Minat Bikin Daihatsu Copen Ala Porsche 911?

Apa jadinya jika roadster imut Daihatsu Copen dikawin silang dengan Porsche 911? Mungkin jadinya akan seperti yang satu ini, Coperche 811 GT-K. Modifikasi hasil garapan StanceMagic yang bikin geleng kepala ini tampil di Tokyo Auto Salon 2025.

911 Wannabe

Yang jadi bahan modifikasi adalah Daihatsu Copen generasi pertama. Kei car ini stok mobkasnya tersedia cukup banyak dengan harga relarif murah di Jepang.

Nyaris seluruh bagian bodi Copen dirombak oleh produsen pelek dan parts aftermarket asal Jepang ini. Hanya kaca depan, pintu termasuk pilar A dan spion saja yang masih terlihat bentuk asli bawaan Copen. Panel bodi lainnya sudah diganti dengan versi custom berbahan fiberglass.

Bemper hingga fender depan-belakang extra lebar mengacu gaya Porsche 911 GT3. Terlihat dari lubang intake pada bemper depan yang berukuran besar. Lampu depan pakai copotan dari 911 (997).

Karena aslinya roadster, maka dibuatlah panel atap hingga buritan untuk sang Copen dengan style ala Porsche. Untuk bagian buritan, Stancemagic mencangkok lampu belakang, sirip diffuser dan sayap spoiler berukuran jumbo bawaan 911 (996).

Area interior pun digarap dengan nuansa ala Porsche 911 versi balap. Tak hanya jok dan setir model balap, kabin pun dipasangi roll cage. Biar terlihat mewah ala Porsche 911 (996), panel interior dilapisi bahan suede. Panel instrumen yang bercokol di dashboard pun bawaan Porsche 911 (996).

Sentuhan Akhir

Rombakan bodi dan interior sudah selesai, kini tinggal finishing touch. Sekujur bodi dihiasi decal sticker dengan livery ala mobil balap Porsche 911 RSR Le Mans.

Agar tampilan makin sip, satu set pelek alloy custom lansiran Stancemagic berbalut ban high performance bertengger menopang bodi. Tentu saja suspensi diturunkan agar pelek tapak lebar yang dipasang bisa pas masuk ke ruang roda. Rem cakram dan kaliper rem diganti dengan ukuran lebih besar.

Soal mesin, posisinya beda dari Porsche 911 yang terpasang di tengah-belakang dan pakai mesin boxer pula.

Daihatsu Copen yang masuk kategori Kei Car alias mobil kecil mesin aslinya hanya 660 cc. Karena dianggap kekecilan, mesin pun diganti versi 1.3-liter yang dipadukan dengan transmisi manual 5-speed. Knalpot racing pun dipasang agar sesuai dengan gaya tampilan.

Coperche 811 GT-K ini hanya satu-satunya yang dibuat Stancemagic. Selain sebagai proyek modifikasi, sekaligus jadi ajang promosi produk velg mereka.

Mungkin ini bisa jadi alternatif bagi yang dananya nanggung untuk membeli sebuah Porsche 911, bahkan 718 Cayman termurah sekalipun. Ada yang berminat?

Mercedes-Benz 300 CE 5.6, Coupe Frankenstein Asal Afrika Selatan

Kesan menyaru terlihat kental pada Mercedes-Benz 300 CE ini. Dari jarak jauh saja, para antusias Mercedes-Benz langsung mengetahui keunikan fisik mobil ini, yaitu bumper depan dan belakang, velg berdiameter lebih besar dari standar, dan knalpotnya. Tapi inti penting dari ‘Mercy Boxer’ dua pintu ini adalah seonggok mesinnya.

Sejarah bermula di tahun 1986, ketika dua karyawan Mercedes-Benz South Africa tergerak untuk mengoprek satu unit C124 300 CE, supaya performa meningkat drastis. Modifikasi ini dilakukan jauh sebelum konsumen di Afrika Selatan bisa membeli W126 560 SEL.

Akses ke gudang penyimpanan komponen

Kala itu, Peter Lastrucci punya banyak ‘jabatan’. Sebenarnya ia bekerja di dealer service department, tapi karena juga menjabat sebagai district manager, maka ia terlibat penuh pula dengan divisi teknis. Singkat kata, Peter Lastrucci punya akses penuh ke gudang penyimpanan komponen kendaraan.

Awalnya mobil ini dimiliki oleh Dale Petty, kolega Peter Lastrucci, yang juga bekerja di Mercedes-Benz of South Africa. Keduanya berdiskusi mengenai langkah untuk meningkatkan performa C124 300 CE ini.

Mereka memang mengetahui sosok AMG Hammer, tapi karena di tahun tersebut belum tersedia internet, maka detil mengenai program AMG terhadap unit Mercedes-Benz 124-series itu. Untungnya, Peter Lastrucci sempat mengendarai unit AMG Hammer milik salah satu bos AMG.

Tidak disetujui Mercedes-Benz of South Africa

Di era 1980an, prinsipal Mercedes-Benz di Jerman masih tergolong perusahaan yang konservatif. Modifikasi sekecil apapun, tidak bisa dilakukan dengan mudah. Karena biaya impor kendaraan ke Afrika Selatan begitu besar, maka ide awal ialah menciptakan sebuah mobil serupa dengan yang dilakukan AMG di Jerman.

Sejujurnya, Mercedes-Benz of South Africa tidak menyetujui keinginan mereka. Namun, tidak memberi larangan untuk ide liar tersebut. Seiring dengan waktu, proyek ini ternyata disambut baik oleh departemen pemasaran di Mercedes-Benz of South Africa. Apalagi proyek ini dilakukan sepenuhnya secara domestik.

Yang tidak bisa diprediksi ialah adanya pergeseran fokus di industri otomotif Afrika Selatan di akhir tahun 1980an. Hampir semua berfokus ke kendaraan niaga, sehingga kue pasar untuk mobil berperforma tinggi menjadi kecil. Niat Peter Lastrucci dan Dale Petty tetap bersemangat, mereka tetap mengoprek mobil setelah jam kantor.

Begitu banyak pengembangan dan modifikasi yang harus ditempuh. Termasuk suspensi belakang, gardan yang dilengkapi limited-slip, dan sistem pengereman. Semua komponennya diperoleh dari stok komponen asli dari Mercedes-Benz.

Mesin V8 bertenaga 295 hp

Mesin V8 M117 5.5 liter dan transmisi otomatis dari W126 560 SEL, diimpor langsung dari Jerman. Untuk selanjutnya bertugas untuk menggantikan mesin enam silinder M103 3.0 liter bawaan 300 CE.

Interiornya masih dibiarkan standar, hanya satu bagian saja yang diubah, yakni speedometer. Sebab speedometer mekanis asli ‘hanya’ sampai 260 km/jam. Sedangkan speedometer penggantinya ialah versi elektronis milik W126, dengan angka hingga 320 km/jam.

Setelah semuanya berfungsi normal, mesin yang digunakan mampu menghasilkan tenaga 295 hp dan torsi 455 Nm, yang disalurkan ke roda belakang melalui transmisi otomatis 4-speed. Akselerasi 0-100 km/jam dapat ditempuh dalam waktu kurang dari 6,8 detik. Sedangkan top speed mencapai 295 km/jam.

Secara sekilas, mobil coupe ini terlihat layaknya 300 CE dengan velg berukuran besar saja. Tapi jika melihat emblem 5.6 di kap bagasi, maka jangan coba-coba meremehkan performanya…

GTV II: VW Kodok Spesial Bikinan EMPI di Masa Kini

Penggemar Volkswagen (VW) klasik pasti tidak asing dengan brand aksesori buatan EMPI. Ya, selama puluhan tahun komponen EMPI dan EMPI GTV telah menjadi pilihan di banyak negara. Sosok penting di balik brand EMPI ini ialah Joe Vittone. Pria ini bisa dianggap sebagai pionir dari langkah yang banyak dilakukan oleh pemilik VW klasik di dunia. Fokusnya ialah mobil berbobot ringan, tapi memiliki output yang besar.

Oke, awal cerita lahirnya EMPI bermula pada tahun 1954, saat Joe Vittone dan mitranya, Holt Haughey membuka dealer VW, Economotors. Dealer ini berlokasi di Riverside, dan menjadi salah satu dealer VW di negara bagian California. Tak lama kemudian, Economotors menjadi salah satu dealer VW yang paling sukses di Amerika Serikat.

Solusi lebih rasional

Namun, Joe Vittone menyadari bahwa ada potensi masalah dengan desain kepala silinder mesin VW. Biasanya bos klep (valve guide) mudah sekali aus dan instruksi dari prinsipal VW adalah langsung mengganti kepala silindernya dengan yang baru. Ia memutuskan untuk membuat bos klep versinya sendiri, sehingga para pengguna VW yang mengalami masalah pada mesin mobilnya, kini memiliki solusi yang lebih rasional.

Berangkat dari penjualan bos klep tersebut, dealer Economotors memiliki pemasukan yang luar biasa. Oleh karenanya, Joe Vittone langsung membentuk perusahaan baru yang khusus menjual komponen aftermarket dan komponen performa tinggi untuk kendaraan VW, dengan nama European Motor Parts Inc (EMPI).

VW Beetle yang tadinya memiliki output hanya 60 hp, maka bisa mencapai 85 hp dengan memasang beragam komponen performa tinggi buatan EMPI. Guna mengimbangi performa mesin yang bertambah, tersedia sokbreker, stabilisator suspensi depan, kompensator sudut camber suspensi belakang, termasuk velg dan ban.

Lahir EMPI GTV

Melesat ke tahun 1966, Economotors menawarkan VW Beetle 1300 dengan komponen EMPI, namun tetap memiliki garansi penuh dari VW. Unit tersebut dinamakan EMPI GTV, serta tersedia dalam empat tingkatan spesifikasi. Mulai dari MkI, MkII, MkIII, hingga MkIV. Setiap GTV racikan EMPI ini menjadi unit yang spesial dan legendaris.

Oleh karenanya, kini EMPI pun tergugah untuk menciptakan kembali VW ‘Kodok’ GTV, dengan nama GTV II. Victor Gonzalez, teknisi EMPI dan penggemar VW, bersama Larry Hole dan Tyler Kitchen. Tim EMPI memasang komponen suspensi, sistem penggerak, sistem pengereman, sistem kemudi, hingga perkabelan sesuai standar pabrik.

Founder brand JayCee dan pembalap drag race, Jack Sacchette, merakit mesin baru berkapasitas 1914 cc dengan paket EMPI Long Block. Mesin ini menggunakan blok magnesium alloy EMPI AS/41, kepala silinder EMPI Stage 1, sepasang karburator 44HPMX, tak ketinggalan sistem knalpot stainless steel EMPI sideflow. Semua racikan ini bisa menghasilkan output sebesar 130 hp.

Urusan penyalur daya diserahkan ke Lino Iniguez dari Rancho Transaxle di Fullerton, California. Ia membuat transmisi manual Pro-Street 4-speed, dengan casing alumunium EMPI dan as roda berspesifikasi balap.

Chip Foose pun ikut nimbrung

Untuk suspensi depan dan belakang, semuanya menggunakan komponen EMPI, termasuk sokbreker Bilstein B6 untuk pengalaman berkendara yang responsif. Sistem pengereman didukung komponen EMPI bolt-on disc brake kit dan big bore master cylinder. Bahkan Chip Foose ikut memberi ‘sentuhan’ pada velg EMPI BRM, yang dibalut juga dengan ban Yokohama AVID Ascend GT.

Interior GTV II digarap oleh Sewfine Interior Products di Denver, Colorado. Jok Race-Trim low back menggunakan bahan custom dan bahan insert Spirit of Le Mans, termasuk pola jahitan yang mendetil.

Karena jok belakangnya dilepas, maka lantainya dilapis karpet berwarna oatmeal. Aksen serupa juga terlihat pada pelapis plafon dan bagian ragtop. Melengkapi interior GTV II, terdapat deretan instrumen buatan Smiths Gauges of Edenbridge, Inggris. Shift knob EMPI bergaya vintage dan setir kayu EMPI klasik.

EMPI Engineering merancang emblem dan dop velg yang unik. Agar semakin lengkap, Ryan Alexander dari Signpros Brea, California, membuat dan memasang striping khas GTV yang senada dengan warna interior. EMPI membuat 50 unit GTV II dan sepertinya hanya penggila VW dan brand EMPI yang beruntung dapat memilikinya.

Alfaglos Luncurkan Dempul BodyLight, Bobotnya Lebih Ringan

Diciptakan untuk menghadirkan hasil akhirnya yang optimal, PT. Alfatama Inticipta meluncurkan dempul Alfaglos terbaru, varian BodyLight. Dempul ini memiliki keunggulan berat yang hampir 50 persen lebih ringan pada volume yang sama.

Sebagai perbandingan, dempul Alfaglos Hi-Grade memiliki berat 4 kg, sedangkan Alfaglos BodyLight hanya berbobot 2 kg saja.

“Sebagai salah satu pemimpin pasar automotive coating, khususnya dempul mobil, kami terus berkomitmen untuk melakukan inovasi produk dari waktu ke waktu,” ujar Edwin Saputra, Creative Marketing PT. Alfatama Inticipta.

Dengan berat yang lebih ringan ini, dempul BodyLight cocok diaplikasikan kepada kap mesin, maupun bidang badan kendaraan yang besar. Tak terkecuali untuk modifikasi bumper mobil dan rangka audio, sehingga modifikator dapat berkreasi harus kompromi dengan bertambahnya bobot kendaraan.

Perusahaan yang didirikan pada tahun 1994 ini, telah memasarkan produk dempul untuk penggunaan otomotif sejak 15 tahun silam. Sehingga mutu yang dimiliki tentu telah teruji dan terjamin.

Mini Evolution Bertampang Klasik, Berjantung Ecoboost

Gotenman Technology telah memiliki pengalaman bertahun-tahun menggarap dan merestorasi mobil. Bahkan melakukan modernisasi terhadap beragam mobil klasik yang ikonik. Restomod merupakan perusahaan spinoff dari Gotenman Technology, yang bertujuan untuk mengubah mobil klasik menjadi mobil yang atraktif. Salah satu karya Restomod ialah Mini Evolution.

Restomod ingin menciptakan beragam mobil dengan memadukan aspek eksklusivitas dan banyak fitur modern. Sehingga pemiliknya dapat menggunakan sehari-hari. Di sisi lain, Restomod membuka peluang bagi calon konsumen yang menginginkan mobil berpenampilan unik dan spesial. Sejumlah komponennya yang digunakan Restomod pun dikerjakan secara manual, baik di workshop Spanyol maupum di Inggris.

Gotenman Technology bersama Restomod mengembangkan Mini Evolution, yang menggunakan mesin Ford Ecoboost. Mobil ini menerapkan subframe unik, yang dirancang secara teliti. Agar bisa menopang mesin Ford Ecoboost 1.0, tanpa harus memodifikasi ruang mesin atau kap mesin. Mini Evolution dapat dibuat dengan berbasis Mini klasik atau menggunakan bodyshell baru. Alasan Restomod menggunakan mesin Ford Ecoboost tiga silinder adalah terkait aspek keandalan, keselamatan, dan performa. Baik untuk penggunaan sehari-hari, maupun ‘mainan’ buat akhir pekan.

Walaupun mesin yang digendong oleh Mini Evolution ini hanya berkapasitas 1.0 liter, tapi torsinya cukup melimpah, yaitu 246 Nm. Karena dilengkapi dengan turbocharger responsif dan fitur variable camshaft timing control. Mesin bertenaga 123 hp ini dapat disetel oleh Restomod sesuai preferensi pemiliknya, ada pilihan output 138 hp dan 162 hp. Selain itu, jika mesin Ford Ecoboost 1.0 tersebut mengalami kendala, dapat mudah diperbaiki oleh banyak bengkel yang kompeten.

Ketika digunakan, Mini Evolution tak cuma memiliki performa yang mengasyikan, tapi juga mudah dikendarai. Rasio gigi transmisi manualnya menghasilkan akselerasi yang gesit dan tetap rileks di jalan bebas hambatan. Akselerasi 0-100 km/jam dalam tempo 8,5 detik. Sedangkan top speed mencapai 185 km/jam. Biaya konversi yang dibutuhkan ialah sekitar €12.500 atau setara Rp 220 jutaan.

Presale 2 Tiket IMX 2024 Ludes Diborong

Indonesia Modification Expo (IMX), menjadi acara tahunan yang amat ditunggu oleh para pecinta otomotif dan modifikasi di Indonesia. Tiket Presale 2 untuk event IMX 2024 yang baru saja dirilis, telah ludes terjual dalam waktu singkat. Antusiasme yang luar biasa dari masyarakat menunjukkan sangat dinantikannya gelaran event aftermarket terbesar di Indonesia tersebut.

Setelah Presale 1 Tiket IMX habis tak tersisa, disusul dengan habisnya penjualan tiket Presale 2, yang terdiri dari Daily Pass Ticket sampai opsi bundling, yakni 3 Day Pass Ticket.IMX tahun ke-7 akan berlangsung pada tanggal 4-6 Oktober 2024 di Hall 8 dan 9, Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Tangerang Selatan, Banten.

Acara ini tidak hanya menjadi ajang pameran bagi modifikator dan brand-brand ternama, tetapi juga tetap menghadirkan ragam konten edukasi, hiburan, talkshow, meet and greet, content creator competition, belanja, sampai Super Giveaway.

“Kami sangat berterima kasih atas dukungan yang luar biasa ini. Ini bukti bahwa IMX telah menjadi salah satu event otomotif yang dinantikan di Indonesia,” tukas Andre Mulyadi, Project Director IMX

IMX 2024 akan menampilkan sejumlah brand aftermarket ngetop, baik dari dalam maupun luar negeri, juga akan turut meramaikan acara ini. IMX 2024 juga bakal menghadirkan mobil Super Giveaway yang bekerjasama dengan beberapa influencer, salah satunya ialah Gofar Hilman. Ia sedang mempersiapkan satu unit Daihatsu GranMax dengan modifikasi GH style, sebagai Mobil Super Giveaway.

Para pengunjung bisa berkesempatan mendapatkan mobil dari Super Giveaway dengan beberapa cara seperti membeli produk dari TBW atau membeli tiket IMX 2024 disertai follow akun Instagram @indonesiamodificationexpo,@nmaa_id, @pergijauh dan @turbobastardwheel.

Dengan terjual habisnya tiket Presale 2, maka mempersiapkan diri Anda untuk tidak melewatkan kesempatan penjualan tiket Presale 3. Untuk dapat mengikuti update informasinya, pantau terus akun Instagram milik Indonesia Modification Expo.

DFSK Gelora E Versi Campervan, Keren Juga!

Banyak mobil listrik unik yang tampil pada pameran Periklindo Electric Vehicle Show (PEVS) 2024. Salah satunya adalah DFSK Gelora E Campervan yang dipamerkan oleh PT Sokonindo Automobile selaku agen pemegang merk (APM) brand DFSK.

“Kehadiran kendaraan bertenaga listrik kami di PEVS 2024 merupakan langkah strategis untuk fokus dalam menggarap pasar otomotif khususnya mobil listrik di Indonesia,” terang Alexander Barus, CEO Sokonindo Automobile.

Pengerjaan modifikasi pun dilakukan oleh perusahaan karoseri yang sama yakni Delima Mandiri. Lantas seperti apa hasil modifikasinya?

Mobil Listrik Untuk Camping

Seperti versi terdahulu, modifikasi Campervan ini menjadikan van DFSK Gelora E sebagai kendaraan multifungsi. Sebuah mobil yang bisa diajak piknik kemanapun, termasuk berkemah.

Di bagian atap terdapat tenda yang bisa dibuka secara elektrik. Ukurannya cukup besar, bisa menampung dua orang dewasa. Selain itu, di atap juga terdapat solar panel sebagai sumber daya listrik tambahan.

Di bagian samping dilengkapi awning yang bisa dibuka. Saat piknik atau berkemah di alam terbuka, di bawah awning bisa jadi tempat duduk santai.

Pada bagasi belakang tersedia lemari yang bisa dibuka dan bisa ditarik memanjang. Selain dapat menjadi meja serbaguna, bisa difungsikan sebagai dapur terbuka. Beragam peralatan memasak pun lengkap tersedia beserta kompor portable. Benar-benar mobil camping yang sangat lengkap.

Area kabin pun mengalami rombakan. Bangku standar pada kabin diganti model sofa yang bisa dijadikan tempat tidur. Jadi, bisa pilih tidur di dalam kabin atau di tenda.

Bagaimana, keren bukan? Ide modifikasi ini mungkin bisa jadi inspirasi bagi para calon konsumen mobil listrik DFSK Gelora E. 

Restomod Alfa Romeo Giulia GTAm, Harganya Bikin Sakit Mata

Salah satu pusat perhatian di GIMS (Geneva Motor Show) 2024 adalah booth Totem Automobili. Spesialis restomod asal Italia ini didirikan oleh Riccardo Quaggio, seorang desainer otomotif. Mereka sukses dengan modifikasi Alfa Romeo Giulia versi EV pada tahun 2020, lalu GT Super Alfa Giulia GTA di tahun 2021.

Karya terbaru kali ini adalah mobil balap GTAm. Tentu, masih dalam bentuk Alfa Romeo Giulia.

Hasil gubahan Totem Automobili kali ini diberi nama GTAmodificata (Gran Turismo Alleggerita Modificata). Jika diterjemahkan artinya ‘grand touring yang ringan dan dimodifikasi’.

Alfa Romeo Giulia restomod

 

Tampilan eksterior sepintas tetap mengikuti pakem Alfa Romeo GTAm versi originalnya. Namun ternyata tidak demikian. Panel bodi yang aslinya berbahan aluminium diganti dengan serat karbon.  Terlihat jelas pada tekstur anyaman yang khas dari bahan serat karbon.

 

Lekukan bumper depan diubah dan dilabur warna biru. Fender depan dan bagian pinggul gembung widebody khas mobil balap GTAm tetap dipertahankan. Hanya sedikit dikemas ulang pada lekukan bagian buritan.

Agar tampil kekinian, seluruh sistem lampu depan dan belakang diganti versi LED. Sepasang lampu kabut tambahan khas mobil balap dan rally tak lupa dipasang di bawah bumper depan. Grille pun tak luput dari sentuhan ulang. 

Velg forged two-piece berdesasin ala velg racing magnesium Campagnolo khas GTAm bikin gaya tampilan jadi kian otentik.

Modifikasi Chassis

Rancang bangun sasis pastinya digarap ulang menjadi sasis monokok berbahan serat karbon. Lagi-lagi supaya ringan.  Sektor kaki-kaki pada bagian depan dan belakang kini menggunakan double-wishbone. Hanya saja tak dijelaskan racikan detail dari sistem suspensinya.

 

Sistem remnya dipercayakan pada Brembo. Cakram depan dicengkeram kaliper rem enam piston. Sedangkan cakram belakang diapit kaliper empat piston. Plus, ABS.

Mobil balap identik dengan mesin berperforma beringas. Sebongkah mesin 3.2-liter V6 twin-turbo racikan Italtecnica Engineering pun jadi pilihan. Mesin yang hanya berbobot 165 kg ini outputnya cukup beringas.

 

Muntahan tenaga sebesar 798 hp dan torsi maksimum 730 Nm bermain di rentang 3.500 – 6.000 rpm, sebelum mencapai putaran puncak 8.500 rpm. Transmisi sekuensial dan limited-slip differential menyalurkan daya ke roda belakang. 

Tampilan interior tak dipublikasikan. Hanya dikatakan jok balap berangka serat karbon berlapis kulit dan sabuk pengaman balap lansiran Sabelt jadi kelengkapan standar.

Hanya 5 unit saja yang akan dibuat. Harganya mulai dari €1,1 juta atau setara Rp 18,7 milyar! 

 

Demi Industri Modifikasi, NMAA Unjuk Gigi di Osaka Automesse 2024

Industri modifikasi kendaraan di Indonesia terus tumbuh dan berkembang dengan ragam kreativitas dan inovasinya. Kementerian Perindustrian pun mendukung aktivitas ini. Sektor industri modifikasi otomotif diakui sukses mendukung berkembangnya industri komponen aftermarket dalam negeri, bahkan membuka peluang bagi pengembangan bengkel konversi kendaraan listrik.

Disela prescon Pre-Event “Saber Great of Indonesia” ke Osaka, Jepang, pada Rabu (24/1), Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan “Tentunya upaya ini dengan mengkolaborasikan antara kreativitas dengan inovasi serta keragaman budaya bangsa Indonesia untuk menghasilkan karya-karya modifikasi yang mampu bersaing di ajang internasional.”

Menteri perindustrian dukung industri modifikasi

Pameran internasional Osaka Auto Messe di Jepang akan digelar pada 10-12 Februari 2024 mendatang. Menperin meyakini bahwa partisipasi NMAA merupakan bagian penting bagi agenda IMX 2024 “Road to the World” yang akan dimulai Oktober tahun ini.

Founder NMAA Andre Mulyadi menyatakan, IMX akan membawa serie pertamanya di Osaka Auto Messe. Serie pertama akan dibuka dengan mengusung tema “Saber Great of Indonesia”. Kegiatan ini menjadi ajang pemanasan jelang event besar IMX 2024 “Road to The World” yang akan digelar pada 4-6 Oktober di ICE, BSD.

NMAA siap membawa puluhan produk berkualitas untuk diperkenalkan ke dunia internasional melalui Osaka Auto Messe. Produk-produk ini di antaranya WetShine Car Care, dan Turbo Bastard Wheel.

Selain itu, Saber akan meluncurkan produk kaca film Saber Optik. Ada pula Free Flow Kustom  dengan karya-karya tema batik dan kearifan lokal, dan beberapa produk lainnya.

Saber industry

Tahun ini, NMAA akan membawa satu unit mobil terpilih milik Saber Industries, yaitu Mitsubishi Evolution IX. Mitsubishi Evolution IX ini akan dimodifikasi oleh Saber Industries bersama Yoong Motor Indonesia.

Beberapa modifikator seperti Premium Auto Wrap dan seniman lokal Free Flow siap membuat EVO ini tampil dengan livery batik Indonesia.

Lexus GX 550 Overtrail Bergaya Macho Hasil Racikan JAOS

Lexus tak hanya senantiasa menghadirkan jajaran produk yang menawan, namun juga berkomitmen untuk memperluas jajaran modelnya demi memenuhi beragam kebutuhan dan gaya hidup konsumennya. Salah satu produk kebanggaan brand premium yang belum lama diperkenalkan ialah Lexus GX.

Lexus GX sebagai ‘premium off-roader’ menyuguhkan pengalaman seru bagi penggunanya. Baik saat melahap medan buruk, maupun ketika harus menembus hutan beton di perkotaan. Di sisi lain, Lexus mendukung visi untuk berkontribusi pada perwujudan masyarakat yang bebas karbon.

Esensi Overtrail Project

Dengan fokus memberikan pemahaman terhadap alam, Lexus GX mampu menghadirkan kegembiraan gaya hidup outdoor, yang secara harmonis berdampingan dengan alam sekitar. Aspek tersebut pun menjadi esensi dari Overtrail Project yang diterapkan pada Lexus GX 550 ini. Dimulai dengan performa yang hebat dari model standar, lalu disempurnakan fungsi dan desain spesifiknya untuk kebutuhan off-roader sejati.

Hasilnya, Lexus GX 550 ‘Overtrail’ menjadi kendaraan yang berfungsi sebagai sahabat berpetualang dalam mengarungi medan off-road dan untuk menikmati segala aktivitas outdoor yang penuh pengalaman seru. Untuk menghasilkan SUV gagah ini, Lexus menggandeng JAOS Corporation. Perusahaan asal Jepang ini memproduksi dan menjual komponen kendaraan 4WD sejak tahun 1985.

Menggambarkan petualangan seru

Proyek kolaboratif ini dibuat untuk merepresentasikan kendaraan yang dapat diandalkan di lingkungan paling menantang. Tampilan eksterior kendaraan ini menggambarkan petualangan seru dan siap menghadirkan performa off-road luar biasa. Namun, desainnya tetap tidak berlebihan jika pengguna mobil ini mengendarainya di jalanan perkotaan.

Di bagian depan, terdapat bumper yang dibuat menggunakan resin ABS yang ringan dan sangat kokoh. Kendaraan ini juga dilengkapi dengan berbagai komponen off-road standar, termasuk fender garnish untuk melindungi bagian sepatbor. Foot step samping berdesain tubular dipasang untuk mempermudah akses masuk dan keluar mobil.

Lexus dan JAOS tidak lupa memasang underbody guard alumunium untuk melindungi bagian bawah bodi. Penggunaan rak atap untuk meningkatkan daya angkut barang bawaan, ditambah dengan penggunaan lift kit, dan penggunaan velg 18 inci yang ringan namun sangat kuat. Melalui kendaraan kolaborasi ini, Lexus dan JAOS ingin menampilkan kustomisasi kendaraan, dengan tujuan menawarkan pengalaman hidup otomotif yang semakin berwarna dan penuh keseruan.

Inilah Konsep Modifikasi Honda Untuk Tokyo Auto Salon 2024

Perhelatan pameran otomotif dwi tahunan Tokyo Auto Salon tinggal hitungan pekan. Event ini sedianya bakal dihelat pada 12-14 Januari 2024 mendatang di Makuhari Messe yang berlokasi di Prefektur Chiba, Jepang.

Tak ingin ketinggalan langkah dari kompetitor dari brand senegaranya, Honda pun menampilkan sedikit kisi-kisi bocoran mobil terbaru yang bakal dipamerkan di Tokyo Auto Salon 2024. Nah, apa saja mobil yang bakal menjadi bintang dari Honda di Makuhari Messe nantinya?

WR-V Spek JDM Made In India

SUV terbaru Honda yang belum lama ini debut perdana yakni WR-V. Uniknya, mobil ini tak diproduksi di Jepang, tapi di India! WR-V jadi mobil Honda spek JDM pertama yang diimpor dari Negeri Bollywood tersebut.

Unit perdana WR-V made in India ini rencananya akan mulai diimpor pada Maret 2024 mendatang. Jadi para konsumen di Jepang tak menunggu terlalu lama.

Untuk spek JDM, Honda membekali WR-V dengan mesin bensin 1.5-liter bertenaga 119 hp dan hanya tersedia opsi transmisi CVT. Bahkan untuk para konsumen di Jepang tak tersedia variant berpenggerak all-wheel drive (AWD). WR-V spek JDM nampaknya menjadi SUV yang ramah di kantong para konsumen kelas menengah.

WR-V Field Explorer Concept

Nah, para konsumen mungkin bakal sedikit ragu karena WR-V yang bakal beredar di Jepang adalah mobil impor. Untuk menepis hal tersebut, Honda pun membuat versi modifikasi dari WR-V. Tujuan utamanya tentu saja untuk lebih memikat para konsumen. Ya, target pasarnya memang kalangan anak muda dan keluarga yang baru pertamakali membeli SUV.

Mobil konsep berlabel WR-V Field Explorer Concept ini sekaligus menjadi model demonstrator dari paket aksesoris opsional yang ditawarkan Honda untuk WR-V.

Ubahan dimulai dari grille dengan imbuhan tulisan ‘Honda’ yang diterangi lampu LED. Warnanya sangat pas dengan lampu kabut berkelir kuning ala mobil off-road. Mika lampu depan dan belakang pun dibuat sedikit gelap.

Pada panel bodi, aksen garnish bernuansa chrome dan aluminium diganti dengan versi warna hitam.

Agar gaya petualang kian kental, velg standar diganti dengan versi warna hitam berbalut ban All-terrain. Pada bagian sisi bodi dilengkapi side skirt pelindung. Pada atap diimbuhi roof rack sebagai penunjang aktifitas petualang bersama Honda WR-V.

Hmm…gaya modifikasi yang bisa menginspirasi para pemilik Honda WR-V di Indonesia.

Accord e:HEV Sports Line

Honda tak hanya memamerkan WR-V versi custom, tapi juga sedan Accord versi hybrid yang juga telah dimodif.

Mobil modifikasi yang berlabel Accord e:HEV Sports Line ini sesuai namanya mengusung gaya sporty. Model terbaru Accord e:HEV memang baru resmi beredar di Jepang pada pertengahan tahun depan. Justru konsep modifikasi ini jadi trik Honda untuk menggaet para konsumen dan membuktikan jika mobil hybrid juga bisa tampil keren.

Aksesoris opsional yang digunakan didominasi warna hitam. Perangkat aerodinamika di sekujur bodi dilabur warna Glossy Black. Sedangkan velg standar diganti dengan velg alloy 19-inci model multi-spoke berwarna gelap. Ubahan pada Accord memang tak terlalu banyak.

Civic Type-R Ala Balap

Tak hanya dua mobil itu saja yang bakal tampil di Tokyo Auto Salon 2024. Ya, dapat anda tebak… Honda juga bakal memboyong modifikasi Civic Type R ala mobil balap Gr. A dan Gr. B racikan Mugen.

Honda bakal menampilkan mobil balap Civic Type R-GT yang berlaga di Super GT Series 2023. Civic Type R CNF-R berbahan bakar non-fosil yang berlaga di balap ketahanan carbon-neutral fuel juga bakal dipamerkan.

Oh ya, masih ada satu mobil balap lainnya yang info detailnya masih dirahasiakan. Basisnya masih Civic. Bocorannya, mobil balap yang bakal mengusung tema “Joy Resistance” ini berpenggerak hybrid dan dilengkapi perangkat aerodinamika ekstrim. Makin penasaran bukan? Kami juga…

Jadi, kita nantikan penampilan Honda di ajang Tokyo Auto Salon 2024 pada Januari 2024 mendatang…

 

Velg HSR RFG HRN Beraksi di Stancenation Jepang

HSR sebagai brand velg asal Indonesia tampil di Stancenation Jepang, yang berlokasi di Odaiba Aomi NOP Section. Dalam gelaran kali ini, velg HSR RFG HRN dipasangkan ke mobil Nissan 370Z Nismo lansiran 2011 milik Michael Jeremia. Pria asal Indonesia itu bekerja di Jepang sebagai desainer mobil.

Mobil sport bergaya Japan Domestic Market (JDM) ini diberi nama Ayase. Nissan 370Z Nismo ini dipilih olehnya, sebab dianggap mampu menarik perhatian banyak pengunjung Stancenation kali ini. Ia menjejalkan velg HSR Forged dengan kode RFG HRN MJT.

Spesifikasinya ialah diameter 19 inci, lebar 11 inci, dengan offset minus 22 di depan dan lebar 12 inci dengan minus 13 di belakang. Komposisi ini membuat tampilan mobil semakin atraktif. Finishing velg tersebut diberi warna Disc Brush Grey dan dipadu dengan Big Brake Kit HSR Braking System. Eksterior mobil sport ini pun semakin sporty.

“Nissan 370Z Nismo cukup sederhana untuk dimodifikasi, supaya tampilannya lebih keren. Selain itu, mobil ini sangat menarik perhatian terutama pada acara Stancenation. Di sana banyak Nissan Z yang turut meramaikan acara tersebut,” kata Michael Jeremia.

Pria yang tinggal di kota Kanagawa ini, memercayakan modifikasi mobilnya di bengkel Wildline di kota Fukushima, Jepang. Hasil finishing dan detail HSR Forged yang diekspor ke Jepang, ternyata membuat kagum sejumlah builder maupun modifikator asal Jepang. Bahkan, banyak respon positif terhadap velg asal Indonesia tersebut di Jepang.

“Banyak dari rekan yang kagum dengan brand velg HSR. Sebab brand ini baru pertama ditampilkan di Jepang. Respons mereka pun sangat positif,” imbuhnya. Lebih lanjut, HSR Forged seri RFG HRN MJT ini merupakan velg forged asal Indonesia yang berkolaborasi dengan desain dari Haruns Maharbina, selaku car enthusiast Tanah Air.

Toyota Supra GT4 Iron Man, Bikin Tony Stark Tersenyum Puas

Di antara pameran otomotif yang ada di Jerman, nama Essen Motor Show mungkin tak terlalu populer. Justru ini adalah hajatannya para tuner dan modifikator otomotif serta pecinta mobil sport di Jerman. Salah satu karya modifikasi yang dipamerkan adalah Toyota Supra GT4 “Iron Man” hasil garapan Toyota Jerman.

Info resmi yang diberikan seputar mobil modifikasi yang satu ini memang tak terlalu lengkap. Namun dari tampilannya, detail ubahannya cukup bisa bercerita.

Basis model yang digunakan sebagai bahan modifikasi pun ternyata bukan Toyota Supra biasa. Tapi sebuah edisi khusus yakni Supra GT4 100th Edition Tribute. Mobil edisi terbatas ini dibuat sebagai momen perayaan unit produksi ke-100 dari mobil balap Toyota Supra GT4. Harganya pun tidak murah. Mobil ini di Jerman label harganya €68.900 atau sekitar Rp 1,1 milyar (off-the road)!

Iron Man Luar Dalam

Nah, sekujur bodi mobil dikemas dengan grafis livery tokoh superhero Iron Man. Tak hanya tampil dengan gimmick grafis pada bodi. Sejumlah ubahan pun dilakukan pada eksterior.

Sirip splitter pada bemper depan, kaca spion serat karbon dan sayap spoiler berbahan serat karbon adalah sekilas ubahan yang terlihat. Bilah pelek alloy 19-inci lansiran Protrack berkelir Gold terlihat kontras dengan kaliper rem berkelir hitam.

Tampilan ala street custom nan gaul rasanya kurang greget jika sektor kaki-kaki tak mendapat sentuhan. Ya, suspensi standar diganti versi balap plus satu set damper yang beban redamannya bisa disetel. Ketinggian ayunan suspensi pun diturunkan sekitar 35 mm. Bodi jadi terlihat ceper dan pelek bisa masuk dengan pas di rongga fender.

Tampilan interior mobil ini sepintas hampir sama seperti Supra GT4 100th Edition Tribute. Namun ternyata terdapat sedikit perbedaan. Pedal standar diimbuhi cover pedal lansiran AC Schnitzer. Jok sport warna hitam beraksen jahitan benang yang kontras serasi dengan nuansa serat karbon pada panel interior. Emblem khusus pun disematkan sebagai penanda.

Tak dijelaskan apakah sektor mesin turut mendapat sentuhan atau tidak. Standarnya, mobil ini dibekali mesin 6-silinder 3.0-liter turbo racikan Toyota Gazoo Racing. Output tenaga sebesar 335 hp dan torsi maksimum 500 Nm diteruskan ke roda via transmisi manual 6-speed.

Hanya butuh 4,6 detik untuk melesat hingga 100 km/jam. Dan ternyata Supra GT4 Iron Man ini dibekali sistem exhaust lansiran Milltek. Raungan mesin di setiap perpindahan gigi dijamin membuat hati Tony Stark bergelora hingga mencapai top speed 250 km/jam.

 

 

Kontes Modifikasi Daihatsu Tantang Konsumen Loyalnya

Daihatsu tidak pernah melupakan konsumen loyalnya, terutama kawula muda melalui berbagai program atraktif. Salah satunya lewat kontes modifikasi mobil bertajuk Daihatsu Dress Up e-Challenge.

Program hasil kerjasama antara PT Astra Daihatsu Motor (ADM) dengan Hot Import Night (HIN) menjadi bagian dari International Automodified (IAM) merupakan ajang bagi kawula muda dalam mengekspresikan dirinya secara positif melalui adu kreativitas modifikasi mobil Daihatsu.

Ajang Daihatsu Dress Up e-Challenge ini merupakan kontes tahunan modifikasi terbuka untuk seluruh model Daihatsu, serta telah berlangsung selama 10 tahun berturut-turut sejak 2014 dengan ribuan peserta. Tentu saja modifikasi yang dilakukan tetap memperhatikan aspek keamanan dan kenyamanan.

Kontes modifikasi tahun ini diselenggarakan secara hybrid (offline dan online) dengan pembagian empat area regional, meliputi Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Jawa, dan Bali.

Tahun ini, tercatat sebanyak 1.374 mobil peserta yang telah dimodifikasi dan berpartisipasi. Dalam hal penjurian, publik atau netizen juga berkontribusi dalam memberi vote, untuk menilai mana mobil terkeren menurut versi mereka.

Daihatsu juga menggelar kompetisi modifikasi virtual yang ditujukan sebagai ajang adu kreativitas, konsep, serta kemampuan digital editing. Kompetisi ini diikuti lebih dari 163 peserta yang menampilkan konsep desain mobil terbaik mereka.

“Kami mengapresiasi para peserta yang telah berpartisipasi dalam program kontes modifikasi tahun ini. Program ini terus mendapat sambutan positif selama 10 tahun,” kata Masato Harada, Marketing Director PT Astra Daihatsu Motor.

“Semoga kontes Daihatsu Dress Up e-Challenge dapat menjadi sarana positif bagi Sahabat Muda Kreatif dalam adu kreativitas melalui modifikasi mobil, serta membuat Daihatsu semakin dekat dengan masyarakat Indonesia,” tutupnya.

Modifikasi Hilux Champ

Dari Pikap Gaul Sampai Motorhome, Ini Modifikasi Toyota Hilux Champ Buat Inspirasi

Toyota Motor Thailand baru saja meluncurkan kendaraan niaga serbaguna Hilux Champ. Tak sekadar diluncurkan dalam versi standar, tapi juga versi modifikasi Hilux Champ. Konsumen di Thailand bahkan bisa mengaplikasikan beragam parts aftermarket dari sekitar 100 produsen aksesoris yang ada di Thailand. Membuktikan kalau mobil ini sangat modular.

Pikap Gaul

Dari beragam varian tersebut para konsumen dapat menyesuaikan seperti apa versi ubahannya. Bagi penyuka gaya ala mobil gaul nan sporty terdapat versi custom “White Shark”. Hilux Champ dengan bodi berlabur livery warna warni dan decal sponsor ala street race custom tampil kontras dengan kap mesin berkelir hitam. Suspensi yang diturunkan dipadukan dengan pelek alloy ukuran besar berbalut ban racing profil tipis. Bodi pun terlihat lebih ceper.

 

Adventure

Ingin gaya sporty adventure? Tersedia aksesoris opsional lansiran Toyota. Bemper depan diimbuhi aksesoris add-on serta skid-plate berwarna aluminium. Pada pintu terpasang garnish bertuliskan “Hilux”. Selain tambahan lampu kabut dan roof rack, bodi ditopang pelek alloy berkelir hitam dengan aksen warna merah.

Motorhome 

Untuk versi motorhome atau caravan tersedia paket kelengkapan yang ditawarkan brand parts aftermarket Carryboy. Dek bagian belakang dipasangi bodi ala motorhome atau caravan. Ini adalah modifikasi bagi penyuka gaya nomaden. Interior kabin caravan dikemas bagai rumah berjalan. Mulai dari sofa, tempat tidur dengan atap panoramik, TV, dapur, hingga kamar mandi mini. Untuk modifikasi ini tentunya menggunakan variant long wheelbase dengan dek buritan yang extra panjang.

Mobil Camping

Untuk penyuka aliran camper, tampilannya sedikit lebih ringkas dan praktis dibanding versi motorhome. Parts aftermarket dan aksesoris TJM jadi pilihan untuk versi modifikasi bagi para penyuka aktifitas kemping.

Di bagian atap bodi belakang terdapat tenda lipat yang praktis. Modifikasi Hilux Champ ini, terlihat bagai mobil box ini dilengkapi dapur lipat. Modifikasi ini sedikit mirip food truck. Untuk tampilan pada bodi dilengkapi bull bar pada bemper depan serta pelek alloy warna hitam lansiran TJM.

Ini hanya sebagian dari konversi dan modifikasi yang dapat dilakukan pada Hilux Champs. Dengan sasis belakang model modular flat bed, konsumen dapat mengkonversi Hilux Champ untuk beragam kebutuhan. Bahkan untuk konversi seperti mobil damkar, ambulans maupun militer juga sangat memungkinkan.

Untuk saat ini Toyota Hilux Champ di Thailand baru tersedia dalam versi RWD. Namun  tidak tertutup kemungkinan versi 4WD akan segera menyusul. 

Opsi Mesin Dan Sasis

Toyota Motor Thailand memasarkan Champ dalam dua tipe yakni long wheelbase dan short wheelbase. Opsi mesin yang tersedia pun beragam baik bensin maupun diesel. Untuk opsi mesin bensin, yang pertama yakni 1TR-FE 4-silinder 2,0 liter bertenaga 137 hp dengan torsi 183 Nm. Transmisinya manual 5-speed. Yang kedua, 2TR-FE berkapasitas 2,7 liter bertenaga 163,6 hp dan torsi 245 Nm. Transmisinya automatic 6-speed.

Varian peminum solar dibekali mesin 2,4 liter turbodiesel 2GD dengan output tenaga 148 hp. Versi transmisi manual 5-speed torsi maksimumnya 343 Nm. Sedangkan versi transmisi automatic 6-speed torsinya lebih besar yakni 400 Nm.

 

 

 

Tren Daihatsu Feroza Nengeng, Seolah Mau Take Off

Segala sesuatu yang terkait dengan Bali memang selalu memiliki keunikan tersendiri. Jika Anda mengaitkannya dengan kesenian, hal itu tentu saja benar. Kreativitas masyarakat Bali pun tak hanya identik dengan keseniannya saja, namun juga ke dalam selera modifikasi kendaraan mereka. Beberapa tahun terakhir, dunia modifikasi kendaraan, terutama kendaraan roda empat di Bali, diramaikan dengan banyaknya Daihatsu Feroza dengan gaya mendongak.

Ya, mendongak! Biasanya, pengguna Daihatsu Feroza memodifikasi penampilannya dengan meninggikan bodi layaknya mobil off-road atau membuat ceper hingga seperti mobil balap. Ternyata para pengguna Daihatsu Feroza di Bali punya gaya tersendiri, dengan meninggikan bagian depan bodinya, setinggi mungkin. Sedangkan posisi bagian belakangnya jauh lebih rendah.

Aliran modifikasi khas Bali ini lazim disebut Nengeng atau NengHa (Nengeng Habis). Kalau diartikan ke bahasa Indonesia, istilah ‘Nengeng’ dalam bahasa Bali itu adalah memandang ke atas. Jadi, posisi bodi mendongak tersebut seperti orang yang sedang memandang ke atas.

Tentu saja yang namanya modifikasi kendaraan, pasti ada hal yang harus mendapat kompromi. Sehingga pengguna Daihatsu Feroza Nengeng ini perlu perhatian ekstra saat berkendara. Sebab visibilitas menuju depan tentu saja terganggu. Belum lagi rasa pengendalian kendaraan yang kurang tajam, karena suspensi depan sudah dimodifikasi total.

Menurut kami, memodifikasi kendaraan memang menjadi personifikasi diri pengguna kendaraan. Kreativitas setiap orang pun saling berbeda dan tidak boleh dibendung. Lagipula, modifikasi kendaraan tidak akan pernah ada batasnya.

Satu hal yang pasti, modifikasi kendaraan sah saja dilakukan, asalkan tidak membahayakan diri sendiri maupun pengguna jalan yang lain. Kami yakin sekali, setelah tren Daihatsu Feroza Nengeng ini, di masa depan pasti ada kreativitas masyarakat Bali terhadap dunia modifikasi kendaraan yang lebih unik lagi.

Velg HSR BOB Hadirkan Gaya Modern Jap’s Style

Produsen pelek mobil buatan asli Indonesia, HSR Wheels kembali memperkenalkan produk terbaru mereka yakni HSR BOB. Deretan model pelek yang diluncurkan tersebut terinspirasi dari pelek ala JDM yang dikemas ulang dengan style kekinian.

Dari Pesanan Konsumen Jadi Versi Produksi

Model pelek ala JDM yang diluncurkan HSR Wheels kali ini berawal dari permintaan salah satu pelanggan yang berdomisili di kota Medan.

“Awalnya hanya dibuat versi ring 18, kemudian menyusul ring 15 dan 16,” terang Marketing Direktur HSR Wheel, Hendra Wijaya, pada acara peluncuran pelek HSR BOB di Jakarta, Sabtu (18/11).

Pemilihan ukuran ring 18 awalnya ditujukan bagi mobil sedan, SUV serta MPV ukuran sedang dan besar.

Kemudian ukuran lainnya pun dibuat oleh HSR Wheels untuk mengakomodir maraknya minat pemilik mobil sedan, hatchback serta MPV pengguna velg ring 15 dan 16.

Bagi yang ingin tampil ala Jap’s Style, pelek HSR BOB memadukan gaya ala velg JDM retro namun tetap terlihat modern dan sporty.

Transisi dari lubang baut ke bilah pelek terlihat lebih tegas. Pada bagian rim lips dibuat agak cekung. Sedangkan rivet dirancang dengan permukaan berkontur plus aksen debossed pada tepian rivet.

Tersedia Aneka Pilihan Ukuran

HSR BOB tersedia untuk ukuran ring 15 dan 16 inci. Offset lebar pelek depan 6,5 inci dan velg belakang dengan lebar 7 inci. Model offset belang seperti ini merupakan gaya street racer yang sempat trend di Tanah Air.

Untuk PCD tersedia berbagai ukuran mulai dari 4×100, 4×114, 5×112 hingga 5×114,3 mm untuk beragam model mobil.

Pilihan warna seperti gold, grey, silver, white dan black bronze dapat dipilih sesuai selera konsumen.

Soal harga, konsumen dapat menebus pelek HSR BOB mulai dari Rp 4,7 juta untuk velg ring 15 dan Rp 5,7 juta untuk velg ring 16. Harganya cukup sepadan dengan kualitas velg hasil garapan HSR Wheels yang tak perlu diragukan lagi.

HSR Wheels saat ini memiliki jaringan dealer resmi sebanyak 141 titik yang tersebar di seluruh Indonesia. Bahkan rencananya HSR Wheels akan menambah 10 jaringan dealer baru pada tahun 2024 mendatang.

Modifikasi Suzuki Jimny by Damd

Modifikasi Suzuki Jimny Supaya Lebih Terlihat Retro

Suzuki Jimny generasi terbaru memang seperti ‘kanvas kosong’ untuk para modifikator. Damd, modifikator Jepang kembali memperlihatkan hasil karya modifikasi terbarunya. Suzuki Jimny mungil dengan kemampuan off road mumpuni diberikan aksesoris yang membuatnya tampil layaknya Mercedes-Benz G-Class mini.

Kit modifikasi Suzuki Jimny ini terdiri dari sepuluh item. Meliputi grill depan dengan slat horisontal. Lampu utama asli tetap dipertahankan dan diberi pelindung, tapi bemper diganti dengan bentuk yang lebih tegas. Memperkuat kesan off roader tangguh. Tidak lupa lampu kabut kunig kotak untuk menghadirkan nuansa retro.

MOdifikasi SUzuki Jimny

Kap mesin juga diubah dengan dome yang lebih jelas terlihat. di pojokannya terpasang lampu sein tambahan. Lengkap dengan pelindungnya. Di samping, ada spion besar yang kami rasa agak berlebihan. Imbuhan striping dan stiker onta yang entah apa maksudnya terpasang di pintu. Yang paling asik adalh penggunaan pelek ‘kaleng’ dengan ban off road dan mud guard.

Atapnya dipasangkan roof rack dengan aksen kayu yang lagi-lagi memberikan kesan retro-klasik. Bagian belakangnya tidak banyak perubahan. Hanya bemper yang mengotak menyelaraskan dengan bagian depan. Sementara interiornya tidak terlalu banyak disentuh. Tapi Damd menawarkan opsi warna trim yang cukup menarik. 

Di balik kap mesinnya tidak ada perubahan. Karena ini adalah spesifikasi Jepang, mesin standar berkapasitas 658 cc dengan konfigurasi 3-silinder. Tenaganya tetap 63 hp dengan torsi 96,2 Nm. Untuk pasar negara lain, seperti yang Anda tahu, mesinnya 4-silinder 1,5 liter. Ini mungkin bisa jadi inspirasi untuk modifikasi Suzuki Jimny Anda?