkapasitas 150 m3 (meter kubik) atau setara 150.000 liter. Sekira 90 persen dari air hujan yang ditampung akan dimurnikan dan digunakan untuk memenuhi kebutuhan air bersih di pabrik Borgo Panigale, termasuk untuk proses produksi.

Efisiensi Penggunaan Energi

Sistem penyejuk dan sirkulasi udara di seluruh infrastuktur gedung tak hanya menggunakan AC yang irit daya listrik, namun juga memanfaatkan pemaksimalan sirkulasi udara alami.

Pencahayaan di dalam areal gedung pun menggunakan lampu LED yang hemat listrik dan cahaya alami dari sinar matahari. Kemudian, di bagian tengah gedung terdapat areal hijau yang berfungsi sebagai penyejuk, filtrasi udara dan juga fungsi estetika.

“Dengan hadirnya gedung Finitura e Delibera Estetica, Ducati tak hanya berpartisipasi dalam efisiensi energi namun juga meminimalisasi emisi dari proses produksi. Selain itu, gedung ini dapat menghidupi kebutuhannya sendiri mulai dari air hingga sumber daya listrik. Sebuah hal yang membanggakan tak hanya bagi Ducati, namun juga bagi para Ducatisti,” papar Claudio Domenicali, Ducati CEO.

Teknologi yang diterapkan oleh Ducati nampaknya bakal menjadi barometer dan percontohan bagi industri manufaktur lainnya. Tak hanya di Italia dan Eropa, namun dalam lingkup global. Bravo…!