Seribu Unit Hyptec HT Sudah Tiba, Siap Diedarkan

AION Indonesia mengumumkan 1.000 unit Hyptec HT telah tiba di Indonesia dan siap untuk dikirimkan langsung kepada konsumen di seluruh Indonesia. Kedatangan batch kedua Hyptec HT di Indonesia ini, menjadi momen yang dinantikan para konsumen yang telah melakukan pre-booking sejak beberapa bulan silam. Proses pengiriman 1.000 unit Hyptec HT ini, akan dilakukan dalam waktu dekat dengan menerapkan prosedur kontrol kualitas yang tepat.

“Dengan tibanya Hyptec HT batch dua ini menjadi bukti nyata komitmen AION Indonesia, dalam menghadirkan kepuasan terhadap konsumen setia kami. Pengiriman ini mencerminkan dedikasi AION, dalam memastikan setiap unit kendaraan sampai ke tangan konsumen, dengan kualitas terbaik dan tepat waktu,” tegas Andry Ciu, CEO AION Indonesia.

Baterai 83,3 kWh

Hyptec HT merupakan Sport Utility Vehicle (SUV) listrik yang dirancang untuk menghadirkan pengalaman berkendara premium dengan teknologi modern. Salah satu keunggulan utamanya adalah baterai 83,3 kWh dan teknologi Magazine Battery. Selain itu, terdapat sistem manajemen termal untuk menjaga efisiensi, serta memastikan keselamatan saat berkendara.

Dengan kapasitas tersebut, Hyptec HT mampu menempuh jarak mencapai 620 km berdasarkan standar NEDC. Sehingga menjadikannya pilihan ideal bagi pengguna EV, yang menginginkan kendaraan dengan daya tahan baterai optimal untuk perjalanan jauh, tanpa khawatir kehabisan daya.

Kursi First-Class

Hyptec HT menggunakan motor listrik Permanent Magnet Synchronous, yang memberikan akselerasi bertenaga dengan respons yang sangat halus. Teknologi ini memungkinkan pengemudi merasakan kenyamanan maksimal tanpa mengorbankan efisiensi energi. Selain itu, desain aerodinamis kendaraan ini semakin meningkatkan efisiensi berkendara, memberikan kestabilan dan kenyamanan di berbagai kondisi jalan.

Interiornya juga dirancang untuk menghadirkan kenyamanan maksima. Dengan kursi first-class yang ergonomis, pengemudi dan penumpang dapat menikmati perjalanan dengan lebih nyaman. Sistem audio Dolby Atmos dengan 22 speaker, menciptakan pengalaman audio yang imersif, memberikan kualitas suara premium di dalam kabin.

Layar infotainment yang luas dengan antarmuka pengguna yang intuitif, memungkinkan pengemudi mengakses berbagai fitur canggih dengan mudah, meningkatkan kenyamanan dan kemudahan dalam berkendara. Hyptec HT hadir dengan harga kompetitif untuk mobil di kelasnya. Untuk varian Premium dibanderol dengan Rp 691 juta. Sedangkan varian Ultra dengan pintu gull-wing, memiliki harga Rp 843 juta.

Chevrolet Spark EUV Jadi Kado 100 Tahun GM Di Brazil

Tahun ini General Motors (GM) merayakan 100 tahun keberadaan mereka di Brazil. Brand asal Amerika Serikat ini hadir di Negeri Samba sejak 26 Januari 1925. Selama seabad, GM sudah memproduksi lebih dari 20 juta unit kendaraan Chevrolet sebagai brand pertama yang jadi cikal bakal dari GM.

Dalam acara perayaan yang dibuka oleh Presdir GM Amerika Selatan, Santiago Chamorro diluncurkan pula mobil listrik Chevrolet Spark EUV.

Nostalgia Spark EV

Jika punya mitra produksi, mengapa harus repot bikin sendiri? Rebadged jauh lebih ekonomis dan cepat. Hal ini terjadi pada Chevy Spark EUV. EUV merupakan akronim dari Electric Utility Vehicle alias mobil listrik dengan fungsi serbaguna.

Dimanfaatkanlah kemitraan produksi yang ada di RRC yakni SAIC-GM-Wuling. SUV EV Baojun Yep Plus yang diproduksi di RRC pun diadopsi sebagai basis model, kemudian diboyong ke Brazil pakai emblem Chevrolet.

Nama Spark dipilih bukan sekadar punya brand image kuat. Tapi karena Chevrolet pernah punya mobil listrik Spark EV yang diproduksi pada tahun 2013. Produksinya dihentikan pada tahun 2017 dan digantikan oleh Chevy Bolt.

Saat ini GM hanya mengungkap sedikit info seputar spesifikasi mobil listrik untuk pasar domestik Brazil ini. Jadi untuk sementara acuannya adalah spek Baojun Yep Plus.

Baojun Yep Plus panjang bodinya 3.996 mm dengan jarak antar sumbu roda (wheelbase) 2.560 mm. Seukuran Suzuki Jimny 5-pintu.

Di negara asalnya, Baojun Yep Plus tersedia versi tiga dan lima pintu. Bahkan sempat muncul konsep berwujud pickup.

Spesifikasi Bikin Penasaran

Karena spek Spark EUV belum diungkap dan bikin penasaran, maka kemungkinan besar tak melenceng dari mobil aslinya.

Layout interior Baojun Yep Plus cukup modern dan tak banyak pernik. Khas SUV yang lebih mengandalkan fungsionalitas.

Pada dashboard terpampang sepasang layar digital 10.2-inci untuk panel instrumen dan sistem infotainment. Terbilang sedang dan tak terlalu kecil ukurannya.

Sistem infotaintment dan advanced driver assistance systems (ADAS) pada Baojun Yep Plus dipasok oleh perusahaan teknologi DJI yang kondang sebagai produsen drone.

Baojun Yep Plus dibekali satu motor elektrik penggerak roda belakang (RWD) berdaya 75 kW (101 hp). Berbekal baterai 41.9 kWh di sasisnya, jarak jelajah maksimumnya 401 km berdasarkan standar CLTC yang berlaku di RRC.

Jika pakai standar uji versi lainnya seperti WLTP atau EPA, jarak jelajahnya mungkin kurang dari itu. Baojun Yep Plus versi Filipina baterainya lebih kecil, hanya 28.10 kWh dengan jarak jelajah 303 km.

Brazil wilayahnya sangat luas. Perjalanan antar kota pun banyak yang harus melintasi daerah pedalaman terpencil. Kendaraan jenis SUV memang paling cocok di sini.

Chevrolet Spark EUV bukan satu-satunya yang ditampilkan pada perayaan seabad GM di Brazil. Ada tiga model lainnya yang berlabel 100th Anniversary Special Series yakni Onix, Tracker (Trax), dan pickup Chevy S10, semuanya cuma ada di Brazil.

Masih belum jelas apakah nantinya Chevy Spark EUV bakal diproduksi di Brazil serta varian bodi apa yang bakal dipasarkan.

Yang paling jelas, nampaknya versi 5-pintu seperti model yang diluncurkan 26 Januari 2025 lalu. Modelnya mirip Land Rover Defender dalam bentuk lebih mungil. Cukup keren dan enak dilihat. Rencananya mobil ini bakal mulai dipasarkan menjelang akhir tahun 2025.

Volvo EX90 debut ASEAN

Volvo EX90 Debut Perdana ASEAN Di Thailand International Motor Expo 2024

SUV listrik Volvo EX90 resmi diperkenalkan dalam event Thailand International Motor Expo 2024. Kemunculan SUV EV Swedia ini di Negeri Gajah Putih sekaligus jadi debut perdananya untuk kawasan ASEAN.

Ada dua varian yang akan beredar di negara tersebut yaitu standard dan Performance. Seperti apa bedanya?

Volvo EX90 berukuran lebih besar dari XC90

Tampilan eksteriornya seperti mobil listrik kebanyakan. Wajah yang cenderung polos tanpa grille dihiasi logo Volvo sebagai identitas diri dengan ukuran cukup besar.

Desain lampu LED di depan dan belakang yang nampak unik menguatkan gaya semi futuristik pada eksteriornya. Desain pelek 20-inci yang menopang bodi pun keren.

Karena ini adalah model SUV sekelas XC90, ukuran bodi EX90 pun besar. Panjangnya 5.037 mm, lebar 1,.964 mm dan tinggi 1.744 mm. Wheelbase-nya cukup panjang yakni 2.985 mm.

Interior Swedia

Volvo EX90 versi setir kiri

Nuansa semi futuristik pun merambah ke area interior. Terlihat dari desain jok, konsol tengah hingga dashboard dan setirnya.

Area dashboard minim tombol fisik karena sebagian besar kendali fitur dan fungsi berkendara diakses via layar multimedia 14.5-inci. Sedangkan panel instrumen digital berukuran 9-inci.

Untuk audio, varian standar dibekali perangkat lansiran Bose dengan 14-speaker. Varian yang lebih tinggi dibuat oleh Bower & Wilkins 3D Sound dengan 25-speaker.

Lebih Aman Dan Nyaman

Volvo EX90 lebih kokoh karena mobil listrik

Konstruksi bodi dan sasis EX90 diklaim dirancang macam pesawat ruang angkasa.

Rangka menggunakan aluminium alloy high-strength yang kokoh namun ringan. Sedangkan cangkang pelindung baterai menggunakan baja Boron.

Bila terjadi tabrakan, tak hanya penumpang di dalam kabin yang aman dan terlindungi. Baterai pun aman dari risiko kebocoran maupun kebakaran.

Rigiditas torsional dikatakan mengalami peningkatan hingga 50 persen. Rangka bodi EX90 juga mampu menyerap energi benturan 20 persen lebih baik dari XC90.

Karena ini Volvo, fitur keselamatan yang dibekalkan sangat lengkap. Bahkan SUV EV ini jadi mobil pertama Volvo yang dilengkapi sensor pendeteksi LiDar.

Dengan chip prosesor Orin lansiran Nvidia, sistem dapat dengan cepat mendeteksi mobil warna hitam di kegelapan pada jarak hingga 250 meter.

600 KM 

EX90 SUV Listrik Volvo

Varian standard EX90 dibekali sepasang motor elektrik penggerak all-wheel drive (AWD). Outputnya 402 hp dengan torsi puncak 770 Nm. Akselerasi 0-100 km/jam selesai dalam 5,9 detik.

Sementara EX90 Performance, tenaganya yang mencapai 510 hp, torsi puncak 910 Nm . Butuh 4,9 detik untuk mencapai 100 km/jam. Top speed keduanya ‘dikunci’ 180 km/jam demi keselamatan berkendara.

Kedua varian Volvo EX90 dibekali baterai Nickel Manganese Cobalt (NMC) berkapasitas 111 kWh.  Dengan daya efektif terpakai 107 kWh.

Berdasarkan standar siklus uji WLTP, varian standar mampu menempuh jarak hingga 600 km. Sedangkan Performance 590 km.

Perihal pengisian daya baterai, dari 10 hingga 80 persen perlu 30 menit dengan fast charger berdaya 250kW.

Para konsumen di Thailand cukup merogoh kocek sebesar 4.290.000 Baht Thailand untuk varian standard. Kurang lebih sekira Rp 2,2 miliaran. Tipe Performance lebih mahal 600.000 Baht. 

 

 

 

 

Dongfeng M-Hero 1 Spektakulernya Pendatang Baru SUV Listrik Untuk Eropa

Pabrikan otomotif asal RRC kian hari semakin gencar berekspansi ke pasar Eropa. Salah satunya adalah SUV listrik Dongfeng MHero 1.

Jika brand senegaranya membuka jalan dari Jerman dan Inggris, Dongfeng justru mulai dari Swiss. Negara yang dikelilingi oleh pegunungan ini mungkin dianggap cocok untuk SUV seperti MHero 1.

Citarasa Eropa

Dongfeng Mhero 1

Seperti umumnya mobil SUV buatan China yang kerap mengadopsi beragam gaya desain SUV yang populer di pasaran. Demikian pula dengan yang dilakukan Dongfeng pada MHero 1. Kembaran dari Mengshi M-Terrain ini mencomot elemen tampilan eksterior dari GMC Hummer EV dan Toyota FJ Cruiser.

Hanya saja MHero 1 tampil lebih macho dan garang dengan gaya militer. Terlihat dari siluet bodinya yang cenderung kotak.

Handle pintu yang menonjol tak hanya terinspirasi dari SUV militer. Tapi lebih pada sisi kepraktisan.

MHero 1 memiliki ground clearance 33,5 cm dan fording depth (kemampuan rendam) hingga 90 cm. Jadi tak perlu khawatir menerabas genangan banjir yang kini kerap terjadi di sejumlah negara di Eropa.

Mobil ini, pada mode Off-road menghasilkan approach angle hingga 36,8 derajat dan departure angle  hingga 37.5 derajat. Jadi jika ingin melibas trek berlubang atau kubangan lumpur pun tak masalah. 

Torsi 1.400 Nm!

Untuk teknologi sistem penggerak EV, pabrikan otomotif di RRC tak kalah dari pabrikan AS, Eropa atau Jepang. Empat motor penggerak yang dibekalkan pada MHero 1 punya output performa luar biasa. Tenaganya sebesar 800 kW atau setara 1.073 hp. Torsi puncaknya tak main-main, 1.400 Nm!

Dengan rancang bangun platform Smart Off-road, memungkinkan untuk memasang satu motor elektrik pada setiap poros roda. Tak hanya itu, mobil ini juga memiliki kemampuan rear-wheel steering alias keempat rodanya bisa belok.

Bukan cuma mampu melibas trek off-road dengan mudah, Dongfeng yang satu ini diklaim hanya butuh waktu 4,2 detik untuk melesat hingga 100 km/jam di jalan aspal. 

Tetap saja catatan waktu akselerasinya masih jauh di bawah GMC Hummer EV bertenaga 1.000 hp yang hanya butuh waktu 3 detik.

Sebagai pasokan energi listrik, Dongfeng MHero1 dibekali baterai berkapasitas daya 142.7 kWh. Jarak jelajahnya dikatakan mampu mencapai 450 km. Untuk pengisian daya baterai, hanya butuh 47 menit dari 30 persen hingga 80 persen menggunakan perangkat fast charger.

Varian Hybrid

MHero 1 juga akan ada versi plug-in hybrid dengan tiga motor listrik. Jarak tempuhnya mampu mencapai 750 km. Hanya saja belum dapat dipastikan apakah bakal dipasarkan di Eropa atau tidak. 

Namun ternyata label harga Dongfeng MHero 1 di Swiss tak bisa dibilang murah. Banderol harganya mulai dari 145.700 Swiss franc. Kurang lebih sekira Rp 2,5 miliar.

 

Chery iCar V23: Es Campur SUV Listrik Siap Tampil Tahun Ini

Apa jadinya jika elemen desain dari bermacam model SUV digabung jadi satu? Jawabannya adalah mobil listrik terbaru dari iCar, yakni V23.

Salah satu anak perusahaan dari pabrikan otomotif RRC yakni Chery tersebut berkolaborasi dengan Zhimi Technology, anak usaha dari Xiaomi.

Es Campur SUV

Bagaikan minuman es campur yang terbuat dari berbagai macam bahan, demikian pula halnya dengan SUV EV iCar V23 ini. Elemen desain SUV dari berbagai brand diblender jadi satu.

Lampu depan LED model bulat, grille, serta lubang intake pada kap mesin mencuplik gaya Land Cruiser FJ40. Bahkan hingga bagian fender depan dan belakang. Bumper depan dan model kaca depan miripgaya desain dari Jeep Wrangler.

Siluet bodi yang minimalis terutama pada bagian samping sangat kental dengan nuansa Land Rover Defender. Hanya sedikit beda gaya di bagian handle pintunya.

Pada bagian belakang, iCar seperti terinspirasi gaya desain Mercedes-Benz G-Class. Terlihat pada bentuk lampu belakang LED yang dipasang di bagian bawah.

Agak berbeda dari SUV pada umumnya yang dilengkapi ban serep pada pintu belakang. iCar V23 dilengkapi kompartemen penyimpanan yang bentuknya mirip cover ban serep.

Interior Mewah

iCar V23

Kemasan interior mobil listrik buatan Negeri Panda saat ini tak bisa dianggap remeh. Terlebih untuk model kelas premium. Tak kalah dari mobil listrik buatan Eropa.

Kabin dipastikan mewah dengan balutan kulit. Kombinasi warna hitam dan putih pada interior terlihat elegan. Lagi-lagi elemen gaya dari Defender terlihat pada setir yang nampak sangat mirip.

Demikian pula dengan fitur hiburan pemanja penumpang pada SUV listrik ini. Layar touchscreen berukuran besar terpampang pada bagian tengah dashboard. Layar head unit berukuran besar seolah jadi ciri khas mobil listrik buatan China.

Oh ya, sekujur bodi mobil ini kabarnya dilengkapi beragam sensor pendeteksi terpadu. Sensor dan radar tersebut terintegrasi dengan sistem ADAS Level 2+. Tentunya seluruh fitur berkendara pada mobil ini dikendalikan via layar digital.

Spek Masih Rahasia

Saat ini sayangnya pihak pabrikan belum membeberkan detail spek teknis mobil listrik ini. Hanya dikatakan bakal tersedia versi berpenggerak RWD dan AWD. Sumber daya listrik dipasok oleh baterai buatan CATL.

Jarak jelajah maksimumnya pun tak dijelaskan secara rinci. Hanya dikatakan untuk versi AWD mampu mencapai lebih dari 400 km dan tembus 500 km untuk versi RWD. Cukup untuk pengendaraan harian dalam kota maupun perjalanan antara kota.

Segera Tampil Perdana

Ingin melihat versi lengkapnya? Sabar, iCar V23 rencananya bakal tampil perdana pada 12 April 2024 mendatang di Beijing Auto Show. Namun dipasarkana paling cepat setelah pertengahan tahun ini. Jadi tak perlu penasaran berapa harganya.

Selain itu, kolaborasi antara Chery dan Zhimi Technology masih akan terus berlanjut. Rencananya bakal muncul enam hingga delapan model mobil listrik lainnya yang akan diproduksi dalam kurun waktu tiga tahun mendatang.

 

BYD Atto3

Review BYD Atto3: Gaya Biasa Saja, Sisanya Luar Biasa

Setelah mengulas soal eksterior, interior dan fitur, kami juga menguji sensasi lainnya saat mengendarai BYD Atto3. Ada dua varian Atto3, Advance Standard dan Superior Extended. Kemampuan jelajah maksimum keduanya berbeda. Untuk pengujian kali ini, kami menggunakan BYD Atto3 Superior Extended.

Keduanya dilengkapi motor elektrik penggerak tunggal, beroutput 204 hp dan torsi maksimun 310 Nm. Nah, yang membedakan antar varian adalah kapasitas baterainya.

Advance Standard dibekali baterai berkapasitas 49.92 kWh. Jarak jelajahnya mencapai 410 km. Varian Superior Extended kapasitas baterainya lebih besar yakni 60.48 kWh. Jarak jelajahnya 480 km. Jarak jelajah ini dihitung menggunakan siklus uji NEDC yang berlaku di Cina.

Pilihan Mode Berkendara

Terdapat tiga mode berkendara yakni Eco, Normal, dan Sport yang akan menyesuaikan sensitivitas pijakan pedal gas.

Menurut kami, mode Normal memiliki sensasi berkendara paling alami. Bagi pengguna EV pemula mungkin akan merasakan sensasi hentakan tenaga yang progresif, terutama pada mode Sport. Namun respon kemudi mobil ini kurang sigap dan sedikit bergoyang kala membenamkan pedal gas untuk meraih akselerasi.

Kinerja suspensi menjadi perhatian tersendiri bagi kami. Saat diajak bermanuver, bantingan suspensi terbilang medium. Namun bodi mobil jadi terasa agak goyang. Terutama saat melaju cukup kencang di jalan tol dengan permukaan cor beton. Bantingan suspensi juga masih terasa tajam saat melintasi permukaan jalan yang bergelombang.

Sistem pengereman terbilang pakem, namun terasa ragu kala pengereman mendadak. Pedal rem memerlukan hentakan kaki cukup dalam dan sedikit mengagetkan saat kami ingin meraih jarak aman. Terutama jalan menurun dengan kecepatan yang lumayan tinggi.

Keselamatan Berkendara

BYD Atto 3 diakui sebagai mobil listrik terlaris di Swedia pada Juli 2023 lalu. Mobil ini dipuji karena performa dan interiornya yang nyaman.

Selain itu, SUV ini pun sukses meraih peringkat lima bintang dalam uji keselamatan berkendara di Eropa yakni Euro NCAP. Skor tertinggi diperoleh untuk perlindungan penumpang dewasa dan anak-anak. Peringkat bintang lima Global NCAP juga diraih oleh BYD Atto 3. Cukup meyakinkan.

Nah, ternyata fitur keselamatan berkendara yang dibekalkan pada Atto 3 terbilang modern dan lengkap.

Tak hanya dibekali 7 airbag. Fitur keselamatan berkendara berbasis ADAS juga tersedia. Mulai dari cruise control adaptif, pengereman darurat otonom, peringatan keluar jalur, dan masih banyak yang lainnya.

Kami merasa sistem ADAS pada Atto 3 berfungsi dengan baik. Meskipun sesekali masih menampilkan beberapa keanehan. Seperti peringatan yang diberikan sistem kadang terlalu dekat dengan tanda jalur. Penyesuaian respon kemudi masih kurang presisi dan di tikungan kadang sedikit terasa goyang. 

Konsumsi Irit

BYD Atto 3 telah dibekali dengan baterai Blade dengan sel jenis lithium iron phosphate (LFP). Baterai jenis ini diklaim konsumsi energinya jauh lebih irit dibanding bateri sel lithium manganese cobalt yang banyak digunakan brand mobil listrik lainnya.

Yang jadi perhatian kami adalah konsumsi energi serta kemampuan pengisian ulang daya baterainya.

Kami mengkombinasikan penggunaan mode Normal untuk dalam kota dan Sport saat melaju di jalan tol. Dengan jarak tempuh 220 km, kapasitas daya baterai hanya tersedot 51 persen. Cukup irit juga.

Soal pengisian ulang daya baterai, Atto 3 varian Superior Extended dapat terkoneksi dengan sumber listrik standard 220V dengan kemampuan pengisian daya hingga 7 kW. Atto 3 juga dibekali onboard charger 11 kW dengan soket listrik 3-fasa untuk pengisian daya yang lebih cepat.

Jika terhubung dengan perangkat fast charger DC, mobil ini dapat menerima sumber listrik berdaya cukup besar yakni hingga 80 kW. Dengan fast charger DC berdaya 60 kW, pengisian daya dari 30 persen hingga 90 persen butuh waktu sekitar 50 menit. Lumayan cepat juga.

Berapa Harga Jualnya?

Nah, yang membuat kami penasaran adalah berapa harga jual Atto 3 nantinya saat resmi dipasarkan di Indonesia.

Sebagai gambaran, di Thailand label harganya mulai dari 1.099.900 Baht sampai 1.199.900 Baht. Kurang lebih sekira Rp 480 jutaan hingga Rp 526 jutaan. Sedangkan di Filipina, label harganya mulai dari 1.598.000 Peso hingga 1.798.000 Peso. Kurang lebih di kisaran Rp 446 jutaan sampai Rp 500 jutaan.

Malaysia sebagai tolok ukur terdekat dalam soal harga berada di rentang 150.430 Ringgit hingga 168.630 Ringgit. Kurang lebih sekitar Rp 500 hingga Rp 550 jutaan.

BYD Atto3 Indonesia

Harga jual mobil listrik di sejumlah negara juga berkaitan dengan kebijakan pajak serta insentif untuk pembelian mobil listrik.

Nah jika BYD Atto3 resmi dipasarkan di Indonesia, maka kemungkinan besar label harganya konon akan berada di kisaran Rp 450-550 jutaan. Ini berdasarkan percakapan dari beberapa sumber karena BYD Indonesia belum mengeluarkan harganya. Cukup rasional dan tak berbeda jauh dari mobil sejenis lansiran brand kompetitor.

Ingat KG Mobility? Ini Produk SUV Listrik Perdana Mereka di Korea Selatan

KG Mobility, ya, ini adalah nama baru dari pabrikan otomotif asal Korea Selatan, SsangYong Motor. Pelopor industri otomotif di Korea Selatan ini melakukan moment ‘comeback’ di perhelatan Seoul Mobility Show 2023 beberapa waktu lalu.

Dari sederet mobil yang ditampilkan oleh KG Mobility, salah satunya yakni konsep SUV Torres EVX. Versi EV dari SsangYong Torres ini rencananya bakal segera dipasarkan sekaligus jadi model EV perdana yang dibuat oleh KG Mobility.

Tampilan Atraktif Nan Memikat

Dari segi dimensi (PxLxT) yang di angka 4.715 mm x 1.890 mm x 1.725 mm, Torres EVX sedikit lebih besar dari Nissan Rogue atau X-Trail. Kali ini desainnya atraktif, bukan membuat heran.

Untuk membedakan dari versi bermesin bensin, tampilan wajah Torres EVX dikemas ulang. Desain headlamp LED terlihat lebih ramping. Bentuk depan terlihat atraktif dengan grille beriluminasi, serta lubang intake pada bumper yang menguatkan aura sport. Belakangnya dilengkapi dengan lampu  LED unik. Kakinya diberikan pelek alloy 20 inci.

 

Interior Lapang Dan Kekinian

Kabin SUV lima penumpang ini ternyata jauh lebih lapang dari versi bensinnya. Volume ruang kargo EVX yang 839 liter. Lebih besar dari Torres yang hanya 703 liter. Nantinya bakal tersedia opsi panoramic sunroof untuk Torres EVX.

Panel dashboard dilengkapi dua layar sentuh digital 12.3-inci, terpasang dalam satu panel. Aksen motif kayu pada dashboard, kemasan kulit jok dan panel interior membuat Torres EVX terlihat mewah.

Performa 

Sebagai penggerak, KG Mobility membekali motor listrik berdaya 150 kW (210 hp) pada poros roda depan. Untuk saat ini hanya tersedia versi sistem gerak roda depan (FWD). Versi mesin bensin yang ada opsi sistem gerak AWD. Sayangnya tak disebutkan secara rinci perihal spek teknis mobil ini. Mungkin nanti menjelang resmi dipasarkan.

Sumber energi listrik, memanfaatkan baterai lithium iron phosphate (LFP) berdaya 73,4 kWh. Baterai ini dipasok oleh pabrikan Cina, BYD.

Berdasarkan pengujian dengan metode WLTP, jarak jelajah mobil ini mencapai 500 km untuk sekali pengisian daya baterai. Namun jika menggunakan standar siklus Korea Selatan, daya jelajahnya berada di kisaran 420 km. Angka yang terbilang lebih masuk akal. Hanya saja tak disebutkan butuh berapa lama untuk melakukan pengisian ulang daya baterai mobil ini.

SUV Elektrik Harga Terjangkau

Pada situs resmi KG Mobility, Torres EVX bakal hadir dalam dua variant trim – E5 dan E7. Tak ada perbedaan spek motor listrik maupun baterai pada keduanya. Hanya beda di kelengkapan fitur dan kemasan.

Untuk varian E5 bakal dipasarkan di Korea Selatan dengan label harga mulai dari 49,5 juta won atau setara Rp 363,3 jutaan. Sedangkan E7 dibanderol mulai 52 juta won yang setara Rp 591,7 jutaan. Selisih harga yang cukup banyak.

Dengan adanya program subsidi pembelian mobil listrik yang digelontorkan pemerintah Korea Selatan, harga jualnya bisa berkurang. Nantinya Torres EVX menjadi sekitar Rp 341,3 jutaan. Tak terpaut jauh dari Torres versi bensin yang dijual mulai dari 26,9 juta won atau sekitar Rp 306 jutaan.

SUV listrik ini juga akan diekspor ke Eropa. Launching di Benua Biru pun diperkirakan bakal berlangsung sekitar pertengahan tahun ini. Australia dan negara lain bakal menyusul kemudian. Indonesia? Mungkin saja…

Kia EV9 2024

Kia EV9 Diungkap, Pamerkan Desain SUV Yang Lebih Berani

Lama dinanti, akhirnya Kia EV9 resmi diperlihatkan. Ingat, diperlihatkan, bukan dijual. EV9 adalah SUV listrik pertama buatan Kia. Bahkan pertama untuk Hyundai-Kia Group.

Berdiri di atas platform E-GMP yang sama dengan Hyundai Ioniq 5, Ioniq 6, Kia EV6 dan Genesis GV60. Yes, platform ini sangat modular hingga bisa dipakai untuk mobil listrik apapun bentukannya.

Kia EV9 SUV

Eksterior

Kia EV9 hadir sebagai SUV tulen yang berpenampilan tegas. Mungkin bagi sebagian orang, desain terlihat terlalu kaku. Tapi inilah Kia modern. Desainnya selalu berani dan kadang keluar dari pakem.

EV9 side view

Tapi, Kalau Anda perhatikan dari samping meski terlihat kaku, desainer Kia dengan cerdas membuat desain yang simetris. Contohnya, garis tegas di bagian atas spakbor depan dan belakang, membentuk garis lurus hingga ke sambungan antara kap mesin dan grill. Bahkan sudut pilar A pun bisa ditarik garis lurus sampai ke spakbor.

Parasnya terlihat bersih tanpa kehadiran grill berlubang. Tapi desain DRL terlihat kompleks dengan menggabungkan beberapa guratan. Desain ini disebut membentuk peta bintang digital (Digital Star Maps). Lampu utamanya tidak kalah unik. Dibekali 12 LED yang disusun bertumpuk. Secara keseluruhan, paras ini masih disebut sebagai Digital Tiger Face.

Kia EV9 Depan

Bagian belakangnya memiliki desain lampu yang juga selaras DRL depan. Hanya saja bentuknya lebih ramping. Sama seperti depan, bagian ini juga terlihat bersih dan minim ornamen.

Interior

Filosofinya agak rumit di bagian ini. Intinya, Kia hanya memasang hal-hal yang memungkinkan untuk munculnya interaksi yang positif dan intuitif di interior. Ini yang sangat diutamakan, supaya desainer Kia bisa memberikan kabin yang lapang.

Kelapangan kabin juga didukung oleh platform E-GMP yang memungkinkan mobil untuk punya lantai rata. Kia EV9 saat mulai dijual 2024 nanti, akan punya opsi tujuh atau enam kursi. Baris kedua bahkan bisa diputar 180 derajat menghadap ke belakang.

Layar digital yang selebar 12,3 inci dari depan pengemudi ke tengah dashboard, diklaim memiliki kemampuan canggih untuk menampilkan audio, visual, navigasi dan telematika. Yang menarik, Kia masih membekali interior dengan tombol fisik untuk pengaturan AC. Tuas transmisi menyatu dengan kolom setir.

Secara keseluruhan, mobil ini menawarkan konsep kabin yang simple, modern dan memiliki kualitas dan nilai ergonomi tinggi.

Sayang, Kia belum mengungkapkan spesifikasi teknisnya. Namun beberapa waktu yang lalu sempat dikatakan kalau EV9 akan memiliki jarak tempuh tidak kurang dari 480 km. Mobil ini akan mulai dipasarkan pada 2024 yang akan datang.

Kia EV9 teaser 2023

KIA EV9, SUV 7-seater Elektrik Siap Hadir Beberapa Bulan Lagi

Melalui acara rapat akbar Hyundai Group kemarin, Kia EV9 dipastikan akan hadir ke hadapan publik sebelum kuartal pertama 2023 selesai. EV9 sebelumnya diperlihatkan dalam bentuk mobil konsep di acara Los Angeles Auto Show, November 2021.

Saat hadir nanti, Kia EV9 selain berbagi platform dengan Ioniq 5 dan EV6, juga akan jadi mobil pertama produksi Hyundai Group yang memiliki kemampuan otonomus tingkat tiga. Sistem yang dinamai Highway Driving Pilot (HDP) ini hanya memerlukan intervensi pengemudi saat situasi darurat.

Diperkirakan, kalau nanti jadi dijual harganya akan lebih murah dari pesaing SUV listrik tiga baris kursi seperti Tesla Model Y atau Rivian R1S. Di Amerika Serikat, harganya akan dibanderol sekitar US $50.000.

Kia EV9 test

Dengan uang segitu, Kia EV9 menawarakan mobil dengan penggerak listrik yang mampu menempuh 483 km (berdasarkan metode pengujian EPA). Kia juga mengatakan, SUV ini dibekali kemampuan isi ulang baterai dalam waktu 20-30 menit untuk mengisi baterai dari 10 sampai 80 persen.

Untuk dimensi, Kia belum menjelaskan. Tapi melihat versi konsepnya di LA Auto Show, dengan menggunakan platform E-GMP, panjangnya adalah 4.930 mm dengan lebar 2.055 mm. Sementara tingginya 1.790 mm. Tidak kalah penting, punya wheelbase mencapai 3.100 mm. Kabinnya pasti lega.

Kia EV9 2023

Kia EV9 adalah satu dari sembilan model EV dari Kia yang akan dihadirkan hingga 2027 nanti. Di daftar tersebut, tercantum juga mobil pikap listrik dengan platform tersendiri, serta satu pikap berbasis kendaraan bermesin konvensional.

Banyak Rencana

Selain EV9, di kesempatan tersebut Hyundai Group juga mengungkap banyak rencana yang mengedepankan pemanfaatkan teknologi. Hyundai Group memang banyak mengakuisisi atau paling tidak bekerja sama dengan perusahaan teknologi.

Euisun Chung, Executive Chair of Hyundai Motor

Euisun Chung, Executive Chair of Hyundai Motor Group

Contohnya Boston Dynamic, ahli pembuat robot berbasis AI (Artificial Inteligent). Meski belum dipastikan apakah akan diaplikasikan di mobil, tapi Hyundai berencana untuk memanfaatkan BD untuk membuat produk yang memudahkan kinerja manusia.

“Kami akan memperkuat kerja sama antara Robotics Lab, Boston Dynamics, dan BD-AI Institute untuk melengkapi rantai nilai guna menyediakan produk ramah manusia yang mendukung kesejahteraan dan kenyamanan umat manusia,” tegas Euisun Chung, Executive Chair of Hyundai Motor Group.

Selain itu, grup otomotif terbesar ketiga di dunia ini sedang giat memasuki bisnis energi alternatif. Seperti produksi hidrogen, broker perdagangan sumber listrik, SMR (Small Modular Reactor) alias reaktor fisi nuklir modular yang bisa dipindah-pindah. Untuk sumber energi tentunya. SMR, biasanya punya kemampuan untuk menghasilkan daya hingga 300 MW.

Munro Mk1_1

Munro Mk1, Mobil Listrik 4×4 Penakluk Medan Sulit

Penyuka kendaraan offroad atau berpenggerak 4×4, kini mempunyai pilihan baru untuk melakukan hobinya, melalui kehadiran Munro Mk1. Mobil buatan Skotlandia ini diklaim sebagai mobil listrik 4×4 paling mumpuni sedunia. Munro Mk1 dirancang untuk melahap medan berat, tanpa harus kompromi dengan perawatan yang mudah dilakukan oleh penggunanya.

Nama Munro yang digunakan ialah berasal dari nama gunung di Skotlandia. Wajar saja, karena mobil ini memang diciptakan untuk dapat melaju tanpa kesulitan di jalanan non-aspal. Bahkan dirancang agar memiliki usia pakai hingga 50 tahun. Hmmm… percaya diri sekali. Munro Mk1 menggunakan motor listrik tunggal yang dapat menghasilkan tenaga hingga 375 hp dan terdapat dua pilihan baterai, yaitu 61 kWh dan 82 kWh.

Khusus untuk versi baterai 82 kWh, jarak tempuhnya mampu mencapai 305 kilometer. Bahkan diklaim dapat digunakan untuk offroad selama 16 jam dalam sekali pengisian daya listriknya. Meski Munro Mk1 mampu melesat dari posisi diam hingga 100 km/jam dalam tempo di bawah lima detik, namun pembuatnya lebih berfokus pada aspek utilitas, ketimbang performa.

Torsi 700 Nm yang dimilikinya, menghasilkan respons berkendara yang luwes ketika offroad. Mobil dengan sosok garang ini juga mampu menyeret beban towing seberat 3,5 ton dan memiliki kemampuan payload hingga 1 ton. Berkat chassis model ladder frame, ground clearance Munro Mk1 ialah 480 mm dan mampu ‘berenang’ di kedalaman air hingga 800 mm. Sedangkan approach ngle dan departure angle, sepertinya tidak usah diragukan lagi ya…

Bodi berdimensi bongsor dan memiliki desain yang menyudut, dilengkapi dengan lampu depan LED serta grille berukuran besar. “Secara sekilas, rancangan mobil ini terkesan begitu sederhana. Mungkin sebagian orang menganggap istilah sederhana sebagai hal yang ketinggalan zaman. Namun tidak bagi kami,” kata Russell Peterson, selaku CEO Munro Vehicles.

“Munro Mk1 diciptakan untuk dapat menyelesaikan perjalanan, tidak peduli bagaimana kondisi medan yang ditempuh, dan berapa lama perjalanannya. SUV listrik 4×4 ini dibuat untuk mampu melakukannya setiap hari, selama puluhan tahun usia pakainya,” jelasnya lagi. Munro Mk1 telah diuji secara ekstrim selama dua tahun terakhir di sejumlah medan berat Skotlandia.

Saat ini, Munro Vehicles telah menerima pesanan Mk1 tersebut dari banyak konsumen. Tak hanya dari konsumen Inggris saja, namun juga dari konsumen yang berdomisili di lokasi eksotis, seperti St. Lucia maupun Dubai. Untuk unit dengan basic specification, harganya mulai dari £ 49.995 (atau sekitar Rp 950 jutaan), belum termasuk pajak.

Produksi direncanakan mulai berlangsung di awal tahun 2023 nanti, dengan jumlah unit yang dibatasi hingga 50 unit saja sepanjang tahun. Selanjutnya, Mk1 tersebut akan diproduksi dengan jumlah yang lebih banyak secara bertahap pada tahun 2024. Munro Vehicle menargetkan akan membuat 2.500 unit Mk1 per tahun pada 2027.

Volvo EX90 2023

Volvo EX90 Mendebut Sebagai Premium SUV Elektrik Dengan 7-Seater

Setelah lama hanya menyebarkan foto teaser, Volvo EX90 akhirnya resmi diperkenalkan. SUV ini hadir dalam format mobil listrik berkapasitas tujuh penumpang, untuk pasar premium.

Volvo EX90 digaungkan sebagai bintang baru dalam keluarga mobil Swedia ini. Dan layaknya sebuah Volvo, bentuknya sederhana saja. Tapi elegan dan selalu enak untuk dipandang. Tidak banyak gimmick aneh-aneh di eksterior. Hanya lampu depan LED lengkap dengan DRL, logo Volvo di depan. Belakangnya, lampu berbentuk C menyiku, selaras dengan bentuk bagasi yang juga kaku.  

Dimensinya yang besar memungkinkan untuk dipasang baterai masif ukuran 111 kWh. Ini yang akan menggerakkan dua motor listrik di setiap as roda. Menjadikan Volvo EX90 sebagai kendaraan AWD (All Wheel Drive/gerak empat roda). Volvo menyatakan juga kalau ini adalah mobil SUV betulan. Dengan kemampuan yang sesuai kodratnya. Bukan sekedar mobil dengan teknologi terkini.  

Daya puncaknya setara 496 hp dengan torsi 910 Nm. Ini angka yang hebat untuk sebuah mobil keluarga. Jarak tempuh yang dijanjikan adalah 483 km. Namun angka itu belum diverifikasi oleh badan pengujian resmi. Baru klaim dari Volvo. Sedangkan waktu pengisian ulang baterai dari 10 ke 80 persen hanya perlu 30 menit. 

Salah satu yang mereka tekankan adalah kecanggihan sistem komputerisasi di kabin. Snapdragon, pembuat microchip gadget digandeng untuk mengembangkan sistem multimedia di kabin. Menghasilkan grafis yang enak dilihat serta sudah memiliki fitur Google. Jadi tidak perlu khawatir susah buka Google Maps, contohnya. Semuanya ditampilkan di layar ukuran 14,5 inci di dashboard.  Audionya dirancang oleh Bowers & Wilkins, bahkan lengkap dengan speaker di headrest. 

Selain itu, seperti pada BMW 7-Series terbaru, tidak ada anak kunci atau remote untuk mengakses dan menjalankan mobil. Adanya aplikasi di handphone. Saat terdeteksi pemiliknya mendekat, EX90 akan membuka kunci, menyetel kenyamanan sesuai dengan setting yang telah ditentukan sebelumnya. 

Volvo EX90 akan hadir mulai musim gugur tahun depan. Harganya belum diketahui, tapi kalau dari bocoran media luar, tidak lebih dari US $80.000 untuk varian paling lengkap.