Mazda EZ-60 Mau Merapat ke Indonesia?

Setiap produsen otomotif selalu ingin menunjukkan teknologi terkini dan menyuguhkannya kepada konsumen. Terkait hal tersebut, teknologi mobilitas yang mendukung aspek ramah lingkungan, masih menjadi menu utama. Mazda tidak ingin tinggal diam, pabrikan asal Jepang ini menggandeng Changan, untuk menciptakan Mazda EZ-60.

Di tengah perjalanan ke Jepang beberapa waktu silam, kami menyempatkan diri untuk mampir ke kantor pusat Mazda di Hiroshima. Di dalam lobby, akhirnya kami menjumpai Mazda EZ-60. Sport Utility Vehicle (SUV) yang melakukan debutnya di Auto Shanghai 2025 ini tentu langsung mengundang rasa penasaran kami.

Tampil Beda

SUV bertenaga listrik ini mengusung konsep desain Soulful + Futuristic x Modern. Perpaduan gaya khas Kodo dari Mazda dengan nuansa futuristik, membuatnya tampil beda dari SUV Mazda lainnya. Jadi, tidak cuma mencomot elemen desain dari mobil konsep Arata, yang dipamerkan di Beijing Auto Show 2024.

Siluet bodinya yang mengalir aerodinamis mengadopsi gaya dari sedan EV Mazda EZ-6. Dengan hambatan gaya aerodinamika yang diminimalisir, efisiensi energi pun mampu meningkat. Karakter khas SUV diperlihatkan melalui tarikan garis tegas dan tajam, dipadukan dengan lekukan di bagian samping hingga belakang.

Platform Modular EPA1

Lampu LED yang tipis dipadu dengan grille trapezoid yang minimalis. Emblem sudah menggunakan logo baru dari Mazda.
Mazda EZ-60 menggunakan platform EPA1 dari Changan. Platform ini juga digunakan pada Deepal SL03 dan S7. Kelebihan dari platform modular EPA1 ini yakni tak sebatas untuk mobil listrik saja. Benar saja, sebab Mazda EZ-60 hadir dalam dua varian, yaitu kendaraan listrik baterai (BEV), dan kendaraan plug-in hybrid (PHEV).

Meski tidak menggunakan mesin pembakaran internal (ICE), SUV EZ-60 ini diklaim masih memberikan rasa berkendara Jinba-Ittai khas setiap kendaraan Mazda. Sehingga penggunanya masih dapat merasakan kenikmatan berkendara optimal, diiringi dengan sejumlah fitur canggih yang tersemat pada kendaraan.

Bisa Jadi Masuk Indonesia

Mazda EZ-60 memiliki panjang 4.850 mm, lebar 1.935 mm, tinggi 1.620 mm, dan jarak sumbu roda 2.902 mm. Bahkan kapasitas bagasinya hingga 1.036 liter, memastikan ruang kabin yang lega dan kemampuan angkut barang yang optimal.

EZ-60 versi BEV menghasilkan tenaga 190 kW (255 hp), didukung baterai LFP berkapasitas 31,7 kWh hasil kolaborasi CATL dan Changan. Sedangkan versi PHEV
memadukan mesin bensin empat silinder 1.5 liter sebagai generator untuk pengisian baterai. Konfigurasi ini memungkinkan jarak tempuh hingga 160 km dalam mode listrik secara penuh, cocok untuk aktivitas harian di perkotaan.

Apakah pasar Indonesia bakal segera diramaikan oleh kehadiran Mazda EZ-60? Kemungkinan tersebut masih terbuka luas. Potensi pasar tentu ada, namun strategi terdekat dari Mazda Indonesia ialah membawa CX-5 teranyar di tahun depan.

Wuling Darion Resmi Diluncurkan, Diproduksi Secara Lokal

Setelah penampilannya beberapa bulan silam, Wuling Darion akhirnya resmi diluncurkan pada 5 November 2025. Jajaran produk terbaru berupa medium Multi Purpose Vehicle (MPV) dengan pintu geser ini, menandai langkah penting dalam
perjalanan elektrifikasi Wuling di Indonesia. Kehadiran Darion menjadi bukti komitmen Wuling dalam menghadirkan solusi mobilitas modern yang ramah lingkungan, sekaligus relevan dengan kebutuhan mobilitas keluarga Indonesia.

“Sejak tahun 2017, Wuling telah memproduksi berbagai model kendaraan yang diterima dengan baik oleh masyarakat. Hingga saat ini, lebih dari 80.000 unit MPV telah dipercaya menjadi solusi mobilitas keluarga Indonesia. Kini, kami mempersembahkan Wuling Darion yang dirancang untuk keluarga dan
diproduksi di Indonesia,” ujar Arif Pramadana, Vice President of Wuling Motors.

Dibuat Sesuai Standar Global

Di tengah meningkatnya harga kendaraan dan biaya operasional, Wuling melihat peluang untuk menghadirkan MPV yang lebih modern dan efisien, dengan menghadirkan Darion sebagai MPV
7-seater dengan kabin luas, harga kompetitif di kelasnya, biaya operasional yang lebih hemat. Tentu berkat teknologi elektrifikasi, serta fitur-fitur lengkap yang mendukung kenyamanan keluarga.

Dilandasi komitmen jangka panjang Wuling di Indonesia, Wuling akan
terus menghadirkan produk dan layanan terbaik bagi pelanggan. Oleh karenanya, Darion diproduksi di pabrik Wuling Motors di Cikarang, Jawa Barat. Dengan melibatkan tenaga kerja lokal dan standar kualitas global.

Model ini menjadi MPV pertama di Indonesia yang hadir dalam dua pilihan elektrifikasi, yakni Electric Vehicle (EV) dan Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV). Kehadiran dua varian ini menjadi langkah nyata Wuling dalam mendukung transisi menuju mobilitas berkelanjutan, sekaligus menjawab kebutuhan masyarakat akan kendaraan keluarga yang efisien dan ramah lingkungan.

Dua Varian dan Dua Trim

“Wuling Darion dipasarkan dalam pilihan EV dan PHEV. Keduanya terdapat dua trim yakni CE dan EX. Baik CE dan EX
mengusung konsep desain eksterior, interior dan dimensi yang serupa. Kedua trim ini dihadirkan untuk memberikan fleksibilitas kepada konsumen keluarga atas kebutuhan mobilitas,” jelas Aji Ibrahim, Product Planning Wuling Motors.

Wuling Darion memiliki dimensi panjang 4.910 mm, tinggi 1.870 mm, lebar 1.770 mm, dan wheelbase 2.910 mm. Kabinnya menawarkan ruang yang lapang dan ergonomis bagi tujuh penumpang. Sistem rem cakram di bagian depan dan belakang, menjamin pengereman yang optimal. Sedangkan suspensi McPherson di depan dan Multi-link Independent di belakang, memberikan kenyamanan optimal di berbagai kondisi jalan.

Tampilan eksterior nampak ‘kekinian’ berkat penggunaan velg 17 inci dipadu ban 215/55 R17. Sistem kemudi Electric Power Steering, memberikan sensasi berkendara yang ringan dan presisi di setiap manuver.

Program Spesial Untuk Pembeli Awal

Untuk Wuling Darion EV, dibekali motor listrik bertenaga 150 kW atau setara 201 hp dengan torsi puncak 310 Nm yang disalurkan ke roda depan, melalui transmisi Single Reduction. Sumber energinya berasal dari baterai 69,2 kWh Lithium Iron Phosphate, yang mampu menempuh jarak hingga 540 km (CLTC).

Pada Wuling Darion PHEV, mengusung mesin bensin Atkinson Cycle berkapasitas 1.5 liter, dengan output 105 hp dan torsi 130 Nm. Lalu dipadukan dengan motor listrik bertenaga 145 kW (setara 195 hp) dan torsi 230 Nm. Sistem tersebut digandengkan dengan transmisi Dedicated Hybrid Transmission (DHT), untuk
memberikan penyaluran daya yang halus dan efisien.

Ditenagai baterai 20,5 kWh Lithium Iron Phosphate, Darion PHEV mampu menjelajah hingga 125 km dalam mode listrik murni (CLTC). Sedangkan tangki bahan bakarnya berkapasitas 52 liter.

MPV ini dipasarkan dalam empat pilihan warna eksterior yakni Starry Black, Frosty White, Haze Grey, dan Orchid Purple. Wuling turut menghadirkan program special price bagi 1.500 konsumen awal.

Special Price Wuling Darion (Area Jakarta)
● Darion EV CE : Rp 356 juta
● Darion EV EX : Rp 416 juta
● Darion PHEV CE : Rp 439 juta
● Darion PHEV EX : Rp 489 juta

Performa Tempuh Geely Starray EM-i Bisa Lebih dari 1.000 Kilometer

Geely Auto Indonesia sukses membuktikan efisiensi dan performa perjalanan jauh Starray EM-i di berbagai kondisi jalan di Indonesia. Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen Geely dalam memastikan kendaraan listrik hybrid, yang sesuai dengan kebutuhan dan karakter pengendara di Tanah Air.

Starray EM-i telah menempuh beragam rute dan kondisi jalan. Mulai dari jalan tol yang padat, jalur pegunungan yang menantang, hingga lalu lintas perkotaan. Dengan total jarak lebih dari 1.000 kilometer, termasuk perjalanan antar kota. Melalui perjalanan ini, sistem EM-i Super Hybrid dengan efisiensi termal mesin hingga 46,5 persen, mampu menghadirkan efisiensi bahan bakar tinggi. Tanpa kompromi dengan aspek kenyamanan dan performa berkendara di berbagai situasi.

“Seluruh rangkaian perjalanan membuktikan Starray EM-i tetap menghadirkan kenyamanan dan efisiensi yang optimal. Pengalaman selama perjalanan jarak jauh ini, semakin menegaskan kesiapan teknologi PHEV kami. Membuat setiap perjalanan tetap praktis dan tanpa cemas akan jarak tempuh,” papar Yusuf Anshori, Brand Director Geely Auto Indonesia.

Catat Efisiensi 80,7 km/liter

Dalam perjalanan dari Jakarta menuju Yogyakarta dan kembali ke Jakarta, Geely Starray EM-i berhasil mencatat jarak tempuh 1.017 km. Prestasi ini dicapai hanya dengan satu kali pengisian bahan bakar penuh, dan satu kali pengisian daya. Hasil ini menunjukkan efisiensi dan kemampuan daya jelajah dari sistem PHEV Geely.

Selain itu, Starray EM-i juga menjalani rute Jakarta-Bandung-Jakarta, yang mewakili kondisi lalu lintas harian di kawasan perkotaan. Dalam perjalanan yang meliputi kemacetan dalam kota, tanjakan menuju Lembang, serta jalur tol antar kota, SUV ini mencatatkan efisiensi hingga 80,7 km/liter. Hasil tersebut tentu dipengaruhi oleh beragam kondisi jalanan. Angka tadi menunjukkan bagaimana mode EV (Pure Mode) dan Hybrid bekerja secara adaptif, memanfaatkan tenaga listrik untuk efisiensi optimal di kecepatan rendah, dan menggabungkan mesin bensin untuk performa maksimal.

Dari sisi performa, Geely Starray EM-i memadukan mesin bensin 1.5 liter dan motor listrik, untuk menghasilkan efisiensi terbaik di kelasnya. Didukung oleh baterai 18,4 kWh yang mampu menempuh jarak listrik murni hingga 105 km, serta tangki bahan bakar berkapasitas 51 liter.

Perpindahan Tenaga Yang Halus

Teknologi EM-i Super Hybrid memadukan motor listrik dan mesin bensin secara tepat, memungkinkan perpindahan tenaga yang halus dan responsif. Dengan menggunakan platform GEA, Starray EM-i memberikan stabilitas, efisiensi bahan bakar, dan kenyamanan di berbagai situasi jalan.

Pilihan PHEV ini diklaim sangat relevan untuk pasar Indonesia, menawarkan efisiensi maksimal serta fleksibilitas penggunaan. Dengan tiga mode berkendara, Pure, Hybrid, dan Power, membuat Starray EM-i mampu menyesuaikan kebutuhan perjalanan konsumen, dengan konsumsi bahan bakar lebih efisien.

Toyota Optimalkan Sejumlah Aspek Pada Kijang Innova Zenix

Guna mengakomodir kebutuhan pengguna Toyota Kijang Innova Zenix, maka PT Toyota-Astra Motor (TAM) optimalkan sejumlah aspek pada mobil ini. Sejak diluncurkan tiga tahun lalu sebagai Multi-Purpose Vehicle (MPV) keluarga, yang memadukan kenyamanan dan teknologi modern. Kini New Kijang Innova Zenix hadir dengan beberapa sentuhan fitur dan teknologi yang lebih mutakhir. Tentu sesuai dengan tren, kebutuhan dan gaya hidup masyarakat. Tanpa melupakan kenyamanan, teknologi terkini, dan efisiensi ramah lingkungan.

Toyota mempertahankan desain eksterior Kijang Innova Zenix, dengan tampilan tangguh dari crossover front looks, grille yang kokoh, dan LED Headlamp. Gaya ala Sport Utility Vehicle (SUV) premium, terpancar lewat velg alloy berukuran 18 inci, pilar A lebih tegak, dan pilar D lebih landai. Kesan dinamis juga terpancar pada bagian belakang mobil. Emblem Hybrid kini bertransformasi menjadi HEV.

Wi-Fi Hotspot Melalui T Intouch

Semua grade mendapatkan upgrade ukuran Head Unit. Pada tipe G dan G HEV kini menggunakan 10 Inch Head Unit with Smartphone Connectivity. Sedangkan tipe V, V HEV, dan Q HEV, menjadi 12,3 Inch Head Unit, ditambah dengan kontrol Air Purifier pada Head Unit. Sepasang Rear Seat Entertainment (RSE) pada tipe V, V HEV, dan Q HEV, kini memiliki fungsi wi-fi hotspot melalui perangkat T Intouch.

Untuk kenyamanan dan keselamatan, tipe Q HEV kini dilengkapi Power Back Door dengan Kick Sensor. Termasuk pula peningkatan kualitas Panoramic View Monitor menjadi HD Resolution, agar visual jalan dan area sekitar mobil dapat terlihat lebih jelas. Pada tipe G, V, G HEV dan V HEV, kualitas Back Camera turut ditingkatkan menjadi HD Resolution. Pada fitur keselamatan lainnya, terdapat Tire Inflator pada seluruh tipe, untuk mengisi udara pada ban dan mengukur tekanan udara ban.

Memanfaatkan Teknologi Telematika

Perangkat T Intouch pada tipe V, V HEV, dan Q HEV, kini memiliki fungsi In-Car Wi-Fi Hotspot untuk memperluas jangkauan internet. Fitur ini dapat dikendalikan melalui aplikasi mToyota, yang memungkinkan pelanggan untuk mengakses berbagai layanan In-Car berbasis internet. Melalui Connected Head Unit dan Connected Rear Seat Entertainment (RSE).

Fitur ini makin optimal, melalui kerjasama dengan Telkomsel sebagai penyedia In-Car Wi-Fi Hotspot dan IoT Connected Car. Pelanggan dapat memanfaatkan teknologi telematika canggih ini dalam dua kategori. Pertama, Out-of-Car Connectivity via menu T Intouch di aplikasi mToyota. Lalu In-Car Connectivity melalui Connected Head Unit dan Connected Rear Seat Entertainment di dalam mobil.

Selain itu, juga tersedia Convenience Services seperti Travoy untuk memantau kondisi lalu lintas, check dan top-up uang elektronik, Voice Command, dan Concierge Service. Dengan adanya koneksi internet yang stabil dari In-Car Wi-Fi Hotspot, pelanggan bisa tetap terhubung, mengakses pekerjaan, hingga melakukan video conference melalui perangkat pribadi.

Dengan sederet pengoptimalan yang diterapkan oleh Toyota pada Kijang Innova Zenix, maka nampaknya MPV keluarga ini dapat menjadi pilihan. Apalagi dapat mengakomodir kebutuhan para konsumen yang memerlukan kendaraan hybrid buatan Toyota.

Honda Prelude Berteknologi Hybrid Sudah Resmi Dijual di Jepang

Honda Motor Co., Ltd. telah mengumumkan mulai dijualnya All New Honda Prelude pada tanggal 5 September 2025 di Jepang. Mobil dengan bodi coupe ini hadir dengan sistem hybrid pintar Honda e:HEV. Guna menghadirkan pengalaman berkendara menyenangkan, sekaligus tetap ramah lingkungan.

Honda Prelude memiliki sejarah panjang, sebab pertama kali diperkenalkan pada tahun 1978 dan dikenal luas sebagai coupe dengan inovasi teknologi di masanya. Setelah lima generasi berlalu, kini Honda membangkitkan kembali nama Prelude sebagai ikon masa depan, yang menggabungkan warisan emosional dengan visi elektrifikasi Honda.

Honda membawa konsep Unlimited Glide, yang terinspirasi dari gerakan pesawat glider yang melayang bebas di udara. Bagian depan mobil didesain rendah dan tajam, sedangkan garis bodi yang halus berpadu dengan postur rendah dan lebar, sehingga menegaskan karakter sporty.

Aksen Kabin Dua Warna

Lampu depan dilengkapi multifunction lights, dipadukan dengan Adaptive Driving Beams dan Active Cornering Lights untuk visibilitas optimal saat malam. Teknologi laser brazing membuat atap terlihat mulus tanpa molding, antena dengan glass-printing mempertegas kesan bersih. Detail seperti flush door handle, grille berlapis black chrome, serta aksen biru di fascia depan-belakang memperlihatkan nuansa premium.

Kabinnya memiliki aksen dua warna biru dan putih. Kursi pengemudi dirancang untuk pengalaman berkendara sporty, sedangkan kursi penumpang menawarkan kenyamanan. Terdapat logo bordir Prelude pada headrest dan desain door lining yang ergonomis. Di depan pengemudi, ada lingkar kemudi berdesain D-shaped, paddle shift berbahan metal, serta full-graphic meter cluster.

Prelude dilengkapi layar sentuh 9 inci yang dilengkapi dengan Honda Connect berbasis Google built-in. Sistem audio Bose Premium 8-speaker dengan fitur Dynamic Speed Compensation, mampu menyesuaikan kualitas suara sesuai kecepatan kendaraan saat melaju.

Tetap Perhatikan Kepraktisan

Meskipun lahir sebagai mobil coupe, All New Honda Prelude ini diklaim tetap menawarkan kepraktisan tinggi. Karena ruang bagasi dengan bukaan liftback lebar memberikan fleksibilitas, mampu memuat hingga dua koper medium, dua tas golf berukuran 9,5 inci, atau dua papan selancar.

Dengan kursi belakang yang dapat dilipat 60/40, kapasitas kargo dapat diperluas lagi. Tambahan ruang penyimpanan bawah lantai, kait multifungsi, hingga sekat bagasi menjadikan Prelude praktis untuk digunakan sehari-hari.

Untuk pertama kalinya, Honda memperkenalkan teknologi Honda S+ Shift pada sistem hybrid e:HEV. Sistem ini menghadirkan transmisi virtual 8-speed, yang menciptakan sensasi perpindahan gigi nyata, walaupun mobil digerakkan motor listrik.

Sensasi Meluncur Bebas

Ada Active Sound Control, yang menghasilkan suara mesin bertenaga, sinkron dengan putaran rpm melalui sistem audio. Fitur Coasting Control memungkinkan mobil melambat seperti dalam posisi netral, memberikan sensasi meluncur bebas layaknya glider. Pengemudi dapat memilih mode berkendara Sport, GT, Comfort, atau Individual, yang dapat disesuaikan hingga enam aspek berbeda. Termasuk settingan suspensi, suara mesin, hingga adaptive cruise control.

Mobil ini menggunakan chassis yang sama dengan Honda Civic Type R, Prelude memakai suspensi depan Dual-Axis Strut, Adaptive Damper System, sistem kemudi dengan Variable Gear Ratio (VGR), drive shaft rigid, serta rem cakram depan Brembo. Velg 19 inci punya tugas tambahan, yaitu meredam kebisingan sekaligus menjaga stabilitas.

Dari sisi keselamatan, All New Honda Prelude dilengkapi standar dengan teknologi keselamatan canggih Honda Sensing, yang mencakup lebih dari 15 fitur. Honda Prelude hadir dalam pilihan warna Moonlit White Pearl, Frame Red, Meteoroid Gray Metallic, dan Crystal Black Pearl. Ditambah lagi varian eksklusif tersedia warna two-tone Moonlit White Pearl & Black.

Wuling Cortez Darion PHEV Bakal Diproduksi Di Indonesia

Pada event pameran otomotif GIIAS 2025 lalu Wuling Motors (Wuling) menghadirkan model terbarunya yakni Cortez Darion PHEV.

Kemunculan MPV berteknologi Plug-in Hybrid (PHEV) pertama Wuling tersebut di Indonesia sekaligus jadi penampilan perdana global.

Selaras dengan semangat ‘Dibangun di Indonesia untuk Anda’ yang diusung Wuling, nama Darion terinspirasi dari frasa ‘Dari Indonesia’. Selain itu kata ‘Darion’ juga berarti ‘Hadiah’ dalam bahasa Yunani. Ya, kehadiran model MPV terbaru ini merupakan bagian dari perayaan 8 tahun kiprah Wuling di Indonesia.

Wonder Flexible Modular System (WFMS)

Rancang bangun Cortez Darion berbasis dari platform Wonder Flexible Modular System (WFMS). Platform modular terbaru Wuling Motors ini dirancang agar dapat fleksibel digunakan pada berbagai jenis kendaraan berteknologi elektrifikasi baik mobil listrik maupun hybrid. Dengan penggunaan platform modular, proses pengembangan dan produksi menjadi lebih cepat serta efisien.

Model yang akan diproduksi secara lokal di Cikarang adalah Cortez Darion PHEV. Dengan perakitan di Indonesia secara completely knock-down (CKD), tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) komponen kendaraan jadi lebih banyak. Tak sekadar untuk menjaga agar harga jual tetap kompetitif. Hal tersebut jadi bukti nyata dari komitmen Wuling terhadap pengembangan industri otomotif di Indonesia, terutama kendaraan berteknologi elektrifikasi.

Cortez Darion PHEV mengadopsi teknologi hybrid Ling Power. Sistem ini memadukan mesin bensin 1.5 liter turbo dengan motor listrik beroutput 145 kW (194,5 HP) yang terintegrasi dengan transmisi Dedicated Hybrid Transmission (DHT).

Perpaduan sistem hybrid ini memungkinkan perpindahan gigi yang mulus tanpa jeda atau hentakan. Sensasi berkendara pun kian terasa menyenangkan berkat penyaluran tenaga yang lebih responsif.

Kelebihan dari sistem hybrid Ling Power yakni tak perlu repot mencari sumber listrik atau SPKLU untuk melakukan pengecasan baterai. Kinerja mesin berfungsi sebagai generator yang akan mengisi daya baterai. Sedangkan motor listrik berfungsi sebagai penggerak utama roda.

Meskipun demikian, Cortez Darion dibekali teknologi pengisian daya cepat eksternal dengan soket CCS2. Pengecasan daya baterai dari 30 persen hingga 80 persen hanya perlu waktu sekitar 30 menit. Waktu pengecasan yang cepat dan efisien merupakan faktor pendukung mobilitas tinggi di perkotaan yang butuh kepraktisan serta efisiensi waktu.

Cortez Darion PHEV dikatakan dapat melaju hingga kecepatan 125 km hanya dengan tenaga listrik (mode EV). Sementara total jarak tempuh kombinasi sistem hybrid dapat menembus lebih dari 1.000 km.

MPV Modern Yang Ideal

Dengan konsep Elegant Streamline, desain Cortez Darion menampilkan siluet garis bodi yang mengalir aerodinamis dari depan hingga ke belakang. Ksmasan tampilan eksterior secara keseluruhan jauh lebih eyecatching dan semi futuristik bila dibandingkan dengan Wuling Cortez yang telah ada sebelumnya.

Dengan panjang 4.910 mm, lebar 1.850 mm, tinggi 1.770 mm, serta wheelbase sepanjang 2.910 mm, Cortez Darion menawarkan interior yang lapang, nyaman dan fungsional. Tersedia berbagai konfigurasi kabin termasuk 7-seater dan dengan captain seat.

Salah satu fitur praktis yang dibekalkan pada adalah Autocomfort Sliding Door. Pintu geser otomatis ini menghasilkan bukaan yang lebih optimal, sehingga akses keluar masuk kabin menjadi lebih praktis dan leluasa.

Fitur di dalam kabin pun tak kalah canggih dan mutakhir. Wuling membekali Cortez Darion dengan sistem operasi pintar Ling OS terbaru Wuling yang telah dikembangkan khusus untuk menghadirkan konektivitas dan fitur hiburan terpadu.

Ling OS dilengkapi fitur perintah suara pintar (voice command), integrasi smartphone, kontrol AC otomatis, dan navigasi. Akses dan pengoperasian fitur kendaraan makin praktis dan cepat berkat kombinasi panel layar sentuh serta perintah suara.

Wuling Cortez Darion PHEV diproyeksikan sebagai MPV keluarga modern yang ideal. Perihal label harga pastinya saat ini masih belum diumumkan secara resmi. Diperkirakan harga jual Wuling Cortez Darion PHEV akan berada di kisaran Rp 500 jutaan, tergantung pada varian dan fitur yang dipilih.

Ada Beberapa Pertimbangan Untuk Punya Daihatsu Rocky Hybrid

Kendaraan listrik (EV) masih menjadi sorotan dari sebagian masyarakat saat ini, utamanya di kota besar. Sejalan dengan tren tersebut, penjualan kendaraan elektrifikasi, terutama hybrid, telah memberikan kontribusi sekitar 10 persen (YTD Retail Sales Juli 2025) terhadap total penjualan mobil di Indonesia. Seiring dengan tren tersebut, Daihatsu memboyong Rocky Hybrid sebagai upaya untuk mendukung terwujudnya Carbon Neutral. 

Berdasarkan data Polreg YTD Mei 2025, lebih dari 70 persen penjualan kendaraan listrik berbasis baterai (BEV), terkonsentrasi di wilayah Jakarta. Sedangkan, kendaraan hybrid, tidak hanya diminati masyarakat di kota besar seperti Jakarta (55,7 persen), tetapi juga di luar Jakarta (44,3 persen). Ini membuktikan, kendaraan hybrid lebih merata penerimaannya, baik untuk di perkotaan maupun daerah.

Teknologi Sejak Tahun 2021

Hybrid pertama Daihatsu yang dipasarkan di Tanah Air ini, dipasarkan dengan harga Rp 299,85 juta (on the road Jakarta). Benderol ini bukan tanpa alasan, sebab Rocky Hybrid berada di segmen kendaraan berharga hingga angka Rp 300 juta. Sedangkan porsi segmen tersebut mendekati 50 persen di dalam pasar otomotif Indonesia.

Daihatsu Rocky Hybrid menggunakan teknologi Series Hybrid, yang telah digunakan sejak 2021 di Jepang. Jadi, mesin bensin berfungsi hanya untuk mengisi ulang daya baterai. Hasilnya, efisiensi bahan bakar yang sangat baik, akselerasi responsif, dan berkendara bebas khawatir soal pengisian daya (charging).

“Sejak awal, Daihatsu menciptakan teknologi hybrid secara mandiri. Tujuan kami adalah menciptakan hybrid yang memberikan pengalaman berkendara layaknya EV sejati. Namun tetap praktis digunakan sehari-hari, tanpa perlu pengisian daya,” jelas Yasushi Kyoda, President Director PT Astra Daihatsu Motor.

Torsi Motor Listrik 170 Nm

Mobil ini menggunakan mesin 1.2 liter yang dipadukan dengan transmisi hybrid transaxle. Tenaga maksimumnya mencapai 105 hp, sedangkan torsi motor listrik mencapai 170 Nm. Baterai lithium-ion penggerak motor listriknya berkapasitas 0,74 kWh, diklaim setara dengan Sport Utility Vehicle (SUV) hybrid medium. Hasilnya, akselerasi 0-100 km/jam hanya membutuhkan 10,36 detik.

“Terima kasih atas kepercayaan dan antusiasme masyarakat terhadap hybrid pertama Daihatsu ini. Kami berharap Daihatsu Rocky Hybrid menjadi pilihan hybrid terbaik di kelasnya,” pungkas Sri Agung Handayani, Marketing Director dan Corporate Communication Director PT Astra Daihatsu Motor.

Geely Siap Menggebrak Pasar Indonesia Melalui Starray EM-i

Geely Auto Indonesia resmi menampilkan Geely Starray EM-i untuk pertama kalinya di ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2025. Sport Utility Vehicle (SUV) berteknologi Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV) ini, rencananya akan menjadi model kedua Geely di Indonesia yang dirakit secara lokal, melalui skema knock down (KD). Bersamaan pula, Geely Starray EM-i membawa teknologi Geely EM-i Super Hybrid.

Geely EM-i Super Hybrid, atau E-Motive Intelligence, merupakan teknologi hybrid mutakhir dari Geely, yang memadukan tenaga listrik dan mesin bensin. Tujuannya untuk menghadirkan efisiensi lebih tinggi, performa maksimal, serta emisi yang lebih minim. Tidak seperti sistem hybrid yang diadaptasi dari mesin konvensional, EM-i dikembangkan sebagai true hybrid system sejak awal.

Tenang Melaju Hingga 1.000 km

Geely Starray EM-i Super Hybrid memadukan efisiensi, performa dinamis, dan kenyamanan berkendara. Geely Starray EM-i Super Hybrid menggunakan mesin hybrid dengan efisiensi termal tertinggi di dunia untuk mesin bensin produksi massal, mencapai 46,5 persen.

SiC (Silicon Carbide) Intelligent Electric Control bertugas untuk menjaga performa optimal, bahkan saat daya baterai rendah. Serta menghadirkan pengalaman berkendara yang lebih halus dibandingkan mobil hybrid di kelasnya. Dengan kondisi baterai dan tangki bensin terisi penuh, Geely Starray EM-i dapat menempuh jarak lebih dari 1.000 km, berkat teknologi EM-i yang lebih efisien.

Two Luxury Through Lights

Geely Starray EM-i dilengkapi sistem keselamatan L2 ADAS (Advanced Driver Assistance System). Mencakup Adaptive Cruise Control, Lane Keeping Assist, dan Automatic Emergency Braking, untuk menjaga keselamatan pengemudi dan penumpang.

Dari sisi desain, Starray EM-i tampil modern dengan Two Luxury Through Lights pada bagian depan dan belakang. Interiornya mengusung kursi ergonomis dengan material premium, layar sentuh resolusi tinggi, integrasi ponsel, serta sistem perintah suara dua zona yang mendukung kenyamanan perjalanan.

Hadirnya Starray EM-i menegaskan komitmen Geely dalam menghadirkan kendaraan elektrifikasi. Mulai dari BEV, PHEV, hingga solusi mobilitas pintar. Semuanya disesuaikan dengan kebutuhan konsumen Indonesia. Proses perakitan lokal, diyakini turut mendukung pertumbuhan industri otomotif nasional, serta memperluas akses kendaraan yang ramah lingkungan untuk masyarakat.

Mazda Bakal Luncurkan Generasi Terbaru SUV CX-5

Di jagad maya beredar foto pancingan dari sosok Mazda CX-5 generasi terbaru. Brand otomotif Jepang yang bermarkas di kota Hiroshima ini tak mau kalah dari pabrikan lainnya dalam kancah persaingan di segmen kendaraan SUV.

Fotonya bikin penasaran, dan kami harus bersabar menanti debut perdana Mazda CX-5 generasi kelima ini.

Ubahan Gaya Desain

Berdasarkan foto teaser yang diunggah oleh Mazda, desain CX-5 generasi terbaru mengalami sejumlah ubahan gaya. Filosofi desain Kodo yang menjadi ciri khas pada mobil Mazda modern tetap dipertahankan dan terus berevolusi.

Sosok CX-5 kini terlihat lebih besar dengan lekuk bodi nan sexy. Nuansa warna merah metalik Soul Red Metallic khas Mazda masih tetap dipertahankan pada CX-5.

Tampilan wajah CX-5 kini mengalami sedikit perubahan. Lampu utama dengan desain baru yang meruncing mengapit grille khas Mazda yang berlabur warna hitam. Bumper depan pun kini nampak lebih besar dan menonjol ke depan. Aksen warna hitam yang menghiasi bumper depan bagian bawah di seputar lubang intake membuat CX-5 terkesan lebih sporty.

Desainnya bagian samping nampak sedikit lebih kekar di bagian fender depan dan pinggul. Siluet bodi secara keseluruhan dari depan hingga ke buritan tak jauh berbeda dengan generasi terkini yang beredar di pasaran. Bentuk pilar kaca dan pintu daei kabin depan hingga buritan sepintas tak mengalami ubahan.

Yang agak beda justru pada area buritan. Desain lampu belakangnya mengadopsi gaya Mazda CX-80. Tampilan belakang CX-5 pun makin terlihat lebih mewah. Nah, yang bikin penasaran yakni pada bumper belakang menyembul dua laras knalpot. Ini knalpot sungguhan, bukan muffler tip aksesoris pemanis gaya. Apakah di balik bonnet CX-5 terpasang mesin baru?

Perihal kemasan interior, CX-5 dikabarkan mengadoosi gaya dari CX-80 dengan kabin yang lebih lapang. Makin mewah, nyaman dan menyenangkan.

Soal teknologi serta fitur berkendara dan multimedia yang akan dibekalkan Mazda pada CX-5 saat ini belum diungkap. Namun dipastikan sistem infotainment Mazda Connect terbaru yang dibekalkan pada CX-5 bakal lebih canggih dan modern.

Sesuai slogan “zoom-zoom”, Mazda ingin memastikan para pemilik CX-5 merasakan pengalaman berkendara yang nyaman dan menyenangkan.

Teknologi Skyactiv-Z

Saat melihat desain knalpot baru yang kini pakai versi dua laras, Mazda nampaknya membekali CX-5 dengan mesin terbaru.

Sesuai dugaan kami, CX-5 kabarnya bakal menjadi SUV pertama Mazda yang akan mengadopsi mesin generasi termutakhir Skyactiv-Z. Perihal detail spek teknis untuk saat ini belum diungkap.

Namun berdasarkan sejumlah prediksi yang kini beredar, mesin baru Skyactiv-Z memiliki konstruksi 4-silinder segaris dengan volume 2.5 liter. Untuk output performa, belum jelas seperti apa. Mesin hybrid yang teknologinya berbasis dari Mazda Mirai ini digadang sangat irit dengan konsumsi BBM lebih dari 30 km/liter. Emisi gas buang CO2 yang dihasilkan pun dikatakan lebih rendah dari mesin generasi Skyactiv-G yang digunakan pada mobil Mazda terkini.

Untuk transmisi, mesin Skyactiv-Z masih akan menggunakan transmisi automatic Skyactiv-Drive 6-speed yang dilengkapi mode manual. Mazda CX-5 terbaru ini dikabarkan bakal dibekali fitur G-Vectoring Control Plus yang disempurnakan

Mazda sedianya akan menampilkan wujud utuh CX-5 terbaru ini di Jepang pada pekan depan. Hanya tinggal beberapa hari lagi. Jadi, kita tunggu tanggal tayangnya.

 

Honda HR-V Hybrid 2025 sudah mulai dijual.

Diluncurkan, Harga Resmi Honda HR-V Hybrid 2025 Mulai Dari Rp 449 Juta

Harga resmi Honda HR-V Hybrid 2025 adalah Rp 488 juta (OTR Jakarta, dipasarkan dalam lima varian. Termasuk dua yang masih bermesin bensin 1,5 liter. 

Berikut daftar harga Honda HR-V Hybrid 2025:

  • E CVT: Rp 399.900.000
  • E+ CVT Rp 422.000.000
  • e:HEV Rp 449.000.000
  • e:HEV Modulo Rp 460.700.000
  • RS e:HEV Rp 488.000.000 

Honda HR-V Hybrid 2025 hadir dengan tampilan eksterior yang lebih fresh dan modern. Perpaduan garis dan lekukan body, desain grill dan bagian belakangnya terlihat serasi.

Interior Honda HR-V Hybrid 2025.

Untuk dimensi, mobil ini memiliki panjang 4.340 mm, lebar 1.790 mm2, tinggi 1.590 mm2, wheelbase 2.610 mm, serta tiga ukuran pilihan bagasi yakni 304 liter (kursi belakang terangkat), 955 liter (kursi belakang terlipat, diukur hingga jendela) dan 1.274 liter (kursi belakang terlipat, diukur hingga atap).

Honda HR-V Hybrid 2025 tersedia dua pilihan varian, yakni RS dan non-RS. Pembedanya adalah penggunaan velg berukuran 17 inci dan 18 inci. Ditambah lagi dengan kelengkapan fitur Honda Sensing pada varian teratas atau pun RS.

Spesifikasi Honda HR-V Hybrid 2025

Mesin Honda HR-V e:HEV

HR-V Hybrid mengadopsi mesin 4-silinder 1.5 liter DOHC i-VTEC dengan sistem distribusi PGM-FI. Di atas kertas mesin tersebut mampu memproduksi tenaga maksimal hingga 104 hp dengan torsi puncak 127 Nm.

Selanjutnya, terdapat motor listrik tunggal dengan daya maksimal 129 hp dengan torsi puncak mencapai 253 Nm dan dialirkan seluruhnya melalui transmisi E-CVT. Ada pula pilihan mode berkendara Eco, Normal dan Sport.

dashboard Honda HR-V Hybrid 2025

Honda HR-V e:HEV juga dibekali dengan peranti Honda Sensing yang terdiri dari berbagai menu seperti Adaptive Cruise Control, Blind Spot Monitoring, Collision Mitigation Brake System hingga Road Departure Mitigation System with Lane Departure Warning.

Ditambah lagi dengan peranti keselamatan standar seperti Active Cornering Light (ACL), Hill Start Assist (HSA), Hill Descent Control (HDC), Deceleration Paddle Selector, Electric Parking Brake (EPB) dan Auto Brake Hold.

JTD Toyota 2024

Resmi, Mobil Hybrid Dapat Insentif PPnBM

Akhirnya diputuskan, mobil berpenggerak hybrid akan mendapatkan insentif PPnBM tiga persen dari pemerintah.

Hal ini diungkapkan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto di Jakarta, Senin (16/12) lalu. “Untuk kendaraan hybrid, pemerintah memberikan diskon sebesar tiga persen,” kata Airlangga.

Untuk itu, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mendesak para produsen mobil untuk segera mendaftarkan model-modelnya, supaya bisa menikmati insentif mulai 1 Januari 2025 nanti.

Namun tidak begitu saja insentif PPnBM itu disebar. Diskon pajak yang ditanggung pemerintah itu hanya berlaku untuk mobil hybrid ataupun mild hybrid, yang dibuat di Indonesia.

Haval Jolion HEV bisa dapat insentif PPnBM mobil hybrid

Tidak lupa, produsennya juga sudah mendaftar untuk ikut program Low Carbon Emission Vehicle (LCEV). Kewajiban mendaftar program LCEV tersebut juga ada aturannya, yang tercantum pada Peraturan Menteri Perindustrian No.36 Tahun 2021.

Efeknya adalah, selain mobil hybrid CBU belum bisa menerima diskon pajak yang ditanggung pemerintah, mobil PHEV juga tidak bisa ikut. Alasannya, belum ada mobil PHEV yang dibuat lokal di Indonesia.

Saat ini, produsen yang memiliki mobil hybrid rakitan lokal adalah Toyota (Innova Zenix, Yaris Cross HEV), GWM dengan Haval Jolion. Lalu, Suzuki memiliki Grand Vitara dan Ertiga serta XL-7 yang diimbuhi mild hybrid.

Berita bagus lainnya adalah, insentif untuk kendaraan listrik berbasis baterai masih akan dilanjutkan. Termasuk yang didatangkan secara utuh (CBU) dari negara asalnya. Hal ini untuk memperluas penggunaan kendaraan emisi rendah dan mempercepat pencapaian target Net Zero Emission 2060.

Jajal Langsung Dua Kendaraan Elektrifikasi Honda di Jogja

Gelaran Honda e:Technology City Tour Explore Indonesia pamungkas di tahun 2024 ini, hadir di Yogyakarta pada 14-15 Desember 2024. Dengan tema Past Meet the Future, acara ini memadukan eksplorasi tempat bersejarah, dengan pengalaman berkendara menggunakan kendaraan elektrifikasi Honda.

Beberapa hari sebelum para peserta Honda e:Technology City Tour diajak menjelajahi berbagai ikon budaya Yogyakarta, kami berkesempatan untuk mencoba dua kendaraan elektrifikasi Honda, yaitu Honda STEP WGN e:HEV dan Honda e:N1.

Hadirkan Kenyamanan Untuk Penumpang

Honda STEP WGN e:HEV merupakan mobil Upper MPV Honda, yang menghadirkan desain kabin lapang, untuk memberikan kenyamanan bagi penumpang selama perjalanan.

Honda STEP WGN e:HEV menggunakan teknologi hybrid terbaru yang efisien, bertenaga, sekaligus ramah lingkungan. Selain itu, mobil ini juga menggunakan teknologi keselamatan Honda SENSING, sehingga memberikan kenyamanan dan keselamatan berkendara untuk penggunanya.

Desain kabin mobil ini mengutamakan kenyamanan serta fleksibilitas, dengan kursi yang dapat diatur dengan berbagai konfigurasi. Hal ini sejalan dengan konsep kenyamanan untuk seluruh penumpang. Honda STEP WGN generasi keenam ini mempunyai dimensi berupa panjang 4.830 mm, lebar 1.750 mm dan tinggi 1.845 mm.

Interior Honda STEP WGN dirancang dengan fokus pada kenyamanan serta kemudahan untuk penumpangnya. Honda STEP WGN mempunyai konfigurasi pengaturan Magic Seat, yang memungkinkan kursi belakang untuk dilipat sehingga memberikan fleksibilitas dalam penyimpanan barang.

Honda STEP WGN generasi keenam memang memiliki dua varian mesin. Yang pertama ialah 1.5 liter VTEC dengan transmisi CVT, selanjutnya adalah 2.0 liter e:HEV dengan transmisi e-CVT. Sedangkan varian trim terdiri dari Air, Spada, dan Spada Premium Line. Unit yang kami coba selama di Yogyakarta ialah trim Spada dengan varian mesin e:HEV.

SUV Listrik Yang Menyenangkan

Honda e:N1 merupakan mobil SUV listrik pertama Honda, yang hadir dengan karakter berkendara menyenangkan. Tak hanya itu, Honda juga menyuguhkan fitur keselamatan yang lengkap. Honda e:N1 diyakini sesuai untuk berbagai daerah di Indonesia, yang memiliki karakter jalan yang beragam.

Honda e:N1 menggunakan baterai lithium-ion berkapasitas 68.8 kWh, yang dapat digunakan untuk daya jarak tempuh maksimum 500 km, untuk sekali pengisian daya. SUV ini punya torsi maksimum sebesar 310 Nm. Selain itu, Honda e:N1 menganut teknologi DC fast charging, sehingga dapat mengisi 80 persen kapasitas baterai dalam waktu 50 menit.

Honda e:N1 dikembangkan dari platform Honda HR-V generasi terkini, berdasarkan konsep desain e:N Architecture F. Konsep ini memadukan aspek premium dengan teknologi powertrain bertenaga tinggi. Tanpa kompromi dengan rasa berkendara khas Honda pada umumnya.

Terdapat pula fitur Electronic Gear Selector, 3 Mode Driving System (NORMAL, ECON, SPORT), serta Deceleration Paddle Selectors, untuk memberikan kenyamanan dalam berkendara.

Kabin Honda e:N1 didominasi warna hitam pada joknya, dipadu dengan warna biru yang terdapat pada panel instrumen dashboard serta pintu. Honda e:N1 menyematkan Display Audio 15.1 inci, serta TFT Meter Multi-Information Display 10,25 inci. Tak luput teknologi keselamatan Honda SENSING.

PT Honda Prospect Motor memperkenalkan Honda e:N1, pada ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2024 lalu. Model ini dipilih Honda sebagai mobil listrik pertama untuk Indonesia, setelah berhasil riset mendalam mengenai elektrifikasi di Tanah Air. Kabar kuat bahwa Honda e:N1 akan diluncurkan untuk pasar Indonesia pada tahun 2025 mendatang.

Review: Haval Jolion Hybrid 2024

Gempuran kendaraan asal China yang masuk ke pasar otomotif Tanah Air memang terasa masif. Tidak hanya produk bermesin konvensional (Internal Combustion Engine atau ICE) saja, namun yang berteknologi hybrid maupun bermotor listrik juga saling berebut kue pasar. Great Wall Motors (GWM) merasa pasar Indonesia masih punya peluang untuk memasarkan beberapa produk mereka. Salah satunya ialah Haval Jolion, yang melangsungkan debutnya di Indonesia pada ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2024 silam. 

Desain eksterior Haval Jolion memiliki gaya yang dinamis, tapi masih ada aksen tegas di bodinya. Fascia mobil ini dengan grill yang unik, desainnya tergolong berbeda dengan mobil sekelasnya. Jadi, sebenarnya Haval Jolion pasti mudah dikenali dari bagian depannya. Apalagi desain lampu depannya juga punya desain futuristik.

Kontur tegas

Bodi sampingnya punya kontur yang tegas, disertai garis melengkung yang menampilkan kesan dinamis. Menuju ke buritan, lampu belakangnya punya desain yang spesial. Sayangnya, kami kurang ‘sreg’ dengan emblem GWM yang agak terlalu besar pada pintu bagasi. Di bagian bawah bumper belakang, ada aksen sporty yang punya beberapa diffuser. Velg 18 incinya dibalut dengan ban 225/55 R18.

Lanjut masuk ke interiornya, langsung saja disambut oleh bahan kulit sintetis yang membalut sekujur joknya. Desain kursinya memiliki kontur yang baik, namun perlu beberapa waktu untuk menyesuaikan posisi mengemudi yang tepat, supaya saat melakukan perjalanan tetap terasa nyaman.

Melihat ke bagian atap, terdapat panoramic roof yang membentang dari bagian depan sampai ke belakang. Di bagian depan, kursi pengemudi sudah memiliki pengaturan elektrik, sedangkan kursi penumpang depan masih model pengaturan manual. Haval Jolion punya layar sentuh multimedia 10,25 inci yang mendukung Apple CarPlay dan Android Auto. Sistem hiburan ini juga mendukung pengaturan dual zone AC. Selain itu, ada juga beberapa port USB untuk mengisi daya perangkat elektronik.

Rasa berkendara yang halus

Haval Jolion hadir dengan mesin bensin berkapasitas 1.5 liter dipadukan dengan motor listrik. Kombinasi ini menghasilkan output sebesar 187 hp dan torsi maksimal 375 Nm. Menariknya, ada penggunaan transmisi DHT (Dedicated Hybrid Transmission) yang memberikan rasa berkendara lebih halus.

Memang, untuk urusan pengereman perlu beradaptasi selama beberapa saat. Jika diinjak terlalu dalam, maka bakal mengejutkan. Tapi kalau pedalnya diinjak ‘menggantung’, seperti kurang menggigit. Meliuk di lalu-lintas padat atau di area parkiran yang kurang lapang, bukan masalah bagi SUV ini, sebab radius putarnya tergolong kecil.

Harga kompetitif

Haval Jolion sudah dilengkapi dengan fitur ADAS (Advanced Driver Assistance System). Mencakup berbagai teknologi seperti Adaptive Cruise Control, Lane Keeping Assist, dan Automatic Emergency Braking. Proses parkir mundur juga menjadi mudah, karena ada kamera belakang dan sensor parkir. Kapasitas bagasi tidak bisa dikatakan lapang, karena kapasitasnya ‘hanya’ 390 liter.

Terkait harganya, memang tergolong kompetitif. Ketika diluncurkan pertama kali, harganya dipatok Rp 448 jutaan. Namun, beberapa bulan kemudian malah turun jadi Rp 405 jutaan. Ternyata karena sudah dirakit secara lokal di Wanaherang, Jawa Barat. Apakah mobil ini layak dibeli? Jawabannya memang layak menjadi salah satu pilihan. Apalagi jika Anda sedang mencari SUV hybrid dengan fitur lengkap.

Menyelami Teknologi Hybrid Milik GWM Haval

Teknologi hybrid memang bukan barang baru, namun selalu menarik untuk diselami. Seperti acara yang diiniasi oleh Great Wall Motor (GWM) Indonesia, dalam memaparkan inovasi teknologi hybrid terbaru pada Haval Jolion HEV. Workshop yang diselenggarakan oleh Inchcape GWM Retail Indonesia (IGRI) ini, diisi dengan penjelasan mendalam mengenai keunggulan teknologi hybrid Haval Jolion.

Haval Jolion HEV dirancang untuk memberikan keseimbangan antara performa, efisiensi bahan bakar, dan kenyamanan berkendara. Mobil ini menggunakan platform L.E.M.O.N., dilengkapi dengan Dedicated Hybrid Transmission (DHT), serta tentunya mesin 1.5 liter. Output maksimal yang dihasilkan oleh gabungan mesin dan motor listriknya ialah 187 hp. Sedangkan torsi puncak mencapai 375 Nm.

Pengalaman berkendara yang tenang dan nyaman, tidak terlepas dari minimnya aspek NVH (Noise, Vibration, Harshness) pada Haval Jolion. Desain chassis yang ringan namun kokoh, Haval Jolion mampu meminimalisir kebisingan maupun getaran, saat berkendara. Dengan kendaraan ini, GWM Indonesia membawa solusi mobilitas yang ramah lingkungan, tanpa harus kompromi dengan performa yang dihasilkan.

Haval Jolion HEV menyuguhkan enam mode operasional, untuk menyesuaikan kebutuhan pengemudi di beragam kondisi jalan. Yang pertama ialah EV Mode, yang menggunakan tenaga listrik sepenuhnya dari baterai untuk menggerakkan kendaraan. Kedua adalah Serial Mode, yang mana mesin bensin berfungsi sebagai generator, untuk mengisi ulang baterai hybrid sambil memberikan daya ke motor penggerak.

Lalu ada Parallel Mode, yang berlangsung pada kecepatan menengah. Sistem menggabungkan daya dari mesin bensin dan baterai, untuk memastikan efisiensi bahan bakar optimal, cocok untuk perjalanan lancar. Untuk Parallel Mode pada kecepatan tinggi, mesin bensin bertindak sebagai sumber tenaga utama.

Sedangkan Dynamic Performance Mode, aktif saat membutuhkan tenaga besar, seperti saat melewati kendaraan di depan atau melewati tanjakan curam. Dengan menggabungkan tenaga dari mesin bensin, baterai, dan motor listrik. Regenerative Braking Mode terjadi selama deselerasi atau berkendara menurun. Sistem akan mengubah energi kinetik menjadi Listrik, untuk menjaga performa baterai tetap optimal.

Toyota Corolla Altis Facelift Varian GR Sport Cuma Ada Versi HEV

Versi facelift dari sedan Toyota Corolla Altis baru saja diperkenalkan di Thailand. Hanya saja untuk model yang satu ini tak punya varian GR. Berbeda dengan versi hatchback, yang punya versi GR Corolla. Meskipun begitu, sedan Corolla Altis punya varian GR Sport yang bergaya sporty.

Meskipun cukup menghibur hati penyuka sedan Corolla, namun Altis GR Sport hanya tersedia versi hybrid (HEV). Hal ini tentu saja bikin iri para penyuka versi bermesin bensin.

Bodykit GR Sport

Sesuai labelnya, varian GR Sport dibekali bodykit yang bikin gaya tampilan jadi lebih sporty. Aksesoris eksterior pun dibedakan dari sedan Corolla Altis varian reguler.

Pada bagian depan terlihat desain bumper Toyota Corolla Altis GR Sport punya lubang intake berukuran lebih besar. Desainnya mengacu pada GR Yaris dan GR Corolla. Desain grille yang lebih ramping bikin wajah jadi terlihat agak meruncing. Serasi dengan desain lampu depan model yang agak menyipit.

Pada sejumlah panel bodi diberi aksen warna Gloss Black yang serasi dengan pelek alloy 17-inci berkelir hitam. Panel side skirt tak ada ubahan. Demikian pula dengan sirip diffuser pada bemper belakang.

Yang sedikit beda di bagian buritan hanya tambahan spoiler. Lampu belakang LED pakai versi smoke yang dipadukan dengan mika bening. Dari sentuhan eksterior yang tak terlalu ekstrem pada varian GR Sport menjadi ciri pembeda dari versi GR tulen.

Interior Khas GR Sport

Tak hanya sentuhan eksterior, kemasan interior pun digarap agak beda dari versi reguler. Jok dibalut kulit suede berpori dengan aksen jahitan benang warna merah senada seatbelt.

Aksen garnish warna Smoked Silver dan emblem GR pada setir serta tombol Start/Stop bikin tampilan interior jadi kian sporty.

Pada dashboard terpampang layar head unit 9-inci dan layar instrumen 12.3-inci plus fitur proyeksi head-up display berwarna.

Update Fitur?

Ternyata ubahan lebih banyak pada seputar kosmetik. Bahkan mesin 1.8-liter bermodul hybrid yang tertanam di depan outputnya tetap 121 hp.

Yang mengalami upgrade adalah baterai penyuplai daya listrik untuk modul hybrid. Baterai jenis nickel-metal hydride (Ni-MH) kini diganti dengan lithium-ion. Kapasitas baterai pun berubah dari sebelumnya 3.6 Ah menjadi 4 Ah.

Ubahan spek baterai sedikit berdampak pada konsumsi BBM. Dari sebelumnya 4,3 l/100 km menjadi 4,2 l/100 km. Hanya lebih irit setetes. Electric power-steering, stabilizer belakang serta per keong dan pegas shockbreaker pada sistem suspensi pakai spek GR Sport.

Corolla Altis HEV GR Sport di Thailand unitnya saat ini sudah mulai dipasarkan. Label harganya mulai dari 1.129.000 Baht Thailand atau sekira Rp 514,4 jutaan. Selisihnya tak terlampau jauh dari sedan HEV sekelasnya di Negeri Gajah Putih yang berada di kisaran 1.009.000 Baht Thailand atau setara Rp 459,8 jutaan.

Subaru Crosstrek Hybrid 2025 Pakai Sistem Hybrid Jenis Baru

Versi terbaru Subaru Crosstrek Hybrid untuk model tahun 2025 resmi debut perdana di Jepang. Tak sebatas penyegaran tampilan, brand otomotif dari Negeri Matahari Terbit ini juga membekali dengan mesin hybrid e-Boxer generasi terbaru. Mesin boxer 2.5-liter bertenaga 158 hp dan torsi puncak 209 Nm dipadukan dengan modul ‘strong hybrid’.

Ada dua motor elektrik yang dipasang pada Crosstrek. Satu unit berfungsi sebagai motor-generator. Satu unit lainnya yakni motor traksi pada gardan belakang.

Output motor traksi ini lumayan yakni 88 kW (118 hp) dengan torsi maksimum 270 Nm. Fungsi motor traksi tak sebatas jadi pembantu traksi roda pada saat sistem penggerak all-wheel drive bekerja. Tapi juga sebagai penggerak utama pada mode EV.

Sebongkah baterai lithium-ion 1,1 kWh terpasang di sasis belakang sebagai pemasok daya untuk motor elektrik hybrid. Power outlet AC100V/1500W pengisian ulang daya baterai dan fungsi V2L (vehicle to load) juga dibekalkan pada Crosstrek.

Dengan sistem ‘strong hybrid’, konsumsi BBM diklaim lebih irit hingga 20 persen daripada generasi Crosstrek terdahulu.

Bahkan jarak jelajah maksimum Crosstrek dengan kombinasi bensin-hybrid dikatakan bisa mencapai hingga 1.000 km!

Karena masih tahap perkenalan, maka daftar harga resminya belum diumumkan. Walau belum resmi dipasarkan, namun para peminat Crosstrek Hybrid saat ini sudah bisa melakukan inden pemesanan di jaringan dealer Subaru seantero Jepang. Bahkan ada bonus kulkas portable bagi para pemesan pada daftar urutan teratas.

Apakah mesin hybrid pada Crosstrek Hybrid juga akan dibekalkan pada versi terbaru Subaru Forester yang bakal muncul?

Perawatan Suzuki Grand Vitara Hybrid Mudah dan Relatif Terjangkau

Saat ini sudah terlihat tanda akan memasuki musim penghujan. Oleh sebab itu hindari berkendara di daerah yang terkena banjir. Tapi jika terpaksa melalui daerah yang banjir, jangan lupa untuk melakukan perawatan kendaraan.

Meskipun mobil Suzuki Grand Vitara masuk kategori SUV, jangan memaksakan diri untuk nekat melintasinya. Apalagi jika kedalaman genangan airnya hingga melebihi setengah tinggi roda. Hal tersebut untuk menjaga agar sistem kelistrikan dan perangkat elektronik pada kendaraan tetap aman.

Seperti diketahui, Suzuki Grand Vitara dilengkapi teknologi SHVS (Suzuki Hybrid Vehicle System). Pada sistem hybrid ini ada dua komponen penting yakni motor elektrik hybrid ISG (Integrated Starter Generator) dan baterai lithium pemasok daya listrik untuk sistem hybrid.

Rendaman air banjir berisiko membuat sistem dan perangkat elektrikal mengalami malfungsi hingga kerusakan serius. Hal ini tentunya mengganggu kinerja kendaraan. Lebih baik mencegah daripada pusing karena harus keluar ongkos banyak untuk biaya perbaikan bukan?

Cek Fungsi Kendaraan

Meskipun mobil sekarang sudah canggih, tetap perlu untuk memanaskan kendaraan Anda secara rutin. Terutama pada pagi hari sebelum mulai berkendara, terlebih lagi jika kendaraan tidak digunakan dalam waktu yang cukup lama hingga beberapa hari. Tak perlu terlalu lama, cukup sekira dua menit.

Selain mengecek kapasitas BBM serta temperatur kendaraan yang tertera pada MID (Multi Information Display), pastikan untuk selalu memperhatikan indikator daya baterai. Suzuki Grand Vitara dilengkapi dua jenis baterai yakni baterai Lithium untuk perangkat hybrid dan baterai biasa untuk sistem kelistrikan kendaraan.

Cek juga fungsi lampu utama, lampu rem dan lampu sein. Hal yang terkesan sepele, tapi sebenarnya sangat penting.

Rutin Servis Berkala

Rajin mencuci dan membersihkan area kolong mobil saja tidaklah cukup, terlebih setelah melewati area banjir. Pastikan untuk rutin melakukan perawatan kendaraan Anda secara berkala di bengkel resmi Suzuki.

Servis di bengkel resmi Suzuki ditangani tenaga mekanik bersertifikasi, dengan prosedur pengecekan sebanyak 23 item.

Suzuki menyediakan layanan gratis biaya jasa servis hingga jarak tempuh 50.000 kilometer bagi konsumen yang melakukan pemeriksaan berkala Grand Vitara. Biaya jasa servis baru dikenakan setelah 60.000 hingga 100.000 kilometer dan seterusnya.

Biaya perawatan selama lima tahun atau 100.000 kilometer (mana yang tercapai lebih dulu) totalnya sekitar Rp 11.084.750. Kurang lebih setara Rp 6.000-an per hari.

Biaya perawatan tersebut sudah termasuk penggantian komponen fast moving dan oli Ecstar. Namun tidak termasuk penggantian suku cadang tambahan, baik berdasarkan kebutuhan atau permintaan konsumen.

Tak hanya melayani perawatan kendaraan berkala di bengkel resmi, PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) juga punya layanan servis darurat yakni Halo Suzuki. Para pemilik mobil Suzuki bisa memanfaatkan layanan telpon hotline bebas pulsa di nomor 0800-1100-800, siaga 24 jam. Jadi tak perlu khawatir bila mengalami masalah pada kendaraan, kapanpun dan dimanapun.

Bea Pajak Relatif Terjangkau

Selain biaya perawatan, yang kerap jadi perhitungan para konsumen sebelum membeli sebuah mobil adalah besaran Pajak Kendaraan Bermotor (PKB). Nah, besaran pajak untuk Grand Vitara tipe GL dan GX ternyata sedikit berbeda.

Suzuki Grand Vitara tipe GL besaran pajaknya sebesar Rp 5.712.000, sedangkan tipe GX sebesar Rp 6.111.000 per tahun. Dengan demikian, hitung-hitung dana yang harus disisihkan untuk pajak tahunan sekira Rp 15.000-16.000-an per hari.

Di luar ongkos parkir dan bensin serta tol, biaya yang harus dikeluarkan untuk sebuah Suzuki Grand Vitara tidak terlampau mahal dan masih relatif terjangkau.

Toyota AE86 BEV

Jangan Keliru, Mobil Listrik dan Hybrid Ada Bedanya

Mobil listrik dan mobil hybrid kini semakin populer karena lebih ramah lingkungan. Meski tampak serupa dalam hal mengurangi emisi gas buang, mobil listrik dan hybrid memiliki perbedaan signifikan. Memahami perbedaan ini bisa membantu konsumen memilih kendaraan yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing.

Mobil listrik dan hybrid merupakan dua teknologi kendaraan yang memanfaatkan listrik sebagai sumber tenaga utama. Namun, cara kerja kedua jenis kendaraan ini berbeda. Tenaga mobil listrik sepenuhnya dari motor listrik, dan baterai. Dengan begitu, tidak akan menemukan mesin pembakaran internal pada mobil listrik, karena sumber daya utamanya adalah energi listrik yang disimpan di dalam baterai besar.

Perlu dorongan tambahan

Berbeda dengan mobil listrik, mobil hybrid menggabungkan mesin pembakaran internal dengan kendaraan listrik. Mobil hybrid memiliki dua sistem penggerak, yaitu mesin pembakaran internal, dan motor listrik. Motor listrik ini biasanya digunakan untuk mempercepat mobil saat melaju dengan kecepatan rendah, atau saat butuh dorongan tambahan untuk menghemat bahan bakar.

Meski sama-sama menggunakan energi listrik, mobil listrik sepenuhnya bergantung pada baterai, sedangkan mobil hybrid menggabungkan mesin tradisional dengan tenaga listrik, untuk menciptakan pengalaman berkendara yang lebih hemat energi.

Tekan emisi karbon

Jika membahas kelebihan dan kekurangan mobil listrik dan hybrid, penting untuk mempertimbangkan aspek-aspek seperti efisiensi energi, biaya perawatan, dan dampak lingkungan. Kelebihan utama mobil listrik adalah efisiensi energinya. Mobil listrik tidak memerlukan bahan bakar fosil, sehingga dapat mengurangi emisi karbon secara drastis.

Pemilik mobil listrik juga dapat menikmati biaya operasional lebih rendah, karena tidak ada bahan bakar yang harus diisi. Selain itu, perawatan mobil listrik lebih sederhana karena tidak adanya mesin pembakaran internal.

Tetap ada kekurangan

Meski ramah lingkungan, mobil listrik memiliki beberapa kekurangan. Salah satu yang utama adalah keterbatasan infrastruktur pengisian daya, terutama di wilayah pedesaan atau daerah terpencil. Waktu pengisian daya yang lebih lama juga menjadi masalah bagi sebagian orang yang butuh kendaraan siap pakai dalam waktu singkat.

Salah satu kelebihan utama mobil hybrid adalah fleksibilitasnya. Dengan menggunakan mesin pembakaran internal dan motor listrik, mobil ini memiliki jangkauan yang lebih jauh dibandingkan mobil listrik. Pemilik mobil ini tidak perlu khawatir tentang kehabisan daya di tengah perjalanan panjang, karena mesin bensin atau diesel dapat mengambil alih ketika baterai habis.

Meski lebih efisien dari kendaraan konvensional, mobil hybrid tetap memiliki kelemahan dalam hal emisi. Mesin pembakaran internal tetap menghasilkan emisi dalam jumlah lebih rendah. Lagipula, perawatan mobil ini bisa lebih rumit, karena adanya dua sistem penggerak yang perlu dirawat.