JTD Toyota 2024

Resmi, Mobil Hybrid Dapat Insentif PPnBM

Akhirnya diputuskan, mobil berpenggerak hybrid akan mendapatkan insentif PPnBM tiga persen dari pemerintah.

Hal ini diungkapkan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto di Jakarta, Senin (16/12) lalu. “Untuk kendaraan hybrid, pemerintah memberikan diskon sebesar tiga persen,” kata Airlangga.

Untuk itu, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mendesak para produsen mobil untuk segera mendaftarkan model-modelnya, supaya bisa menikmati insentif mulai 1 Januari 2025 nanti.

Namun tidak begitu saja insentif PPnBM itu disebar. Diskon pajak yang ditanggung pemerintah itu hanya berlaku untuk mobil hybrid ataupun mild hybrid, yang dibuat di Indonesia.

Haval Jolion HEV bisa dapat insentif PPnBM mobil hybrid

Tidak lupa, produsennya juga sudah mendaftar untuk ikut program Low Carbon Emission Vehicle (LCEV). Kewajiban mendaftar program LCEV tersebut juga ada aturannya, yang tercantum pada Peraturan Menteri Perindustrian No.36 Tahun 2021.

Efeknya adalah, selain mobil hybrid CBU belum bisa menerima diskon pajak yang ditanggung pemerintah, mobil PHEV juga tidak bisa ikut. Alasannya, belum ada mobil PHEV yang dibuat lokal di Indonesia.

Saat ini, produsen yang memiliki mobil hybrid rakitan lokal adalah Toyota (Innova Zenix, Yaris Cross HEV), GWM dengan Haval Jolion. Lalu, Suzuki memiliki Grand Vitara dan Ertiga serta XL-7 yang diimbuhi mild hybrid.

Berita bagus lainnya adalah, insentif untuk kendaraan listrik berbasis baterai masih akan dilanjutkan. Termasuk yang didatangkan secara utuh (CBU) dari negara asalnya. Hal ini untuk memperluas penggunaan kendaraan emisi rendah dan mempercepat pencapaian target Net Zero Emission 2060.

Jajal Langsung Dua Kendaraan Elektrifikasi Honda di Jogja

Gelaran Honda e:Technology City Tour Explore Indonesia pamungkas di tahun 2024 ini, hadir di Yogyakarta pada 14-15 Desember 2024. Dengan tema Past Meet the Future, acara ini memadukan eksplorasi tempat bersejarah, dengan pengalaman berkendara menggunakan kendaraan elektrifikasi Honda.

Beberapa hari sebelum para peserta Honda e:Technology City Tour diajak menjelajahi berbagai ikon budaya Yogyakarta, kami berkesempatan untuk mencoba dua kendaraan elektrifikasi Honda, yaitu Honda STEP WGN e:HEV dan Honda e:N1.

Hadirkan Kenyamanan Untuk Penumpang

Honda STEP WGN e:HEV merupakan mobil Upper MPV Honda, yang menghadirkan desain kabin lapang, untuk memberikan kenyamanan bagi penumpang selama perjalanan.

Honda STEP WGN e:HEV menggunakan teknologi hybrid terbaru yang efisien, bertenaga, sekaligus ramah lingkungan. Selain itu, mobil ini juga menggunakan teknologi keselamatan Honda SENSING, sehingga memberikan kenyamanan dan keselamatan berkendara untuk penggunanya.

Desain kabin mobil ini mengutamakan kenyamanan serta fleksibilitas, dengan kursi yang dapat diatur dengan berbagai konfigurasi. Hal ini sejalan dengan konsep kenyamanan untuk seluruh penumpang. Honda STEP WGN generasi keenam ini mempunyai dimensi berupa panjang 4.830 mm, lebar 1.750 mm dan tinggi 1.845 mm.

Interior Honda STEP WGN dirancang dengan fokus pada kenyamanan serta kemudahan untuk penumpangnya. Honda STEP WGN mempunyai konfigurasi pengaturan Magic Seat, yang memungkinkan kursi belakang untuk dilipat sehingga memberikan fleksibilitas dalam penyimpanan barang.

Honda STEP WGN generasi keenam memang memiliki dua varian mesin. Yang pertama ialah 1.5 liter VTEC dengan transmisi CVT, selanjutnya adalah 2.0 liter e:HEV dengan transmisi e-CVT. Sedangkan varian trim terdiri dari Air, Spada, dan Spada Premium Line. Unit yang kami coba selama di Yogyakarta ialah trim Spada dengan varian mesin e:HEV.

SUV Listrik Yang Menyenangkan

Honda e:N1 merupakan mobil SUV listrik pertama Honda, yang hadir dengan karakter berkendara menyenangkan. Tak hanya itu, Honda juga menyuguhkan fitur keselamatan yang lengkap. Honda e:N1 diyakini sesuai untuk berbagai daerah di Indonesia, yang memiliki karakter jalan yang beragam.

Honda e:N1 menggunakan baterai lithium-ion berkapasitas 68.8 kWh, yang dapat digunakan untuk daya jarak tempuh maksimum 500 km, untuk sekali pengisian daya. SUV ini punya torsi maksimum sebesar 310 Nm. Selain itu, Honda e:N1 menganut teknologi DC fast charging, sehingga dapat mengisi 80 persen kapasitas baterai dalam waktu 50 menit.

Honda e:N1 dikembangkan dari platform Honda HR-V generasi terkini, berdasarkan konsep desain e:N Architecture F. Konsep ini memadukan aspek premium dengan teknologi powertrain bertenaga tinggi. Tanpa kompromi dengan rasa berkendara khas Honda pada umumnya.

Terdapat pula fitur Electronic Gear Selector, 3 Mode Driving System (NORMAL, ECON, SPORT), serta Deceleration Paddle Selectors, untuk memberikan kenyamanan dalam berkendara.

Kabin Honda e:N1 didominasi warna hitam pada joknya, dipadu dengan warna biru yang terdapat pada panel instrumen dashboard serta pintu. Honda e:N1 menyematkan Display Audio 15.1 inci, serta TFT Meter Multi-Information Display 10,25 inci. Tak luput teknologi keselamatan Honda SENSING.

PT Honda Prospect Motor memperkenalkan Honda e:N1, pada ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2024 lalu. Model ini dipilih Honda sebagai mobil listrik pertama untuk Indonesia, setelah berhasil riset mendalam mengenai elektrifikasi di Tanah Air. Kabar kuat bahwa Honda e:N1 akan diluncurkan untuk pasar Indonesia pada tahun 2025 mendatang.

Review: Haval Jolion Hybrid 2024

Gempuran kendaraan asal China yang masuk ke pasar otomotif Tanah Air memang terasa masif. Tidak hanya produk bermesin konvensional (Internal Combustion Engine atau ICE) saja, namun yang berteknologi hybrid maupun bermotor listrik juga saling berebut kue pasar. Great Wall Motors (GWM) merasa pasar Indonesia masih punya peluang untuk memasarkan beberapa produk mereka. Salah satunya ialah Haval Jolion, yang melangsungkan debutnya di Indonesia pada ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2024 silam. 

Desain eksterior Haval Jolion memiliki gaya yang dinamis, tapi masih ada aksen tegas di bodinya. Fascia mobil ini dengan grill yang unik, desainnya tergolong berbeda dengan mobil sekelasnya. Jadi, sebenarnya Haval Jolion pasti mudah dikenali dari bagian depannya. Apalagi desain lampu depannya juga punya desain futuristik.

Kontur tegas

Bodi sampingnya punya kontur yang tegas, disertai garis melengkung yang menampilkan kesan dinamis. Menuju ke buritan, lampu belakangnya punya desain yang spesial. Sayangnya, kami kurang ‘sreg’ dengan emblem GWM yang agak terlalu besar pada pintu bagasi. Di bagian bawah bumper belakang, ada aksen sporty yang punya beberapa diffuser. Velg 18 incinya dibalut dengan ban 225/55 R18.

Lanjut masuk ke interiornya, langsung saja disambut oleh bahan kulit sintetis yang membalut sekujur joknya. Desain kursinya memiliki kontur yang baik, namun perlu beberapa waktu untuk menyesuaikan posisi mengemudi yang tepat, supaya saat melakukan perjalanan tetap terasa nyaman.

Melihat ke bagian atap, terdapat panoramic roof yang membentang dari bagian depan sampai ke belakang. Di bagian depan, kursi pengemudi sudah memiliki pengaturan elektrik, sedangkan kursi penumpang depan masih model pengaturan manual. Haval Jolion punya layar sentuh multimedia 10,25 inci yang mendukung Apple CarPlay dan Android Auto. Sistem hiburan ini juga mendukung pengaturan dual zone AC. Selain itu, ada juga beberapa port USB untuk mengisi daya perangkat elektronik.

Rasa berkendara yang halus

Haval Jolion hadir dengan mesin bensin berkapasitas 1.5 liter dipadukan dengan motor listrik. Kombinasi ini menghasilkan output sebesar 187 hp dan torsi maksimal 375 Nm. Menariknya, ada penggunaan transmisi DHT (Dedicated Hybrid Transmission) yang memberikan rasa berkendara lebih halus.

Memang, untuk urusan pengereman perlu beradaptasi selama beberapa saat. Jika diinjak terlalu dalam, maka bakal mengejutkan. Tapi kalau pedalnya diinjak ‘menggantung’, seperti kurang menggigit. Meliuk di lalu-lintas padat atau di area parkiran yang kurang lapang, bukan masalah bagi SUV ini, sebab radius putarnya tergolong kecil.

Harga kompetitif

Haval Jolion sudah dilengkapi dengan fitur ADAS (Advanced Driver Assistance System). Mencakup berbagai teknologi seperti Adaptive Cruise Control, Lane Keeping Assist, dan Automatic Emergency Braking. Proses parkir mundur juga menjadi mudah, karena ada kamera belakang dan sensor parkir. Kapasitas bagasi tidak bisa dikatakan lapang, karena kapasitasnya ‘hanya’ 390 liter.

Terkait harganya, memang tergolong kompetitif. Ketika diluncurkan pertama kali, harganya dipatok Rp 448 jutaan. Namun, beberapa bulan kemudian malah turun jadi Rp 405 jutaan. Ternyata karena sudah dirakit secara lokal di Wanaherang, Jawa Barat. Apakah mobil ini layak dibeli? Jawabannya memang layak menjadi salah satu pilihan. Apalagi jika Anda sedang mencari SUV hybrid dengan fitur lengkap.

Menyelami Teknologi Hybrid Milik GWM Haval

Teknologi hybrid memang bukan barang baru, namun selalu menarik untuk diselami. Seperti acara yang diiniasi oleh Great Wall Motor (GWM) Indonesia, dalam memaparkan inovasi teknologi hybrid terbaru pada Haval Jolion HEV. Workshop yang diselenggarakan oleh Inchcape GWM Retail Indonesia (IGRI) ini, diisi dengan penjelasan mendalam mengenai keunggulan teknologi hybrid Haval Jolion.

Haval Jolion HEV dirancang untuk memberikan keseimbangan antara performa, efisiensi bahan bakar, dan kenyamanan berkendara. Mobil ini menggunakan platform L.E.M.O.N., dilengkapi dengan Dedicated Hybrid Transmission (DHT), serta tentunya mesin 1.5 liter. Output maksimal yang dihasilkan oleh gabungan mesin dan motor listriknya ialah 187 hp. Sedangkan torsi puncak mencapai 375 Nm.

Pengalaman berkendara yang tenang dan nyaman, tidak terlepas dari minimnya aspek NVH (Noise, Vibration, Harshness) pada Haval Jolion. Desain chassis yang ringan namun kokoh, Haval Jolion mampu meminimalisir kebisingan maupun getaran, saat berkendara. Dengan kendaraan ini, GWM Indonesia membawa solusi mobilitas yang ramah lingkungan, tanpa harus kompromi dengan performa yang dihasilkan.

Haval Jolion HEV menyuguhkan enam mode operasional, untuk menyesuaikan kebutuhan pengemudi di beragam kondisi jalan. Yang pertama ialah EV Mode, yang menggunakan tenaga listrik sepenuhnya dari baterai untuk menggerakkan kendaraan. Kedua adalah Serial Mode, yang mana mesin bensin berfungsi sebagai generator, untuk mengisi ulang baterai hybrid sambil memberikan daya ke motor penggerak.

Lalu ada Parallel Mode, yang berlangsung pada kecepatan menengah. Sistem menggabungkan daya dari mesin bensin dan baterai, untuk memastikan efisiensi bahan bakar optimal, cocok untuk perjalanan lancar. Untuk Parallel Mode pada kecepatan tinggi, mesin bensin bertindak sebagai sumber tenaga utama.

Sedangkan Dynamic Performance Mode, aktif saat membutuhkan tenaga besar, seperti saat melewati kendaraan di depan atau melewati tanjakan curam. Dengan menggabungkan tenaga dari mesin bensin, baterai, dan motor listrik. Regenerative Braking Mode terjadi selama deselerasi atau berkendara menurun. Sistem akan mengubah energi kinetik menjadi Listrik, untuk menjaga performa baterai tetap optimal.

Toyota Corolla Altis Facelift Varian GR Sport Cuma Ada Versi HEV

Versi facelift dari sedan Toyota Corolla Altis baru saja diperkenalkan di Thailand. Hanya saja untuk model yang satu ini tak punya varian GR. Berbeda dengan versi hatchback, yang punya versi GR Corolla. Meskipun begitu, sedan Corolla Altis punya varian GR Sport yang bergaya sporty.

Meskipun cukup menghibur hati penyuka sedan Corolla, namun Altis GR Sport hanya tersedia versi hybrid (HEV). Hal ini tentu saja bikin iri para penyuka versi bermesin bensin.

Bodykit GR Sport

Sesuai labelnya, varian GR Sport dibekali bodykit yang bikin gaya tampilan jadi lebih sporty. Aksesoris eksterior pun dibedakan dari sedan Corolla Altis varian reguler.

Pada bagian depan terlihat desain bumper Toyota Corolla Altis GR Sport punya lubang intake berukuran lebih besar. Desainnya mengacu pada GR Yaris dan GR Corolla. Desain grille yang lebih ramping bikin wajah jadi terlihat agak meruncing. Serasi dengan desain lampu depan model yang agak menyipit.

Pada sejumlah panel bodi diberi aksen warna Gloss Black yang serasi dengan pelek alloy 17-inci berkelir hitam. Panel side skirt tak ada ubahan. Demikian pula dengan sirip diffuser pada bemper belakang.

Yang sedikit beda di bagian buritan hanya tambahan spoiler. Lampu belakang LED pakai versi smoke yang dipadukan dengan mika bening. Dari sentuhan eksterior yang tak terlalu ekstrem pada varian GR Sport menjadi ciri pembeda dari versi GR tulen.

Interior Khas GR Sport

Tak hanya sentuhan eksterior, kemasan interior pun digarap agak beda dari versi reguler. Jok dibalut kulit suede berpori dengan aksen jahitan benang warna merah senada seatbelt.

Aksen garnish warna Smoked Silver dan emblem GR pada setir serta tombol Start/Stop bikin tampilan interior jadi kian sporty.

Pada dashboard terpampang layar head unit 9-inci dan layar instrumen 12.3-inci plus fitur proyeksi head-up display berwarna.

Update Fitur?

Ternyata ubahan lebih banyak pada seputar kosmetik. Bahkan mesin 1.8-liter bermodul hybrid yang tertanam di depan outputnya tetap 121 hp.

Yang mengalami upgrade adalah baterai penyuplai daya listrik untuk modul hybrid. Baterai jenis nickel-metal hydride (Ni-MH) kini diganti dengan lithium-ion. Kapasitas baterai pun berubah dari sebelumnya 3.6 Ah menjadi 4 Ah.

Ubahan spek baterai sedikit berdampak pada konsumsi BBM. Dari sebelumnya 4,3 l/100 km menjadi 4,2 l/100 km. Hanya lebih irit setetes. Electric power-steering, stabilizer belakang serta per keong dan pegas shockbreaker pada sistem suspensi pakai spek GR Sport.

Corolla Altis HEV GR Sport di Thailand unitnya saat ini sudah mulai dipasarkan. Label harganya mulai dari 1.129.000 Baht Thailand atau sekira Rp 514,4 jutaan. Selisihnya tak terlampau jauh dari sedan HEV sekelasnya di Negeri Gajah Putih yang berada di kisaran 1.009.000 Baht Thailand atau setara Rp 459,8 jutaan.

Subaru Crosstrek Hybrid 2025 Pakai Sistem Hybrid Jenis Baru

Versi terbaru Subaru Crosstrek Hybrid untuk model tahun 2025 resmi debut perdana di Jepang. Tak sebatas penyegaran tampilan, brand otomotif dari Negeri Matahari Terbit ini juga membekali dengan mesin hybrid e-Boxer generasi terbaru. Mesin boxer 2.5-liter bertenaga 158 hp dan torsi puncak 209 Nm dipadukan dengan modul ‘strong hybrid’.

Ada dua motor elektrik yang dipasang pada Crosstrek. Satu unit berfungsi sebagai motor-generator. Satu unit lainnya yakni motor traksi pada gardan belakang.

Output motor traksi ini lumayan yakni 88 kW (118 hp) dengan torsi maksimum 270 Nm. Fungsi motor traksi tak sebatas jadi pembantu traksi roda pada saat sistem penggerak all-wheel drive bekerja. Tapi juga sebagai penggerak utama pada mode EV.

Sebongkah baterai lithium-ion 1,1 kWh terpasang di sasis belakang sebagai pemasok daya untuk motor elektrik hybrid. Power outlet AC100V/1500W pengisian ulang daya baterai dan fungsi V2L (vehicle to load) juga dibekalkan pada Crosstrek.

Dengan sistem ‘strong hybrid’, konsumsi BBM diklaim lebih irit hingga 20 persen daripada generasi Crosstrek terdahulu.

Bahkan jarak jelajah maksimum Crosstrek dengan kombinasi bensin-hybrid dikatakan bisa mencapai hingga 1.000 km!

Karena masih tahap perkenalan, maka daftar harga resminya belum diumumkan. Walau belum resmi dipasarkan, namun para peminat Crosstrek Hybrid saat ini sudah bisa melakukan inden pemesanan di jaringan dealer Subaru seantero Jepang. Bahkan ada bonus kulkas portable bagi para pemesan pada daftar urutan teratas.

Apakah mesin hybrid pada Crosstrek Hybrid juga akan dibekalkan pada versi terbaru Subaru Forester yang bakal muncul?

Perawatan Suzuki Grand Vitara Hybrid Mudah dan Relatif Terjangkau

Saat ini sudah terlihat tanda akan memasuki musim penghujan. Oleh sebab itu hindari berkendara di daerah yang terkena banjir. Tapi jika terpaksa melalui daerah yang banjir, jangan lupa untuk melakukan perawatan kendaraan.

Meskipun mobil Suzuki Grand Vitara masuk kategori SUV, jangan memaksakan diri untuk nekat melintasinya. Apalagi jika kedalaman genangan airnya hingga melebihi setengah tinggi roda. Hal tersebut untuk menjaga agar sistem kelistrikan dan perangkat elektronik pada kendaraan tetap aman.

Seperti diketahui, Suzuki Grand Vitara dilengkapi teknologi SHVS (Suzuki Hybrid Vehicle System). Pada sistem hybrid ini ada dua komponen penting yakni motor elektrik hybrid ISG (Integrated Starter Generator) dan baterai lithium pemasok daya listrik untuk sistem hybrid.

Rendaman air banjir berisiko membuat sistem dan perangkat elektrikal mengalami malfungsi hingga kerusakan serius. Hal ini tentunya mengganggu kinerja kendaraan. Lebih baik mencegah daripada pusing karena harus keluar ongkos banyak untuk biaya perbaikan bukan?

Cek Fungsi Kendaraan

Meskipun mobil sekarang sudah canggih, tetap perlu untuk memanaskan kendaraan Anda secara rutin. Terutama pada pagi hari sebelum mulai berkendara, terlebih lagi jika kendaraan tidak digunakan dalam waktu yang cukup lama hingga beberapa hari. Tak perlu terlalu lama, cukup sekira dua menit.

Selain mengecek kapasitas BBM serta temperatur kendaraan yang tertera pada MID (Multi Information Display), pastikan untuk selalu memperhatikan indikator daya baterai. Suzuki Grand Vitara dilengkapi dua jenis baterai yakni baterai Lithium untuk perangkat hybrid dan baterai biasa untuk sistem kelistrikan kendaraan.

Cek juga fungsi lampu utama, lampu rem dan lampu sein. Hal yang terkesan sepele, tapi sebenarnya sangat penting.

Rutin Servis Berkala

Rajin mencuci dan membersihkan area kolong mobil saja tidaklah cukup, terlebih setelah melewati area banjir. Pastikan untuk rutin melakukan perawatan kendaraan Anda secara berkala di bengkel resmi Suzuki.

Servis di bengkel resmi Suzuki ditangani tenaga mekanik bersertifikasi, dengan prosedur pengecekan sebanyak 23 item.

Suzuki menyediakan layanan gratis biaya jasa servis hingga jarak tempuh 50.000 kilometer bagi konsumen yang melakukan pemeriksaan berkala Grand Vitara. Biaya jasa servis baru dikenakan setelah 60.000 hingga 100.000 kilometer dan seterusnya.

Biaya perawatan selama lima tahun atau 100.000 kilometer (mana yang tercapai lebih dulu) totalnya sekitar Rp 11.084.750. Kurang lebih setara Rp 6.000-an per hari.

Biaya perawatan tersebut sudah termasuk penggantian komponen fast moving dan oli Ecstar. Namun tidak termasuk penggantian suku cadang tambahan, baik berdasarkan kebutuhan atau permintaan konsumen.

Tak hanya melayani perawatan kendaraan berkala di bengkel resmi, PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) juga punya layanan servis darurat yakni Halo Suzuki. Para pemilik mobil Suzuki bisa memanfaatkan layanan telpon hotline bebas pulsa di nomor 0800-1100-800, siaga 24 jam. Jadi tak perlu khawatir bila mengalami masalah pada kendaraan, kapanpun dan dimanapun.

Bea Pajak Relatif Terjangkau

Selain biaya perawatan, yang kerap jadi perhitungan para konsumen sebelum membeli sebuah mobil adalah besaran Pajak Kendaraan Bermotor (PKB). Nah, besaran pajak untuk Grand Vitara tipe GL dan GX ternyata sedikit berbeda.

Suzuki Grand Vitara tipe GL besaran pajaknya sebesar Rp 5.712.000, sedangkan tipe GX sebesar Rp 6.111.000 per tahun. Dengan demikian, hitung-hitung dana yang harus disisihkan untuk pajak tahunan sekira Rp 15.000-16.000-an per hari.

Di luar ongkos parkir dan bensin serta tol, biaya yang harus dikeluarkan untuk sebuah Suzuki Grand Vitara tidak terlampau mahal dan masih relatif terjangkau.

Toyota AE86 BEV

Jangan Keliru, Mobil Listrik dan Hybrid Ada Bedanya

Mobil listrik dan mobil hybrid kini semakin populer karena lebih ramah lingkungan. Meski tampak serupa dalam hal mengurangi emisi gas buang, mobil listrik dan hybrid memiliki perbedaan signifikan. Memahami perbedaan ini bisa membantu konsumen memilih kendaraan yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing.

Mobil listrik dan hybrid merupakan dua teknologi kendaraan yang memanfaatkan listrik sebagai sumber tenaga utama. Namun, cara kerja kedua jenis kendaraan ini berbeda. Tenaga mobil listrik sepenuhnya dari motor listrik, dan baterai. Dengan begitu, tidak akan menemukan mesin pembakaran internal pada mobil listrik, karena sumber daya utamanya adalah energi listrik yang disimpan di dalam baterai besar.

Perlu dorongan tambahan

Berbeda dengan mobil listrik, mobil hybrid menggabungkan mesin pembakaran internal dengan kendaraan listrik. Mobil hybrid memiliki dua sistem penggerak, yaitu mesin pembakaran internal, dan motor listrik. Motor listrik ini biasanya digunakan untuk mempercepat mobil saat melaju dengan kecepatan rendah, atau saat butuh dorongan tambahan untuk menghemat bahan bakar.

Meski sama-sama menggunakan energi listrik, mobil listrik sepenuhnya bergantung pada baterai, sedangkan mobil hybrid menggabungkan mesin tradisional dengan tenaga listrik, untuk menciptakan pengalaman berkendara yang lebih hemat energi.

Tekan emisi karbon

Jika membahas kelebihan dan kekurangan mobil listrik dan hybrid, penting untuk mempertimbangkan aspek-aspek seperti efisiensi energi, biaya perawatan, dan dampak lingkungan. Kelebihan utama mobil listrik adalah efisiensi energinya. Mobil listrik tidak memerlukan bahan bakar fosil, sehingga dapat mengurangi emisi karbon secara drastis.

Pemilik mobil listrik juga dapat menikmati biaya operasional lebih rendah, karena tidak ada bahan bakar yang harus diisi. Selain itu, perawatan mobil listrik lebih sederhana karena tidak adanya mesin pembakaran internal.

Tetap ada kekurangan

Meski ramah lingkungan, mobil listrik memiliki beberapa kekurangan. Salah satu yang utama adalah keterbatasan infrastruktur pengisian daya, terutama di wilayah pedesaan atau daerah terpencil. Waktu pengisian daya yang lebih lama juga menjadi masalah bagi sebagian orang yang butuh kendaraan siap pakai dalam waktu singkat.

Salah satu kelebihan utama mobil hybrid adalah fleksibilitasnya. Dengan menggunakan mesin pembakaran internal dan motor listrik, mobil ini memiliki jangkauan yang lebih jauh dibandingkan mobil listrik. Pemilik mobil ini tidak perlu khawatir tentang kehabisan daya di tengah perjalanan panjang, karena mesin bensin atau diesel dapat mengambil alih ketika baterai habis.

Meski lebih efisien dari kendaraan konvensional, mobil hybrid tetap memiliki kelemahan dalam hal emisi. Mesin pembakaran internal tetap menghasilkan emisi dalam jumlah lebih rendah. Lagipula, perawatan mobil ini bisa lebih rumit, karena adanya dua sistem penggerak yang perlu dirawat.

De Tomaso Pantera, Sukses Bikin Kesal Elvis

Kata hybrid dalam dunia otomotif kini identik dengan kendaraan yang menggabungkan mobil bensin dan mobil listrik. Jika ditarik mundur setengah abad yang lalu, kata hybrid memiliki arti yang berbeda. Biasanya dikonotasikan dengan mobil desain Eropa dengan mesin dari Amerika. Salah satu mobil hybrid yang cukup populer dimasanya adalah De Tomaso Pantera.

Meski tidak terlalu ngetop seperti Ferrari, Lamborghini, atau Maserati, De Tomaso sempat menjadi salah satu produsen sports car asal Italia yang cukup terkenal. Didirikan pada tahun 1959 di Modena, oleh Alejandro de Tomaso. Pria tersebut merupakan kelahiran Argentina, namun akhirnya menetap di Italia.

Awalnya de Tomaso adalah seorang pembalap dan berlaga di berbagai kejuaraan termasuk F1. Ketika bergabung di tim OSCA, de Tomaso bereksperimen membuat mobil sendiri dan akhirnya mendirikan De Tomaso Automobili tahun 1959. Di tahun 1963, de Tomaso menciptakan produk pertamanya, yakni Vallelunga.

Awal mula pakai mesin Ford

Vallelunga sendiri awalnya dibuat sebagai konsep oleh De Tomaso Automobili, untuk dijual ke brand lain. Karena tidak ada yang mau membeli desain tersebut, maka akhirnya mobil ini diproduksi sendiri saja. Mesinnya diambil dari Ford Cortina dan diproduksi sebanyak 59 unit saja.

Selanjutnya, pada tahun 1967 lahir Mangusta, menariknya nama mobil ini diambil dari hewan Mongoose (atau cerpelai). De Tomaso Mangusta menggunakan mesin V8 dari Ford dengan bodi rancangan Giorgetto Giugiaro, saat masih berada di rumah desain Ghia. Walaupun Mangusta diproduksi sebanyak 401 unit, namun Alejandro de Tomaso belum puas. Ia sadar bahwa perusahaannya butuh mitra besar jika ingin melakukan produksi massal.

Lee Iacocca, salah satu eksekutif di perusahaan Ford, melihat kesuksesan Chevrolet Corvette di pasar mobil sport. Ia melihat peluang bagi Ford untuk masuk ke segmen tersebut. Dibanding mengembangkan mobil dari awal, Iacocca ingin menghemat waktu dan biaya, dengan menjalin kerjasama dengan pabrikan lain.

Tom Tjaarda merancang bodi Pantera

De Tomaso Automobili maju sebagai mitra kerjasama Ford dalam membuat mobil sport bermesin tengah. Ford akhirnya setuju membeli saham De Tomaso, disusul dengan debut Pantera pada tahun 1970. Dibandingkan mobil De Tomaso sebelumnya, Pantera menggunakan chassis monokok. Bodinya merupakan hasil rancangan Tom Tjaarda, desainer asal Amerika.

Di bagian depan terdapat lampu pop up, sehingga tampilan mobil lebih eksotis. Bentuk bodinya yang serba tajam dan ‘gepeng’, tentu mendongkrak nilai aerodinamika. Pada bagian belakang terdapat lampu belakang milik Alfa Romeo 2000 Berlina.

Interiornya menggunakan bahan vinyl. Sedangkan panel instrumen memiliki desain yang unik. Spidometer dan tachometer berada di depan pengemudi, sedangkan instrumen lainnya ditaruh secara vertikal di konsol tengah. Karena menyasar pasar Amerika, maka Pantera dilengkapi fitur power window dan AC.

Dapur pacu Pantera menggunakan mesin Ford V8 351 Cleveland berkapasitas 5,8 liter yang diletakkan di bagian tengah. Tenaganya sebesar 330 hp dan torsi puncak 515 Nm. Output mesin disalurkan melalui transmisi manual 5 percepatan buatan ZF menuju roda belakang. Aspek engineering mobil ini dibawah pengawasan Giampaolo Dallara.

Build quality kurang mumpuni

De Tomaso Pantera mampu berakselerasi 0-100 km/jam dalam waktu 5,5 detik. Top speed menyentuh 260 km/jam. Kala itu, harganya mulai dari USD 10 ribu atau sekarang setara dengan USD 82 ribu. Seketika Ford mendapatkan banyak pesanan dan produksi Pantera dimulai pada tahun 1971. Sayangnya De Tomaso yang baru memulai produksi massal menghasilkan mobil dengan kualitas tidak optimal. Mulai dari kurangnya anti karat membuat bodi mobil cepat berkarat, gap antara panel yang besar, hingga penggunaan dempul yang tidak rata.

Pada tahun 1972 mesin Pantera dimodifikasi untuk memenuhi regulasi emisi baru, tenaganya melorot jadi 296 hp. Kemudian pada tahun 1972 De Tomaso meluncurkan Pantera L yang berarti Lusso. Kemudian ada Pantera GTS yang hanya dijual di Eropa.

Penjualan Pantera jauh dari target 5.000 unit per tahun. Karena kasus kualitas pembuatan yang kurang apik, terbukti mempengaruhi reputasi Pantera. Bahkan Elvis Presley sempat kesal karena Pantera miliknya tidak mau distarter. Karena super kesal, Elvis akhirnya menembak mobil ini.

Perang Yom Kippur yang terjadi di tahun 1973, berujung embargo minyak ke negara Barat. Akibatnya harga bahan bakar meningkat dan pasar mobil premium jadi melemah. Keapesan terakhir adalah regulasi keselamatan kendaraan untuk tahun 1974, membuat Pantera harus dimodifikasi dan Ford enggan membiayai proses ini.

Ford bubar jalan dengan De Tomaso

Akhirnya pada tahun 1974, Ford menyetop Pantera setelah 5.000 unit terjual di Amerika. Namun cerita Pantera tidak berakhir, sebab Alejandro de Tomaso membeli kembali seluruh saham De Tomaso dan melanjutkan produksi Pantera L dan GTS terutama untuk pasar Eropa. Pada tahun 1980, De Tomaso meluncurkan versi GT5 dengan ciri khas overfender dan wing besar.

De Tomaso meluncurkan GT5-S dengan bodi yang lebih lebar di tahun 1985. Pada tahun 1990, hadir Pantera Si yang dirombak total. Mulai dari chassis spaceframe, bodi yang didesain ulang oleh Marcello Gandini, hingga mesin V8 302 5,0 liter injeksi dari Ford.

Model ini menjadi varian Pantera terlangka dengan hanya 41 unit yang diproduksi, sebelum jalur produksi Pantera ditutup pada tahun 1993. De Tomaso sendiri mengganti Pantera dengan model baru bernama Guara. Karena Alejandro de Tomaso berpulang pada tahun 2003, maka perusahaan De Tomaso hanya sanggup bertahan hingga tahun 2004.

BYD Han PHEV Dan EV Alami Facelift Tahap Dua

BYD yang baru saja meluncurkan versi facelift sedan Han untuk pasar domestik China. BYD Han yang pertama kali diluncurkan pada tahun 2020 mengalami penyegaran perdana pada tahun 2022. Tahun 2024 ini BYD Han PHEV dan EV kembali mengalami upgrade.

Dapat dikatakan BYD punya program upgrade dan facelift paling cepat setiap dua tahunan. Apa saja yang dibenahi oleh BYD kali ini?

Upgrade Kemasan

Upgrade tampilan eksterior adalah langkah pertama yang dilakukan pada setiap model facelift. Sebelumnya tampilan sedan BYD Han EV dan PHEV dibedakan. Namun kini gaya tampilan BYD Han DM-i (PHEV) dibuat identik dengan versi EV. Hal ini nampaknya untuk memudahkan pembuatan komponen bodyparts serta menekan biaya produksi.

Tak sekadar mengalami ubahan tampilan. Ada dua opsi warna baru yang ditawarkan pada BYD Han DM-i, yaitu Fashion Gray dan paket Black Sports.

Area interior pun turut dibenahi. Yang paling terlihat adalah panel dashboard. Layar head unitnya ganti baru dengan digital touschcreen 15.6-inci. Resolusi tampilannya lebih tinggi dari versi sebelumnya.

Material Interior Berkelas

Pasalnya, tak hanya fitur infotaintment saja tapi sebagian besar kendali fitur berkendara dioperasikan via layar head unit. Layout menu tampilan pada layar juga mengalami pembenahan.

Kemasan tampilan interior pun kini semakin mewah dengan balutan Nappa leather. Aksen garnish aluminium dan panel kayu pada panel interiornya pun asli, bukan imitasi dari bahan plastik.

Jok depan berlapis kulit dilengkapi fitur penghangat dan pemijat dengan 10 titik pemijatan. Tak ubahnya seperti kursi massage di spa eksklusif.

BYD Han sedan kini dilengkapi sistem audio premium lansiran Dynaudio sebagai pemanja telinga. Alunan suara musik dipancarkan via 12-speaker dengan total output daya 735 Watt.

Upgrade Fitur

Paket fitur berkendara pada sedan BYD Han turut mengalami upgrade. Yang paling terlihat adalah antena sensor radar LiDAR yang terpasang di atap.

Sensor radar LiDAR adalah salah satu bagian dari fitur keselamatan berkendara ADAS pada sistem terbaru BYD DiPilot 300.

Terdapat 31 sensor pendeteksi yang digunakan pada sejumlah fitur ADAS – termasuk LiDAR. BYD Han juga dibekali dengan chip Orin-X lansiran Nvidia untuk fitur Artificial Intelligence (AI).

Sektor kenyamanan berkendara pun turut mengalami peningkatan. Setup suspensi kini diperbaharui dengan sistem suspensi model five-link pada bagian belakang. Kinerja suspensi juga ditunjang dengan sistem peredaman variabel.

Optimalisasi Performa

Sektor performa pada BYD Han PHEV dan EV tak luput dari optimalisasi dan upgrade. Pada versi PHEV kini dibekali sistem penggerak hybrid DM-i generasi kelima yang memadukan mesin bensin 1.5-liter turbo dengan motor elektrik hybrid tunggal.

Output totalnya 310 kW atau sekira 410 hp. Catatan waktu akselerasi 0-100 km/jam pun lumayan gesit yakni sekitar 6,9 detik.

Jarak jelajah maksimum dalam mode EV mengandalkan daya baterai bisa mencapai 125 km. Cukup untuk bisa mencapai SPBU atau SPKLU terdekat. Sedangkan pada mode hybrid jarak jelajah maksimumnya diklaim bisa mencapai 1.350 km, dalam kondisi daya baterai dan tangki BBM penuh

BYD Han versi EV juga mengalami upgrade. Baterai Blade 400V kini diganti jenis baru yang bervoltase 800V. Dengan baterai bervoltase tinggi, waktu pengisian ulang daya listrik menggunakan fast charger DC menjadi jauh lebih cepat. Cukup melakukan charging selama 10 menit, jarak jelajah pun bertambah hingga sejauh 160 km.

Kapasitas daya baterai BYD Han EV pun kini beragam. Berdasarkan siklus uji CLTC, jarak tempuh maksimumnya bervariasi mulai dari 506 km, 605 km hingga 701 km.

Sudah Bisa Dipesan

Motor elektrik tunggal penggerak roda depan pada BYD Han EV tersedia dalam tiga versi, yaitu 150 kW (201 hp), 168 kW (225 hp), dan 180 kW (241 hp).

Uniknya, catatan akselerasi 0-100 km/jam pada seluruh varian BYD Han EV sama yakni 7,9 detik meskipun output motor elektrik dan baterainya berbeda.

Tak perlu menunggu lama, para konsumen di China sudah bisa memesan sedan BYD Han model tahun 2025. Pengiriman unit pesanan konsumen paling cepat dimulai pada awal tahun depan.

Versi PHEV label harganya mulai dari 165.800 hingga 225.800 Yuan atau setara Rp 356,3 jutaan hingga Rp 485,2 jutaan. Lebih murah 4.000 Yuan atau sekira Rp 8,6 jutaan dibanding versi sebelumnya.

Sedangkan untuk BYD Han EV dibanderol mulai dari 179.800 hingga 235.800 Yuan atau setara Rp 386,4 jutaan hingga Rp 506,7 jutaan. Belum termasuk pajak dan insentif pembelian mobil listrik.

Haval Jolion 2024

First Impression GWM Haval Jolion, Semua Terasa Pas

Great Wall Motor (GWM) Indonesia secara resmi meluncurkan Haval Jolion HEV di Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2024 lalu. Model ini juga mengukuhkan strategi GWM dalam menyuguhkan kendaraan yang rendah emisi di Indonesia.

Selain memiliki teknologi yang modern dan desain yang segar, Haval Jolion juga menjadi produk GWM pertama yang dirakit secara lokal melalui fasilitas perakitan Inchcape, di Wanaherang, Jawa Barat.

Saudara dekat Haval H6 ini cukup menggoda untuk dijajal. Meskipun belum bisa berlama-lama mencobanya, paling tidak kami sudah tidak terlalu penasaran lagi dengan Haval Jolion. Secara sekilas, desain fisiknya memang masih serupa dengan H6 HEV.

Interior Tak Berlebihan

Interior Haval Jolion 2024

Namun, jika disimak lebih teliti, perbedaan signifikan terdapat pada dimensinya. Haval Jolion memiliki panjang 4.472 mm, lebar 1.841 mm, dan tinggi 1.626 mm. Urusan lampu, memang atraktif. Untuk depan, lampunya bergaya T-Shaped Dagger Axe LED, dan disertai dengan grille Star Matrix. Sedangkan lampu belakangnya bergaya Boomerang LED.

Masuk ke interiornya, memang bukan yang kelas premium papan atas, namun jauh dari kesan cukupan. Bahkan kami merasa nyaman-nyaman saja. Memang ada bagian yang menggunakan material lembut, tapi ada juga bagian yang memakai plastik keras.

Buat kami yang punya tinggi tubuh di 170 cm, posisi mengemudi tergolong ergonomis. Lingkar kemudinya juga cukup oke saat digenggam. Tersedia layar sentuh berukuran 10,25 inci yang intuitif, untuk menampilkan beragam informasi maupun pengaturan personalisasi berkendara.

Waktu kami uji jalan, ternyata rasa suspensinya memang mumpuni. Apalagi menjajalnya dengan sejumlah penumpang lain. Hasilnya, guncangan tidak terlalu heboh saat menghajar gundukan maupun polisi tidur. Manuver pun terasa mudah, sebab bobot setirnya tergolong luwes. Entah bagaimana rasanya kalau dikendarai sendiri.

Suspensi Mumpuni

Haval Jolion akan jadi bintang GIIAS 2024

Salah satu hal yang diutamakan dalam mobil bertipe SUV ialah suspensinya yang nyaman. GWM berhasil merancang mobil ini dengan suspensi empuk ketika melewati area gundukan atau polisi tidur.

Ketika melewati berbagai rintangan seperti tanjakan, suspensinya bekerja dengan baik sehingga pengemudi maupun penumpang masih merasakan kenyamanan.

Sementara itu, bantingan setirnya juga cukup nyaman dan tidak terlalu ringan sehingga pengemudi dapat dengan mudah merasakan rasa berkendara dengan sangat baik ketika berbelok atau bermanuver.

Seperti lazimnya mobil hybrid, Haval Jolion HEV dapat melaju di mode EV ketika di kisaran kecepatan 20-40 km/jam. Namun, saat kami ketika berada di atas kecepatan 40 km/jam, maka mesin bensin 1.5 liter di balik kap depannya mulai beraksi, dan memberikan respons yang mantap.

Kami akan melakukan review lebih dalam lagi untuk Haval Jolion. Tunggu update selanjutnya. 

GWM Tank 300 Sengaja Pakai Gaya Unik dan Desain Retro

Setelah Tank 500, GWM memperkenalkan Tank 300 untuk pasar Indonesia, di pameran Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2024. Sport Utility Vehicle (SUV) hybrid ini sepertinya terinspirasi dari desain klasik tahun 1970an dan 1980an. Meski begitu, GWM Tank 300 telah dilengkapi dengan teknologi modern dan fitur yang canggih. 

Tank 300 memiliki perpaduan desain dari elemen retro dan modern, terlihat dari grill depan dan lampu bulat. Desainnya menampilkan elemen bergaris tegas, agak berbeda dengan Tank 500 yang sudah dijual terlebih dahulu di Indonesia. Dimensi SUV ini mencakup panjang 4.760 mm, lebar 1.930 mm, tinggi 1.903 mm, dan jarak sumbu roda 2.750 mm.

Tank 300 menggunakan chassis ladder frame, dengan ground clearance minimum sekitar 224 mm. Sehingga memungkinkannya untuk melibas genangan air sedalam 700 mm dan melewati sudut tanjakan hingga 70 derajat. Posisi bumper depan yang cukup tinggi, memungkinkan adanya approach angle sebesar 33 derajat. 

Di bagian belakang, pintu bagasi dengan bukaan samping ke arah kanan, disertai dengan pegangan ban cadangan. Lagi-lagi GWM ingin menyampaikan kesan sebuah SUV yang tangguh. Uniknya, GWM Tank 300 punya interior yang menyuguhkan aspek kenyamanan dan kesan elegan. Bagaimana tidak, joknya saja dibalut bahan kulit asli Nappa.

GWM Tank 300 menggunakan mesin bensin empat silinder 2.0 liter turbocharger, yang menghasilkan 342 hp dan 648 Nm. Dilengkapi dengan motor listrik dan baterai berukuran besar, yakni 37,11 kWh terbuat dari baterai ternary-lithium.

Penyalur daya ialah transmisi otomatis 9-speed. Ketika baterai dalam kondisi penuh, mobil ini dapat berjalan tanpa mesin pembakaran internal menyala sampai jarak 105 km. Keren!

Ada empat pilihan warna yang dapat konsumen GWM pilih untuk Tank 300 ini. Lalu harganya? Kemungkinan besar Anda harus berpisah dengan saldo rekening sebesar nyaris Rp 834 juta.

Haval Jolion 2024

Haval Jolion HEV, Produk GWM Pertama Rakitan Indonesia

Beberapa waktu silam, Great Wall Motors (GWM) Indonesia memperlihatkan sosok Haval Jolion HEV. Tapi pameran Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2024 menjadi peluncuran resmi dari Sport Utility Vehicle (SUV) hybrid tersebut.

GWM Haval Jolion HEV ditenagai oleh mesin bensin empat silinder 1.5 liter, tapi tanpa turbocharger. Ditambah sistem hybrid yang canggih. Haval Jolion HEV memiliki dimensi panjang 4.472 mm, lebar 1.841 mm, tinggi 1.619 mm, dan wheelbase 2.700 mm.

SUV hybrid ini dipasarkan di Tanah Air dengan harga yang cukup menggoda, yakni sedikit di bawah Rp 449 juta. Tersedia sejumlah pilihan warna yang atraktif. Mulai dari Hamilton White, HB Blue, Light Ayers Gray, Mars Red, Sun Black, HR Blue.

Asyiknya lagi, inilah produk GWM perdana yang keluar dari lini produksi Inchcape, group usaha bersama Indomobil, di Wanaherang, Bogor, Jawa Barat. GWM Indonesia memanfaatkan fasilitas pabrik Inchcape yang ada di Wanaherang.

Fasilitas ini tadinya kepunyaan Mercedes-Benz, yang merakit kendaraan penumpang dan komersial. Karena operasional kendaraan penumpang Mercedes-Benz di Indonesia dicomot oleh Inchcape, wajar jika fasilitas perakitannya pun ikut diakuisisi.

Haval Jolion akan jadi bintang GIIAS 2024

Haval Jolion HEV Resmi Diperlihatkan Oleh GWM Indonesia

Great Wall Motors (GWM) Indonesia memaparkan rencana mereka untuk ajang GIIAS 2024 yang akan berlangsung 18-28 Juli 2024. Pemaparan tersebut dilaksanakan Rabu (10/07/2024) di Jakarta. Salah satu yang menarik adalah, kami berkesempatan langsung melongok sosok Haval Jolion (baca: Jolayen) HEV.

Dipastikan, mobil ini akan dipajang di GIIAS 2024 di ICE BSD nanti. Beserta dengan delapan mobil lainnya.

Tentunya, akan bersanding dengan Haval H6 HEV, Tank 500 serta satu Tank yang tidak disebutkan. Namun kami yakin ini adalah Tank 300 yang sudah lama rumor kehadirannya beredar. GWM juga akan menampilkan deretan aksesoris dan modifikasi untuk Tank 500.

Hybrid Entry Level

Mesin Jolion HEV 2024 Indonesia

Haval Jolion adalah SUV berpenggerak hybrid dengan mesin 1,5 liter tanpa turbo. Spesifikasi ini meleset dari perkiraan kami, yang sebelumnya akan berpenggerak turbo. Tenaganya belum disebutkan, tapi melihat spek Haval Jolion HEV di luar negeri, mampu menghasilkan 188 hp.

Tapi dipastikan, inilah mobil pertama yang keluar dari lini produksi Inchcape, group usaha yang menaungi GWM bersama Indomobil, di Wanaherang, Bogor. Soal pabrik ini, bisa Anda baca di bawah.

Perkiraan spesifikasi lainnya, Jolion memiliki ukuran yang lebih kecil. Panjangnya 4.472 mm, lebar 1.841 mm dengan tinggi 1.619 mm. Wheelbase yang tersedia sebesar 2.700 mm.

Selain Jolion, GWM Indonesia juga memaparkan program garansi dan servis yang mereka bawa. Mulai dari free maintenance hingga tiga tahun atau 30.000 km, ERA (Emergency road Assistance) kalau terjebak dalam keadaan darurat. “Bahkan kalau kehabisan bensin juga bisa kami bantu,” tegas Putra Samiaji, Aftersales & Customer Service Director GWM Indonesia.

Pabrik Wanaherang

Khusus untuk perakitan di Wanaherang, GWM Indonesia memanfaatkan fasilitas pabrik Inchcape yang ada di Wanaherang. Pabrik ini tadinya milik Mercedes-Benz, yang merakit kendaraan penumpang dan komersial.

Kini, operasional passenger car Mercedes-Benz di Indonesia diambil alih Inchcape dan Indomobil. Makanya, pabrik pun sekalian diakuisisi.

Karena kapasitasnya besar, Inchcape tidak hanya memanfaatkannya untuk GWM. Menurut beberapa informasi, ada beberapa merek lain yang akan keluar dari Wanaherang. Termasuk Mercedes-Benz sendiri.

MG VS HEV Selesaikan Road Trip 880 km, Sekali Full Tank Saja!

Morris Garages (MG), melakukan uji coba perjalanan dari Jakarta hingga ujung tol Trans Jawa dengan MG VS HEV hanya dengan satu kali pengisian bahan bakar. Hal ini menunjukkan kehandalan teknologi dan kualitas MG VS HEV dalam menghadapi perjalanan jarak jauh dengan efisiensi yang tinggi.

Perjalanan dimulai dari Jakarta (Slipi) dengan kondisi mobil full tank 48 liter dengan bensin RON 98. Selama perjalanan ini, MG VS HEV ini hanya menggunakan Mode Normal, dengan sistem pendinginan diatur pada kecepatan satu guna mendukung operasional mesin. Memboyong tiga penumpang dewasa dan terdapat muatan di bagasi, perjalanan pun berakhir di gerbang tol Gending, Probolinggo, Jawa Timur dengan angka speedometer menunjukkan 879,9 kilometer.

Perjalanan ratusan kilometer Tol Trans Jawa ini dilakukan dengan standar rata-rata kecepatan berkendara di tol luar kota, yaitu minimal 60 km/jam dan maksimum mencapai 100km/jam. 

Selain itu, teknologi transmisi E-CVT dan sistem KERS (Kinetic Energy Recovery System) terus menjaga penggunaan bahan bakar secara efisien.

Mobil ini juga didukung fitur canggih seperti Energy Flow Display dan tiga mode berkendara yang dapat disesuaikan. Begitu juga dengan teknologi MG i-SMART yang cerdas dalam menjaga pengendalian, pemantauan, dan hiburan.

Fitur-fitur canggih seperti SMART Check dan SMART Command terus memberikan akses real-time terhadap kondisi kendaraan dan navigasi yang mudah. Kemudian SMART Connect memperluas konektivitas dengan layanan seperti navigasi cerdas dan streaming musik online.

Mesin 1.5 liter yang dipadukan dengan motor listrik dari baterai 2,13 kWh, sehingga mampu mencapai tenaga 175 hp dan torsi 200 Nm.

Donald Rachmat, Chief Operating Officer MG Motor Indonesia mengatakan, “Dengan terus mengembangkan teknologi dan inovasi, MG bertekad untuk memberikan pengalaman berkendara yang superior dan dapat diandalkan”.

MG VS HEV ditawarkan dengan harga Rp 389 juta (on the road Jakarta).

 

Road Trip ke Bandung Bersama GWM Tank dan Haval

Jalan-jalan singkat ke luar kota Jakarta, biasanya kota Bandung yang jadi tujuannya. Ya, hal tersebut sepertinya yang menginspirasi Great Wall Motor (GWM) Indonesia, untuk menggelar GWM Media Drive menuju Bandung, Jawa Barat. GWM pun menyediakan dua jenis sport utility vehicle (SUV) untuk acara ini, yaitu Tank 500 dan Haval H6.

Kedua mobil SUV ini bukan yang pertama kali kami temui, sebab keduanya telah tampil di ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2023 silam. Kedua model tersebut juga merupakan mobil dengan paduan mesin pembakaran internal dan motor listrik, alias hybrid. GWM yakin bahwa kendaraan hybrid lebih mudah diterima di pasar Indonesia.

Penasaran kemampuan off-road 

Varian Tank yang masuk Indonesia adalah Tank 500. Full-size SUV ini diposisikan sebagai SUV kelas premium dengan kelengkapan fitur dan kenyamanan yang oke. Penerapan chassis model ladder frame membuat SUV ini suka dibandingkan dengan Toyota Land Cruiser oleh sebagian orang. Namun, dimensinya memang cukup besar, dengan panjang bodi mencapai lima meter.

Kemampuan on-road, tidak mengecewakan. Mesin bensinnya berkapasitas 2.0 liter dan dilengkapi turbocharger. Jika dipadukan dengan tenaga motor listriknya, maka outputnya mencapai 346 hp dan torsi puncak 615 Nm. Tapi sebenarnya kami lebih penasaran dengan kemampuan off-road Tank 500 ini.

Setibanya di kota Bandung, ternyata GWM telah menyiapkan sejumlah ‘tantangan’ di kawasan Pusat Kesenjataan Kavaleri. Mulai dari Side Sloping, Side Wheelie, Hill Climb, Water Wading, hingga Tank Turn. Sederet tantangan tersebut, dikhususkan untuk unit Tank 500. Setiap tantangan dilalui dengan metode merayap, sedikit bantuan pedal gas jika memang diperlukan.

Pangkas radius putar

Bahkan ketika ‘nyemplung’ di kubangan air sedalam nyaris 50 cm pun tak perlu risau. Tank 500 melaju santai tanpa kesulitan. Saat berada di area Side Sloping, SUV bongsor ini seolah santai saja, walaupun ada roda yang tidak kontak dengan tanah. Sebab torsi mesin tersalurkan secara optimal menuju roda yang masih memiliki traksi penuh.

Ujian selanjutnya adalah Tank Turn. Dalam kondisi normal, Tank 500 memiliki radius putar sebesar 5,6 meter. Namun, berkat fitur Tank Turn maka radius putarnya dapat dipangkas menjadi 4,4 meter. Hal ini sangat berguna saat pengguna harus bergerak memutar atau melakukan manuver di kondisi jalur yang sempit. Akhirnya semua obstacle dilahap tanpa kendala oleh Tank 500. Perlu dicatat bahwa unit yang digunakan masih dalam kondisi standar pabrik.

Selanjutnya ialah mencoba Haval H6, tapi kalau yang ini seperti lebih tepat untuk penggunaan on-road, tanpa medan berat. SUV berpenampilan atraktif ini dibekali mesin bensin empat silinder 1.5 liter dan dilengkapi turbocharger. Kalau dipadukan dengan tenaga motor listriknya, maka outputnya mencapai 323 hp dan torsi puncak 530 Nm. Wajar saja jika Haval H6 begitu luwes di lalu lintas yang padat.

Ada keunikan Haval H6 yang membuat kami kagum, yakni bisa mencari dan memarkir kendaraan sendiri, baik secara paralel maupun seri. Fitur parkir otomatis ini diaktifkan dengan sentuhan di layar ketika kamera telah menangkap ada lahan yang cukup. Pengemudi tak perlu memutar setir ataupun menginjak pedal apa pun. Heran…

Saat kembali menuju Jakarta, kami pun mencari tahu harga yang disematkan pada kedua SUV andalan GWM untuk pasar Indonesia saat ini. Tank 500 dibanderol dengan harga Rp 1,196 milyar, sedangkan Haval H6 ditawarkan dengan harga Rp 595,8 juta. Harga tersebut sudah dalam kondisi on-the-road. Jadi bingung mau beli yang mana…

BMW i4 dan 4 Series Gran Coupe Alami Pembugaran Luar Dalam

Memasuki penghujung kwartal pertama di tahun 2024, BMW meluncurkan versi facelift dari i4 dan 4 Series Gran Coupe. Mobil yang dipasarkan sebagai model tahun 2025 ini mengalami sejumlah sentuhan penyegaran.

Apakah i4 dan 4 Series Gran Coupe versi facelift hanya sekadar mendapat polesan kosmetik? Atau merambah hingga sektor performa?

Penyegaran Eksterior

Pada bagian wajah, lampu depan LED mengalami desain ulang. Kini nampak menyatu dengan lampu siang hari (DRL) berbentuk bumerang. Para desainer BMW memanfaatkan aksen garnish sehingga tampilan depan terlihat lebih segar.

Frame grille pun tak luput dari polesan dengan nuansa matte chrome. Tak hanya pada varian reguler, tapi juga untuk paket opsional M Sport. Tersedia pula opsi grille berwarna gloss black bagi yang tak suka kemilau chrome.

Area buritan juga mengalami sentuhan. Lampu belakang model ‘Laserlight’ ala BMW M4 CSL limited-edition kini terpasang pada i4 dan 4 Series Gran Coupe facelift.

Bagi konsumen yang memilih paket M Sport pada i4 maupun 4 Series Gran Coupe, akan mendapat sirip diffuser belakang berwarna high-gloss black. Jika ingin pipa exhaust sewarna sirip diffuser, konsumen harus memesan dalam paket opsional. Oh ya, ukuran laras pipa exhaust 4 Series Gran Coupe kini kian besar dari 3.5 inci jadi 4 inci.

BMW mengimbuhkan dua opsi warna eksterior baru. Nuansa hijau kemilau Cape York Green metallic dan merah merona Vegas Red metallic. Pelek 19 dan 20-inci yang dibekalkan pun tampil dengan desain baru nan eyecatching.

Tombol Fisik Perlahan Mulai Dihilangkan

Update yang kini dibekalkan pada i4 dan 4 Series Gran Coupe menyusul jejak 4-Series Coupe dan M4 yang telah lebih dulu diupgrade.

Ubahan paling terlihat pada interior i4 dan 4 Series Gran Coupe adalah kian minimnya jumlah tombol fisik pengendali fitur pada kabin. Ya, kontrol fitur kini terintegrasi pada sistem digital terpadu BMW iDrive dengan software OS 8.5 terbaru.

Seluruh kendali fitur dilayani via menu QuickSelect. Tak ubahnya pengoperasian menu pada ponsel pintar. Cukup dengan sentuhan jemari pada layar touchscreen Curved Display.

Para penyuka sentuhan tombol fisik nampaknya harus mulai beradaptasi dan membiasakan diri dengan menu Quickselect. Sedikit merepotkan memang bagi yang belum terbiasa, terutama yang agak gaptek.

Untuk kemasan interior, material kulit sintetis Sensatec yang digunakan kini lebih halus dan lembut. Ingin tampilan interior terlihat lebih eksklusif? Tersedia paket opsional bernuansa brushed chrome dan panel kayu untuk dashboard dan konsol tengah.

Untuk tuas selektor iDrive Controller dan tombol Start/Stop, tersedia opsi tampilan bernuansa Galvanic.

Kabar yang cukup menggembirakan adalah i4 dan 4 Series Gran Coupe kini dilengkapi jok sport. Makin keren bukan?

Racik Ulang Mesin Hybrid

Untuk varian 430i dibekali mesin 4-silinder 2.0-liter turbo plus modul mild hybrid 48-volt. BMW menggarap ulang lubang saluran intake serta ruang bakar. Setting ulang pun dilakukan pada camshaft control, sistem injeksi dan pengapian. Alur pipa header dan exhaust pun diracik ulang.

Di atas kertas, tak ada perubahan output performa. Tenaga tetap 255 hp dan torsi puncak pun masih 400 Nm. Namun pihak pabrikan mengatakan bahwa respon output performa lebih terasa saat dipacu di jalan raya maupun sirkuit balap.

Versi paling menggairahkan yakni M440i Gran Coupe masih dengan mesin 6 piston berkapasitas 3.0-liter. Sama seperti 540i xDrive dan X5 xDrive40i.

Modul mild hybrid 48-volt juga diimbuhkan pada M440i seperti halnya varian 430i. Tentu saja output performa jadi kian menggairahkan. Boost suplemen tenaga extra sebesar 11 hp plus torsi tambahan sebesar 200 Nm dapat diaktifkan selama 10 detik. Ya, cukup 10 detik.

Pasalnya, total output tenaga kini jadi 386 hp. Torsi maksimum pun terdongkrak jadi 539 Nm. BMW mengatakan bahwa akselerasi 0-100 km/jam kini lebih gesit.

Cukup 4,7 untuk versi rear-wheel drive (RWD) dan hanya 4,3 detik untuk versi berpenggerak xDrive all-wheel drive.

BMW i4 dan 4 Series Gran Coupe model tahun 2025 ini akan diproduksi di Munich, Germany. Resmi dipasarkan di Eropa paling cepat pada Juli 2024 mendatang. Amerika Serikat dan Indonesia? Harap bersabar…

Penjualan Toyota meningkat

Penjualan Toyota 2023 Dan Misteri Mobil Hybrid Baru Tahun Ini

Di luar kabar miring soal ketidak sesuaian spesifikasi Toyota Global, Toyota Astra Motor (TAM) mengumumkan pencapaian yang cukup cerah di pasar Indonesia. Penjualan mereka secara wholesales (dari produsen ke dealer) dikatakan meningkat di tahun 2023 lalu.

Penjualan Toyota dan Lexus meningkat dari 332.443 unit di tahun 2022 menjadi 339.292 mobil di tahun 2023. Artinya, pabrikan Jepang ini memiliki market share yang meningkat dari 31,7 persen menjadi 33,7 persen. Yang menarik, peningkatan tersebut salah satunya dipicu oleh mobil dengan imbuhan elektrifikasi (xEV).

Kijang Innova Zenix Hybrid (HEV) berhasil menjadi yang terdepan dalam penjualan xEV Toyota di 2023. Mencetak total whole sales 27.705 unit sepanjang 2023. Di belakangnya mengekor Yaris Cross HEV sebanyak 5.476 unit. Posisi ketiga ada Corolla Cross HEV 1.217 unit, yang saat ini statusnya masih impor utuh.

“PT Toyota-Astra Motor (TAM) mengucapkan terima kasih atas kepercayaan pelanggan kepada mobility solution Toyota sehingga whole sales 2023 dapat meningkat,” kata Vice President Director PT. Toyota-Astra Motor (TAM), Henry Tanoto.

“Launching All New Kijang Innova Zenix serta Yaris Cross mendapatkan animo positif masyarakat, khususnya model HEV yang langsung memimpin penjualan kendaraan elektrifikasi kami,” tambahnya.

Selain Hybrid, Toyota bZ4X yang merupakan mobil listrik murni berbasis baterai, penjualannya telah mencapai 479 unit di tahun 2023. Mobil seharga Rp 1.190.000.000 ini menggunakan all new platform e-TNGA khusus BEV. BEV ini juga dipercaya oleh pemerintah Indonesia dalam berbagai event bertaraf internasional seperti Konferensi G20, ASEAN Summit, dan AIS Summit.

Mobil HEV Baru

Tidak kalah menarik adalah, pernyataan Henry Tanoto soal rencana mereka menghadirkan mobil hybrid lagi tahun ini.

Ia hanya mengatakan,” Ditunggu saja,” saat didesak mobil yang mana. Namun melihat peta persaingan sekarang, segmen low MPV perlu penyegaran. Mitsubishi telah memperkenalkan keluarga Xpander HEV di Thailand. Mobil ini juga telah menjalani sesi uji coba di wilayah Jawa Barat. Tentu, Toyota perlu menyiapkan pesaingnya.

Bukan hal sulit bagi Toyota, yang pelopor mobil hybrid dunia, memasangkan teknologi ini di Avanza atau Veloz. Lebih spesifik, Veloz yang dirakit oleh Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN). TMMIN sudah mampu merakit komponen mobil hybrid di fasilitas mereka di Karawang, Jawa Barat. Masuk akal, kan? Tapi itu baru spekulasi. Kita tunggu saja tanggal mainnya.